BAB I PENDAHULUAN
A. Sejarah Turunnya Doa Kautsaran
4. Pemberian Nama Doa Kautsaran
Doa menurut Bahasa, adalah al- alabu yang berarti permohonan atau al-nidāu’ yang berarti panggilan. Sedangkan menurut istilah syari, doa adalah meminta pertolongan kepada Allah Swt., berlindung kepada- Nya dan memanggil-Nya demi mendapatkan manfaat atau kebaikan, dan menolak gangguan atau balak.14 Bila ditinjau kata Doa di dalam Alquran itu banyak sekali, tetapi dari semua kata doa itu memiliki arti yang berbeda-beda, antara lain sebagai berikut:15
13
Syeich Muchtarulloh Almujtaba, Sejarah Penyusunan Doa Kautsaran (Jombang: Al-Ikhwan, 2014), 9.
14
Ahmad bin Abdullah Isa, Ensiklopedi Doa dan Wirid Shohih (Surabaya: Pustaka Elba, 2006), 51.
15
27
a. Arti ibadah
Berdoa bisa berarti ibadah kepada Allah Swt. Di dalam doa ada rangkaian-rangkain kegiatan mendekatkan diri kepada Allah Swt. sehingga doa itu hendaknya hanya kepada Allah Swt. bukan kepada yang lain.
ْو ُد ْنِم ُع ْدَت َاَو
َكُعَفْ نَ ي ًا َام ِها ِن
Artinya: “Dan janganlah kamu beribadat kepada selain Allah, yaitu kepada sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat kepada kamu dan juga tidak dapat memberimu mudharat kepada kamu”.16
b. Arti memohon pertolongan
Berdoa berarti memohon pertolongan kepada Allah Swt. karena hanya kepada-Nya manusia dan segala ciptaan-Nya memohon pertolongan. Allah maha segalanya, Allah akan selalu memberikan pertolongan kepada siapapun yang meminta pertolongan tanpa terkecuali.
ِه ِن ْو ُد ْنِم ْمُك َء اَدَهُش اْوُع ْداَو
Artinya: “Dan mohonlah pertolongan kamu kepada para pembantu
kamu selain Allah”.17
16
al-Qur’an, 10 (Yunus): 108.
17
28
c. Arti panggilan
Berdoa berarti memanggil Allah Swt. ketika seseorang itu sedang berdoa berarti secara tidak langsung ia memanggil Allah Swt. Ia akan terus memuji asma Allah Swt. dalam setiap doa-doanya. Suatu saat nanti Allah Swt. juga akan kembali memanggil manusia guna untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatannya selama hidup di dunia.
ْمُكُع ْدَي َمْوَ ي
Artinya: “(Yaitu) Pada hari Dia memanggil kamu”.18
d. Arti perkataan
Berdoa berarti berkata-kata. Manusia ketika berdoa akan menyusun sebuah kata-kata yang berisi permohonan-permohonan atau permintaan-permintaan kepada Allah Swt. tidak hanya itu, mereka juga selalu memuji Allah Swt. dengan kalimat-kalimat thoyyibah atau asma-asma Allah Swt.
اَوْعَد
ُ
للا َكَن اَحْبُس اَهْ يِف ْم
مُه
Artinya: “Perkataan mereka didalamnya (surga): subhānak
Allāhumma(maha suci engkau wahai Tuhanku)”.19
18
al-Qur’an, 17 (Al Isra’): 52.
19
29
e. Arti pujian
Berdoa berarti melakukan pujian-pujian kepada Allah Swt. seperti halnya manusia yang hidup di dunia ketika membutuhkan bantuan orang lain, kebanyakan dari mereka sering memuji orang yang dimintai bantuan agar memperoleh bantuan. Begitu juga dengan manusia yang memohon pertolongan kepada Allah Swt. mereka ketika berdoa akan memuji Allah Swt, akan menyanjung Allah Swt. dengan harapan mereka akan mendapat pertolongan dari Allah Swt.
ِن ْْ رلااوُعْد اِو َا َها ْوُع ْدا ِلُق
Artinya: “Katakanlah pujilah Allah atau pujilah Rahman”.
f. Arti permohonan
Berdoa berarti melakukan permohonan. Seseorang ketika berdoa akan memohon kepada Allah Swt. dengan penuh harap. Mereka mengungkapkan berbagai macam permohonan-permohonan dalam keadaan benar-benar membutuhkan.
ْمُكَل ْبِجَتْس َا ْ ِِْوُعْدُا
Artinya: “Mohonlah kamu kepada-Ku, pasti Aku akan
mengabulkan permohonanmu”.20
20
30
Adapun fungsi dari doa yang terdapat dalam hadis nabi Muhammad saw., antara lain sebagai berikut:21
a. Sebagai Ibadah
Doa merupakan ucapan permohonan dan pujian kepada Allah Swt. dengan cara-cara tertentu. Doa sendiri sebagai ibadah, sebenarnya lebih dari sekedar memohon atau meminta sesuatu kepada Allah Swt. berdoa merupakan jalan untuk membuka komunikasi dengan-Nya dan memelihara komunikasi ini.
