• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dibacakan.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Dibacakan ya di sana ya.

PEMBICARA:

Tidak.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Tidak dimimbar tapi di bawah.

PEMBICARA : Dra. Hj. JUNIWATI T. MASJCHUN SOFWAN (JAMBI)

Diserahkan saja.

PEMBICARA:

Diserahkan saja.

PEMBICARA: MARIA GORETI, S.Sos., M. Si. (KALBAR)

Aspirasi Komite II

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Mohon perhatian.

PEMBICARA: MARIA GORETI, S.Sos., M. Si. (KALBAR)

Komite II. Permasalahan daerah terkait dengan pembangunan infrastruktur dasar yang meliputi jalan, jembatan, dan listrik...

PEMBICARA : MESAKH MIRIN (PAPUA)

Di samping ini saya ingatkan saja bahwa konsisten, harus konsisten, jangan sampai tidak, ini yang saya...

PEMBICARA: MARIA GORETI, S.Sos., M. Si. (KALBAR)

..masih dikeluhkannya ketersediaannya listrik yang tidak memadai di Provinsi Kalimantan Barat yang tidak mengakibatkan PLN sering melakukan pemadaman listrik hampir di seluruh wilayah. Hal ini terjadi pada saat terjadi saat pelaksanaan Ujian Nasional berbasis komputer di Provinsi Kalimantan Barat terganggu oleh pemadaman listrik oleh PLN. Padamnya listrik ini tidak hanya terjadi pada saat pelaksanaan ujian, namun juga di malam hari pada saat para pelajar siswa siswi sedang mengadakan suasana belajar.

Masyarakat mendesak untuk segera merealisasikan sejumlah pembangunan pembangkit listrik yang direncanakan PT. PLN di bumi khatulistiwa.

Aspirasi Komite III. RUU tentang tanggung jawab sosial perusahaan. Persoalan CSR hampir di seluruh perusahaan yang beroperasi di Provinsi Kalimantan Barat tidak memenuhi kewajiban pengembalian kepada masyarakat di sekitar berupa dana CSR perusahaan. Sebagai contoh dapat dilihat di Dusun Sanjan Ankunut di Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat. Hanya sekitar 15% dari perusahaan sawit yang melaksanakan CSR. Meskipun perusahaan kelapa sawit itu sudah beroperasi pada 27 sampai 40 tahun. Yang terkait dengan Komite III. Pelaksanaan Ujian Nasional di Provinsi Kalimantan Barat diwarnai dengan dugaan praktek jual beli lembar kunci jawaban. Polresta Pontianak menetapkan 4 orang tersangka dalam kasus ini yakni Muhammad Sabirin, Kepala Madrasah Aliyah Negeri di Ngabang Kabupaten Landa yang diduga sebagai pemasok lembar kunci jawaban Ujian Nasional serta Saiman, Karang Yudi Satrio dan Febi yang diduga sebagai pengedar dan penjual lembar jawaban Ujian Nasional. Selain itu menurut Kapolresta Pontianak, lembar jawaban UN telah dijual kepada sekitar 85 siswa seharga 8,24 juta rupiah. Persoalan lainnya pada saat Ujian Nasional hari ketiga persis di mata pelajaran Bahasa Inggris terjadi pemadaman lampu di beberapa sekolah di Kalimantan Barat dan yang paling menonjol sekali di Kota Singkawang listriknya mati sekitar 25 menit persis di saat Ujian Nasional Bahasa Inggris.

Komite IV. Yang terkait dengan pemberian pelayanan yang baik kepada masyarakat diharapkan menjadi lebih responsif terhadap kepentingan masyarakat itu sendiri dimana paradigma pelayanan masyarakat yang telah berjalan selama ini beralih dari pelayanan yang sifatnya sentralistik ke pelayanan yang lebih memberikan fokus kepada pengelolaan yang berorientasi kepuasan masyarakat. Di Provinsi Kalimantan Barat terus menjamurnya retail minimarket seperti Indomaret, Circle K, dan sebagainya yang berdampak buruk bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil khususnya pemilik warung tradisional. Monopoli perusahaan retail ini menjamur hingga ke kelurahan yang kemudian dapat berpengaruh buruk bagi usaha kecil mikro seperti warung-warung milik warga masyarakat kecil.

Permasalahan infrastruktur daerah menjadi isu utama dalam pembahasan di setiap tingkat musyawarah perencanaan pembangunan atau Musrenbang di Provinsi Kalimantan Barat.

