• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah disajikan, dapat disarankan beberapa hal sebagai berikut:

1. Guru PAUD harus bisa memahami maksud tuturan anak secara lebih luas dan tidak terpaku pada kata yang dikeluarkan oleh peserta didik. Guru harus dapat memahami karakteristik peserta didik sehingga bisa memberikan materi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan peserta didik. Guru pun dituntut berperan aktif untuk membantu anak dalam pengarahan berbahasa yang baik dan benar.

2. Peneliti yang berminat mengkaji permasalahan yang sama supaya dapat melengkapi kekurangan dalam penelitian ini dan menindaklanjuti bidang kebahasaan lain, seperti pemerolehan bahasa anak usia dini dalam tataran fonologi, semantik atau pragmatik secara lengkap.

54

DAFTAR PUSTAKA

Alek dan Ahmad. 2010. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Kencana.

An Dhiva, Aulia. Dukung Perkembangan Psikologi Anak Usia Dini Masa

Prasekolah,

https://www.parentingclub.co.idsmart-stories/mengenal-tahap-perkembangan-psikologi-anak-dari-tahun-ke-tahun dibaca pada tanggal 29

September 2019

Arifin, Zaenal dan Amran Tasai. 2009. Cermat Berbahasa Indonesia. Jakarta: Akademika Pressindo.

Arifuddin. 2010. Neuropsikolinguistik. Jakarta: Rajawali press.

Bloomfield, Leonard. 1995. Bahasa. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Brown, H. Douglas. 2007. Prinsip Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa.Jakarta: Pearson Education Inc.

Chaer, Abdul. 2011. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Dardjowidjojo, Soenjono. 2003.Psikolingusitik: Pengantar Pemahaman Bahasa

Manusia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Djajasudarma, Fatimah. 2006. Metode Linguistik: Ancangan Metode Penelitian

dan Kajian. Bandung: PT. Retika Aditama.

Gellens, Suzanne R. 2014. Membangun Daya Pikir Otak: 600 Ide Aktivitas untuk

Anak Kecil. Jakarta: PT. Indeks.

H.P, Achmad dan Alek Abdullah. 2012. Linguistik Umum. Jakarta: Erlangga. Iskandarwassid dan Dadang Suhendar. 2016. Strategi Pembelajaran Bahasa.

Bandung: PT. Remaja Rosidakarya.

Ismawati, Esti dan Faraz Umaya. 2017. Balajar Bahasa di Kelas Awal. Yogyakarta: Ombak.

Khairah, Miftahul dan Sakura Ridwan. 2014. SINTAKSIS Memahami Satuan

Kalimat Perspektif Fungsi. Jakarta: Bumi Aksara.

Kushartanti. 2009.Pesona Bahasa. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Madyawati, Lilis. 2016.Strategi Pengembangan Bahasa pada Anak. Jakarta: Prenadamedia Group.

Margono, S. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Mar’at, Samsunuwiyati. 2005. Psikolinguistik. Bandung: Refika Aditama. Noor, Juliansyah. 2012. Metode Penelitian (Skripsi, Tesis, Disertasi dan Karya

Ilmiah). Jakarta: Kencana.

Otto, Beverly. 2015. Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia Dini. Jakarta: Prenadamedia Group.

PAUD Jateng

https://www.paud.id/2015/05/kompetensi-dasar-kurikulum-2013-paud-tk-kb.html dibaca pada tanggal 20 September 2019

Purwo, Bambang Kaswanti. 1990. Pragmatik dan Pengajaran Bahasa. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Puspa, Elizabeth.Ketahui Perbedaan Antara Sekolah PAUD Playgroup dan TK, https://glitzmedia.co dibaca pada tanggal 19 Juni 2018

55

Rahardi, Kunjana. 2009. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Erlangga.

Ridwanudin, Dindin.2015. Bahasa Indonesia. Ciputat: UIN Press. Samsuri. 1978. Analisa Bahasa. Jakarta: Erlangga.

Sanggar, nasiroh-ilmu.blogspot.com/2011/01/tahap-tahap-pemerolehan-

bahasa.html, (Jogjakarta), dibaca pada tanggal 26 Juni 2018

Sit, Masganti. 2015. Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini. Medan: Perdana Publishing

Sugiyono. 2014. MemahamiPenelitian Kalitatif. Bandung: CV. Alfabeta. Suhardi. 2016. Dasar-dasar Ilmu Sintaksis Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Ar- Ruzz Media.

Suhartono dan Syamsul Sodiq. 2016. Psikolinguistik. Tangerang: Univ. Terbuka. Sundayra, Ladycia. 2007. Proses Akuisisi Bahasa pada Anak: Kajian Teoritis

Mutakhir. “Jurnal Kibas Cenderawasih” Volume 14 Nomor 2, Balai Bahasa

Papua, diakses pada 18 Februari 2019.

Tarigan, Henry Guntur. 2011. Pengajaran Pemerolehan Bahasa. Bandung: Angkasa.