َملَسَو ِهْيَلَع ُها ىلَص ِها ُل ْوُس َر َل اَق
:ا
ل
ع د
ِةَد اَبِعْلا َوُ ُء ا
Artinya: Bersabda Rasulullah saw.: “Doa itu Ibadah”. (HR. Tirmidzi)
Doa merupakan aktivitas ibadah yang paling agung. Sebagaimana hadis di atas. Dengan demikian bisa difahami bahwa sebuah ibadah pasti mengandung doa kepada Allah Swt. dan doa tanpa ibadah belumlah sempurna.
b. Sebagai otaknya ibadah
Tentang berdoa, nabi Muhammad saw. juga menyatakan bahwa Doa itu otaknya ibadah, yang bunyinya sebagai berikut:
21
31
ْوُس َر َل اَق
ُل
ِها
َملَسَو ِهْيَلَع ُها ىلَص
ُةَد اَبِعْلا خُم ُء اَعدلا :
Artinya: Bersabda Rasulullah saw.: “Doa itu otaknya Ibadah”. (HR. Tirmidzi)
Dikatakan otak ibadah karena doa dapat berfungsi sebagai titik awal, bahkan titik utama, kesadaran keimanan dalam diri manusia. Dengan kata lain nilai utama doa terletak pada terjadinya komunikasi pribadi yang intim dan intens antara manusia dengan Allah Swt. Dalam keintiman komunikasi itu, seseorang tidak hanya memperoleh rasa aman dan damai, tetapi juga perlindungan dan pertolongan Allah Swt.
c. Sebagai kuncinya Rahmat
Doa merupakan kunci pembuka pintu-pintu rahmat. Ketika seseorang itu berdoa maka Allah Swt. akan memberikan taufik serta hidayah-Nya. Meskipun terkadang permintaan-permintaan itu tidak terkabulkan, tetapi Allah Swt. mempunyai rencana lain yang lebih indah untuk seseorang yang benar-benar dekat dengan-Nya dan melimpahkan segala rahmat-Nya untuk mereka.
َملَسَو ِهْيَلَع ُها ىلَص ِها ُل ْوُس َر َل اَق
ِةَْْ رلا ُح اَتْفِم ُء اَعدلا :
Artinya: Bersabda Rasulullah saw. : “Doa itu kuncinya rahmat”. (HR. Tirmidzi)
32
d. Sebagai senjata bagi orang mukmin
Doa sebagai senjata dan bisa menguatkan orang mukmin karena adanya pertolongan dari Allah. Letak kekuatannya berada dikeyakinan seseorang yang sedang berdoa, tetapi letak kemakbulannya ada pada kehendak Allah Swt. Doa bisa menjadi senjata untuk melawan hawa nafsu dan godaan setan. Doa juga bisa menjadi senjata untuk melawan kemiskinan, tetapi harus dibarengi dengan usaha kerja keras, hemat dan bersedekah. Dapat disimpulkan, senjata disini bisa diartikan sebagai perlindungan yakni dari Allah Swt. berikut ini bunyi hadisnya:
ُس َر َل اَق
ُل ْو
ِها
َملَسَو ِهْيَلَع ُها ىلَص
ِنِم ْؤُمْلا ُح َاِس ُء اَعدلا :
Artinya: bersabda Rasulullah saw. : “Doa itu senjatanya orang mukmin”. (HR. Ibnu Hibban dan Tirmidzi)
e. Sebagai tiang agama
Kedudukan salat lima waktu adalah sebagai tiang agama. Di dalam salat terdapat berbagai macam bacaan-bacaan doa, sehingga doa di sini juga bisa dijadikan sebagai tiang agama. Ketika seseorang itu tidak melaksanakan salat ataupun berdoa maka mereka termasuk orang-orang yang tiang agamanya roboh, dalam artian mereka akan jauh dari agama tentunya juga akan jauh dari Allah Swt., sedangkan seseorang yang rajin salat dan berdoa maka tiang agamanya terus tegak
33
dalam artian keimanan semakin kuat dan salalu dekat dengan Allah Swt. berikut ini bunyi hadisnya:
ُل ْوُس َر َل اَق
ِها
َملَسَو ِهْيَلَع ُها ىلَص
ِنْي ِدلا ُد اَمِع ُء اَعدلا :
Artinya: bersabdala Rasulullah saw. : “Doa itu tiangnya agama”. (HR. Tirmidzi)
f. Menjadi cahaya langit dan bumi
Cahaya adalah sesuatu yang secara esensial benderang dan menerangi yang lain. Doa merupakan cahaya langit dan bumi. Cahaya disini bisa diartikan sebagai penerang jiwa dan hati manusia yang sedang berdoa. Sehingga dengan berdoa manusia akan senantiasa hati dan jiwanya tersinari oleh cahaya tersebut. Mereka akan senantiasa dalam perlindungan dan pertolongan Allah Swt. karena Allah merupakan cahaya semesta Alam. Berikut ini bunyi hadis mengenai hal tersebut:
َملَسَو ِهْيَلَع ُها ىلَص ِها ُل ْوُس َر َل اَق
ِت اَوَمسلا ُر ْوُ ن ُء اَعدلا :
ِضْر َْااَو
Artinya: bersabda Rasulullah saw.: “Doa itu jadi cahayanya langit dan bumi”. (HR. Tirmidzi)
34
g. Bisa menjadi tentaranya Allah
َر َل اَق
ُل ْوُس
ِها
َملَسَو ِهْيَلَع ُها ىلَص
ِها َاَنْجَا ْنِم ُدْنُج ُء اَعدلا :
Artinya: bersabdalah Rasulullah saw.: “Doa itu tentara dari tentaranya Allah Swt.” (HR. Tirmidzi)
h. Bermanfaat terhadap sesuatu yang telah turun dan yang belum turun.
