• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

1.11 Pengujian Benda Uji .1Pengujian Visual

1.11.2 Pengujian Berat Isi

a. Peralatan yang diperlukan pada pengujian berat isi:

1) Timbangan dipergunakan untuk menimbang batako dan silinder dalam keadaan jenuh air dan kering oven. Timbangan yang dipergunakan dengan kapasitas 60 kg dengan ketelitian 0,1 gr.

2) Oven dipergunakan untuk mengeringkan batako dan silinder akan kandungan air setelah direndam. Oven yang dipergunakan dilengkapi pengatur suhu, dengan suhu antara 105oC sampai dengan 110oC.

Mulai

Bersihkan batako dari semua kotoran

Ukuran panjang, lebar dan tebal batako

Amati permukaan dan keadaan batako

72

b. Prosedur Pengujian:

Batako dan silinder yang akan diuji absorbsinya harus dalam keadaan kering. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pengujian ini adalah:

1) Batako dan silinder dibersihkan dari bahan-bahan lain yang menempel. 2) Masukan batako dan silinder ke dalam oven selama 24 jam/sehari sampai

didapat keadaan kering sampel.

3) Timbang batako dan silinder, sehingga didapati berat sampel dalam keadaan kering. Setelah mendapatkan data-data yang diperlukan, berat isi sampel dapat dihitung dengan rumus (2.2).

Bagan pengujian berat isi sebagai berikut:

Gambar 3.10 Bagan Alir Pengujian Berat Isi Selesai

Masukan batako dan silinder kedalam oven selama 24 jam

Bersihkan batako dan silinderdari semua kotoran

Keluarkan batako dan silinder dari oven

Timbang batako dan silinder sehingga didapat berat kering Mulai

73 1.11.3 Pengujian Absorbsi

b. Peralatan yang diperlukan pada pengujian penyerapan air:

3) Wadah berisi air untuk merendam benda uji hingga batako jenuh air. 4) Kain lap dipergunakan untuk menyeka permukaan batako dan silinder

dari kelebihan air setelah di rendam.

5) Timbangan dipergunakan untuk menimbang batako dan silinder dalam keadaan jenuh air dan kering oven. Timbangan yang dipergunakan dengan kapasitas 60 kg dengan ketelitian 0,1 gr.

6) Oven dipergunakan untuk mengeringkan batako dan silinder akan kandungan air setelah direndam. Oven yang dipergunakan dilengkapi pengatur suhu, dengan suhu antara 105oC sampai dengan 110oC.

c. Prosedur Pengujian:

Batako dan silinder yang akan diuji absorbsinya harus dalam keadaan kering. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pengujian ini adalah:

4) Batako dan silinder dibersihkan dari bahan-bahan lain yang menempel. 5) Batako dan silinder dimasukan kedalam kolam perendaman selama 24

jam/sehari.

6) Keluarkan batako dan silinder dari kolam perendaman dan lap sisa air yang terdapat pada permukaan sampel.

7) Timbang batako dan silinder untuk mendapatkan berat sampel dalam keadaan jenuh air.

74

8) Masukan batako dan silinder ke dalam oven selama 24 jam/sehari sampai didapat keadaan kering sampel.

9) Timbang batako dan silinder, sehingga didapati berat sampel dalam keadaan kering. Setelah mendapatkan data-data yang diperlukan, penyerapan air dapat dihitung dengan persamaan rumus (2.3).

Bagan pengujian absorbsi sebagai berikut:

Gambar 3.11 Bagan Alir Pengujian Absorbsi Selesai

Masukan batako dan silinder kedalam oven selama 24 jam

Bersihkan batako dan silinderdari semua kotoran

Keluarkan batako dan silinder dari oven

Timbang batako dan silinder sehingga didapat berat kering Rendam batako dan silinder selama 24 jam/sehari

Timbang batako dan silinder sehingga didapati berat

jenuh

Keluarkan batako dan silinder kemudian keringkan permukaan Mulai

75 1.11.4 Pengujian Kuat Tekan Sampel

a. Peralatan yang diperlukan pada pengujian kuat tekan:

1) Kain lap dipergunakan untuk menyeka permukaan batako dan silind dari kelebihan air setelah penyiraman.

2) Timbangan dipergunakan untuk menimbang batako dan silinder dalam keadaan jenuh air dan kering oven. Timbangan yang dipergunakan dengan kapasitas 60 kg dengan ketelitian 0,1 gr.

