• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV Peran Pembimbing Kemasyarakatan

B. SUBPOKOK BAHASAN

1) Pembimbing Kemasyarakatan sebagai Perantara

Tujuan: mengaitkan klien dengan pelayanan manusia dan sumber daya yang lain.

Penentuan pembimbing kemasyarakatan di antara profesi pertolongan yang lain adalah untuk menolong orang lain berkenaan dengan lingkungan sosialnya. Lingkungan yang bisa memosisikan dirinya akan makin mempermudah hubungan antara masyarakat dengan klien. Untuk itu, perlu adanya peran perantara sehingga pembimbing kemasyarakatan dapat mengidentifikasi klien, menilai kapasitas dan motivasi mereka untuk menggunakan sumber daya dan membantu klien mengakses keuntungan dari sumber daya yang tersedia. Sebagai perantara dalam pelayanan manusia, pembimbing kemasyarakatan harus banyak mengetahui tentang berbagai program dan pelayanan yang tersedia, melakukan penilaian terbaru pada tiap pembatasan dan kekuatan seseorang, serta mampu memahami prosedur untuk mengakses sumber daya itu. Sumber daya tersebut bisa meliputi perbekalan sosial (uang , makanan) dan pelayanan sosial (konseling, terapi).

Sebagai perantara, fungsi pembimbing kemasyarakatan adalah sebagai berikut: a. menilai situasi klien;

Langkah pertama yang dilakukan pembimbing kemasyarakatan untuk secara menyeluruh memahami dan menilai dengan teliti kemampuan dan kebutuhan klien. Seorang perantara yang efektif harus terampil dalam menilai faktor-faktor tersebut, yang meliputi kultur, sumber daya, kemampuan lisan, kestabilan emosional, kecerdasan/intelegensi, pengaruh klien, dan kemampuan untuk melakukan perubahan.

b. sumber bantuan;

Pembimbing kemasyarakatan harus menilai berbagai sumber daya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan klien. Sebagai pelayanan masyarakat, pembimbing kemasyarakatan harus terbiasa dengan pelayanan yang ditawarkan, mutu staf, hal yang memenuhi syarat kebutuhan umum, dan

biaya kebutuhan umum. Pembimbing kemasyarakatan juga harus mengetahui cara yang terbaik untuk membantu klien dalam memperoleh sumber daya yang ada.

c. penyerahan;

Proses untuk mengaitkan klien dengan suatu sumber daya memerlukan pembimbing kemasyarakatan untuk membuat bahan pertimbangan mengenai kemampuan dan motivasi klien dalam memperoleh pelayanan dan sumber daya yang akan diminta. Ketergantungan pada pertimbangan tersebut, pembimbing kemasyarakatan menjadi kurang aktif dalam proses penyerahan. Suatu penyerahan juga memerlukan kelanjutan aktivitas dalam pekerjaan memeriksa dan meyakinkan klien untuk memenuhi kebutuhannya.

d. sistem hubungan pelayanan;

Seorang perantara memerlukan pembimbing kemasyarakatan untuk memudahkan proses interaksi antara berbagai segmen menyangkut sistem pelayanan. Untuk memperkuat keterkaitan antara para agen pelayanan, program, dan para profesional, pembimbing kemasyarakatan bekerja dengan cara menghubungkan hal tersebut untuk menetapkan suatu komunikasi, negosiasi tentang pembagian sumber daya, dan turut ambil bagian dalam perencanaan, koordinasi, dan pertukaran informasi.

e. pemberian informasi;

Perantara sering memerlukan pemberian informasi kepada klien, kelompok masyarakat, dan pembuat undang-undang atau pembuat keputusan lain. Sebagai agen sistem pelayanan dan pengetahuan, pembimbing kemasyarakatan menolong orang lain dengan menggunakan berbagai pengetahuan yang dimiliki sehingga masyarakat akan sadar terhadap kesenjangan antara pelayanan yang tersedia dan kebutuhan. 2) Pembimbing Kemasyarakatan sebagai Advokat

Tujuan: membantu klien menegakkan hak-hak mereka dalam menerima pelayanan dan aktif mendukung adanya perubahan kebijakan dan program yang bersifat negatif bagi kelompok klien ataupun kelompok individu.