Tarigan, Henry Guntur. 1986. Psikolinguistik. Bandung: Angkasa.

UU no. 20 tahun 2003, https://kelembagaan.ristekdikti.go.id dibaca pada tanggal 23 Juni 2018

Verhaar. 2016. Asas-asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

56

LAMPIRAN-LAMPIRAN

58

Lampiran 2 : Tabel Klasifikasi Data

Tabel Lampiran 2.1 (Umur 2 – 3 Tahun)

Mulai tanggal 9 Juli 2015 sampai 4 Maret 2016

No. Tuturan Konteks Jenis Kalimat

D In Im

1 Ung ngi apah? (Om lagi apa?)

[2] 3 2 ▲

S menanyakan kepada O1 tentang apa yang dilakukan O1 dengan gawainya. ✓ 2 Ada. [2] ▼ S menjawab pertanyaan O1 tentang keberadaan O1 di layar gawai. ✓

3 Abis abis oenya owa, oenya a Obet. (abis abis oreonya om, oreonya a Obet) [2] 3 [2] / 2 3 2 [3] 2 ▼

S memberitahu ketika bernyanyi bahwa oreonya a Obet habis.

4 Iyah. [2] 1 ▼

S menjawab pertanyaan O1 tentang Oreo a Obet yang habis.

5 Na nyonya siyapah-siyapah. (Gak punya siapa-siapa)

[2] 3 2 / 2 3 2 ▼

S memberitahu bahwa Oreonya bukan punya siapa-siapa lagi

6 Yang inih. 2 3 2 ▼

S memberitahu O1 makanan yang mau dibukanya.

✓ 7 Ini! ini! emmah ini!

ini!

2 3 / 2 [3] 2 / 2 [3] 3 / 2 3 2 / 2 1 ▼

S meminta O1 dan O2 untuk membukakan makanan yang mau dimakannya.

8 Nih! 2 1 ▼

S menyerahkan makanan ke O1 supaya makanan itu segera dibuka.

9 Tain. (Bukain) [2] 3 2 ▼

S menjawab pertanyaan O1 “Bukain gak?” Ketika ingin dibukakan makanannya.

10 Butain! [2] 3 2 ▼

O1 bertanya kembali, dan S menjawab dengan sedikit menyuruh.

11 Iyah. 2 1 ▼

S mengiyakan pertanyaan O1 “Bukain?” Ketika ingin

59

dibukakan makanannya. 12 Mau.

2 3 2 ▼

S memberitahu O1 bahwa ia menginginkan makanan itu.

✓ 13 Caosna yah? (Saosnya

yah?) 2 3 [2] 1 ▲

S menanyakan kepada O1 untuk memastikan saos yang ada di dalam makanannya.

14 Cih. (Makasih) [1] ▼

S berterima kasih setelah makanannya dibukakan oleh O1.

15 Nih! 2 1 ▼

S menyerahkan saos yang ada di dalam makanannya kepada O1.

16 Siyup yah? (Sirup yah?)

[2] 3 2 ▲

S bertanya kepada O1 bahwa yang dicari O2 adalah sirup.

17 Ayi siyup yah mbah uti yah? (Nyari sirup yah mbah Uti yah?) [2] [3] 2 / 2 3 2 [3] 2 ▲

Sekali lagi S menanyakan kepada O1 untuk memastikan yang dicari oleh O2 adalah sirup.

18 Iyah. [2] ▼

S mengiyakan pertanyaan O1 “Nyari sirup?” berdasarkan tuturan yang ia katakan sebelumnya.

19 Enak. 1 [2] 1 ▼

S menjawab pertanyaan O1 “Enak gak?” dari rasa makanan yang sedang dimakannya.

20 Wet tewaw om. (Terang om) 2 [3] 2 / 3 2 ▼

S memberi tahu O1 tentang keadaan di rumah yang terang.

21 Eng ait ati ampu agi yah? (Enggak mati lampu lagi yah?) [2] 3 2 ▲

S bertanya kepada O1 tentang keadaan rumah ketika mati lampu.

22 Yat lambutyang. (lihat rambutan)

[2] 3 2 ▼

S menjawab pertanyaan O1 “Ngapain boboan di situ?” ketika berbaring di luar rumah dan melihat rambutan di atasnya.

23 Iyah. 2 3 2 ▼

S mengiyakan pertanyaan O1 “liat rambutan?” ketika berbaring di luar rumah.

24 Iyah. 1 2 1 ▼

S menjawab pertanyaan O1 “Udah gak buah tapi ya rambutannya yah?”

60

25 Itu ung yah? (itu daun yah?)

[2] [3] 2 ▲

S bertanya kepada O1 ketika melihat daun di pohon rambutan yang sedang dilihatnya.

26 Ung yah? (daun yah?) [3] 2 ▲

S bertanya kembali setelah O1 tidak mengerti apa yang dituturkan S kepadanya.

