BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
D. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Ulakan Tapakis
Berdasarkan hasil penelitian wawancara dan informasi yang di dapatkan di lapangan dari beberapa pedagang dan juru parkir di komplek pemakaman Syekh Burhanuddin adalah sebagai berikut:
Pertama, Ibu Deni Candra Putri, beliau mengatakan bahwa modal yang didapat untuk membuka usaha itu dipinjam dari koperasi. Ibu Deni meminjam sebesar Rp. 4.000.000 dan dibayar per harinya sebesar Rp. 40.000.
Tempat yang digunakan untuk berdagang adalah milik sendiri dan untuk membayar retribusinya beliau membayar pajak yang setiap tahunya dibayar sebesar Rp. 10.000 dan Ibu Deni menggatakan bahwa hari yang paling ramai dikunjungi oleh wisatawan atau peziarah adalah pada musim Basapa. Pada musim Basapa omset yang beliau peroleh mencapai Rp.1.000.000 – Rp.
1.500.000/hari. Dan pada hari biasa beliau hanya mendapatkan omset sebesar Rp.250.000 –Rp. 300.000/hari. Ibu Deni sendiri tidak memakai tenaga kerja atau karyawan. Beliau, hanya dibantu oleh keluarganya yaitu anak dan adiknya. Fasilitas atau bantuan untuk berdagang yang diberikan pemerintah daerah ulakan untuk Ibu Deni berupa steling kaca.34
Kedua, Ibu Fitri yeni, beliau mengatakan modal yang di dapat untuk membuka usaha dipinjam dari koperasi. Ibu Fitri meminjam sebesar Rp.
2.000.000 dan di bayar per harinya sebesar Rp. 20.000. Tempat yang digunakan untuk berdagang adalah milik sendiri dan untuk membayar retribusinya beliau membayar pajak, yang setiap tahunya dibayar sebesar Rp.
10.000. Ibu Fitri mengatakan bahwa hari yang paling ramai dikunjungi oleh wisatawan atau peziarah adalah pada musim Basapa. Pada musim Basapa omset yang beliau peroleh mencapai Rp. 1.500.000 – Rp. 2.000.000/hari. Dan pada hari biasa beliau hanya mendapatkan Rp. 300.000/hari. Ibu Fitri sendiri tidak memakai tenaga kerja atau karyawan. Beliau, hanya dibantu oleh anak dan keluarga terdekatnya. Fasilitas atau bantuan yang diberikan pemerintah
34Wawancara dengan Ibu Deni Candra Putri, 24 Juli 2018
ulakan untuk Ibu Fitri Yeni yaitu berupa steling kaca dan wajan pengorengan.35
Ketiga, Ibu Sari Kayo, beliau mengatakan bahwa modal untuk usaha dalam berdagang dipinjam dari koperasi. Ibu Sari Kayo meminjam kepada koperasi sebesar Rp. 4.000.0000 dan di bayar per harinya sebesar Rp. 40.000.
Tempat yang digunakan untuk berdagang adalah milik pemerintah daerah ulakan. Jadi, Ibu Sari Kayo hanya membayar uang iuran retribusinya kepada pemerintah daerah ulakan yaitu sebesar Rp. 500.000/tahunnya. Ibu Sari Kayo mengatakan bahwa hari yang paling ramai dikunjungi oleh wisatawan atau peziarah adalah pada musim Basapa. Pada musim Basapa omset yang diperoleh ibu Sari Kayo adalah sebesar Rp. 1.500.000 – Rp. 2.000.000/hari dan pada hari biasa beliau hanya mendapat omset sebesar Rp. 300.000. Pada musim Basapa Ibu Sari Kayo memakai tenaga kerja sebanyak 2 orang pekerja dengan gaji 50.000/orang. Fasilitas atau sarana dan prasarana yang diberikan oleh pemerintah daerah ulakan untuk Ibu Sari Kayo yaitu berupa steling kaca dan wajan pengorengan serta kios untuk berjualan.36
Ke empat, Ibu uncu Ijun, jenis usaha menjual souvenir oleh-oleh khas ulakan. Beliau, mengatakan modal untuk usaha dalam berdagang dipinjam dari Bank beliau meminjam sebesar Rp. 10.000.000 dan dibayar per bulanya sebesar Rp. 500.000. Tempat yang digunakan untuk berdagang adalah milik
35Wawancara dengan Ibu Fitri Yeni, 24 Juli 2018
