• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PENYEBARAN DOA KAUTSARAN

D. Pembentukan Cabang-cabang Jamiyah Kautsaran Putri

Setelah kiai Muchammad Muchtar Muthi membentuk Jamiyah Kautsaran Putri, ia mengembangkan untuk membentuk cabang-cabang di setiap daerah yang ada di Indonesia. Namun, pembentukan cabang tersebut tidak serta merta membentuk seenaknya sendiri. Masing-masing daerah harus melaporkan keinginannya untuk mendirikan Jamiyah Kautsaran Putri ke pusatnya yaitu di Losari Ploso Jombang. Tidak hanya itu, pendirian Cabang Jamiyah Kautsaran Putri juga memiliki persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi. Biasanya, ketika daerah tersebut sudah mendapat izin dari pihak pusat maka akan mendapatkan buku pedoman untuk pendirian Jamiyah Kautsaran Putri. Buku tersebut tidak sembarangan diberikan kepada orang lain, buku tersebut hanya diperuntukkan penanggungjawab setiap daerah yang ingin mendirikan Jamiyah Kautsaran Putri. Setelah semua persyaratan dipenuhui maka kiai Muchammad Muchtar Muthi yang akan mengesahkan cabang tersebut dan melantik pengurus-pengurusnya.

Di bawah naungan cabang juga dibentuk menjadi sebuah ranting- ranting kemudian juga menjadi kelompok-kelompok. Namun, ranting-ranting dan kelompok-kelompok itu tetap dalam awasan Cabang sehingga masih terjalin koordinasi dengan baik. Sampai saat ini jumlah cabang Jamiyah

66

Kautsaran Putri sebanyak 75 daerah. Adapun nama-nama daerahnya penulis lampirkan.

Jamiyah Kautsaran Putri ini juga memiliki 2 agenda besar yaitu HUT JKP (Hari Ulang Tahun Jamiyah Kautsaran Putri) dan Peringatan Tahun Baru Hijriyah. Kedua kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh cabang Jamiyah Kautsaran Putri tanpa terkecuali bahkan seluruh Indonesia. HUT JKP biasanya dilaksanakan di pusat sendiri dan acaranya juga berbagai macam. Sedangkan Peringatan Tahu Baru Hijriyah dilaksanakan berpindah-pindah tempat. Lokasi yang ditempati sesuai dengan kocokan yang keluar. Beberapa daerah yang pernah menjadi tuan rumah yaitu Jombang, Pati, Jakarta, Sidoarjo, dll. Selain dua agenda besar tersebut pengurus Jamiyah Kaustaran Putri Pusat memiliki kegiatan rutinitas mingguan dan triwulan. Untuk kegiatan mingguan biasanya ada pengamalan Doa Kautsaran setiap malam Selasa. Sedangkan untuk triwulan biasanya ada agenda kunjungan kerja. Jadi pengurus pusat akan mengunjungi cabang-cabang Jamiyah Kautsaran Putri yang ada di Indonesia secara bergiliran untuk melakukan kunjungan kerja.

Masing-masing cabang harus memiliki kantor Jamiyah Kautsaran Putri. Kantor tersebut sebagai sumber informasi dan tempat penyimpanan arsip-arsip, berkas-berkas, foto-foto tentang Jamiyah Kautsaran Putri. Di dalam kantor tersebut juga di simpan seragam Jamiyah Kautsaran putri. Seragamnya berupa atasan berlengan panjang berwarna biru muda dengan motif polos tetapi terdapat bordiran-bordiran yang indah. model kerudung yang digunakan ada dua macam warna yaitu warna kuning dan biru. Kerudung

67

tersebut berbentuk panjang sehingga pemakaiannya pun hanya diselempang ke pundak pemakai. Seragam tersebut biasanya digunakan saat ada agenda kunjungan kerja, HUT JKP dan Peringatan tahun baru hijriah.

