• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3 Pengelolaan Lanskap Ocean Ecopark

4.3.5 Pemeliharaan Lanskap

4.3.5.1 Pemeliharaan Elemen Lunak

Oli 120 liter -

Sumber: 1. Pengelola Ocean Ecopark (2012) 2. Arifin dan Arifin (2005)

4.3.5 Pemeliharaan Lanskap

Pemeliharaan lanskap yang baik merupakan salah satu kunci keberhasilan kinerja perusahaan di mata pengunjung. Menurut Arifin dan Arifin (2005), dalam pemeliharaan taman dikenal istilah pemeliharaan ideal dan pemeliharaan fisik. Pemeliharaan ideal adalah pemeliharaan yang mengacu pada tujuan dan desain awal pembangunan dan pemeliharaan fisik adalah pemeliharaan yang meliputi pekerjaan agar lanskap tetap terjaga keindahan, kenyamanan, kebersihan, dan keamanannya.

Kegiatan pemeliharaan fisik ini meliputi pekerjaan pemeliharaan elemen lunak dan keras seperti. Berikut adalah penjelasan kegiatan-kegiatan pemeliharaan fisik lanskap.

4.3.5.1 Pemeliharaan Elemen Lunak

Kegiatan pemeliharaan elemen lunak taman, yaitu penyiraman, pemangkasan, penyulaman, pendangiran, penyetikan, penyiangan gulma, pemupukan, pengendalian hama penyakit, dan pembibitan.

4.3.5.1.1 Penyiraman

Penyiraman tanaman diperlukan untuk memenuhi kebutuhan air bagi tanaman. Menurut Arifin et al. (2008), penyiraman bertujuan memudahkan tanaman menyerap unsur hara yang ada dalam tanah, meningkatkan kelembaban tanah untuk mencegah kelayuan tanaman akibat proses evapotranspirasi, dan menyediakan air sebagai unsur utama dalam proses fotosintesis.

Penyiraman tanaman dilakukan setiap hari pada pukul 07.00-09.00 dan 15.00-17.00. Menurut penggunaan alatnya, kegiatan penyiraman di Ocean Ecopark dibagi dalam tiga wilayah

1. Penyiraman di area sepanjang jalur pedestrian, jalur sepeda, dan parkir menggunakan mobil tangki (Gambar 22). Sumber air berasal dari tempat penampungan air di Pantai Carnaval atau tempat penampungan air hujan di lokasi Ocean Ecopark.

Gambar 22. Penyiraman Taman Menggunakan Mobil Tangki

2. Penyiraman di area Pulau Besar menggunakan sistem sprinkler, yang airnya berasal dari kanal Ocean Ecopark.

3. Penyiraman di area open space yang sulit dijangkau oleh mobil tangki, menggunakan pompa sedot alkon yang sumber airnya berasal dari danau atau kanal (Gambar 23).

Perbedaan penggunaan alat pada masing-masing area bertujuan mempermudah sistem penyiraman berdasarkan sumber air yang dimiliki oleh Ocean Ecopark.

Pada musim kemarau, penyiraman dilakukan lebih intensif daripada biasanya. Penyiraman dilakukan tiga kali, yaitu pukul 05.00-08.00, 09.00-10.00 dan 16.00-20.00 dengan penambahan jumlah rit air sekitar 5-7 rit per hari. Penambahan jumlah air ini berasal dari penampungan air Pantai Carnaval karena kondisi air kanal saat musim kemarau menjadi lebih asin daripada saat musim hujan yang dapat menyebabkan kondisi rumput menjadi lebih cepat menguning. Penambahan penyiraman taman ini menggunakan mobil bak terbuka yang membawa torn berisi air (Gambar 24).

Gambar 24. Penyiraman Tambahan Menggunakan Torn

4.3.5.1.2 Pemangkasan

Ocean Ecopark merupakan wilayah yang merupakan wilayah hijau yang terdiri dari tanaman penutup rumput, semak, perdu, dan pohon. Tanaman-tanaman tersebut mengalami pertumbuhan yang harus dikontrol agar tetap aman, sehat, dan indah. Menurut Arifin dan Arifin (2005), pemangkasan pohon dibedakan berdasarkan tujuannya, yaitu pemangkasan untuk kesehatan tanaman, pemangkasan untuk penampilan, dan pemangkasan untuk keamanan pengguna taman.

Pelaksanaan kegiatan pemangkasan rumput di Ocean Ecopark dibagi menjadi dua wilayah kerja, yaitu wilayah timur dan wilayah barat. Sistem pemangkasan menggunakan sistem rotasi, dimana pada hari ke-14 kegiatan pemangkasan harus kembali pada titik awal. Dengan demikian, seluruh areal rumput dari wilayah Ocean Ecopark akan terpangkas dengan frekuensi setiap 14

hari sekali. Pemangkasan rumput ini menggunakan 8 mesin potong rumput gendong.