3) Mistar sorong dipergunakan untuk mengukur luas bidang tekan. Mistar sorong dipergunakan sampai dengan ketelitian 0,01 mm.

4) Alat uji yang digunakan adalah mesin uji kuat tekan beton (compression

machine).

b. Prosedur Pengujian:

1) Batako dan silinder dilap dari sisa air penyiraman dan kemudian di jemur selama ± 24 jam.

2) Timbang berat batako dan silinder lalu letakkan pada compressor machine sedemikian sehingga berada tepat ditengah-tengah alat penekannya.

3) Secara perlahan-perlahan beban tekan diberikan pada benda uji dengan cara mengoperasikan mesin sampai benda uji runtuh.

4) Pada saat jarum penunjuk skala tidak naik lagi atau bertambah, maka cata skala yang ditunjuk oleh jarum tersebut yang merupakan beban maksimum yang dapat dipikul benda uji tersebut.

5) Percobaan diulang untuk setiap benda uji.

76

Bagan pengujian kuat tekan sebagai berikut:

Gambar 3.12 Bagan Alir Pengujian Kuat Tekan Sampel Selesai

Hidupkan alat tekan beton Letakan benda uji pada alat tekan

Tarik tuas alat tekan

Lihat jarum pada alat ukur

Catat hasil pengamatan pada alat ukur Hitung kuat tekan batako dan silinder

77 1.11.5 Pengujian Kuat Tekan Dinding Batako

a. Peralatan yang diperlukan pada pengujian kuat tekan:

1) Kain lap dipergunakan untuk menyeka permukaan batako dari kelebihan air setelah penyiraman.

2) Mistar sorong dipergunakan untuk mengukur luas bidang tekan. Mistar sorong dipergunakan sampai dengan ketelitian 0,01 mm.

3) Gergaji digunakan untuk memotong batako

4) Pelat besi tebal 6mm sebagai penerus beban kedinding batako agar beban merata.

5) Alat uji tekan dinding yang digunakan adalah jack hydraulic.

b. Prosedur Pengujian:

1) Benda uji dilap dari sisa air penyiraman dan kemudian di jemur selama ± 24 jam.

2) Potong benda uji batako yang memerlukan potongan agar dapat membentuk susunan dinding berukuran 1 x 1 meter

3) Susun batako menjadi dinding ukuran 1 x 1 meter dengan menggunakan pasangan spesi 1 semen : 3 pasir

4) Pasang pelat besi diatas dinding secara mendatar

5) Secara perlahan letakkan alat tekan jack hydraulic diats dinding batako yang telah diletakkan pelat besi tersebut pada posisi pertengahan dinding. 6) Letakkan dial pembaca pada dinding batako, atur dial pembaca.

78

7) Secara perlahan-perlahan beban tekan diberikan pada dinding batako dengan cara memompa jack hydraulic agar tekanan meningkat, beban diberikan sampai benda uji runtuh.

8) Pada saat jarum penunjuk skala tidak naik lagi atau bertambah, maka catat skala beban yang ditunjuk oleh dial pembaca tersebut yang merupakan beban maksimum yang dapat dipikul benda uji tersebut. 9) Catat hasil pembacaan dial dari pembebanan dinding tersebut. 10) Percobaan diulang untuk setiap benda uji.

Gambar 3.13 Gambar pengujian kuat tekan dinding

79

Bagan pengujian kuat tekan sebagai berikut

Gambar 3.14 Bagan Alir Pengujian Kuat Tekan Dinding Batako Selesai

Letakkan alat jack hydraulic diatas dinding Pasang dinding

Pompa alat jack hydraulic untuk memberi beban, lakukan sampai terjadi keruntuhan

Lihat jarum pada dial pembaca beban

Catat hasil pengamatan pada alat ukur Hitung kuat tekan

80

Adapun tahapan keseluruhan penelitian ini dirangkum sebagai berikut:

Studi literatur & pengumpulan data Identifikasi masalah Persiapan bahan Pembuatan Benda Uji Masa Pemeliharaan Selama 28 Hari Semen Serbuk Kaca Pasir Mulai Batako Pengujian Bahan Siliinder

Pengujian ukuran dan tampak luar Pengujian absorbsi

Pengujian kuat tekan sampel silinder dan batako

Pembuatan Dinding Batako

Pengujian Tekan Dinding Batako

Data

Analisa data dan Pembahasan Memenuhi standar SNI Kesimpulan dan Saran Ya Tidak Selesai

81

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait