BAB III METODE PENELITIAN
3.9 Teknik Analisis Data
3.9.3 Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis Regresi Linear Berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel yang diteliti, baik secara parsial maupun secara simultan.Variabel independen mana yang paling kuat pengaruhnya (DPK, CAR, ROA, dan FDR) terhadap Pembiayaan Akad Mudharabah dan variabel mana yang mempunyai pengaruh sangat signifikan secara parsial.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Data Penelitian
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik yang menggunakan persamaan regresi linier berganda.
Analisis data dimulai dengan mengolah data dengan menggunakan microsoft excel, selanjutnya dilakukan pengujian asumsi klasik dan pengujian menggunakan regresi linier berganda. Pengujian asumsi klasik dan regresi linier berganda digunakan dengan menggunakan software SPSS versi 23.
Prosedur dimulai dengan memasukkan variabel-variabel penelitian ke program SPSS tersebut dan menghasilkan output sesuai dengan metode analisis data yang telah ditentukan.
4.2 Analisis Statistik Deskriptif
Analisi Statistik deskriptif adalah bagian dari statatistik yang digunakan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan mengenai nilai minimum, nilai maksimum, nilai rata-rata (mean), median dan standar deviasi data yang digunakan dalam penelitian. Variabel-variabel penelitian Dana Pihak Ketiga (X1), Capital Adequacy Ratio (X2), Return on Assets (X3) , Financing to Deposit Ratio (X4) dan Pembiayaan Mudharabah (Y) dimasukkan ke program SPSS dan menghasilkan output-output sesuai dengan metode analisis data yang telah ditentukan.
Tabel 4.1 Statistik Deskritif dari Dana Pihak Ketiga (X1), Capital Adequacy Ratio (X2), Return on Assets (X3) , Financing to Deposit Ratio (X4)
dan Pembiayaan Mudharabah (Y).
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
Pembiayaan Mudharabah 32 1.146.881.473 4.161.500.769.523 971.084.262.406,09 1.200.697.745.826,005 DPK 32 1.261.800.000.000 59.821.000.000.000 17.494.936.167.239,3 18.502.112.244.145,566
CAR 32 11,03 81,60 19,2141 12,82256
ROA 32 ,0101 3,81 1,060 ,913
FDR 32 32,745 215,372 99,49188 34,656852
Valid N (listwise) 32
Berdasarkan Tabel 4.1 diketahui :
1. Nilai Pembiayaan Mudharabah (Y) minimum adalah 1.146.881.473 dan Pembiayaan Mudharabah maksimum 4.161.500.769.523. Sementara rata-rata dan standar deviasi dari Pembiayaan Mudharabah adalah 971.084.262.406,09 dan 1.200.697.745.826,005.
2. Nilai Dana Pihak Ketiga (X1) minimum adalah 1.261.800.000.000 dan Dana Pihak Ketiga maksimum 59.821.000.000.000. Sementara rata-rata dan standar deviasi dari Dana Pihak Ketiga adalah 17.494.936.167.239,3 dan 18.502.112.244.145,566.
3. Nilai Capital Adequacy Ratio (X2) minimum adalah 11,03 dan Capital Adequacy Ratio maksimum 81,60. Sementara rata-rata dan standar deviasi dari Capital Adequacy Ratio adalah 19,2141 dan 12,82256.
4. Nilai Return On Assets (X3) minimum adalah 0,101 dan Return On Assets maksimum 3,81. Sementara rata-rata dan standar deviasi dari Return On Assets adalah 1,060 dan 0,913.
5. Nilai Financing to Deposit Ratio (Y) minimum adalah 32,74 dan Financing to Deposit Ratio maksimum 215,372. Sementara rata-rata dan standar deviasi dari Financing to Deposit Ratio adalah 99,49 dan 34,65.
