• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA RISALAH SIDANG PARIPURNA KE-10 DPD RI MASA SIDANG IV TAHUN SIDANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA RISALAH SIDANG PARIPURNA KE-10 DPD RI MASA SIDANG IV TAHUN SIDANG"

Copied!
76
0
0

Teks penuh

(1)

DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA

---

RISALAH

SIDANG PARIPURNA KE-10 DPD RI MASA SIDANG IV TAHUN SIDANG 2015-2016

DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA

I. KETERANGAN

1. Hari : Senin

2. Tanggal : 11 April 2016 3. Waktu : 15.00 WIB – selesai 4. Tempat : R. Rapat Nusantara V

5. Pimpinan Sidang : 1. H. Irman Gusman, SE., MBA (Ketua DPD RI) 2. GKR Hemas (Wakil Ketua DPD RI)

3. Prof. Dr. Farouk Muhammad (Wakil Ketua DPD RI) 6. Sekretaris Sidang : 1. Prof. Dr. Sudarsono Hardjosoekarto (Sekretaris Jenderal

2. DPD RI)

3. Zul Evi Astar, S.H. (Wakil Sekretaris Jenderal DPD RI) 7. Panitera 1. Ir. Sefti Ramsiaty, MM. (Kepala Biro Persidangan I)

2. Adam Bachtiar, S.H., M.H. (Kepala Biro Persidangan II) 8. Acara : 1. Pembukaan Masa Sidang IV Tahun Sidang 2015-2016;

2. Pidato Pembukaan pada Awal Masa Sidang IV Tahun Sidang 2015-2016;

3. Laporan Kegiatan Anggota DPD RI di Daerah Pemilihan.

9. Hadir : Orang

10. Tidak hadir : Orang

(2)

II. JALANNYA SIDANG :

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Mohon duduk sebagaimana yang telah diatur, para Anggota. Baik para protokol, mohon para Anggota Dewan yang terhormat yang masih ada di ruangannya untuk mengambil tempat duduk masing-masing biar kita membuka sidang ini. Baik, waktu sudah mulai pukul 15.00 WIB, mohon.

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera bagi kita semua.

Om swastiastu.

Sebelum memulai Sidang Paripurna DPD, marilah kita menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kepada seluruh anggota DPD yang saya hormati dan seluruh hadirin yang hadir pada ruangan ini dimohon untuk kita berdiri sejenak dan mari kita bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan kita Indonesia Raya.

PEMBICARA: PADUAN SUARA Hiduplah Indonesia raya…

Indonesia tanah airku.

Tanah tumpah darahku.

Disanalah aku berdiri.

Jadi pandu ibuku.

Indonesia kebangsaanku.

Bangsa dan Tanah Airku.

Marilah kita berseru.

Indonesia bersatu.

Hiduplah tanahku.

Hiduplah negriku.

Bangsaku Rakyatku semuanya.

Bangunlah jiwanya.

Bangunlah badannya.

Untuk Indonesia Raya.

Indonesia Raya.

Merdeka Merdeka.

Tanahku negriku yang kucinta.

Indonesia Raya.

Merdeka Merdeka.

Hiduplah Indonesia Raya.

Indonesia Raya.

Merdeka Merdeka.

Tanahku negriku yang kucinta.

Indonesia Raya.

Merdeka Merdeka.

Hiduplah Indonesia Raya.

SIDANG DIBUKA PUKUL 15.00 WIB

(3)

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Silakan untuk duduk kembali. Berdasarkan catatan daftar hadir yang disampaikan oleh Sekretariat Jenderal, sampai saat ini telah hadir 82 anggota dari 130 di mana keterangannya tugas satu, izin lima, dan sakit ada tiga orang. Dengan demikian, sidang telah memenuhi syarat untuk dibuka. Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Sidang Paripurna ke-10 DPD ini kami buka dan dinyatakan terbuka untuk umum.

KETOK 1X Sidang Dewan yang mulia.

Sesuai dengan jadwal acara siding, Sidang Paripurna hari ini mempunyai tiga agenda pokok, yaitu pembukaan Masa Sidang IV Tahun Sidang 2015-2016. Yang kedua, pidato pembukaan awal Masa Sidang IV Tahun Sidang 2015-2016. Yang ketiga, laporan kegiatan anggota DPD RI di daerah pemilihan. Sebelum kita melakukan doa, sebagaimana kita tahu sidang ini seharusnya dimulai pukul 13.00 WIB, tetapi pagi tadi kita menetapkan jadwal sidang dan kegiatan semua sehingga Panmus tadi berlangsung dari pukul 10.00 – 14.00 WIB sehingga kita terlambat untuk memulai ini. Oleh karena itu, mari kita semua berdoa bagi kelancaran pelaksanaan tugas-tugas seluruh anggota DPD ke depan dalam rangka memperjuangkan aspirasi masyarakat dan daerah yang dipercayakan kepada kita. Untuk itu, kami mohon Saudara Dedy Iskandar Batubara, senator dari Provinsi Sumatera untuk dapat memimpin doa untuk supaya jalannya sidang ini bisa berlangsung dengan lancar dan tertib.

Kami persilakan.

PEMBICARA: DEDY ISKANDAR BATUBARA, S.Sos., S.H., M.S.P. (SUMATERA UTARA)

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia yang kami hormati, hadirin yang hadir, marilah bersama kita berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Izinkan saya untuk memimpin doa secara Islam. Bagi saudara-saudara yang beragama lain kami persilakan untuk menyesuaikan.

Auzubillahi minassyaitan nirrajim, bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahiabbil

‘alamin wabihi nasta'in 'ala umuriddunya waddin ashhadu alla ilaha illallahu wahdahu la syarikalah wa ashhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh.

Allahumma ya Allah, hari ini kami berkumpul di majelis Paripurna Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia ini atas izin berkahi majelis ini sungguh engkau adalah yang maha pemberi keberkahan Allahumma Ya Allah Tuhan yang maha mengampun sungguh kami adalah orang-orang yang zholim yang tidak luput dari salah dan dosa. Ampuni dosa kami, dosa kedua Ibu dan Bapak kami, dosa istri, suami, dan anak-anak kami, dosa keluarga kami, dosa para pendahulu kami, dosa para pemimpin bangsa kami, dosa orang- orang yang berbuat baik kepada kami, dosa orang-orang yang doakan kami, dosa saudara- saudara kami yang juga tidak hadir di ruangan ini, dosa seluruh kaum muslimin dan muslimat Allahuma Ya Allah Tuhan yang maha tinggi yang memiliki kebesaran dan kemuliaan. Tuhan pemberi kedamaian dan keselamatan engkau adalah kedamaian dan keselamatan dari Mu segala kedamaian dan keselamatan kepada Mu kami kembali dalam kedamaian dan keselamatan hidupkan kami Ya Allah dalam kedamaian dan keselamatan masukan kami ke dalam surga Mu yang penuh dengan kedamaian Allahuma Allah ya Tuhan yang mengenggam kekuasaan dengan kuasa Mu engkau beri kami sedikit kekuasaan bimbing

(4)

kami untuk mampu menggunakan jabatan dan kekuasaan selalu dalam ridhoan Mu perihara langkah kaki kami agar senantiasa berjalan dalam kebaikan dan kebenaran kepada Mu kami meminta dan kami yakin engkau maha pangabul doa robbana atina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina adzabannar shallallahu alayhi walhamdulillahirobbil alamin.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Sidang dewan yang mulia, mengawali Sidang Paripurna ke-10 ini kami sampaikan beberapa informasi sehubungan pelaksanaan tugas alat kelengkapan DPD untuk bisa menjadi perhatian kita bersama di Masa Sidang ke-4 Tahun Sidang 2015 dan 2016 di mana masa sidang ini seluruh alat kelengkapan di harapkan dapat menyelesaikan seluruh tugas-tugas yang telah di agendakan sejak masa sidang sebelumnya dan menyusun agenda sidang pada masa sidang ini sesuai dengan skala perioritas di masing-masing alat kelengkapan. Dari meja pimpinan kami informasikan bahwa tanggal 18 dan 22 Maret 2016 yang lalu Ketua DPD telah menerima surat dari DPR RI perihal penyampaian RUU tentang Pertanahan, RUU tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, serta RUU tentang Arsitek. Tadi pagi rapat Panmus telah memutuskan untuk menugaskan Komite I untuk membahas RUU tentang Pertanahan dan Komite II untuk membahas RUU tentang Karantina Hewan, dan Ikan, dan Tumbuhan, serta RUU tentang Arsitek. Di samping itu Pimpinan juga telah menerima surat dari DPR RI terkait permohonan untuk menunjuk alat kelengkapan guna membahas RUU tentang ekonomi kreatif yang mana ini adalah inisiatif dari DPD RI untuk itu tadi kami di Panmus telah menugaskan Komite III dan PPUU untuk membahas RUU tersebut bersama DPR RI dan Pemerintah secara Tripartit. Juga perlu kami informasikan bahwa tanggal 4 April 2016 yang lalu Mahkamah Konstitusi telah meminta DPD RI bersama-sama dengan DPR dan juga Presiden untuk memberikan keterangan pada Sidang Pleno MK pada pengujian perkara Nomor 11/PUU 14/2016 perihal permohonan pengujian Nomor 21 Tahun 2014 tentang panas bumi dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah. Terhadap Undang-Undang Dasar Negeri Republik Indonesia Tahun 1945. Dalam pemberian keterangan ini telah di lakukan oleh Komite I dan Komite II dan selanjutnya pada tanggal 14 April 2016 DPD RI akan dimintakan kembali untuk memberikan keterangan pada Sidang Pleno Mahkamah Konstitusi pada pengujian perkara Nomor 136/PU XIII/2015 perihal permohonan pengujian Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah terhadap Undang-Undang Dasar Negeri Republik Indonesia Tahun 1945. Untuk kali ini kami menugaskan Komite I sesuai dengan bidang tugasnya untuk mewakili DPD RI kala memberikan keterangan di Sidang Mahkamah Konstitusi. Kedepan untuk memenuhi undangan serupa kita sepakati akan sesuaikan dengan pembidangan komite. Patut juga kita syukuri bahwa keterlibatan DPD RI dalam membahas RUU secara Tripartit dan dimintanya DPD RI hadir sebagai saksi dalam persidangan Mahkamah Konstitusi merupakan sebuah langkah maju dan ini juga merupakan langkah kita bersama dalam membangun lembaga ini untuk dapat lebih diperhitungkan dalam sistem legislasi nasional.

