4.1. Gambaran Umum Objek Penelitian
Perumahan Citraland merupakan salah satu kompleks perumahan besar di Surabaya. Perumahan yang menempati daerah ujung Surabaya Barat ini mempunyai lokasi seluas 2000 ha. Untuk memberikan kenyamanan kepada para penghuninya, Citraland melengkapi diri dengan berbagai fasilitas seperti kawasan rekreasi keluarga yang terlengkap dan modern, kawasan komersial, sekolah dan tempat ibadah, serta padang golf berstandar internasional.
Citraland merupakan salah satu bagian dari perumahan Citra Raya yang dibangun atas konsep kota yang ada di Singapura dan diharapkan dalam beberapa tahun ke depan, Citra Land betul-betul akan menjadi kota seperti Singapura.
Keyakinan bahwasanya Citra Land kelak akan menjadi seperti Singapura tertuang dalam kalimat ’Someday, CitraRaya will trully be The Singapore of Surabaya”.
Untuk menciptakan kondisi yang diinginkan, yaitu menjadi kota seperti kota Singapura, maka pihak pengembang betul-betul memperhatikan aspek pengelolalan perkotaan dan sebagai bentuk keseriusan dalam melakukan pengelolaan, pihak pengembang berhasil mendapatkan Sertifikat ISO 9001:2000, yaitu sertifikat yang dikeluarkan terkait dengan City Management atau pengelolaan perkotaan.
Gambar 4.1. Beberapa bangunan yang ada di Citra Land
4.2. Pengolahan Data
Setelah proses penyebaran kuesioner selesai, kemudian data-data yang ada di dalam kuesioer direkap dan ditabulasikan dalam tabel agar mudah dalam melakukan analisa terhadap data-data tersebut. Metode yang digunakan dalam pengolahan data yaitu statistik deskriptif, yaitu statistik yang digunakan untuk mendeskripsikan data-data yang diperoleh dari hasil penelitian yang terdiri dari deskripsi responden serta uji validitas dan reliabilitas. Hasil deskripsi dapat dilihat dalam pembahasan berikut :
4.2.1. Deskripsi Responden 1. Jenis kelamin responden
Jenis kelamin responden penelitian dapat dilihat dalam tabel 4.1
Tabel 4.1. Responden berdasarkan jenis kelamin Jenis kelamin Frekuensi Persentase
laki-laki 344 89.6
perempuan 40 10.4
Total 384 100.0
Sumber : Data kuesioner
Tabel 4.1. adalah tabel deskripsi responden berdasarkan jenis kelamin.
Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa mayoritas responden adalah responden dengan jenis kelamin laki-laki. Responden dengan jenis kelamin laki-laki berjumlah 344 orang (89,6 %) sedangkan responden dengan jenis kelamin perempuan berjumlah 40 orang (10,4 %).
Jumlah responden dalam penelitian ini didominasi oleh responden dengan jenis kelamin laki-laki karena mereka merupakan kepala rumah tangga yang bertanggung jawab atas jalannya rumah tangga dan hanya sedikit saja wanita yang punya peranaan seperti layaknya kepala rumah tangga.
2. Usia Responden
Usia responden yang dijadikan sampel dalam penelitian ini dapat dilihat dalam tabel 4.2. berikut.
Tabel 4.2. Responden berdasarkan usia Usia Frekuensi Persentase
17 - 25 tahun 9 2.3
26 - 32 tahun 39 10.2
33 - 45 tahun 291 75.8
> 45 tahun 45 11.7
Total 384 100.0
Sumber : Data kuesioner
Tabel 4.2 di atas adalah tabel deskripsi responden berdasarkan usia. Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa mayoritas responden berusia antara 33-45 tahun, yaitu sebanyak 291 orang (75,8 %). Sedangkan responden dengan usia 17- 25 tahun sebanyak 9 orang (2,3 %), responden dengan usia 26-32 tahun sebanyak 39 orang (10,2 %), dan responden dengan usia > 45 tahun sebanyak 45 orang (11,7 %).
Data dalam tabel menunjukkan bahwa responden paling banyak berasal dari kelas umur 33-45 tahun. Umur pada interval tersebut adalah interval umur yang oleh Hurlock (2004, p.246) dikategorisasikan ke dalam masa dewasa madya dimana pada masa ini produktivitas manusia paling tinggai dan mereka mulai memperoleh kemapanan dalam hidup.
3. Status responden
Status responden dalam penelitian ini dapat dilihat dalam tabel 4.3 berikut.
Tabel 4.3. Responden berdasarkan status Status Frekuensi Persentase
Beluim menikah 7 1.8
Sudah menikah 370 96.4
Duda 6 1.6
Janda 1 .3
Total 384 100.0
Sumber : Data kuesioner
Tabel 4.3 di atas adalah tabel deskripsi responden berdasarkan status. Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa mayoritas responden sudah menikah, yaitu berjumlah 370 orang (96,4 %). Sedangkan responden yang belum menikah hanya berjumlah 7 orang (1,8 %), responden yang berstatus sebagai duda sebanyak 6 orang (1,6 %) dan responden dengan status janda sebanyak 1 orang (0,3 %).
4. Suku bangsa responden
Suku bangsa responden penelitian dapat dilihat dalam tabel 4.4.
Tabel 4.4. Responden berdasarkan suku bangsa Suku bangsa Frekuensi Persentase
Jawa 55 14.3
Sunda 16 4.2
Madura 20 5.2
Lainnya 293 76.3
Total 384 100.0
Sumber : Data kuesioner
Tabel 4.3 di atas adalah tabel deskripsi responden berdasarkan suku bangsa. Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa mayoritas responden bukan berasal dari tiga suku bangsa yang disebutkan, yaitu Jawa, Sunda dan Madura
sehingga mereka tersebut masuk dalam kategori lainnya yaitu sebanyak 293 orang (76,3 %). Sedangkan responden yang bersuku bangsa Jawa sebanyak 55 orang, yang bersuku bangsa Sunda sebanyak 16 orang dan yang bersuku bangsa Madura adalah sebanyak 20 orang (5,2 %).
5. Status kewarganegaraan responden
Status kewarganegargaan responden dapat dilihat dalam tabel 4.5 berikut.
Tabel 4.5. Responden berdasarkan kewarganegaraan Suku bangsa Frekuensi Persentase
WNI 87 22.7
WNI keturunan 287 74.7
WNA 10 2.6
Total 384 100.0
Sumber : Data kuesioner
Tabel 4.5 di atas adalah tabel deskripsi responden berdasarkan kewarganegaraan. Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa mayoritas responden adalah WNI keturunan yaitu sebanyak 287 orang (74,7 %). Sedangkan responden yang berstatus WNI adalah berjumlah 87 orang (22,7 %) dan yang berkewarganegaraan WNA sebanyak 10 orang (2,6 %).
6. Pendidikan terakhir responden
Tingkat pendidikan responden dapat dilihat dalam tabel 4.6 berikut ini.
Tabel 4.6. Responden berdasarkan tingkat pendidikan Tingkat pendidikan Frekuensi Persentase
DI bawah SMU 54 14.1
SMU 44 11.5
PT 273 71.1
Lain-lain 13 3.4
Total 384 100.0
Sumber : Data kuesioner
Tabel 4.6 di atas adalah tabel deskripsi responden berdasarkan tingkat pendidikan. Data di dalam tabel menunjukkan bahwa mayoritas responden berpendidikan setingkat dengan perguruan tinggi, baik Diploma, Sarjana ataupun
pasca sarjana, yaitu sebanyak 273 orang (71,1 %). Sedangkan responden dengan pendidikan di bawah SMU sebanyak 54 orang (14,1 %), responden dengan tingkat pendidikan SMU adalah sebanyak 44 orang (11,5 %) dan responden dengan tingkat pendidikan lain-lain adalah sebanyak 13 orang (3,4 %).
Pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat diperlukan oleh manusia dalam masa perkembangan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Pidarta (1997, p.11) bahwa untuk berkembang manusia membutuhkan pendidikan, baik pendidikan formal maupun pendidikan non formal. Dengan pendidikan ini maka kemampuan manusia untuk berpikir akan menjadi lebih baik termasuk dalam mempertimbangkan segala sesuatu yang terkait dengan pemilihan rumah.