4.3 Uji Asumsi Klasik
4.3.1 Uji Asumsi Normalitas
Uji Normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah variabel terikat dan variabel bebas terdistribusi secara normal. Jika data instrument penelitian terdistribusi secara normal maka telah memenuhi model regresi yang baik. Untuk menguji normalitas data penelitian ini menggunakan Normal Probability Plot yang membandingkan data distribusi kumulatif dari data sesungguhnya dengan distribusi kumulatif dari data distribusi normal. Grafik Normal Probability Plot yang berdistribusi normal menunjukkan pola atau titik – titik menyebar disekitar garis diagonal atau mengikuti garis diagonal.
Gambar 4.1
Grafik Normal P-P Plot Gambar 4.2
Histogram Normal P-P Plot 4.3.2 Uji Multikolinearitas
Suatu model regresi yang baik selain data terdistribusi secara normal juga tidak mengalami Multikolinearitas. Multikolinearitas merupakan korelasi antara
satu variabel bebas dengan variabel bebas lainnya. Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas di dalam regresi dapat dilihat dari nilai tolerance dan nilai Variance Inflasing Factor (VIF). Kedua ukuran ini menunjukkan setiap variabel bebas manakah yang dijelaskan oleh variabel bebas lainnya. Tolerance mengukur variabilitas bebas yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel bebas lainnya. Model regresi yang bebas multikolinearitas adalah yang mempunyai VIF <10 dan nilai tolerance > 0,1. Tabel berikut menyajikan hasil uji multikolinearitas.
Tabel 4.2 Uji Multikolinearitas
Coefficientsa
Model
Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant)
DPK ,625 1,601
CAR ,707 1,415
ROA ,680 1,471
FDR ,720 1,388
a. Dependent Variable: Pembiayaan Mudharabah
Berdasarkan tabel 4.2 dapat dilihat bahwa nilai VIF setiap variabel dibawah 10. dan nilai tolerance setiap variabel lebih besar dari 0,1 sehingga tidak terdapat hubungan atau korelasi antara satu variabel bebas dengan variabel bebas lainnya. Dari tabel diatas dapat dinyatakan bahwa data penelitian tidak mengalami multikolinearitas sehingga model regresi yang ada layak dipakai dalam memprediksi profitabilitas
4.3.3 Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi dalam penelitian ini digunakan uji Durbin-Watson.
Berikut hasil berdasarkan uji Durbin-Watson.
Tabel 4.3 Uji Autokorelasi dengan Uji Durbin-Watson
Model Durbin-Watson
1 2,146
Nilai statistik dari uji Durbin-Watson yang lebih kecil dari 1 atau lebih besar dari 3 diindikasi terjadi autokorelasi. Field (2009:220-221) menyatakan sebagai berikut.
The size of the Durbin-Watson statistic depends upon the number of predictors in the model and the number of observations. For accuracy, you should look up the exact acceptable values in Durbin and Watson's (1951) original paper. As very conservative rule of thumb, values less then 1 or greater than 3 are definitely cause for concern; however, values closer to 2 may stil be problematic depending on your sample and model.
(Ukuran stastik Durbin-Watson tergantung pada jumlah predictor dalam model dan jumlah pengamatan. Untuk akurasi, anda harus mencari nilai-nilai yang dapat di terima tepat di Durbin-Watson (1951) dan kertas asli Watson.Sebagai aturan yang sangat konservatif praktis, nilai kurang dari 1 atau lebih besar dari 3 pasti memperhatinkan
; namun, nilai lebih dekat dengan 2 masih mungkin bermasalah namun tergantung pada sampel dan model anda.) Berdasarkan Tabel 4.3 nilai dari statistik Durbin-Watson adalah 1,297. Perhatikan bahwa karena nilai statistik Durbin-Watson terletak di antara 1 dan 3, yakni 1 < 2,146 < 3, maka asumsi non-autokorelasi terpenuhi. Dengan kata lain, tidak terjadi gejala autokorelasi yang tinggi pada residual.
4.3.4 Uji Heteroskedastisitas
Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatter plot antara SRESID pada sumbu Y, dan ZPRED pada sumbu X. (Ghozali, 2013).
