BAB IV HASIL PENELITIAN
C. Perancangan Model ABC
4. Pembentukan Model ABC
1. Proses bisnis yang terjadi di SMK Negeri 3 Kota Tangerang Selatan,
2. Transformasi mata anggaran belanja dari laporan keuangan ke dalam aktivitas,
3. Alokasi Activity overhead cost sesuai model ABC,
4. Perhitungan direct labor cost, direct material cost dan overhead cost.
Aktivitas Pengembangan
39
A. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 3 Kota Tangerang Selatan yang beralamat di Jl. Raya Puspiptek, Perum Puri Serpong I, Setu – Tangerang Selatan. Adapun waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2014 sampai dengan bulan Maret 2014.
B. Pendekatan dan Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode analisis deskriptif. Metode analisis deskriptif dilakukan untuk memaparkan perhitungan biaya satuan per siswa per program keahlian. Perhitungan dilakukan menggunakan model Activity Based Costing (ABC).
C. Sumber Data dan Data Penelitian
Sumber data adalah subjek dari mana data dapat diperoleh.1 Terdapat 3 macam sumber data, yaitu:
1. Person, yaitu sumber data yang bisa memberikan data berupa jawaban lisan melalui wawancara atau jawaban tertulis melalui angket.2 Adapun sumber data yang berupa person dalam penelitian ini yakni Kepala Sekolah, Kasubag Tata Usaha dan Bendahara Sekolah.
2. Place, yaitu sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diam dan bergerak.3 Sumber data ini berasal pada tempat penelitian yakni SMK Negeri 3 Kota Tangerang Selatan.
3. Paper, yaitu sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf, angka, gambar, atau simbol-simbol lain.4 Sumber data ini meliputi
1 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), h. 172
2Ibid.
dokumen Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) Tahun 2012/2013 dan Tahun 2013/2014, dokumen realisasi RKAS Tahun 2013, Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) Tahun 2013, Laporan Kas Komite, dan dokumen-dokumen lain yang dibutuhkan dalam penelitian ini.
Adapun dalam penelitian ini menggunakan sumber data seperti person
dan paper untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Data dalam penelitian ini yakni:
a. Data Primer
Data primer diperoleh dari sumber data pertama yakni person dengan menggunakan prosedur dan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi.
b. Data Sekunder
Data sekunder diperoleh dari sumber data ketiga yakni paper dengan menggunakan teknik dokumentasi.
D. Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat sekolah SMK Negeri 3 Kota Tangerang Selatan yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah, tenaga kependidikan dan siswa. Dalam penelitian kualitatif menggunakan
non-probabilitas sampling dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu menentukan sampel dengan pertimbangan tertentu yang dipandang dapat memberikan data secara maksimal. Adapun sampel dalam penelitian ini yakni kepala sekolah, bendahara sekolah, kasubag Tata Usaha, bendahara dinas serta 3 (tiga) program keahlian yakni Aniamsi, Teknik Sepeda Motor (TSM) dan Administrasi Perkantoran (AP).
E. Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu : a. Wawancara
Wawancara adalah alat pengumpul informasi dengan cara mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara lisan pula. Ciri utama dari wawancara adalah adanya kontak langsung dengan tatap muka antara pencari informasi (interviewer) dan sumber informasi (interviewee).5 Wawancara dilakukan secara formal. Metode wawancara digunakan untuk mengumpulkan data mengenai manajemen keuangan sekolah, pelaksanaan penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), aktivitas-aktivitas yang terjadi di sekolah, dan sistem pelaporan yang digunakan oleh sekolah. Adapun sumber informasi dari wawancara yang dilakukan adalah Kepala Sekolah, Kasubag Tata Usaha, Bendahara Dinas dan Bendahara Sekolah.
b. Observasi
Observasi adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan pengamatannya melalui hasil kerja pancaindra mata serta dibantu dengan pancaindra lainnya.6 Observasi dilakukan dalam rangka cross-check data dan agar memperoleh gambaran kondisi sesungguhnya. Dan untuk mengetahui aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan pada proses manajerial, proses utama dan proses pendukung sehingga dapat melakukan mapping
terhadap cost component yang relevan bagi perhitungan unit cost program keahlian/siswa di SMK Negeri 3 Kota Tangerang Selatan.
