• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

D. Pembuatan Emulsi Tonik Rambut

Emulsi tonik rambut yang dibuat merupakan emulsi tipe A/M. Pada emulsi tipe ini, droplet dari ekstrak etanol-air biji kemiri akan terlarut dalam fase minyak atau fase luar sehingga sediaan akan menjadi lebih mudah berinteraksi dengan lapisanstratum corneum yang bersifat lipofil dan kemudian memudahkan penetrasinya ke dalam lapisan kulit. Bahan-bahan yang digunakan terdiri dari fase

internal (medium terdispesi) dan fase eksternal (medium pendispersi). Dalam emulsi tonik rambut ekstrak biji kemiri ini digunakan VCO,ekstrak kemiri, BHT dan parfum aloe vera sebagai fase eksternal sedangkan sorbitol, aquadest dan etanol 10% sebagai fase internal. Ekstrak kemiri merupakan zat aktif dalam formula ini. VCO dan sorbitol digunakan sebagai penetration enhancer, BHT sebagai antioksidan agar sediaan tidak mudah tengik karena di dalam ekstrak kemiri terdapat komponen minyak atsiri yang mudah menjadi tengik apabila teroksidasi. Aquadest berfungsi sebagai pelarut dan etanol digunakan untuk memberi sensasi rasa sejuk di kulit kepala sekaligus dapat berfungsi sebagai kosolven. Etanol pada level 10% dalam air dapat mengurangi efek antarmuka surfaktan yaitu dengan cara menurunkan perbedaan polaritas antara air dan minyak (Salanger, 2000).

Untuk dapat mendispersikan kedua fase tersebut diperlukan adanya suatu emulgator. Pemilihan dan komposisi emulgator yang tepat akan menghasilkan sistem emulsi A/M yang stabil. Dalam hal ini digunakan tween 80 dan span 80 sebagai emulgator. Span 80 mempunyai nilai HLB 4,3 dan tween 80 mempunyai nilai HLB 15,0. Kombinasi span 80 dan tween 80 menghasilkan nilai kesetimbangan HLB pada sistem emulsi A/M yaitu HLB 3-6. Pada formula ini dibuat emulsi A/M dengan HLB 6 yang merupakan hasil orientasi. Span 80 dan tween 80 mempunyai rantai hidrokarbon yang sama (monooleat) sehingga interaksinya menjadi lebih kuat dan seimbang dan mendekati nilai required HLB VCO yaitu 6 sehingga dapat menghasilkan emulsi yang stabil. Selain itu, VCO juga memiliki asam lemak yang sama dengan ekstrak etanol-air endosperm biji

kemiri yaitu asam lemak jenuh (asam palmitat dan asam arakidat) dan asam lemak tak jenuh (asam oleat dan asam palmitat) sehingga dimungkinkan required HLB VCO hampir sama dengan required HLB ekstrak kemiri dan sistem emulsi A/M dapat stabil.

Emulgator yang digunakan termasuk emulgator nonionik. Penelitian ini menggunakan jenis emulgator tersebut karena sifatnya yang memiliki pH netral dan stabil terhadap efek pemanasan, perubahan pH dan elektrolit konsentrasi tinggi serta tidak mengiritasi kulit dan tidak toksik (Aulton, 1994). Emulgator yang digunakan ada dua karena kerja dari dua emulgator tersebut akan lebih meningkatkan stabilitas emulsi dimana tween 80 akan cenderung mengarah ke gugus hidrofil dan span 80 akan cenderung mengarah ke gugus lipofil, sehingga dapat membentuk lapisan antarmuka minyak dan air yang stabil, fleksibel, dengan viskositas tinggi, dan resisten terhadap pecahnya droplet (Kim, 2005). Tween 80 dan span 80 akan mengurangi tegangan permukaan antara kedua fase sehingga keduanya dapat saling campur. Tween 80 dan span 80 akan membentuk

monomolecular adsorption dimana kedua emulgator ini akan tersusun berselang-seling pada lapisan batas antarmuka minyak dengan air (mengelilingi droplet). Rantai hidrokarbon tween 80 akan berada di antara rantai span 80 dan akan terjadi interaksi van der waals dari rantai hidrokarbon pada droplet yang berbeda serta terjadi ikatan hidrogen antara tween 80 dan span 80 dengan medium air. Kedua emulgator ini akan menjadi halangan sterik untuk bergabungnya droplet-droplet karena adanya rantai polioksietilen dari tween 80 yang bulky dan adanya cincin

span 80, sehingga kedua emulgator ini dapat menjaga kestabilan sediaan emulsi tonik rambut ekstrak kemiri.

Gambar 14. Interaksi antara Span 80 dan Tween 80 pada permukaan emulsi A/M (Mollet and Grubenmann, 2001)

Masing-masing fase dalam pembuatannya dipanaskan hingga suhu 35ᵒ . Pemanasan dilakukan di atas waterbath. Tujuan dari pemanasan ini adalah untuk mempercepat proses pencampuran kedua fase karena partikel-partikel pada kedua fase akan meregang dengan adanya pemanasan. Pengadukan masing-masing fase dilakukan dengan menggunakanpropeller mixerselama 5 menit di atas waterbath. Pencampuran fase internal ke dalam fase eksternal dilakukan menggunakan propeler mixer selama 15 menit secara bertahap. Proses pencampuran dalam pembuatan sediaan emulsi merupakan proses dispersi dari fase minyak dan air untuk membentuk sistem emulsi yang stabil. Tujuan dilakukan pencampuran

bertahap yaitu agar pencampuran lebih homogen dan untuk mencegah terjadinya

cracking pada emulsi yang dibuat. Selama pencampuran, fase internal (fase air) dijaga suhunya yaitu 35ᵒ . Hal ini bertujuan agar pencampuran kedua fase terjadi pada suhu yang sama dan untuk menghindari perubahan suhu yang mendadak yang dapat memicu terjadinya cracking pada emulsi. Selain itu, suhu pencampuran juga mempengaruhi tegangan permukaan sehingga dapat mempermudah proses emulsifikasi. Pengadukan dilakukan dengan kecepatan 500 rpm untuk mencegah terjadinya foaming yang dpat mengurangi estetika emulsi yang dihasilkan. Selama proses pengadukan, kecepatan putar yang digunakan menimbulkan gaya geser pada emulsi yang akan menentukan sifat fisis emulsi. Emulsi yang dibuat memiliki tipe aliran non-Newtonian pseudoplastis sehingga semakin tinggi kecepatan putar, viskositas emulsi akan semakin kecil. Kecepatan putar 500 rpm ini merupakan kecepatan putar propeller mixer yang digunakan untuk menghasilkan emulsi yang tidak terpisah secara visual menurut penelitian yang dilakukan oleh Yusvita (2010). Setelah itu, campuran yang dihasilkan dihomogenisasi menggunakan Ultra Turrax selama 3x1 menit untuk memperkecil ukuran partikel emulsi yang dihasilkan sehingga didapatkan dispersi yang sangat halus. Alat ini akan mendistribusikan fase dalam sampai mencapai tingkat dispersi yang tinggi sehingga droplet emulsi akan mencapai dimensi tertentu dan dapat mengalami gerak molekuler Brown (Voigt, 1994). Dalam formula ini juga ditambahkan parfum aloe vera sebanyak 1 mL untuk menutupi bau yang tidak enak dari ekstrak kemiri dan VCO. Emulsi yang dihasilkan berwarna putih susu dan berbentuk seperti larutan.

E. Uji Tipe Emulsi

Dokumen terkait