• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemeriksaan alat bor dan komponennya sesuai prosedur

Dalam dokumen PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL (Halaman 57-62)

PENENTUAN DAN PEMERIKSAAN PERALATAN DAN PERLENGKAPAN PENGEBORAN

4.2. Pemeriksaan peralatan dan perlengkapan pengeboran

4.2.1. Pemeriksaan alat bor dan komponennya sesuai prosedur

Pemeriksaan yang dilakukan terhadap peralatan pengeboran adalah pemeriksaan unit bor secara utuh sebelum dioperasikan (pre-operating check), baik unit alat bor manual maupun mekanis. Perbedaan antara kedua unit bor tersebut terletak pada kompleksitas komponen yang ada pada setiap unit. Komponen alat bor manual, yaitu jack hammer atau jack leg, lebih sederhana dibanding alat bor berpenopang, yaitu jumbo drill, sehingga waktu pemeriksaannya pun lebih singkat.

Prosedur atau langkah-langkah pemeriksaan disiapkan oleh perusahaan sesuai alat yang dipakai. Kemudian disiapkan pula formulir isian (check list) untuk mempermudah pemeriksaan alat bor sebelum dioperasikan.

Jenis pemeriksaan alat bor sebelum dioperasikan meliputi pemeriksaan umum dan pemeriksaan detail. Pemeriksaan umum adalah melihat dengan cermat komponen yang ada dibagian luar alat, sedangkan pemeriksaan detail dilakukan terhadap komponen yang bergerak, keadaan oli pelumas, keadaan bahan bakar dan mesin (unit) penggeraknya. Pelaksanaan pemeriksaan pada setiap jenis alat bor adalah sebagai berikut:

(1) Alat bor Manual

Pemeriksaan umum alat bor manual dapat dilakukan dalam waktu singkat karena ukurannya kecil, yaitu melihat dengan cermat komponen yang ada dibagian luarnya seperti terlihat pada Gambar 4.4.a, yaitu komponen nomor 1 sampai 6. Fokus pemeriksaan umum pada baut-baut dan tuas-tuas pengendali kecepatan pengeboran. Sepasang batang samping atau side rod (komponen no. 4) diperkuat oleh bautnya masing. Fungsi batang samping ini sebagai pengencang silinder dengan back head dan front head agar komponen mekanis bagian dalam stabil pada kedudukannya. Dengan melepas masing-masing baut batang samping, silinder dapat dilepas dan komponen mekanis bagian terlihat. Baut pengencang batang samping berpotensi mengendor akibat getaran pada saat bor dioperasikan.

Oleh sebab itu baut-baut tersebut harus selalu diperiksa diperiksa dan segera dikencangkan apabila kendor. Pipa melengkung (gooseneck) penyambung selang udara dan air harus bebas bergerak agar mudah mengatur posisi selang dengan silinder bor ketika bor beroperasi. Bila terasa agak macet sambungannya dapat dilumasi dan rantai pengamannya terpasang dengan kuat . Demikian juga tuas-tuas kendali yang terpasang pada back head (throttle block) perlu dilumasi bagian engselnya agar mudah digerakkan.

Komponen yang bergerak pada alat bor manual hampir seluruhnya terdapat pada bagian dalam mesin bornya (Gambar 4.4.b). Operator bor umumnya tidak diberi kewenangan membongkar mesin bor. Apabila mesin tidak dapat dioperasikan karena masalah atau macet pada komponen didalamnya (jamming), maka menjadi kewenangan mekanik untuk memeriksa dan memperbaiki (maintenance service).

Gambar 4.4. Komponen mekanis bagian dalam alat bor manual

Prosedur atau langkah-langkah pemeriksaan disiapkan oleh perusahaan sesuai alat yang dipakai. Kemudian disiapkan pula formulir isian (check list) untuk mempermudah pemeriksaan alat bor sebelum dioperasikan seperti contoh pada Gambar 25.

Gambar 25. Contoh daftar pemeriksaan (pre-operating) alat bor manual (Jack Leg) (a) Komponen bagian luar:

Isilah Form (check list) ini sebelum menjalankan alat. Bila ada kelainan (tidak layak) jangan dioperasikan dan lapor pada Supervisor/Foreman Anda. Pada akhir shift kumpulkan Form ini pada Supervisor/Foreman.

Lokasi : Shift :

No/Kode Alat : Anggota :

Tanggal :

No. L TL

1. Kondisi alat bor keseluruhan 2. Kondisi mesin bor (drifter )

3. Kondisi kaki/tiang penyangga (jack leg ) 4. Tabung oli (oiler )

5. Tabung pelumas Almo 6. Selang air (water hose ) 7. Gooseneck selang air 8. Selang udara (air hose ) 9. Gooseneck selang udara

10. Pegangan kontrol kaki (control leg handle ) 11. Tuas pengatur kecepatan (throtle ) 12. Rantai pengaman (safety chain ) 13. Penahan baja (retainer ) 14. Baut-baut (bolts )

15. Kebersihan alat (house keeping ) L = LAYAK ; TL = TIDAK LAYAK

(2) Alat bor berpenopang

Pemeriksaan alat bor berpenopang, yaitu jumbo drill, sebelum dioperasikan harus dilakukan dengan cermat karena setiap saat bekerja di bawah tanah dengan ruang kerja terbatas, banyak belokan pada lubang akses, jarak pandang terbatas dan kelembaban tinggi. Pada kondisi tersebut gesekan antara badan jumbo drill dengan dinding lubang akses sering terjadi dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.