Buruknya infrastruktur menyebabkan kabupaten/kota di Kalimantan sulit berkembang. Isu strategis prioritas pembangunan sangat banyak hanya formulasi saja yang berbeda namun semua sepakat dengan isu tematik di Kalimantan yaitu infrastruktur. Infrasturktur itu sangat berarti bagi kami untuk memberikan kemudahan daerah-daerah, untuk berkembang dan juga untuk memudahkan investor untuk masuk.

Demikianlah laporan kegiatan kami di daerah pemilihan Provinsi Kalimantan Barat pada tanggal 18 Maret sampai 10 April 2016.

Tertanda, Maria Goreti, S. Sos., M. Si., Dr. Oesman Sapta, Drs. H. Abdul Rahmi dan Ibu Hj. Rubaeti Erlita, S. Sos., S.H.

Terima kasih.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Baik sebagaimana kesepakatan kita tadi ya, supaya pokok-pokoknya saja, supaya dapat semua gilirannya ya karena kita mungkin ini akan masih panjang berlangsung. Oleh karena itu saya minta dari yang mewakili NTT, ya sampaikan.

PEMBICARA: ADRIANUS GARU, S.E., M. Si. (NTT)

Saya nggak bisa tausiyah masalahnya. Oke terima kasih. Hati boleh panas ya tapi kepala harus dingin lah. Senyum-senyum kita semua bersaudara ini. Perbedaan pandangan boleh ya tapi jadi lah satria itu saja. Laporan Paripurna kegiatan Reses Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur dari tanggal 18 Maret sampai 10 April 2016 di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Saudara Pimpinan DPD RI yang kami hormati, Pimpinan alat kelengkapan dan Anggota DPD RI yang kami hormati. Sekretaris Jenderal beserta jajaran Sekretariat DPD RI, Rekan-rekan media, singkatnya Sidang Paripurna dan Hadirin yang berbahagia.

Selamat Paskah dulu buat rekan-rekan saya yang Nasrani karena dalam masa reses kemarin juga melakukan Hari Raya Paskah terus khusus kami bagi NTT sedang berduka sedikit, ada satu tokoh kami Bapak Yagopno Bawea mantan Menteri Tenaga Kerja juga berduka jadi kami Provinsi NTT sangat berduka atau kehilangan atas kepergian beliau.

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera bagi kita semua.

Om swastiastu.

Shaloom.

Pertama-tama patutlah kita puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas perkenan waktunya pada hari ini kita dapat menghadiri sidang paripurna ke-10 Masa Sidang ke-IV Tahun Sidang 2015-2016. Pada awal masa sidang yang terhormat ini perkenanlah kami, Anggota DPD Provinsi Nusa Tenggara Timur menyampaikan padahal sudah tadi, langsung yang kedua, bagian reses telah kami laksanakan sejak tanggal 18 Maret hingga 10 April 2016.

Adapun yang perlu kami sampaikan dalam forum Paripurna ini, Komite I ini saya pikir semua daerah perbatasan, NTT, Papua, Kalimantan, termasuk Sulawesi Utara, masalah perbatasan harus diperhatikan dengan serius oleh Pemerintah Pusat karena ini menyangkut harga diri atau garda terdepan wilayah NKRI.

Terus, yang kedua permintaan dari Komite I juga agar seluruh staf desa di wilayah Republik Indonesia diangkat menjadi pegawai negeri dalam rangka mendorong otonomi desa yang menjadi kekuatan baru pembangunan sesuai visi misi Bapak Presiden, membangun dari daerah. Terus di Komite II revisi Undang-Undang tentang jalan, minimal ini DPD sebagai garda terdepan, kasihan daerah kita, minimal Undang-Undang tentang jalan raya ini, harus dirubah namanya supaya tidak ada lagi yang namanya jalan kabupaten, jalan provinsi, jalan negara, jalan Negara Republik Indonesia dari Sabang sampai Merauke harusnya, jadi karena apa nanti, tumpang tindih kepentingan, kalau Kepala Daerah salah melaksanakan, terakhir malah menjadi pidana. Jadi mohon advokasi dari DPD perjuangkan sama-sama ini. Terus Komite III dibidang Pendidikan, ini juga mohon prioritas untuk K2 diangkat menjadi pegawai negeri. Terus mobil ambulans untuk daerah Kepulauan maupun daerah-daerah terpencil, ini harus diprioritaskan, terus bidang tenaga kerja walaupun sudah masuk dalam pasar bebas, mungkin didorong untuk tenaga terampil di daerah sebelum dikirim ke Luar Negeri. Terus Komite IV, disini kita masih mendorong dalam rangka sinergitas pembangunan daerah dan pembangunan pusat agar kita sama-sama, memang kami kebetulan saya di Komite IV memang dalam rancangan untuk revisi Undang-Undang Sistem