36Wawancara dengan Ibu Sari Kayo, 24 Juli 2018
pemerintah daerah ulakan. Jadi, Ibu Ijun hanya membayar uang iuran kepada pemerintah daerah ulakan yaitu sebesar Rp. 500.000/tahunya. Menurut Ibu Ijun hari yang paling ramai dikunjungi oleh wisatawan atau peziarah adalah pada musim Basapa. Pada musim Basapa omset yang diperoleh Ibu Ijun adalah sebesar Rp. 8.000.000 selama musim basapa. Basapa sendiri berlangsung dalam kurun waktu 1 minggu. Dan pada hari biasa beliau hanya mendapatkan omset sebesar Rp. 100.000 – Rp. 200.000/hari. Ibu Ijun sendiri tidak memakai jasa tenaga kerja beliau hanya dibantu oleh anaknya. Fasilitas yang diberikan dari pemerintah daerah untuk Ibu Ijun berupa meja pajangan untuk souvenir serta kios untuk berjualan.37
Kelima, Ibu Tina, jenis usaha adalah pedagang souvenir. Beliau mengatakan bahwa modal yang digunakan untuk usaha di dapat dari meminjam ke Bank beliau meminjam sebesar Rp. 6.000.000 dan dibayar per bulanya sebesar Rp. 300.000. Tempat yang digunakan untuk berdagang adalah milik pemerintah ulakan tapakis. Jadi, Ibu Tina hanya membayar iuran kepada pemerintah daerah ulakan yaitu sebesar Rp. 500.000/tahunnya. Ibu Tina mengatakan bahwa hari yang paling ramai dikunjungi adalah hari minggu dan hari Basapa. Pada musim basapa omset yang di dapat adalah sebesar Rp. 5.000.000 sedangkan pada hari biasa Ibu Tina hanya memperoleh omset sebesar Rp. 100.000 – Rp. 200.000/hari. Ibu Tina tidak memakai tenaga kerja beliau hanya dibantu oleh keluarganya. Fasilitas yang di berikan
37Wawancara dengan Ibu Uncu Ijun, 25 Juli 2018
oleh pemerintah daerah ulakan untuk Ibu Tina yaitu meja untuk pajangan souvenir serta kios untuk berjualan.38
Selanjutnya, Bapak Rasid, beliau mengatakan bahwa beliau sudah bekerja menjadi tukang parkir di komplek pemakaman Syekh Burhanuddin ini selama 6 tahun yang lalu. Penghasilan yang beliau dapat sehari-harinya berkisar sebesar Rp. 100.000 – Rp. 150.000/hari dengan biaya parkir 1 motor sebesar Rp. 3000 dan mobil Rp. 5000. Pak rasid mengatakan bahwa hari yang paling ramai dikunjungi oleh wisatawan atau peziarah adalah pada hari sabtu,minggu dan pada saat basapa. Pada saat basapa beliau mendapatkan uang dari parkiran sebesar Rp. 900.000 – Rp. 1.000.000/hari. Pak rasid hanya membayar uang retribusi kepada pemerintah daerah ulakan tapakis sebesar Rp. 300.000/bulannya.39
Penerimaan retribusi untuk Nagari Ulakan dari wisata ziarah makam Syekh Burhanuddin ini hanya dari pembayaran retribusi sewa dari pedagang serta juru parkir, yang dibayarkan setiap tahunnya oleh pedagang untuk nagari sebesar Rp.500.000/tahun sedangkan untuk iuran sewa pengurus parkiran sebesar Rp. 300.000/bulannya. Wali Nagari Ulakan menyebutkan bahwa pemasukan keuangan untuk nagari yang paling banyak di dapat pada musim Basapa. Karena pada musim itu pengunjung yang datang mencapai 5000 orang.
38Wawancara dengan Ibu Tina, 25 Juli 2018
39Wawancara dengan Bapak Rasid 25 Juli 2018
Dari informasi yang penulis dapatkan dari lima orang pedagang dan 1 orang juru parkir rata-rata pedagang menggunakan modal usaha dari Koperasi dan Bank. Yang melakukan peminjaman ke Koperasi sebesar Rp. 2.000.000 – Rp. 4.000.000 dengan cicilan sebesar Rp. 20.000 – Rp. 40.000/harinya.
Sedangkan yang meminjam ke Bank sebesar Rp. 5.000.000 – Rp. 10.000.000 dengan cicilan sebesar Rp. 250.000 – Rp. 500.000/bulanya. Pengahasilan rata-rata yang pedagang dapatkan perharinya sebesar Rp. 200.000 – Rp.