7. Pekerjaan atau profesi responden
Pekerjaan atau profesi responden dapat dilihat dalam tabel 4.7 berikut.
Tabel 4.7. Responden berdasarkan pekerjaan atau profesi Pekerjaan Frekuensi Persentase
Wiraswasta 311 81.0
Pegawai Swasta 59 15.4
Lainnya 14 3.6
Total 384 100.0
Sumber : Data kuesioner
Tabel 4.7 di atas adalah tabel deskripsi responden berdasarkan pekerjaaan atau profesi. Data di dalam tabel menunjukkan bahwa mayoritas responden bekerja sebagai wiraswasta, yaitu sebanyak 311 orang (81 ). Sedangkan responden dengan pekerjaan sebagai pegawai swasta adalah 59 orang (15,4 %) dan responden yang bekerja di sektor lainnya adalah sebanyak 14 orang (3,6 %).
8. Penghasilan Responen per bulan
Pendapatan responden untuk tiap bulan dapat dilihat dalam tabel 4.8 berikut:
Tabel 4.8. Responden berdasarkan penghasilan per bulan Penghasilan Frekuensi Persentase
>= 1,2 juta - 10 juta 145 37.8
>= 10 juta - 20 juta 226 58.9
> 20 juta 13 3.4
Total 384 100.0
Sumber : Data kuesioner
Tabel 4.8 di atas adalah tabel deskripsi responden berdasarkan penghasilan per bulan. Data di dalam tabel menunjukkan bahwa mayoritas responden mempunyai penghasilan antara 10 juta sampai dengan 20 juta, yaitu sebanyak 226 orang (58,9 %). Responden dengan penghasilan antara 1,2 juta sampai dengan 10 juta berjumlah 145 orang (37,8 %) dan responden dengan penghasilan per bulan lebih dari 20 juta adalah sebanyak 13 orang (3,4 %).
Penghasilan responden dalam setiap bulannya akan berpengaruh terhadap pemilihan responden terhadap tempat tinggal beserta dengan atribut-atribut yang melekat dalam tempat tinggal tersebut.
9. Jumlah anggota keluarga yang ditanggung
Jumlah anggota keluarga yang ditanggung oleh responden dapat dllihat dalam tabel 4.9 berikut.
Tabel 4.9. Responden berdasarkan jumlah anggota keluarga yang ditanggung Jumlah keluarga Frekuensi Persentase
1 2 .5
2 31 8.1
3 121 31.5
>= 4 230 59.9
Total 384 100.0
Sumber : Data kuesioner
Tabel 4.9 di atas adalah tabel deskripsi responden berdasarkan jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungan. Data di dalam tabel menunjukkan bahwa mayoritas responden mempunyai tanggungan lebih dari 4 orang, yaitu sebanyak 230 orang (59,9 %). Sedangkan responden yang tidak mempunyai tanggungan sama sekali adalah sebanyak 2 orang (0,5 %), responden dengan
tanggungan 2 orang sebanyak 31 orang (8,1 %) dan responden dengan tanggungan 3 orang adalah sebanyak 121 orang (31,5 %).
10. Status rumah yang Anda miliki saat ini :
Status rumah yang ditempati oleh responden dapat dilihat dalam tabel 4.10 berikut.
Tabel 4.10. Responden berdasarkan status rumah yang ditempati Status rumah Frekuensi Persentase
Sewa 18 4.7
Milik sendiri 301 78.4
Milik orang tua 65 16.9
Total 384 100.0
Sumber : Data kuesioner
Tabel 4.10 di atas adalah tabel deskripsi responden berdasarkan status rumah yang ditempati. Data di dalam tabel menunjukkan bahwa mayoritas rumah yang ditempati adalah milik sendiri, yaitu sebanyak 301 orang (78,4 %).
Sedangkan responden yang dapat menempati rumah dari hasil menyewa adalah sebesar 18 orang (4,7 %) dan responden yang menempati rumah milik orang tua mereka adalah sebanyak 65 orang (16,9 %).
11. Jumlah rumah yang dimiliki responden
Jumlah rumah yang dimiliki oleh responden dapat dilihat dalam tabel 4.11 berikut.
Tabel 4.11. Responden berdasarkan penghasilan per bulan Jumlah rumah Frekuensi Persentase
Tidak ada 18 4.7
1 319 83.1
2 44 11.5
>= 3 3 .8
Total 384 100
Sumber : Data kuesioner
Tabel 4.11 di atas adalah tabel deskripsi responden berdasarkan jumlah rumah yang dimiliki. Data di dalam tabel menunjukkan bahwa mayoritas responden mempunyai rumah 1, yaitu sebanyak 319 orang (83,1 %). Sedangakn responden yang belum mempunyai rumah sebanyak 18 orang (4,7 %), responden
yang mempunyai rumah 2 sebanyak 44 orang (11,5 %) dan responden yang mempunyai rumah 3 atau lebih dari tiga sebabnyak 3 orang (0,8 %).
12. Niat responden untuk membeli rumah lagi
Data responden yang mempunyai niat untuk membeli rumah lagi dapat dilihat dalam tabel 4.12 berikut.
Tabel 4.12. Responden berdasarkan nit untuk membeli rumah lagi Niat membeli Frekuensi Persentase
Ya 367 95.6
TIdak 17 4.4
Total 384 100.0
Sumber : Data kuesioner
Tabel 4.12 di atas adalah tabel deskripsi responden berdasarkan keinginan responden untuk membeli rumah lagi. Data di dalam tabel menunjukkan bahwa mayoritas responden mempunyai mempunyai keinginan untuk membeli rumah lagi, yaitu sebanyak 367 orang (95,6 %). Sedangkan responden yang tidak mempunyai keinginan untuk membeli rumah lagi sebanyak 17 orang (4,4 %).
13. Rencana waktu membeli rumah lagi
Data rencana waktu dimana responden ingin membeli rumah lagi dapat dilihat dalam tabel 4.13 berikut.
Tabel 4.13. Responden berdasarkan rencana waktu membeli rumah lagi Waktu Frekuensi Persentase
2 - 3 tahun 32 8.7
3 - 4 tahun 127 34.6
>= 4 tahun 208 56.7
Total 367 95.6
Sumber : Data kuesioner
Tabel 4.13 di atas adalah tabel deskripsi responden berdasarkan rencana waktu ingin membeli rumah lagi. Mayoritas responden ingin membeli rumah lagi dalam jangka waktu lebih dari 4 tahun lagi, yaitu sebanyak 208 orang (56,7 %).
Sedangkan responden yang ingin membeli rumah dalam jangka waktu 2-3 tahun ke depan sebanyak 32 orang (8,7 %) dan responden yang ingin membeli rumah lagi dalam jangka waktu 3-4 tahun dari sekarang sebanyak 127 orang (34,6 %).
14. Daerah yang disukai untuk tempat tinggal
Daerah yang disukai oleh responden sebagai tempat tinggal dapat dilihat dalam tabel 4.14 berikut.
Tabel 4.14. Responden berdasarkan daerah yang disukai untuk tempat tinggal Daerah Frekuensi Persentase
Sby Utara 2 .5
Sby Timur 149 40.6
Sby Barat 216 58.9
Total 367 100.0
Sumber : Data kuesioner
Tabel 4.14 di atas adalah tabel deskripsi responden berdasarkan daerah yang disukai untuk tempat tinggal. Mayoritas responden menyukai daerah Surabaya Barat sebagai tempat tinggal, yaitu sebanyak 216 orang (56,3 %).
Sedangkan responden yang menyukai daerah Surabaya Utara sebagai tempat tinggal sebanyak 2 orang (0,5 %), dan responden yang menyukai daerah Surabaya Timur sebagai tempat tinggal sebanyak 149 orang (38,8 %).
15. Perumahan yang disukai responden
Data perumahan yang disukai oleh responden dapat dilihat dalam tabel 4.15 berikut.
