DALAM KURIKULUM
SEKOLAH
Seperti diuraikan pada bab tiga, bahwa pendidikan memiliki peran dan posisi strategis dalam menghadapi permasalahan perubahan iklim, melalui proses pembelajaran, para pendidik dapat memberikan informasi lebih awal kepada peserta didiknya mengenai penyebab dan akibat perubahan iklim. Agar dapat memberikan informasi dan menyusun kegiatan dengan baik, pengetahuan tentang perubahan iklim termasuk tindakan adaptasi dan mitigasi serta metoda pendekatan yang tepat disampaikan kepada peserta didik tentunya sangat diperlukan bagi para pendidik.
Bagian ke-empat dari buku ini, memaparkan pengembangan pendidikan perubahan iklim yang terintegrasi dalam kurikulum untuk tingkat sekolah menengah pertama yang diharapkan dapat membantu pendidik dalam menerapkan di sekolah.
4.1. Integrasi perubahan iklim dalam mata pelajaran
Upaya memasukan perubahan iklim dalam pendidikan formal tingkat sekolah dasar dan menengah dalam bahasan ini adalah sekolah tingkat menengah pertama dapat dilakukan dengan mengintegrasikan ke dalam mata pelajaran. Integrasi perubahan iklim merupakan salah satu strategi untuk menyediakan pengalaman belajar dalam meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan perilaku dan berperan aktif dalam upaya adaptasi dan mitigas dalam konteks sekolah. Integrasi sebagai sebuah proses untuk menempatkan fakta, konsep, pesan- pesan atau isu dalam konteks mata pelajaran lain serta memfokuskan untuk merangsang siswa berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran.
Pilihan untuk mengintegrasikan perubahan iklim dalam mata pelajaran sekolah menengah pertama dilandasi pertimbangan bahwa :
» Sekolah merupakan media yang sangat efektif untuk membekali pengetahuan,
keterampilan, sikap dan perilaku positip terhadap lingkungan hidup termasuk isu perubahan iklim dan tindakan adaptasi dan mitigasi yang harus dilakukan segera.
» Guru dan siswa dapat berperan sebagai alat untuk menciptakan kesadaran masyarakat tentang tindakan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
Keberhasilan pelaksanaan pengintegrasian topik perubahan iklim memerlukan kreativitas pendidik merumuskan dan menentukan metode pembelajarannya. Langkah-langkah yang ditempuh dalam pengintegrasian sebagai berikut:
» Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang akan
diintegrasikan;
» Menentukan substansi yang sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik;
» Memperhatikan urutan logis mata pelajaran dalam menentukan substansi;
» Menentukan metoda dan kegiatan pembelajaran
» Menentukan indikator
» Menentukan jenis penilaian
» Mempertimbangkan waktu yang dialokasikan.
» Menentukan alat/bahan/sumber belajar
Umumnya metoda yang dapat digunakan berupa eksperimen, observasi, studi lapangan, studi pustaka, diskusi kelompok, presentasi, wawancara, bermain peran, debat, permainan alam, permainan,berpartisipasi aktif dalam kegiatan terkait lingkungan, dll. Sementara untuk pembelajaran, metode inquiry dapat dipakai dalam sebagai panduan dalam merancang langkah-langkah pembelajaran, dengan tahapan langkah-langkah sebagai berikut ;
1. Tuning in
Memancing ketertarikan siswa akan topic pembelajaran yang akan dibahas. Kegiatan dapat berupa pemutaran film, atau dengan menunjukkan gambar tentang sumberdaya alam. Misalkan untuk contoh terkait topik perubahan iklim, beberapa pertanyaan Contoh pertanyaan panduan: “Apakah yang anda ketahui tentang sumber gas rumah kaca?”; atau “Apakah yang ingin anda pelajari lebih lanjut tentang gas rumah kaca?”
2. Finding out
Siswa diminta untuk mengidentifikasi rata-rata emisi yang dihasilkan dalam kegiatan transportasi sehari-hari.
3. Sorting out
Memilih sumber informasi yang tepat untuk melakukan kegiatan pengurangan emisi gas rumah kaca. Pertanyaan panduan: “Bagaimana anda akan mencari informasi dan mengumpulkannya?”
4. Going Further
Melakukan kegiatan yang sudah direncanakan. Pertanyaan panduan: “Apa yang ingin anda pelajari lebih lanjut? “; dan “Tindakan apakah yang akan anda lakukan selanjutnya?” 5. Reflection
Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang telah dilakukan. Pertanyaan panduan: “Dari topik yang sedang dipelajari, bagian manakah yang paling anda sukai dan atau tidak sukai?”; dan “Menurutmu mengapa kita harus mempelajari topik ini?”