Kami juga meminta agar alat kelengkapan yang telah ditugaskan untuk dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengan fungsi di masing-masing alat kelengkapan dan tentu kami yakin melalui upaya tersebut langkah DPD RI dalam rangka memperkuat peran dan keterlibatan tidak hanya dalam pembahasan RUU namun juga tugas lainnya yang tentu saja berkaitan dengan kepentingan daerah dan juga nasional dapat terus kita tingkatkan. Dalam melanjutkan pelaksanaan tugas masa sidang ini kami meminta agar seluruh alat kelengkapan untuk dapat senantiasa dan terus mengikuti perkembangan kondisi kekinian yang tengah berkembang di masyarakat. Kasus menyanderaan 10 warga negara Indonesia yang terjadi di daerah perbatasan dengan Filipina tentunya perlu mendapat perhatian kita semua. DPD RI

(5)

berharap pemerintah dapat menyelesaikan dan mengambil langkah-langkah kongkrit khususnya guna penyelamatan seluruh korban penyanderaan tersebut. Dengan adanya kasus ini DPD RI melalui Komite I akan memberikan masukan konkrit melalui penyusunan RUU inisiatif tentang wilayah negara dengan memasukan klausul mengenai pengamanan wilayah negara khususnya di wilayah perbatasan. Pada saat yang bersamaan Komite I DPD RI juga akan menyusun RUU inisiatif tentang perubahan Undang-Undang tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua, hal ini dilakukan mengingat perlu adanya penyesuaian pengaturan kekhususan bagi pengelolaan di wilayah Papua sebagai wilayah terdepan dan di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami juga terus mengingatkan agar terus kita mengikuti perkembangan persiapan pemerintah dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak yang akan dilaksanakan pada tahun 2017. Pelaksanaan Pilkada serentak gelombang kedua kita harapkan dapat berlangsung dengan baik daripada yang telah berlangsung ini. Berbagai kendala dalam pelaksanaan Pilkada serentak gelombang kesatu tahun 2015 diharapkan tidak terulang kembali dan menjadi catatan yang dapat dijadikan koreksi dan perbaikan dalam pelaksanaan Pilkada yang akan datang. Terlibatnya Provinsi DKI Jakarta, Banten serta beberapa kebupaten kota di Provinsi Papua tentunya akan menjadikan pelaksanaan Pilkada pada tahun 2017 ini menjadi semakin khusus dengan DKI sebagai Ibukota Negara dan akan menjadi barometer yang akan menyedot perhatian setidaknya di dalam negeri namun juga di dunia internasional. DPD RI juga akan turut berpartisipasi aktif dalam mendukung kesuksesan pelaksanaannya melalui pembahasan bersama dengan DPR dan Pemerintah terkait RUU perubahan terhadap Undang-Undang tentang Pemilihan Gubernur, Walikota dan Bupati. RUU ini merupakan wujud nyata peran serta DPD RI dalam mendukung perbaikan dan peningkatan kualitas serta tata kelola pemerintahan daerah melalui pemilu kada daerah.

Sidang Dewan yang mulia. Pada kurun waktu yang terakhir dimana permasalahan reklamasi di wilayah Jakarta juga tengah menjadi perbincangan diruang publik dalam kasus ini DPD RI meminta agar pemerintah melakukan review peraturan terkait penata dan pengelolaan lingkungan. DPD RI meminta pula agar pemerintah dapat mempertegas batasan tanggung jawab antara pemerintah dan pemerintah daerah dalam penataan dan pengelolaan lingkungan. Pemerintah juga perlu mengkaji dampak kebijakan penataan dan pengelolaan lingkungan tersebut terhadap masyarakat secara lebih komprehensif.

Pada masa sidang ini DPD RI melalui Komite II akan melakukan penyusunan RUU tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan juga RUU tentang perubahan Undang-Undang tentang perlindungan varietas tanaman. Dengan disusunnya kedua RUU ini DPD RI berharap agar pemerintah dapat lebih memperhatikan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta perlindungan varietas tanaman khususnya dalam dukungan pembangunan ketahanan pangan nasional.

Pada masa sidang ini kami juga meminta agar kita dapat terus mengikuti perkembangan pelaksanaan ujian nasional yang sedang diikuti anak-anak kita pada peserta didik. Kendati telah ditetapkannya UN ujian nasional bukan menjadi penentu utama kelulusan namun kami meminta agar pemerintah terus mengevaluasi pelaksanaan UN tersebut di mana ujian nasional harus kita manfaatkan sebagai momentum evaluasi kompetensi pelaksanaan pendidikan nasional sehingga pemerintah dapat terus melakukan strategi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu kami berharap Komite III dapat berperan aktif dan mendukung pemerintah dalam pelaksanaan ujian nasional ini.

Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia juga kembali menghimbau kepada pemerintah untuk fokus terhadap pencegahan kasus kekerasan yang masih banyak menimpa anak perempuan dan kaum marginal lainnya. Bahkan DPD RI juga turut prihatin di tetapkannya status darurat kekerasan dibeberapa kabupaten dan kota seperti Serang dan Wonogiri. Kerja bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah tentunya sangat kita perlukan untuk mengentaskan permasalahan ini. DPD RI melalui Komite III juga akan

(6)

senantiasa melakukan berbagai upaya untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam memberantas kasus-kasus tersebut. Hal tersebut diwujudkan salah satunya melalui finalisasi RUU Inisiatif DPD RI tentang penghapusan kekerasan sexsual yang ditargetkan akan kita laksanakan pada tahun ini. Pada masa sidang ini Komite III juga akan melakukan pembahasan RUU tentang tanggung jawab sosial perusahaan, selain itu Komite III juga akan melakukan pembahasan untuk memberikan pandangan dan pendapatnya kepada DPR RI terkait RUU sistem perbukuan, RUU tentang kebudayaan dan juga RUU tentang kekarantinaan kesehatan.

Sidang dewan yang mulia, selain kasus tersebut diatas masih lambatnya pertumbuhan ekonomi sampai dengan permulaan triwulan kedua tahun 2016 meskipun pemerintah telah melakukan dua kali penurunan harga BBM hal ini belum mampu mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat disamping itu masih lemahnya index harga saham gabungan menunjukan iklim investasi di Indonesia masih belum menghadapi perbaikan dan juga ini dipengaruhi oleh kondisi ekonomi secara global, blow up kasus dugaan penyelewengan pajak yang dikenal sebagai Panama Papers telah meresahkan perekonomian global dugaan terlibatnya beberapa pengusaha asal Indonesia dalam kasus tersebut perlu menjadi perhatian kita bersama. DPD RI meminta agar pemerintah segera merespon kasus tersebut mengingat pemerintah tengah berkonsentrasi dalam peningkatan prima disektor pajak. Rencana pemerintah untuk menerapkan pengampunan pajak melalui pembicaraan RUU tentang penggunaan pajak dapat diharapkan dapat dikaji ulang. DPD RI berhadap agar pemerintah tidak memberikan pengampunan pajak terhadap pengusaha-pengusaha ... pajak tersebut.

Diharapkan juga kedepan peningkatan perimbangan negara melalui sektor pajak dapat dilakukan tanpa melakukan upaya-upaya yang justru dapat merugikan negara untuk mendukung hal tersebut DPD RI melalui Komite IV akan melakukan penyusunan pandangan DPD RI terhadap RUU pengampunan pajak atau yang dikenal dengan tax amnesty sejalan dengan hal tersebut Komite IV juga akan melakukan penyusunan RUU inisiatif DPD RI tentang perubahan atas RUU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan dan RUU inisiatif DPD RI tentang penilai sebagai bentuk dukungan untuk akselerasi pembangunan kedepan.

