• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemetaan Persepsi Masyarakat

Dalam dokumen 4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN (Halaman 23-53)

4. Fasilitas Interior

4.3.2. Pemetaan Persepsi Masyarakat

Pada bagian ini akan dilakukan pemetaan terhadap persepsi masyarakat.

Pemetaan yang akan dilakukan meliputi :

1. Suku Bangsa Versus Fasilitas Umum dan Sosial

Gambar 4.2. Pemetaan Suku Bangsa Versus Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial Dari gambar 4.2 di atas dapat dilihat bahwa secara umum untuk responden dengan suku bangsa Jawa, atribut-atribut tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah fasum 2 (telepon) dan fasos 2 (tempat ibadah), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasum 6 (ruang terbuka hijau), fasos 4 (makam) dan fasos 5 (rumah sakit).

Untuk responden dengan suku bangsa Sunda, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah fasum 2 (telepon) dan fasos 2 (tempat ibadah), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasum 6 (ruang terbuka hijau) dan fasos 4 (makam).

Untuk responden dengan suku bangsa Madura, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah

fasum 2 (telepon), fasum 4 (pengelolaan sampah), fasos 2 (tempat ibadah), fasos 3 (pasar), dan fasos 7 (perkantoran), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasum 6 (ruang terbuka hijau), dan fasos 6 (club house).

Untuk responden dengan suku bangsa yang lain, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah fasum 2 (telepon), fasos 2 (tempat ibadah), fasos 3 (pasar), dan fasos 7 (perkantoran), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasum 6 (ruang terbuka hijau), dan fasos 4 (makam).

Untuk lebih mengetahui hubungan antara suku bangsa dan fasilitas umum serta fasilitas sosial, maka hasil perhitungan Chi Square dilampirkan dalam tabel 4.36 berikut.

Tabel 4.36. Nilai Chi Square untuk suku bangsa dengan fasilitas umum dan fasilitas sosial

Fasilitas umum dan sosial Nilai Chi square Sig Hubungan

Jalan 10.324 .325 Tidak signifikan

Telepon 3.470 .943 Tidak signifikan

Listrik 5.633 .466 Tidak signifikan

Pengelolaan sampah 5.544 .476 Tidak signifikan Lapangan olah raga 3.060 .801 Tidak signifikan Ruang terbuka hijau 3.302 .770 Tidak signifikan

Sekolah 10.462 .314 Tidak signifikan

Tempat ibadah 4.035 .909 Tidak signifikan

Pasar 3.296 .771 Tidak signifikan

Makam 2.062 .914 Tidak signifikan

Rumah Sakit 2.021 .918 Tidak signifikan

Club House 8.239 .510 Tidak signifikan

Perkantoran 3.300 .770 Tidak signifikan

Sarana Transportasi 4.136 .658 Tidak signifikan

Tempat Kerja 4.807 .569 Tidak signifikan

Sumber : Olahan peneliti

Dari tabel 4.36 di atas dapat dilihat bahwa hubungan antara suku bangsa dengan semua elemen penyusun fasilitas umum dan fasilitas sosial tidak signifikan, yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05. Sehingga dapat dikatakan bahwa keberadaan suku bangsa ternyata tidak mempunyai hubungan

yang signifikan dengan atribut-atribut pemilihan rumah tinggal, khususnya fasilitas umum dan fasilitas sosial.

2. Suku Bangsa Versus Fasilitas Eksternal dan Internal

-2 -1 0 1 2

Gambar 4.3. Pemetaan Suku Bangsa Versus Fasilitas Eksternal dan Internal Dari gambar 4.3 di atas dapat dilihat bahwa secara umum untuk responden dengan suku bangsa Jawa, atribut-atribut tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah fasek 1 (menambah kanopi), faseks 3 (membangun kolam renang), dan fasin 4 (penambahan aksesoris seperti lukisan, patung-patung, lampu gantung), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasin 1 (dapur dengan furniture yang lengkap) dan fasin 3 (kamar tidur yang luas).

Untuk responden dengan suku bangsa Sunda, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah faseks 1 (menambah kanopi) dan fasin 6 (ornamen pada plafon), sementara itu

atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasin 1 (dapur dengan furnniture yang lengkap) dan fasin 3 (kamar tidur yang luas).

