• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMETAAN GEOLOGI

Dalam dokumen BUKU Deskripsi (Halaman 80-103)

Metode yang digunakan untuk menentukan sebaran batuan berdasarkan singkapan  batuan yang diketahui jurus dan kemiringan lapisan batuannya. Untuk menentukan

sebarannya dilakukan langkah langkah sebagai berikut:

1. Membuat garis “kontur struktur” melalui titik P (batas kontak batuan pada ketinggian 900 meter). Kontur struktur 900 dibuat melalui titik P yang merupakan kelanjutan dari jurus  perlapisan batuan. Batas sebaran kontak batuan adalah perpotongan antara garis kontur

struktur dengan kontur topografi pada ketinggian yang sama, yaitu pada kontur 900 meter . (gambar a).

2. Garis kontur struktur 880, 860, 840 dibuatdengan cara menarik garis yang sejajar dengan garis struktur 900. Posisi garis kontur struktur 880, 860, 840 akan berada dibagian selatan dari garis kontur struktur 900 karena arah kemiringan lapisan ke arah selat an (gambar b).

struktur 880 dengan kontur topografi 880, kontur struktur 860 dengan kontur topografi 860, dan kontur struktur 840 dengan kontur topografi 840.

4. Perpotongan kontur struktur dan kontur topografi 900 ber potongan di 2 titik, kontur 880  berpotongan di 2 titik, kontur 860 juga 2 titik, demikian juga perpotongan kontur 840  juga ada 2 titik. Penyebaran kontak batuan dibuat dengan cara menghubungkan titik-titik  perpotongan tersebut seperti diperlihatkan pada gambar c dengan garis putus putus.

Penyebaran singkapan batuan akan tergantung bentuk permukaan bumi. Suatu urutan  perlapisan batuan yang miring, pada permukaan yang datar akan terlihat sebagai lapisan lapisan yang sejajar. Akan tetapi pada permukaan bergelombang, batas

 batas lapisan akan mengikuti aturan sesuai dengan kedudukan lapisan terhadap peta topografi. Aturan yang dipakai adalah, bahwa suatu batuan akan tersingkap sebagai titik, dimana titik tersebut merupakan perpotongan antara ketinggian (dalam hal ini dapat dipakai kerangka garis kontur) dengan lapisan batuan (dalam hal ini dipakai kerangka garis jurus) pada ketinggian yang sama ( Gambar 7.5).

Gambar 7.6 : Pola singkapan menurut hukum V : a. Lapisan horizonta b. Lapisan dengan kemiringan berlawanan dengan arah aliran c. Lapisan vertikal d. Lapisan dengan kemiringan searah dan lebih besar dengan arah aliran e. Lapisan dengan kemiringan searah

dan sama besar dengan arah aliran f. Lapisan dengan kemiringan searah dan lebih kecil dengan arah aliran.

Untuk menggambarkan kedudukan lapisan pada penampang, dapat dilakukan  penggambaran dengan bantuan garis jurus (Gambar 7.10), yaitu dengan memproyeksikan

titik perpotongan antara garis penampang dengan jurus lapisan pada k etinggian sebenarnya. Apabila penampang yang dibuat tegak lurus pada jurus lapisan, maka kemiringan lapisan yang nampak pada penampang merupakan kemiringan lapisan sebenarnya, sehingga kemiringan lapisan dapat langsung diukur pada penampang, akan tetapi bila tidak tegak lurus jurus, kemiringan lapisan yang tampak merupakan kemiringan semu, sehingg harus dikoreksi terlebih dahulu dengan menggunakan tabel koreksi atau secara grafis.

GEOMORFOLOGI

Geomorfologi berasal dari bahasa yunani kuno, terdiri dari tiga akar kata, yaitu Ge(o) =  bumi, morphe = bentuk dan logos = ilmu. Jadi, Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari

tentang bentuk permukaan bumi serta proses - proses yang berlangsung terhadap permukaan  bumi sejak bumi terbentuk sampai sekarang.

Gambar 1. Pola aliran dendritic

STRATIGRAFI

1. Stratigrafi adalah ilmu yang mempelajari tentang aturan, hubungan, dan pembentukan (genesa) macam-macam batuan di alam dalam ruang dan waktu.

2. Sandi Stratigrafi adalah aturan penamaan satuan-satuan stratigrafi, baik resmi ataupun tidak resmi, sehingga terdapat keseragaman dalam nama maupun pengertian nama-nama tersebut.

3. Satuan Litostratigrafi adalah menggolongkan batuan di bumi secara bersistem menjadi satuan-satuan bernama yang bersendi pada ciri-ciri litologi.

Satuan litostratigrafi yang paling mendasar antara lain :

Formasi , merupakan satuan stratigrafi yang secara litologi dapat dibedakan dengan jelas dan dengan skala yang cukup luas cakupannya untuk dipetakan di  permukaan atau ditelusuri dibawah permukaan. Formasi dapat terdiri dari satu

litologi atau beberapa litologi yang berbeda.

Anggota , merupakan bagian dari formasi (formasi dapat terbagi menjadi beberapa satuan stratigrafi yang lebih kecil yang disebut anggota).

Perlapisan , merupakan bagian dari anggota (anggota dapat terbagi menjadi  beberapa satuan stratigrafi yang lebih kecil yang disebut perlapisan).

Kelompok/Grup , kombinasi dari beberapa formasi.

Supergrup , kombinasi dari beberapa kelompok.