Perencanaan Pembangunan Nasional dan disarankan dari stakeholder yang kami turun bahwa supaya ini diseriuskan sesuai agenda nasional kita bahwa sinergi bukan hanya sinergi berbicara tapi betul-betul sampai di lapangan dan tentunya dalam pandangan kita adalah melakukan evaluasi seluruh program-program pemerintah pusat yang ada di daerah dari azas manfaat karena banyak seperti di NTT banyak pelabuhan hanya pelabuhan ikan kapalnya tidak ada, akhirnya tidak lama tidak sampai 3 tahun rubuh. Jadi hanya nafsu mau membangun tetapi dari segi manfaat ini perlu dikaji, itu beberapa pandangan yang disampaikan oleh masyarakat kami.

Demikian laporan reses kami Anggota DPD Dapil Provinsi NTT, atas perhatian dan ucapannya terimakasih.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera buat kita semua.

Jakarta 11 April 2016,

1. Bapak Drs. Ibrahim Agustinus Meda;

2. Bapak Abraham Liyanto;

3. Adrianus Garu;

4. Safrudin Atasoge Terima kasih.

Salam.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Terima kasih saya mintakan kepada Senator Adrianus Garu, selanjutnya yang mewakili dari Provinsi Jateng, kami persilakan.

PEMBICARA: Hj. DENTY EKA WIDI PRATIWI, S.E., M.H. (JATENG)

Bismillahiramanirrohim.

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Bapak Ibu Pimpinan Sidang Paripurna yang saya hormati, yang terhormat saudara Pimpinan Alat Kelengkapan DPD RI dan Kelompok DPD RI di MPR, Bapak-Bapak Ibu Anggota DPD RI yang kami hormati, Jajaran Kesekjenan beserta hadirin dalam Sidang Paripurna yang berbahagia. Puji Syukur Alhamdulillahirrabilalamiin, pada kesempatan yang berbahagia ini kembali dari Provinsi Jawa Tengah memberikan laporan tentang serap aspirasi yang kami peroleh pada masa reses pada saat ini.

Dari Komite I kegiatan reses kali ini memfokuskan pada 2 prioritas yaitu pengawasan pelaksanaan Undang-Undang 23/2014 tentang Pemerintah Daerah, dan kemudian juga yang nomor dua evaluasi pilkada serentak Desember tahun 2015 di 21 kabupaten/kota Provinsi Jawa Tengah.

A. Pelaksanaan Atas Undang-Undang 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 Tentang Pemerintahan Daerah.

Pertama, urusan Pemerintah terdiri menjadi 3 bagian yaitu: urusan pemerintah absolut, urusan pemerintahan kongruen, dan urusan pemerintahan umum.

Dua, urusan yang paling krusial adalah urusan pemerintahan kongruen yang terbagi menjadi 3 yaitu pemerintahan pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

Tiga, penyelenggaraan pemerintahan daerah secara keseluruhan sebagai bentuk resentralisasi perubahan yaitu meningkatnya kewenangan gubernur untuk memberikan sanksi kepada daerah apabila tidak melaksanakan program pemerintah pusat selaku kepala daerah dan wakil pemerintah pusat.

Empat, penyelarasan bentuk kelembagaan mulai dari pusat, provinsi, kabupaten/kota yang harus segera dipastikan untuk memudahkan koordinasi dan kepastian bentuk kelembagaan dan SOTK.

Lima, masalah ketimpangan pengelolaan APBD.

Enam, pemerintahan pusat harus segera mengeluarkan PP terutama tentang Pasal 21 dan 32 sehingga pemerintah daerah segera bisa bergerak untuk mengatur lembaga pemerintahan dan SOTK.

Tujuh, aparatur sipil negara juga diperhatikan karena untuk PP dan peraturan pendampingnya juga belum jelas.

B. Evaluasi pelaksanaan Pilkada serentak berdasarkan Undang-Undang 8 Tahun 2018:

1. Sering adanya peraturan dan surat edaran dari KPU tentang pelaksanaan teknis tahapan yang mengalami perubahan sehingga KPU Kabupaten terlambat dalam menyusun keputusan KPU.