27 Daung. (daun.) 2 3 2 ▼

S memberi tahu O1 bahwa yang ditanyakannya adalah daun.

28 Auuuung. (daun.) 2 [3] 2 ▼

S menegaskan kembali kepada O1 bahwa yang ditanyakannya adalah daun.

29 Ana dabu nyah? (mana jambunya?) [2] 3 2 ▲

S bertanya kepada O1 ketika O2 membicarakan tentang jambu yang ada di atas S.

30 Codotna nyatang, codot codot natang sutanyah mamamin nabu.

[2] 3 [2] 1 / [2] [3] 2 1 [2] 3 [2] 1 ▼

S memberi tahu O1 bahwa codotnya nakal sudah memakan jambu.

31 Iyah. 12 1 ▼

S mengiyakan pertanyaan O1 “Udah bobonya di sini aja yah?” ketika berbaring di luar rumah.

32 Iyetadana dus ya? (Yadana bagus ya?) 1 [2] 3 2 ▲

S menanyakan kepada O1 bahwa “Yadana (lagu Yadana) bagus ya?” setelah bernyanyi sayonara.

33 Uwiin ayah duwu yah. (Beliin ayah dulu yah.)

[2] 3 2 ▼

S memberi tahu kepada O1 bahwa lagu Yadana yang sebelumnya dinyanyikan, nanti akan dibelikan oleh ayah.

34 Dudu. (duduk) [2] 1 ▼

S menanggapi pertanyaan O1 “Mau ngapain, berdiri, duduk?” ketika S ingin berpindah posisi.

35 Boboang. (boboan) [2] 3 2 ▼

S berpindah posisi lagi dari duduk menjadi

boboan/tiduran.

36 Anah? (mana?) 3 2 ▲

S bertanya kepada O1 ketika dikatakan bahwa kaki S sudah panjang.

61

[2] 3 2 ▼ ketika disuruh menyanyikan lagu kodok ngorek.

38 Iyah, ini batu atit nyih. (iya, ini batu akik nih.)

1 2 / [2] 3 [2] 1 ▼

S memberi tahu O1 bahwa yang dipegangnya saat itu adalah batu akik.

39 Uwat om aip atu atitnyah. (buat om aip batu akiknya)

[2] 3 [2] 3 2 ▼

S memberi tahu bahwa batu akik yang dipegangnya itu untuk O1.

40 Iyah. 1 2 1 ▼

S mengiyakan pertanyaan O1 “Batu akiknya buat om aip?”

✓ 41 Nya mba ifa anah?

(punya mbak Nifa mana?)

[2] 3 2 3 2 ▲

S kemudian menanyakan batu akik kepunyaannya mana? kepada O1.

42 Nih, puna om aip ni. (Nih, punya om Aip ini)

2 1 / [2] 3 [2] 1 ▼

S memberi tahu batu yang dipilihkan untuk O1.

43 Anah? (mana?) 2 1 ▲

S bertanya ketika O1 berkata, “Tuh mama aa tuh.” Saat S mencari batu akik di tanah.

44 Ada atu atit iyee. (ada batu akik ye.) [2] [3] 2 ▼

S menjawab pertanyaan mama dede yang diulang oleh O1 “Tuh, ngapain ditanya tuh ngapain?”

45 Atu atit. (batu akik) [2] [3] 2 ▼

S memperjelas jawabannya ketika ditanya oleh O1 “apaan sih?”

46 Iyah. 1 2 1 ▼

S menjawab pertanyaan O1 “Oh batu akik?”

✓ 47 Eh dampus. (Eh ada

mpus (kucing). [2] [3] 2 ▼

S memberi tahu O1 bahwa ada kucing yang

mendekatinya.

48 Atut. (takut) 2 1 ▼

S menjawab pertanyaan O1 “Ada empus, takut gak?” ketika melihat kucing di depannya.

49 Iyah. 2 1 ▼

S menjawab pertanyaan O1 “masuk gapapa?” ketika melihat kucing ingin masuk ke rumah.

50 Ifa enda nyampe. (Ifa engggak nyampe.) [2] 3 [2] ▼

S diminta oleh O1 untuk mengambil bola di bawah meja.

62

51 Ini yang mana si? [2] 3 [2] ▲

S menanyakan kepada O1 tentang keberadaan bola yang ada di bawah meja.

52 Nih. [2] 1 ▼

S memberikan bola yang sudah diambilnya dari bawah meja kepada O1.

53 Yan una ifa ana om? (yang punya Nifa mana om?) [2] 3 2 ▲

S menanyakan kepada O1 tentang bola miliknya yang ada di bawah meja.

54 Ifa ambiwin dong! (Nifa ambilin dong!) [2] 3 1 ▼

S meminta O1 untuk mengambil bola miliknya yang ada di bawah meja.

55 Yan ono yan bilu. (Yang sana, yang biru.)

[2] 3 2 ▼

S memberi tahu O1 tentang ciri-ciri bola miliknya yang ada di bawah meja.