c. Dokumentasi
Dokumentasi dari asal katanya dokumen yang artinya barang-barang tertulis. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen,
5 Nurul Zuriah, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan (Teori – Apliaksi) , (Jakarta : PT. Bumi Aksara, 2007), h. 179
6 M. Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif : Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009), Cet.3, h. 115
peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian, dan sebagainya.7 Penulis mengumpulkan data-data berupa dokumen sekolah seperti data siswa, pendidik dan tenaga kependidikan, data sarana prasarana, RKAS, Realisasi RKAS, Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA), Laporan Kas Komite, dan dokumen KTSP Program Keahlian.
F. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan sesuai dengan tujuan penelitian ini yakni mendapatkan nominal biaya pendidikan per siswa per bulan berdasarkan perhitungan dengan pendekatan Activity Based Costing (ABC). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah data keuangan dan non keuangan yang dirumuskan untuk mencapai tahapan penelitian dan analisa sebagai berikut:
1. Telaah Aktivitas
a. Mengidentifikasi semua aktivitas yang terjadi di SMK Negeri 3 Kota Tangerang Selatan.
b. Mengidentifikasi semua sumber daya (resources) yang dikonsumsi oleh sekolah, baik yang berupa uang (dana anggaran), tenaga kerja, mesin/peralatan dan lainnya.
c. Mengidentifikasi jumlah orang, jumlah peralatan dan jumlah perlengkapan, besar gaji, honor dan insentif dan lainnya (resources driver) untuk setiap komponen dihubungkan dengan aktivitas.
d. Selanjutnya dari proses tersebut akan ditentukan cost driver yang telah disiapkan yang relevan dengan aktivitas yang telah ditentukan, misalnya untuk aktivitas umum seperti listrik, telepon menggunakan
driver jumlah.
e. Membebankan biaya ke aktivitas secara penuh sesuai dengan banyaknya resources yang dikonsumsi melalui cost driver yang telah dipilih dan relevan dengan aktivitas proses utama.
7 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta : Rineka Cipta, 2010), h.201
2. Telaah Cost Object
a. Mengidentifikasi Cost Object.
b. Mengidentifikasi Activity Driver, misalnya jam penggunaan ruang, jumlah siswa, luas gedung dan ruangan, pemakaian daya dan jasa untuk setiap aktivitas yang menyerap biaya penuh untuk menghubungkan aktivitas ke Cost Object yang dikonsumsinya.
c. Membebankan biaya ke Cost Object secara penuh sesuai besarnya biaya yang dikonsumsi melalui Activity Driver di Program Keahlian.
3. Tahap Perancangan Model
a. Identifikasi proses bisnis SMK Negeri 3 Kota Tangerang Selatan, meliputi proses manajerial, proses utama dan proses pendukung. b. Review data keuangan SMK Negeri 3 Kota Tangerang Selatan
meliputi Laporan Keuangan, RKAS, data Realisasi RKAS, DPPA 2013 untuk mengetahui mata anggaran yang ada, serta batasan penggunaannya.
c. Mengidentifikasi dan membuat definisi aktivitas-aktivitas utama yang dilakukan oleh sekolah ke dalam activity dictionary atau rincian aktivitas yang mendefinisikan keseluruhan aktivitas yang mencerminkan proses manajerial, utama dan pendukungnya.
d. Mengidentifikasi dan menetapkan Cost Object, Direct Labor Cost, Direct Material Cost dan Overhead Cost. Penetapan dimaksudkan untuk menyamakan persepsi pembaca dan menjelaskan acuan istilah tersebut dalam penelitian ini.
e. Identifikasi Expense Category, Cost Driver, dan Cost Component. f. Penyusunan hirarki alokasi Activity Overhead Cost pada tiap Program
Keahlian. Hal ini dimaksudkan untuk menentukan/mengestimasi proporsi biaya yang diserap, yaitu melalui proporsi yang besarnya ditentukan oleh cost driver yang telah diidentifikasi.