6. Action
Pada bagian ini siswa akan menetapkan komitmen untuk menjadikan kegiatan pengurangan emisi gas rumah kaca sebagai suatu kebiasaan. Contoh pertanyaan panduan yang bisa diajukan guru untuk memancing komitmen siswa antara lain: “Bagian mana dari pelajaran yang dapat kita terapkan dalam keseharian?” dan “Apa yang akan anda lakukan sebagai hasil dari pembelajaran?, tuliskan komitmenmu”
Untuk menerapkan integrasi perubahan iklim dalam mata pelajaran, para pendidik dapat menerapkan proses belajar efektif yang mencakup tahapan sebagai berikut:
1. Kegiatan Pendahuluan, Didasari dengan apersepsi dan memicu motivasi peserta didik yang dapat diawali dengan:
» Penyampaian informasi tentang kompetensi dasar
» Tanya jawab berbagai hal terkait dengan wawasan siswa mengenai materi yang
akan diajarkan.
2. Kegiatan Inti, kegiatan inti terdiri dari proses : a. Eksplorasi, Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
i. Menyampaikan gambar-gambar ilustrasi bencana yang terjadi dikaitkan dengan perubahan iklim
ii. Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/ tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
iii. Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
iv. Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
v. Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan vi. Memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, atau lapangan. b. Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
i. Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas- tugas tertentu yang bermakna;
ii. Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
iii. Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
iv. Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif; v. Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan
prestasi belajar;
vi. Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
kelompok;
c. Konfirmasi,dalam kegiatan konfirmasi, guru:
i. Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
ii. Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
iii. Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
iv. Memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
• berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan
peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
• membantu menyelesaikan masalah;
• memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil
eksplorasi;
• memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
• memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum
berpartisipasi aktif.
3. Kegiatan Penutup, dalam kegiatan penutup, guru:
a. Bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan pelajaran;
b. Melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
c. Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
d. Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
4. Penilaian
Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.
Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian.
a. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi.
b. Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan
posisi seseorang terhadap kelompoknya.
c. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan siswa.
d. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan.
e. Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses misalnya teknik wawancara, maupun produk berupa hasil melakukan observasi lapangan. Pengintegrasian perubahan iklim dalam kurikulum sekolah sebaiknya memperhatikan Standar Kompetensi (SK) kurikulum yang berlaku, dengan tujuan menanamkan nilai-nilai penting pada seluruh individu di sekolah untuk mengatasi perubahan iklim yang terjadi dengan melakukan adaptasi dan mitigasi pada kehidupan sehari-hari khususnya di lingkungan sekolah dan sekitar.
Bagian empat dari buku ini, diharapkan dapat membantu pendidik untuk menerapkan integrasi perubahan iklim dalam kurikulum sekolah tingkat sekolah menengah pertama. Semua mata pelajaran sebetulnya dapat mengintegrasikan isu perubahan iklim, termasuk pelajaran agama, kesehatan jasmani, namun dengan keterbatasan waktu, pada bagian ini hanya beberapa mata pelajaran yang tim penulis eksplorasi bersama-sama para wakil pendidik untuk dijadikan contoh dalam melakukan integrasi perubahan iklim dalam kurikulum, yaitu: Bahasa Indonesia, IPS, IPA dan PKN untuk setiap tingkatan, kelas VII, VIII dan IX.
Pemetaan Standar Kompetensi yang mengintegrasikan topik perubahan iklim pada masing-masing tingkatan di sekolah menengah pertama dapat dijabarkan sebagai berikut.
4.2. Pembelajaran Topik Perubahan Iklim di Kelas VII
Pemetaan topik perubahan iklim di kelas VII untuk pelajaran Bahasa Indonesia, IPS, IPA dan PKN dapat dijabarkan sebagai berikut :
1. Pengantar/pendahuluan yang menjabarkan tentang perubahan iklim, pemahaman tentang cuaca dan iklim, proses terjadinya perubahan iklim serta yang mempengaruhi terjadinya perubahan iklim. Dengan
2. Energi, topik yang sangat terkait dengan sumber energi dan cadangannya; kebutuhan energi berdasarkan lokasi dan pengguna akhir.
3. Transportasi yang meliputi topik kebutuhan transportasi dan penggunaan bahan bakar transportasi
4. Deforestasi dan degradasi hutan, dengan sub topik hutan dan fungsinya, peran hutan dalam perubahan iklim, peran hutan rawa dan gambut, serta deforestasi dan degradasi hutan.
Selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 3. yang menyajikan peta topik pembelajaran perubahan iklim kelas VII.
Energi Terbarukan dan Energi tidak Terbarukan Potensi dan Jenis-jenis Energi di Indonesia Sumber Energi Biomasa Kebutuhan Energi Berdasarkan Wilayah Pergerakan Arus Barang Pergerakan Arus Manusia Perkembangan Teknologi Transportasi Pola Penggunaan Bahan Bakar
Emisi dari Sektor Transportasi
Penggunaan Bahan Bakar dalam Sektor
Transportasi Kebutuhan Transportasi Sumber-Sumber Energi dan Cadangannya Sumber-Sumber Energi dan Cadangannya Bab 1. Pendahuluan Deforestasi dan Degradasi Hutan SK Bahasa: 1;3;6;9 SK PKn: 1;3; SK IPS: 2;3;4;6 SKIPA: 1;2;3;4;7 Deforestasi dan Degradasi Hutan Peran Hutan Rawa
gambut dalam Perubahan Iklim Peran Hutan dalam
Perubahan Iklim Hutan dan Fungsinya SK Bahasa: 1;3;6;9 SKIPA: 1;2;3;4;7 SK IPS: 2;3;4;6 Proses Terjadinya Perubahan Iklim Cuaca dan Iklim
Apakah Perubahan Iklim itu? dan Apa Pola Pemanasan Global? Bagaimana Iklim Berubah Proses Pemanasan Global Bisa Dijelaskan Melalui
Alur Proses Efek Rumah Kaca
Apakah Tanah Gambut Itu?