56 O atung, itu atung. [2] 3 // [2] 3 2 ▼

S memberi tahu atung bahwa bola miliknya ada di bawah meja,

57 Atung ifa ambiwin dong bowa! (Atung Ifa ambilin dong bola!)

[2] 3 // [2] 3 // 3 2 ▼

S meminta atung untuk mengambilkan bola miliknya yang ada di bawah meja.

58 Tuh. 2 1 ▼

S memberi tahu posisi bola miliknya sambil meunjuk ke arah bola.

59 O olang om aip anah? (bola om Aip mana?) [2] 3 2 ▲

S menanyakan bola yang tadi diberikan kepada O1.

60 Ini anana yah? (ini anaknya yah?) [2] 3 2 ▲

S bertanya kepada O1 tentang anak dari bola yang dipegang olehnya.

61 Itu ibunya yah, ini ibunya yah? [2] 3 2 // [2] 3 2 ▲

S bertanya kepada O1 tentang ibu dari bola yang ditunjuk olehnya, karena terlihat lebih besar dari bola sebelumnya.

62 Iyah. 2 1 ▼

S mengiyakan pertanyaan O1 “yang gede yah?” tentang ibu dari bola.

63 Ana na bih cing yah? (anaknya lebih kecil yah?)

[2] 3 // [2] 3 2 ▲

S bertanya kepada O1 tentang ukuran anak bola yang lebih kecil dari bola yang satunya.

63

sono sono! (Makanya, jangan ke sana-sana!) [3] 2 / [2] 1 ▼

untuk bermain bola di sekitar meja, khawatir bola akan masuk ke kolong meja. 65 Entang nyabung sono

om. (Entar kecebur ke sana om.)

[2] 3 2 ▼

S memberi tahu alasannya melarang O1 bermain bola di dekat meja.

66 Entang nang nang na teuang. (Entar gak ke luar.)

[2] / 2 / 2 / 2 3 [2] 1 ▼

S memberi tahu alasannya melarang O1 bermain bola di dekat meja..

67 Na te uang entangnah ana te sono sono ama te sono te sono. (Gak ke luar entarnya ke sana sama ke sana.) [2] 3 2 / [2] 3 2 2 3 2 ▼

S sekali lagi memberi tahu alasannya melarang O1 bermain bola di dekat meja, setelah ditanya oleh O1.

68 Gitu yah? 2 [3] 2 ▲

S sekali lagi memastikan O1 paham dengan arahannya terkait dengan bermain bola dekat meja.

69 Iyah ama-ama yah. (iya sama-sama yah.) 1 [2] 3 2 ▼

S memberikan respon ketika O1 mengucapkan terima kasih.

70 Ni ifa ni om aip. (ini bola HNA, ini bola om Aip.)

2 [3] 2 3 [2] 1 ▼

S memberi tahu yang ini bola miliknya dan satu lagi bola milik O1 yang keduanya sedang ia pegang.

71 Nih! 2 3 ▼

S menyuruh O1 untuk memegang bola yang diberikan S ke O1.

72 Ma ama. [2] ▼

S memberikan respon ketika O1 mengucapkan terima kasih.

73 Ita edua dua, ita edua dua. (kita berdua-dua, kita berdua-dua.) 2 3 [2] / 2 3 [2] ▼

Setelah S memberikan bola kepada O1, S senang bisa bermain dengan O1.

74 Iyah, asik-asik. 2 1 / 2 3 2 3 2 ▼

S senang bisa bermain dengan O1 sambil meloncat-loncat.

✓ 75 Om aip cuba! (Om aip

coba!) [2] / 3 2 ▼

S meminta O1 untuk mencoba melompat seperti yang

dilakukannya.

64

[2] 3 2 ▼ bahwa ia sudah melompat. 77 A ifa tinggi. (Ha, ifa

tinggi.) 3 [2] 3 2 ▼

S memberi tahu O1 bahwa ia merasa lebih tinggi setelah melompat.

78 Iyah.

2 1 ▼ S mengiyakan pertanyaan O1 “Ha mba ifa tinggi?” setelah ia melakukan lompatan.

79 Atu uwa tiga (satu dua tiga.)

[2] 1 / 3 2 ▼

S memberikan aba-aba sebelum melompat dengan menghitung dari satu sampai tiga.

80 Owa om aip anah? (Bola om Aip mana?) [2] 3 2 ▲

S menanyakan kepada O1 terkait bola yang tadi diberikan S.

81 Nih. [2] 1 ▼

S memberikan bola kepada O1

✓ 82 Iyah.

[2] 1 ▼

S mengiyakan pertanyaan O1 “Entar ilang yah mbak ifa yah?”

83 Matangnya jan te sono sono, jan te sono, jan te sono sono!

(Makanya jangan ke sana sana, jangan ke sana-sana!)

[2] / 1 [2] 1 [2] 1 ▼

S kembali melarang O1 untuk memainkan bola di dekat meja.

84 Yah? 2 1 ▲

S memastikan O1 paham dengan larangannya tersebut.

✓ 85 Yan baik

mainangnyah. 2 3 [2] 3 2 ▼

S memberi tahu O1 untuk bermain bola dengan lebih baik.

86 Yan baik mainangnyah. [2] 1 [2] 3 2 ▼

S menjawab setelah ditanya kembali oleh O1 “Apa?” untuk memastikan kembali kalimat yang dituturkan oleh S.

87 Iyah. 2 [3] 2 ▼

S mengiyakan pertanyaan O1 “Yang baik mainannya?”

✓ 88 Dede mana yah?

[2] 3 2 3 2 ▲

S menanyakan kepada O1 tentang keberadaan dedenya (boneka). ✓ 89 Dedena manah? [2] 3 2 ▲ S menanyakan kembali kepada O1 tentang

keberadaan dedenya (boneka).

✓ 90 De ifa. 2 3 2 ▼ S menjawab pertanyaan O1 “Dedenya siapa?” ✓

65 91 Iyah. 2 1 ▼ S mengiyakan pertanyaan O1 “Dede Nifa?” ✓ 92 Si En, si End. (Si

Hendi) [2] / 2 1 ▼

S menjawab pertanyaan O1

“Dede nifa atau si Hendi?” 93 Pongo.

[2] 1 ▼

S memilih Pongo dari pertanyaan O1 “Hendi atau pongo?” ✓ 94 Ewincina agi dijemuw. (Kelincinya lagi dijemur.) [2] 1 / 2 3 [2] 1 ▼ O1 kemballi memberikan pilihan dalam sebuah pertanyaan “Pongo atau kelinci?”

95 Dijemuw. (dijemur.) [2] 1 ▼

S memberi tahu O1 bahwa boneka kelincinya sedang dijemur.

96 Jemuw. (jemur.) [2] 1 ▼

S menegaskan kembali bahwa boneka kelincinya sedang dijemur.

97 Mandi yah? [2] 3 2 ▲

S menjawab pertanyaan O1 “Tadi abis ngapain (boneka kelincinya)?” S menjawab sekaligus memastikannya kepada O1. ✓ 98 Endak. (enggak.) 1 [2] 1 ▼ S menjawab pertanyaan O1 “Dikeramasin gak (kepala boneka kelincinya)?”

99 Om Aip ya? [2] 3 2 ▲

S menjawab pertanyaan O1 “Emang siapa yang mandiin (boneka kelincinya)?” S menjawab sekaligus

memastikannya kepada O1.

100 Tu nanain mamam yah?

(Itu nanyain makan yah?)

[2] 3 2 ▲

S menanyakan kepada O1 tentang yang nanyain makan. Belum terdeteksi siapanya yang menanyakan makan.

101 No na au nanain mamam yah? (Ongo gak mau nanyain makan yah?) [2] 3 // [2] 3 2 ▲

S menanyakan kembali kepada O1 tentang Pongo yang gak mau menanyakan makan.

102 Iyah. 2 1 ▼ S mengiyakan pertanyaan O1

“Gak mau ngasih makan?” 103 Dantian yah. (Gantian

yah.) [2] 3 2 ▼

S memberi tahu O1 bahwa main bolanya bergantian, sambil memegang kedua bola

66

itu. 104 Om Aip yan ini yah.

(Om Aip yang ini yah.)

[2] 3 1 ▼

S memberikan salah satu bola yang dipegangnya kepada O1.

105 Emping. (Pink) 2 3 2 ▼

S menjawab pertanyaan O1 “Warna apa ini?” dari bola yang diberikan kepada O1.

106 Iiii unu. (Ungu) [2] 3 2 ▼

S menjawab kembali

pertanyaan O1 “Bukan dong, warna?” dari bola yang diberikan kepada O1.

107 Wo (Ru/biru) 2 3 1 ▼

S memberi tahu jawaban sebenarnya yaitu biru, setelah S dipancing dengan jawaban bi ...

108 Aduh datoh agi. (Aduh jatuh lagi.) [2] // [2] 1 ▼

S memberi tahu bahwa bolanya terjatuh dari pegangan.

109 Ni ni Ifa ndak jat toh. (Nih, Ifa gak jatuh.) [2] 3 [2] 3 2 ▼

S memberi tahu bola di tangannya tidak lagi terjatuh.

110 E Ifa duda jatoh [2] 3 2 // [2] 3 2 ▼

S mengikuti O1 yang menjatuhkan bola dari pegangannya.

111 Ifa ndak jatoh. [2] 3 2 ▼

S memberi tahu bola di tangannya sudah seimbang dan tidak lagi terjatuh.

112 Datoh temuah, mba Ifa datoh om aip datoh.

[2] 3 // [2] 3 [2] 3 2 ▼

S memberi tahu bahwa bola yang sedang dimainkan dengan O1 jatuh semua.

