Kuat Lentur (Mpa)
4.5.4 Pembuktian di Lapangan
Dari pembahasan di atas, nilai kuat tekan dan kuat lentur dengan umur tes 28 hari dengan jenis mutu tinggi atau mutu A terdapat pada komposisi campuran 20%, sedangkan pada penelitian terdahulu nilai kuat tekan dengan umur tes 7 hari dengan jenis mutu sedang atau mutu Dalam penelitian yang berjudul Analisis Pengujian Kuat Tekan dan Kuat Lentur pada Paving Block dari Limbah Cangkang Telur dapat dibuktikan secara langsung di lapangan dengan menggunakan bantuan di tekan atau di lindas menggunakan beberapa beban, seperti di lindas sepeda motor dan mobil truk colt diesel dengan beban muatan 7,5 ton. Pembuktian tersebut dilakukan agar memberikan bukti kekuatan paving block jika diproduksi secara berkala. Berikut pembuktian di lapangan menggunakan paving block komposisi campuran 20%:
Gambar 4.10 Di Lindas Sepeda Motor
78 Gambar 4.11 Di Lindas Truk Colt Diesel muatan 7,5 ton
Gambar 4.12 Hasil di lindas Truk Colt Diesel muatan 7,5 ton
Berdasarkan gambar di atas, pada gambar 4.9 membuktikan bahwa paving 20%
tidak mengalami keretakan dan kehancuran saat di lindas sepeda motor. Pada gambar 4.10 membuktikan bahwa paving 20% mengalami kehancuran dan benda uji terbelah menjadi dua bagian. Bila di buktikan menggunakan kendaraan roda empat dengan muatan kisaran 100 – 200 kg, paving 20% masih dalam kondisi baik.
Namun bila diberi muatan dengan kisaran beban muat sebesar 7,5 ton, benda uji akan mengalami kehancuran karena sudah mencapai kuat lentur maksimum.
79 4.5.5 Perhitungan Ekonomi
Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, produk yang dihasilkan dari penelitian tersebut tentu dapat berdampak pada nilai ekonomi karena sebagai produk yang ramah lingkungan. Produk tersebut juga memiliki kualitas karena telah melakukan pengujian laboratorium dari Lembaga sertifikasi yaitu Komite Akreditasi Nasional (KAN). Memanfaatkan limbah cangkang telur salah satu upaya untuk mengurangi limbah domestik yang dibuang ke TPA Bantar Gebang. Jika penelitian ini dikembangankan menjadi peluang usaha, maka dapat mengurangi pemakaian semen dalam penambahan akgegat. Berikut perhitungan nilai jual paving block normal dengan paving block menggunakan limbah cangkang telur:
Tabel 4.11 Perhitungan Paving Normal dan Paving LCT
Berdasarkan tabel 4.11 jumlah biaya bahan baku paving block normal sebesar Rp.
155.000, sedangkan jumlah biaya bahan baku paving block LCT sebesar Rp. 95.000 untuk 1 m2 paving block yang berukuran 20 cm x 10 cm x 6 cm dengan angka koefisien 44 paving block berbentuk bata. Pada tabel 4.11 terlihat biaya bahan baku paving block menggunakan LCT memang jauh lebih terjangkau, tetapi bahan-bahan yang dibutuhkan tidak semudah paving block normal. Selain dari segi kualitas mutu paving block menggunakan LCT mempunyai hasil terbaik dibandingkan paving block normal, nilai jualnya juga lebih mahal dibandingkan dengan paving block normal.
No. Bahan Kebutuhan Bahan Biaya (Rp) 1 Semen Tiga Roda 1 sak Rp. 60.000,-2 Abu Batu Halus 50 kg Rp.
35.000,-3 Pasir 50 kg Rp.
