• Tidak ada hasil yang ditemukan

OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN

6.1. Pemeliharaan Saluran

Pemeliharaan saluran harus dibarengi dengan usaha pengamanan saluran, kegiatan pengamanan merupakan usaha yang bersifat preventif (pencegahan) yang ditujukan untuk melindungi saluran terhadap kerusakan dari pihak-pihak yang kurang bertanggungjawab. Jenis kegiatan pengamanan ini antara lain : a) Pemeriksaan rutin saluran (dengan melakukan penelusuran)

b) Melarang pendirian bangunan di atas tanggul saluran, badan saluran atau pada lokasi garis sempadan saluran yang telah ditetapkan.

c) Tidak membuang sampah dan atau kotoran di dalam saluran. d) Tidak menanam pohon dekat dengan tanggul saluran.

e) Menghalau hewan peliharaan agar tidak masuk ke dalam saluran. f) Membatasi kendaraan yang lewat di tepi saluran.

g) Melarang kegiatan-kegiatan lain yang dapat merusak saluran.

Kegiatan pemeliharaan saluran primer dan sekunder terdiri dari pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, pemeliharaan khusus dan rehabilitasi.

1. Pemeliharaan rutin adalah pekerjaan yang selalu dilakukan berulang-ulang pada waktu tertentu, misalnya setiap hari.

Jenis pemeliharaan rutin saluran primer dan sekunder meliputi :

a. Pembabatan rumput, tumbuhan air dan semak

- Rumput dan tumbuhan air pada tanggul maupun di dalam saluran harus dibabat dan dibuang.

- Rumput, semak belukar dan pepohonan yang tumbuh pada tanggul maupun dinding saluran harus dicabut sampai ke akar-akarnya. - Hasil pembabatan dan pembersihan saluran harus lekas dibuang jauh

b. Pembersihan sampah/kotoran

- Sampah/kotoran yang hanyut di saluran harus secara terus-menerus dibersihkan dengan mengangkatnya dari saluran.

- Hasil pembersihan sampah harus lekas diangkut jangan dibiarkan menumpuk di atas tanggul saluran.

c. Perbaikan kerusakan saluran

- Perbaikan akibat kerusakan ringan saluran harus segera dilaksanakan dengan mengembalikan ke bentuk semula agar tidak terjadi kerusakan yang lebih parah.

Cara pelaksanaan pemeliharaan rutin :

a. Membersihkan saluran dari sampah dan tumbuh-tumbuhan pada saluran yang berpenampang lebar dan dalam keadaan ada aliran.

b. Persiapan, peralatan yang diperlukan : perahu dengan kapasitas 2 (dua) orang; dayung; serokan; tali; gergaji; karung plastik; gerobak dorong; pikulan dan alat angkut (truck)

Sedangkan sumber daya manusia terbagi menjadi regu dengan setiap regu terdiri atas 1 (satu) mandor dan 7 (tujuh) sampai 10 (sepuluh) pekerja.

c. Pelaksanaan :

- Melakukan penjelasan terhadap para pekerja tentang tata cara maupun segala sesuatu pekerjaan yang akan dikerjakan.

- Angkat sampah dan tumbuh-tumbuhan dengan menggunakan perahu pada saluran primer yang dalam dan lebar dengan menggunakan jaring kecil oleh dua orang petugas.

- Tarik pohon-pohon yang hanyut dan angkat, apabila kayunya besar sebaiknya dipotong-potong lebih dahulu dengan gergaji.

- Pikul karung yang telah diisi sampah/tumbuhan apabila lokasi alat angkut (seperti dump truck) dekat dengan lokasi pekerjaan atau menggunakan gerobak dorong apabila lokasi tempat bekerja dekat dengan jalan yang dapat dilewati kendaraan.

2. Pemeliharaan berkala adalah pekerjaan yang dilakukan pada waktu tertentu, misalnya setiap minggu sekali atau setiap bulan sekali atau setiap tahun sekali.