Sidang dewan yang mulia. Untuk memenuhi ketentuan Pasal 12 huruf h dan Pasal 196 Ayat 3 tata tertib DPD RI kegiatan Anggota DPD RI di daerah yang diwakilinya dilakukan dalam rangka memenuhi kewajiban anggota dewan untuk menyerap, menghimpun, menampung serta menindaklanjuti aspirasi masyarakat dan daerah, untuk selanjutnya dilaporkan dalam sidang paripurna disetiap awal masa sidang. Untuk itu secara berurutan kami akan mampersilakan kepada wakil masing-masing provinsi dapat menyampaikan laporan kegiatan di daerah dan juga perlu kami ingatkan sesuai dengan kesepakatan waktu penyampaikan laporan masing-masing provinsi adalah maksimal 5 menit. Oleh karena itu...

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Interupsi Pimpinan.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Laporan yang akan disampaikan nanti dapat lebih dipadatkan cukup pada garis-garis besarnya saja. Selanjutnya laporan yang lebih lengkap diserahkan kepada sebagai lampiran yang tidak dapat dipisahkan

(7)

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Interupsi Pimpinan.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Dari laporan yang dibacakan.

PEMBICARA :

Interupsi Pimpinan.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Laporan tersebut menadi bahan penting...

PEMBICARA :

Interupsi Pimpinan.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Yang akan di administrasikan... (tidak jelas, red) PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Interupsi Pimpinan.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Khususnya Komite I, II, III dan IV.

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Interupsi Pimpinan.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Pada kesempatan pertama

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Interupsi Pimpinan. Benny Ramdhani B96 Sulawesi Utara. Interupsi Pimpinan.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Baik, sebentar, sebentar. Di sini mengatakan sesuai dengan kesepakatan kita tadi sudah pembuka masa sidang ini, penutup pembukaan sudah saya sampaikan. Ini agenda kita itu adalah mendengarkan laporan kegiatan kita..

(8)

PEMBICARA :

Interupsi dulu Ketua.

PEMBICARA :

Yang kayak begini ini yang tidak jelas.

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Interupsi Pimpinan. Benny Rhamdani B-96 Sulawesi Utara.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Silakan.

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Atas teman-teman yang telah memberikan mandat kepada saya melalui surat dan dokumen resmi, tidak hanya nama tapi juga ditandatangani.Saya mohon izin kepada Pimpinan untuk diperkenankan saya menyampaikan surat yang surat ini akan ditujukan kepada Pimpinan DPD RI dan juga Badan Kehormatan. Yang sebelumnya saya mohon izin surat ini dibacakan di mimbar yang mulia forum paripurna kali ini.

Terima kasih Pimpinan, hanya 5 menit.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Ini tidak diagendakan. Silakan saja lewat mekanisme.. Silakan yang lain.

PEMBICARA : BASRI SALAMA, S.Pd (MALUKU UTARA)

Silakan maju Pak Benny.

PEMBICARA :

Silakan maju 5 menit saja Pimpinan.

PEMBICARA : Drs. MUHAMMAD AFNAN HADIKUSUMO (DIY)

Pimpinan.

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Mohon izin saya mendampingi Pimpinan.

PEMBICARA : Drs. MUHAMMAD AFNAN HADIKUSUMO (DIY)

Pimpinan, Pimpinan, Pimpinan. Jadi kalau dibacakan tidak ada di agenda. Saudara Benny, itu tidak ada di agenda Itu diserahkan kalau mau serahkan.

(9)

PEMBICARA : Dra. Hj. JUNIWATI T. MASJCHUN SOFWAN (JAMBI)

Pimpinan, Interupsi. Itu tidak ada di dalam agenda.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Saudara Benny.

PEMBICARA : Dra. Hj. JUNIWATI T. MASJCHUN SOFWAN (JAMBI) Pimpinan yang tegas.

Tidak ada di dalam agenda.

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Terima kasih Pimpinan atas kesempatan yang diberikan

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Iya, kita tidak bisa memberikan, tidak ada diagendakan oleh Panmus.

PEMBICARA : Dra. Hj. JUNIWATI T. MASJCHUN SOFWAN (JAMBI) Interupsi Pimpinan.

Pimpinan yang tegas, tidak ada di dalam agenda untuk hal ini.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Baik,

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Terima kasih, atas kesempatan yang diberikan.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Tolong kembali dulu duduk.

PEMBICARA : GKR. HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI)

Pak Benny mohon, tidak ada di dalam agenda.

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Kalau urusan saya membaca ini dengan alasan Ibu tidak diagendakan apakah menutup sidang paripurna pada periode sebelumnya itu sesuai dengan tata tertib?

PEMBICARA : GKR. HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Waktunya akan kami... (tidak jelas, red)

(10)

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Mohon izin untuk disampaikan.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Tolong Pak Benny kembali, tidak diagendakan.

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Sekali lagi Pimpinan, mohon izin untuk disampaikan.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Tolong hormati sidang paripurna ini Pak. Silakan dengar.

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Iya, Pimpinan.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Silakan.

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Kepada yang terhormat.

PEMBICARA :

Interupsi Pimpinan.

PEMBICARA : Dra. Hj. JUNIWATI T. MASJCHUN SOFWAN (JAMBI)

Dengarkan laporan daerah.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

.. (tidak jelas, red) untuk bisa menyampaikan...

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

... Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

...(tidak jelas, red) Saudara Benny untuk kembali. Silakan duduk.

(11)

PEMBICARA :

Mohon laporan daerah diutamakan.

PEMBICARA :

Interupsi.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Silakan Ibu.

PEMBICARA : Dra. Hj. JUNIWATI T. MASJCHUN SOFWAN (JAMBI)

Laporan daerah lebih penting.

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Bapak menutup sidang paripurna saat itu juga tidak diagendakan..

PEMBICARA : Dra. Hj. JUNIWATI T. MASJCHUN SOFWAN (JAMBI)

Masyarakat di daerah mendengarkan.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Tolong hormati Pak Benny, ini sudah

PEMBICARA : Dra. Hj. JUNIWATI T. MASJCHUN SOFWAN (JAMBI)

Mohon Pimpinan, aspirasi masyarakat itu lebih penting kita dengarkan.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Laporan dari daerah.

PEMBICARA : Dra. Hj. JUNIWATI T. MASJCHUN SOFWAN (JAMBI)

Aspirasi masyarakat lebih penting untuk di dengarkan.

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Saya hanya minta waktu Pak Irman

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Nanti serahkan saja, serahkan nanti kita bisa bicara. Kami tidak memberikan ruang untuk Saudara.

(12)

PEMBICARA : Dra. Hj. JUNIWATI T. MASJCHUN SOFWAN (JAMBI) Aspirasi masyarakat lebih penting untuk kita dengarkan.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Tolong turun. Tidak boleh begitu.

PEMBICARA : Dra. Hj. JUNIWATI T. MASJCHUN SOFWAN (JAMBI)

Pimpinan, aspirasi masyarakat lebih penting kita dengarkan.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

... (tidak jelas, red) Kita aspirasi rakyat dulu lebih penting.

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Kepada yang terhormat Pimpinan dan Anggota Badan Kehormatan.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Tidak bisa Pak Benny.

PEMBICARA :

Pimpinan.

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

DPD RI.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera.

Om swastiastu.

PEMBICARA :

Interupsi Pimpinan.

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Dengan hormat kami yang bertanda tangan dibawah ini : PEMBICARA :

Pimpinan.

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Kita lanjut bacakan ya Saudara-saudara. Kita lanjut bacakan.

(13)

PEMBICARA : MESAKH MIRIN (PAPUA)

Lanjut baca.

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Kepada yang terhormat Pimpinan dan Anggota Badan Kehormatan DPD RI. Dengan hormat kami yang bertanda tangan dibawah ini :

1. Benny Rhamdani Nomor Anggota PEMBICARA :

Aspirasi masyarakat.

PEMBICARA :

Interupsi, interupsi PEMBICARA :

Aspirasi masyarakat lebih penting.

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT) 2. Haji Ahmad Nawardi, S. Ag

Nomor Anggota PEMBICARA :

Interupsi Pimpinan.

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT) Jabatan : Anggota.

Daerah pemilihan : Jawa Timur.

PEMBICARA :

Tidak bisa

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT) 3. Abdul Aziz.

Nomor Anggota : BA-23 PEMBICARA :

Pimpinan aspirasi kita.. Tidak bisa...

(14)

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Daerah pemilihan : Sumatera Selatan.

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Atas nama seluruh Anggota DPD RI PEMBICARA :

Pimpinan

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Periode 2014-2019 PEMBICARA :

Itu tidak bisa Pimpinan.

PEMBICARA :

Interupsi Pimpinan.

PEMBICARA :

Interupsi Pimpinan.

PEMBICARA :

Pimpinan. Pimpinan.

PEMBICARA :

Tolong kembali ke tatib.

PEMBICARA :

Semua duduk, kembali ke tatib.