60.000,-Rp. 155.000,-No. Bahan Kebutuhan Bahan Biaya (Rp)
1 Semen Tiga Roda 1 sak Rp. 60.000,-2 Abu Batu Halus 50 kg Rp.
35.000,-3 LCT 5 kg Rp.
0,-Rp. 95.000,-Jumlah biaya bahan baku Paving Normal
Jumlah biaya bahan baku Paving LCT
80 BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh beberapa kesimpulan, yaitu:
1. Dari 3 komposisi campuran paving block menggunakan bahan tambah limbah cangkang telur, di dapat komposisi terbaik yaitu pada paving block komposisi 20% dengan nilai kuat tekan dan kuat lentur sebesar 40,6 MPa dan 1,28 MPa, maka termasuk paving block mutu K-500. Namun paving block pada penelitian yang telah dilakukan, hanya direkomendasikan sebagai peruntukan area parkir, taman, dan pejalan kaki. Tidak diperuntukan pada perkerasan jalan, karena itu diperuntukan pada beton bukan pada paving block.
2. Dari hasil pengujian kuat tekan dan kuat lentur di peroleh data pengujian dari 4 sampel dan 4 variasi di antaranya yaitu paving block 0% LCT dengan nilai rata-rata kuat tekan sebesar 33,1 MPa dan kuat lentur sebesar 155 MPa, paving block 10% LCT dengan nilai rata-rata 24,2 MPa dan kuat lentur sebesar 1,21 MPa, paving block 15% LCT dengan nilai rata-rata kuat tekan sebesar 35,3 MPa dan kuat lentur sebesar 0,93 MPa dan paving block 20%
LCT dengan nilai rata-rata kuat tekan sebesar 40,6 MPa dan kuat lentur 1,28 MPa.
3. Kualitas mutu paving block 0% LCT termasuk mutu K-300 dengan nilai kuat tekan sebesar 33,1 MPa dan kuat lentur sebesar 1,55 MPa. Sedangkan kualitas mutu paving block 20% LCT termasuk mutu K-500 dengan nilai kuat tekan sebesar 40,6 MPa dan kuat lentur sebesar 1,28 MPa. Jadi dengan ditambahkannya limbah cangkang telur pada paving block dapat merubah kualitas mutu. Komposisi 20% sudah membuktikan bahwa nilai standar yang ditetapkan sudah sesuai dengan syarat yang ditentukan yaitu SNI 03-2834-1996.
81 5.2 Saran
Berdasarkan Analisis penelitian tersebut dapat diberikan beberapa saran perbaikan sebagai berikut:
1. Untuk penelitian selanjutnya perlu diperhatikan komposisi campuran yang tepat dan lama waktu pengadukkan yang sesuai. Agar menghasilkan nilai kuat lentur yang optimal dan lebih di teliti kembali standar maksimal untuk kuat lentur pada paving block.
2. Perlu dilakukan penelitian kembali dengan variasi komposisi dengan jenis limbah yang berbeda dengan komposisi campuran yang bervariasi, karena memanfaatkan limbah sebagai alternatif cara untuk mengurangi limbah cangkang telur dan meningkatkan mutu paving block.
3. Selain itu perlu juga dikembangkan penelitian tersebut menggunakan benda uji berupa beton karena nilai kuat tekan pada paving block menggunakan limbah cangkang telur dapat menambah nilai mutu paving block.
82 DAFTAR PUSTAKA
Amran, Yusuf. 2015. Pemanfaatan Limbah Plastik Untuk Bahan Tambahan Pembuatan Paving Block Sebagai Alternatif Perkerasan Pada Lahan Parkir Di Universitas Muhammadiyah Metro. Jurnal Tapak, 4 (2), 1-3.
Arabhosseini, A. dan Faridi, H. 2018. Application of Eggshell Wastes as Valuable and Utilizable Products: A Review, Vol.64, No. 2: 104-114.
Armendariz, Gadri. 2015. Analisis Kuat Tekan Batako Dengan Limbah Cangkang Telur Sebagai Bahan Tambah. Purwokerto.