4. Aplikasi Model pada tiap Program Keahlian
Pada tahapan ini, seluruh biaya yang telah dikumpulkan berdasarkan rancangan model yang digunakan yakni akan menghasilkan besaran biaya sebagai berikut:
a. Biaya yang dikeluarkan oleh masing-masing Program Keahlian sebanyak 3 Program Keahlian berdasarkan aktivitas yang telah ditelaah dan dikonstruksi serta dikelompokkan berdasarkan expense category.
Berikut deskripsi aktivitas yang digunakan dalam penelitian ini:
Tabel 3.1 Deskripsi Aktivitas NO Indikator Animasi Teknik Sepeda Motor Adminsitrasi Perkantoran Total DL DM OH DL DM OH DL DM OH 1 Penerimaan Peserta Didik Baru 2 Masa Orientasi
Peserta Didik Baru 3 Workshop Kurikulum 4 Latihan Dasar Kepemimpinan 5 Ujian Tengah Semester (UTS) 6 Ujian Akhir Semester (UAS) 7 Observasi Praktek Lapangan 8 Praktek Kerja Industri 9 Uji Kompetensi Kejuruan 10 Ujian Sekolah 11 Perbaikan Ringan
Sarana dan Prasarana 12 Honor/Insentif
Pendidik dan Tenaga Kependidikan 13 Biaya Daya dan Jasa 14 Lomba-Lomba 15 Transport Rapat dan
Perjalanan Dinas 16 Alat dan Bahan
17 Alat Tulis Kantor 18 Peringatan Hari Besar Agama 19 Peringatan Hari Besar Nasional 20 Penulisan Laporan 21 Ekstrakurikuler 22 Rapat Kerja 23 Pemeliharaan Sarana dan Prasarana 24 Classmeeting 25 Perpisahan / Wisuda 26 Pendalaman Materi / Bimbel 27 Tunjangan Struktural 28 Tryout 29 Pembelian Buku 30 Pentas Seni 31 Gaji PNS 32 TPP PNS, guru honor, TU dan toolman. NO Indikator Animasi Teknik Sepeda Motor Adminstrasi Perkantoran Total DL DM OH DL DM OH DL DM OH 33 Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) 34 Pengembangan SDM 35 Pengadaan Alat Olahraga dan Kesenian 36 Pengadaan Alat Praktek 3 Program Keahlian 37 Pembelian Alat Pendidikan 38 Pembangunan Gedung Sekolah
46
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
1. Sejarah Singkat SMK Negeri 3 Kota Tangerang Selatan
Berdiri pada tanggal 22 Februari 2010 melalui Surat Izin Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan nomor : 800/Dispen/2010. Berlokasi di Kampung Sari Mulya, Desa Setu, Kecamatan Setu sekitar Kawasan Puspiptek Serpong - Tangerang Selatan. Kompetensi Keahlian yang pertama beroperasi adalah Animasi dan Teknik Sepeda Motor dengan jumlah siswa sebanyak 185 dan jumlah kelas 5.
Menginjak tahun kedua pada tahun 2011, SMK Negeri 3 Tangerang Selatan menambah satu kompetensi keahlian baru yaitu Administrasi Perkantoran. Saat itu jumlah siswa yang aktif di SMK Negeri 3 Kota Tangerang Selatan sebanyak 425 siswa. Pada tahun 2012 penerimaan siswa baru sebanyak 285 siswa, sehingga total sampai saat ini berjumlah 710 siswa. Total siswa pada tahun 2013 berjumlah 775 siswa. Jumlah rombongan belajar 23 yaitu 8 rombel kelas X, 8 rombel kelas XI dan 7 rombel kelas XII. Latar belakang ekonomi orangtua siswa dominan pada status menengah kebawah dengan profesi terbesar adalah wiraswasta (26%), Pegawai Swasta (23%), PNS dan Buruh (13%), Pedagang (10%), TNI (8%) dan Petani (7%).
Jurusan Teknik Sepeda Motor mendapatkan akreditasi A pada tanggal 09 Oktober 2013. Untuk jurusan Animasi dan Administrasi Perkantoran belum berstatus akreditasi.
