• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

1.7 Pembuatan Foaming Agent

Penelitian ini menggunakan zat aditif berupa foaming agent dengan merek dagang MEYCO FIX SLF 20 zat ini memiliki fungsi sebagai pengisi rongga dalam campuran pengecoran sehingga bobot bahan pengecoran yang telah dicampurkan dan ditambah foaming agent menjandi lebih ringan. Adapun peralatan dan bahan serta prosedur pekerjaannya adalah sebagai berikut:

1. Alat dan Bahan: a. Hand bor b. Gelas Ukur

c. Mata bor yang telah dimodifikasi d. Ember sebagai wadah

e. Penutup wadah

f. Timbangan dengan ketelitian 0.1% g. Gelas Ukur

62

2. Prosedur pekerjaan:

a. Siapkan hand bor sebagai pengaduk

b. Siapkan air dalam ember sebagai wadah sebanyak yang diperlukan.

c. Masukkan foaming agent MEYCO FIX SLF 20 kedalam air dengan perbandingan campuran 1:20 dengan banyaknya air.

d. Aduk campuran tersebut hingg merata.

e. Siapkan handbor dan aduk campuran air dan foaming agent tersebut hingga merata, untuk mendapatkan berat busa (density foaming) antara 80-90 gram/liter.

f. Cek kondisi foaming, timbang berat foaming tersebut intuk mendapatkan density yang direncanaka.

Gambar 3.7 Cairan foaming agent dan pencampuran foaming agent dengan

air

Gambar 3.8 Pembuatan foaming agent dan penimbangan berat foaming

63 1.8 Perancangan Komposisi Pengecoran

Rancangan komposisi pengecoran batako dan silinder dengan menggunakan dua variasi yaitu variasi pertamas menggunakan foaming agent sebagai bahan pereduksi beban, variasi kedua yaitu benda uji menggunakan serbuk kaca sebanyak 20% dari berat semen. lolos ayakan No. 200 dan foaming agent. Perhitungan volume menggunakan program microsoft exel dengan memasukkan data-data hasil pengujian bahan dan kebutuhan volume pengecoran. Didapatkan hasil komposisi untuk setiap pengecoran seperti Tabel 3.1, Tabel 3.2, Tabel 3.3 dan Tabel 3.4.

Tabel 3.1 Komposisi Pengecoran Batako Menggunakan Foaming Agent

KETERANGAN SEMEN (Kg) (0.8) PASIR (Kg) (7) AIR (Ltr) (0.22) FOAMING AGENT (Ltr) 1 (Air) : 20 (Foam) PERBUAH 1.484 10.389 0.327 0.016 FS 5% 1.558 10.909 0.343 0.017 18 BUAH 28.051 196.358 6.171 0.309

Tabel 3.2 Komposisi Pengecoran Silinder Menggunakan Foaming Agent

KETERANGAN SEMEN (Kg) (0.8) PASIR (Kg) (7) AIR (Ltr) (0.22) FOAMING AGENT (Ltr) 1 (Air) : 20 (Foam) PERBUAH 0.291 2.039 0.064 0.003 FS 5% 0.306 2.141 0.071 0.003 10BUAH 3.058 21.408 0.673 0.067

64 Tabel 3.3 Komposisi Pengecoran Batako Menggunakan Serbuk Kaca Lolos

Ayakan No. 200 KETERANGAN SEMEN (Kg) (0.8) PASIR (Kg) (7) AIR (Ltr) (0.22) SERBUK KACA 20% (Kg) (0.2) FOAMING AGENT (Ltr) 1 (Air) : 20 (Foam) PERBUAH 1.187 10.389 0.327 0.297 0.016 FS 5% 1.247 10.909 0.343 0.312 0.017 18 BUAH 22.441 196.358 6.171 5.610 0.309