Sebelum dioperasikan, alat bor berpenopang diperiksa secara umum dengan cara mengitari alat bor tersebut sambil memeriksa komponen penggerak, kondisi pelumas dan kondisi bahan bakar (walk around check). Bentuk komponen penggerak (undercarriage) untuk memobilisasi alat bor berpenopang (jumbo drill) adalah rantai (crawler), ban atau bergerak di atas rel. Pemeriksaan rutin pada masing-masing komponen penggerak sebagai berikut:

− Pada penggerak rantai (crawler undercarriage) dilakukan dengan membersih-kan tanah yang menempel pada rantai dan mengencangmembersih-kan baut-baut rantai yang kendur.

− Pada penggerak ban (pneumatic-tired undercarriage) dilakukan antara lain dengan menambah tekanan udara ban apabila terlihat kurang udara (kempis), melihat tebal kembangan ban, dan membuang batu serta memberihkan tanah yang menempel pada celah-celah kembangan ban.

− Pada penggerak di atas rel (rail undercarriage) dilakukan dengan mengencangkan baut-baut rel terhadap bantalannya, menata kembali batu-batu dudukan rel (ballast), melihat kelurusan dan kecacatan rel serta kondisi rodanya.

Mesin bor bergerak sepanjang platform yang disangga oleh boom hidrolik (Gambar 2.7). Sedangkan platform merupakan tempat kedudukan rel sebagai jalur mesin bor bergerak maju dan rantai untuk menarik mesin bor kembali ke posisi belakang.

Pemeriksaan batang rel mesin bor dan boom hidrolik meliputi:

− Kondisi pelumas (grease) pada rel atau jalur mesin bor (drifter).

− Rantai penarik mesin bor.

− Oli hidrolik pada sistem hidrolik boom tidak bocor.

− Mesin bor diperiksa dengan prosedur sama seperti pada pemeriksaan alat bor manual

− Boom untuk platform kerja dan kerangkeng tempat berdiri operator dalam kondisi baik.

Adapun kondisi oli mesin dan bahan bakar diperiksa dengan melihat pada indikator levelnya mesing-masing.

Seluruh pemeriksaan bor jumbo di atas dilakukan sebelum menghidupkan mesin (walk around check). Disamping itu, untuk bor jumbo dilakukan juga pemeriksaan sesudah menghidupkan mesin. Kondisi yang diperiksa pada saat menghidupkan mesin hidup diantaranya adalah rem, lampu-lampu, hidrolik boom mesin bor maupun platform kerja.

Hasil pemeriksaan dituangkan pada formulir isian (check list) yang telah disiapkan oleh perusahaan. Contoh formulir pemeriksaan sebelum proses pengeboran dimulai tertera pada Gambar 4.6. Komponen yang diperiksa pada contoh tersebut bukan merupakan komponen standar yang terdapat pada alat bor berpenopang, tetapi sebagai komponen minimum pada umumnya. Adapun daftar komponen yang diperiksa lebih spesifik tergantung pada jenis dan tipe alat bor berpenopang yang digunakan di lokasi tambang masing-masing.

Gambar 26. Contoh daftar pemeriksaan (pre-operating) alat bor berpenopang (Jumbo Drill)

No. Jumbo : Engine Hours : Shift :

Tanggal : L/H Drifter Hours : Lokasi :

R/H Drifter Hours :

L TL

1. Tidak ada kerusakan & kebocoran dari mesin atau selang

2. Level oli mesin, transmisi dan hidrolik berada diantara tanda "MIN" dan "MAX"

3. Oli kompresor dapat dilihat jelas melalui compressor sight glass 4. Shank Lube Container diisi dengan oli dan air kondensasi dikeluarkan 5. Kabin operator dalam keadaan bersih dan bebas dari material lepas 6. Tangki bahan bakar lebih dari seperempat penuh

7. Pendingin mesin bekerja dengan baik 8. Klakson berfungsi dengan baik

9. Fire Suppression System Activator bekerja dengan baik

10. Pemadam kebakaran berada pada tempatnya dan dapat digunakan 11. Semua lampu berfungsi

12. Tidak ada kerusakan atau kebocoran pada selang rem 13. Tidak ada kerusakan atau kebocoran pada ban dan rim 14. Tidak ada bagian yang sobek dan aus pada V-belt 15. Engine bay dalam keadaan bersih (tidak ada kain bekas, dll) 16. Semua kabel, selang dan batang bor sudah aman 17. Area disekitar Jumbo sudah aman

L TL

18. Rem berfungsi 19. Rem kaki berfungsi

20. Semua gauge menunjukkan kisaran operasional yang normal

Apabila ditemukan gangguan isilah kolom Catatan di bawah ini, kemudian segera dilaporkan ke Supervisor dan pihak Maintenance. Dilarang mengoperasikan alat jika terdapat gangguan atau alat Tidak Layak ( TL ).

Catatan:

Nama Operator Bor: Tanda tangan: No. ID:

Nama Supervisor : Tanda tangan: No. ID:

PEMERIKSAAN SEBELUM MENGHIDUPKAN MESIN

PEMERIKSAAN SESUDAH MENGHIDUPKAN MESIN

Dalam dokumen PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL (Halaman 57-62)

Dokumen terkait