PEMBICARA :

Tolong kembali ke tempat duduk masing-masing.

PEMBICARA :

Turun dulu Pak. Selesaikan Pimpinan dulu baru lanjut.

(15)

PEMBICARA :

Jangan begitu dong, ini aspirasi dulu, PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Kita sudah santun dengan baik meminta izin. Apakah saat menutup Sidang Paripurna ada izinnya? Tidak.

PEMBICARA:

Pimpinan, mohon dilanjutkan pidatonya.

PEMBICARA:

Aspirasi lebih dahulu, aspirasi lebih dahulu.

PEMBICARA:

Setelah penyampaian laporan daerah. Mohon diberi kesempatan, Pimpinan.

PEMBICARA:

Ayo, ayo kembali.

PEMBICARA: GKR HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Kami minta kembali ke tempat

Kembali, kembali. Saya minta kembali. Mohon duduk kembali.

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Menutup sidang paripurna sepihak tidak pernah dipersoalkan.

PEMBICARA:

Pak Benny, turun dulu Pak Benny.

PEMBICARA:

Hei, turun, turun.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Baik, tolong kembali ke tempat masing-masing.

PEMBICARA: GKR HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Tolong kembali ke tempat.

(16)

PEMBICARA:

Hei, hei, hei, aspirasi. Astaghfirullohaladzim.

PEMBICARA:

Tolong yang tidak berkepentingan kembali ke tempat.

PEMBICARA:

Mohon kembali ke tempat semuanya dan Pimpinan mohon tegas. Lanjutkan paripurna sesuai dengan tatib.

PEMBICARA:

Tidak simpati, tidak simpati, tidak akan simpati. Tidak ada dalam agenda.

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Dengan kerendahan hati, saya mendengar suara para anggota senator. Harus ada jaminan bahwa itu dibacakan pada rapat paripurna ini. Ada jaminan dari Pimpinan dibacakan.

PEMBICARA:

Cobalah berpikir yang objektif. Malu-maluin kita saja ini.

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Harus ada jaminan dibacakan di paripurna ini. Tidak bisa, kita punya hak untuk berbicara.

PEMBICARA:

Turun, turun, nanti kita lanjutkan. Sampai malam kita.

PEMBICARA:

Ah, ngawur.

PEMBICARA:

Sampai malam. Ya, bagus. Lanjut, Ketua. Lanjut sampai malam, sampai malam.

PEMBICARA: MUH. ASRI ANAS (SULBAR) Pak Ketua, interupsi Ketua.

(17)

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Sebentar-sebentar dulu.

PEMBICARA: MUH. ASRI ANAS (SULBAR)

Interupsi dulu, Ketua. Sebentar Ketua, saya interupsi.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI) Ini sidang saya skors.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI) Baik, kita tambah skors 10 menit.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI) Mari teman-teman sekalian. Ayo.

Baik teman-teman sekalian. Baik, sesuai dengan agenda kita, mohon kita hormati sidang kita. Mari kita lanjutkan untuk mendengarkan laporan dari berbagai provinsi karena inilah hal yang penting dan rapat ini hanya, pada sidang paripurna ini hanya 12 hari. Oleh karena itu 10 menit telah berlalu, skorsing sidang saya cabut kembali. Mohon sekali lagi keikhlasan kita untuk sabar, keikhlasan kita untuk mengikuti dengan baik.

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Pimpinan, satu menit.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Saya rasa cukup Pak Benny.

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Tidak ada keinginan dan tidak ada niat kami mengganggu agenda paripurna penyampaian laporan hasil reses karena kami juga berkepentingan untuk menyampaikan itu kepada publik. Ini pertanggungjawaban moral dan politik. Tapi di luar itu, kami hanya minta

SIDANG DISKORS PUKUL 15.30 WIB

SKORS DICABUT PUKUL 15.37 WIB

SIDANG DISKORS 10 MENIT

SKORS DICABUT PUKUL 15.47 WIB

(18)

waktu kepada Pimpinan untuk kami bisa menyampaikan sikap kami. Kalau masalah teknis laporan reses disampaikan lebih dulu kemudian setelah itu kami mau menyampaikan, tidak ada masalah bagi kami. Yang penting Pimpinan Dewan menyampaikan dalam forum paripurna yang terhormat bahwa kami diberi kesempatan untuk menyampaikan itu. Silakan sampaikan, Pimpinan.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Kita buka laporan dulu.

PEMBICARA : MUH. ASRI ANAS (SULBAR)

Pak Ketua. Interupsi, Ketua.

Mohon maaf. Tadi.. Mohon maaf Pak Ketua. Jangan dimulai dulu, Pak Ketua. Tadi pembicaraan kita dengan Pak Waka Pak Farouk menyepakati bahwa agenda tambahan di Paripurna bisa ditambahkan kok. Jadi teman-teman ini hanya meminta agenda tambahan untuk membacakan, menyampaikan. Jadi itu tadi sudah disepakati. Itu harus dibicarakan dulu, disepakati dulu, Ketua. Paling tidak menurut saya kita kembali lagi. Begitu tadi Pak Waka ya. Pak Farouk, tadi kita bicara Pak Farouk begitu jalan tengahnya.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Teman-teman sekalian, kita harus menghormati mekanisme kita.

PEMBICARA : MUH. ASRI ANAS (SULBAR)

Pak Ketua, siapa yang tidak menghargai mekanisme? Saya hanya bertanya ke Ketua...

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Beri jaminan akan berbicara..

PEMBICARA : MUH. ASRI ANAS (SULBAR)

Pak Ketua, siapa yang tidak menghargai mekanisme? Saya mencoba membantu ..

(tidak jelas, red). Tolong teman-teman. Siapa yang tidak menghargai mekanisme? Apakah Ketua menghargai mekanisme dengan tidak ... (tidak jelas, red)

PEMBICARA : GKR HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI)

Pak Asri, tolong gantian bicara. Oke, tapi sebentar.

PEMBICARA : MUH. ASRI ANAS (SULBAR)

Ini masukan di agenda. Jangan bicara tidak menghargai keputusan paripurna, yang tidak menghargai adalah Pimpinan.

PEMBICARA : GKR HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Sudah cukup.

(19)

PEMBICARA : MUH. ASRI ANAS (SULBAR)

Makanya kami usulkan dimasukan tambahan agenda paripurna.

PEMBICARA : GKR HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI)

Kita kan mau ngomong, jangan ... (tidak jelas, red)

PEMBICARA: Dra. Hj. JUNIWATI T. MASJCHUN SOFWAN (JAMBI)

Kita dengarkan sekarang laporan daerah. Lebih penting. Mulai.

PEMBICARA :

Bukan masalah mulainya. Ini masukan dulu.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

... (tidak jelas, red) Silakan Ibu.

PEMBICARA: Dra. Hj. JUNIWATI T. MASJCHUN SOFWAN (JAMBI)

Silakan maju. Dengarkan.

PEMBICARA : Drs. H. ABDUL GAFAR USMAN, MM (RIAU)

Sesuai dengan agenda rapat.

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Pimpinan. Interupsi dulu, Pimpinan. Beri jaminan dari kami untuk membacakan dulu.

Beri jaminan kami.. apakah awal atau dipertengahan? Tolong kami berikan sesuai pembicaraan tadi. Pak Farouk sudah bicarakan, oke kita akan diberikan kesempatan.

Tolong kesempatan itu sampaikan kepada paripurna sesuai dengan kesepakatan dengan Pak Farouk tadi. Oke, kita akan berikan kesempatan, kata Pak Farouk. Minta tolong Pimpinan, kesempatan itu sampaikan.

PEMBICARA: Dra. Hj. JUNIWATI T. MASJCHUN SOFWAN (JAMBI)

Mohon Pimpinan yang tegas. Dimulai laporan daerah. Tolong laporan daerah segera di dengar.

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Minta tolong Pimpinan, berikan kesempatan itu.

PEMBICARA : ADRIANUS GARU, SE., M.Si (NTT)

Tolong Pimpinan disepakati tadi yang ... (tidak jelas, red)

(20)

Saat skorsing Pimpinan, jalan tengahnya sudah ada. Silakan laporan daerah dan kemudian dilanjutkan dengan itu beri ruang. Hanya lima menit kok.

Terima kasih Pimpinan.

PEMBICARA : Drs. MUHAMMAD AFNAN HADIKUSUMO (DIY)

Kembali ke mekanisme tatib saja. Agenda itu dirapatkan di Panmus.

PEMBICARA :

Belum, belum, belum. Ini sedang kompromi.

PEMBICARA : Drs. MUHAMMAD AFNAN HADIKUSUMO (DIY)

Kembali ke mekanisme tatib.

PEMBICARA : MESAKH MIRIN (PAPUA)

Benny maju. Benny maju.

PEMBICARA : GKR HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI)

Tolong kembali ke tempat.

PEMBICARA : H. AHMAD NAWARDI, S.Ag (JATIM) Pimpinan, diumumkan saja...

PEMBICARA :

Solusi Pimpinan.