300.000/harinya x 30 hari, maka pedagang akan memiliki penghasilan sebesar Rp. 6.000.000 – Rp. 9.000.000/bulannya. Sedangkan penghasilan rata-rata yang di dapatkan oleh juru parkir yaitu sebesar Rp. 100.000 – Rp.
150.000/harinya x 30 hari, maka juru parkir tersebut akan memiliki pengahsilan sebesar Rp. 3.000.000 – Rp. 5.000.000/bulanya. Dan dikurangi dengan retribusi sebesar Rp. 300.000/bulanya jadi penghasilan yang didapat adalah sebesar Rp. 2.700.000 – Rp.4.700.000/ bulanya.
E. Kontribusi Wisata Ziarah Komplek Pemakaman Syekh Burhanuddin Terhadap Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Ulakan Tapakis Kabupaten Padang Pariaman
Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan, konstribusi wisata ziarah komplek pemakaman syekh burhanuddin sangat membantu dalam kehidupan ekonomi masyarakat Desa Ulakan khususnya bagi pedagang disekitar makam. Dengan adanya wisata ziarah ini, dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar yaitu adanya peluang usaha ekonomi masyarakat Desa
Ulakan. Seperti, membuka usaha kecil makanan khas daerah, membuka warung makan serta menjadi juru parkir. Perubahan mata pencaharian dari penganguran menuju penduduk yang bermatapencaharian, yang dulunya penganguran kini masyarakat dapat membuka usaha untuk menambah kehidupan ekonomi sehari-hari keluarganya. Pemerintah daerah juga menyediakan kios-kios usaha untuk masyarakat, dengan begitu masyarakat yang belum memiliki usaha atau kios kini dapat membuka usaha dengan adanya fasilitas dari Pemerintah Daerah. Adanya pemanfaatan lahan parkir oleh masyarakat setempat yang belum memiliki pekerjaan.
Berdasarkan Teori Pemberdayaan, Pemberdayaan adalah suatu perwujudan peningkatan harkat dan martabat lapisan masyarakat untuk melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. Sedangkan pemberdayaan menurut beberapa ahli seperti Adimihardja yaitu suatu proses yang tidak saja hanya mengembangkan potensi ekonomi masyarakat yang sedang tidak berdaya, namun demikian juga harus berupaya dapat meningkatkan harkat dan martabat, rasa percaya diri, serta terpeliharanya tatanan nilai budaya setempat.40
Dan adanya sarana dan prasarana yang diberikan pemerintah daerah ulakan kepada para pedagang disekitar Makam Syekh Burhanuddin seperti pemberian bantuan sarana untuk berjualan serta penyediaan kios-kios.
40Sunaryo Bambang, Kebijakan Pembangunan Destinasi Pariwisata Konsep dan Aplikasinya di Indonesia, Yogyakarta: Gava Media, 2013, Hal.215-221
Dilihat dari Teori Sarana dan Prasarana Pariwisata. Sarana adalah perusahaan-perusahaan yang memberikan pelayanan kepada wisatawan, baik secara langsung ataupun tidak langsung dan hidup serta kehidupanya banyak bergantung pada kedatangan wisatawan. Sedangkan Prasarana adalah semua fasilitas yang dapat memungkinkan proses perekonomian berjalan dengan lancar sedemikian rupa, sehingga dapat memudahkan manusia untuk dapat memenuhi kebutuhanya.
Sarana pokok kepariwisataan menurut Nyoman S. Pendit disebut dengan istilah “perusahaan utama yang langsung” yaitu perusahaan yang termasuk “objek sentra”.
Perusahaan yang termasuk objek sentra adalah sebagai berikut:
1. Perusahaan Akomodasi: termasuk hotel, pemginapan, motel, pension, losmen, peristirahatan, tempat berlibur, asrama pemondokan, bungalow, kamar sewaan, perkemahan, dan lain-lain.
2. Tempat peristirahatan khusus bagi pengunjung yang sakit.
3. Perusahaan manufaktur, seperti perusahaan kerajinan tangan atau barang-barang kesenian (terkenal dengan souvenir), kartu pos bergambar untuk wisatawan, penerbitan buku-buku petunjuk kepariwisataan dan lain sebagainya.
4. Lembaga dan institute yang khususuntuk promosi pariwisata, atau perkumpulan yang mengatur perbaikan dan kebersihan obyek-obyek yang dikunjungi oleh wisatawan-wisatawan dalam luar negeri.
5. Badan-badan atau usaha-usaha yang khusus menyajikan hiburan-hiburan atau menyediakan pemandu (guides) penterjemah atau lain sebagainya.