Tabel 4.15. Responden berdasarkan perumahan yang disukai Perumahan Frekuensi Persentase
Citraland Royal Park 1 5 1.4
Citraland Royal Park 2 11 3.0
Citraland Woodland 42 11.4
Citraland Alam Hijau 15 4.1
Citraland South Emerald 29 7.9
Citraland Villa Taman Telaga 1 10 2.7
Citraland Villa Taman Telaga 2 8 2.2
Citraland Rafles 15 4.1
Citraland Bukit Golf 16 4.4
Citraland Bukit Golf Internasional 4 1.1
Pakuwon Villa Valensia 2 .5
Pakuwon Villa Bukit Regency 1 31 8.4
Pakuwon Villa Bukit Regency 2 1 .3
Pakuwon Villa Bukit Regency 3 18 4.9
Pakuwon Villa Bukit Indah 6 1.6
Pakuwon Imperial Golf 3 .8
Perumahan Frekuensi Persentase
Pakuwon One Golf Terrace 3 .8
Laguna Virigina Regency 8 2.2
Laguna Regency 15 4.1
Laguna San Diego 7 1.9
Laguna Villa Royal 8 2.2
Laguna Reviera 11 3.0
Laguna San Antonio 7 1.9
Laguna Mutiara 23 6.3
Laguna Griya Asri 16 4.4
Laguna Puri Asri 26 7.1
Galaxi Bumi Permai 23 6.3
Kertajaya Indah 2 .5
Sutorejo Prima 2 .5
Total 367 100.0
Sumber : Data kuesioner
Tabel 4.15 di atas adalah tabel deskripsi responden berdasarkan perumahan yang disukai untuk tempat tinggal. Data dalam tabel menunjukkan bahwa mayoritas responden suka untuk tinggal di Citraland Woodland, yaitu sebanyak 42 orang (11,4 %). Disusul kemudian perumahan Pakuwon Villa Bukit Regency sebanyak 31 orang (8,4 %) dan Citraland South Emerald sebanyak 29 orang (7,9 %).
16. Ukuran lahan rumah yang ditempati saat ini
Ukuran lahan yang ditempati saat ini oleh responden dapat dilihat dalam tabel 4.16 berikut.
Tabel 4.16. Responden berdasarkan ukuran lahan yang ditempati saat ini Ukuran lahan Frekuensi Persentase
< 150 m2 50 13.6
151 - 200 m2 238 64.9
201 - 400 m2 79 21.5
Total 367 100.0
Sumber : Data kuesioner
Tabel 4.16 di atas adalah tabel deskripsi responden berdasarkan ukuran lahan yang ditempati pada saat ini. Mayoritas responden menempati lahan dengan luas 151 – 200 m2, yaitu sebanyak 238 orang (64,9 %). Sedangkan responden yang menempati lahan dengan ukuran < 150 m2 adalah sebanyak 50 orang (13,6
%), dan responden yang menempati lahan dengan luas 201-400 m2 sebanyak 79 orang (21,5 %).
17. Ukuran lahan rumah yang akan di beli
Ukuran lahan yang akan dibeli oleh responden dapat dilihat dalam tabel 4.17 sebagai berikut.
Tabel 4.17. Responden berdasarkan ukuran lahan yang ditempati saat ini Ukuran lahan Frekuensi Persentase
< 150 m2 4 1.1
151 - 200 m2 271 73.8
201 - 400 m2 89 24.3
> 401 m2 3 .8
Total 367 100.0
Sumber : Data kuesioner
Tabel 4.17 di atas adalah tabel deskripsi responden berdasarkan ukuran lahan yang akan dibeli pada waktu yang akan datang. Mayoritas responden menempati lahan dengan luas 151 – 200 m2, yaitu sebanyak 271 orang (73,8 %).
Sedangkan responden yang akan membeli lahan dengan ukuran < 150 m2 adalah sebanyak 4 orang (1,1 %), responden yang akan membeli lahan dengan luas 201- 400 m2 sebanyak 89 orang (24,3 %) dan responden yang akan membeli lahan dengan ukuran >400 m2 adalah sebanyak 3 orang (0,8 %).
18. Ukuran luas bangunan rumah yang ditempati saat ini
Ukuran luas bangunan yang ditempati saat ini oleh responden dapat dilihat dalam tabel 4.18 berikut.
Tabel 4.18. Responden berdasarkan ukuran lahan yang akan dibeli Ukuran bangunan Frekuensi Persentase
< 150 m2 34 9.3
151 - 200 m2 251 68.4
201 - 400 m2 82 22.3
Total 367 100.0
Sumber : Data kuesioner
Tabel 4.18 di atas adalah tabel deskripsi responden berdasarkan ukuran bangunan yang ditempati pada saat ini. Mayoritas responden menempati bangunan dengan luas 151 – 200 m2, yaitu sebanyak 251 orang (68,4 %). Sedangkan
responden yang menempati bangunan dengan ukuran < 150 m2 adalah sebanyak 34 orang (9,3 %), dan responden yang menempati bangunan dengan luas 201-400 m2 sebanyak 82 orang (22,3 %).
19. Ukuran luas bangunan rumah yang akan dibeli
Ukuran luas bangunan yang akan dibeli oleh responden dapat dilihat dalam tabel 4.19 sebagai berikut.
Tabel 4.19. Responden berdasarkan ukuran bangunan yang akan dibeli Ukuran bangunan Frekuensi Persentase
151 - 200 m2 173 47.1
201 - 400 m2 176 48.0
> 401 m2 18 4.9
Total 367 100.0
Sumber : Data kuesioner
Tabel 4.19 di atas adalah tabel deskripsi responden berdasarkan ukuran bangunan yang akan dibeli pada waktu yang akan datang. Mayoritas responden akan membeli bangunan dengan luas luas 201 – 400 m2, yaitu sebanyak 176 orang (48 %). Sedangkan responden yang akan membeli bangunan dengan ukuran 150 - 200 m2 adalah sebanyak 173 orang (47,1 %), responden yang akan membeli bangunan dengan luas > 400 m2 sebanyak 18 orang (4,9 %).
20. Jumlah tingkat yang diinginkan
Jumlah tingkat yang diinginkan oleh responden dapat dilihat dalam tabel 4.20 berikut.
Tabel 4.20. Responden berdasarkan jumlah tingkat yang diinginkan Jumlah tingkat Frekuensi Persentase
1 tingkat 2 .5
2 tingkat 276 75.2
3 tingkat 89 24.3
Total 367 100.0
Sumber : Data kuesioner
Tabel 4.19 di atas adalah tabel deskripsi responden berdasarkan ukuran bangunan yang akan dibeli pada waktu yang akan datang. Mayoritas responden menginginkan untuk menempati rumah dengan 2 tingkat, yaitu sebanyak 276
orang (75,2 %). Sedangkan responden yang menginginkan rumah dengan 1 tingkat sebanyak 2 orang (0,5 %) dan responden yang menginginkan rumah dengan 3 tingkat sebanyak 89 orang (24,3 %).
21. Jumlah kamar tidur yang diinginkan responden
Jumlah tingkat yang diinginkan oleh responden dapat dilihat dalam tabel 4.21 berikut.
Tabel 4.21. Responden berdasarkan jumlah kamar tidur yang diinginkan Jumlah kamar tidur Frekuensi Persentase
3 6 1.6
4 95 25.9
> 4 266 72.5
Total 367 100.0
Sumber : Data kuesioner
Tabel 4.21 di atas adalah tabel deskripsi responden berdasarkan jumlah kamar tidur yang diinginkan. Mayoritas responden jumlah kamar tidur lebih dari 4 buah, yaitu sebanyak 266 orang (72,5 %). Jumlah responden yang menginginkan kamar tidur dengan jumlah 3 buah sebanyak 6 orang (1,6 %), dan responden yang menginginkan rumah dengan 4 kamar adalah sebanyak 95 orang (25,9 %).
22. Model rumah yang disukai responden
Model rumah yang diinginkan oleh responden dapat dilihat dalam tabel 4.22 berikut ini.