PEMBICARA : GKR HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI)

Tolong kembali dulu. Tolong kembali. Tolong duduk dulu. Duduk dulu.

PEMBICARA :

Kalimantan Barat, lanjut baca.

PEMBICARA :

Pimpinan. Solusi, Pimpinan.

PEMBICARA : GKR HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI)

Oke, kita lanjutkan. Tolong.. Kita lanjutkan. Tolong.. Kita selesaikan dulu laporan daerah.

(21)

PEMBICARA :

Pimpinan, usul. Berikan saja ruang setelah laporan.

PEMBICARA:

Tolong hargai Saudara kami dari Kalimantan Barat baca itu. Tolong hargai.

PEMBICARA : GKR HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI)

Mohon tenang.

PEMBICARA : MARIA GORETI, S.Sos., M.Si (KALBAR)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Laporan kegiatan

PEMBICARA: MESAKH MIRIN (PAPUA)

Tidak. Setelah dengar ini tidak akan terjadi apa-apa. Pimpinan DPD tidak kenapa- kenapa kok.

PEMBICARA:

Pimpinan, mohon bicara Pimpinan.

PEMBICARA: GKR HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI)

Akan disampaikan, Bapak, tolong sebentar, tolong dengarkan.

PEMBICARA:

Duduk, duduk, dengarkan orang pidato itu.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Silakan mulai, ini waktunya terbatas sekali, sudah setengah empat.

PEMBICARA : Dra. Hj. JUNIWATI T. MASJCHUN SOFWAN (JAMBI)

Ibu Maria Goreti, sampaikanlah aspirasi masyarakat Kalimantan Barat.

PEMBICARA: MARIA GORETI, S.Sos., M.Si (KALBAR)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera.

Om swastiastu.

Laporan kegiatan di daerah pemilihan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Provinsi Kalimantan Barat.

(22)

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga pada hari ini, Senin, 11 April 2016 kita semua berkumpul untuk mengikuti Sidang Paripurna ke-10 ini...

PEMBICARA: BASRI SALAMA, S.Pd (MALUKU UTARA)

Pimpinan, saya minta waktu bicara satu menit saja! Saya minta waktu bicara satu menit saja.

PEMBICARA: MARIA GORETI, S.Sos., M.Si (KALBAR)

Beberapa laporan dari kami yang pertama, dari Komite I ... (tidak jelas, red) PEMBICARA: BASRI SALAMA, S.Pd (MALUKU UTARA)

Saya minta waktu bicara satu menit saja. Saya tidak akan menggangu Saudara.

PEMBICARA: MARIA GORETI, S.Sos., M.Si (KALBAR)

.... Kesejahteraan masyarakat dan martabat sebuah bangsa.

PEMBICARA: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI)

Ikuti tata tertib.

PEMBICARA: MARIA GORETI, S.Sos., M.Si (KALBAR)

Pembangunan .... (tidak jelas, red) dapat menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru.

Yang kedua pengelolaan dana desa harus sesuai dengan peruntukkannya, yaitu untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa

PEMBICARA : Dra. Hj. JUNIWATI T. MASJCHUN SOFWAN (JAMBI)

Gunakan pasal dalam tatib apabila terjadi kekacauan Pimpinan.

PEMBICARA:

Kalimantan Barat lanjut, terus.

PEMBICARA: BASRI SALAMA, S.Pd (MALUKU UTARA) Saya tidak membela siapa-siapa. Saya minta waktu Bu Maria.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

PEMBICARA : Dra. Hj. JUNIWATI T. MASJCHUN SOFWAN (JAMBI)

Ibu Maria, teruskan, bacakan aspirasi Anda. Bacakan aspirasi Anda.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI) Nanti, nanti.

(23)

PEMBICARA: BASRI SALAMA, S.Pd (MALUKU UTARA)

Pimpinan, Anda tidak perlu takut, saya tidak menyerang Anda. Saya cuma saran.

PEMBICARA:

Pak Basri, kasih kesempatan yang sudah ada di panggung.

PEMBICARA: BASRI SALAMA, S.Pd (MALUKU UTARA)

Kasih saya waktu satu menit..

PEMBICARA:

Gunakan sanksi dalam tatib Pimpinan, manfaatkan itu.

PEMBICARA:

Kalimantan Barat lanjut

PEMBICARA: MARIA GORETI, S.Sos., M.Si (KALBAR)

Komite II, permasalahan daerah terkait pembangunan daerah yang meliputi jalan, jembatan, dan ...(tidak jelas, red)

PEMBICARA : Dra. Hj. JUNIWATI T. MASJCHUN SOFWAN (JAMBI)

Ibu Maria lanjut!

PEMBICARA: MARIA GORETI, S.Sos., M.Si (KALBAR)

Masih dikeluhkannya ketersediaan listrik yang tidak memadai di provinsi Kalimantan Barat yang mengakibatkan PLN sering melakukan pemadaman listrik, hampir diseluruh wilayah. Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer..

PEMBICARA:

Coba yang lain duduk saja, duduk.

PEMBICARA:

Pimpinan, dalam Rapat Panmus tadi sudah kita ingatkan, tolong atur lalu lintas rapat dengan baik, tidak bisa

PEMBICARA: Ir. WA ODE HAMSINAH BOLU M.Sc (SULTRA)

Jangan turun Ibu dari sini, kita back up, hanya Pimpinan yang bisa turunkan Ibu, jangan turun, sekali Ibu turun, kita... Pokoknya Ibu jangan turun.

(24)

PEMBICARA : Dra. Hj. JUNIWATI T. MASJCHUN SOFWAN (JAMBI)

Kita mendapatkan uang reses yang digunakan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat. Kita mendapatkan uang reses. Allahu Akbar. Supaya uang reses kita pertanggungjawabkan dalam laporan daerah. Tatib sudah mengatur kalau terjadi seperti ini, Sidang bisa diskors. Malu kita. Mohon Bapak Ketua kita distop dulu. Reses untuk kita pertanggungjawabkan dalam laporan. Tolong didengar laporan Ibu Maria Goreti yang akan menyampaikan aspirasi masyarakat Kalimantan Barat.

PEMBICARA: GKR HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI)

Bapak dan Ibu sekalian....

PEMBICARA: MESAKH MIRIN (PAPUA)

Pimpinan bikin apa setelah kita mengumpulkan aspirasi daerah? Ini persoalan, ngnggak bikin apa-apa kok. Ini kan kita mewakili daerah. Sekarang Pimpinan bikin apa untuk Papua? Contohnya untuk Papua, bikin apa?

PEMBICARA: GKR HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI)

Ssshh sudah diam, kita mau bicara. Mau dengar ngnggak? Bapak dan Ibu sekalian bisa kita lanjut tetapi kita akan agendakan ya. Setuju ya kita agendakan? Sepakat diagendakan, diserahkan dengan tidak maju ke depan karena tidak ada agenda di Panmus.

Tolong nanti diserahkan. Pak Asri tolong diserahkan.

PEMBICARA: MUH. ASRI ANAS (SULBAR)

Mohon tadi kesepakatan kita dibacakan, dibacakan kalau tidak diagendakan di Panmus di Tata tertib jelas bisa menambahkan agenda di Paripurna. Siapa yang mengatakan tidak bisa?

PEMBICARA: GKR HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI)

Saya bilang bisa.

PEMBICARA: MUH. ASRI ANAS (SULBAR)

Oke dibacakan. Lanjutkan agenda dan lain-lainnya, kan tadi kesepakatan kita.

Memang apa susahnya kalau dibacakan Pimpinan?

PEMBICARA: GKR HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI)

Sekarang tolong.

PEMBICARA: MUH. ASRI ANAS (SULBAR)

Biar saja dibacakan ngnggak ada masalah supaya teman-teman provinsi bisa melaporkan.

(25)

PEMBICARA: GKR HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI)

Kita agendakan tapi tolong diam semuanya ikuti acaranya. Laporan dulu.

PEMBICARA: MUH. ASRI ANAS (SULBAR)

Diagendakan dan dibacakan. Diputuskan dulu tambahannya.

PEMBICARA:

Ya, lanjut. Lanjut.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Baik ya.

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Agendakan disampaikan dan disampaikan di paripurna bahwa diagendakan.

PEMBICARA: GKR HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI)

Sudah diagendakan, tolong diam. Kita dengarkan laporan.

PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)

Pimpinan harus tegas pimpinan, pimpinan, pimpinan harus tegas yang jelas bahwa akan diagendakan dan dibacakan. Itu pimpinan, diagendakan dan dibacakan.

PEMBICARA:

Pimpinan dilemparkan ke floor agendanya. Pimpinan dilemparkan ke floor agendanya. Kalau memang disetujui baru kita putuskan, masuk dalam agenda atau tidak.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Kita dengar dulu laporan dari daerah ya abis itu kita terima, diberikan ke kita itu kan sudah formal nanti disampaikan dari tempat duduknya ya.

PEMBICARA: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI)

Ya dibacakan dari sana oke.

PEMBICARA:

Diserahkan.

(26)

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Tolong kembali tempat duduknya, kembali duduknya. Pak Benny pindah. Tolong tempat duduknya.