Ghozali (2013) menyatakan dasar analisis adalah jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
Gambar 4.3 Uji Heteroskedastisitas
Perhatikan bahwa berdasarkan Gambar 4.3, tidak terdapat pola yang begitu jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
4.4 Analisis Regresi Linier Berganda
Penelitian ini dianalisis dengan model regresi linear berganda untuk melihat seberapa besar pengaruh Dana Pihak Ketiga (X1), Capital Adequacy Ratio (X2), Return on Assets (X3) , Financing to Deposit Ratio (X4) terhadap Pembiayaan Mudharabah (Y) dengan model dasar sebagai berikut:
Y = a + b1X1 + b2 X2 b3 X3 + b4 X4 + e Dimana:
Y = Profitabilitas X1 = Dana Pihak Ketiga X2 = Capital Adequacy Ratio X3 = Return On Assets
X4 = Financing to Deposit Ratio a = Konstanta
b = Koefisien regresi
e = Standard Error
Tabel 4.4 Analisis Regresi Linier Berganda
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant)
-4,471 6,437 -,695 ,493
DPK ,006 ,012 ,088 ,481 ,634
CAR -7,527 1,614 -,080 -,466 ,645
ROA -2,54 2,3100 -,193 -1,100 ,281
FDR 1,740 5,914 ,503 2,943 ,001
a. Dependent Variable: Pembiayaan Mudharabah
Berdasarkan Tabel 4.4, diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut:
Y = -4,471 + 0,006X1 – 7,527 X2-2,54X3 +1,740 X4 + e
1. Dana Pihak Ketiga (X1) menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,006 dengan tingkat signifikansi 0,634 lebih besar dari 0,05 (5%) artinya dapat disimpulkan
bahwa variabel ini memiliki pengaruh koefisien negatif dan tidak berpengaruh signifikan terhadap Pembiayaan Mudharabah.
2. Capital Adequacy Ratio (X2) menunjukkan nilai koefisien sebesar -7,527dengan tingkat signifikansi 0,645 lebih besar dari 0,05 (5%) artinya dapat disimpulkan bahwa variabel ini memiliki pengaruh koefisien negatif dan tidak berpengaruh signifikan terhadap Pembiayaan Mudharabah.
3. Return On Assets (X3) menunjukkan nilai koefisien sebesar -2,54 dengan tingkat signifikansi 0,281 lebih besar dari 0,05 (5%) artinya dapat disimpulkan bahwa variabel ini memiliki pengaruh koefisien negatif dan tidak berpengaruh signifikan terhadap Pembiayaan Mudharabah.
4. Financing to Deposit Ratio (X4) menunjukkan nilai koefisien sebesar 1,740 dengan tingkat signifikansi 0,01 lebih kecil dari 0,05 (5%) artinya dapat disimpulkan bahwa variabel ini memiliki pengaruh koefisien positif dan berpengaruh signifikan terhadap Pembiayaan Mudharabah.
4.5 Pengujian Hipotesis
4.5.1 Pengujian Koefisien Regresi Parsial (Uji t)
Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh masing – masing variabel independen yaitu Motivasi, pengalaman kerja, kepemimpinan dan kepuasan kerja terhadap variabel dependen yaitu Profibilitas. Uji t dilakukan dengan membandingkan antara t hitung dengan t tabel dengan tingkat signifikasi 5%.
Kriteria pengujian yang digunakan adalah
1. jika t hitung > t tabel (n-k-1) maka Ho ditolak dan 2. jika t hitung < t tabel (n-k-1) maka Ho diterima.