2. Banyaknya lembaga yang terlibat dalam penyelesaian sengketa pilkada berpotensi menimbulkan keputusan yang bertentangan dan memiliki kecenderungan yang tidak konsisten.

3. Belum adanya standarisasi sosialisasi yang teruji dalam peningkatan partisipasi pemilih.

4. Rekruitmen PPS dan KPPS kental faktor like and dislike.

5. Erornya sistem informasi data pemilih pada waktu traffic jam.

6. Beban kerja PPK terlalu besar karena tidak ada rekapitulasai ditingkat PPS.

7. Terkait alat peraga kampanye menjadi momok mengurusi APK itu membutuhkan energi yang sangat sangat banyak.

8. Kekosongan hukum dalam Pilkada dimana dalam Undang-Undang 8/73 mengenai politik uang tidak ada sanksi pidananya yang jelas.

9. Perlu diatur mengikuti pendidikan ilmu pemerintahan dan Pimpinan.

Komite II Tentang Pertanian dan Perkebunan:

1. Penggunaan Pupuk organik dan pestisida marak sekali digunakan oleh petani di Indonesia utamanya juga di Provinsi Jawa Tengah tetapi tentang harga jualnya tidak sebanding dengan keringat yang dihasilkan.

2. Ketergantungan pada Urea sebagai pupuk utama akan memperbesar biaya produksi sementara hasil panen akan cenderung menurun tiap tahunnya dan unsur hara dalam tanah berkurang

3. Peran Bulog untuk menjaga stabilitas harga pangan tidak begitu dirasakan oleh para petani. Masih banyak tengkulak yang memainkan harga beras dan hasil pertanian yang lainnya demi keuntungan sebelah pihak, tentunya perlu optimalisasi daripada gerakan sergap.

Kehutanan dan Lingkungan Hidup:

1. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah secara menyeluruh. Di beberapa tempat sudah ada semacam solusi bank sampah dan sedekah sampah yang itu juga merupakan gerakan, akan tetapi belum bisa menyentuh daripada akar-akar permasalahan daripada pengolahan sampah sebagai tindak lanjut dari Pengawasan Undang-Undang 18 Tahun 2008 Tentang Energi dan Sumber Daya

Mineral. Rasio ketersediaan listrik di Jawa Tengah sudah 100% namun rasio elektrifikasi baru mencapai 88,37%.

2. Provinsi Jawa Tengah sangat potensial dan mendukung dalam upaya diversifikasi energi dan konservasi energi namun pemanfaatannya belum optimal. Energi baru dan terbarukan yang potensial berada di beberapa daerah di Jawa Tengah seperti tenaga surya, air, panas bumi, kotoran ternak, potensi gas rawa dan termasuk juga dalam hal ini sampah. Direncanakan tahun 2017 dibangun di Kota Solo dan Kota Semarang yaitu energi terbarukan berupa pengelolaan sampah.

Komite IV

Musyawarah perencanaan pembangunan ataupun Musrenbang telah diselenggarakan di beberapa kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah melalui Musrenbangwil. Mayoritas usulan dalam musrenbang adalah pembangunan infrastruktur yang menelan biaya sangat besar karena anggaran kabupaten/kota terbatas, maka setiap daerah memerlukan bantuan anggaran dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk membangun berbagai sarana infrastruktur prioritas lainnya yang ada di 35 kabupaten/kota.

Tentang koperasi, pendirian koperasi di desa umumnya disambut baik oleh warga masyarakat dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian desa. Seperti KUD yang menjadi tumpuan harapan petani di daerah kerjanya serta merupakan salah satu kelembagaan agribisnis dalam pedesaan dimana mengakomodir beberapa keanggotaan dari kelompok-kelompok tani.

Tiga, Pengembangan UMKM Batik di Jawa Tengah. Batik merupakan salah satu kekayaan budaya yang harus dilestarikan sebagai identitas di Indonesia, di mana dibeberapa Kota di Jawa Tengah, Blora, Grobogan, Tegal telah mengembangkan produksi batik. Para pengrajin batik di 3 daerah tadi mengalami kendala dalam pengembangan usaha batik mereka. Pemerintah Daerah diharapkan mau membina, memberikan pengarahan, tanggap, memberikan solusi untuk masalah yang dihadapi pengrajin batik, agar pengrajin batik itu bisa berkembang seperti di Pekalongan, Solo, yang sudah dikenal sampai tingkat internasional.