PEMBICARA:

Dibacakan.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Dibacakan ya di sana ya.

PEMBICARA:

Tidak.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Tidak dimimbar tapi di bawah.

PEMBICARA : Dra. Hj. JUNIWATI T. MASJCHUN SOFWAN (JAMBI)

Diserahkan saja.

PEMBICARA:

Diserahkan saja.

PEMBICARA: MARIA GORETI, S.Sos., M. Si. (KALBAR)

Aspirasi Komite II

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Mohon perhatian.

PEMBICARA: MARIA GORETI, S.Sos., M. Si. (KALBAR)

Komite II. Permasalahan daerah terkait dengan pembangunan infrastruktur dasar yang meliputi jalan, jembatan, dan listrik...

PEMBICARA : MESAKH MIRIN (PAPUA)

Di samping ini saya ingatkan saja bahwa konsisten, harus konsisten, jangan sampai tidak, ini yang saya...

(27)

PEMBICARA: MARIA GORETI, S.Sos., M. Si. (KALBAR)

..masih dikeluhkannya ketersediaannya listrik yang tidak memadai di Provinsi Kalimantan Barat yang tidak mengakibatkan PLN sering melakukan pemadaman listrik hampir di seluruh wilayah. Hal ini terjadi pada saat terjadi saat pelaksanaan Ujian Nasional berbasis komputer di Provinsi Kalimantan Barat terganggu oleh pemadaman listrik oleh PLN. Padamnya listrik ini tidak hanya terjadi pada saat pelaksanaan ujian, namun juga di malam hari pada saat para pelajar siswa siswi sedang mengadakan suasana belajar.

Masyarakat mendesak untuk segera merealisasikan sejumlah pembangunan pembangkit listrik yang direncanakan PT. PLN di bumi khatulistiwa.

Aspirasi Komite III. RUU tentang tanggung jawab sosial perusahaan. Persoalan CSR hampir di seluruh perusahaan yang beroperasi di Provinsi Kalimantan Barat tidak memenuhi kewajiban pengembalian kepada masyarakat di sekitar berupa dana CSR perusahaan. Sebagai contoh dapat dilihat di Dusun Sanjan Ankunut di Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat. Hanya sekitar 15% dari perusahaan sawit yang melaksanakan CSR. Meskipun perusahaan kelapa sawit itu sudah beroperasi pada 27 sampai 40 tahun. Yang terkait dengan Komite III. Pelaksanaan Ujian Nasional di Provinsi Kalimantan Barat diwarnai dengan dugaan praktek jual beli lembar kunci jawaban. Polresta Pontianak menetapkan 4 orang tersangka dalam kasus ini yakni Muhammad Sabirin, Kepala Madrasah Aliyah Negeri di Ngabang Kabupaten Landa yang diduga sebagai pemasok lembar kunci jawaban Ujian Nasional serta Saiman, Karang Yudi Satrio dan Febi yang diduga sebagai pengedar dan penjual lembar jawaban Ujian Nasional. Selain itu menurut Kapolresta Pontianak, lembar jawaban UN telah dijual kepada sekitar 85 siswa seharga 8,24 juta rupiah. Persoalan lainnya pada saat Ujian Nasional hari ketiga persis di mata pelajaran Bahasa Inggris terjadi pemadaman lampu di beberapa sekolah di Kalimantan Barat dan yang paling menonjol sekali di Kota Singkawang listriknya mati sekitar 25 menit persis di saat Ujian Nasional Bahasa Inggris.

Komite IV. Yang terkait dengan pemberian pelayanan yang baik kepada masyarakat diharapkan menjadi lebih responsif terhadap kepentingan masyarakat itu sendiri dimana paradigma pelayanan masyarakat yang telah berjalan selama ini beralih dari pelayanan yang sifatnya sentralistik ke pelayanan yang lebih memberikan fokus kepada pengelolaan yang berorientasi kepuasan masyarakat. Di Provinsi Kalimantan Barat terus menjamurnya retail minimarket seperti Indomaret, Circle K, dan sebagainya yang berdampak buruk bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil khususnya pemilik warung tradisional. Monopoli perusahaan retail ini menjamur hingga ke kelurahan yang kemudian dapat berpengaruh buruk bagi usaha kecil mikro seperti warung-warung milik warga masyarakat kecil.

Permasalahan infrastruktur daerah menjadi isu utama dalam pembahasan di setiap tingkat musyawarah perencanaan pembangunan atau Musrenbang di Provinsi Kalimantan Barat.

Buruknya infrastruktur menyebabkan kabupaten/kota di Kalimantan sulit berkembang. Isu strategis prioritas pembangunan sangat banyak hanya formulasi saja yang berbeda namun semua sepakat dengan isu tematik di Kalimantan yaitu infrastruktur. Infrasturktur itu sangat berarti bagi kami untuk memberikan kemudahan daerah-daerah, untuk berkembang dan juga untuk memudahkan investor untuk masuk.

Demikianlah laporan kegiatan kami di daerah pemilihan Provinsi Kalimantan Barat pada tanggal 18 Maret sampai 10 April 2016.

Tertanda, Maria Goreti, S. Sos., M. Si., Dr. Oesman Sapta, Drs. H. Abdul Rahmi dan Ibu Hj. Rubaeti Erlita, S. Sos., S.H.

Terima kasih.

(28)

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Baik sebagaimana kesepakatan kita tadi ya, supaya pokok-pokoknya saja, supaya dapat semua gilirannya ya karena kita mungkin ini akan masih panjang berlangsung. Oleh karena itu saya minta dari yang mewakili NTT, ya sampaikan.

PEMBICARA: ADRIANUS GARU, S.E., M. Si. (NTT)

Saya nggak bisa tausiyah masalahnya. Oke terima kasih. Hati boleh panas ya tapi kepala harus dingin lah. Senyum-senyum kita semua bersaudara ini. Perbedaan pandangan boleh ya tapi jadi lah satria itu saja. Laporan Paripurna kegiatan Reses Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur dari tanggal 18 Maret sampai 10 April 2016 di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Saudara Pimpinan DPD RI yang kami hormati, Pimpinan alat kelengkapan dan Anggota DPD RI yang kami hormati. Sekretaris Jenderal beserta jajaran Sekretariat DPD RI, Rekan-rekan media, singkatnya Sidang Paripurna dan Hadirin yang berbahagia.

Selamat Paskah dulu buat rekan-rekan saya yang Nasrani karena dalam masa reses kemarin juga melakukan Hari Raya Paskah terus khusus kami bagi NTT sedang berduka sedikit, ada satu tokoh kami Bapak Yagopno Bawea mantan Menteri Tenaga Kerja juga berduka jadi kami Provinsi NTT sangat berduka atau kehilangan atas kepergian beliau.

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera bagi kita semua.

Om swastiastu.

Shaloom.

Pertama-tama patutlah kita puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas perkenan waktunya pada hari ini kita dapat menghadiri sidang paripurna ke-10 Masa Sidang ke-IV Tahun Sidang 2015-2016. Pada awal masa sidang yang terhormat ini perkenanlah kami, Anggota DPD Provinsi Nusa Tenggara Timur menyampaikan padahal sudah tadi, langsung yang kedua, bagian reses telah kami laksanakan sejak tanggal 18 Maret hingga 10 April 2016.

Adapun yang perlu kami sampaikan dalam forum Paripurna ini, Komite I ini saya pikir semua daerah perbatasan, NTT, Papua, Kalimantan, termasuk Sulawesi Utara, masalah perbatasan harus diperhatikan dengan serius oleh Pemerintah Pusat karena ini menyangkut harga diri atau garda terdepan wilayah NKRI.

Terus, yang kedua permintaan dari Komite I juga agar seluruh staf desa di wilayah Republik Indonesia diangkat menjadi pegawai negeri dalam rangka mendorong otonomi desa yang menjadi kekuatan baru pembangunan sesuai visi misi Bapak Presiden, membangun dari daerah. Terus di Komite II revisi Undang-Undang tentang jalan, minimal ini DPD sebagai garda terdepan, kasihan daerah kita, minimal Undang-Undang tentang jalan raya ini, harus dirubah namanya supaya tidak ada lagi yang namanya jalan kabupaten, jalan provinsi, jalan negara, jalan Negara Republik Indonesia dari Sabang sampai Merauke harusnya, jadi karena apa nanti, tumpang tindih kepentingan, kalau Kepala Daerah salah melaksanakan, terakhir malah menjadi pidana. Jadi mohon advokasi dari DPD perjuangkan sama-sama ini. Terus Komite III dibidang Pendidikan, ini juga mohon prioritas untuk K2 diangkat menjadi pegawai negeri. Terus mobil ambulans untuk daerah-daerah Kepulauan maupun daerah- daerah terpencil, ini harus diprioritaskan, terus bidang tenaga kerja walaupun sudah masuk dalam pasar bebas, mungkin didorong untuk tenaga terampil di daerah sebelum dikirim ke Luar Negeri. Terus Komite IV, disini kita masih mendorong dalam rangka sinergitas pembangunan daerah dan pembangunan pusat agar kita sama-sama, memang kami kebetulan saya di Komite IV memang dalam rancangan untuk revisi Undang-Undang Sistem

(29)

Perencanaan Pembangunan Nasional dan disarankan dari stakeholder yang kami turun bahwa supaya ini diseriuskan sesuai agenda nasional kita bahwa sinergi bukan hanya sinergi berbicara tapi betul-betul sampai di lapangan dan tentunya dalam pandangan kita adalah melakukan evaluasi seluruh program-program pemerintah pusat yang ada di daerah dari azas manfaat karena banyak seperti di NTT banyak pelabuhan hanya pelabuhan ikan kapalnya tidak ada, akhirnya tidak lama tidak sampai 3 tahun rubuh. Jadi hanya nafsu mau membangun tetapi dari segi manfaat ini perlu dikaji, itu beberapa pandangan yang disampaikan oleh masyarakat kami.