Untuk responden dengan suku bangsa Madura, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah faseks 1 (menambah kanopi), dan fasin 4 (penambahan akseoris seperti lukisan, patung-patung, lampu gantung), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah faseks 2 (menghias taman) serta fasin 2 (ruang keluarga yang luas).

Untuk responden dengan suku bangsa yang lain, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah faseks 1 (menambah kanopi), faseks 3 (membangun kolam renang) dan fasin 5 (pemilihan jenis keramik), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah faseks 4 (lampu taman), fasin 1 (dapur dengan furniture yang lengkap) dan fasin 3 (kamar tidur yang luas).

Untuk lebih mengetahui hubungan antara suku bangsa dan fasilitas eksternal serta fasilitas internal, maka hasil perhitungan Chi Square dilampirkan dalam tabel 4.37 berikut.

Tabel 4.37. Nilai Chi Square untuk suku bangsa dengan fasilitas eksternal dan internal

Fasilitas eksternal dan internal Nilai Chi square Sig Hubungan

Menambah kanopi 2.550 .863 Tidak signifikan

Menghias taman 1.423 .998 Tidak signifikan

Membangun kolam renang 9.128 .426 Tidak signifikan

Lampu taman 3.767 .708 Tidak signifikan

Menambah Ram Nyamuk 1.517 .958 Tidak signifikan

Dapur dengan furniture yang

lengkap 15.613 .075 Tidak signifikan

Ruang keluarga yang luas 2.492 .981 Tidak signifikan

Kamar tidur yang luas 3.677 .720 Tidak signifikan

Penambahan aksesoris seperti lukisan, patung-patung, lampu

gantung 3.442 .752 Tidak signifikan

Pemilihan Jenis Keramik 3.973 .680 Tidak signifikan

Ornament Pada Plafon 5.480 .484 Tidak signifikan

Sumber : Olahan peneliti

Dari tabel 4.37 di atas dapat dilihat bahwa hubungan antara suku bangsa dengan semua elemen penyusun fasilitas ekternal dan fasilitas internal tidak signifikan, yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05. Sehingga dapat dikatakan bahwa keberadaan suku bangsa ternyata tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan atribut-atribut pemilihan rumah tinggal, khususnya fasilitas eksternal dan internal.

3. Penghasilan Versus Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial Penghasilan per bulan: >= 1,2 juta - 10 juta

-2 -1 0 1 2

Penghasilan per bulan: >= 10 juta - 20 juta

-2 -1 0 1

Penghasilan per bulan: > 20 juta

Gambar 4.4. Pemetaan Penghasilan Versus Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial Dari gambar 4.4 di atas dapat dilihat bahwa secara umum untuk responden dengan penghasilan ≥ 1,2 juta - 10 juta, atribut-atribut tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah fasum 2 (telepon), fasum 4 (pengelolaan sampah), fasos 2 (tempat ibadah) dan fasos 3 (pasar), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasum 6 (ruang terbuka hijau), fasos 4 (makam), fasos 5 (rumah sakit), fasos 6 (club house) dan fasos 8 (sarana transportasi).

Untuk responden dengan penghasilan ≥ 10 juta - 20 juta, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah fasum 2 (telepon), fasos 2 (tempat ibadah), fasos 3 (pasar) dan fasos 7 (perkantoran), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan

perhatian adalah fasum 6 (ruang terbuka hijau), fasos 5 (rumah sakit) dan fasos 8 (sarana transportasi).

Untuk responden dengan penghasilan > 20 juta, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah fasum 2 (telepon), fasum 3 (listrik) dan fasos 2 (tempat ibadah), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasum 5 (lapangan olah raga), fasos 3 (pasar) dan fasos 7 (perkantoran).

Untuk lebih mengetahui hubungan antara penghasilan dan fasilitas umum dan fasilitas sosial, maka hasil perhitungan Chi Square dilampirkan dalam tabel 4.38 berikut.