Demikian ringkasan laporan hasil kegiatan Anggota DPD RI Provinsi Jawa Tengah, secara lengkap sudah kami sampaikan melalui Alat Kelengkapan Komite I, II, III dan IV.

Yang bertanda tangan di bawah ini, kami Anggota DPD RI dari Provinsi Jawa Tengah : Denti Eka Widi Pratiwi, S.E., M.H.; Dr. H. Bambang Sadono, S.H., M.H.; Drs. H. Akhmad Muqowam

Terima kasih.

Wabillahil taufik wal hidayah.

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Baik, Terima kasih Ibu Denty yang telah menyampaikan laporan resesnya, selanjutnya kami persilakan kepada yang mewakili Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

PEMBICARA: Drs. MUHAMMAD AFNAN HADIKUSUMO (D.I. YOGYAKARTA)

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Pimpinan Paripurna dan Para Anggota Dewan yang berbahagia, saya akan menyampaikan beberapa poin dari tiap-tiap Komite yang menjadi isu di DIY. Nah selengkapnya nanti akan saya serahkan kepada Pimpinan.

Untuk Komite I, isu yang menonjol adalah tentang Implementasi Undang-Undang Desa, dimana salah satu keluhan dari aparat pemerintahan desa adalah tentang SDM di desa yang masih rendah, sementara beban kerja perangkat desa cukup berat dan berujung pada konsekuensi hukum.Nah, sementara itu pendamping desa belum maksimal mendampingi baik didalam perencanaan, penyusunan anggaran, maupun pelaporannya.

Kemudian untuk Komite II, salah satu isu yang menonjol adalah persoalan masukan masyarakat tentang krisis energi. Nah masyarakat meminta supaya Pemerintah mengarahkan pada energi terbarukan, salah satunya adalah biodiesel. Potensi kelapa sawit di Indonesia yang sangat besar bisa dioptimalkan untuk menjadi salah satu sumber energi terbarukan.

Kemudian untuk Komite III ada 2 isu yang menonjol, yaitu:

1. Tentang Undang-Undang Guru dan Dosen, dan 2. Tentang BPJS

Nah sedangkan untuk Komite IV ini yang menonjol adalah tentang keluhan pemerintah daerah terkait dengan Undang-Undang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dimana pemerintah daerah melihat perlu ada sinkronisasi perencanaan antara pemerinta pusat dengan pemerintah daerah. demikian beberapa pokok hal yang kami terima dari masyarakat dan pemerintah daerah DIY.

Terima kasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Baik, terima kasih yang mewakili Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, selanjutnya kami persilakan yang mewakili Provinsi Jatim.

PEMBICARA: ABDUL QADIR AMIR HARTONO, S.E., S.H., M.H. (JAWA TIMUR)

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Laporan kegiatan di Daerah Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Provinsi Jawa Timur Periode Tanggal 18 Maret 2016 s.d. 10 April 2016. Mengawali laporan kegiatan reses kami berempat di Jawa Timur, kami memandang pentingnya pelaksanaan penyerapan aspirasi masyarakat dan daerah yang merupakan kewajiban bagi Pimpinan dan Anggota DPD dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat dan daerah secara berkala untuk bertemu konstituen masing-masing guna meningkatkan kualitas, produktifitas dan kinerja DPD dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyat, serta guna mewujudkan peran DPD dalam mewujudkan fungsi checked and balances diantara DPR, DPD, dan Pemerintah.

Permasalahan pada kesempatan reses kali ini, Anggota DPD RI Provinsi Jawa Timur dalam melaksanakan kegiatan di daerah ada beberapa hal permasalahan dan aspirasi yang telah disampaikan oleh pemerintah daerah maupun masyarakat umum dan sekian banyak aspirasi dan permasalahan yang dihimpun pada masa penyerapan aspirasi kali ini terdapat penitikberatan persolan yang perlu kami sampaikan untuk diteruskan pembahasannya. Yakni pada bidang Komite I perlu bagi pemerintah untuk menangkal radikalisme dan isu-isu terorisme serta proksi war dan soft war yang kian banyak banyak merambah di masyarakat.

Peran pemerintah pusat dan daerah dalam mengantisipasi merebaknya radikalisme ini perlu bekerjasama dengan berbagai pihak, baik dari lembaga pendidikan maupun lembaga organisasi masyarakat.