Tabel 3.4 Komposisi Pengecoran Silinder Menggunakan Serbuk Kaca

Lolos Ayakan No. 200

KETERANGAN SEMEN (Kg) (0.8) PASIR (Kg) (7) AIR (Ltr) (0.22) SERBUK KACA 20% (Kg) (0.2) FOAMING AGENT (Ltr) 1 (Air) : 20 (Foam) PERBUAH 0.233 2.039 0.064 0.058 0.003 FS 5% 0.245 2.141 0.071 0.061 0.003 10 BUAH 2.447 21.408 0.673 0.612 0.034

Dari tabel diatas didapat berat masing-masing komposisi untuk pembuatan sampel yang terdiri dari 18 buah batako menggunakan foaming agent, 18 buah batako menggunakan serbuk kaca 20% dan foaming agent, 10 buah silinder menggunakan foaming agent dan 10 buah silinder menggunakan serbuk kaca 20% dan foaming agent.

65 1.9 Pembuatan Benda Uji

1.9.1 Benda Uji Batako

a. Peralatan yang diperlukan dalam pembuatan benda uji batako: 1) Ayakan, untuk mengayak pasir dengan ukuran 4,8 mm.

2) Timbangan, untuk menimbang kebutuhan bahan yang dipergunakan dalam pembuatan benda uji.

3) Ember, untuk tempat menampung kebutuhan bahan dan air yang dipergunakan sebagai bahan-bahan pembuat batako.

4) Sendok spesi, untuk memasukkan adonan adukan kedalam cetakan. 5) Mesin molen,untuk membuat campuran batako.

6) Bor dengan mata bor yang telah dimodifikasi, untuk mengaduk cairan foaming agent.

7) Batang perojok atau vibrator, untuk memadatkan adukan didalam cetakan.

8) Cetakan, terbuat dari pelat baja berbentuk balok dengan ukuran dalam bersih cetakan adalah 400 mm x 200 mm x 100 mm.

b. Prosedur Pembuatan benda uji batako:

1) Siapkan semua bahan dan alat yang diperlukan.

2) Timbang semen, pasir dan serbuk kaca dengan perbandingan 1 pc : 7 ps. Penambahan serbuk kaca sebanyak 20% dari berat semen dengan mengurangi jumlah semen awal, dan foaming agent dengan perbandingan 1:20 terhadap berat air yang digunakan.

66

3) Campur cairan foaming agent dengan menggunakan air dengan perbandingan 1 : 20 dari berat air yang digunakan. Kemudian aduk dengan menggunakan mesin bor yang ujung mata bornya telah di modifikasi menjadi alat pengaduk hingga membentuk busa.

4) Campurkan bahan dengan perbandingan menjadi 1 pc : 7 ps dengan penambahan 20% serbuk kaca dan busa yang telah dibuat sebelumnya . Aduk semua bahan sampai rata menggunakan mesin molen.

5) Adonan batako yang sudah dicampur hingga rata ditambah air secukupnya sampai tercapai campuran setengah basah (lengas tanah) yang merata. Secara sederhana, keadaan ini dapat diketahui dengan cara: Campuran yang telah merata dikepal dengan telapak tangan. Kemudian dijatuhkan dari ketinggian lebih kurang lebih kurang 1,2 meter kepermukaan tanah keras. Bila campuran sudah baik, 2/3 bagian tetap mengumpul dan 1/3 lainnya tersebar (Utomo, 2010).

6) Sebelum dimasukkan ke dalam cetakan, adonan yang sudah tercampur merata dituangkan sebagian ke dalam sebuah pan besar yang tidak menyerap air.

7) Masukkan adonan batako kedalam cetakan setinggi 1/3 bagian cetakan, kemudian dipadatkan dengan cara ditumbuk sampai benar-benar padat dengan alat pemadat.

8) Masukkan kembali adonan batako sebanyak 1/3 bagian lagi sehingga menjadi 2/3 bagian, kemudian padatkan kembali dengan cara ditumbuk dengan alat pemadat sampai benar-benar padat.