Tabel 4.38. Nilai Chi Square untuk penghasilan dengan fasilitas umum dan fasilitas sosial

Fasilitas umum dan sosial Nilai Chi square Sig Hubungan

Jalan 4.891 .150 Tidak signifikan

Telepon 7.943 .242 Tidak signifikan

Listrik 1.038 .904 Tidak signifikan

Pengelolaan sampah 2.452 .653 Tidak signifikan

Lapangan olah raga 5.103 .277 Tidak signifikan

Ruang terbuka hijau .966 .915 Tidak signifikan

Sekolah 2.307 .889 Tidak signifikan

Tempat ibadah 11.622 .071 Tidak signifikan

Pasar 3.696 .449 Tidak signifikan

Makam 3.042 .551 Tidak signifikan

Rumah Sakit 2.110 .715 Tidak signifikan

Club House 2.531 .865 Tidak signifikan

Perkantoran 2.397 .663 Tidak signifikan

Sarana Transportasi 3.302 .509 Tidak signifikan

Tempat Kerja .567 .967 Tidak signifikan

Sumber : Olahan penulis

Dari tabel 4.38 di atas dapat dilihat bahwa hubungan antara penghasilan dengan semua elemen penyusun fasilitas umum dan fasilitas sosial tidak signifikan, yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05. Sehingga dapat dikatakan bahwa keberadaan penghasilan ternyata tidak mempunyai hubungan

yang signifikan dengan atribut-atribut pemilihan rumah tinggal, khususnya fasilitas umum dan fasilitas sosial.

4. Penghasilan Versus Fasilitas Eksternal dan Internal

-1.5 -1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0 1.5 Penghasilan per bulan: >= 1,2 juta - 10 juta

-2 -1 0 1 Penghasilan per bulan: >= 10 juta - 20 juta

-2 -1 0 1 Penghasilan per bulan: > 20 juta

Gambar 4.5. Pemetaan Penghasilan Versus Fasilitas Eksternal dan Internal Dari gambar 4.5 di atas dapat dilihat bahwa secara umum untuk responden dengan penghasilan ≥ 1,2 juta - 10 juta, atribut-atribut tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah faseks 1 (menambah kanopi), faseks faseks 3 (membangun kolam renang) dan fasin 5 (ornamen pada plafon), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasin 1 (dapur dengan furnniture yang lengkap) serta fasin 3 (kamar tidur yang luas).

Untuk responden dengan penghasilan ≥ 10 juta - 20 juta, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah faseks 1 (menambah kanopi), fasin 4 (penambahan aksesoris seperti

lukisan, patung-patung, lampu gantung), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah faseks 4 (lampu taman), fasin 1 (dapur dengan furniture yang lengkap) dan fasin 3 (kamar tidur yang luas).

Untuk responden dengan penghasilan > 20 juta, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah faseks 1 (menambah kanopi), faseks 3 (membangun kolam renang), faseks 5 (menambah ram nyamuk), dan fasin 4 (penambahan aksesoris seperti lukisan, patung-patung, lampu gantung), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah faseks 4 (lampu taman), dan fasin 1 (dapur dengan furniture yang lengkap).

Untuk lebih mengetahui hubungan antara penghasilan dan fasilitas eksternal dan internal, maka hasil perhitungan Chi Square dilampirkan dalam tabel 4.39 berikut.

Tabel 4.39. Nilai Chi Square untuk penghasilan dengan fasilitas eksternal dan internal

Fasilitas eksternal dan internal Nilai Chi square Sig Hubungan

Menambah kanopi 1.621 .805 Tidak signifikan

Menghias taman 9.085 .169 Tidak signifikan

Membangun kolam renang 4.789 .571 Tidak signifikan

Lampu taman 2.692 .611 Tidak signifikan

Menambah Ram Nyamuk 2.360 .670 Tidak signifikan

Dapur dengan furniture yang

lengkap 6.832 .337 Tidak signifikan

Ruang keluarga yang luas 8.998 .174 Tidak signifikan

Kamar tidur yang luas .705 .951 Tidak signifikan

Penambahan aksesoris seperti lukisan, patung-patung, lampu

gantung 1.015 .908 Tidak signifikan

Pemilihan Jenis Keramik 3.962 .411 Tidak signifikan

Ornament Pada Plafon 4.402 .354 Tidak signifikan

Sumber : Olahan penulis

Dari tabel 4.39 di atas dapat dilihat bahwa hubungan antara penghasilan dengan semua elemen penyusun fasilitas eksternal dan fasilitas internal tidak signifikan,

yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05. Sehingga dapat dikatakan bahwa keberadaan penghasilan ternyata tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan atribut-atribut pemilihan rumah tinggal, khususnya eksternal dan internal.

