• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBICARA: FACHRUL RAZI, M.IP (ACEH) Hidup Mohammad Saleh dari barat

PIMPINAN SIDANG: H. MOHAMMAD SALEH, S.E. (KETUA DPD RI)

Selanjutnya. Sidang dewan yang mulia, dalam Rapat Panmus tadi sudah ditetapkan bahwa pemilihan untuk Pimpinan DPD RI itu tanggal 3 April Tahun 2017 ya. Nah dengan ditetapkannya pemilihan itu tanggal 3 April 2017 ya, kami meminta persetujuan karena di dalam Tata Tertib bahwa masa jabatan itu berakhir pada bulan Maret Tahun 2017. Sementara pemilihan tanggal 3 April 2017. Oleh karena itu kami minta persetujuan dari sidang dewan yang mulia, apakah dapat menyetujui perpanjangan jabatan pimpinan sampai dengan tanggal 3 April 2017? Setuju?

KETOK 2X

Sidang dewan yang mulia, untuk kegiatan Masa Sidang III Tahun Sidang 2016-2017 kita tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang berakhir pada tanggal 9 April 2016-2017 sedangkan jadwal Masa Sidang IV Tahun Sidang 2016-2017 disepakati akan dimulai pada tanggal 10 April 2017 sampai dengan tanggal 21 Mei 2017.

Selain itu, Rapat Panitia Musyawarah juga menyepakati untuk tata cara pemilihan Pimpinan DPD RI periode April 2017 sampai dengan September 2019 akan lebih lanjut dibahas oleh Tim Kajian dan Mekanisme Panmus dan akan dilaporkan kepada Panmus

sebelum tanggal 3 April 2017. Nah ini membawa konsekuensi semua Anggota Panmus ya jangan nanti hadirnya tanggal 3 April. Jadi mesti 2 April ini. Betul ya?

Pimpinan DPD RI juga telah.. Bagimana Bu? Iya hari Minggu juga tidak apa-apa, ya namanya juga untuk Panmus kan?Ppimpinan DPD RI juga telah menerima surat pengunduran diri dari Bapak Dr. (HC). AM. Fatwa dan Bapak Lalu Suhaimy. Oh iya. Maksudnya suratnya dibacakan? Perihal pengunduran diri yang bersangkutan. Nah ini dapat saya sampaikan ini untuk kesinambungan di BK sendiri, tadi Pak Farouk sudah berkomunikasi dengan Pak Lalu..

PEMBICARA: Drs. H. LALU SUHAIMI ISMY (NTB) Begini Pak.

Mohon maaf ini Pak Ketua, Bapak Wakil yang saya hormati, surat pengajuan pengunduran diri saya sesungguhnya sudah sudah lama Pak itu. Nah kemudian belum pernah saya menyatakan untuk dengan lisan apalagi tertulis. Minimal sebenarnya kalau ada penarikan diri ya kita ajukan lagi tertulis Pak tetapi itu tidak saya lakukan dan terus terang saya tadi sudah memulai aktivitas di BKSP Pak. Oleh karena itu dengan sangat hormat saya mohon untuk permohonan kami dilanjutkan Pak.

Terima kasih.

PIMPINAN SIDANG: H. MOHAMMAD SALEH, S.E. (KETUA DPD RI)

Baik, saya kira dengan demikian ya bahwa untuk pengunduran diri Pak A.M. Fatwa dan Pak Lalu Suhaimy dikembalikan kepada internalnya BK. Nah soal siapa yang akan menggantikan kemudian siapa yang akan memimpin BK nanti dikembalikan kepada internalnya BK ya. Nah begitu juga untuk penggantian yang provinsi ya kita kembalikan kepada provinsi masing masing.

PEMBICARA: FACHRUL RAZI, M.IP (ACEH) Interupsi Pimpinan.

Mohon informasi tanggal berapa pengunduran dirinya. 1 Maret ya? Pengunduran dirinya tadi tanggal berapa di surat, tanggal berapa? Pengunduran diri BK tadi Pimpinan? Tanggal 1 ya kalau tidak salah. Mohon informasi saja klarifikasi.

Terima kasih. 1 Maret kalau tidak salah.

PEMBICARA: Hj. EMMA YOHANNA (SUMATERA BARAT) Pak Ketua, Bu Emma.

Setahu saya kalau BK itu bukan provinsi Pak, tapi wilayah. Jadi kalau saya mundur dari Sumatera Barat tidak harus yang Sumatera Barat tetapi dari wilayah, itu waktu kita pemilihan dulu demikian.