Demikian laporan reses kami Anggota DPD Dapil Provinsi NTT, atas perhatian dan ucapannya terimakasih.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera buat kita semua.

Jakarta 11 April 2016,

1. Bapak Drs. Ibrahim Agustinus Meda;

2. Bapak Abraham Liyanto;

3. Adrianus Garu;

4. Safrudin Atasoge Terima kasih.

Salam.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Terima kasih saya mintakan kepada Senator Adrianus Garu, selanjutnya yang mewakili dari Provinsi Jateng, kami persilakan.

PEMBICARA: Hj. DENTY EKA WIDI PRATIWI, S.E., M.H. (JATENG)

Bismillahiramanirrohim.

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Bapak Ibu Pimpinan Sidang Paripurna yang saya hormati, yang terhormat saudara Pimpinan Alat Kelengkapan DPD RI dan Kelompok DPD RI di MPR, Bapak-Bapak Ibu Anggota DPD RI yang kami hormati, Jajaran Kesekjenan beserta hadirin dalam Sidang Paripurna yang berbahagia. Puji Syukur Alhamdulillahirrabilalamiin, pada kesempatan yang berbahagia ini kembali dari Provinsi Jawa Tengah memberikan laporan tentang serap aspirasi yang kami peroleh pada masa reses pada saat ini.

Dari Komite I kegiatan reses kali ini memfokuskan pada 2 prioritas yaitu pengawasan pelaksanaan Undang-Undang 23/2014 tentang Pemerintah Daerah, dan kemudian juga yang nomor dua evaluasi pilkada serentak Desember tahun 2015 di 21 kabupaten/kota Provinsi Jawa Tengah.

A. Pelaksanaan Atas Undang-Undang 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 Tentang Pemerintahan Daerah.

Pertama, urusan Pemerintah terdiri menjadi 3 bagian yaitu: urusan pemerintah absolut, urusan pemerintahan kongruen, dan urusan pemerintahan umum.

Dua, urusan yang paling krusial adalah urusan pemerintahan kongruen yang terbagi menjadi 3 yaitu pemerintahan pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

(30)

Tiga, penyelenggaraan pemerintahan daerah secara keseluruhan sebagai bentuk resentralisasi perubahan yaitu meningkatnya kewenangan gubernur untuk memberikan sanksi kepada daerah apabila tidak melaksanakan program pemerintah pusat selaku kepala daerah dan wakil pemerintah pusat.

Empat, penyelarasan bentuk kelembagaan mulai dari pusat, provinsi, kabupaten/kota yang harus segera dipastikan untuk memudahkan koordinasi dan kepastian bentuk kelembagaan dan SOTK.

Lima, masalah ketimpangan pengelolaan APBD.

Enam, pemerintahan pusat harus segera mengeluarkan PP terutama tentang Pasal 21 dan 32 sehingga pemerintah daerah segera bisa bergerak untuk mengatur lembaga pemerintahan dan SOTK.

Tujuh, aparatur sipil negara juga diperhatikan karena untuk PP dan peraturan pendampingnya juga belum jelas.

B. Evaluasi pelaksanaan Pilkada serentak berdasarkan Undang-Undang 8 Tahun 2018:

1. Sering adanya peraturan dan surat edaran dari KPU tentang pelaksanaan teknis tahapan yang mengalami perubahan sehingga KPU Kabupaten terlambat dalam menyusun keputusan KPU.

2. Banyaknya lembaga yang terlibat dalam penyelesaian sengketa pilkada berpotensi menimbulkan keputusan yang bertentangan dan memiliki kecenderungan yang tidak konsisten.

3. Belum adanya standarisasi sosialisasi yang teruji dalam peningkatan partisipasi pemilih.

4. Rekruitmen PPS dan KPPS kental faktor like and dislike.

5. Erornya sistem informasi data pemilih pada waktu traffic jam.

6. Beban kerja PPK terlalu besar karena tidak ada rekapitulasai ditingkat PPS.

7. Terkait alat peraga kampanye menjadi momok mengurusi APK itu membutuhkan energi yang sangat sangat banyak.

8. Kekosongan hukum dalam Pilkada dimana dalam Undang-Undang 8/73 mengenai politik uang tidak ada sanksi pidananya yang jelas.

9. Perlu diatur mengikuti pendidikan ilmu pemerintahan dan Pimpinan.

Komite II Tentang Pertanian dan Perkebunan:

1. Penggunaan Pupuk organik dan pestisida marak sekali digunakan oleh petani di Indonesia utamanya juga di Provinsi Jawa Tengah tetapi tentang harga jualnya tidak sebanding dengan keringat yang dihasilkan.

2. Ketergantungan pada Urea sebagai pupuk utama akan memperbesar biaya produksi sementara hasil panen akan cenderung menurun tiap tahunnya dan unsur hara dalam tanah berkurang

3. Peran Bulog untuk menjaga stabilitas harga pangan tidak begitu dirasakan oleh para petani. Masih banyak tengkulak yang memainkan harga beras dan hasil pertanian yang lainnya demi keuntungan sebelah pihak, tentunya perlu optimalisasi daripada gerakan sergap.

Kehutanan dan Lingkungan Hidup:

1. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah secara menyeluruh. Di beberapa tempat sudah ada semacam solusi bank sampah dan sedekah sampah yang itu juga merupakan gerakan, akan tetapi belum bisa menyentuh daripada akar-akar permasalahan daripada pengolahan sampah sebagai tindak lanjut dari Pengawasan Undang-Undang 18 Tahun 2008 Tentang Energi dan Sumber Daya

(31)

Mineral. Rasio ketersediaan listrik di Jawa Tengah sudah 100% namun rasio elektrifikasi baru mencapai 88,37%.

2. Provinsi Jawa Tengah sangat potensial dan mendukung dalam upaya diversifikasi energi dan konservasi energi namun pemanfaatannya belum optimal. Energi baru dan terbarukan yang potensial berada di beberapa daerah di Jawa Tengah seperti tenaga surya, air, panas bumi, kotoran ternak, potensi gas rawa dan termasuk juga dalam hal ini sampah. Direncanakan tahun 2017 dibangun di Kota Solo dan Kota Semarang yaitu energi terbarukan berupa pengelolaan sampah.

Komite IV

Musyawarah perencanaan pembangunan ataupun Musrenbang telah diselenggarakan di beberapa kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah melalui Musrenbangwil. Mayoritas usulan dalam musrenbang adalah pembangunan infrastruktur yang menelan biaya sangat besar karena anggaran kabupaten/kota terbatas, maka setiap daerah memerlukan bantuan anggaran dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk membangun berbagai sarana infrastruktur prioritas lainnya yang ada di 35 kabupaten/kota.

Tentang koperasi, pendirian koperasi di desa umumnya disambut baik oleh warga masyarakat dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian desa. Seperti KUD yang menjadi tumpuan harapan petani di daerah kerjanya serta merupakan salah satu kelembagaan agribisnis dalam pedesaan dimana mengakomodir beberapa keanggotaan dari kelompok- kelompok tani.

Tiga, Pengembangan UMKM Batik di Jawa Tengah. Batik merupakan salah satu kekayaan budaya yang harus dilestarikan sebagai identitas di Indonesia, di mana dibeberapa Kota di Jawa Tengah, Blora, Grobogan, Tegal telah mengembangkan produksi batik. Para pengrajin batik di 3 daerah tadi mengalami kendala dalam pengembangan usaha batik mereka. Pemerintah Daerah diharapkan mau membina, memberikan pengarahan, tanggap, memberikan solusi untuk masalah yang dihadapi pengrajin batik, agar pengrajin batik itu bisa berkembang seperti di Pekalongan, Solo, yang sudah dikenal sampai tingkat internasional.

Demikian ringkasan laporan hasil kegiatan Anggota DPD RI Provinsi Jawa Tengah, secara lengkap sudah kami sampaikan melalui Alat Kelengkapan Komite I, II, III dan IV.

Yang bertanda tangan di bawah ini, kami Anggota DPD RI dari Provinsi Jawa Tengah : Denti Eka Widi Pratiwi, S.E., M.H.; Dr. H. Bambang Sadono, S.H., M.H.; Drs. H. Akhmad Muqowam

Terima kasih.