113 Aip da adi mau poto Ifa. (Om Aip dari tadi mau foto Ifa.)

[2] 3 [2] 3 2 ▼

S menutupi muka setelah menganggap O1 memfoto dirinya.

114 Nih! 2 3 2 ▼

S memberikan bola kepada O1 untuk kembali dimainkan.

✓ 115 Iyah. 2 3 ▼ S mengiyakan ucapan terima

kasih O1 setelah S mengambil dan memberikan bola ke O1.

116 Agi yuk! (lagi yuk!) [2] 3 ▼

S mengajak O1 untuk kembali memainkan bola.

✓ 117 Cape.

[2] 3 2 ▼

S memberi tahu O1 bahwa ia cape sehabis bermain.

67

2 3 ▼ beristirahat sebab kecapekan. 119 Iyah. 2 3 ▼ S mengiyakan ucapan O1

untuk menaruh bola yang tadi dimainkan S dan O1.

120 Ifa tape semuanah. (HNA cape

semuanya.) [2] 3 [2] 3 2 ▼

S memberi tahu O1 bahwa ia sedang kecapekan setelah bermain. ✓ 121 Om Imam. [2] 3 2 ▼ S memanggil Om Imam. ✓ 122 Om Aip. [2] 3 2 ▼

S salah mengucapkan nama dan membenarkan ucapannya setelah ditanya O1, “Eh kok om Imam, ini siapa?”.

123 Mba Nifa maap om, maap.

[2] 3 2 1 // 2 3 2 ▼

S meminta maaf karena kesalahan ucapannya kepada O1.

124 Maap. 2 3 2 ▼

S mengulang ucapan maafnya kepada O1.

✓ 125 Nang om Aip.

(keponakan om Aip) [2] 3 2 ▼

S memberi tahu bahwa ia adalah keponakan O1 (Om).

126 Bu. (ibu) 2 1 ▼

S memberi tahu bahwa ia adalah anaknya Ibu.

✓ 127 Ti. (uti)

[2] ▼

S memberi tahu bahwa ia adalah cucu mbah Uti.

✓ 128 Tung. (atung)

2 3 ▼

S memberi tahu bahwa ia adalah cucunya mbah atung.

✓ 129 Ini udah tada tubow.

(Ini udah pada jebol.) [2] 3 2 // 2 3 2 ▼

S memberi tahu O1 bahwa bola yang dipegangnya sudah jebol.

130 Udah tada tebow. [2] 3 2 ▼

S mengulang kembali informasi bola yang jebol tersebut.

131 Jebong nih. [2] 3 2 ▼

S memberi tahu O1 bola yang jebol itu sambil menunjukkan bola yang sedang

dipegangnya.

132 Ya. 2 3 ▼ S mengiyakan pertanyaan O1

“Jebol?”

133 Dapapa yah? [2] 3 2 ▲

S menanyakan kondisi bola yang dipegangnya itu tidak masalah untuk dimainkan apabila jebol.

68

O1. 135 Bebeknah mau mandi.

[2] 3 // 2 3 2 ▼

Setelah S melihat boneka bebek di dekat kamar mandi, ia pun beranggapan bahwa bebeknya mau mandi.

136 Mau mandi tu yah? [2] 3 2 ▲

S menanyakan kembali kepada O1 bahwa bebeknya mau mandi.

137 Noh. 3 2 ▼

S memberi tahu lokasi bebek kepada O1 sambil

menunjuknya.

138 Mau mandi tayanyah. [2] 3 2

S memberi tahu O1 bahwa sepertinya bebek mau mandi.

✓ 139 Iyah.

2 3 ▼

S mengiyakan pertanyaan O1 “Mau mandi kayak kelinci?”

✓ 140 Ifa.

2 3 ▼

S menjawab pertanyaan O1 “Siapa yang mandiin?”

✓ 141 Iyah.

2 3 ▼

S menjawab pertanyaan O1 “Ifa aja?” terkait memandikan bebek.

142 Iyah. 2 3 ▼

S mengiyakan ucapan O1 untuk memandikan bebek di sore hari.

143 Ain ladi yuk! (main lagi yuk!) [2] 3 2 ▼ bawah

S mengajak O1 untuk bermain bola lagi bersamanya. ✓ 144 Doyang doyang, doyang. (goyang goyang, goyang) 2 3 2 3 // 2 3 ▼ bawah S menggoyangkan bola setelah melihat O1 menggoyangkan bolanya terlebih dahulu. ✓

145 Nifa itut-itut ah. [2] // [2] 3 ▼ bawah

S ikut berpindah tempat ketika O1 berpindah tempat.

✓ 146 Tena (kena.)

2 1 ▼

S memberi tahu O1 ada bagian yang terkena ketika bermain.

147 Tena inih. (Kena ini.) [2] 3 2 ▼

S memberi tahu O1 sambil memegangi dagunya.