Nilai t tabel dengan df = n – k – 1 = 32-4-1= 27 maka nilai t tabel diperoleh sebesar 1,70
Selain itu uji t tersebut dapat pula dilihat dari besarnya probabilitas value (p value) dibandingkan dengan 0,05 (Taraf signifikansi α = 5%). Adapun Kriteria pengujian yang digunakan adalah Jika p value < 0,05 maka Ho ditolak dan jika p value > 0,05 maka Ho diterima. Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa koefisien regresi, nilai t dan signifikansi secara parsial adalah sebagai berikut:
Tabel 4.5 Pengujian Koefisien Regresi Parsial (Uji t)
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) -4,471 6,437 -,695 ,493
DPK ,006 ,012 ,088 ,481 ,634
CAR -7,527 1,614 -,080 -,466 ,645
ROA -2,54 2,3100 -,193 -1,1 ,281
FDR 1,740 5,914 ,503 2,943 ,001
Berdasarkan hasil pengujian parsial (uji t) dari tabel 4.5 dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Nilai thitung variable Dana Pihak Ketiga diperoleh sebesar 0,481 < 1,70 dengan tingkat sigifikansi 0,634 > 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa Dana Pihak Ketiga tidak berpengaruh terhadap Pembiayaan Mudharabah dan tidak signifikan Maka dari hasil penelitian diatas Ho diterima.
2. Nilai thitung variable Capital Adequacy Ratio diperoleh sebesar -0,466< 1,70 dengan tingkat sigifikansi 0,645>0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa Capital Adequacy Ratio tidak berpengaruh terhadap Pembiayaan Mudharabah dan tidak signifikan Maka dari hasil penelitian diatas Ho diterima.
3. Nilai thitung variable Return On Assets diperoleh sebesar -1,1 < 1,70 dengan tingkat sigifikansi 0,281>0,05sehingga dapat dinyatakan bahwa Return On Assets tidak berpengaruh terhadap Pembiayaan Mudharabah dan tidak signifikan Maka dari hasil penelitian diatas Ho diterima.
4. Nilai thitung variable Financing to Deposit Ratio diperoleh sebesar 2,943 > 1,70 dengan tingkat sigifikansi 0,001 < 0,05sehingga sehingga dapat dinyatakan bahwa Financing to Deposit Ratio berpengaruh terhadap Pembiayaan Mudharabah dan signifikan Maka dari hasil penelitian diatas Ho ditolak.
4.5.2 Uji Signifikansi Pengaruh Simultan (Uji 𝑭)
Uji F ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh secara bersama-sama (simultan) variable-variabel independen (bebas) terhadap variable dependen (terikat).
Kriteria pengujian yang digunakan adalah :
1. Jika F hitung > F tabel (n-k-1) maka Ho ditolak maka secara statistik data yang digunakan membuktikan bahwa semua variabel independen berpengaruh terhadap nilai variabel (Y).
2. Jika F hitung < F tabel (n-k-1) maka Ho diterima maka secara statistik data yang digunakan membuktikan bahwa semua variabel independen tidak berpengaruh terhadap nilai variabel (Y).
Untuk melihat variabel independen berpengaruh secara signifikan dapat dilihat dengan signifikansi setiap variabel independen dengan taraf signifikansi 5 % atau 0,05.
1. Jika signifikansi > 0,05 maka pengaruh variabel independen tidak signifikan dan
2. jika signifikansi < 0,05 maka pengaruh variabel independen signifikan.
Dari hasil penelitian didapatkan bahwa nilai F dan signifikansi secara simultan adalah sebagai berikut:
Tabel 4.6 Uji Pengaruh Simultan dengan Uji 𝑭
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression
1,935 4 4,8383 5,156 ,003b
Residual 2,5338 27 9,384
Total 4,4691 31
a. Dependent Variable: Pembiayaan Mudharabah b. Predictors: (Constant), FDR, CAR, ROA, DPK
Dengan menggunakan tingkat keyakinan 95% dan tingkat segnifikan 0,05, df 1= jumlah variable – 1 = 4 -1 = 3 dan df 2 (n-k-1) atau 32-4-1 = 27, hasil diperoleh untuk Ftabel sebesar 2,96.
Pada tabel 4.6 nilai F hitung > F tabel (5,156 > 2,96) maka Ho ditolak artinya Dana Pihak Ketiga, Capital Adequacy Ratio , Return on Assets dan Financing to Deposit Ratio secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Pembiayaan Mudharabah dengan tingkat signifikansi sebesar 0,03 < 0,05.
