• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBICARA : GKR. HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Terima kasih

PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A (KETUA DPD RI)

Baik. Nanti akan saya bacakan di akhir sambutan sebagai bagian tidak terpisahkan daripada sikap kita.

Silakan Bu Hemas.

PEMBICARA : GKR. HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Terima kasih.

Sebagai laporan dari task force, supaya Bapak/Ibu mengetahui saja bahwa untuk laporan kami sudah kami lampirkan di meja Bapak/Ibu sekalian sehingga pada saat ini dengan masuknya dana task force dari anggota, itu lebih semakin hari semakin bulan semakin sedikit dan penggunaannya juga bagi daerah yang terkena bencana cukup banyak di setiap daerah maka sekarang tinggal sisa Rp. 3.681.902,-

Jadi dalam hal ini kami mohon juga nanti didalam penarikan dana task force setiap bulan melalui bagian keuangan tentu kita harapkan ada kesadaran bagi kemanusiaan. Saya kira itu saja Pak. Jadi sudah kita lampirkan dan laporan harus kami sampaikan.

Terima kasih.

PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A (KETUA DPD RI)

Baik. Mudah-mudahan dengan adanya judicial review ini ya, task force kita akan lebih meningkat lagi iurannya dan ini untuk kepentingan kita semua.

PEMBICARA : Drs. PAULUS YOHANES SUMINO, MM. (PAPUA)

Ketua, minta izin sebentar.

PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A (KETUA DPD RI)

Ya.

PEMBICARA : Drs. PAULUS YOHANES SUMINO, MM. (PAPUA) Saya tergelitik tadi laporan dari Kelompok.

Tadi masih mengagendakan butuh 93 suara untuk menjadi amandemen. Tapi apakah kita masih benar tidak mengagendakan itu pada tahun ini? Begitu. Jangan sampai kita salah mengagendakan sia-sia, mubazir kita punya energi itu.

Terimakasih.

PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A (KETUA DPD RI)

Baik Bapak/Ibu sekalian, mari lanjutkan untuk menjawab apa yang digelisahkan di antara kita sebagai penutupan dari Masa Sidang ke-III Tahun Sidang 2012-2013.

Sidang Dewan yang mulia, sebagai representasi rakyat dan daerah tentu kita terus mengikuti perkembangan faktual yang dihadapi masyarakat dan daerah. Untuk itu pada Sidang Paripurna ini kami ingin menyampaikan beberapa fenomena yang perlu menjadi perhatian kita bersama.

Dalam beberapa pekan terakhir kita tentu mengikuti kembali terjadinya konflik antara dua institusi negara yaitu antara TNI dan POLRI di Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Konflik yang terjadi di antara dua institusi tersebut tentunya menjadi ironi mengingat kedua institusi tersebut berperan penting untuk melindungi dan menjaga keamanan rakyat. Konflik yang sering terjadi sejak terpisahnya antara TNI dan POLRI menjadi salah satu pekerjaan rumah pemerintah untuk diselesaikan dalam konteks reformasi kedua lembaga tersebut.

Dalam hal ini DPD telah mengambil sikap dan telah menugaskan Pimpinan yaitu Pak Laode Ida bersama Pimpinan Komite I ya telah berkunjung ke lapangan dan melakukan pertemuan dengan Forum Koordinasi Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan maupun juga di tingkat kabupaten. Dan DPD berharap melalui kunjungan yang dipimpin oleh Pak Laode ini bersama Pak Alirmansori dan teman-teman berharap pemerintah dapat terus mendorong keharmonisan kedua lembaga sampai ke tingkat bawah dan menindak dengan tegas setiap pelanggaran terlebih yang dapat menganggu ketertiban rakyat. Jadi kita mengambil peran untuk itu, sudah ada tim yang berangkat.

Untuk itu kita harapkan keteladanan dari masing-masing institusi agar komunikasi kedua lembaga dapat terus terjalin sehingga fungsi dan peran TNI/POLRI dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dapat benar-benar diwujudkan. Upaya mewujudkan harmonisasi anatar TNI dan POLRI tentu merupakan hal mutlak yang harus segera dilakukan oleh pemerintah karena disharmoni tersebut dikuatirkan dapat terus menyebabkan eskalasi kejahatan di tengah masyarakat.

Dalam beberapa pekan terakhir juga kita melihat meningkatnya kasus kejahatan seperti pembunuhan yang disertai multilasi dan juga seperti yang di-address oleh Bu Lery ya, adanya penembakan terhadap 4 tahanan di dalam Lemabaga Pemasyarakatan Cebongan Sleman, Yogyakarta yang menandakan masih lemahnya penjagaan lapas di Indonesia. Untuk itu DPD RI meminta kepada instansi terkait untuk bersama-sama mengembalikan stabilitas keamanan di tengah masyarakat. Dan DPD RI meminta kepada pemerintah untuk mengusut tuntas penembakan di Lapas Yogyakarta. Itu sikap kita ya. Mohon nanti diambil pointnya melalui humas karena bagaimanapun juga Bapak/Ibu sekalian, stabilitas keamanan merupakan hal yang penting terlebih mengingat pada tahun 2013 dan 2014 bangsa ini akan menghadapi agenda politik besar sesuai tahapan pelaksanaan pemilu baik di tingkat pusat maupun daerah. Dan kita tidak menginginkan stabilitas keamanan akan menimbulkan kepanikan dan rasa saling curiga di tengah masyarakat sehingga ini dapat dimanfaatkan oleh oknum yang menimbulkan kondisi yang chaos.

Sidang Dewan yang mulia, selain beberapa peristiwa di atas ya, mohon kepada seluruh Anggota DPD RI untuk juga ikut turun ke masyarakat untuk menjaga dan memonitor mengenai kelangkaan 9 bahan pokok khususnya seperti bawang, cabe dan lain sebagainya.

Untuk itu kita harapkan selama reses melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk bisa menjaga stabilitas keberadaan atau ketersediaan daripada produk-produk kebutuhan masyarakat yang ini sangat langsung terasa oleh rakyat itu sendiri. Untuk itu pada kesempatan ini juga kami mohon kepada Anggota DPD yang akan berada di daerah untuk memonitor keadaan tersebut dan kita juga harus mengikuti dan memperhatikan adanya rencana pemerintah untuk menaikan TDL pada bulan April mendatang, hal ini tentu saja

akan semakin memberatkan masyarakat disaat harga-harga kebutuhuan pokok juga ikut naik.

Untuk itu sebagai tugas dewan kami harapkan pelaksanaan kebijakan untuk pengawasan ini mohon diberikan perhatian dalam masa reses yang akan berjalan mulai besok siang.

Sidang Dewan yang mulia, demikianlah yang kita telah melaksanakan seluruh agenda persidangan hari ini dan perlu kami sampaikan pula pada Rapat Panmus telah disepakati masa kegiatan di daerah dimulai 29 Maret sampai dengan 28 April 2013. Dan jadwal Persidangan DPD RI Masa Sidang ke IV Tahun Sidang 2012-2013 yang akan dimulai pelaksaan Sidang Paripurna ke-12 pada tanggal 30 April 2013 dengan agenda Pembukaan Masa Sidang ke IV Tahun 2012-2013 dan ini akan berakhir pada 15 Agustus 2013. Dari meja Pimpinan kami mengucapkan selamat melaksanakan tugas di daerah pemilihan masing-masing. Dan bagi teman-teman yang kembali lagi ke DPD RI kami doakan semoga semua apa yang dipersiapkan seperti tadi malam kita telah bertemu dengan KPU dan Bawaslu sehingga menjadi modal kita dapat mempersiapkan sebaik-baiknya sebagai syarat untuk menjadi peseta Pemilu sebagai Anggota DPD.

Dan juga kepada saudara-saudara kami yang umat Kristiani kami juga mengucapkan Selamat Hari Raya Paskah. Dan dari meja Pimpinan kami juga mengucapkan Selamat Hari Raya Paskah, semoga hari raya besar ini menebar berkat buat kita semua.

Baiklah sebagai penutup kita bedoa bersama agar dalam pelaksanakan tugas ke depan ini dapat berjalan baik dan lancar serta mendapatkan ridho dari Tuhan Yang Maha Esa.

Berkenaan dengan hal tersebut kami mohon kesedian dari saudara K.H. Muslihuddin Abdurrasyid dari Provinsi Kalimantan Timur untuk dapat memandu do’a bersama.

PEMBICARA : Drs. H. A. M. FATWA (DKI JAKARTA) Saudara Ketua, sebelum ditutup mohon sedikit intrupsi.

Jadi apa yang dikemukakan rekan Senator Sarah Mboik dari NTT itu perlu mendapatkan perhatian yang khusus sebab kalau kita perhatikan upacara-upacara adat ceremonial keagamaan di NTT di dalam menyambut dan melakukan upacara pemakaman itu luar biasa. Jadi ini sesuai dengan posisi kita sebagai lembaga perwakilan daerah, itu pertama.

Yang kedua, baik secara nasional maupun internasional peristiwa ini amat-amat serius, merupakan penghinaan, teror penghinaan terhadap kemanusiaan dan terhadap law enforcement di Indonesia. Jadi sebenarnya sangat-sangat memalukan negara dan Pemerintah SBY. Karena itu perlu pernyataan khusus bukan sekedar dikutip-kutip oleh humas untuk disiarkan. Saya ingin adanya satu pernyataan khusus dari sidang ini, dari Sidang Paripurna ini. Dan secara khusus pula saya mantan narapidana, itu narapidana yang, apa orang tahanan yang diberondong itu ya.

PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A (KETUA DPD RI) Baik. Terimakasih.

Jadi ada keinginan khusus supaya ini kita siapkan ya surat pernyataan hasil Rapat Paripurna ini untuk meng-address....

PEMBICARA : Drs. H. A. M. FATWA (DKI JAKARTA)

Dan dibentuk, diusulkan dibentuk tim independen pencari fakta. Jangan hanya kepolisisan. Sebab kepolisian sendiri itu bisa ya takut sama diserang nanti sama Kopasus.