✓ 148 Inih.

2 1 ▼

S memberi tahu bagian yang terkena O1 ketika bermain.

✓ 149 Tena om Aip. (kena

om Aip.) [2] 3 2 ▼

S menjelaskan bahwa ia terkena sesuatu ketika bermain dengan O1.

150 Bowanah. (bolanya) 2 3 2 ▼

S menjelaskan bahwa ia terkena bola ketika bermain

69

dengan O1. 151 Adi yuk! (Lagi yuk!)

[2] 3 ▼

S kembali mengajak O1 untuk bermain bola dengannya.

✓ 152 Ifa uda beldili ah. (Ifa

juga berdiri ah.) [2] 3 2 ▼

S mengikuti ketika O1 tiba-tiba memainkan bola sambil berdiri.

153 Tape. 2 1 ▼

S mengikuti ucapan O1 ketika merasakan capek.

✓ 154 Ifa boboang ah.

[2] 3 2 ▼

S kembali megikuti ucapan O1 diikuti gerakan tiduran di lantai.

155 Dudu yuk! [2] 3 ▼

S mengajak O1 untuk duduk (tidak hanya tiduran di lantai).

✓ 156 Ifa ambiwin dudu om

Aip ya. (HNA ambilin tempat duduk om Aip yah.)

[2] 3 ▼

S memberi tahu O1 sambil mengambil tempat duduk yang ada di bawah kursi.

157 Om Aip duduk di sini. [2] 3 2 ▼

S memberi tahu O1 supaya duduk di tempat yang sudah disediakan.

158 Ifa dudu di sini yah. [2] 3 2 ▼

S memberi tahu O1 tentang tempat duduk untuk dirinya.

✓ 159 Ambiwin dong Ifa!

[2] [3] 2 ▼

S meminta O1 untuk

mengambilkan tempat duduk yang letaknya jauh di bawah kursi.

160 Itu. 3 2 ▼

S menunjuk letak tempat duduk yang memang berada jauh di dalam kursi.

161 Ono. 2 1 ▼

S menunjukkan letak tempat duduknya kepada O1.

✓ 162 Ono om.

[2] 3 2 ▼

S kembali menunjukkan letak tempat duduk dengan sedikit memaksa O1. ✓ 163 Iyah. 2 3 2 ▼ S mengiyakan pertanyaan O1 “Ono?” ✓ 164 Ambiwin om! [2] 3 2 ▼ S meminta O1 untuk mengambilkan tempat duduknya. ✓ 165 Iyah. 2 3 2 ▼ S mengiyakan pertanyaan O1 “Mbak Ifa gak nyampee?”

✓ 166 Ifa dudu sini yah?

[2] 3 2 ▲

S bertanya sambil menarik tempat duduk yang baru saja diambilkan oleh O1.

70

167 Apa yah, nanyi apa yah?

2 3 [2] // [2] 3 2 ▲

S bertanya kepada O1 nyanyi apalagi setelah lagu balonku.

168 Yuk! 2 1 ▼

S menyetujui permintaan O1 untuk menyanyikan lagu “Naik naik yuk!”

169 Hendina mana yah? (Hendinya mana yah?) [2] 3 2 ▲

S menanyakan keberadaan Hendi setelah diminta untuk bernyanyi naik-naik ke puncak ..

170 Hendinya mana yah? (Hendinya mana yah?) [2] 3 2 ▲

S kembali menanyakan keberadaan Hendi kepada O1.

171 Iyah.

2 1 ▼ S mengiyakan ucapan O1 untuk menaruh tempat duduknya.

172 Yuk cali Hendi yuk! 2 3 [2] 3 2 ▼

S meminta O1 untuk mencari Hendi bersamanya.

✓ 173 Ada teweta.

(Ada kereta.) 2 // [2] 3 2 ▼

S memberi tahu ada kereta dari buah jeruk yang disejajarkan.

174 Yah. [2] 1 ▼

S sedih setelah kereta jeruknya hancur ditendang Pongo yang sedang

dimainkan oleh O1.

175 Mau nyang mana? [2] [3] 2 ▲

S bertanya kepada Pongo mau jeruk yang mana?

✓ 176 Nyang ni. (Yang ini.)

[2] 3 ▼

S memberikan jeruk yang telah dipilihnya dan diberikan kepada Pongo.

177 Pongo dipoto. (difoto) 2 3 2 / [2] ▼

S memberi tahu bahwa Pongo dipoto setelah melihat

kamera.

178 Pongo. 2 3 2 ▼

S menjawab pertanyaan O1 “Siapa yang dipoto?”

✓ 179 Matasih.

2 3 [2] ▼

S berterima kasih setelah Pongo membantunya merapikan kereta. ✓ 180 Endak yah? 2 3 2 ▲ S merespon ucapan O3 “Pongo jangan ditendang lagi ya!”

181 Udah. 2 1 ▼

S merespon ucapan O1 yang meminta S untuk segera menyelesaikan kereta jeruknya.