ASTM. 1993. Concrette and Concrette Aggregates, Annual book of ASTM volume 04.02, USA.
ASTM International. 2007. ASTM C150-07 Standard Specification for Portland Cement.
West Conshohocken: ASTM International.
ASTM International. 2017. ASTM C618 Standard Specification for Coal Fly Ash or Calcined Natural Pozzolan for Use in Concrete. West Conshohocken: ASTM International.
Badan Standardisasi Nasional. (2002). SNI 03-6863-2002 tentang Metode Pengambilan Contoh dan Pengujian Abu Terbang atau Pozolan Alam sebagai Mineral Pencampur dalam Beton Semen Portland. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
Badan Standardisasi Nasional. (2011). SNI 1974:2011 tentang Cara Uji Kuat Tekan Beton dengan Benda Uji Silinder. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
Badan Standardisasi Nasional. (2011). SNI 4431:2011 tentang Cara Uji Kuat Lentur Beton Normal dengan Dua Titik Pembebanan. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
BPS. 2018. Jumlah Produksi Telur Ayam Petelur Jawa Barat. Indonesia: Badan Pusat Statistik Republik Indonesia.
BSN. 1996. Bata Beton (Paving Blok) SNI-03-0691-1996, Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.
Dady, Yohanes Trian. 2015. Pengaruh Kuat Tekan Terhadap Kuat Lentur Balok Beton Bertulang. Manado.
Dalano, Arwana. 2014. Kajian Bahan Perkerasan dan Permasalahannya. Departemen Bangunan. Malang.
Diode Yonata, Siti Aminah dan Wianastri Hersoelistyorini. 2017. Kadar Kalsium dan Karaktersitik Fisik Tepung Cangkang Telur Unggas dengan Perendaman Berbagai Pelarut, 2: 82-93. Semarang.
Dwi Ayu Setianingrum, Erika Febriantor, Andi Arya F, Nur Hasanah, dan Rachmawati Nur F. 2013. Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur Sebagai Bahan Substrat Produksi Nanokalsium. Bogor.
Geo, Flysh. 2018. Pengertian Air, Fungsi, Sumber dan Manfaatnya. Jakarta.
Jumiati, E. dan Matshura. 2018. Pembuatan Beton Ringan Berbasis Sampah Organik.
Medan.
Martin-Luengo M., Yates M., Ramos M., Saez Rojo E., Martinez Serrano A., Gonzalez Gil L., Hitzky E.R. (2011): Biomaterials from beer manufacture waste for bone growth scaffolds. Green Chemical Letter Review, 4: 229–233.
Michael, Nursyamsi, Emilia Kadreni dan Torang Sitorus. 2015. Pengaruh Akibat Adanya Bahan Subtitusi Abu Cangkang Telur Sebagai Tambahan Semen dan Kerak Boiler Sebagai Subtitusi Pasir. Medan.
Mohamed Ansari M, Dinesh Kumar M, Milan Charles J, Dr. Vani G, UG Student dan Asst.
Professor. 2016. Replacement of Cement Using Eggshell Powder. India.
83 Praganingrum, Istri Tjokorda. 2017. Taman Tematik Edukasi Sebagai Strategi
Pemanfaatan Limbah Sampah Organik dan Anorganik. Denpasar.
Prayogo, Hanif Dwi. 2017. Analisis Kuat Tekan Paving Block Dengan Abu Batu Sebagai Bahan Tambah. Purwokerto.
Rahmadina. dan Efrida Pima Sari Tambunan. 2017. Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur, Kulit Bawang dan Daun Kering Melalui Proses Sains dan Teknologi Sebagai Alternatif Penghasil Produk Yang Ramah Lingkungan. Medan.
Ramathilagam. B. H, Aravinth. K, Anath. C, Arisivamani. L, Assitent Professor dan UG Student. 2018. An Experimental Investigation of Eggshell Powder as a Partial Replacement of Cement in Paverblock. India.