4.5.3 Analisis Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi (𝑅2) merupakan suatu nilai (nilai proporsi) yang mengukur seberapa besar kemampuan variabel-variabel bebas yang digunakan dalam persamaan regresi, dalam menerangkan variasi variabel tak bebas.
Tabel 4.7 Koefisien Determinas
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 ,658a ,433 ,349 9,687
a. Predictors: (Constant), FDR, CAR, ROA, DPK, Dependent Variable: Pembiayaan Mudharabah
Berdasarkan Tabel 4.7 nilai koefisien determinasi 𝑅2 terletak pada kolom Adjusted R-Square. Diketahui nilai koefisien determinasi sebesar 𝑅2= 0,349. Nilai tersebut berarti seluruh variabel bebas, yakni Dana Pihak Ketiga, Capital Adequacy Ratio , Return on Assets dan Financing to Deposit Ratio secara simultan mempengaruhi variabel Pembiayaan Mudharabah sebesar 34,9%, sisanya sebesar 65,1%
dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.
4.6 Pembahasan Hasil Penelitian
4.6.1 Dana Pihak Ketiga Terhadap Pembiayaan Mudharabah
Dari hasil pengujian secara parsial, variabel Dana Pihak Ketiga menunjukkan hasil bahwa nilai thitung 0,481 < 1,70 dengan tingkat sigifikansi 0,634 > 0,05 dinyatakan bahwa Dana Pihak Ketiga tidak berpengaruh terhadap Pembiayaan Mudharabah dan tidak signifikan.
Hasil penelitian ini bertolak belakang dengan hasil penelitian Badruzaman (2009) dimana menunjukkan Dana pihak ketiga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Pembiayaan Mudharabah.
4.6.2 Capital Adequacy Ratio Terhadap Pembiayaan Mudharabah
Dari hasil pengujian secara parsial, variabel Capital Adequacy Ratio menunjukkan hasil bahwa nilai thitung -0,466< 1,70 dengan tingkat sigifikansi 0,645>0,05 dinyatakan bahwa Capital Adequacy Ratio tidak berpengaruh terhadap Pembiayaan Mudharabah dan tidak signifikan.
Hasil penelitian ini bertolak belakang dengan hasil penelitian Giannini (2013) menunjukkan hasil Capital Adequacy Ratio yang berpengaruh positif terhadap pembiayaan mudharabah.
4.6.3 Return On Assets Terhadap Pembiayaan Mudharabah
Dari hasil pengujian secara parsial, variabel Return On Assets menunjukkan hasil bahwa nilai thitung-1,1 < 1,70 dengan tingkat sigifikansi 0,281>0,05 dinyatakan bahwa Return on Assets tidak berpengaruh terhadap Pembiayaan Mudharabah dan tidak signifikan.
Hasil penelitian ini bertolak belakang dengan hasil penelitian Giannini (2013) menunjukkan hasil Return on Assets yang berpengaruh positif terhadap pembiayaan mudharabah
4.6.4 Financing to Deposit Ratio Terhadap Pembiayaan Mudharabah
Dari hasil pengujian secara parsial, variabel Financing to Deposit Ratio menunjukkan hasil bahwa nilai thitung 2,943 >
1,70dengan tingkat sigifikansi 0,001 < 0,05 dinyatakan bahwa Financing to Deposit Ratio berpengaruh terhadap Pembiayaan Mudharabah dan signifikan.
Hasil penelitian ini bertolak belakang dengan hasil penelitian Giannini (2013) menunjukkan hasil Financing to Deposit Ratio berpengaruh negative terhadap pembiayaan mudharabah.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dan mengacu pada perumusan serta tujuan dari penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan-kesimpulan sebagai berikut :
1. Penelitian dilakukan dengan objek penelitian Bank Umum Syariah dengan periode pengamatan 2012- 2015 dengan 8 Bank Umum Syariah sebagai sampel penelitian.
2. Berdasarkan analisa data dan pembahasan dalam penelitian maka diperoleh jawaban dari rumusan masalah yaitu Dana Pihak Ketiga, Capital Adequacy Ratio, Return On Asset dan Financing to Deposit Ratio secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Pembiayaan Mudharabah pada Bank Umum Syariah.