Mengapa Lahan Gambut Penting? Apakah Gas Rumah
Kaca Itu? SK PKn: 1; 3; SK IPS: 2;3;4;6 SKIPA: 1;2;3;4;7 SK Bahasa: 1;3;6;9 Energi Transportasi SK IPS: 2;3;4;6 SKIPA: 1;2;3;4;7 SK Bahasa: 1;3;6;9 SK PKn: 1;3; Perubahan Iklim
Gambar 3. Peta Pembelajaran Perubahan Iklim Kelas VII
Dalam mengintegrasikan perubahan iklim di kelas VII, yang perlu diperhatikan adalah pemahaman pendidik tentang topik, nilai-nilai yang harus diterapkan, dapat mengacu pada nilai-nilai konsep pendidikan lingkungan maupun konsep pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.
Kompetensi dasar mata pelajaran IPA, IPS, Bahasa Indonesia dan PKN untuk kelas VII yang terkait perubahan iklim berdasarkan hasil identifikasi (dari hasil proses lokakarya dengan beberapa guru perwakilan sekolah) disajikan pada Tabel 1, sebagai contoh silabus untuk kelas VII pelajaran IPA disajikan pada lampiran 1
Materi pembelajaran kelas VII, untuk masing-masing topik perubahan iklim dapat dijabarkan sebagai berikut :
Sebagai contoh untuk mengintegrasikan perubahan iklim dalam pelajaran IPS kelas VII dengan SK 4.2.Membuat sketsa dan peta wilayah yang menggambarkan obyek geografi, tahapan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, juga mendorong perubahan prilaku yang bertanggungjawab khususnya dalam upaya mitigasi perubahan iklim sebagai contoh dapat dilihat pada Box 1 berikut.
Pembelajaran perubahan iklim di kelas VII lebih untuk membuka pengetahuan tentang perubahan iklim, gas rumah kaca, sumber energi fosil sebagai sumber emisi serta fungsi dan peran hutan.
Tabel 1. Standar Kompetensi Kelas VII untuk mata pelajaran IPA, IPS, Bahasa Indonesia dan PKN yang dapat mengintegrasikan perubahan iklim.
IPA IPS Bahasa Indonesia PKN
1.2. Mendeskripsikan pengertian suhu dan pengukurannya
4.1. Menggunakan peta, atlas,dan globe, untuk mendapat-kan informasi keruangan
1. 1 Menyimpulkan isi berita yang dibacakan dalam beberapa kalimat
1.3 Menerapkan norma-norma kebiasaan, adat istiadat dan peraturan yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara 1.3 Melakukan pengukuran
dasar secara teliti dengan menggunakan alat ukur yang sesuai dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari
4.2. Membuat sketsa dan peta wilayah yang menggambarkan obyek geografi
1.2 Menuliskan kembali berita yang dibacakan ke dalam beberapa kalimat
2.3 Menjelaskan nama unsur dan rumus kimia sederhana
4.3. Mendeskripsikan kondisi geografis dan penduduk
3.1 Menemukan makna kata tertentu dalam kamus secara cepat dan tepat dengan konteks yang diinginkan melalui kegiatan membaca memindai 7.1 Menentukan ekosistem
dan saling hubungan antara komponen ekosistem
4.4. Mendeskripsikan gejala- gejala yang terjadi di atmosfer dan hidrosfer serta dampaknya terhadap kehidupan.
3.2 Menyimpulkan isi bacaan setelah membaca cepat 200 kata per menit
7.3 Memprediksi pengaruh kepadatan populasi manusia terhadap lingkungan
5.1 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan, dan pemerintahan pada masa Hindu-Buddha serta peninggalan-peninggalannya.
6.1 Bercerita dengan urutan yang baik, suara, lafal, intonasi, gestur, dan mimik yang tepat
5.2 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan, dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia, serta peninggalan-peninggalannya.
6.2 Bercerita dengan alat peraga
6.1 Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk, penggunaan lahan, dan pola permukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi. 6.2. Mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi, yang meliputi kegiataan konsumsi, produksi, dan distribusi barang /jasa 6.3. Mendeskripsikan peran badan usaha, termasuk koperasi, sebagai tempat berlang sungnya proses produksi dalam kaitannya dengan pelaku ekonomi 6.4. Menggunakan gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi untuk mencapai kemandirian dan kesejahteraan