PIMPINAN SIDANG: H. MOHAMMAD SALEH, S.E. (KETUA DPD RI)

Iya begini saja, bagaimana mekanismenya itu sesuai dengan aturan yang sudah berlaku. Itu saja ya. Setuju ya.

Baik, terkait dengan perkembangan pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MD3 maka Tim Kerja RUU MD3 yang merupakan gabungan Anggota PPUU dan BPKK telah menyusun

DIM RUU tersebut dengan memperhatikan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 92/PUU-X/2012 dan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 79/PUU-XII/2012. Selain itu terdapat poin penting lainnya yang dimasukan dalam usulan perubahan Undang-Undang MD3 yaitu:

1. Penambahan satu unsur Pimpinan MPR dari unsur DPD;

2. Hal teknis terkait dengan mekanisme pelaksanaan fungsi legislasi dapat didelegasikan kepada Peraturan Bersama DPR dan DPD RI;

3. Mantan Pimpinan DPD diusulkan agar mendapatkan hak protokoler sebagaimana hal protokoler yang diberikan kepada mantan presiden dan mantan wakil presiden yang pengaturannya diatur lebih lanjut dengan peraturan presiden;

4. Untuk pimpinan, anggota, mantan pimpinan dan mantan anggota selain diberikan hak keuangan dan administratif juga diusulkan untuk mendapatkan perawatan kesehatan purna tugas yang teknisnya akan diatur lebih lanjut dengan peraturan presiden;

5. Penambahan jumlah Anggota DPD RI dari masing-masing provinsi menjadi 5 orang anggota. Jadi per dapil diusulkan untuk ditambah menjadi 5 orang.

PEMBICARA: Dr. H. AJIEP PADINDANG, SE., MM (KETUA KOMITE IV DPD RI) Interupsi dulu Ketua.

Mohon dinyatakan kembali rapat ini sudah terbuka sifatnya karena ini nanti tertutup terus sampai ditutup kalau begini. Jadi mohon dinyatakan kembali rapat ini terbuka, kan tadi tertutup, belum pernah dibuka itu tertutupnya.

Terima kasih.

PIMPINAN SIDANG: H. MOHAMMAD SALEH, S.E. (KETUA DPD RI) Tidak apa-apa juga ditutup Pak, tidak ada yang tahu juga ini.

PEMBICARA: Dr. H. AJIEP PADINDANG, SE., MM (KETUA KOMITE IV DPD RI) Iya meskipun Pak Ketua main-main tapi seriusnya adalah kalau dia sifatnya terbuka maka kemudian apa yang bisa dikutip oleh umum itu bisa dikutip seperti tadi tentang MD3, itu substansi terbuka itu.

PIMPINAN SIDANG: H. MOHAMMAD SALEH, S.E. (KETUA DPD RI) Oh. Baik. Terima kasih.

PEMBICARA: DR (HC) A. M. FATWA (KETUA BK DPD RI) Saudara Ketua, itu mengenai mantan pejabat..

PIMPINAN SIDANG: H. MOHAMMAD SALEH, S.E. (KETUA DPD RI) Sebentar Pak, ini masalah terbuka tertutup dulu.

Jadi untuk selanjutnya sidang dinyatakan terbuka untuk umum. KETOK 2X

PEMBICARA: DR (HC) A. M. FATWA (KETUA BK DPD RI)

Jadi kita harus ada ukuran-ukuran yang pantas begitu. Jadi kalau langsung dikatakan mantan pejabat atau mantan pimpinan ya sama tentunya DPR, MPR dan DPD. Lalu mendapatkan fasilitas sama dengan mantan presiden itu agak terlalu agak berkelebihan. Jadi saya kira yang wajar-wajar saja. Penghormatan tertentu tapi tentunya misalnya di dalam penempatan kursi tidak lagi seperti ketika dia menjabat, juga misalnya tentu tidak ada. Kalau presiden wakil presiden itu dapat rumah, tentu ini tidak mungkin kita dapat rumah begitu. Jadi yang wajar-wajar biasa saja dan pasti dimana negara-negara dimanapun mantan pejabat negara pada posisi tertentu itu mendapatkan perlakuan sebagai pemimpin bangsa senioritas, dianggap sebagai senior sudah didalam perlakuannya di dalam sehari-hari tetapi tidak bisa persis sama dengan ketika menjabat , ya itu supaya perlu penjelasan. Ada yang berkelebihan sama dengan presiden wakil presiden waduh nanti dianggap berkelebihan. Jadi yang pantas dan wajar saja ya.