3. Hasil pengujian hipotesis berdasarkan uji signifikansi parsial diketahui bahwa : a. Dana Pihak Ketiga tidak berpengaruh signifikan terhadap Pembiayaan
Mudharabah.
b. Capital Adequacy Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap Pembiayaan Mudharabah.
c. Return on Assets tidak berpengaruh signifikan terhadap Pembiayaan Mudharabah.
d. Financing to Deposit Ratio berpengaruh signifikan terhadap Pembiayaan Mudharabah.
4. Hasil pengujian koefisien determinasi menunjukkan Diketahui nilai koefisien determinasi sebesar 0,349. Nilai tersebut berarti seluruh
variabel bebas secara simultan mempengaruhi variabel Profitabilitas sebesar 34,9%, sisanya sebesar 65,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil analisis penelitian dan keterbatasan penelitian, maka peneliti dapat memberikan beberapa saran, antara lain :
1. Hendaknya Bank Umum Syariah lebih memperjelas mengenai pembuatan dan peng-input-an data pada laporan keuangan, sehingga para shareholders, mahasiswa, dan peneliti tidak mengalami kesusahan dalam melakukan penelitian.
2. Penelitian imi hanya terbatas pada kajian empiris tentang pengaruh dana pihak ketiga, capital adequacy ratio, return on asset, dan financing to deposit ratio terhadap pembiayaan akad mudharabah pada bank umum syariah di Indonesia periode 2012-2015, untuk itu bagi peneliti selanjutnya dapat di kembangkan misalnya dengan memperpanjang periode pengamatan dan menambah jumlah variable lain.
DAFTAR PUSTAKA
Ascarya, 2007.Akad dan Produk Bank Syariah,Penerbit: PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Ayub, 2009.Understanding Islamic Finance, Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Badruzaman, Najahi, 2009. Analisis Pengaruh Dana Pihak Ketiga, Tingkat Bagi Hasil, dan Sertifikat Wadiah bank Indonesia Terhadap Pembiayaan Pada bank Syariah di Indonesia (Studi Kasus Pada PT Bank Syariah Mandiri).Skripsi Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial
Dendawijaya, 2009.Manajemen Perbankan, Penerbit: Ghalia Indonesia, Bogor.
Firaldi, Mufqi. 2013. Analisis Pengaruh Jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK), Non Performing Financing (NPF) dan Tingkat Inflasi Terhadap Total Pembiayaan yang diberikan Oleh Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia (Periode Januari 2007-Oktober 2012).Skripsi S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univesitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Ghozali, Imam, 2005.Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program SPSS, Semarang:Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Gilang Giannini, Nur, 2013. Faktor yang Mempengaruhi Pembiayaan Mudharabah pada Bank Umum Syariah di Indonesia.Accounting Analysis Journal Vol 2. No. 1:
h.97-103.
Ismail, 2011.Perbankan Syariah, Edisi Pertama, Penerbit: Kencana Prenada Media Group, Jakarta.
Karim, Adiwarman, 2006. Bank Islam, Edisi Ketiga, Penerbit: PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
Muhammad, 2002, Manajemen Bank Syariah, UPP AMP YKPN, Yogyakarta.
Nugraha, Siti, 2014. Pengaruh ROA, NPF, BOPO, dan Tingkat Bagi Hasil Terhadap Pembiayaan Mudharabah (Studi Kasus pada BUS dan UUS di Indonesia periode 2010 – 2013, Skripsi, Fakultas UIN.
Pramono, Nugroho, Heri 2013.Optimalisasi Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil pada Bank Syariah di Indonesia.AAJ.