Tabel 4.22. Responden berdasarkan model rumah yang disukai Model Frekuensi Persentase
Mediterania 52 14.2
Tropis 181 49.3
Minimalis 65 17.7
Eropa 69 18.8
Total 367 100.0
Sumber : Data kuesioner
Tabel 4.22 di atas adalah tabel deskripsi responden berdasarkan model rumah yang disukai oleh responden. Data dalam tabel menunjukkan bahwa mayoritas responden menyukai rumah dengan model tropis, yaitu sebanyak 181 orang (49,3 %). Responden yang menyukai rumah dengan model Mediterania
sebanyak 52 orang (14,2 %), responden yang menyukai rumah dengan model minimalis sebanyak 65 orang (17,7 %) dan responden yang menyukai rumah dengan model Eropa sebanyak 69 orang (18,8 %).
23. Fasilitas pendukung yang diinginkan untuk melengkapi rumah
Fasilitas pendukung yang diinginkan untuk melengkapi rumah dapat dilihat dalam tabel 4.23 berikut.
Tabel 4.23. Responden berdasarkan fasilitas pendukung rumah yang diinginkan Fasilitas pendukung Frekuensi Persentase
Kolam renang 54 14.7
Taman 269 73.3
Carport 27 7.4
Kanopi 17 4.6
Total 367 100.0
Sumber : Data kuesioner
Tabel 4.23 di atas adalah tabel deskripsi responden berdasarkan fasilitas pendukung rumah yang diinginkan. Data dalam tabel menunjukkan bahwa mayoritas responden menyukai fasilitas pendukung taman yang ada di rumah, yaitu sebanyak 269 orang (73,3 %). Sedangkan responden yang menginginkan fasilitas pendukungnya berupa kolam renang sebanyak 54 orang (14,7 %), responden yang menginginkan fasilitas pendukung berupa carport sebanyak 27 orang (7,4 %) dan responden yang menginginkan fasilitas pendukung berupa kanopi sebanyak 17 orang (4,6 %).
24. Besarnya dana yang akan keluarkan untuk menambah eksterior (kualitas) rumah
Besarnya dana yang akan dikeluarkan untuk menambah eksterior rumah dapat dilihat dalam tabel 4.24 berikut. .
Tabel 4.24. Responden berdasarkan besarnya dana yang akan dikeluarkan untuk eksterior rumah
Dana Frekuensi Persentase
< 4 juta 10 2.7
4 juta - 7 juta 248 67.6
> 7 juta - 10 juta 55 15.0
> 10 juta 54 14.7
Total 367 100.0
Sumber : Data kuesioner
Tabel 4.24 di atas adalah tabel deskripsi responden berdasarkan besarnya dana yang akan dikeluarkan untuk menambah eksterior rumah. Data dalam tabel menunjukkan bahwa mayoritas responden akan mengeluarkan dana sebesar 4 – 7 juta untuk menambah eksterior rumah, yaitu sebanyak 248 orang (67,6 %).
Responden yang akan mengeluarkan dana < 4 juta untuk menambah eksterior rumah sebanyak 10 orang (2,7 %), responden yang akan mengeluarkan dana sebesar > 7 juta – 10 juta untuk eksterior rumah sebanyak 55 orang (15 %) dan responden yang akan mengeluarkan dana > 10 juta untuk menambah eksterior rumah sebanyak 54 orang (14,7 %).
25. Berapa besarnya dana yang akan dikeluarkan untuk menambah interior (kualitas) rumah
Besarnya dana yang akan dikeluarkan untuk menambah interior rumah dapat dilihat dalam tabel 4.25 berikut. .
Tabel 4.25. Responden berdasarkan besarnya dana yang akan dikeluarkan untuk interior rumah
Dana Frekuensi Persentase
< 4 juta 14 3.8
4 juta - 7 juta 223 60.8
> 7 juta - 10 juta 57 15.5
> 10 juta 73 19.9
Total 367 100.0
Sumber : Data kuesioner
Tabel 4.25 di atas adalah tabel deskripsi responden berdasarkan besarnya dana yang akan dikeluarkan untuk menambah interior rumah. Data dalam tabel menunjukkan bahwa mayoritas responden akan mengeluarkan dana sebesar 4 – 7
juta untuk menambah interior rumah, yaitu sebanyak 223 orang (60,8 %).
Responden yang akan mengeluarkan dana < 4 juta untuk menambah interior rumah sebanyak 14 orang (3,8 %), responden yang akan mengeluarkan dana sebesar > 7 juta – 10 juta untuk interior rumah sebanyak 57 orang (15,5 %) dan responden yang akan mengeluarkan dana > 10 juta untuk menambah interior rumah sebanyak 73 orang (19,9 %).
28. Kesukaan responden dengan rumah bertema
Kesukaan responden dengan rumah bertema dapat dilihat dalam tabel 4.26 berikut.
Tabel 4.26. Kesukaan responden dengan rumah bertema Dana Frekuensi Persentase
Ya 243 66.2
Tidak 124 33.8
Total 367 100.0
Sumber : Data kuesioner
Tabel 4.26 di atas adalah tabel deskripsi responden berdasarkan kesukaan responden dengan rumah bertema. Data dalam tabel menunjukkan bahwa mayoritas responden akan suka dengan rumah bertema, yaitu sebanyak 243 orang (66,2 %) sedangkan responden yang tidak suka dengan rumah bertema adalah sebanyak 124 orang (33,8 %).
4.2.2. Uji Validitas dan Reliabilitas
Dalam penelitian ini yang dilakukan oleh peneliti adalah memetakan persepsi masyarakat terhadap atribut tempat tinggal yang diminati. Sebelum melakukan penelitian lebih lanjut, maka tahapan yang terlebih dahulu dilakukan oleh peneliti adalah melakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap kuesioner yang dijadikan sebagai alat ukur. Hasil uji validitas dan reliabilitas dapat dilihat dalam pembahasan berikut.
1. Uji Validitas
Langkah pertama yang dilakukan adalah uji validitas untuk mengetahui kevalidan dari kuesioner yang akan disebarkan kepada para responden. Hasil uji validitas dapat dilihat dalam pembahasan berikut:
Tabel 4.27. Uji validitas komponen fasilitas umum
Item pernyataan
Nilai corrected item total correlation
Nilai r tabel (n = 30, df = 28)
Keterangan
Jalan 0,570 0,241 Valid
Telepon 0,635 0,241 Valid
Listrik 0,646 0,241 Valid
Pengelolaan sampah 0,718 0,241 Valid
Lapangan olah raga 0,795 0,241 Valid
Ruang terbuka hijau 0,625 0,241 Valid Sumber : Olahan Peneliti
Sebuah pernyatan dalam kuesioner dikatakan valid apabila nilai corrected item total correlation lebih besar dari rtabel (Santoso, 2002, p.270). Data dalam tabel di atas menunjukkan bahwa semua nilai corrected item total correlation untuk setiap pernyataan dalam kuesioner yang menjadi penyusun komponen fasilitas umum adalah valid.
Tabel 4.28. Uji validitas komponen fasilitas sosial Item pernyataan
Nilai corrected item total correlation
Nilai r tabel (n = 30, df = 28)
Keterangan
Sekolah 0,802 0,241 Valid
Tempat ibadah 0,692 0,241 Valid
Pasar 0,683 0,241 Valid
Makam 0,775 0,241 Valid
Rumah sakit 0,793 0,241 Valid
Club house 0,898 0,241 Valid
Perkantoran 0,684 0,241 Valid
Sarana transportasi 0,692 0,241 Valid
Tempat kerja 0,606 0,241 Valid
Sumber : Olahan Peneliti
Data dalam tabel di atas menunjukkan bahwa semua nilai corrected item total correlation untuk setiap pernyataan dalam kuesioner yang menjadi penyusun komponen fasilitas sosial lebih besar dari nilai rtabel sehingga semua komponen penyusun fasilitas sosial adalah valid.
Tabel 4.29. Uji validitas komponen fasilitas eksterior Item pernyataan
Nilai corrected item total correlation
Nilai r tabel (n = 30, df = 28)
Keterangan
Menambah kanopi 0,767 0,241 Valid
Menghias taman 0,557 0,241 Valid
Membangun kolam renang 0,735 0,241 Valid
Lampu taman 0,700 0,241 Valid
Menambah ram nyamuk 0,675 0,241 Valid
Sumber : Olahan Peneliti
Data dalam tabel di atas menunjukkan bahwa semua nilai corrected item total correlation untuk setiap pernyataan dalam kuesioner yang menjadi penyusun komponen fasilitas eksterior lebih besar dari nilai rtabel sehingga semua komponen penyusun fasilitas eksterior adalah valid.