Pemangkasan pohon atau pruning juga dilakukan secara rutin agar ranting atau cabang pohon tidak patah dan membahayakan pengunjung Ocean Ecopark. Selain itu, pemangkasan dilakukan untuk menjaga keindahan dan kesehatan pohon agar terhindar dari hama penyakit serta memberikan ruang yang cukup untuk percabangan baru. Selain pohon dan rumput, pemangkasan juga dilakukan pada semak. Hal ini bertujuan menjaga bentuk tanaman tetap indah dan memangkas ranting-ranting kering serta mengurangi percabangan yang sudah terlalu padat. Beberapa semak seperti pucuk merah (Syzygium oleana) memerlukan pemangkasan teknik topiari agar estetika tetap terjaga.

4.3.5.1.3 Penyulaman

Penyulaman tanaman dilakukan untuk menganti tanaman yang mati karena terserang hama dan penyakit, kesalahan teknis, ataupun memang sudah waktunya untuk diganti. Hal ini bertujuan agar penampilan taman secara keseluruhan tetap prima dan indah. Penyulaman dilakukan bergantung pada kondisi tanaman yang ada.

4.3.5.1.4 Pendangiran dan Penyetikan

Pendangiran dan penyetikan pada rumput dilakukan secara rutin dan bersamaan. Pendangiran dilakukan untuk menggemburkan tanah agar tanaman tetap dapat menyerap unsur hara dalam tanah dengan baik, serta menjaga agar sirkulasi (aerasi) di daerah perakaran tetap terjaga dengan baik. Pendangiran juga bertujuan mengendalikan pertumbuhan gulma. Kegiatan pendangiran ini dilakukan bersamaan dengan penyiangan gulma pada rumput (Gambar 25). Penyiangan gulma dilakukan dengan tujuan agar rumput tetap terjaga kerapihan, keindahan, dan kesehatannya.

Untuk area rumput yang berbatasan dengan perkerasan dilakukan penyetikan agar pertumbuhan rumput tidak merambat naik ke atas perkerasan, selain itu juga berfungsi sebagai jalur aliran air pada pinggiran rumput. Kegiatan

pendangiran dan penyetikan dilakukan menggunakan arit, cungkilan, cangkul, dan gatul.

.

Gambar 25. Kegiatan Pendangiran dan Penyiangan Gulma

4.3.5.1.5 Pemupukan

Pemupukan dilakukan untuk menjaga tanaman agar tidak kekurangan unsur hara. Selain itu, pemupukan juga dapat mengoptimalkan pertumbuhan, memperbaiki struktur tanah, dan menigkatkan kesuburan tanaman.

Ocean Ecopark memiliki visi dan misi yang ramah lingkungan, secara bertahap pengelola menerapkan sistem yang sejalan dengan visi misi tersebut walaupun belum seutuhnya dapat dapat diterapkan. Salah satu usahanya adalah dengan melakukan pemupukan tanaman menggunakan pupuk organik. Pupuk organik yang digunakan sebagian besar merupakan pasokan dari distributor luar dan sebagian kecil merupakan hasil olahan dari Ancol Zero Waste. Pupuk organik yang berasal dari Ancol Zero Waste merupakan sampah dedaunan Ocean Ecopark yang telah diolah.

Ocean Ecopark juga masih menggunakan pupuk anorganik, untuk memenuhi kebutuhan tanaman terhadap unsur-unsur yang masih belum dapat tercukupi jika hanya mengandalkan pupuk organik saja. Penggunaan pupuk anorganik ini terukur dan tidak berlebihan. Pupuk anorganik yang digunakan pun jumlahnya relatif lebih sedikit jika dibandingkan dengan penggunaan pupuk organik. Pupuk anorganik yang digunakan adalah NPK, urea, Bayfolan, Gandasil, dan Growmore. Kegiatan pemupukan dapat dilihat pada Gambar 26.

Gambar 26. Kegiatan Pemupukan

4.3.5.1.6 Pengendalian Hama Penyakit

Pengendalian hama penyakit adalah kegiatan yang terjadwal dan rutin dilakukan untuk mencegah terserangnya tanaman dari hama penyakit yang merugikan dan merusak tanaman. Pengendalian hama penyakit ini menggunakan bahan-bahan alami sejalan dengan program Ocean Ecopark yang ramah lingkungan. Pengendalian secara alami seperti menyikat hama kutu putih yang terdapat pada tanaman dan menyemprotkan tanaman dengan pestisida alami seperti tembakau.

Pengendalian hama penyakit dengan menggunakan bahan alami terus dilakukan oleh kontraktor pemelihara hingga saat ini. Namun, jika pengendalian dengan bahan alami tidak berhasil, kontraktor pemelihara akan menggunakan bahan kimiawi agar hama penyakit tidak menyebar ke tanaman lain.

4.3.5.1.7 Pembibitan Tamanan

Pembibitan tanaman dilakukan untuk memperbanyak tanaman yang ada. Kegiatan pembibitan di Ocean Ecopark ini belum berjalan maksimal karena belum memiliki tempat pembibitan khusus. Tempat pembibitan sementara ini mengambil lahan Eco Learning Farm yang belum digunakan. Nantinya pengelola berencana membuat lahan khusus pembibtan agar kegiatan ini dapat berjalan dengan maksimal dan Ocean Ecopark mampu menyediakan kebutuhan tanaman secara mandiri.

Dokumen terkait