5. Pendidikan Versus Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial

-2 -1 0 1 2

Pendidikan terakhir: DI bawah SMU

-1 0 1 2

Gambar 4.6. Pemetaan Pendidikan Versus Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial Dari gambar 4.6 di atas dapat dilihat bahwa untuk responden dengan pendidikan SMU, atribut-atribut tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah fasum 3 (listrik) dan fasos 2 (tempat ibadah), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasum 5 (lapangan olah raga), fasos 3 (pasar), fasos 6 (club house) dan fasos 7 (perkantoran).

Untuk responden dengan pendidikan SMU, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah fasum 4 (pengelolaan sampah), dam fasos 7 (perkantoran), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasum 6 (ruang terbuka hijau), fasos 4 (makam) dan fasos 5 (rumah sakit).

Untuk responden dengan pendidikan perguruan tinggi, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah fasum 2 (telepon), fasum 5 (lapangan olah raga), fasos 2 (tempat ibadah) dan fasos 7 (perkantoran), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasum 6 (ruang terbuka hijau), fasos 5 (rumah sakit) dan fasos 8 (sarana transportasi).

Untuk lebih mengetahui hubungan antara pendidikan dengan fasilitas umum dan fasilitas sosial, maka hasil perhitungan Chi Square dilampirkan dalam tabel 4.40 berikut.

Tabel 4.40. Nilai Chi Square untuk pendidikan dengan fasilitas umum dan fasilitas sosial

Fasilitas umum dan sosial Nilai Chi square Sig Hubungan

Jalan 13.286 .150 Tidak signifikan

Telepon 7.007 .636 Tidak signifikan

Listrik 3.102 .796 Tidak signifikan

Pengelolaan sampah 4.687 .584 Tidak signifikan

Lapangan olah raga 5.167 .523 Tidak signifikan

Ruang terbuka hijau 16.554 .011 Signifikan

Sekolah 15.485 .078 Tidak signifikan

Tempat ibadah 6.699 .668 Tidak signifikan

Pasar 4.355 .629 Tidak signifikan

Makam 4.722 .580 Tidak signifikan

Rumah Sakit 9.337 .155 Tidak signifikan

Club House 6.048 .735 Tidak signifikan

Perkantoran 3.783 .706 Tidak signifikan

Sarana Transportasi 8.661 .194 Tidak signifikan

Tempat Kerja 2.067 .913 Tidak signifikan

Sumber : Olahan penulis

Tabel 4.40 menjelaskan tentang hubungan antara pendidikan dengan elemen penyusun fasilitas umum dan fasilitas sosial. Dari beberapa elemen yang ada, hanya elemen ruang terbuka hijau yang mempunyai hubungan signifikan dengan tingkat pendidikan karena elemen ini mempunyai nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 (0,011<0,05). Sehingga dapat dikatakan bahwa keberadaan pendidikan mempunyai hubungan yang signifikan dengan atribut pemilihan tempat tinggal ruang terbuka hijau, sedangkan dengan elemen-elemen penyusun fasilitas umum dan fasilitas sosial yang lain tidak mempunyai hubungan yang signifikan.

6. Pendidikan Versus Fasilitas Eksternal dan Internal

-2 -1 0 1 Pendidikan terakhir: DI bawah SMU

-2 -1 0 1

Gambar 4.7. Pemetaan Pendidikan Versus Fasilitas Eksternal dan Internal Dari gambar 4.7 di atas dapat dilihat bahwa untuk responden dengan pendidikan SMU, atribut-atribut tempat tinggal yang mendapatkan perhatian

(membangun kolam renang), fasin 4 (penambahan aksesoris seperti lukisan, patung-patung, lampu gantung) dan fasin 5 (pemilihan jenis keramik), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah faseks 4 (lampu taman), fasin 1 (dapur dengan furniture yang lengkap), dan fasin 3 (kamar tidur yang luas).