Sejak berdirinya SMK Negeri 3 Tangerang Selatan dikepalai oleh Drs. Idris, M.Pd masa jabatan dari Februari 2010 sampai dengan Oktober 2010. Mulai Oktober 2010 hingga saat ini Kepala Sekolahnya adalah H. Abu Bakar, S.Pd, M.M.
SMK Negeri 3 Kota Tangerang Selatan memiliki sarana dan prasarana yang masih dalam tahap pengembangan. Rincian fasilitas sarana prasarana sekolah akan disajikan dalam tabel 4.1
Tabel 4.1
Rincian Sarana dan Prasarana SMK Negeri 3 Kota Tangerang Selatan
No Sarana dan Prasarana Jumlah
1 Total Luas Lahan 7.000 m2
a. Luas Lahan Bangunan 1.296 m2
b. Luas Lahan Tanpa Bangunan
1) Halaman Parkir 215 m2
2) Lahan Kosong 5.489 m2
2 Ruang Kepala Sekolah 1 ruang, ukuran 8 x 8
3 Ruang Guru 2 ruang, ukuran 8 x 8
3 Ruang TU 1 ruang, ukuran 4 x 4
4 Ruang Kelas 9 ruang, ukuran 8 x 9
5 Ruang Lab. Komputer 1 ruang, ukuran 8 x 7 6 Ruang Lab. Bahasa 1 ruang, ukuran 8 x 7
7 Bengkel 1 ruang, ukuran 8 x 7
8 Ruang Perpustakaan -
9 Musholla 1 ruang, ukuran 8 x 8
10 Ruang BK 1 ruang, ukuran 8 x 8
11 Ruang Osis 1 ruang, ukuran 6 x 6
12 Ruang UKS -
13 Toilet Kepala Sekolah 1 ruang, ukuran 3 x 3
14 Toilet Guru 3 ruang, ukuran 3 x 3
15 Toilet Siswa 7 ruang, ukuran 3 x 3
16 Koperasi 1 ruang, ukuran 6 x 6
17 Lapangan Olahraga 1 buah
18 Halaman Upacara 1 buah
19 Halaman Parkir 1 buah
2. Struktur Organisasi SMK Negeri 3 Kota Tangerang Selatan
SMK Negeri 3 Kota Tangerang Selatan memiliki struktur organisasi yang akan disajikan pada gambar sebagai berikut:
Gambar 4.1
Struktur Organisasi SMK Negeri 3 Kota Tangerang Selatan
Struktur organisasi SMK Negeri 3 Kota Tangerang Selatan terdiri dari kepala sekolah, komite, konsultan DU/DI (Dunia Usaha dan Dunia Industri), Kabag Tata Usaha, Wakil Kepala Sekolah yang dibagi menjadi 4 yaitu Wakasek bagian Kurikulum, Humas, Sarana Prasarana dan Kesiswaan. Ketua program, pembimbing BK, Guru Mata Pelajaran. Jumlah seluruh guru adalah 51 dengan rincian 16 yang sudah berstatus Pegawai Negri Sipil (PNS) dan 35
Kepala Sekolah H. Abu Bakar, S.Pd, M.M Konsultan DU/DI ………….. Komite H. Cepi Sobirin
Kepala Unit Produksi
Ir. Reygie Lukman
Kasubag TU
Heny Purwita, S.E
Wakasek. Kurikulum
Surya Wedi, S.Kom
Pembimbing BK Kelas XII
Ika Sartika, S.Ap
Kaprog. Animasi
Sofyan Muchlis, S.Kom
Guru Mata Pelajaran
Kaprog. Administrasi Perkantoran
Suhernih, S.Pd
Wakasek. Humas
Eka Dwi Karyati, S.Pd
Wakasek. Sapras
Nurmalia Yunita, S.Pd
Adi Wijaya, S.Kom
Wakasek. Kesiswaan
Toni, S.Pd
Siti Jumiarti, S.Sy
Pembimbing BK Kelas X Lastri Fajriah, S.Pd Pembimbing BK Kelas XI Via Noorlatipah, S.Pd Kaprog. TSM Ja’far Wahid, S.T
berstatus honorer/kontrak. Latar belakang pendidikan guru S1 adalah 48 orang, S2 2 (dua) orang dan SMA 1 (satu) orang.