Jenis pemeliharaan berkala saluran primer dan sekunder meliputi :

a. Perbaikan fisik saluran drainase berupa perbaikan tanggul saluran dan bangunan pelengkapnya seperti gorong-gorong.

b. Pengerukan lumpur / sedimen

- Secara berkala perlu dilakukan pengerukan sedimen/lumpur di dalam saluran, hal ini dimaksudkan untuk mempertahankan bentuk dan daya tampung saluran.

- Lumpur yang telah dikeruk dimasukkan ke dalam glangsing dan harus segera dibuang jauh, jangan dibiarkan menumpuk di atas tanggul saluran.

c. Membuang akar-akar yang kuat, tunggang atau pohon yang dapat merusak tanggul saluran.

d. Membongkar bangunan liar yang berdiri di atas saluran atau pada garis sempadan saluran yang telah ditetapkan.

Cara pelaksanaan pemeliharaan berkala :

a. Membersihakan sedimen atau lumpur dalam saluran berpenampang lebar dan saat kering.

b. Persiapan, peralatan yang diperlukan : cangkul; skop; linggis; kotak kayu bergagang; katrol; gerobak dorong roda satu; karung plastik; tali raffia; golok; palu; kendaraan sebagai alat angkut (dump truck); gergaji mesin; gergaji tangan dan tali tambang.

Sumber daya manusia yang dibutuhkan setiap regu terdiri dari 1 (satu) mandor dengan 10 (sepuluh) sampai 12 (dua belas) pekerja. Jumlah regu tergantung dengan kebutuhan yang diperlukan.

c. Pelaksanaan :

- Melakukan penjelasan dan pengarahan sebelum pekerjaan dimulai. - Cangkul sedimen ke pinggir saluran oleh sebagian pekerja dan bila

dalamnya saluran lebih dari 2 (dua) meter gunakan katrol untuk mengangkat sedimen ke atas.

- Masukkan sedimen ke dalam karung plastik oleh dua orang pekerja dimana pekerjaan dimulai dari hilir ke arah hulu sekalipun pekerjaan dilaksanakan oleh beberapa regu.

- Pikul sedimen ke dekat dump truck jika dekat saluran atau menggunakan gerobak dorong beroda tunggal jika jauh.

- Naikkan keatas dump truck dan angkut ke tempat pembuangan yang telah ditentukan.

3. Pemeliharaan khusus dilakukan bila saluran mengalami kerusakan yang sifatnya mendadak. Sedangkan rehabilitasi dilakukan apabila saluran mengalami kerusakan yang menyebabkan aliran tidak sesuai dengan debit banjir rencana.

Pelaksanaan perbaikan kerusakan ringan pada saluran.

a. Perbaikan kerusakan ringan pada saluran dari pasangan batu kali.

Dasar saluran primer dan sekunder yang lebar umumnya dari tanah, oleh karena itu perbaikan hanya pada dinding saluran yang salah satunya disebabkan oleh penurunan atau kerusakan pada pondasi.

a.1. Persiapan :

- Peralatan yang digunakan adalah : cangkul; skop; linggis; kotak kayu bergagang; gerobak dorong roda satu; karung plastik; golok; palu dan gergaji tangan.

- Bahan yang dibutuhkan : semen; pasir; batu belah; krikil/split; kotak adukan; water pass; sendok tembok.

a.2. Pelaksanaan :

- Bersihkan bagian yang rusak

- Padatkan tanah dibagian belakang yang akan diperbaiki.

- Siapkan batu belah, pasir semen, dan kotak kayu sebagai tempat adukan

- Buat tanggul penahan air di tempat kerja dengan memasang karung-karung pasir dua lapis yang diantaranya diisi dengan tanah liat. - Buang air di bagian dalam tanggul agar tempat bekerja menjadi

- Buat adukan dengan perbandingan 1 (satu) ember semen dengan 2 (dua) pasir di pinggir saluran

- Pasang batu belah dan buat siar timbul dan rapikan kembali sisa-sisa adukan yang tidak terpakai.

- Bongkar tanggul penahan setelah pasangan selesai dan sudah kering dengan mengangkut karung-karung pasir sebagai tanggul.