Salam, Kautsar, 2012. Akuntansi Perbankan Syariah, Penerbit: Akademia Permata, Jakarta.
http://www.paninsyariah.co.id
http://www.syariahbukopin.co.id/id/laporan/2014
http://www.syariahmandiri.co.id/category/investor-relation/
http://www.megasyariah.co.id/
Lampiran 1
Variabel Data Dana Pihak Ketiga (X1)
No. Kode Nama Bank 2012 2013 2014 2015
1 BMI PT. Bank Muamalat Indonesia 34.903.830.000.000 41.791.040.000.000 51.206.270.000.000 45.077.650.000.000 2 BSM PT. Bank Syariah Mandiri 47.409.000.000.000 56.461.000.000.000 59.821.000.000.000 40.040.980.000.000 3 BRIS PT. Bank BRI Syariah 11.948.889.000.000 13.794.869.000.000 16.711.516.000.000 19.648.782.000.000 4 BMS PT. Bank Mega Syariah 7.108.754.000.000 7.736.248.000.000 5.881.057.000.000 4.354.546.000.000 5 BNIS PT. Bank BNI Syariah 8.980.036.000.000 11.488.209.000.000 16.246.405.000.000 19.322.756.000.000 6 BCAS PT. Bank BCA Syariah 1.261.800.000.000 1.703.000.000 2.338.700.000.000 4.413.000.000.000 7 BPS PT. Bank Panin Syariah 1.439.576.361.000 2.870.310.000.000 5.076.082.000.000 5.928.345.000.000 8 BSB PT. Bank Syariah Bukopin 2.850.783.990.658 3.272.263.000.000 3.994.957.000.000 4.756.303.000.000
Lampiran 2
Variabel Data Capital Adequacy Ratio (X2)
No. Kode Nama Bank 2012 2013 2014 2015
1 BMI PT. Bank Muamalat Indonesia 11,03 14,43 13,91 12,36
2 BSM PT. Bank Syariah Mandiri 13,82 14,10 14,76 12,85
3 BRIS PT. Bank BRI Syariah 11,35 14,49 12,89 13,94
4 BMS PT. Bank Mega Syariah 13,51 12,99 19,36 18,74
5 BNIS PT. Bank BNI Syariah 19,07 16,23 18,43 15,48
6 BCAS PT. Bank BCA Syariah 31,50 22,40 29,60 34,30
7 BPS PT. Bank Panin Syariah 81,60 20,83 25,69 20,30
8 BSB PT. Bank Syariah Bukopin 12,78 11,10 14,80 16,31
Lampiran 3
Variabel Data Return on Assets (X3)
No. Kode Nama Bank 2012 2013 2014 2015
1 BMI PT. Bank Muamalat Indonesia 1,54 1,37 0,17 0,20
2 BSM PT. Bank Syariah Mandiri 0,015 0,010 0,10 0,41
3 BRIS PT. Bank BRI Syariah 1,19 1,15 0,08 0,76
4 BMS PT. Bank Mega Syariah 3,81 2,33 0,29 0,30
5 BNIS PT. Bank BNI Syariah 1,48 1,37 1,27 1,43
6 BCAS PT. Bank BCA Syariah 0,80 1,00 0,80 2,30
7 BPS PT. Bank Panin Syariah 3,29 1,03 1,99 1,14
8 BSB PT. Bank Syariah Bukopin 0,55 0,69 0,27 0,79
pir
Variabel Data Financing to Deposit Ratio (X4)
No. Kode Nama Bank 2012 2013 2014 2015
1 BMI PT. Bank Muamalat Indonesia 94,15 99,99 84,14 90,3
2 BSM PT. Bank Syariah Mandiri 215,37 190,44 172,80 32,75
3 BRIS PT. Bank BRI Syariah 100,96 102,7 93,9 84,16
4 BMS PT. Bank Mega Syariah 88,88 93,37 93,61 98,49
5 BNIS PT. Bank BNI Syariah 84,99 97,86 92,60 91,94
6 BCAS PT. Bank BCA Syariah 79,90 83,50 91,20 44,96
7 BPS PT. Bank Panin Syariah 123,88 90,40 94,04 96,43
8 BSB PT. Bank Syariah Bukopin 92,29 100,29 92,89 90,56
L a
m p i r a n
5 Variabel Data Pembiayaan Mudharabah (Y)
No. Kode Nama Bank 2012 2013 2014 2015