Jumlah Tenaga Kependidikan di SMK Negeri 3 Kota Tangerang Selatan adalah 9 orang dengan rincian 1 Kepala bagian Tata Usaha dengan 2 staff. Petugas kebersihan (3 orang) dan petugas keamanan (3 orang). Latar belakang pendidikan tenaga kependidikan S1 (3 orang), SMK (2 orang), dan tidak memiliki latar belakang pendidikan (4 orang).
Sekolah SMK Negeri 3 Kota Tangerang Selatan memiliki visi “Menjadi
SMK terunggul di bidang IPTEK dan IMTAK”. Visi tersebut dijabarkan
kedalam 8 item Misi SMK Negeri 3 Kota Tangerang Selatan. Rincian dari Misi akan disajikan dalam lampiran 6. Tujuan sekolah mengarah kepada lulusan yang produktif, mandiri serta mampu mengisi lowongan pekerjaan di Dunia Usaha/Industri (DU/DI) dan membekali peserta didik dengan Ilmu pengetahuan, teknologi dan seni agar mampu mengembangkan diri dikemudian hari baik secara mandiri maupun melalui jenjang pendidikan lebih tinggi. Setiap kompetensi keahlian memiliki visi, misi dan tujuannya masing-masing yang akan disajikan dalam lampiran 7.
B. Kebijakan Manajemen Keuangan
SMK Negeri 3 Kota Tangerang Selatan yang merupakan sekolah Negeri, pola pengelolaan keuangannya adalah sentralisasi. Maka terjadi pengaturan dalam manajemen keuangannya melalui 5 (lima) tahap, yakni:
1. Perencanaan dan Penganggaran
Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS) di SMK Negeri 3 Kota Tangerang Selatan dilakukan secara terpadu, proses penyusunan dilakukan bersama dengan pihak-pihak yang terkait yang mengetahui anggaran sekolah seperti kepala sekolah, komite, bendahara, kasubag TU, wakil kepala sekolah serta kepala program keahlian.
Adapun tahapan dalam penyusunan RKAS adalah sebagai berikut: a. Kepala sekolah menentukan jadwal rapat penyusunan Rencana Kerja
dan Anggaran Sekolah (RKAS).
b. Kepala sekolah menyebarkan undangan rapat melalui sms kepada pihak yang terkait.
c. Setiap unit kerja mendata kebutuhan yang diperlukan pada setiap bagiannya. Seperti : kepala program mendata kebutuhan alat praktek untuk tiap masing-masing program keahlian.
d. Memusyawarahkan seluruh masukan dari setiap pihak dan kemudian dibuatkan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS) untuk 1 (satu) tahun pelajaran.
e. Waktu dalam pembuatan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) adalah 2 (dua) hari di bulan Juni. Rapat dilakukan di akhir semester genap untuk persiapan awal tahun ajaran baru. Dengan rincian sebagai berikut:
Hari pertama : Kepala sekolah menyebarkan undangan rapat penyusunan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS).
Hari kedua : Pelaksanaan rapat yang dihadiri oleh kepala sekolah, bendahara, komite, kasubag TU, wakil kepala sekolah dan kepala program keahlian. Setiap pihak melaporkan kebutuhan pada setiap bagian yang kemudian diadakan musyawarah bersama untuk membuat anggaran sekolah dalam 1 (satu) tahun.1
BOS SMK adalah program pemerintah berupa pemberian dana langsung ke SMK baik Negri maupun Swasta dimana besarnya dana bantuan yang diterima sekolah dihitung berdasarkan jumlah siswa
masing-masing sekolah dikalikan satuan biaya (unit cost) bantuan.2 Satuan biaya (unit cost) program R-BOS SMK sebesar Rp. 60.000/siswa/tahun dan BOS SMK sebesar Rp. 500.000/siswa/tahun. Dana program ini disalurkan dalam 2 (dua) tahap penyaluran. Dana R-BOS SMK adalah untuk periode Januari-Juni 2013, sedangkan dana R-BOS SMK adalah untuk periode Juli-Desember 2013.3
Sesuai dengan Petunjuk Teknis BOS SMK, Peruntukan dana BOS SMK sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 69 Tahun 2009, tentang Standar Biaya Operasi Non Personalia Tahun 2009 untuk SMP/Mts, SMA/MA, SMK, SDLB, SMPLB, dan SMALB, yang meliputi:
1. Pembelian/penggandaan buku teks pelajaran yaitu biaya untuk mengganti buku yang rusak dan menambah referensi buku teks pelajaran.