Wabillahil taufik wal hidayah.

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Baik, Terima kasih Ibu Denty yang telah menyampaikan laporan resesnya, selanjutnya kami persilakan kepada yang mewakili Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

PEMBICARA: Drs. MUHAMMAD AFNAN HADIKUSUMO (D.I. YOGYAKARTA)

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Pimpinan Paripurna dan Para Anggota Dewan yang berbahagia, saya akan menyampaikan beberapa poin dari tiap-tiap Komite yang menjadi isu di DIY. Nah selengkapnya nanti akan saya serahkan kepada Pimpinan.

(32)

Untuk Komite I, isu yang menonjol adalah tentang Implementasi Undang-Undang Desa, dimana salah satu keluhan dari aparat pemerintahan desa adalah tentang SDM di desa yang masih rendah, sementara beban kerja perangkat desa cukup berat dan berujung pada konsekuensi hukum.Nah, sementara itu pendamping desa belum maksimal mendampingi baik didalam perencanaan, penyusunan anggaran, maupun pelaporannya.

Kemudian untuk Komite II, salah satu isu yang menonjol adalah persoalan masukan masyarakat tentang krisis energi. Nah masyarakat meminta supaya Pemerintah mengarahkan pada energi terbarukan, salah satunya adalah biodiesel. Potensi kelapa sawit di Indonesia yang sangat besar bisa dioptimalkan untuk menjadi salah satu sumber energi terbarukan.

Kemudian untuk Komite III ada 2 isu yang menonjol, yaitu:

1. Tentang Undang-Undang Guru dan Dosen, dan 2. Tentang BPJS

Nah sedangkan untuk Komite IV ini yang menonjol adalah tentang keluhan pemerintah daerah terkait dengan Undang-Undang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dimana pemerintah daerah melihat perlu ada sinkronisasi perencanaan antara pemerinta pusat dengan pemerintah daerah. demikian beberapa pokok hal yang kami terima dari masyarakat dan pemerintah daerah DIY.

Terima kasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Baik, terima kasih yang mewakili Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, selanjutnya kami persilakan yang mewakili Provinsi Jatim.

PEMBICARA: ABDUL QADIR AMIR HARTONO, S.E., S.H., M.H. (JAWA TIMUR)

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Laporan kegiatan di Daerah Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Provinsi Jawa Timur Periode Tanggal 18 Maret 2016 s.d. 10 April 2016. Mengawali laporan kegiatan reses kami berempat di Jawa Timur, kami memandang pentingnya pelaksanaan penyerapan aspirasi masyarakat dan daerah yang merupakan kewajiban bagi Pimpinan dan Anggota DPD dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat dan daerah secara berkala untuk bertemu konstituen masing-masing guna meningkatkan kualitas, produktifitas dan kinerja DPD dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyat, serta guna mewujudkan peran DPD dalam mewujudkan fungsi checked and balances diantara DPR, DPD, dan Pemerintah.

Permasalahan pada kesempatan reses kali ini, Anggota DPD RI Provinsi Jawa Timur dalam melaksanakan kegiatan di daerah ada beberapa hal permasalahan dan aspirasi yang telah disampaikan oleh pemerintah daerah maupun masyarakat umum dan sekian banyak aspirasi dan permasalahan yang dihimpun pada masa penyerapan aspirasi kali ini terdapat penitikberatan persolan yang perlu kami sampaikan untuk diteruskan pembahasannya. Yakni pada bidang Komite I perlu bagi pemerintah untuk menangkal radikalisme dan isu-isu terorisme serta proksi war dan soft war yang kian banyak banyak merambah di masyarakat.

Peran pemerintah pusat dan daerah dalam mengantisipasi merebaknya radikalisme ini perlu bekerjasama dengan berbagai pihak, baik dari lembaga pendidikan maupun lembaga organisasi masyarakat.

Berikutnya yang kedua adalah Dewan Perwakilan Daerah perlu melakukan dialog yang intensif kepada kepala-kepala daerah di Jawa Timur khususnya yang baru dilantik pada Pilkada serentak yang baru lalu itu dan perlu kita membangun sinergi antara daerah dan pusat

(33)

agar terkoneksi dengan baik, mengingat otonomi daerah memberikan peluang yang sangat tinggi bagi kemajuan daerah dan seterusnya sampai poin 4. Pada bidang Komite II penyetopan pengambilan karang di alam sebagai bahan bangunan atau cinderamata. Jika rumah tempat ikan berlindung punah maka tingkat survivalnya tidak ada dan berakibat kepada beberapa spesies punah menjadi mata rantai menjadi spesies kepunahan spesies lainnya dan seterusnya sampai poin 6.

Bidang Komite III satu yaitu kuota beasiswa untuk melanjutkan pendidikan strata 2 perlu ditambah dikarenakan masyarakat untuk menjadi dosen pada perguruan tinggi minimal harus berjenjang strata 2. Harapannya adalah pemerintah bisa memberikan kuota yang besar untuk melanjutkan jenjang pendidikan para dosen kita ke tingkat strata yang lebih tinggi sampai pada poin 10.

Pada bidang Komite IV, desa perlu dimaksimalkan penyerapan anggarannya agar perekonomian desa lebih merata dalam upaya pembentukan koperasi desa dan Badan Usaha Milik Desa sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan seterusnya pada sampe poin 3.

Penutup mengakhiri laporan ini kami menyampaikan harapan kami dari Jawa Timur kepada sidang yang terhormat ini semoga hasil kegiatan anggota DPD di daerah dapat ditindak lanjuti sehingga memberikan kepastian kepada daerah dan masyarakat atas persoalan yang sedang dihadapi. Kami atas nama anggota DPD RI dari Provinsi Jawa Timur mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan dalam membacakan beberapa poin penting sebagai laporan atas hasil kegiatan kami di daerah dan semoga Allah SWT.

Tuhan yang Maha Esa senantiasa melimpahkan karunia-Nya kepada kita semua. Amiin.

Akhiran, Allahumaa fiq ila Aqwamith thoriq.

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Provinsi Jawa Timur Hj.

Emilia Contessa B.58; Abdul Qadir Amir Hartono B.58; H. Ahmad Nawardi B.59; Drs. H.

A. Budiono B.60.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, S.E., M.B.A. (KETUA DPD RI)

Terima kasih kepada Pak Amir. Selanjutnya kami persilakan yang mau mewakili Provinsi Bali.

PEMBICARA: Dr. SHRI I GUSTI NGURAH ARYA WEDARAKNA M W S III, S.E, M. Si. (BALI)

Yang terhormat pimpinan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Rekan- rekan Anggota Dewan Perwakilan Daerah dan Hadirin yang berbahagia.

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera.

Om swastiastu.

Mengawali penyampaian laporan reses kami dari Dewan Perwakilan Daerah Provinsi Bali yang terdiri dari saya Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, Bapak Anak Agung Oka Ratmadi, Bapak Gede Pasek Suardika, Bapak I Kadek Arimbawa bermaksud untuk menyampaikan laporan reses sesuai dengan amanah konstitusi untuk masa sidang yang ke- 10 dan untuk itu dengan mengucapkan puji syukur kehadapan Tuhan kepada Sang Hyang Widhi Wasa dan sebelumnya kami menyampaikan secara singkat dan sebelumnya kami menyampaikan duka cita pada masa reses beberapa waktu yang lalu telah kembali ke alam sunyi yaitu putra dari Bapak Anak Agung Oka Ratmadi yang telah selesai upacara Pelebon di Provinsi Bali dan semoga arwah dapat manunggal dengan Brahman.

Referensi

Dokumen terkait

Adapun tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengisolasi gingerol pada rimpang jahe merah secara optimum dan mengidentifikasinya.Metode penelitian yang digunakan meliputi

Penelitian pemberian sel punca CD34 + darah tepi manusia secara subkutan pada kulit tikus jantan wistar yang dipajan sinar ultraviolet B dengan pengamatan jumlah

Bagi guru: dapat dijadikan sebagai bahan kajian literatur untuk melakukan penelitian mengenai nilai APTI pada Ficus lyrata Warb dan tembesi Samanea saman (Jacq) Merr

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta Hak Bebas Royalti Non Ekslusif (Non-Exclusive

Variabel effort expectancy dan social influence tidak berpengaruh terhadap perilaku penerimaan penggunaan program aplikasi akuntansi Accurate pada SMK Yadika 1 Tegal Alur dan SMK

Metode analisis potensi kecelakaan yang digunakan adalah tool FTA dengan pendekatan top down yang dimulai dari top level event yang telah dianalisis berdasarkan

Dengan metode Formal Safety Assessment (FSA) akan didapatkan suatu analisa yang akurat dan mendalam mengenai risiko yang akan terjadi, biaya dalam pengendalian risiko

Disetiap proses pekerjaan konstruksi pada Proyek Pembangunan Jalan Lingkar Nagreg V Bandung dapat menimbulkan berbagai macam risiko baik dari metode pelaksanaan, alat, material