Untuk responden dengan pendidikan SMU, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah faseks 1 (menambah kanopi), faseks 3 (membangun kolam renang), faseks 5 (menambah ram nyamuk), fasin 4 (penambahan aksesoris seperti lukisan, patung-patung, lampu gantung) dan fasin 5 (pemilihan jenis keramik), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah faseks 4 (lampu taman), fasin 1 (dapur dengan furniture yang lengkap) dan fasin 3 (kamar tidur yang luas).

Untuk responden dengan pendidikan perguruan tinggi, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah faseks 1 (menambah kanopi) dan faseks 3 (lampu taman), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasin 1 (dapur dengan furniture yang lengkap) dan fasin 3 (kamar tidur yang luas).

Untuk lebih mengetahui hubungan antara pendidikan dengan fasilitas eksternal dan fasilitas internasl, maka hasil perhitungan Chi Square dilampirkan dalam tabel 4.41 berikut.

Tabel 4.41. Nilai Chi Square untuk pendidikan dengan fasilitas eksternal dan internal

Fasilitas eksternal dan internal Nilai Chi square Sig Hubungan

Menambah kanopi 15.858 .015 Signifikan

Menghias taman 10.264 .330 Tidak signifikan

Membangun kolam renang 10.288 .328 Tidak signifikan

Lampu taman 4.581 .599 Tidak signifikan

Menambah Ram Nyamuk 8.337 .214 Tidak signifikan

Dapur dengan furniture yang lengkap 19.000 .025 Signifikan

Ruang keluarga yang luas 8.857 .451 Tidak signifikan

Kamar tidur yang luas

3.109 .795 Tidak signifikan

Fasilitas eksternal dan internal Nilai Chi square Sig Hubungan

Penambahan aksesoris seperti lukisan,

patung-patung, lampu gantung 16.431 .012 Signifikan

Pemilihan Jenis Keramik 6.446 .375 Tidak signifikan

Ornament Pada Plafon 8.785 .186 Tidak signifikan

Sumber : Olahan penulis

Tabel 4.41 menjelaskan tentang hubungan antara pendidikan dengan elemen penyusun fasilitas eksternal dan internal. Dari hasil perhitungan Chi Square, dapat diketahui bahwa menambah kanopi, dapur dengan furniture yang lengkap serta penambahan aksesoris seperti lukisan, patung-patung, lampu gantung mempunyai hubungan yang signifikan dengan pendidikan yang ditunjukkan dengan nilai Chi Square yang lebih kecil dari 0,05.

7. Pekerjaan Versus Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial

-2 -1 0 1

Gambar 4.8. Pemetaan Pekerjaan Versus Fasilitas Umum dan Sosial Dari gambar 4.8 di atas dapat dilihat bahwa untuk responden dengan pekerjaan wiraswasta, atribut-atribut tempat tinggal yang mendapatkan perhatian

sangat besar dari responden adalah fasum 3 (listrik), fasum 4 (pengelolaan sampah), dan fasos 3 (pasar), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasum 6 (ruang terbuka hijau), fasos 5 (rumah sakit), dan fasos 6 (club house).

Untuk responden dengan pekerjaan sebagai pegawai swasta, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah fasum 4 (pengelolaan sampah), fasum 5 (lapangan olah raga) dan fasos 3 (pasar), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasum 6 (ruang terbuka hijau), fasos 5 (rumah sakit) dan fasos 8 (sarana transportasi).

Untuk responden dengan pekerjaan yang lain, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah fasum 2 (telepon), fasum 5 (lapangan olah raga), fasos 2 (tempat ibadah) dan fasos 7 (perkantoran), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasum 6 (ruang terbuka hijau), dan fasos 4 (makam).

Untuk lebih mengetahui hubungan antara pekerjaan dengan fasilitas umum dan fasilitas sosial, maka hasil perhitungan Chi Square dilampirkan dalam tabel 4.42 berikut.