68

BAB IV

MANFAAT PENGAMALAN DOA KAUTSARAN DARI MASA KE MASA

Berbicara tentang Jamiyah Kautsaran putri tentu tidak akan lepas dengan Doa Kautsaran. Namun, pengamalan Doa Kautsaran tidak hanya diikuti oleh anggota Jamiyah Kautsaran Putri atau warga Shiddiqiyyah saja. Selain mereka, juga ada warga biasa dan berniat untuk mendapatkan kebaikan. Hal ini dilakukan karena adanya ketentuan-ketentuan untuk anggota Jamiyah Kautsaran Putri yang sengaja di buat oleh kiai Muchammad Muchtar Muthi. Salah satunya yaitu harus hormat-menghormati sesama anggota dan harus menghormati jamiyah-jamiyah lainnya seperti jamiyah yasinan, jamiyah tahlilan yang ada di daerahnya masing- masing. Seumpama ada orang luar (bukan orang Shiddiqiyyah dan anggota Jamiyah Kautsaran Putri) ingin mengikuti rutinitas Doa Kautsaran maka diperbolehkan tanpa ada larangan , karena ini kebaikan. Namun, mereka tidak perlu dicatat dalam anggota dan tidak diharuskan membayar iuran.1

Berdasarkan penjelasan di atas, setelah Doa Kautsaran itu tersusun maka dari masyarakat akan timbul berbagai macam respon. Beberapa respon yang terjadi adalah masyarakat ada yang mengikuti Doa Kautsaran, masyarakat ada yang tidak mengikuti Doa Kautsaran dan masyarakat ada yang ragu dalam mengikuti Doa Kautsaran. Oleh sebab itu dari kiai Muchammad Muchtar Muthi membuat ketentuan-ketentuan untuk seluruh masyarakat. Ia memperbolehkan semua kalangan untuk mengikuti Doa Kautsaran tanpa terkecuali. Hal ini ia

1

69

lakukan karena memiliki sikap toleransi dengan yang lain. Ia tidak peduli respon- respon yang terjadi di masyarakat.

Doa Kautsaran ini boleh diamalkan secara perorangan atau kelompok (jamaah).2 Doa Kautsaran boleh diamalkan secara berkelompok atas dasar hadis Rasulullah saw. dari Kitab Al-Adzkar Nawawi, halaman 8, yakni:

ُةَْْرلا ُمُهْ تَيِشَغ َو ُةَكِئ َاَمْلا ُمُهْ تفَخ اِا َها َن ْو ُرُك ْذَي ٌم ْوَ ق ًدُعْقَ ي َا

ديعس ىا نع ُ َُدْنِع ْنَمْيِف ىَلَعَ ت ُها ُمَُرَكَذَو ُةَنْ يِكسلا ُمِهْيَلَعْ تَل اَزَ ن َو

ملسم اور َامهنع ها ىصرة رير ىاو ىرذحا

Artinya: “orang-orang yang duduk berkumpul-kumpul zikir kepada Allah Swt. memeluk akan mereka malaikat-malaikat rohmat, dilindungi oleh Tuhan dan turunlah ketenangan bagi mereka dan

mereka di ingat Tuhan dihadapan makhluk yang banyak disisinya”.

(Keterangan dari Shohabat Abi Said Al-Khudri dan shohabat Abi Huroiroh Rodliyallohu ‘anhum dan diriwayatkan oleh Imam Muslim).

A. Manfaat Ketika dilaksanakan Kelompok

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa Doa Kautsaran dapat diamalkan secara berkelompok. Memang pertama kali Doa Kautsaran hanya diamalkan oleh kiai Muchammad Muchtar Muthi saja. Namun, setelah kiai Muchammad Muchtar Muthi mengajarkan ke murid-muridnya, akhirnya pengamalan Doa Kautsaran ini diamalkan secara kelompok. Kelompok- kelompok tersebut terus berkembang semenjak didirikan Jamiyah Kautsaran Putri tahun 1981. Mulai terbentuk cabang-cabang baru yang letaknya

2

70

diseluruh daerah-daerah wilayah Indonesia. Tidak berhenti di cabang-cabang saja melainkan cabang-cabang tersebut menaungi ranting-ranting dan ranting- ranting juga menaungi kelompok-kelompok. Sehingga proses perkembangan ini bisa diibaratkan seperti pohon yang terdiri dari akar, batang pohon, cabang pohon, ranting pohon dan seterusnya sampai berbuah.3

Ketika Doa Kautsaran dilaksanakan secara kelompok memiliki banyak fungsi. Doa Kautsaran bisa digunakan untuk mendoakan orang hidup sampai meninggal.4 Doa Kautsaran ini berbeda dengan manfaat tahlil pada umumnya yang hanya digunakan untuk mendoakan orang yang meninggal dunia saja, sedangkan Doa Kautsaran ini bisa digunakan untuk mendoakan seorang manusia itu mulai dalam kandungan sampai manusia tersebut meninggal dunia. Dengan demikian berarti Doa Kautsaran itu mempunyai berbagai macam fungsi (multi fungsi). Adapun kegunanaan Doa Kautsaran yang biasanya dilaksanakan secara berkelompok antara lain sebagai berikut: 1. Doa Kautsaran bisa digunakan untuk mendoakan orang yang sudah wafat,

karena di dalam Doa Kautsaran juga ada kalimat tahlil Lā Ilā Haillallāh.

2. Doa Kautsaran bisa digunakan untuk mendoakan anak laki-laki yang di khitan (sunat).

3. Doa Kautsaran bisa digunakan untuk mendoakan pernikahan, tetapi kalau untuk cerai tidak diperbolehkan menggunakan Doa Kautsaran.

4. Doa Kautsaran bisa digunakan untuk memulai menanam (bercocok tanam).

3

Laili, Wawancara, Jombang, 26 Desember 2015.

4

71

5. Doa Kautsaran bisa digunakan untuk mendoakan ketika akan membuat rumah atau membongkar rumah.

6. Doa Kautsaran bisa digunakan untuk mendoakan seseorang agar selamat dunia dan akhirat.

7. Doa Kautsaran bisa digunakan untuk mendoakan keluarga, satu desa, satu kecamatan, satu wilayah bahkan negara agar selamat.

8. Doa Kautsaran bisa digunakan untuk kebaikan dunia dan akhirat.

Didalam bacaan Tahlil dan Doa Kautsaran terdapat kesamaan yakni terdapat kalimat Lā Ilā Haillallāh. Namun, yang membedakan hanyalah fungsinya seperti yang telah dijelaskan diatas. Mengenai Doa Kautsaran juga mudah dihafal dibandingkan dengan tahlil.5 Kiai Muchammad Muchtar Muthi juga pernah menjelaskan tentang Doa Kautsaran yang digunakan untuk menghilangkan musibah. Suatu ketika ada seseorang yang sering tertimpa musibah, kemudian mengumpulkan teman-temannya se-jamiyah Kautsaran untuk diajak kautsaran selama 7 hari berturut-turut. Atas berkat Allah yang maha kuasa, akhirnya musibah yang sering terjadi tersebut berhenti. lebih- lebih kalau Doa Kautsaran itu dilaksanakan sebanyak 40 orang lebih. Maka Doa Kautsaran itu bisa dikatakan diikuti oleh satu wali. Sebab berdoa bersama-sama (40 orang) itu sama dengan satu wali. Selain itu Doa Kautsaran ini bisa berkhasiat untuk menyembuhkan orang sakit jika pengamalannya secara istiqomah dan niat karena Allah Swt (Lillahi taala).