Berikutnya yang kedua adalah Dewan Perwakilan Daerah perlu melakukan dialog yang intensif kepada kepala-kepala daerah di Jawa Timur khususnya yang baru dilantik pada Pilkada serentak yang baru lalu itu dan perlu kita membangun sinergi antara daerah dan pusat

agar terkoneksi dengan baik, mengingat otonomi daerah memberikan peluang yang sangat tinggi bagi kemajuan daerah dan seterusnya sampai poin 4. Pada bidang Komite II penyetopan pengambilan karang di alam sebagai bahan bangunan atau cinderamata. Jika rumah tempat ikan berlindung punah maka tingkat survivalnya tidak ada dan berakibat kepada beberapa spesies punah menjadi mata rantai menjadi spesies kepunahan spesies lainnya dan seterusnya sampai poin 6.

Bidang Komite III satu yaitu kuota beasiswa untuk melanjutkan pendidikan strata 2 perlu ditambah dikarenakan masyarakat untuk menjadi dosen pada perguruan tinggi minimal harus berjenjang strata 2. Harapannya adalah pemerintah bisa memberikan kuota yang besar untuk melanjutkan jenjang pendidikan para dosen kita ke tingkat strata yang lebih tinggi sampai pada poin 10.

Pada bidang Komite IV, desa perlu dimaksimalkan penyerapan anggarannya agar perekonomian desa lebih merata dalam upaya pembentukan koperasi desa dan Badan Usaha Milik Desa sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan seterusnya pada sampe poin 3.

Penutup mengakhiri laporan ini kami menyampaikan harapan kami dari Jawa Timur kepada sidang yang terhormat ini semoga hasil kegiatan anggota DPD di daerah dapat ditindak lanjuti sehingga memberikan kepastian kepada daerah dan masyarakat atas persoalan yang sedang dihadapi. Kami atas nama anggota DPD RI dari Provinsi Jawa Timur mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan dalam membacakan beberapa poin penting sebagai laporan atas hasil kegiatan kami di daerah dan semoga Allah SWT.

Tuhan yang Maha Esa senantiasa melimpahkan karunia-Nya kepada kita semua. Amiin.

Akhiran, Allahumaa fiq ila Aqwamith thoriq.

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Provinsi Jawa Timur Hj.

Emilia Contessa B.58; Abdul Qadir Amir Hartono B.58; H. Ahmad Nawardi B.59; Drs. H.

A. Budiono B.60.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Terima kasih kepada Pak Amir. Selanjutnya kami persilakan yang mau mewakili Provinsi Bali.

PEMBICARA: Dr. SHRI I GUSTI NGURAH ARYA WEDARAKNA M W S III, S.E, M. Si. (BALI)

Yang terhormat pimpinan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Rekan-rekan Anggota Dewan Perwakilan Daerah dan Hadirin yang berbahagia.

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera.

Om swastiastu.

Mengawali penyampaian laporan reses kami dari Dewan Perwakilan Daerah Provinsi Bali yang terdiri dari saya Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, Bapak Anak Agung Oka Ratmadi, Bapak Gede Pasek Suardika, Bapak I Kadek Arimbawa bermaksud untuk menyampaikan laporan reses sesuai dengan amanah konstitusi untuk masa sidang yang ke- 10 dan untuk itu dengan mengucapkan puji syukur kehadapan Tuhan kepada Sang Hyang Widhi Wasa dan sebelumnya kami menyampaikan secara singkat dan sebelumnya kami menyampaikan duka cita pada masa reses beberapa waktu yang lalu telah kembali ke alam sunyi yaitu putra dari Bapak Anak Agung Oka Ratmadi yang telah selesai upacara Pelebon di Provinsi Bali dan semoga arwah dapat manunggal dengan Brahman.

Untuk itu yang pertama kami sampaikan dengan Komite I, II , III, dan IV kami ringkas, mendorong pemerintah Bali dan pusat untuk meningkatkan pembangunan jalan shortcut di Bali khususnya untuk jalur Denpasar dan Singaraja atau Bali Utara meminta

Untuk itu yang pertama kami sampaikan dengan Komite I, II , III, dan IV kami ringkas, mendorong pemerintah Bali dan pusat untuk meningkatkan pembangunan jalan shortcut di Bali khususnya untuk jalur Denpasar dan Singaraja atau Bali Utara meminta

Dokumen terkait