Tabel 4.30. Uji validitas komponen fasilitas interior
Item pernyataan
Nilai corrected item total correlation
Nilai r tabel (n = 30, df = 28)
Keterangan
Dapur dengan furniture lengkap 0,457 0,241 Valid
Ruang keluarga yang luas 0,597 0,241 Valid
Kamar tidur yang luas 0,537 0,241 Valid
Penambahan aksesoris seperti
lukisan, patung, lampu gantung 0,785 0,241 Valid
Pemilihan jenis keramik 0,722 0,241 Valid
Ornement pada Plafon 0,848 0,241 Valid
Sumber : Olahan Peneliti
Data dalam tabel di atas menunjukkan bahwa semua nilai corrected item total correlation untuk setiap pernyataan dalam kuesioner yang menjadi penyusun komponen fasilitas interior lebih besar dari nilai rtabel sehingga semua komponen penyusun fasilitas eksterior adalah valid.
2. Uji Reliabilitas
Langkah selanjutnya setelah melakukan uji validitas adalah melakukan uji reliabilitas. Hasil uji reliabilitas kuesioner dapat dilihat dalam tabel berikut.
Tabel 4.31. Uji reliabilitas
Komponen Nilai Cronbach Alfa Nilai r tabel Keterangan
Fasilitas umum 0,865 0,241 Reliabel
Fasilitas sosial 0,922 0,241 Reliabel
Fasilitas eksterior 0,854 0,241 Reliabel Fasilitas interior 0,860 0,241 Reliabel
Sumber : Olahan Peneliti
Uji reliabilitas dilakukan dengan uji statistik alpha Cronbach (α) dengan ketentuan bahwa variabel yang diteliti dinyatakan reliabel apabila nilai alpha Cronbach (α) adalah di atas rtabel (Santoso, 2002, p.270). Data dalam tabel menunjukkan bahwa nilai cronbach alfa untuk setiap komponen yang meliputi komponen fasilitas umum, fasilitas sosial, fasilitas eksterior dan fasilitas interior lebih besar dari nilai rtabel sehingga kuesioner adalah reliabel.
4.3. Pembahasan
4.3.1. Komponen Penyusun Variabel Penelitian
Komponen penyusun variabel penelitian dalam kasus ini adalah atribut- atribut yang menjadi pertimbangan responden dalam melakukan pemilihan perumahan sebagai tempat tinggal. Atribut-atribut tersebut adalah sebagai berikut:
1. Fasilitas Umum
Penilaian responden tentang fasilitas umum sebagai salah satu atribut tempat tinggal dapat dilihat dalam tabel 4.32 berikut.
Tabel 4.32. Fasilitas Umum
Item N Sum Mean
Jalan 384 1339 3.49
Telepon 384 1281 3.34
Listrik 384 1317 3.43
Pengelolaan sampah 384 1216 3.17
Lapangan olah raga 384 1198 3.12
Ruang terbuka hijau 384 1063 2.77
Rata-rata 384 1235.67 3.22
Sumber : Olahan penulis
Tabel 4.32 di atas adalah tabel penilaian responden tentang fasilitas umum sebagai salah satu atribut yang dipertimbangkan dalam memilih tempat tinggal.
Data dalam tabel menunjukan bahwa kondisi Jalan mempunyai nilai mean (rata- rata) paling tinggi, yaitu 3,49 yang berarti bahwa jalan merupakan faktor terpenting yang paling diperhatikan dari fasilitas umum yang lain. Setelah itu disusul oleh listrik dengan nilai mean sebesar 3,43 dan telepon dengan nilai mean sebesar 3,34. Sementara itu Ruang Terbuka Hijau (RTH) mempunyai nilai mean paling rendah, yaitu 2,77 yang berarti bahwa ruang terbuka hijau mempunyai tingkat kepentingan paling rendah dibandingkan dengan atribut-atribut tempat tinggal dari komponen fasilitas umum.
2. Fasilitas Sosial
Penilaian responden tentang fasilitas sosial sebagai salah satu atribut tempat tinggal dapat dilihat dalam tabel 4.33 berikut.
Tabel 4.33. Fasilitas Sosial
Item N Sum Mean
Sekolah 384 1335 3.48
Tempat ibadah 384 1286 3.35
Pasar 384 1193 3.11
Makam 384 1048 2.73
Rumah sakit 384 1058 2.76
Club house 384 1010 2.63
Perkantoran 384 1215 3.16
Sarana transportasi 384 1125 2.93
Tempat kerja 384 1311 3.41
Rata-rata 384 1175.67 3.06
Sumber : Olahan penulis
Tabel 4.33 di atas adalah tabel penilaian responden tentang fasilitas sosial sebagai salah satu atribut yang dipertimbangkan dalam memilih tempat tinggal.
Data dalam tabel menunjukan bahwa sekolah mempunyai nilai mean (rata-rata) paling tinggi, yaitu 3,48 yang berarti bahwa sekolah merupakan faktor terpenting yang paling diperhatikan dari fasilitas sosial yang lain. Setelah itu disusul oleh tempat kerja dengan nilai mean sebesar 3,41 dan tempat ibadah dengan nilai mean sebesar 3,35. Sementara itu Club House mempunyai nilai mean paling rendah, yaitu 2,77 yang berarti bahwa club house mempunyai tingkat kepentingan paling
rendah dibandingkan dengan atribut-atribut tempat tinggal dari komponen fasilitas sosial.
3. Fasilitas Eksterior
Penilaian responden tentang fasilitas eksterior sebagai salah satu atribut tempat tinggal dapat dilihat dalam tabel 4.34 berikut.
Tabel 4.34. Fasilitas Eksterior
Item N Sum Mean
Menambah kanopi 384 1058 2.76
Menghias taman 384 1274 3.32
Membangun kolam
renang 384 1007 2.62
Lampu taman 384 1214 3.16
Menambah ram
nyamuk 384 1048 2.73
Rata-rata 384 1120.2 2.92
Sumber : Olahan penulis
Tabel 4.34 di atas adalah tabel penilaian responden tentang fasilitas eksterior sebagai salah satu atribut yang dipertimbangkan dalam memilih tempat tinggal. Data dalam tabel menunjukan bahwa menghias taman mempunyai nilai mean (rata-rata) paling tinggi, yaitu 3,32 yang berarti bahwa menghias taman merupakan faktor terpenting yang paling diperhatikan dari fasilitas eksterior yang lain. Setelah itu disusul oleh lampu taman dengan nilai mean sebesar 3,16 dan menambah kanopi dengan nilai mean sebesar 2,76. Sementara itu membangun kolam renang mempunyai nilai mean paling rendah, yaitu 2,62 yang berarti bahwa kolam renang mempunyai tingkat kepentingan paling rendah dibandingkan dengan atribut-atribut tempat tinggal dari komponen fasilitas eksterior.
4. Fasilitas Interior
Penilaian responden tentang fasilitas interior sebagai salah satu atribut tempat tinggal dapat dilihat dalam tabel 4.35 berikut.
Tabel 4.35. Fasilitas Interior
Item N Sum Mean
Dapur dengan furniture lengkap 384 1337 3.48
Ruang keluarga yang luas 384 1278 3.33
Kamar tidur yang luas 384 1307 3.40
Penambahan aksesoris seperti
lukisan, patung, lampu gantung 384 1063 2.77
Pemilihan jenis keramik 384 1129 2.94
Ornement pada Plafon 384 1050 2.73
Rata-rata 384 1194 3.12
Sumber : Olahan penulis
Tabel 4.35 di atas adalah tabel penilaian responden tentang fasilitas interior sebagai salah satu atribut yang dipertimbangkan dalam memilih tempat tinggal. Data dalam tabel menunjukan bahwa dapur dengan furniture lengkap mempunyai nilai mean (rata-rata) paling tinggi, yaitu 3,32 yang berarti bahwa dapur dengan furniture lengkap merupakan faktor terpenting yang paling diperhatikan dari fasilitas eksterior yang lain. Setelah itu disusul oleh kamar tidur yang luas dengan nilai mean sebesar 3,40 dan ruang keluarga yang luas dengan nilai sebesar 3,33. Sementara itu Ornement pada Plafon mempunyai nilai mean paling rendah, yaitu 2,73 yang berarti bahwa ornamen pada plafon mempunyai tingkat kepentingan paling rendah dibandingkan dengan atribut-atribut tempat tinggal dari komponen fasilitas interior.
4.3.2. Pemetaan Persepsi Masyarakat
Pada bagian ini akan dilakukan pemetaan terhadap persepsi masyarakat.
Pemetaan yang akan dilakukan meliputi :
1. Suku Bangsa Versus Fasilitas Umum dan Sosial
-2 -1 0 1 2
Dimension 1 -1.0
-0.5 0.0 0.5 1.0 1.5 2.0
Dimension 2
Fasum_1 Fasum_2
Fasum_3 Fasum_4
Fasum_5
Fasum_6 Fasos_1
Fasos_2
Fasos_3
Fasos_4 Fasos_5
Fasos_7
Fasos_8
Fasos_9 Suku bangsa: Jawa
-1 0 1 2
Dimension 1 -1
0 1 2
Dimension 2
Fasum_1 Fasum_2
Fasum_3 Fasum_4 Fasum_5
Fasum_6
Fasos_1 Fasos_2
Fasos_3
Fasos_4
Fasos_7
Fasos_9 Suku bangsa: Sunda
-2 -1 0 1
Dimension 1 -1.5
-1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0 1.5
Dimension 2
Fasum_1 Fasum_2
Fasum_3 Fasum_4
Fasum_5 Fasum_6
Fasos_1 Fasos_2 Fasos_3 Fasos_4
Fasos_5 Fasos_6
Fasos_7 Fasos_8
Fasos_9 Suku bangsa: Madura
-2 -1 0 1
Dimension 1 -1.5
-1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0 1.5
Dimension 2
Fasum_1 Fasum_2
Fasum_3 Fasum_4
Fasum_5
Fasum_6
Fasos_2
Fasos_3
Fasos_4
Fasos_7
Fasos_9 Suku bangsa: Lainnya
Gambar 4.2. Pemetaan Suku Bangsa Versus Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial Dari gambar 4.2 di atas dapat dilihat bahwa secara umum untuk responden dengan suku bangsa Jawa, atribut-atribut tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah fasum 2 (telepon) dan fasos 2 (tempat ibadah), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasum 6 (ruang terbuka hijau), fasos 4 (makam) dan fasos 5 (rumah sakit).
Untuk responden dengan suku bangsa Sunda, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah fasum 2 (telepon) dan fasos 2 (tempat ibadah), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasum 6 (ruang terbuka hijau) dan fasos 4 (makam).
Untuk responden dengan suku bangsa Madura, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah
fasum 2 (telepon), fasum 4 (pengelolaan sampah), fasos 2 (tempat ibadah), fasos 3 (pasar), dan fasos 7 (perkantoran), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasum 6 (ruang terbuka hijau), dan fasos 6 (club house).
Untuk responden dengan suku bangsa yang lain, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah fasum 2 (telepon), fasos 2 (tempat ibadah), fasos 3 (pasar), dan fasos 7 (perkantoran), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasum 6 (ruang terbuka hijau), dan fasos 4 (makam).
Untuk lebih mengetahui hubungan antara suku bangsa dan fasilitas umum serta fasilitas sosial, maka hasil perhitungan Chi Square dilampirkan dalam tabel 4.36 berikut.
Tabel 4.36. Nilai Chi Square untuk suku bangsa dengan fasilitas umum dan fasilitas sosial
Fasilitas umum dan sosial Nilai Chi square Sig Hubungan
Jalan 10.324 .325 Tidak signifikan
Telepon 3.470 .943 Tidak signifikan
Listrik 5.633 .466 Tidak signifikan
Pengelolaan sampah 5.544 .476 Tidak signifikan Lapangan olah raga 3.060 .801 Tidak signifikan Ruang terbuka hijau 3.302 .770 Tidak signifikan
Sekolah 10.462 .314 Tidak signifikan
Tempat ibadah 4.035 .909 Tidak signifikan
Pasar 3.296 .771 Tidak signifikan
Makam 2.062 .914 Tidak signifikan
Rumah Sakit 2.021 .918 Tidak signifikan
Club House 8.239 .510 Tidak signifikan
Perkantoran 3.300 .770 Tidak signifikan
Sarana Transportasi 4.136 .658 Tidak signifikan
Tempat Kerja 4.807 .569 Tidak signifikan
Sumber : Olahan peneliti
Dari tabel 4.36 di atas dapat dilihat bahwa hubungan antara suku bangsa dengan semua elemen penyusun fasilitas umum dan fasilitas sosial tidak signifikan, yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05. Sehingga dapat dikatakan bahwa keberadaan suku bangsa ternyata tidak mempunyai hubungan
yang signifikan dengan atribut-atribut pemilihan rumah tinggal, khususnya fasilitas umum dan fasilitas sosial.
2. Suku Bangsa Versus Fasilitas Eksternal dan Internal
-2 -1 0 1 2
Dimension 1 -1.5
-1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0 1.5
Dimension 2
Fasesk_1 Faseks_2
Faseks_3
Faseks_4 Faseks_5
Fasin_1 Fasin_2
Fasin_3
Fasin_4 Fasin_6 Suku bangsa: Jawa
-1.5 -1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0 1.5
Dimension 1 -2
-1 0 1
Dimension 2
Fasesk_1 Faseks_2
Faseks_3 Faseks_4
Fasin_1 Fasin_2
Fasin_3
Fasin_6 Suku bangsa: Sunda
-2 -1 0 1
Dimension 1 -1.0
-0.5 0.0 0.5 1.0 1.5 2.0
Dimension 2
Fasesk_1
Faseks_2
Faseks_3
Faseks_4 Faseks_5 Fasin_1
Fasin_2 Fasin_3
Fasin_4
Fasin_5 Fasin_6 Suku bangsa: Madura
-2 -1 0 1
Dimension 1 -1.5
-1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0 1.5
Dimension 2
Fasesk_1 Faseks_2
Faseks_3 Faseks_4
Fasin_1 Fasin_2
Fasin_3
Fasin_5
Fasin_6 Suku bangsa: Lainnya
Gambar 4.3. Pemetaan Suku Bangsa Versus Fasilitas Eksternal dan Internal Dari gambar 4.3 di atas dapat dilihat bahwa secara umum untuk responden dengan suku bangsa Jawa, atribut-atribut tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah fasek 1 (menambah kanopi), faseks 3 (membangun kolam renang), dan fasin 4 (penambahan aksesoris seperti lukisan, patung-patung, lampu gantung), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasin 1 (dapur dengan furniture yang lengkap) dan fasin 3 (kamar tidur yang luas).
Untuk responden dengan suku bangsa Sunda, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah faseks 1 (menambah kanopi) dan fasin 6 (ornamen pada plafon), sementara itu
atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasin 1 (dapur dengan furnniture yang lengkap) dan fasin 3 (kamar tidur yang luas).
Untuk responden dengan suku bangsa Madura, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah faseks 1 (menambah kanopi), dan fasin 4 (penambahan akseoris seperti lukisan, patung-patung, lampu gantung), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah faseks 2 (menghias taman) serta fasin 2 (ruang keluarga yang luas).
Untuk responden dengan suku bangsa yang lain, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah faseks 1 (menambah kanopi), faseks 3 (membangun kolam renang) dan fasin 5 (pemilihan jenis keramik), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah faseks 4 (lampu taman), fasin 1 (dapur dengan furniture yang lengkap) dan fasin 3 (kamar tidur yang luas).
Untuk lebih mengetahui hubungan antara suku bangsa dan fasilitas eksternal serta fasilitas internal, maka hasil perhitungan Chi Square dilampirkan dalam tabel 4.37 berikut.