PIMPINAN SIDANG: H. MOHAMMAD SALEH, S.E. (KETUA DPD RI)

Baik jadi intinya kita mengusulkan bahwa pejabat negara yang diatur dalam undang-undang , yang masuk ke dalam Undang-Undang MD3 itu kan DPD DPR dan MPR, maka kita mengusulkan untuk yang mendapatkan fasilitas tadi. Tentu ini juga pasti akan mendapatkan pembahasan yang yang diatur dalam peraturan presiden nanti pasti, ya ini kan pemerintah yang akan mengkaji lebih dalam soal kepatutan terus sampai seberapa jauh kemampuan anggaran negara pasti banyak pertimbangannya tapi tidak ada salahnya ini kita ajukan ya. Siapa tahu good luck ya, kita mendapatkan akhirnya kita semua mendapatkan fasilitas itu. Setuju ya Tapi tidak akan yang nolak kalau dikasih ya.

Rapat Panmus tadi juga telah menetapkan nama-nama Anggota Panitia Khusus Tenaga Kerja Asing. Dengan ditetapkan nama-nama yang mengisi Anggota Pansus kami berharap segera dilakukan pemilihan Pimpinan Pansus Tenaga Kerja Asing untuk ditetapkan sehingga Pansus dapat segera bekerja.

Sidang dewan yang mulia, sebelum menutup sidang paripurna kali ini dan sebelum kita semua kembali ke daerah, kami meminta agar seluruh anggota dapat lebih peka dalam menanggapi berbagai kondisi yang berkembang di masyarakat dalam kurun waktu terakhir ini. Cuaca ekstrem yang melanda beberapa daerah di Indonesia beberapa waktu terakhir ini telah mengakibatkan bencana banjir, angin puting beliung dan tanah longsor. Kembali terulangnya bencana pada setiap musim penghujan ini perlu segera ditindaklanjuti melalui upaya pencegahan. Pemerintah selain mempersiapkan upaya tanggap darurat terhadap kejadian bencana, juga harus mampu meningkatkan upaya pencegahan bencana. Untuk itu kami berharap pada masa kegiatan anggota di daerah dapat melaukan advokasi terhadap kebutuhan penanggulangan bencana mengingat saat ini DPD RI juga tengah melakukan pembahasan terhadap penanggulangan bencana. Diharapkan hal tersebut dapat memberikan sumbangsih terhadap subtansi penyusunan rancangan undang-undang.

Pada kesempatan ini DPD RI mengapresiasi kinerja kepolisian yang menangkap terduga pelaku terorisme di Kota Bandung, tindakan pencegahan terorisme dan radikalisme yang dilakukan pihak kepolisian perlu kita dukung bersama. Mengingat kita memiliki agenda besar pembangunan yang akan sangat meningkatkan interaksi dengan dunia global yang menjadi pintu masuk terorisme dan radikalisme. Di sisi lain potensi keberagaman yang ada di Indonesia masih sering kali dimanfaatkan orang-orang tidak bertanggungjawab dalam mengembangkan terorisme dan radikalisme sehingga menjadi Indonesia semakin rentan menjadi tempat tumbuh suburnya kedua paham tersebut. Menjadi upaya dan tugas kita bersama untuk mendukung aparat kepolisian dalam mencegah berkembangnya terorisme dan

radikalisme dalam setiap tugas alat kelengkapan dan tugas perorangan khususnya dalam pelaksanaan masa tugas di daerah nanti.

Sidang dewan yang mulia, kedatangan Raja Salman Al-Saud beberapa waktu lalu telah membuktikan bahwa Indonesia merupakan negara potensial bagi Arab Saudi di bidang ekonomi. Momentum ini tentu dapat menjadi katalis positif pertumbuhan ekonomi nasional, mengingat pada kunjungan ini telah disepakati 11 nota kesepahaman antara kedua negara di bidang ekonomi dan di beberapa bidan pendukung lainnya. DPD mengharapkan pemerintah dapat segera menindak lanjuti nota kesepahaman ini terlebih di bidang-bidang potensial yang sejalan dengan prioritas pembangunan. DPD RI juga akan mendukung pemerintah dalam mensosialisasikan serta mengawasi tindak lanjut nota kesepahaman ini terutama di bidang kebudayaan, usaha kecil menengah, kesehatan, riset dan teknologi, kelautan, perikanan, perdagangan dan agama melalui alat kelengkapan yang memiliki ruang lingkup kerja di bidang-bidang tersebut.