- Naikkan benda dan peralatan serta karung-karung pasir yang sudah tidak terpakai lagi.

b. Perbaikan dinding plat beton dan pondasi pada saluran b.1. Persiapan :

- Peralatan yang digunakan adalah : cangkul; skop; linggis; kotak kayu bergagang; gerobak dorong roda satu; karung plastik; golok; palu; dan gergaji tangan

- Bahan yang dibutuhkan : semen; pasir; batu belah; krikil/split; besi beton; kotak adukan; water pass; sendok tembok.

- Tenaga kerja meliputi tukang batu, tukang kayu dan pembantu tukang.

b.2. Pelaksanaan :

- Hancurkan blok plat beton yang rusak, bongkar dan bersihkan dengan palu dan sikat.

- Buat cetakan sesuai dengan ukuran yang rusak tersebut.

- Buat tanggul penahan air ditempat kerja dengan memasang karung-karung pasir dua lapis yang diantaranya diisi dengan tanah liat. - Buang air di bagian dalam tanggul agar tempat bekerja menjadi

kering.

- Angkut material dan peralatan ke lokasi yang akan diganti plat betonnya.

- Buat adukan beton tulang 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil (split)

- Cor cetakan plat beton yang telah dipasangi besi beton sesuai dengan ukuran menggunakan campuran beton tulang

- Angkat plat beton yang sudah keras minimal 7 hari setelah pengecoran ke lokasi yang rusak.

- Letakkan plat beton pengganti pada bagian yang rusak dengan mengisi spesi adukan 1 semen : 3 pasir.

- Bongkar tanggul penahan setelah pasangan selesai dan sudah kering dengan mengangkut karung-karung pasir sebagai tanggul.

- Naikkan benda dan peralatan serta karung-karung pasir yang sudah tidak terpakai lagi.

4. Pemeliharaan saluran tertutup

a. Persiapan, peralatan yang dibutuhkan : cangkul; pompa; tangga; tali; katrol; sepatu boat; topi kerja; linggis dan masker.

b. Pelaksanaan :

- Bersihkan bagian yang rusak dengan memeriksa manhole untuk mengetahui dimana tempat sumbatan, ciri-ciri lokasi lubang yang tersumbat adalah lubang control di sebelah hulu penuh dengan air sedangkan lubang kontrol yang di hilir dalam keadaan kering;

- Turunkan tangga pada manhole kering;

- Sebagian pekerja memompa air di manhole yang penuh air untuk mendorong sampah yang menyumbat;

- Naikkan ke dalam dump truck karung sampah yang sudah diikat. - Buang sampah dari manhole ke tempat yang sudah ditentukan.

5. Perbaikan saluran tertutup

a. Perbaikan/penggantian tutup lubang manhole. Tahap Pelaksanaan :

- Ukurlah lubang manhole baik yang segi empat maupun bundar

- Bahan yang diperlukan semen PC; pasir; kerikil/split; papan; kaso; besi beton; cangkul dan sendok tembok;

- Buat cetakan tutup manhole;

- Pasang besi beton sesuai kebutuhan;

- Buat adukan coran beton dengan perbandingan 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil/split.

- Bukalah papan cetakan adukan setelah coran berumur minimal 7 hari. - Pasang tutup manhole ketempatnya.

- Rapihkan bekas dan peralatan pembuatan tutup manhole. b. Perbaikan/penggantian tutup pada saluran terbuka yang tertutup

Tahap Pelaksanaan sama dengan penggantian tutup lubang manhole, namun yang diganti disini adalah tutup saluran.

6. Pemeliharaan saluran tertutup di bawah jalan

Bila pemeliharaan saluran tetutup seperti yang dijelaskan pada point 4 pelaksanaannya susah diterapkan di lapangan karena saluran terlalu panjang dan juga pertimbangan faktor keselamatan kerja maka cara di bawah ini bisa dilaksanakan. Saluran-saluran tersebut juga harus bersih dari sampah dan endapan lumpur, namun tidak mungkin para pekerja dapat membersihkannya secara manual saja lewat lubang manhole, karena :

- Kemungkinan adanya gas beracun atau bahaya kekurangan oksisgen yang membahayakan keselamatan jiwa.