4. Satuan Litodemik adalah menggolongkan batuan beku, metamorf dan batuan lain yang terubah kuat menjadi satuan-satuan bernama yang bersendi kepada ciri-ciri litologinya. 5. Satuan Biostratigrafi adalah menggolongkan lapisan-lapisan batuan di bumi secara

 bersistem menjadi satuan-satuan bernama berdasar kandungan dan penyebaran fosil 6. Satuan Sikuenstratigrafi adalah penggolongan lapisan batuan batuan di bumi secara

hingga termuda menurut umur geologi, ketebalan setiap satuan batuan, serta genesa  pembentukan batuannya.

10. Korelasi stratigrafi pada hakekatnya adalah menghubungkan titik-titik kesamaan waktu atau penghubungan satuan-satuan stratigrafi dengan mempertimbangkan kesamaan waktu.

KORELASI STRATIGRAFI

Korelasi stratigrafi pada hakekatnya adalah menghubungkan titik-titik kesamaan waktu atau  penghubungan satuan-satuan stratigrafi dengan mempertimbangkan kesamaan waktu.

Berikut ini adalah beberapa contoh korelasi stratigrafi yang umum dilakukan antara lain:

1. Kor elasi L ith ostrati grafi

Korelasi litostratigrafi pada hakekatnya adalah menghubungkan lapisan lapisan  batuan yang mengacu pada kesamaan jenis litologinya. Catatan: Satu lapis batuan adalah

satu satuan waktu pengendapan.

Prosedur dan penjelasan:

Korelasi dimulai dari bawah dengan melihat litologi yang sama.

Korelasikan/hubungkan titik-titik lapisan batuan yang memiliki jenis litologi yang sama (Pada gambar diwakili oleh garis warna biru).

Breksi pada Sumur-1 dikorelasikan dengan breksi pada Sumur-2, demikian juga antara batugamping dan lempung di Sumur-1 dengan batugamping dan lempung di Sumur-2.

Sebaran batupasir di Sumur-1 ke arah Sumur-2 menunjukkan adanya pembajian, demikian napal di Sumur-2 memperlihatkan pembajian ke arah Sumur-1.

2. Korelasi B iostrati grafi

Korelasi biostratigrafi adalah menghubungkan lapisan-lapisan batuan di dasarkan atas kesamaan kandungan dan penyebaran fosil yang terdapat di dalam batuan. Dalam korelasi biostratigrafi dapat terjadi batuan yang berbeda memiliki kandungan dan  penyebaran fosil yang sama.

Prosedur dan penjelasan:

Korelasikan/hubungkan lapisan lapisan batuan yang mengandung kesamaan dan  persebaran fosil yang sama (Pada gambar diatas diwakili oleh garis warna biru).

Kandungan dan sebaran fosil pada batugamping di Sumur-1 sama dengan kandungan dan sebaran fosil pada serpih di Sumur-2, sehingga batugamping yang ada di Sumur-1 dapat dikorelasikan dengan serpih yang terdapat di Sumur-2.

Kandungan dan sebaran fosil pada batupasir di Sumur-1 sama dengan kandungan dan sebaran fosil pada batulempung di Sumur-2, sehingga batupasir yang ada di Sumur-1 dapat dikorelasikan dengan batulempung yang ada di Sumur-2. Kandungan dan sebaran fosil pada napal di Sumur-1 sama dengan kandungan dan sebaran fosil pada napal di Sumur-2, sehingga napal yang ada di Sumur-1 dapat dikorelasikan dengan napal yang terdapat di Sumur-2.

3. Kor elasi K r onostrati grafi

Korelasi kronostratigrafi adalah menghubungkan lapisan lapisan batuan yang mengacu pada kesamaan umur geologinya.

Prosedur dan penjelasan:

Korelasikan/hubungkan titik titik kesamaan waktu dari setiap kolom yang ada (Pada gambar diwakili oleh garis merah, dan garis ini dikenal sebagai garis kesamaan umur geologi)

Korelasikan lapisan-lapisan batuan yang jenis litologinya sama dan berada diantara garis umur yang sama. Pada gambar diatas ditunjukkan oleh batupasir pada 1 dengan batupasir pada 2, serpih pada 1 dan serpih pada Sumur-2 (Diwakili oleh garis putus-putus warna biru).

Konglomerate pada Sumur-1 tidak boleh dikorelasikan dengan Konglomerat pada Sumur-2, dikarenakan umur geologinya berbeda.

Korelasi lapisan lapisan batuan tidak boleh memotong garis umur (Pada gambar diwakili oleh garis warna merah).

Kontak Selaras

Kontak antara lapisan yang selaras dapat berupa :

a) Kontak Tegas, merupakan hasil dari perubahan yang jelas dan tiba-tiba dari litologi yang  berbeda.

 b) Kontak Gradasional, disebut kontak gradasional jika perubahan dari satu litologi ke yang lain memiliki tanda yang kurang jelas dibanding kontak tegas.

Kontak Tidak Selaras

a) Angular U nconformi ty

Merupakan suatu tipe ketidakselarasan dimana sedimen yang lebih muda terendapkan diatas permukaan erosi dari batuan yang lebih tua dimana sebelumnya batuan tersebut mengalami pengangkatan atau perlipatan, maka, batuan yang lebih tua tersebut memiliki dip yang berbeda, umumnya lebih curam, membentuk sudut dengan batuan yang lebih muda.

b) Disconfor mity

Kenampakannya berupa suatu permukaan ketidakselarasan atas dan bawah dari  bidang perlapisan yang secara umum pararel dan kontak antara lapisan yang lebih tua dan

c) Nonconfor mity

 Nonconformity terbentuk antara batuan sedimen dan batuan beku yang berumur lebih tua atau batuan metamorf yang masif, yang telah terekspos, tererosi, sampai akhirnya tertimbun oleh sedimen.

Dalam dokumen BUKU Deskripsi (Halaman 80-103)

Dokumen terkait