اَق
ُل ْوُس َر َل
ِها
َملَسَو ِهْيَلَع ُها ىلَص
َل َزَ ن ا ِِ ُعَفْ نَ ي ُء اَعدلا :
ُلِزْنَ ي ََْ ا َِِو
Artinya: bersabda Rasulullah saw.: “Doa itu bermanfaat terhadap sesuatu yang telah turun dan dari sebagian sesuatu yang belum turun”. (HR. Tirmidzi)
Maksud dari hadis diatas yaitu, ketika seseorang akan mendapatkan balak atau musibah kemudian didahului dengan berdoa maka balak atau musibah itu tidak jadi turun dan apabila balak atau musibah itu sudah turun kemudian orangnnya berdoa, maka dibebaskan dari berbagai macam balak.
i. Bisa menolak balak
Doa itu bisa menolak balak, bisa bermanfaat terhadap musibah yang telah menimpa seseorang. Apabila musibah itu masih tergantung, maka musibah itu akan diangkat atau jika akan juga
35
menimpanya maka ia akan diberikan kesabaran dan akan terasa ringan baginya untuk menjalaninya atau menjadikannya ridho terhadap musibah tersebut sehingga ia bisa menikmati musibah itu terjadi. Sedangkan ketika musibah itu belum menimpanya maka Allah Swt. akan mengangkatnya sebelum musibah itu terjadi. Sehingga manusia diharapkan agar banyak-banyak berdoa dalam setiap waktu.
ُل ْوُس َر َل اَق
ِها
َملَسَو ِهْيَلَع ُها ىلَص
ِء َاَبْلا دُرَ ي ُء اَعدلا :
Artinya: bersabdalah Rasulullah saw.: “Doa itu bisa menolak balak”. (HR. Tirmidzi)
Di atas telah dijelaskan tentang berbagai macam pengertian, maksud dan fungsi Doa. Adapun maksud dari kiai Muchammad Muchtar Muthi memberi nama Doa Kautsaran yaitu berasal dari kalimat kautsar. Kalimat tersebut berasal dari Alquran yang bebunyi Innā a’oināk al-kauthar. Bunyi kalimat tersebut berasal dari Surat al-Kautsar. Arti dari Kautsar yaitu Khoiron Kathirān (kebaikan yang banyak).22 Kemudian dari kalimat tersebut kautsar itu timbullah istilah Kautsaran. Hal ini dapat disamakan dengan kalimat maulud muncul istilah mauludan, rejeb muncul istilah rejeban, tahlil muncul istilah tahlilan, manakib muncul istilah manakiban, jadi kalimat kautsar timbullah istilah kautsaran. Adanya pemberian nama tersebut diharapkan mampu memberikan kebaikan yang banyak sesuai dengan arti kautsar itu sendiri.
22
36
Kata Kautsar selain terdapat di dalam Alquran juga terdapat didalam beberapa kitab, antara lain yaitu disebutkan didalam tafsir Ibnu Abbas halaman 520:23
اَنْ يَطْعَا ان ِا
َُم اَي َك اَنْ يَطْعَا :ُل ْوُقَ ي َرَ ث ْوَكْلا َك
َرْ يِيَكْلا َرْ يََْا ُدم
Artinya: “Sesungguhnya Saya berikan kepadamu Al-Kautsar
(dikatakan), Aku berikan kepadamu Yaa Muhammad kebaikan yang Banyak”.
Di dalam kitab Almufrodat al-Fadzil Quran, bab huruf “Kaf”, halaman 443, diterangkan
لا ُمْيِظَعْلا ُرْ يََْا َوُ
ُ اَطْعَا ىِذ
َو
َملَس َو ِهْيَلَع ُها ىلَص ِِنلا
Artinya: Kautsar itu ialah kebaikan yang agung, yang diberikan ia kepada Nabi Muhammad saw.