1 BMI PT. Bank Muamalat Indonesia 1.985.586.533 2.225.162.077 2.498.308.551 1.146.881.473 2 BSM PT. Bank Syariah Mandiri 4.161.500.769.523 3.702.697.897.843 3.006.253.323.800 2.834.182.892.154 3 BRIS PT. Bank BRI Syariah 859.252.000.000 936.688.000.000 876.311.000.000 1.121.467.000.000 4 BMS PT. Bank Mega Syariah 1.155.688.000 1.850.000.000 8.818.900.000 7.443.705.000 5 BNIS PT. Bank BNI Syariah 287.064.000.000 709.218.000.000 1.016.696.000.000 1.258.682.000.000 6 BCAS PT. Bank BCA Syariah 124.763.336.476 201.866.665.217 188.351.931.162 198.422.896.821 7 BPS PT. Bank Panin Syariah 522.524.477.000 659.220.249.000 865.203.328.000 1.040.814.180.000 8 BSB PT. Bank Syariah Bukopin 2.578.807.458.124 3.218.231.049.374 269.645.028.052 408.708.682.815
LAMPIRAN 6
HASIL OUTPUT SPSS LAMPIRAN 6.1
STATISTIK DESKRIPTIF
6.1 Statistik Deskriptif
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
Pembiayaan Mudharabah 32 1.146.881.473 4.161.500.769.523 971.084.262.406,09 1.200.697.745.826,005 DPK 32 1.261.800.000.000 59.821.000.000.000 17.494.936.167.239,3 18.502.112.244.145,566
CAR 32 11,03 81,60 19,2141 12,82256
ROA 32 ,0101 3,81 1,060 ,913
FDR 32 32,745 215,372 99,49188 34,656852
Valid N (listwise) 32
6.2.1 Uji Asumsi Normalitas
LAMPIRAN 6.2
UJI ASUMSI KLASIK
6.2.2 Uji Multikoliniaritas
a. Dependent Variable: Pembiayaan Mudharabah
6.2.3 Uji Autokorelasi
a. Predictors: (Constant), ROA, FDR, CAR, DPK b. Dependent Variable: Pembiayaan Mudharabah
6.2.4 Uji Heteroskedastisitas
6.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant)
-4,471 6,437 -,695 ,493
DPK ,006 ,012 ,088 ,481 ,634
CAR -7,527 1,614 -,080 -,466 ,645
ROA -2,54 2,3100 -,193 -1,100 ,281
FDR 1,740 5,914 ,503 2,943 ,001
b. Dependent Variable: Pembiayaan Mudharabah
LAMPIRAN 6.3 Analisis Regresi Linier
Berganda
6.4.1 Pengujian Koefisien Regresi Parsial (Uji t)
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) -4,471 6,437 -,695 ,493
DPK ,006 ,012 ,088 ,481 ,634
CAR -7,527 1,614 -,080 -,466 ,645
ROA -2,54 2,3100 -,193 -1,1 ,281
FDR 1,740 5,914 ,503 2,943 ,001
6.4.2 Uji Pengaruh Simultan dengan Uji 𝑭
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression
1,935 4 4,8383 5,156 ,003b
Residual 2,5338 27 9,384
Total 4,4691 31
a. Dependent Variable: Pembiayaan Mudharabah b. Predictors: (Constant), FDR, CAR, ROA, DPK
LAMPIRAN 6.4
Pengujian Hipotesis
6.4.3 Analisis Koefisien Determinasi
Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 ,658a ,433 ,349 9,687
a. Predictors: (Constant), FDR, CAR, ROA, DPK, Dependent Variable: Pembiayaan Mudharabah
LAMPIRAN 7
F Table dan t Table
enyebut
7.1 F Table
df 0.50 0.20 0.10 0.050 0.02 0.010 0.002 1 1.00000 3.07768 6.31375 12.70620 31.82052 63.65674 318.30884 2 0.81650 1.88562 2.91999 4.30265 6.96456 9.92484 22.32712
Pr 0.25 0.10 0.05 0.025 0.01 0.005 0.001