6. Toko-toko yang menjual barang-barang souvenir atau benda-benda lain khusus untuk wisatawan.
7. Perusahaan pengangkutan pariwisata: pengangkutan udara, laut, ataupun pengangkutan kereta api dan bus yang teratur menurut jaringan-jaringan yang telah ditentukan bagi pengangkutan umum tidak termasuk dalam kategori perusahaan pengangkutan pariwisata.41
41Yoeti, Oka. A, Pengantar Ilmu Pariwisata, Bandung: Angkasa ,1982, Hal.200-201
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada pedagang dan masyarakat disekitar Komplek Pemakaman Syekh Burhanuddin Desa Ulakan Tapakis. Maka dapat disimpulkan:
Keberadaan Makam Syekh Burhanuddin membawa kontribusi yang cukup luas pada kawasan sekitarnya, baik berupa berkembangnya aktifitas ekonomi, serta perkembangan pemukiman dan lain sebagainya. Kemajuan ekonomi masyarakat disekitar makam sangat terlihat jelas. Dilihat dari pendapatan masyarakat dan para pedagang lainnya mereka mendapatkan penghasilan rata-rata sebesar Rp. 200.000 – Rp. 300.000/harinya x 30 hari, maka total penghasilan yang didapat adalah sebesar Rp. 6.000.000 – Rp.
9.000.000/bulanya.
Pemberdayaan ekonomi masyarakat suatu daerah sangat penting, khususnya di Desa Ulakan. Banyaknya peziarah di komplek pemakaman Syekh Burhanuddin, mampu merubah kehidupan ekonomi khususnya masyarakat Desa Ulakan sendiri menjadi lebih baik. Dengan adanya wisata ziarah ini, dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar yaitu adanya peluang usaha ekonomi masyarakat Desa Ulakan. Seperti membuka usaha kecil makanan khas daerah, serta membuka warung makan. Perubahan mata
pencaharian dari penganguran menuju penduduk yang bermata pencaharian.
Serta adanya pemanfaatan lahan parkir oleh masyarakat setempat yang belum memiliki pekerjaan.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis menyimpulkan bahwa kontribusi wisata ziarah komplek pemakaman syekh burhanuddin terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat desa ulakan dapat dikatakan sangat berkontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat desa ulakan tapakis.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas mengenai kontribusi wisata ziarah komplek pemakaman syekh burhanudsdin terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat desa ulakan tapakis kabupaten padang pariaman, maka dapat di kemukakan saran-saran sebagai berikut:
Pertama, Diharapkan Pemerintah Daerah perlu menambah sarana dan prasarana seperti membangun kembali kios-kios usaha, karena masih banyak penjual yang masih belum memiliki kios usaha seperti pedagang asongan dan masih banyak yang membuka kaki lima yang belum memiliki perizinan. Serta lebih merata dalam pemberian bantuan atau fasilitas untuk para pedagang.
Selanjutnya penulis mengharapkan, dengan studi yang dilakukan peneliti masih ada keterbatasan maka diharapkan peneliti ini bisa dilanjutkan dengan peneliti yang lain dengan objek atau sudut pandang yang berbeda, sehingga dapat menambah pengetahuan keilmuan terkait Ekonomi Islam.
Al-Qur’an dan Terjemahannya (Madinah Munawaroh: Khadim al Haramain asy Syarifain al Malik Fadh li thiba’at al Mush-haf, 1413H), 631.
Bambang Sunaryo. Kebijakan pembangunan Destinasi Pariwisata Konsep dan Aplikasinya di Indonesia. Yogyakarta: Gava Media, 2013
Edi Suharto, Membangun Masyarakat Membangun Rakyat, Jakarta: Rineka Cipta 2009
Emzir, Metode Penelitian Kualitatif: Analisis Data. Jakarta: Rajawali Pers,2011 Gunawan Iham, Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktek. Jakarta:
PT.Bumi Aksara, 2015
Hasan Mahqrobhi, http:/mahqrobhi,blogspot.com/2013/01/skripsi.html?m=1.