Pada pelaksanaan tugas anggota di daerah kali ini kami juga mengingatkan agar setiap anggota dapat terus mengawasi tindak lanjut pelaksanaan pilkada serentak 2017 yang lalu, sehingga dapat memberikan pengayaan terhadap materi pengawasan pilkada serentak dari DPD RI kepada pemerintah. Diharapkan pula masukan yang diberikan DPD RI ini dapat menjadi subtansi dalam penentuan role model pelaksanaan pilkada serentak nasional yang ditergetkan terselenggara pada tahun 2027 nanti. Pada kesempatan ini, DPD RI juga mendukung dan mengapresiasi kerja Komisi Pemberatasan Korupsi, yang melalui, yang mulai menemukan titik terang pengungkapan dugaan kasus korupsi pengadaan e-KTP. Keterlibatan pejabat negara dalam kasus korupsi menjadi pertanda bahwa upaya penyelenggaraan negara masih memiliki PR besar untuk mewujudkan good governance and

clear governance. DPD RI juga mengangkatkan kepada pemerintah bahwa kasus korupsi ini

menunjukan masih terdapatnya celah penyelewenangan yang perlu diatasi dalam menyusun APBN. Ke depan DPD RI melalui alat kelengkapan akan terus melakukan pengawasan dan memberikan pertimbangan kepada pemerintah dalam penggunaan dan penyusunan APBN.

Akhirnya kami berharap seluruh Anggota DPD RI pada saat melaksanakan tugas dan kegiatan di daerah pemilihan masing-masing tetap memantau perkembangan yang terjadi di daerah, mencatat seluruh permasalahan secara spesifik sesuai aspirasi daerah dan mengaitkannya dengan kebutuhan regulasi atau legislasi yang menjadi kewenangan institusi di tingkat pusat maupun nasional dengan berpedoman pada agenda prioritas dan komite serta melaporkannya pada Sidang Paripurna ke-10 dengan agenda pembukaan Masa Sidang IV DPD RI Tahun Sidang 2016-2017 dan laporan kegiatan Anggota DPD RI di daerah pemilihan.

Demikianlah kita telah melalui agenda persidangan hari ini. Selamat melaksanakan tugas di daerah masing-masing. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua.

Sebagai penutup...

PEMBICARA: Hj. EMMA YOHANNA (SUMATERA BARAT) Pak Ketua

PEMBICARA: DR (HC) A. M. FATWA (KETUA BK DPD RI) Saudara Ketua

PEMBICARA: Hj. EMMA YOHANNA (SUMBAR) Pak Ketua, izin.

PEMBICARA: DR (HC) A. M. FATWA (KETUA BK DPD RI) Catatan sebentar.

Kami menyampaikan dua catatan.

Yang pertama permintaan minder head nota dari Saudara Afnan Hadikusumo, itu mustinya dibacakan di sini. Itu hak anggota itu. Terlepas kita setuju atau tidak, minder head

nota itu adalah hak anggota.

Yang kedua, awal pidato Saudara Ketua tadi apresiasi kepada Polri mesti juga disertai catatan bahwa perlakukan Polri melakukan pendataan dan pendaftaran ulama-ulama di Jawa Timur itu harus dijadikan catatan bahwa ini berkelebihan, itu mengandung unsur insinuatif. Kenapa ulama-ulama harus di data, dicatat kembali itu? Itu sangat mencekam. Jadi seolah-olah ada suatu kecurigaan nasional terhadap ulama itu dan itu tidak boleh kita biarkan dan kita harus melakukan pembelaan. Jadi ini tadi apresiasi kepada beberapa hasil dari Polri, tapi juga ada catatan bahwa pendataan ulama-ulama di Jawa Timur itu yang tadinya akan diperluas di tempat lain itu sangat tidak pantas dilakukan oleh Polri.

Terima kasih.

PEMBICARA: Hj. EMMA YOHANNA (SUMBAR) Pak Ketua. Pak Ketua.

Saya minta waktu sedikit.

Kami dari Sumatera Barat saya mewakili Bapak-bapak, Ibu-ibu, karena sekarang dalam bencana mungkin kita semua sudah mengetahui, kemudian kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak-bapak, Ibu-ibu, para Senator yang telah ikut berpartisipasi memberikan bantuan yang insya Allah pada hari Senin akan kami antarkan ke lokasi. Sampai saat ini itu sudah terkumpul, sumbangan atau partisipasi dari para sahabat-sahabat semua termasuk juga

tasyakur itu sebanyak 83 juta rupiah dan kami tentu nanti akan memberikan

pertanggungjawaban. Terima kasih.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

PIMPINAN SIDANG: H. MOHAMMAD SALEH, S.E. (KETUA DPD RI)

Saya mohon.. Ini saya belum solat, waktunya tinggal sudah mau habis. Jadi kalau dibacakan atau Ibu Ratu yang mau bacakan silakan. Saya mohon maaf benar ini ya.

PEMBICARA: DR (HC) A. M. FATWA (KETUA BK DPD RI) Bisa ringkasannya saja juga

PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI)

Dokumen terkait