Tugas pokok pembimbing kemasyarakatan adalah pembelaan, memberikan masukan kepada aparat penegak hukum lainnya mengenai keadaan dan kondisi social klien. Peran ini menjadi misi pokok seorang Pembimbing kemasyarakatan dan dijelaskan dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Fungsi sebagai advokad a. Pembelaan Kasus/Klien

Secara umum, pembelaan/advokasi merupakan hak klien dalam memperoleh pelayanan. Pembelaan itu sendiri diarahkan pada agen pelayanan itu sendiri atau ke orang lain yang terlibat dalam jaringan pelayanan manusia. Langkah-langkah penting dalam advokasi adalah dengan mengumpulkan informasi dan menentukan bahwa klien berhak atas pelayanan tersebut. Jika demikian maka negosiasi merupakan jalan tengah dalam menyelesaikan suatu konflik dan taktik konfrontasi digunakan untuk menjamin/mengamankan pelayanan tersebut.

b. Kelompok Advokasi

Pembimbing kemasyarakatan harus bertindak sebagai advokat dalam kelompok klien atau pada suatu populasi masyarakat yang mempunyai suatu masalah. Kelompok advokasi memerlukan tindakan yang bertujuan mengatasi hambatan/rintangan pada orang-orang yang ingin mewujudkan haknya. Kelompok advokasi memerlukan aktivitas untuk melakukan perubahan peraturan agen pelayanan, kebijakan sosial atau hukum dalam lingkungan legislatif dan secara politis melakukan penyatuan persepsi dengan organisasi lain yang memperhatikan isu yang sama.

3) Pembimbing Kemasyarakatan sebagai Pengajar

Tujuan: untuk menyiapkan klien dengan berbagai keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi.

Banyak praktik pembimbing kemasyarakatan yang melakukan proses pengajaran kepada klien dalam mengantisipasi dan mencegah masalah dengan memberikan pengetahuan dan pengalaman terhadap kliennya. Peran pembimbing kemasyarakatan sebagai pengajar mempunyai suatu aplikasi tingkat makro. Pembimbing kemasyarakatan harus siap mengajarkan ketersediaan dan mutu pelayanan manusia yang diperlukan serta kecukupan program pelayanan dan kebijakan sosial untuk memenuhi kebutuhan klien. 4) Pembimbing Kemasyarakatan sebagai Pengajar

a. mengajarkan tentang kehidupan sosial dan keterampilan sehari-hari;

Pemberian keterampilan dalam menyelesaikan konflik, managemen uang, penggunaan fasilitas umum, penyesuian diri dengan lingkungan baru, kesehatan, dan kepedulian pada diri sendiri dan komunikasi yang efektif.

b. perubahan perilaku;

Pembimbing kemasyarakatan bisa menggunakan pendekatan intervensi, seperti peran memperagakan, menilai klarifikasi, dan modifikasi perilaku. Sebagai contoh, pembimbing kemasyarakatan mengajarkan cara mendesain kembali suatu perubahan perencanaan yang baik dan berhasil kepada seorang wiraswasta tentang.

c. pencegahan utama perhatian;

Pembimbing kemasyarakatan telah memberi andil yang besar dalam melakukan proses pencegahan utama, yaitu dengan menempatkan pembimbing kemasyarakatan berperan sebagai pendidik atau guru. Contoh aktivitasnya adalah memberikan nasihat bagi pasangan yang belum menikah, mengajarkan keterampilan kepada orang tua, memberikan informasi tentang keluarga berencana/KB, dan memberikan solusi bagi orang-orang yang mengalami masalah.

5) Pekerja Sosial Sebagai Konselor atau Klinikal

Tujuan: membantu klien meningkatkan keberfungsian sosial mereka dengan pemahaman yang lebih baik terhadap perasaan mereka, memodifikasi perilaku, dan belajar mengatasi situasi kebimbangan.

Dalam melaksanakan peran ini, pembimbing kemasyarakatan memerlukan pengetahuan tentang perilaku manusia dan pemahaman tentang bagaimana lingkungan sosial berpengaruh pada klien.

Fungsi pembimbing kemasyarakatan sebagai konselor atau klinikal a. Penilaian Psikososial dan Hasil Diagnosis

Situasi klien harus secara menyeluruh dipahami dan termasuk kapasitas motivasi mereka untuk menilai suatu perubahan. Hal itu memerlukan kerangka konseptual untuk mengorganisasi informasi dan cara meningkatkan pemahaman tentang klien dan lingkungannya.

Hasil diagnosis diperlukan dalam beberapa interkomunikasi profesional, riset, perencanaan program, dan pembiayaan dalam perolehan pelayanan yang diberikan.

b. Keberlangsungan Kepedulian

Advokat atau klinikal tidak selalu melibatkan pekerjaannya untuk melakukan perubahan pada klien atau kondisi sosialnya, kadang-kadang juga dengan menyediakan faktor pendukung atau kepedulian yang diperluas.

c. Perawatan Sosial

Fungsi melibatkan aktivitas pembimbing kemasyarakatan dalam membantu klien memahami hubungan antara orang-orang dengan kelompok sosialnya, mendukung klien untuk memodifikasi hubungan sosial, melibatkan klien dalam pemecahan masalah, atau berusaha melakukan perubahan antarpribadi dan konflik. Whittaker dan Tracy menggambarkan perawatan sosial sebagai usaha membantu hubungan antarpribadi secara langsung ataupun tidak langsung untuk menopang individu, keluarga, dan kelompok kecil dalam meningkatkan keberfungsian sosial dan mengatasi permasalahan sosial.

d. Evaluasi

Ada dua praktik pelayanan evaluasi, yaitu:

 pembimbing kemasyarakatan menguji capaiannya untuk menilai efektivitas dari intervensi yang dilakukan;

 pembimbing kemasyarakatan mengumpulkan data klien untuk mengetahui tingkat kedaruratan permasalahan sosial atau meninjau kembali pelayanan dan kebijakan publik yang disediakan.

5) Peran Pembimbing Kemasyarakatan Sebagai Manager Kasus

Tujuan: untuk mencapai kesinambungan pemberian layanan keluarga dan invidu melalui proses penghubungan antara klien dan pelayanan yang diinginkan dan pengkoordinasian pemanfaatan pelayanan tersebut.

Peran pembimbing kemasyarakatan sebagai manager kasus mempunyai arti penting bagi klien yang menggunakan pelayanan yang disajikan oleh agen pelayanan. Sebagai manager kasus, pembimbing kemasyarakatan mempunyai cakupan yang luas dalam aktivitasnya. Pekerjaannya dimulai dengan mengidentifikasi jenis bantuan yang diperlukan, melakukan penyelidikan terhadap faktor yang menjadi penghalang dalam mengatasi masalah, mendukung klien untuk mencoba mengeksplorasikan semua potensinya, memberikan kesempatan kepada klien untuk memperoleh pelayanan langsung. Rumusan suatu kasus mungkin merupakan perencanaan pelayanan yang menunjukkan kebutuhan yang diperlukan klien.

Fungsi Pembimbing Kemasyarakatan Sebagai Manager Kasus a. Orientasi dan Identifikasi Klien

Pembimbing Kemasyarakatan berfungsi mengidentifikasi dan memilih individu yang akan menerima pelayanan mutu hidup atau pembiayaan pelayanan dan kepedulian yang berpengaruh pada managemen kasus. b. Penilaian Klien

Fungsi ini mengacu pada pengumpulan rumusan dan informasi sebagai suatu penilaian yang menyangkut kebutuhan klien, kondisi hidup, dan sumber daya, dan mungkin juga pencapaian potensi klien .

c. Perencanaan Pelayanan/Perawatan

Pembimbing kemasyarakatan mengidentifikasi berbagai pelayanan yang dapat diakses untuk memenuhi kebutuhan klien.

d. Hubungan dan Koordinasi Pelayanan

Pembimbing kemasyarakatan harus mampu menghubungkan klien dengan sumber daya yang sesuai. Dalam peran sebagai manager kasus, pembimbing kemasyarakatan harus aktif dalam pemberian pelayanan keluarga dan individu.

e. Pengawasan Pemberian Pelayanan

Sebagai manager kasus, pembimbing kemasyarakatan merupakan kelanjutan dalam menghubungkan klien dengan pelayanan yang diberikan. Kemudian, dilakukan koreksi atas tindakan/pelayanan yang diberikan dan memodifikasi perencanaan pelayanan.

f. Dukungan Klien

Pelayanan yang diberikan klien dengan berbagai sumber daya yang tersedia akan membantu klien dan keluarganya dalam menghadapi permasalahan. Aktivitas ini meliputi pemecahan konflik pribadi, pemberian nasihat, penyediaan informasi, pemberian dukungan emosi dan keyakinan kepada klien bahwa mereka berhak atas pelayanan yang diberikan.

6) Peran Pembimbing Kemasyarakatan Sebagai Beban Kerja Klien

Tujuan: untuk mengatur beban kerja seseorang secara efesien dalam penyediaan pelayanan dan bertanggung jawab atas pemanfaatan organisasi.

Pembimbing kemasyarakatan harus secara serempak menyediakan pelayanan yang diperlukan klien dan mencoba untuk tetap mengatur beban kerja dari anggota dan organisasi masyarakat. Dengan kata lain, pembimbing kemasyarakatan harus bisa menyeimbangkan kewajiban untuk kepentingan pribadi dengan kepentingan klien.

a. Perencanaan kerja

Pembimbing kemasyarakatan harus mampu menilai beban kerja mereka dan menetapkan prioritas kepentingan dan membuat perencanaan pekerjaan yang efektif dan efesien.

b. Manejemen waktu

Pembimbing kemasyarakatan harus mampu membagi waktu dan perhatian kepada setiap klien sesuai dengan prioritas dan waktu kerja. Manajemen waktu bisa menggunakan sistem komputerisasi dan sistem teknologi lain.

c. Jaminan adanya pengawasan

Pembimbing kemasyarakatan perlu secara teratur melakukan evaluasi secara efektif terhadap pelayanan yang diberikan dengan melibatkan rekan kerja untuk melakukan penilaian tentang pelayanan yang tersedia. Aktivitas ini bisa meliputi meninjau ulang arsip-arsip agen pelayanan serta evaluasi capaian kerja dan capaian prestasi dalam memperoleh tenaga suka rela. d. Pengolahan informasi

Pembimbing kemasyarakatan harus mengumpulkan data yang diperlukan sebagai dokumen dan ketetapan pelayanan serta melengkapi dan membuat laporan. Informasi tentang prosedur dan peraturan agen harus dipahami secara keseluruhan. Pembimbing kemasyarakatan harus terampil dalam menyiapkan dan menginterprestasikan surat, aktif dalam pertemuan staf, dan memahami aktivitas lain yang memudahkan untuk berkomunikasi.

7) Peran Pembimbing Kemasyarakatan Sebagai Pengembang Staf

Tujuan: memudahkan pengembangan profesional agen dalam mengorganisasi personalianya dan melakukan pelatihan pengawasan konsultasi.

Dalam posisi ini, pembimbing kemasyarakatan mengerahkan segenap potensi mereka untuk pemeliharaan dan peningkatan pencapaian kerja.

Fungsi Sebagai Pengembang Staf a. Pelatihan dan Orientasi Karyawan

Orientasi dan pelatihan terhadap agen dan karyawannya merupakan hal yang penting bagi para tenaga sukarela dan karyawan baru untuk melalukan penetapan kerja serta pemberian keahlian dan keterampilan.

b. Manajemen Personalia

Aktivitas ini meliputi pemilihan karyawan hingga pemberhentiannya. Banyak yang mengatakan bahwa manajemen ini memengaruhi pengembangan profesional pekerja.

c. Pengawasan

Fungsi ini melibatkan pengaturan dan pengarahan aktivitas dari anggota staf lain dalam peningkatan mutu pelayanan dan menegakkan peraturan agen pelayanan.

d. Konsultasi

Konsultasi empat mata bisa menjadi pengamatan tentang tingkat keprofesionalan profesi. Klien bebas menerima atau tidak menerima nasihat yang diberikan konselor, konsultasi hanya terfokus pada cara terbaik untuk menangani permasalahan tersebut. Bentuk konsultasi empat mata dapat diilustrasikan dengan gambar berikut.

8) Peran Pembimbing Kemasyarakatan Sebagai Administrator

Tujuan: untuk merencanakan dan mengembangkan penerapan program dan kebijakan pelayanan dalam suatu organisasi pelayanan.

Sebagai administrator, pembimbing kemasyarakatan harus dapat memperkirakan tanggung jawab dalam penerapan kebijakan dan pengaturan programnya.