Diakses 13 Januari 2017
I Gde Pitana,dkk.pengantar ilmu pariwisata.Bandung: Angkasa,1996
J Setiadi Nugroho, Prilaku Konsumen Konsep dan Implikasi untuk Strategi dan Penelitian Pemasaran, Jakarta: Kencana, 2003
Kamus Besar Bahasa Indonesia,(Jakarta : Balai Pustaka,1982)
Leksy J Melerong. Metodologi penelitian Kualitatif. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya, 1995
M. Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial, Jakarta: Kencana, 2007
M.Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah. Jakarta: Lentara Hati, 2002 Oka A Yoeti. pengantar ilmu pariwisata. Jakarta: Bumi Aksara.1996 Oka A Yoeti. Pengantar Ilmu Pariwisata, Bandung: Angkasa 1982
Purwadi,dkk. Jejak Para wali dan Ziarah Spiritual. Jakarta: Kompas. 2006 Qutb Sayyid. Terjemah Tafsir Fi Zhilalil Qur’an. Jakarta: Gema Insani.2004 Raharjo Adisasmita, Manajemen Pemerintah Daerah, (Yogyakarta: Graha Ilmu,
2011
Soebagyo,” Strategi Pengembangan Pariwisata Di Indonesia,” Jurnal Liquidity Fakultas Ekonomi Pancasila
Suwantoro Gamal, Dasar-Dasar Pariwisata, Yogyakarta: Andi 2004
Teguh Muhammad, Metodologi Penelitian Ekonomi, Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada, 1999
Tohir Bawazir, Panduan Praktis Wisata Syariah, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar,2013
Wisata Kota Pariaman, Badan Pusat Pembangunan Daerah Kabupaten Padang Pariaman
Yusuf A.Muri, Metode Penelitian : Kualitatif, Kualitatif dan Penelitian Gabungan. Jakarta: Kencana, 2014
Nama : Hari/Tanggal :
Alamat :
Dengan ini menerangkan bahwa, Pipi Mustika Wati, Nim 3214.119 Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi memang benar telah melakukan wawancara dengan saya untuk keperluan skripsi yang berjudul “Kontribusi Wisata Ziarah Komplek Pemakaman Syekh Burhanuddin Terhadap Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Ulakan Tapakis Kabupaten Padang Pariaman”.
Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya, untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Ulakan, Juli 2018 Informan
DESA ULAKAN TAPAKIS KABUPATEN PADANG PARIAMAN
NAMA :
ALAMAT :
UMUR :
1. Tahukah Bapak/Ibu apa itu wisata ziarah ?
2. Menurut Bapak/Ibu apa tujuan dibukanya wisata ziarah tersebut ? 3. Apakah tanah tempat Bapak/Ibu berjualan disini milik pribadi atau milik
pemerintah daerah ulakan ?
4. Apa saja sarana dan prasarana yang diberikan pemerintah daerah ulakan kepada Bapak/Ibu ?
5. Adakah hotel/penginapan yang disediakan untuk pengunjung ? 6. Dalam bentuk apa saja wisata ziarah tersebut ?
7. Berapa jumlah pengunjung setiap harinya ?
8. Pada hari apa saja wisata ziarah ini ramai dikunjungi ?
9. Berapa rata-rata pengeluaran pengunjung untuk berbelanja di toko Bapak/Ibu ? 10. Adakah Bapak/Ibu memakai tenaga kerja ?
11. Jika ada apakah rutin setiap harinya atau tidak ?
12. Apakah tempat Bapak /Ibu berjualan ini ada izin dari pemerintah atau tidak ?
15. Sudah berapa lama Bapak menjadi juru parkir di komplek pemakaman syekh burhanuddin ini ?
16. Berapa bayaran sewa parkir kepada para pengunjung ? 17. Berapa pengahasilan yang Bapak dapatkan dalam seharinya ? 18. Kepada siapa Bapak membayar uang retribusi parkiran ini ?
Nama : PIPI MUSTIKA WATI
Nim : 3214.119
Tempat/Tgl.Lahir : Padang Bukit/ 20 April 1996
Alamat : Korong Padang Bukit, Kabupaten Padang Pariaman
Orang Tua
Ayah : Hayani
Ibu : Nurmani
Saudara : Okta Ferdian, Popi Fransisko, Yosi Febrianti, Katrun Nada Hafifah Alamat : Korong Padang Bukit, Kabupaten Padang Pariaman
Riwayat Pendidikan
1. 2002 - 2008 SDN Negeri 08 Padang Bukit 2. 2008 - 2011 SMP Negeri 02 Enam Lingkung 3. 2011 - 2014 SMA Negeri 1 Enam Lingkung
4. 2014 - 2018 Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi
Motto Hidup
BARANG SIAPA YANG MENEMPUH SUATU JALAN UNTUK MENUNTUT ILMU, MAKA ALLAH MEMUDAHKAN JALAN BAGINYA KE SURGA