Tabel 4.37. Nilai Chi Square untuk suku bangsa dengan fasilitas eksternal dan internal
Fasilitas eksternal dan internal Nilai Chi square Sig Hubungan
Menambah kanopi 2.550 .863 Tidak signifikan
Menghias taman 1.423 .998 Tidak signifikan
Membangun kolam renang 9.128 .426 Tidak signifikan
Lampu taman 3.767 .708 Tidak signifikan
Menambah Ram Nyamuk 1.517 .958 Tidak signifikan
Dapur dengan furniture yang
lengkap 15.613 .075 Tidak signifikan
Ruang keluarga yang luas 2.492 .981 Tidak signifikan
Kamar tidur yang luas 3.677 .720 Tidak signifikan
Penambahan aksesoris seperti lukisan, patung-patung, lampu
gantung 3.442 .752 Tidak signifikan
Pemilihan Jenis Keramik 3.973 .680 Tidak signifikan
Ornament Pada Plafon 5.480 .484 Tidak signifikan
Sumber : Olahan peneliti
Dari tabel 4.37 di atas dapat dilihat bahwa hubungan antara suku bangsa dengan semua elemen penyusun fasilitas ekternal dan fasilitas internal tidak signifikan, yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05. Sehingga dapat dikatakan bahwa keberadaan suku bangsa ternyata tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan atribut-atribut pemilihan rumah tinggal, khususnya fasilitas eksternal dan internal.
3. Penghasilan Versus Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial
-2 -1 0 1 2
Dimension 1
-1 0 1 2
Dimension 2
Fasum_1 Fasum_2
Fasum_3 Fasum_4 Fasum_5
Fasum_6
Fasos_1 Fasos_2
Fasos_3
Fasos_4 Fasos_5
Fasos_6
Fasos_7
Fasos_8
Fasos_9 Penghasilan per bulan: >= 1,2 juta - 10 juta
-2 -1 0 1 2
Dimension 1
-1.5 -1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0 1.5
Dimension 2
Fasum_1 Fasum_2
Fasum_3 Fasum_4
Fasum_5
Fasum_6
Fasos_2
Fasos_3
Fasos_5
Fasos_7
Fasos_8
Fasos_9
Penghasilan per bulan: >= 10 juta - 20 juta
-2 -1 0 1
Dimension 1
-1.5 -1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0
Dimension 2 Fasum_1
Fasum_2 Fasum_3
Fasum_4 Fasum_5
Fasum_6
Fasos_1 Fasos_2
Fasos_3 Fasos_4
Fasos_5
Fasos_7 Fasos_8
Penghasilan per bulan: > 20 juta
Gambar 4.4. Pemetaan Penghasilan Versus Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial Dari gambar 4.4 di atas dapat dilihat bahwa secara umum untuk responden dengan penghasilan ≥ 1,2 juta - 10 juta, atribut-atribut tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah fasum 2 (telepon), fasum 4 (pengelolaan sampah), fasos 2 (tempat ibadah) dan fasos 3 (pasar), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasum 6 (ruang terbuka hijau), fasos 4 (makam), fasos 5 (rumah sakit), fasos 6 (club house) dan fasos 8 (sarana transportasi).
Untuk responden dengan penghasilan ≥ 10 juta - 20 juta, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah fasum 2 (telepon), fasos 2 (tempat ibadah), fasos 3 (pasar) dan fasos 7 (perkantoran), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan
perhatian adalah fasum 6 (ruang terbuka hijau), fasos 5 (rumah sakit) dan fasos 8 (sarana transportasi).
Untuk responden dengan penghasilan > 20 juta, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah fasum 2 (telepon), fasum 3 (listrik) dan fasos 2 (tempat ibadah), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasum 5 (lapangan olah raga), fasos 3 (pasar) dan fasos 7 (perkantoran).
Untuk lebih mengetahui hubungan antara penghasilan dan fasilitas umum dan fasilitas sosial, maka hasil perhitungan Chi Square dilampirkan dalam tabel 4.38 berikut.
Tabel 4.38. Nilai Chi Square untuk penghasilan dengan fasilitas umum dan fasilitas sosial
Fasilitas umum dan sosial Nilai Chi square Sig Hubungan
Jalan 4.891 .150 Tidak signifikan
Telepon 7.943 .242 Tidak signifikan
Listrik 1.038 .904 Tidak signifikan
Pengelolaan sampah 2.452 .653 Tidak signifikan
Lapangan olah raga 5.103 .277 Tidak signifikan
Ruang terbuka hijau .966 .915 Tidak signifikan
Sekolah 2.307 .889 Tidak signifikan
Tempat ibadah 11.622 .071 Tidak signifikan
Pasar 3.696 .449 Tidak signifikan
Makam 3.042 .551 Tidak signifikan
Rumah Sakit 2.110 .715 Tidak signifikan
Club House 2.531 .865 Tidak signifikan
Perkantoran 2.397 .663 Tidak signifikan
Sarana Transportasi 3.302 .509 Tidak signifikan
Tempat Kerja .567 .967 Tidak signifikan
Sumber : Olahan penulis
Dari tabel 4.38 di atas dapat dilihat bahwa hubungan antara penghasilan dengan semua elemen penyusun fasilitas umum dan fasilitas sosial tidak signifikan, yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05. Sehingga dapat dikatakan bahwa keberadaan penghasilan ternyata tidak mempunyai hubungan
yang signifikan dengan atribut-atribut pemilihan rumah tinggal, khususnya fasilitas umum dan fasilitas sosial.
4. Penghasilan Versus Fasilitas Eksternal dan Internal
-1.5 -1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0 1.5
Dimension 1 -2
-1 0 1
Dimension 2
Fasesk_1 Faseks_2
Faseks_3 Faseks_4
Faseks_5
Fasin_1 Fasin_2
Fasin_3
Fasin_5
Fasin_6 Penghasilan per bulan: >= 1,2 juta - 10 juta
-2 -1 0 1
Dimension 1 -1.5
-1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0 1.5
Dimension 2
Fasesk_1 Faseks_2
Faseks_3
Faseks_4 Fasin_1
Fasin_2
Fasin_3
Fasin_4 Fasin_5 Penghasilan per bulan: >= 10 juta - 20 juta
-2 -1 0 1
Dimension 1
-1.5 -1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0
Dimension 2
Fasesk_1 Faseks_2
Faseks_3
Faseks_4
Faseks_5
Fasin_1 Fasin_2
Fasin_3
Fasin_4
Fasin_5
Fasin_6 Penghasilan per bulan: > 20 juta
Gambar 4.5. Pemetaan Penghasilan Versus Fasilitas Eksternal dan Internal Dari gambar 4.5 di atas dapat dilihat bahwa secara umum untuk responden dengan penghasilan ≥ 1,2 juta - 10 juta, atribut-atribut tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah faseks 1 (menambah kanopi), faseks faseks 3 (membangun kolam renang) dan fasin 5 (ornamen pada plafon), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasin 1 (dapur dengan furnniture yang lengkap) serta fasin 3 (kamar tidur yang luas).
Untuk responden dengan penghasilan ≥ 10 juta - 20 juta, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah faseks 1 (menambah kanopi), fasin 4 (penambahan aksesoris seperti
lukisan, patung-patung, lampu gantung), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah faseks 4 (lampu taman), fasin 1 (dapur dengan furniture yang lengkap) dan fasin 3 (kamar tidur yang luas).
Untuk responden dengan penghasilan > 20 juta, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah faseks 1 (menambah kanopi), faseks 3 (membangun kolam renang), faseks 5 (menambah ram nyamuk), dan fasin 4 (penambahan aksesoris seperti lukisan, patung-patung, lampu gantung), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah faseks 4 (lampu taman), dan fasin 1 (dapur dengan furniture yang lengkap).
Untuk lebih mengetahui hubungan antara penghasilan dan fasilitas eksternal dan internal, maka hasil perhitungan Chi Square dilampirkan dalam tabel 4.39 berikut.
