BAB III METODOLOGI PENELITIAN
4.2. Deskripsi Hasil Dan Uji Hipotesis
4.3.1. Pembentuk Variabel Laten
Dari frekuensi jawaban setuju dan sangat setuju dan hasil uji validitas pada table 4.15 diatas, dapat dilihat bahwa angka frekuensi
menunjukkan persepsi responden saat penelitian dan angka faktor loading menunjukkan apa yang seharusnya dilakukan kedepan. Jika angka frekuansi sama besarnya dengan faktor loading berarti kedepan indikator angka terbesar lebih diintesifkan. Apabila sebaliknya maka ke depan indikator faktor loading terbesar menjadi tumpuan perubahan kebijakan organisasi.
Tabel 4.18. Tabulasi Data Frekuensi Validitas Indikator Kesadaran Merek (X1)
Indikator Frekuensi Skala Faktor
loading X11 Logo sepeda motor Suzuki mudah
dikenali
48 5 0,294
X12 Iklan sepeda motor Suzuki mudah diingat
53 6 0,995
X13 Variasi model sepeda motor Suzuki mudah diingat
50 5 0,250
Sumber : Lampiran
Dari table dapat diketahui bahwa indicator dari kesadaran merek yang memiliki frekuensi dominan adalah X12 (iklan sepeda motor Suzuki yang mudah diingat) sebesar 53, sedangkan bila dilihat dari hasil pengolahan data dapat diketahui bahwa factor loading tertinggi juga berada pada X12 sebesar 0,995. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen lebih mengingat iklan dibandingkan indikator lainnya, sedangkan kedepan konsumen akan tetap mengingat iklan sepeda motor Suzuki, oleh karena itu pihak pengelola harus bisa membuat iklan yang mudah diingat oleh konsumen agar kesadaran merek konsumen akan sepeda motor Suzuki akan menjadi kuat
Tabel 4.19. Tabulasi Data Frekuensi Validitas Indikator Kesan Kualitas (X2)
Indikator Frekuensi Skala Faktor
loading X21 Sepeda motor Suzuki nyaman untuk
dekendarai
54 5 0,341
X22 Sepeda motor Suzuki memiliki keandalan disegala medan
48 5 0,296
X23 Sepeda motor Suzuki tahan lama/tidak mudah rusak
52 5 0,117
X24 Jaringan layanan dan suku cadang sepeda motor Suzuki mudah ditemui
44 5 0,137
X25 Penampulan sepeda motor suzuki menunjukan sebagai produk yang berkualitas
52 5 0,218
Sumber : Lampiran
Dari table dapat diketahui bahwa indicator dari kesadaran merek yang memiliki frekuensi dominan adalah X21 (sepeda motor Suzuki nyaman untuk dikendarai) sebesar 54, sedangkan bila dilihat dari hasil pengolahan data dapat diketahui bahwa factor loading tertinggi juga berada pada X21 sebesar 0,341. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen lebih mengutamakan kenyamanan dalam mengendarai sepeda motor Suzuki dibandingkan indikator lainnya, sedangkan kedepan konsumen akan tetap mengutamakan kenyamanan, oleh karena itu pihak pengelola harus bisa membuat sepeda motor yang nyaman untuk dikendarai oleh konsumen agar kesan kualitas akan sepeda motor Suzuki akan menjadi baik.
Tabel 4.20. Tabulasi Data Frekuensi Validitas Indikator Asosiasi merek (X2)
Indikator Frekuensi Skala Faktor
loading X31 Sepeda motor Suzuki merupakan sepeda
motor dengan inovasi model dan teknologi
53 5 0,996
X32 Sepeda motor Suzuki merupakan sepeda motor yang gampang perawatannya
47 6 0,201
X33 Sepeda motor Suzuki merupakan sepeda motor yang diprodusir oleh perusahaan yang kredibilitasnya tinggi
49 6 0,273
Sumber : Lampiran
Dari table dapat diketahui bahwa indicator dari asosiasi merek yang memiliki frekuensi dominan adalah X31 (sepeda motor suzuki merupakan sepeda motor dengan inovasi desain dan teknologi) sebesar 53, sedangkan bila dilihat dari hasil pengolahan data dapat diketahui bahwa factor loading tertinggi juga berada pada X31 sebesar 0,996. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen lebih mengutamakan inovasi model dan teknologi yang dimiliki sepeda motor Suzuki dibandingkan indikator lainnya, sedangkan kedepan konsumen akan tetap memperhatikan inovasi dmodel dan teknologi yang dimiliki sepeda motor Suzuki, oleh karena itu pihak pengelola harus dapat lebih menginovasi model dan teknologi sepeda motor suzuki agar asosiasi merek sepeda motor Suzuki akan menjadi baik.
Tabel 4.21. Tabulasi Data Frekuensi Validitas Indikator Minat Membeli (X2)
Indikator Frekuensi Skala Faktor
loading Y1 Intensitas pencarian informasi 49 5 0,084 Y2 Keinginan segera membeli 49 6 0,226 Y3 Keinginan preferensial 58 5 0,996 Sumber : Lampiran
Dari table dapat diketahui bahwa indicator dari minat beli yang memiliki frekuensi dominan adalah Y3 (keingina preferensial) sebesar 58, sedangkan bila dilihat dari hasil pengolahan data dapat diketahui bahwa factor loading tertinggi juga berada pada Y1 sebesar 0,996. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen cenderung berminat membeli apabila dapat mewujudkan keinginan preferensial, sedangkan kedepan konsumen akan tetap cenderung berminat membeli apabila dapat mewujudkan keinginan preferensial, oleh karena itu pihak pengelola harus dapat memperbaiki kekurangan-kekurangan sepeda motor Suzuki agar dapat mewujudkan keingin preferensial konsumen, sehingga minat beli konsumen akan semakin tinggi.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menganalisis pengaruh ekuitas merek terhadap minat membeli diperoleh hasil bahwa ekuitas merek tidak berpengaruh terhadap minat beli karena nilai probabilitas kausalnya ≥ 0,10
Hal ini tidak sesuai dengan dengan penelitian yang dilakukan oleh Istiyono dkk (2007), bahwa ekuitas merek berpengaruh terhadap minat
beli konsumen. Hal ini juga tidak didukung oleh teori dari Aaker (2003:678) yang menyatakan bahwa:
Recall share is the percentage of costomers who name the brand when they are asked to name the first brand that comesti mind when they consider buying a particular type of product. This indicates the consumers top of mind awarness and preference and gives a measure of advantge to that brand over others in the market. Advertisting share is the percentage of media space or time a brand has of total media share for that industry, often measured simply as dollars spent on advertisting. This is likely to lead to a change in recall share. Advertisting share is another measure of the current competition that a firm faces.
Ketika merek ditanya untuk pertama kali yang ada di pikiran ketika mempertimbangkan untuk membeli sebuah produk hal ini menunjukan bahwa merek utama dapat menimbulkan minat untuk membeli. Periklanan adalah ruang media untuk sebuah merek, kekuatan hubungan antara ekuits merek dengan variabel objektif akan melengkapi dasar untuk diprioritaskan oleh calon pembeli.
Tetapi dalam hai ini berbeda dengan fakta yang terjadi, ekuitas merek dianggap sebagai hal yang biasa. Harga sepeda motor yang cukup tinggi menjadi penyebab kurang berminatnya konsumen untuk membeli sepeda motor Suzuki, padahal harga purna jual sepeda motor suzuki terbilang cukup rendah bila dibandingkan dengan pesaingnya. Untuk itu PT. Indomobil Suzuki Internasional perlu memperhatikan harga jual yang
cukup tinggi yang untuk disesuikan dengan rendahnya harga purna jual sepeda motor Suzuki agar konsumen lebih berminat untuk membeli sepeda motor Suzuki.
66
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan analisis SEM untuk menguji pengaruh ekuitas merek terhadap minat membeli sepeda motor Suzuki di Surabaya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
Ekuitas merek tidak berpengaruh terhadap konsumen untuk berminat dalam membeli sepeda motor Suzuki. Ekuitas merek merupakan serangkaian aset dan liabilitas yang dapat menambah atau mengurangi nilai dari merek tersebut.
5.2. Saran
Sebagai implikasi dari hasil penelitian ini dapat dikemukakan saran yang dapat dipertimbangkan atau dimanfaatkan sebagai bahan dalam pengambilan keputusan, yaitu:
Perlu memperhatikan harga jual sepeda motor suzuki yang cukup tinggi yang untuk disesuikan dengan rendahnya harga purna jual agar konsumen lebih berminat dalam membeli sepeda motor Suzuki.
Unitate State
Alma, Buchari, 2004, Manajemen Pemasaran Dan Pemasaran jasa, Alpabeta, Bandung
Anderson, J.C. and D.W. Gerbing, 1988. Structural Equation Modeling in Practice : A Review and Recommended Two-Step Approach, Psycological
Bulletin. 103 (3) : 411-23.
Assauri, Sofjan, 2007, Manajemen Pemasaran, Rajawali Pers, Jakarta
Bentler, P.M. and C.P. Chou, 1987. Practical Issue in Structural Modeling,
Sociological Methods and Research. 16 (1) : 78-117
Ferdinand, Agusty, 2002, Structural Equotion Modeling Dalam Penelitihan
Manajemen, BP UNIDIP, Semarang.
Ferdinan, Agusty, 2006, Metode Penelitian Manajemen, Edisi Dua BP UNIDIP, Semarang
Hair, J.F. et . al, 1998, Multivariate Data Analysis, Fifty Edition, Prentice Hall International Inc, New Jersey.
Hartline, Michael D. and O.C. Ferrell [1996], “The Management of Customer-Contact Service Employees : An Empirical Investigation”, Journal of
Marketing. 60 (4) : 52-70.
Howard, Jhon, 1994, Buyer Behavior In Marketing Strategy, Prentice Hall, New Jersey
Istiyono dkk, 2007, Pengaruh Ekuitas Merek Berbasis Pelanggan Telkomnet
Kolter & Amstrong, 2008, Prinsip – Prinsip Pemasaran, Edisi 12, Erlangga, Jakarta.
Kolter & Keller, 2009, Manajemen Pemasaran, Jilid I Edisi 13, Erlangga, Jakarta.
Priyanti, 2002, Analisis Minat Beli Konsumen Surat Kabar Jawa Post Di
Surabaya, Jurnal Ekonomi Bisnis Dan Sosial, Vol 2 No 2, Januari
Purwanto, BM, 2003. Does Gender Moderate the Effect of Role Stress on Salesperson's Internal States and Performance ? An Application of Multigroup Structural Equation Modeling [MSEM], Jurnal Manajemen,
Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan, Buletin Ekonomi FE UPN "Veteran" Yogyakarta. 6 (8) : 1-20
Qomariah & Fadly, Inneke, 2008, Analisis Pengaruh Faktor – Faktor Ekuitas
Merek Sepeda Motor Merek Honda terhadap Keputusan Pembelian,
Jurnal Manajemen Bisnis, Vol 1 No 2, Mei.
Riduwan, 2004, Metode dan Teknik Penyusunan Tesis, Alfabeta, Bandung.
Sadat, Andi M, 2009, Brand Belief, Salemba Empat, Yogjakarta
Supardi, 2005, Metodelogi Penelitian Ekonomi dan Bisnis, Ull press, Yogyakarta
Tabadunk, B.G, and Field, L,S, 1996 Using Multivariate Statistic, Third Edition, Harper Collins, Collage Publisher, New York
Wahyuni & Cahyadi, Sri, 2007, Pengaruh Elemen Ekuitas Merek Terhadap Rasa
Percaya diri pelanggan di Surabaya atas keputusan membeli sepeda motor Honda, Majalah Ekonomi, tahun XVII, no.2, Agustus