Tabel 4.42. Nilai Chi Square untuk pekerjaan dengan fasilitas umum dan fasilitas sosial

Fasilitas umum dan sosial Nilai Chi square Sig Keterangan

Jalan 6.829 .337 Tidak signifikan

Telepon 26.353 .000 Signifikan

Listrik 2.685 .612 Tidak signifikan

Pengelolaan sampah 4.029 .402 Tidak signifikan Lapangan olah raga 2.397 .663 Tidak signifikan Ruang terbuka hijau 3.323 .505 Tidak signifikan

Sekolah 5.161 .523 Tidak signifikan

Tempat ibadah 21.914 .001 Signifikan

Pasar 3.897 .420 Tidak signifikan

Makam 2.870 .580 Tidak signifikan

Rumah Sakit 3.593 .464 Tidak signifikan

Fasilitas umum dan sosial Nilai Chi square Sig Keterangan

Club House 7.914 .244 Tidak signifikan

Perkantoran 4.762 .313 Tidak signifikan

Sarana Transportasi 5.925 .205 Tidak signifikan

Tempat Kerja 2.876 .579 Tidak signifikan

Sumber : Olahan penulis

Tabel 4.42 menjelaskan tentang hubungan antara pekerjaan dengan elemen penyusun fasilitas umum dan fasilitas sosial. Dari hasil perhitungan Chi Square, dapat diketahui bahwa telepon dan tempat ibadah mempunyai hubungan yang signifikan dengan pekerjaan yang ditunjukkan dengan nilai Chi Square yang lebih kecil dari 0,05.

8. Pekerjaan Versus Fasilitas Esternal dan Internal

-2 -1 0 1

Gambar 4.9. Pemetaan Pekerjaan Versus Fasilitas Eksternal dan Internal Dari gambar 4.9 di atas dapat dilihat bahwa untuk responden dengan

sangat besar dari responden adalah faseks 1 (menambah kanopi) dan faseks 3 (membangun kolam renang), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasin 1 (dapur dengan interior lengkap) dan fasin 3 (kamar tidur yang luas).

Untuk responden dengan pekerjaan sebagai pegawai swasta, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah faseks 2 (menghias taman), fasin 2 (ruang keluarga yang luas) dan fasin 5 (pemilihan jenis keramik), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasin 1 (dapur dengan furnitur yang lengkap) dan fasin 3 (kamar tidur yang luas).

Untuk responden dengan pekerjaan yang lain, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah fasin 5 (pemilihan jenis keramik), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah faseks 4 (lampu taman), fasin 1 (dapur dengan furnitur lengkap) dan fasin 3 (kamar tidur yang luas).

Untuk lebih mengetahui hubungan antara pekerjaan dengan fasilitas ekterrior dan interior, maka hasil perhitungan Chi Square dilampirkan dalam tabel 4.43 berikut.

Tabel 4.43. Nilai Chi Square untuk pekerjaan dengan fasilitas eksternal dan internal

Fasilitas eksternal dan internal Nilai Chi square Sig Keterangan

Menambah kanopi 3.248 .777 Tidak signifikan

Menghias taman 3.916 .917 Tidak signifikan

Membangun kolam renang 1.111 .999 Tidak signifikan

Lampu taman 2.802 .833 Tidak signifikan

Menambah Ram Nyamuk 2.375 .882 Tidak signifikan

Dapur dengan furniture yang lengkap 1.599 .996 Tidak signifikan

Ruang keluarga yang luas 4.063 .907 Tidak signifikan

Kamar tidur yang luas 1.837 .934 Tidak signifikan

Penambahan aksesoris seperti lukisan,

patung-patung, lampu gantung 2.431

.876 Tidak signifikan

Pemilihan Jenis Keramik 3.130 .792 Tidak signifikan

Ornament Pada Plafon 2.626 .854 Tidak signifikan

Sumber : Olahan penulis

Tabel 4.43 menjelaskan tentang hubungan antara pekerjaan dengan elemen penyusun fasilitas umum dan fasilitas sosial. Dari hasil perhitungan Chi Square dapat diketahui bahwa semua elemen penyusun fasilitas eksterior dan interior tidak ada yang mempunyai hubungan signifikan dengan pekerjaan yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05.

9. Status Versus Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial

-2 -1 0 1

Gambar 4.10. Pemetaan Status Versus Fasilitas Umum dan Sosial

Dari gambar 4.10 di atas dapat dilihat bahwa untuk responden yang belum menikah, atribut-atribut tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah fasum 2 (telepon), fasum 5 (lapangan olah raga), fasos 2 (tempat ibadah) dan fasos 7 (perkantoran), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasum 6 (ruang terbuka hijau), fasos 4 (makam), fasos 5 (rumah sakit), dan fasos 8 (sarana transportasi).