- Efektivitas dan efisiensi dari kegiatan pekerjaan penggalian terlalu rendah.

Dengan pertimbangan di atas diperlukan rekayasa teknik untuk kemudahan pelaksanaan dan efisiensi waktu yaitu dengan cara :

a. Menyemprot saluran dengan galah penyembur air atau water jet agar serat, plastik serta sedimen yang telah mengeras dapat diencerkan menjadi bentuk lumpur cair.

b. Lumpur cair dipompa/di-dredging ke luar dan dituangkan ke dalam dumptruck, atau bila sudah melumpur ditarik dengan timba baja untuk kemudian diangkat secara mekanis dan dituang ke dumptruck.

c. Angkut lumpur tersebut ke tempat pembuangan yang telah ditentukan Ilustrasi pekerjaan di bawah jalan disajikan pada Gambar 6.1.

7. Pemeliharaan saluran yang terhimpit bangunan

Sering ditemui saluran berada diantara dua bangunan baik bangunan permukiman maupun industri dan pergudangan. Kondisi tersebut sangat menyulitkan dalam pekerjaan pemeliharaan saluran karena tidak mungkin harus membuang hasil galian di kanan dan kirinya karena tidak ada tempat

untuk timbunan dan bila mengangkut secara manual akan sulit dan berat karena dasar saluran licin dan jarak memanjang ke arah tempat penimbunan sementara cukup jauh.

Untuk mengatasinya diperlukan rekayasa keteknikan agar hasil galian sedimen pada saluran dapat diangkut ke tempat penimbunan sementara atau suatu jembatan yang melintas di atas saluran.

a. Rekayasa keteknikan untuk galian tanah di saluran yang terhimpit bangunan

- Kabel baja/sling direntangkan sepanjang saluran menjadi seperti rel. - Pasang Lier atau Winch di jembatan untuk menggerakkan sling ke

hulu dan ke hilir

- Gali sedimen dan masukkan pada timba-timba

- Cantolkan timba-timba yang telah teriisi galian pada sling kemudian gerakkan winch menuju tempat pembuangan sementara yang berada di dekat/diatas jembatan

- Hasil galian dimasukkan ke dalam dumptruck

- Segera angkut galian ke tempat pembuangan akhir yang telah ditentukan.

b. Rekayasa keteknikan untuk galian lumpur di saluran yang terhimpit bangunan

Bila endapan berupa lumpur maka pengangkutan dengan timba-timba kurang efisien. Solusinya adalah memompa lumpur dengan mesin pompa dan membuangnya ke tempat penimbunan sementara. Ujung pipa penyedot ditempelkan pada suatu handtraktor dengan modifikasi tertentu. Untuk memudahkan manuver pipa yang dibutuhkan tidak terlalu besar antara 3” sampai 5” selain itu agar pipa tidak menghisap angin bila lumpurnya ketebalan lumpur terbatas. Regu penyedot lumpur menggiring lumpur ke arah pipa penyedot dengan dozer mini. Dozer mini dibuat dari modifikasi sebuah handtractor yang biasa digunakan untuk membajak sawah.

Gambar 6. 1 - Ilustrasi Pemeliharaan Saluran Tertutup Di Bawah Jalan

6.2. Pemeliharaan Bozem dan Telaga

Pekerjaan pemeliharaan bozem dan telaga tidak jauh berbeda dengan pekerjaan pada pemeliharaan saluran. Pemeliharaan bozem dan telaga meliputi:

1. Mengangkat sampah dan kayu-kayu bozem dan telaga a. Persiapan

Peralatan yang digunakan meliputi : cangkul; skop; karung plastik; tali rafia; gerobak dorong satu roda; palu; garpu; jaring; perahu; dayung; baju pelampung; sepatu boat; topi pengaman; gergaji kayu; alat katrol dan alat angkut.

b. Pelaksanaan :

- Gunakan perahu yang dapat membawa minimal 2 (dua) petugas pendayung dan pengangkat sampah.