Utomo, Aditya Wahyu. 2014. Pemanfaatan Kulit Telur Ayam, Bebek dan Burung Puyuh Pada Proses Pembekuan Darah. Semarang.
Wahyono, E. H. dan Sudarno. N. 2012. Pengelolaan Sampah Plastik: Aneka Kerajinan dari Sampah Plastik. Yapeka. Bogor.
LAMPIRAN
85 LAMPIRAN 1 Limbah Cangkang Telur Ayam
86 LAMPIRAN 2 Proses Pembuatan Agregat
1. Proses Pengumpulan 2. Proses Perendaman
3. Proses Pencucian 4. Proses Pengeringan
87 5. Proses Penghancuran Menggunakan Penumbuk dan Blende
6. Proses Penyaringan Menggunakan Saringan Halus
88 LAMPIRAN 3 Komposisi Campuran dan Penimbangan
Proses penimbangan bubuk LCT 10%, 15% dan 20%
Proses penimbangan Semen 10%, 15% dan 20%
89 Komposisi Campuran Paving Block 10% LCT
Komposisi Campuran Paving Block 15% LCT
Komposisi Campuran Paving Block 20% LCT
90 LAMPIRAN 4 Hasil Paving Block
Paving Block 10% LCT
Paving Block 15% LCT
Paving Block 20% LCT
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121 LAMPIRAN 8 Perhitungan Paving Block Menggunakan Persamaan
1. Perhitungan Kuat Tekan
❖ Diketahui sampel 1 paving block 0%:
L = 20000 mm2
20000 = 0,03389 kN/mm2
= 0,03389 kN/mm2 x 1000 = 33,89 N/mm2
= 33,89 N/mm2 x 10 = 338,9 kg/cm2
= 338,9 kg/cm2 x 0,098 = 33,21 MPa
Maka, nilai kuat tekan sampel 1 paving block 0% jika dihitung menggunakan persamaan 2.2 diperoleh nilai sebesar 33,21 MPa.
❖ Diketahui sampel 2 paving block 0%:
L = 20000 mm2
20000 = 0,03439 kN/mm2
= 0,03439 kN/mm2 x 1000 = 34,39 N/mm2
= 34,39 N/mm2 x 10 = 343,9 kg/cm2
= 343,9 kg/cm2 x 0,098 = 33,70 MPa
Maka, nilai kuat tekan sampel 2 paving block 0% jika dihitung menggunakan persamaan 2.2 diperoleh nilai sebesar 33,70 MPa.
❖ Diketahui sampel 3 paving block 0%:
L = 20000 mm2
122
20000 = 0,03315 kN/mm2
= 0,03315 kN/mm2 x 1000 = 33,15 N/mm2
= 33,15 N/mm2 x 10 = 331,5 kg/cm2
= 331,5 kg/cm2 x 0,098 = 32,49 MPa
Maka, nilai kuat tekan sampel 3 paving block 0% jika dihitung menggunakan persamaan 2.2 diperoleh nilai sebesar 32,49 MPa.
2. Perhitungan Kuat Lentur
❖ Diketahui sampel 1 paving block 0%:
L = 60000 mm2 persamaan 2.3 diperoleh nilai sebesar 2,28 x 10-6 MPa.
❖ Diketahui sampel 2 paving block 0%:
L = 60000 mm2 P = 4,2 kN
123 persamaan 2.3 diperoleh nilai sebesar 6,86 x 10-6 MPa.
❖ Diketahui sampel 3 paving block 0%:
L = 60000 mm2 persamaan 2.3 diperoleh nilai sebesar 6,04 x 10-6 MPa.
Keterangan:
1 kN/mm2 = 1000 N/mm2 ; 1 N/mm2 = 10 kg/cm2 ; 1 kg/cm2 = 0,098 MPa