67

9) Masukkan kembali adonan batako kedalam cetakan hingga penuh, kemudian dipadatkan lagi.

10) Biarkan adonan di dalam cetakan selama ± 48 jam, sampai adonan mulai mengeras.

11) Lepas cetakan dengan hati-hati dan letakan adonan batako ditempat yang teduh, tidak terkena cahaya matahari langsung dan terlindung dari hujan.

1.9.2 Benda Uji Silinder

a. Peralatan yang diperlukan dalam pembuatan benda uji silinder: 1) Ayakan, untuk mengayak pasir dengan ukuran 4,8 mm.

2) Timbangan, untuk menimbang kebutuhan bahan yang dipergunakan dalam pembuatan benda uji.

3) Ember, untuk tempat menampung kebutuhan air yang dipergunakan sebagai pencampuran bahan-bahan pembuat batako.

4) Sendok spesi, untuk mencampur dan memasukkan adonan adukan kedalam cetakan.

5) Mesin molen,untuk membuat campuran batako.

6) Bor dengan mata bor yang telah dimodifikasi, untuk mengaduk cairan foaming agent.

7) Batang perojok, untuk memadatkan adukan didalam cetakan.

8) Cetakan, terbuat dari besi berbentuk silinder dengan ukuran ø10 cm dan tinggi 20 cm.

68

b. Prosedur Pembuatan benda uji silinder:

(1) Siapkan semua bahan dan alat yang diperlukan.

2) Timbang semen, pasir dan serbuk kaca dengan perbandingan 1 pc : 7 ps. Penambahan serbuk kaca sebanyak 20% dari berat semen dengan mengurangi jumlah semen awal, dan foaming agent dengan perbandingan 1:20 terhadap berat air yang digunakan.

3) Campur cairan foaming agent dengan menggunakan air dengan perbandingan 1 : 20 dari berat air yang digunakan. Kemudian aduk dengan menggunakan mesin bor yang ujung mata bornya telah di modifikasi menjadi alat pengaduk hingga membentuk busa.

4) Campurkan bahan dengan perbandingan menjadi 1 pc : 7 ps dengan penambahan 20% serbuk kaca dan busa yang telah dibuat sebelumnya . Aduk semua bahan sampai rata menggunakan mesin molen.

5) Adonan yang sudah dicampur hingga rata ditambah air secukupnya sampai tercapai campuran setengah basah (lengas tanah) yang merata. Secara sederhana, keadaan ini dapat diketahui dengan cara: Campuran yang telah merata dikepal dengan telapak tangan. Kemudian dijatuhkan dari ketinggian lebih kurang lebih kurang 1,2 meter kepermukaan tanah keras. Bila campuran sudah baik, 2/3 bagian tetap mengumpul dan 1/3 lainnya tersebar (Utomo, 2010).

6) Sebelum dimasukkan ke dalam silinder, adonan yang sudah tercampur merata dituangkan sebagian ke dalam sebuah pan besar yang tidak menyerap air.

69

7) Masukkan adonan batako kedalam silinder setinggi 1/3 bagian cetakan, kemudian dipadatkan dengan cara ditumbuk sampai benar-benar padat dengan alat pemadat.

8) Masukkan kembali adonan sebanyak 1/3 bagian lagi sehingga menjadi 2/3 bagian, kemudian padatkan kembali dengan cara ditumbuk dengan alat pemadat sampai benar-benar padat.

9) Masukkan kembali adonan batako kedalam cetakan hingga penuh, kemudian dipadatkan lagi.

10) Biarkan adonan di dalam cetakan selama ± 48 jam, sampai adonan mulai mengeras.

11) Lepas cetakan dengan hati-hati dan letakan adonan batako ditempat yang teduh, tidak terkena cahaya matahari langsung dan terlindung dari hujan.

1.10 Perawatan Benda Uji

Dokumen terkait