5

72

Doa Kautsaran yang dilaksanakan secara kelompok tidak hanya di lokasi yang sama atau tetap. Jamiyah kautsaran putri juga mempunyai agenda menerima undangan Doa Kautsaran. Jadi, terkadang ada warga Shiddiqiyyah atau anggota Jamiyah Kautsaran Putri yang ingin mengundang anggota Jamiyah Kautsaran Putri untuk membacakan Doa Kautsaran di rumah mereka dengan hajat yang berbeda-beda. Sebagai pengundang tentunya juga harus menyisihkan sedikit rezekinya untuk Jamiyah Kautsaran Putri tersebut. Namun, tidak diperuntukkan untuk anggota melainkan untuk organisasi. Anggota yang mendatangi undangan hanya diberikan konsumsi saja.

B. Manfaat ketika dilaksanakan sendiri

Doa Kautsaran bisa dilaksanakan secara perorangan/ sendiri. Sehingga hal ini tidak mengharuskan seseorang untuk mengikuti rutinitas yang dilakukan secara berkelompok. Namun, terkadang seseorang justru mengamalkan Doa Kautsaran secara berkelompok dan perorangan. Menurut salah satu guru Agama Islam, “saya mengamalkan Doa Kautsaran dirumah setelah sholat isyak dan ini saya amalkan setiap hari, meskipun dulu pernah

tidak mengamalkan selama 3 tahun”.6

Dari pernyataan tersebut berarti Doa Kautsaran memang bisa dilaksanakan secara perorangan.

Menurut bapak Munaji, mengamalkan Doa Kautsaran itu bisa merasakan manis tetapi tidak semua orang bisa merasakan manis yang dirasakan oleh bapak Munaji. Ibaratnya ada sebuah minuman dalam gelas,

6

73

ketika seseorang itu tidak mencicipi maka tidak akan bisa merasakan manis meskipun sudah ada yang memberi tahu kalau minuman itu rasanya manis.7 Dari sini bisa diambil kesimpulan, apabila seseorang itu tidak pernah mengamalkan Doa Kautsaran maka tidak akan merasakan manisnya mengamalkan Doa Kautsaran.

Berbeda lagi dengan salah satu penjaga Kantor Jamiyah Kautsaran Putri Pusat, dia lebih merasakan hatinya bergetar ketika sudah sampai kalimat

Lā Ilā Haillallāh. Dia mulai sekolah tingkat dasar sudah dikenalkan orang tuanya dengan Doa Kautsaran. Meskipun saat itu ia belum mengerti tentang kegunaan amalan Doa Kautsaran, ia sudah mengikuti rutinitas Doa Kautsaran bersama orang tuanya. Setelah dewasa ia mulai mengamalkan Doa Kautsaran itu sendiri. Namun, pengamalan Doa Kautsaran ini tidak dilaksanakan secara rutin, ia hanya mengamalkan ketika sedang butuh saja. Hal ini dilakukan karena ia juga punya amalan zikir tersendiri yang diajarkan dari belajarnya di Pondok Majmal Bahrain Shiddiqiyyah.8

Pada dasarnya manfaat pengamalan Doa Kautsaran baik secara kelompok maupun perorangan hampir sama. Kalau perorangan biasanya menginginkan sesuatu yang sifatnya pribadi, sehingga alangkah baiknya dilaksanakan sendiri dan secara berturut-turut. Seperti salah satu mahasiswa yang bernama Jefri pernah mengamalkan Doa Kautsaran sendiri. Ketika lulus SMA, ia selalu mengistiqomahkan mengamalkan Doa Kautsaran dengan harapan ia bisa diterima di Perguruan Tinggi Negeri dengan beasiswa

7

Munaji, Wawancara, Mojokerto, 13 Desember 2015.