2. Pembelian alat tulis sekolah yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran yaitu pengadaan alat tulis sekolah yang dibutuhkan untuk pengelolaan sekolah dan proses belajar mengajar.
3. Penggandaan soal dan penyediaan lembar jawaban siswa dalam kegiatan ulangan dan ujian meliputi ulangan harian, ulangan umum dan ujian sekolah.
4. Pembelian peralatan pendidikan, meliputi pembelian peralatan praktikum IPA, praktikum IPS, praktikum bahasa, peralatan komputer, peralatan ringan dan peralatan olahraga dan kesenian. 5. Pembelian bahan habis pakai, meliputi pembelian bahan praktikum
IPA, bahan praktikum IPS, bahan praktikum bahasa, bahan praktikum komputer, bahan praktek kejuruan, dan bahan-bahan olahraga/kesenian, tinta dan toner printer.
6. Penyelenggaraan kegiatan pembinaan siswa/ektrakurikuler, yaitu biaya untuk menyelenggarakan kegiatan pembinaan siswa melalui kegiatan ektrakurikuler seperti : Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), kegiatan pembinaan olimpiade sains, seni dan olahraga. 7. Penyelenggaraan uji kompetensi yaitu biaya untuk penyelenggaraan
ujian kompetensi bagi siswa SMK yang akan lulus.
8. Penyelenggaraan praktek kerja industri yaitu biaya untuk penyelenggaraan praktek kerja industri bagi siswa SMK.
9. Pemeliharaan dan perbaikan ringan sarana dan prasarana yaitu biaya untuk memelihara dan memperbaiki sarana dan prasarana sekolah untuk mempertahankan kualitas sarana dan prasarana agar layak digunakan. Contoh : pengecatan, perbaikan atap bocor, perbaikan pintu dan jendela, perbaikan meubelair, perbaikan lantai, perbaikan kamar mandi, perbaikan papan tulis, dan perawatan fasilitas sekolah lainnya.
2 Petunjuk Teknis Tahun 2013, Bantuan Operasional Siswa (BOS) Sekolah Menengah Kejuruan, h. 2
10. Langganan daya dan jasa lainnya yaitu biaya untuk membayar langganan daya dan jasa yang mendukung kegiatan belajar mengajar seperti : listrik, telefon, air, internet dan lainnya.
11. Kegiatan penerimaan siswa baru yaitu biaya untuk penggandaan formulir pendaftaran dan administrasi pendaftaran. Meliputi biaya fotocopy dan konsumsi panitia penerimaan siswa baru.
12. Penyusunan dan pelaporan yaitu biaya untuk menyusun dan mengirimkan laporan sekolah kepada pihak berwenang. Meliputi biaya fotocopy dan konsumsi penyusun laporan.4
Sedangkan jenis sumber dana lainnya yang dikelola oleh SMK Negeri 3 Kota Tangerang Selatan berasal dari:
a. Pemerintah Pusat, diantaranya:
1) Gaji pendidik yang sudah berstatus Pegawai Negri Sipil (PNS). 2) Bantuan Siswa Miskin Pusat (BSM Pusat), Dana yang diberikan
dari pemerintah pusat untuk membantu siswa miskin untuk meringankan beban siswa dalam menyelesaikan pendidikannya. Dana yang diberikan sebesar Rp. 1.000.000,- diberikan kepada 45 siswa.
b. Pemerintah Daerah, diantaranya:
1) BOS Daerah, yakni Dana Bantuan Operasional Sekolah yang diberikan Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Untuk tahun anggaran 2013 dana BOS Daerah sebesar Rp.610.750.000,-. 2) Bantuan Siswa Miskin Daerah (BSM Daerah) , dana yang
diberikan dari pemerintah kota Tangerang Selatan untuk membantu siswa miskin untuk meringankan beban siswa dalam menyelesaikan pendidikannya. Dana yang diberikan sebesar Rp. 1.000.000,- diberikan kepada 24 siswa.
3) Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk PNS, guru honor, TU dan toolman.
4 Petunjuk Teknis Tahun 2013, Bantuan Operasional Siswa (BOS) Sekolah Menengah Kejuruan, h. 6-7
4) Pembangunan gedung sekolah, yakni dana yang diberikan oleh pemerintah kota Tangerang Selatan untuk penambahan gedung baru 2 lantai untuk ruang kelas.
5) Alat Praktek 3 Program Keahlian, yakni dana yang diberikan untuk membeli alat-alat praktek seperti motor, komputer dan sebagainya.
c. Komite Sekolah dalam hal ini adalah SPP siswa, yakni anggaran yang didapat dari iuran rutin siswa yang dibayarkan setiap bulan sebesar Rp. 200.000,- .5
2. Pelaksanaan dan Pengelolaan
Pengelola Keuangan di SMK Negeri 3 Kota Tangerang Selatan terbagi menjadi 3, yakni pengelola dana bantuan dari pemerintah, pengelola dana komite sekolah, dan pengelola gaji PNS.
1). Pengelola Dana Bantuan dari Pemerintah
Dana bantuan dari pemerintah meliputi Dana R-BOS, BOS SMK, Dana BOS Daerah dan Dana Investasi berupa dana pembangunan gedung atau ruang kelas. Pada realisasinya, dana kegiatan yang sudah tercantum di BOS Daerah maka tidak akan boleh ada di BOS SMK. Prosedur yang harus dilakukan sekolah untuk mendapatkan dana BOS SMK dan BOS Daerah adalah sebagai berikut:
a. Sekolah mengirimkan data siswa ke Dinas Kota Tangerang Selatan dan Direktorat Pembina SMK melalui email.
b. Selanjutnya lembaga penyalur menyalurkan dana BOS langsung ke rekening SMK penerima.
c. Kasubag Tata Usaha sebagai pengelola dana BOS bersama dengan Kepala Sekolah mengambil uang tersebut di Bank BRI.
d. Kasubag Tata Usaha mengalokasikan dana bantuan sesuai dengan aturan yang sudah tertulis didalam Petunjuk Teknis BOS SMK.
e. Kasubag Tata Usaha pula yang membuat laporan realisasi dana BOS SMK.6
2). Pengelola Dana Komite Sekolah
Dana yang diterima oleh bendahara sekolah adalah SPP siswa sebesar Rp.200.000/siswa/bulan. Bendahara dibantu oleh 1 (satu) staff TU untuk mengelola uang SPP siswa. Adapun tugas dari bendahara sekolah adalah:
a. Mencatat seluruh pemasukan SPP siswa setiap harinya.
b. Mencatat pengeluaran sekolah yang menggunakan dana komite tersebut yaitu keperluan operasional sehari-hari sekolah.
c. Menyimpan uang di rekening sekolah di Bank Jawa Barat (BJB). Pengambilan uang untuk keperluan sekolah harus dilakukan oleh bendahara didampingi Kepala Sekolah.
d. Bendahara sekolah berkewajiban membuat laporan bulanan. Pada setiap akhir bulan diserahkan kepada Kepala Sekolah dan Ketua Komite.
e. Menyimpan uang di Bank sekurang-kurangnya harus cukup untuk membayar honor guru non-PNS selama 2 bulan.7
3). Pengelola gaji PNS
Gaji PNS dan kepegawaian PNS di SMK Negeri 3 Kota Tangerang Selatan diurus oleh bendahara dinas. Bendahara dinas akan mendata guru yang sudah berstatus PNS kemudian menyerahkan data tersebut ke Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan. Tugas dari bendahara dinas adalah :
a. Mengurus Gaji dan TPP untuk PNS
6 Hasil wawancara dengan Kasubag Tata Usaha, 05 Februari 2014 7 Hasil wawancara dengan Bendahara Sekolah, 04 Februari 2014
b. Mengurus urusan kepegawaian seperti Daftar Penilaian