- Angkat sampah terapung dan gulma ke dalam perahu dengan serokan.

- Tarik dengan tali kayu-kayu besar ke pinggir kolam yang sulit bila dimasukkan ke perahu.

- Potong dengan gergaji pohon-pohon dannranting-ranting yang sulit diangkat dari kolam tersebut.

- Ambil sampah yang ada di saringan sampah mulut inlet.

- Masukkan sampah tersebut dengan pikulan bila lokasi waduk dekat dengan jalan yang dilalui dumptruck atau dengan gerobak dorong beroda tunggal bila lokasi waduk jauh dari jalan.Angkut sampah ke dalam truck dan buang ke tempat pembuangan akhir.

Gambar 6. 2 - Ilustrasi Pekerjaan Galian Lumpur Pada Saluran yang Terhimpit Bangunan

2. Mengangkat lumpur sedimen dari kolam retensi. a. Persiapan

Peralatan yang digunakan meliputi : cangkul; skop; linggis; kotak kayu yang bisa digotong 2 (dua) orang; katrol; paku; karung plastik; tali rafia; tangga kayu/bambu, sepatu boat, topi pengaman, gergaji kayu, alat katrol, alat angkut.

Tenaga kerja setiap regu terdiri dari 1 (satu) mandor dan 7 (tujuh) pekerja.

b. Pelaksanaan :

- Tutup pintu di mulut pemasukan (inlet) - Buka pintu pada pengeluaran (outlet) - Siapkan 2 – 3 regu

1. Tampak atas, kabel baja/sling direntangkan sepanjang saluran menjadi semacam Rel bagi timba-timba pengangkutan hasil galian. Lier atau Winch dipasang di jembatan untuk menggerakkan sling ke hulu atau ke hilir

2. Tampak samping, hasil galian dalam timba-timba dicantolkan ke sling dan dibawa untuk dipindah ke LPS di dekat/di atas jembatan dan selanjutnya akan diangkut oleh dumptruck ke tempat pembuangan akhir yang telah ditentukan.

- Gali lumpur pada kolam dimulai dari pinggir kolam masing-masing regu menuju ke tengah kolam.

- Masukkan sedimen yang sudah berada di pinggir kolam ke dalam karung plastik dan ikat.

- Naikkan karung plastik tersebut dengan katrol ke atas.

- Pikul karung tersebut ke dekat alat angkut (dump truck) bila dekat lokasinya atau dengan gerobak bila lokasi kolam jauh dari jalan. - Naikkan karung plastik sediment ke dalam dump truck dan buang

pada tempat pembuangan yang telah ditentukan.

3. Perbaikan dinding kolam yang rusak a. Persiapan

Peralatan yang digunakan meliputi : cangkul; skop; linggis; kotak kayu yang bisa digotong 2 (dua) orang; katrol; paku; karung plastik; tali rafia; tangga kayu/bambu, sepatu boat, topi pengaman, gergaji kayu, alat katrol, alat angkut.

Tenaga kerja setiap regu terdiri dari 1 (satu) mandor dan 7 (tujuh) pekerja.

Bahan material meliputi : batu kali; adukan pasangan batu dengan perbandingan 1 pasir : 2 semen; adukan untuk cor beton dengan perbandingan 1 semen : 2 pasir : 3-4 split/kerikil.

b. Pelaksanaan :

- Bersihkan bagian yang rusak

- Padatkan tanah dasar tempat yang akan diperbaiki,

- Buat tanggul penahan air di tempat kerja dengan memasang karung pasir dua lapis yang diantaranya diisi tanah liat.

- Buang air bagian dalam tanggul agar kering sebagai tempat bekerja - Buat adukan di pinggir kolam 1 ember semen : 2 pasir

- Pasang pasangan batu belah dan buat siar timbul. - Rapihkan kembali sisa adukan yang tidak terpakai.

- Bongkar tanggul penahan setelah pasangan baru sudah kering dengan mengangkat karung pasir sebagai tanggul.

- Naikkan benda dan peralatan serta karung pasir yang sudah tidak terpakai lagi.