8

74

bidikmisi. Atas berkat Allah Yang maha kuasa dan usaha beserta niat Jefri, akhirnya ia diterima di Perguruan Tinggi Negeri dan mendapatkan beasiswa bidikmisi.9

Setelah mewawancarai beberapa pengamal Doa Kautsaran baik secara kelompok maupun sendiri ternyata memiliki pengaruh yang sama terhadap pengamalnya. Pengaruh ini juga bisa dikatakan sebagai manfaat yang didapatkan ketika sudah mengamalkan Doa Kautsaran. Adapun pengaruh yang didapatkan ketika mengamalkan Doa Kautsaran antara lain sebagai berikut: 1. Menentramkan Hati

Doa Kautsaran berisi ayat-ayat Alquran dan kalimat-kalimat zikir. Tentunya ketika seseorang itu mengamalkan Doa Kautsaran secara tidak langsung mereka akan berzikir. Istilah zikir biasanya terkait dengan bacaan Alquran, tasbih, tahmid, tahlil, takbir, hauqalah, mengucapkan salawat atas nabi Muhammad saw., juga terkait dengan doa untuk memohon kebaikan dunia dan akhirat.10 Di dalam Alquran telah dijelaskan bahwa barang siapa yang mengingat Allah Swt. maka akan tentram hatinya. Berikut ini ayatnya:

                 

Artinya: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.11

9

Jefri Alamsyah, Wawancara, Sidoarjo, 10 Desember 2015.

10

Abdullah Musa, Ensiklopedi Doa dan Wirid Shahih, 25.

11

75

Lia ketika ditanya bagaimana perasaannya ketika mengamalkan Doa Kautsaran maka ia mengaku hatinya menjadi tentram. Bahkan ketika sehari saja tidak mengamalkan Doa Kautsaran, ia merasa ada yang mengganjal dan hatinya jadi gelisah.12 Ini merupakan bukti kalau Doa Kautsaran bisa menentramkan hati.

2. Mendekatkan diri Pada Allah swt.

Salah satu dari tujuan didirikannya Jamiyah Kautsaran Putri adalah mengajak para kaum wanita khususnya masyarakat yang telah menjadi anggota jamaah agar lebih mendekatkan diri kepada Allah serta mencari keridlaan dari-Nya. Menurut Tomi ketika mengamalkan Doa Kautsaran, ia merasa lebih dekat dengan Allah Swt. dibandingkan tidak mengamalkan Doa Kautsaran.13 Dalam hadis Riwayat Muslim telah

menjelaskan bahwa: “suatu kaum tidaklah duduk disuatu majlis yang mana mereka menyebut Allah Swt. kecuali malaikat mengelilingi mereka, rahmat meliputi mereka dan Allah menyebut mereka adalah orang-orang yang ada disisi-Nya”.

3. Mensucikan Jiwa

Setiap manusia pasti akan melakukan kesalahan, kekhilafan, bahkan terkadang manusia lupa akan jati dirinya sebagai makhluk yang diciptakan. Oleh karena itu dengan adanya pengamalan Doa Kautsaran diharapkan agar mereka dapat mengontrol sikap dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini karena terkadang manusia itu lupa dengan

12

Lia, Wawancara, Jombang, 26 Desember 2015.

13

76

penciptanya akhirnya dengan mudah untuk melaksanakan perbuatan yang tercela. Namun, sebaliknya ketika manusia itu mengingat Allah maka akan jauh dari perbuatan tercela dan akan lebih dekat dengan perbuatan terpuji. Sehingga ketika seseorang itu telah ingat maka mereka akan kembali ke jalan Allah Swt.