Kopasus sudah membuat pernyataan bahwa siap begitu tapi itu biasa pernyataan di atas permukaan tapi di bawah permukaan itu siapa yang tahu. Itu dulu penculikan 13 orang di

masa lalu itu hanya 4 yang kembali, kemana yang 9? Kata orang ditenggelamkan di laut, itu sampai sekarang belum terbuka.

Terimakasih.

PEMBICARA : Ir. ABRAHAM LIYANTO (NTT)

Pimpinan, B-73. NTT.

PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A (KETUA DPD RI)

Silakan Pak Abraham.

PEMBICARA : Ir. ABRAHAM LIYANTO (NTT) Terima kasih, Pimpinan.

Jadi supaya menindaklanjuti apa yang disampaikan tadi memang kami dari NTT cukup prihatin dengan kondisi ini. Dan sepertinya kan ini sudah berlaku hukum rimba di negara Indonesia. Dan sampai dengan saat ini belum ada sikap jelas. Jadi kami mohon agar mungkin sesudah ini Pimpinan dengan mungkin Tim dari NTT memberikan masukan-masukan yang lebih detail dan mungkin juga dari DIY, kan ada Ibu Ketua Pimpinan.

Kemudian ya seperti yang disampaikan Ibu Sarah dan Pak Fatwa kita tindaklanjuti ini menjadi sikap DPD karena DPD ini kan ranahnya daerah. Ini persoalan daerah yang harus kita ekspos juga sehinga ada sikap konkrit jadi jangan apa ada pernyataan mengutuk, begitu ya dengan kejadian ini dan minta supaya kepolisian atau mungkin aparat yang bertanggungjawab untuk diselesaikan.

Terima kasih.

PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A (KETUA DPD RI)

Baik nanti saya minta Ibu Wakil Ketua karena saya harus berangkat habis ini bersama teman-teman untuk merumuskan yang tepatlah, apa yang baik. Baik saya persilahkan Pak Kyai untuk memimpin doa.

PEMBICARA : KH. MUSLIHUDDIN ABDURRASYID, Lc., M.Pdi. (KALTIM)

Bismillahhirahmannirrahim

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Mari kita bersama sama berdoa untuk mengakhiri acara sidang pada hari ini dan saya akan berdoa berdasarkan agama Islam.

Bismillahhirahmannirrahim.

Alhamdulillahirabbil'alamin wassolatuwassalamu'ala asyrafil anbiyai walmursalin, wa'alaalihi wassahbihi ajma'in.

Ya Allah Ya Tuhan kami, hari ini kami berkumpul di tempat ini dalam rangka melaksanakan tugas-tugas kami sebagai amanat yang diembankan kepada kami oleh masyarakat kami. Kami mengharap apa yang kami lakukan pada hari ini akan memberikan manfaat buat kami, buat daerah kami dan buat negara kami.

Ya Allah Ya Tuhan kami, kami memahami bahwa tugas kami setelah putusan MK ini adalah tugas yang cukup berat. Oleh karena itu kami mengharap kepada Engkau Ya Allah memberikan kekuatan, memberikan kesehatan, memberikan kecerdasan untuk melaksanakan tugas dengan baik sehingga kami bisa bertanggungjawab dihadapanmu Ya Allah.

Ya Allah Ya Tuhan Kami, jadikanlah umur terbaik kami di penghujungnya dan amal terbaik kami di penutupnya dan hari-hari terbaik kami saat kami bertemu dengan Engkau Ya Allah.

Ya Allah Ya Tuhan kami, karuniakan kebaikan bagi kami dalam beragama yang merupakan kunci kehormatan bagi kami. Karuniakan kebaikan kepada kami di dunia yang merupakan tempat kami menjalin kehidupan. Karuniakan kebaikan akhirat bagi kami yang merupakan tempat kembali kami dan jadikan kehidupan kami senantiasa lebih baik dan jadikan kematian sebagai kebebasan kami dari segala keburukan.

Ya Allah Ya Tuhan kami, kami mohon kepadaMu permintaan yang terbaik, doa yang terbaik, kesuksesan yang terbaik, ilmu terbaik, amal terbaik, pahala terbaik, kehidupan dan kematian yang terbaik, kuatkan kami Ya Allah. Beratkan timbangan kebajikan kami, realisasikan keimanan kami, tinggikan derajat kami dan ampuni dosa-dosa, kesalahan kami.

Dan kami mohon surga-Mu yang tertinggi.

(berdoa dalam Bahasa Arab)

PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A (KETUA DPD RI)

Terimakasih kepada Pak K.H. Muslihuddin yang telah menyampaikan doanya. Dan akhirnya dengan mengucapkan alhamdulillah, Sidang Paripurna ke-11 Dewan Perwakilan Daerah kami tutup

Wabillahi taufik walhidayah

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

SIDANG DITUTUP PUKUL 17.10 WIB

Dokumen terkait