Gambar 4

Konsultasi empat mata

Fungsi Sebagai Administrator a. Manajemen

Fungsi ini meminta pengurus administrasi untuk memelihara operasional suatu program pelayanan, unit pelayanan, dan keseluruhan organisasi yang menyangkut tanggung jawab dalam penetapan pekerjaan, merekrut dan memilih karyawan, serta mengoordinasikan aktivitas dan lain-lain.

b. Koordinasi Internal dan Eksternal

Tugas utama dari pembimbing kemasyarakatan adalah melakukan pengoordinasian operasional pekerjaan pelayanan secara internal, dengan mengembangkan perencanaan dalam penerapan program secara efektif dan efesien. Secara eksternal, tugas pembimbing kemasyarakatan meliputi pelindungan klien dari tekanan pihak lain dengan melakukan negosiasi dan interpretasi program.

c. Pengembangan Program dan Kebijakan

Pembimbing kemasyarakatan harus melakukan penetapan program pelayanan dan menilai kebutuhan akan pelayanan yang diberikan secara berbeda.

d. Evaluasi Program

Pembimbing kemasyarakatan bertanggung jawab atas mutu pelayanan dan melakukan evaluasi program serta mengumpukan data yang akan membantu peningkatan pelayanan melalui pembuatan kebijakan. 9) Peran Pembimbing Kemasyarakatan Sebagai Agen Perubahan

Tujuan: Pembimbing kemasyarakatan turut ambil bagian dalam identifikasi masalah dan peningkatan mutu pelayanan serta mendukung perubahan atau sumber daya yang baru.

Tugas pembimbing kemasyarakatan terfokus pada lingkungan sosial dan orang yang mengalami masalah dan memerlukannya agar mudah melakukan perubahan yang diperlukan dalam lingkungan masyarakat atau sistem sosialnya. Peran agen perubahan menjadi bagian dari pembimbing kemasyarakatan.

Fungsi Sebagai Agen Perubahan

Untuk melakukan perubahan sosial, pembimbing kemasyarakatan lebih dahulu melakukan analisis kebijakan dan masalah dengan mengumpulkan data dan penemuan yang dilaporkan secara komprehensif kepada pembuat kebijakan.

b. Pengerahan Hubungan Masyarakat

Pemahaman terhadap suatu masalah dalam usaha perubahan sosial memerlukan pengerahan dan pengorganisasian kelompok individu terkait. Mungkin dengan melibatkan harapan kelompok klien, organisasi kemasyarakatan, dan warga lain untuk mengeluarkan ide pemikirannya. c. Pengembangan Sumber Daya

Agen perubahan mungkin dapat bekerja pada pengembangan pelayanan dan program yang diperlukan dalam pengembangan sumber daya dengan melibatkan sumber daya yang baru melalui peningkatan perencanaan program.

10) Peran Pembimbing Kemasyarakatan Sebagai Seorang Profesional

Tujuan: untuk mulai bekerja sesuai dengan kode etik petugas pemasyarakatan dalam melaksanakan tugas dan memiliki kompetensi yang sangat berperan dalam pengembangan profesi pembimbing kemasyarakatan. Pada dasarnya tindakan seorang profesional adalah penuh etika dan bertanggung jawab serta bijaksana. Pembimbing kemasyarakatan harus secara konsisten mengembangkan keterampilan serta aktif dalam hubungan interaksi dengan instansi penegak hukum dan masyarakat lainnya.

Fungsi Sebagai Seorang Profesional a. Penilaian Diri

Pengambilan keputusan secara profesional harus bertanggung jawab sebagai penilaian diri yang berkelanjutan. Bahwa pembimbing kemasyarakatan melayani hampir berbagai jenis klien, aktif hampir di setiap kegiatan organisasi sosial dan kemasyarakatan, dan berperan serta dalam setiap pendidikan dan pengembangan pekerjaan.

Pengembangan pribadi dapat dilakukan melalui kelompok ataupun organisasi yang diilustrasikan dalam gambar di atas. Simpulan dari penilaian diri lebih lanjut adalah pengembangan kemampuan dan capaian kerja yang diperoleh melalui peningkatan profesi pembimbing kemasyarakatan.

Pembimbing kemasyarakatan perlu berperan dalam pengembangan profesi dan pengetahuannya.