Dalam Alquran surat al-Imran telah dijelaskan bagi siapa yang mengingat Allah Swt. maka akan memohon ampunan kepada Allah Swt., berikut ini ayatnya:

                          

Artinya: (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka”.14

14

77

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Setelah diuraikan beberapa bab dari penelitian tentang

“Perkembangan Doa Kautsaran Pada Tarekat Shiddiqiyyah di Losari, Ploso,

Jombang (1956-2009), penulis dapat mengambil kesimpulan dan saran yang dipergunakan sebagai bahan pemikiran atau pertimbangan sebagai berikut: 1. Doa Kautsaran tidak langsung turun begitu saja. Doa ini turun secara

berangsur-angsur. Saat itu mursyid tarekat Shiddiqiyyah yang bernama kiai Muchammad Muchtar Muthi yang menerima ilhām rūhī ketika melakukan perjalanan tahun 1956. Ia melakukan perjalanan dari daerah satu ke daerah lainnya, dari makam satu ke makam yang lainnya. Makam yang dikunjunginya merupakan makam orang-orang yang menyebarkan Islam di beberapa daerah dan dikenal banyak orang. Setelah ia menerima

ilhām rūhī, ia menyusun dan memberikan nama sesuai dengan keadaan yang terjadi.

2. Penyebaran Doa Kautsaran berlangsung dengan cukup baik. Pertama kali doa ini hanya diamalkan oleh kiai Muchammad Muchtar Muthi saja. Adanya banyak keberkahan yang telah didapatkannya menyebabkan ia terdorong untuk menyebarkan Doa Kautsaran ini. Akhirnya ia berkeinginan untuk berbagi dengan yang lainnya. Dari situlah kiai Muchammad Muchtar Muthi mempunyai murid. Bersamaan dengan itu

78

juga ia membuat sebuah gubuk yang digunakan untuk melaksanakan pengamalan doa tersebut bersama dengan muridnya. Selain itu, ia juga mampu membangun sebuah pondok pesantren yang megah bernama Majmal Bahrain tahun 1974. Saat itu ia dibantu oleh murid-muridnya sendiri. Keindahan sani ukir yang menghiasi pondok pesantren ini seakan– akan membuat orang-orang yang berkunjung menjadi takjub. Tidak berhenti disitu saja ia juga membentuk Jamiyah Kautsaran Putri tahun 1981 dan juga berkembang menjadi cabang-cabang di beberapa daerah yang tersebar di Indonesia.

3. Pengamalan Doa Kautsaran bisa dilaksanakan secara berkelompok dan juga sendiri. Keduanya memiliki kesamaan manfaat. Doa Kautsaran ini bisa digunakan untuk seseorang yang belum lahir (masih dalam kandungan ibunya) sampai meninggal dunia. Mengamalkan Doa Kautsaran sama halnya dengan berzikir. Sehingga ketika sesorang itu mengamalkan Doa Kautsaran akan merasakan kedamaian dan ketentraman hati, merasa dekat dengan Allah Swt., bisa membersihkan jiwa dari perbuatan yang tercela.

79

B. Saran

Setelah menguraikan tentang penelitian ini, penulis dengan sangat rendah hati ingin memberikan saran yang mungkin dapat bermanfaat, saran yang ingin disampaikan sebagai berikut:

1. Kegiatan keagamaan sebagaimana yang telah dilaksanakan oleh Jamiyah Kautsaran Putri hendaknya terus dilaksanakan, karena dengan adanya kegiatan Doa Kautsaran mampu mengembangkan budaya berzikir dalam Jamiiyah Kautsaran Putri.

2. Harapan yang begitu besar terhadap Jamiyah Kautsaran Putri untuk tetap di jalurnya, sebagai wadah (gerakan moral) keagamaan sehingga terciptanya kehidupan beragama dalam masyarakat pada umumnya. khusunya di kota Jombang.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Taufik. Sejarah dan Masyarakat. Jakarta: Pustaka Firdaus. 1987.

Almusjtaba, Muchtarulloh. Doa-doa Muqoddimah Kautsaran dan Syair Pohon Shiddiqiyyah. Jombang: Al-Ikhwan. Tanpa Tahun.

_________. Kautsaran dan Dasar-dasar Wirid Kaustaran. Jombang: Al-Ikhwan. 2012.

_________. Sejarah Penyusunan Doa Kautsaran. Jombang: Al-Ikhwan. 2014. Anas, Abu. Ulasan Lengkap Tawassul. Jakarta: Darul Haq. 2013.

Aqil bin Ali Al-Mahdi, Muhammad. Mengenal Tarekat Sufi. Jakarta: Pustaka Pelajar, 2001.

Bruinessen, Martin Van. Kitab Kuning Pesantren dan Thoriqot. Bandung: Mizan. 1995.

Dhofier, Zamachsyari. Tradisi Pesantren. Yogyakarta: LP3ES. 1980.

Djarwanto. Pokok-pokok Metode Riset dan Bimbingan Teknis Penelitian Skripsi.

Jakarta: Liberty. 1990.

Endraswara, Suwardi. Metodologi Penelitian Kenudayaan. Yogyakarta: Pustaka Widyautama. 2006.

Isa, Ahmad Bin Abdullah. Ensiklopedi Doa dan Wirid Shohih. Surabaya: Pustak Elba. 2006.

Kartodirjo, Sartono. Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Gramedia. 1993.

Kasdi, Aminuddin. Memahami Sejarah. Surabaya: UUP. 2011.

Mulyati, Sri. Mengenal dan Memahami Tarekat-tarekat Muktabarah di Indonesia.

Jakarta: Kencana. 2004.

Mu’thi, Muchammad Muchtar. Informasi tentang Thoriqoh Shiddiqiyyah Jilid ke-3. Jombang: Al-Ikhwan. 2005.

Nasih, A. Munjin. Sepenggal Perjalanan Hidup Sang Mursyid. Jombang: Al-Ikhwan. 2006.

Nasution, Harun. Islam Ditijau Dari Berbagai Aspeknya, Jilid II. Jakarta: UI Press. 2002.

Pranoto, et al. Sejarah Thoriqoh Shiddiqiyyah Fase Pertama. Jakarta: Aspeka Pratama. 2014.

Rifai, Muhammad. K.H. Wahab Hasbullah: Biografi Singkat 1888-1971.Jogjakarta: Garasi House Of Book. 2010.

Roucek, Joseph S. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Bina Aksara. 1984.

Sanihiyah, TM. Himpunan Doa dan Dzikir Pilihan. Surabaya: Al-Falah, Tanpa Tahun.

Widjiaksono. Mengislamkan Tanah Jawa. Bandung: Mizan. 1995. Zulaicha,Lilik. Metodologi Sejarah. Surabaya: Tanpa Penerbit. 2008.

Internet:

http://Hamdiblogger.blogspot.com

http://www.disparbud.jabarprov.go.id. Diakses pada tanggal 15 Nopember 2015. www.wikipedia.com diakses pada tanggal 15 Nopember 2015.

www.worlddeventer.com diakses pada tanggal 13Nopember 2015.

Wawancara:

Bapak Adib. Kholifah Shiddiqiyyah. Wawancara. Ploso, Jombang. 29 September 2015.

Bapak Asmuin. Guru Agama sekaligus warga shiddiqiyyah. Wawancara. Warugunung, Dawarblandong, Mojokerto. 27 Desember 2015.

Bapak Munaji. Warga Shiddiqiyyah. Wawancara. Sumberdadi, Dawarblandong. Mojokerto. 13 Desember 2015.

Budi. Warga Shiddiqiyyah. Wawancara. Mojokerto. 27 Nopember 2015.

Ibu Mahfud. Masyarakat sekitar Lokasi Pusat Shiddiqiyyah. Wawancara. Ploso, Jombang. 19 Desember 2015.

Jefri Alamsyah. Warga Shiddiqiyyah. Wawancara. Sidoarjo. 10 Desember 2015. Lia. Warga shiddiqiyyah. Wawancara. Sidoarjo. 26 Desember 2015.

Mbak Laili. Penjaga Kantor Jami’iyah Kautsaran Putri. Wawancara. Ploso, Jombang. 26 Nopember 2015 dan 26 Desember 2015.

Dokumen terkait