71

2 1 ▲ memanggilnya, “mbak Nifa.” 183 Yu kita nyanyi!

[2] 3 2 ▼

S mengajak Pongo untuk bernyanyi bersamanya.

✓ 184 Janan! (Jangan!)

[2] 3 2 ▼

S melarang Pongo untuk menendang kereta jeruknya.

✓ 185 Edang, nih! (Pegang,

nih!) 2 [3] 2 ▼

S meminta Pongo untuk memegang jeruk yang diberikan kepadanya.

186 Iyah. 2 3 1 ▼

S mengiyakan ucapan O1 “Nah ini, pegang aja deh.” (Jeruknya)

187 Mama. (Sama-sama.) [2] 1 ▼

S merespon ucapan O1 “Makasih.” setelah menaruh jeruk di tangan Pongo.

188 Nih. 2 1 ▼

S menaruh kembali jeruk yang terjatuh dari tangan Pongo.

189 Nih! 2 1 ▼

S meminta Pongo untuk memegangi jeruk yang berkali-kali terjatuh.

190 Euh Pongo bobo. 1 2 / [2] 3 2 ▼

S melihat Pongo yang sedang rebahan dan S mengikutinya.

✓ 191 Wabismita amut,

aamiin. Gitu. [2] / 2 [3] 2 ▼

S melanjutkan doa sebelum tidur setelah dipandu oleh O2.

192 Iyah. 2 [3] 2 ▼

S merespon pertanyaan O1 “Gitu, iyah?” tentang doa sebelum tidur.

193 Bobo. [2] 1 ▼

S mengikuti Pongo yang juga terbaring di ubin. ✓ 194 Sosis. 2 3 2 ▼ S menjawab pertanyaan O1 “Apa itu?”. ✓ 195 Diabising. (Diabisin.) 2 [3] 2 ▼

S memberi tahu bahwa sosis yang dipegang akan

dihabiskan.

196 Gamah (gak mau.) 2 3 [1] ▼

S menjawab pertanyaan O1 “Mana oreonya om Arip mau?”

197 Satu. 2 [3] 2 ▼

S menjawab pertanyaan O1 “Emang masih berapa (oreonya)?”.

198 Iya. [2] 1 ▼

S menjawab pertanyaan O1 “Cuma satu doang?”

✓ 199 Buat Nifa aaah.

[2] [3] 2▼

S memberi tahu bahwa oreo tersebut untuk S seorang.

72

200 Enda. (enggak) 1 [2] 1 ▼

S menolak untuk membagi oreonya dengan O1.

✓ 201 Aaaahhhh, mau

diminta bu. [2] / [2] 3 2 ▼

S melaporkan kepada ibu bahwa oreo yang dipegangnya mau diminta oleh O1.

202 Om Aip sosis adah. (Om Aip sosis aja.) [2] 3 2 ▼

S memberi tahu bahwa O1 akan diberi sosis, bukan oreo.

203 Entang sama-sama ya! (Entar sama-sama ya!) [2] 3 2 ▼

S meminta O1 untuk makan sosis bersama dengannya.

204 Abis. [2] 1 ▼

S memberi tahu kepada O1 bahwa oreonya sudah habis.

✓ 205 Iyah.

2 3 1 ▼

S mengiyakan pertanyaan O1 “Udah mandi yah?”

✓ 206 Ada Ifanah. (Ada

HNAnya.) [2] 3 2 ▼

S tiba-tiba mengucapkan “Ada Ifanah” setelah melihat kamera.

207 Baju Ifa tede, celana Ifa tede.

[2] 3 2 / [2] 3 2 ▼

S memberi tahu bahwa baju dan celana yang dipakainya besar.

208 Iya. 2 3 2 ▼

S mengiyakan pertanyaan O1 “Baju baru ya?”

✓ 209 Celana om Aip

cecing.

[2] 3 2 / 2 3 2 ▼

S memberi tahu bahwa celana yang dipakai O1 kecil.

210 Celana om Aip kecying.

[2] 3 2 / 2 3 2 ▼

S mengulang ucapannya terkait celana yang dipakai O1 kecil.

211 Enda. 2 [3] 2 ▼

S menolak untuk membelikan O1 celana baru.

✓ 212 Adu siyapa is yan

ooao? (Lagu siapa sih yang ooao?)

[2] 1 / [2] 1 ▲

S bertanya kepada O1 tentang lagu dengan lirik OOAO.

213 Abis abis oweona abis. (Habis habis, Oreonya habis.) [2] 3 [2] ▼

S memberi tahu bahwa Oreo yang dimakannya sudah habis.

214 Oweona abis. [2] 3 2 / 2 3 [2] 1 ▼

S kembali memberi tahu bahwa Oreo yang dimakannya sudah habis. ✓ 215 Es klim. [2] 1 ▼ S menjawab pertanyaan O1 “Makan apa?”

Dokumen terkait