Untuk responden dengan status sudah menikah, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah fasum 4 (pengelolaan sampah), fasos 2 (tempat ibadah), dan fasos 3 (pasar), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasum 6 (ruang terbuka hijau), fasos 3 (pasar) dan fasos 5 (rumah sakit).

Untuk responden dengan status duda, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah fasum 1 (jalan), fasum 3 (listrik) dan fasos 8 (sarana transportasi), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasos 4 (makam), dan fasos 6 (club house).

Untuk responden dengan status janda, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah fasum 1 (jalan), dan fasum 2 (telepon), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasum 6 (ruang terbuka hijau), dan fasos 6 (club house).

Untuk lebih mengetahui hubungan antara status dengan fasilitas umum dan fasilitas sosial, maka hasil perhitungan Chi Square dilampirkan dalam tabel 4.44 berikut.

Tabel 4.44. Nilai Chi Square untuk status dengan fasilitas umum dan fasilitas sosial

Fasilitas umum dan sosial Nilai Chi square Sig Keterangan

Jalan 1.584 .996 Tidak signifikan

Telepon 4.080 .906 Tidak signifikan

Listrik 1.628 .951 Tidak signifikan

Pengelolaan sampah 2.858 .826 Tidak signifikan

Lapangan olah raga 4.854 .563 Tidak signifikan

Ruang terbuka hijau 2.842 .828 Tidak signifikan

Sekolah 1.662 .996 Tidak signifikan

Tempat ibadah 2.889 .969 Tidak signifikan

Pasar 5.212 .517 Tidak signifikan

Makam 2.550 .863 Tidak signifikan

Rumah Sakit 2.916 .819 Tidak signifikan

Fasilitas umum dan sosial Nilai Chi square Sig Keterangan

Club House 1.109 .999 Tidak signifikan

Perkantoran 2.169 .904 Tidak signifikan

Sarana Transportasi 2.969 .813 Tidak signifikan

Tempat Kerja 1.715 .944 Tidak signifikan

Sumber : Olahan penulis

Dari tabel 4.44 di atas dapat dilihat bahwa hubungan antara status dengan semua elemen penyusun fasilitas umum dan fasilitas sosial tidak signifikan, yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05. Sehingga dapat dikatakan bahwa keberadaan status ternyata tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan atribut-atribut pemilihan rumah tinggal, khususnya fasilitas umum dan fasilitas sosial.

10. Status Versus Fasilitas Eksternal dan Internal

-2 -1 0 1 2

Gambar 4.11. Pemetaan Status Versus Fasilitas Eksternal dan Internal

Dari gambar 4.11 di atas dapat dilihat bahwa untuk responden yang belum menikah, atribut-atribut tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah faseks 1 (menambah kanopi), faseks 5 (menambah ram nyamuk) dan fasin 5 (pemilihan jenis keramik).

Untuk responden dengan status sudah menikah, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah faseks 1 (menambah kanopi), fasin 4 (penambahan aksesoris seperti lukisan, patung-patung, lampu gantung) dan fasin 5 (pemilihan jenis keramik), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah faseks 4 (lampu taman), fasin 1 (dapur dengan furnitur yang lengkap), dan fasin 3 (kamar tidur yang luas).

Untuk responden dengan status duda, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah faseks 1 (menambah kanopi) dan fasin 4 (penambahan aksesoris seperti lukisan, patung-patung, lampu gantung), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah faseks 2 (menghias taman), faseks 4 (lampu taman), fasin 2 (ruang keluarga yang luas) dan fasin 5 (pemilihan jenis keramik).

Untuk responden dengan status janda, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah faseks 1 (menambah kanopi), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah faseks 2 (menghias taman), dan faseks 4 (lampu taman).

Untuk lebih mengetahui hubungan antara status dengan fasilitas eksternal dan fasilitas internal, maka hasil perhitungan Chi Square dilampirkan dalam tabel

Untuk lebih mengetahui hubungan antara status dengan fasilitas eksternal dan fasilitas internal, maka hasil perhitungan Chi Square dilampirkan dalam tabel

Dalam dokumen 4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN (Halaman 23-53)

Dokumen terkait