Tabel 4.39. Nilai Chi Square untuk penghasilan dengan fasilitas eksternal dan internal
Fasilitas eksternal dan internal Nilai Chi square Sig Hubungan
Menambah kanopi 1.621 .805 Tidak signifikan
Menghias taman 9.085 .169 Tidak signifikan
Membangun kolam renang 4.789 .571 Tidak signifikan
Lampu taman 2.692 .611 Tidak signifikan
Menambah Ram Nyamuk 2.360 .670 Tidak signifikan
Dapur dengan furniture yang
lengkap 6.832 .337 Tidak signifikan
Ruang keluarga yang luas 8.998 .174 Tidak signifikan
Kamar tidur yang luas .705 .951 Tidak signifikan
Penambahan aksesoris seperti lukisan, patung-patung, lampu
gantung 1.015 .908 Tidak signifikan
Pemilihan Jenis Keramik 3.962 .411 Tidak signifikan
Ornament Pada Plafon 4.402 .354 Tidak signifikan
Sumber : Olahan penulis
Dari tabel 4.39 di atas dapat dilihat bahwa hubungan antara penghasilan dengan semua elemen penyusun fasilitas eksternal dan fasilitas internal tidak signifikan,
yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05. Sehingga dapat dikatakan bahwa keberadaan penghasilan ternyata tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan atribut-atribut pemilihan rumah tinggal, khususnya eksternal dan internal.
5. Pendidikan Versus Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial
-2 -1 0 1 2
Dimension 1 -1.5
-1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0 1.5
Dimension 2
Fasum_1 Fasum_2
Fasum_3
Fasum_4 Fasum_5
Fasum_6
Fasos_2
Fasos_3 Fasos_4
Fasos_5 Fasos_6
Fasos_7 Fasos_8
Pendidikan terakhir: DI bawah SMU
-1 0 1 2
Dimension 1 -1
0 1 2
Dimension 2
Fasum_1 Fasum_2
Fasum_3 Fasum_4
Fasum_5
Fasum_6
Fasos_1 Fasos_2
Fasos_3
Fasos_4 Fasos_5
Fasos_7 Pendidikan terakhir: SMU
-2 -1 0 1
Dimension 1 -1.5
-1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0 1.5
Dimension 2
Fasum_1 Fasum_2
Fasum_3 Fasum_4
Fasum_5
Fasum_6
Fasos_1 Fasos_2
Fasos_3
Fasos_5
Fasos_7
Fasos_8
Fasos_9 Pendidikan terakhir: PT
-2 -1 0 1 2
Dimension 1 -2
-1 0 1
Dimension 2
Fasum_1 Fasum_2
Fasum_3 Fasum_4
Fasum_5
Fasum_6
Fasos_1 Fasos_2 Fasos_3
Fasos_4 Fasos_5
Fasos_8
Fasos_9 Pendidikan terakhir: Lain-lain
Gambar 4.6. Pemetaan Pendidikan Versus Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial Dari gambar 4.6 di atas dapat dilihat bahwa untuk responden dengan pendidikan SMU, atribut-atribut tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah fasum 3 (listrik) dan fasos 2 (tempat ibadah), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasum 5 (lapangan olah raga), fasos 3 (pasar), fasos 6 (club house) dan fasos 7 (perkantoran).
Untuk responden dengan pendidikan SMU, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah fasum 4 (pengelolaan sampah), dam fasos 7 (perkantoran), sementara itu atribut- atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasum 6 (ruang terbuka hijau), fasos 4 (makam) dan fasos 5 (rumah sakit).
Untuk responden dengan pendidikan perguruan tinggi, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah fasum 2 (telepon), fasum 5 (lapangan olah raga), fasos 2 (tempat ibadah) dan fasos 7 (perkantoran), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasum 6 (ruang terbuka hijau), fasos 5 (rumah sakit) dan fasos 8 (sarana transportasi).
Untuk lebih mengetahui hubungan antara pendidikan dengan fasilitas umum dan fasilitas sosial, maka hasil perhitungan Chi Square dilampirkan dalam tabel 4.40 berikut.
Tabel 4.40. Nilai Chi Square untuk pendidikan dengan fasilitas umum dan fasilitas sosial
Fasilitas umum dan sosial Nilai Chi square Sig Hubungan
Jalan 13.286 .150 Tidak signifikan
Telepon 7.007 .636 Tidak signifikan
Listrik 3.102 .796 Tidak signifikan
Pengelolaan sampah 4.687 .584 Tidak signifikan
Lapangan olah raga 5.167 .523 Tidak signifikan
Ruang terbuka hijau 16.554 .011 Signifikan
Sekolah 15.485 .078 Tidak signifikan
Tempat ibadah 6.699 .668 Tidak signifikan
Pasar 4.355 .629 Tidak signifikan
Makam 4.722 .580 Tidak signifikan
Rumah Sakit 9.337 .155 Tidak signifikan
Club House 6.048 .735 Tidak signifikan
Perkantoran 3.783 .706 Tidak signifikan
Sarana Transportasi 8.661 .194 Tidak signifikan
Tempat Kerja 2.067 .913 Tidak signifikan
Sumber : Olahan penulis
Tabel 4.40 menjelaskan tentang hubungan antara pendidikan dengan elemen penyusun fasilitas umum dan fasilitas sosial. Dari beberapa elemen yang ada, hanya elemen ruang terbuka hijau yang mempunyai hubungan signifikan dengan tingkat pendidikan karena elemen ini mempunyai nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 (0,011<0,05). Sehingga dapat dikatakan bahwa keberadaan pendidikan mempunyai hubungan yang signifikan dengan atribut pemilihan tempat tinggal ruang terbuka hijau, sedangkan dengan elemen-elemen penyusun fasilitas umum dan fasilitas sosial yang lain tidak mempunyai hubungan yang signifikan.
6. Pendidikan Versus Fasilitas Eksternal dan Internal
-2 -1 0 1
Dimension 1 -1.5
-1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0 1.5
Dimension 2 Fasesk_1
Faseks_2
Faseks_3
Faseks_4 Faseks_5
Fasin_1 Fasin_2
Fasin_3
Fasin_4 Fasin_5
Fasin_6 Pendidikan terakhir: DI bawah SMU
-2 -1 0 1
Dimension 1
-2.0 -1.5 -1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0
Dimension 2
Fasesk_1 Faseks_2
Faseks_3
Faseks_4 Faseks_5
Fasin_1 Fasin_2
Fasin_3 Fasin_4
Fasin_5 Pendidikan terakhir: SMU
-2 -1 0 1
Dimension 1 -2
-1 0 1
Dimension 2
Fasesk_1 Faseks_2
Faseks_3 Faseks_4
Fasin_1 Fasin_2
Fasin_3
Fasin_5 Pendidikan terakhir: PT
-2 -1 0 1
Dimension 1 -2.0
-1.5 -1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0
Dimension 2
Fasesk_1 Faseks_2 Faseks_4
Faseks_5
Fasin_1 Fasin_2
Fasin_3 Fasin_5 Pendidikan terakhir: Lain-lain
Gambar 4.7. Pemetaan Pendidikan Versus Fasilitas Eksternal dan Internal Dari gambar 4.7 di atas dapat dilihat bahwa untuk responden dengan pendidikan SMU, atribut-atribut tempat tinggal yang mendapatkan perhatian
(membangun kolam renang), fasin 4 (penambahan aksesoris seperti lukisan, patung-patung, lampu gantung) dan fasin 5 (pemilihan jenis keramik), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah faseks 4 (lampu taman), fasin 1 (dapur dengan furniture yang lengkap), dan fasin 3 (kamar tidur yang luas).
Untuk responden dengan pendidikan SMU, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah faseks 1 (menambah kanopi), faseks 3 (membangun kolam renang), faseks 5 (menambah ram nyamuk), fasin 4 (penambahan aksesoris seperti lukisan, patung- patung, lampu gantung) dan fasin 5 (pemilihan jenis keramik), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah faseks 4 (lampu taman), fasin 1 (dapur dengan furniture yang lengkap) dan fasin 3 (kamar tidur yang luas).
Untuk responden dengan pendidikan perguruan tinggi, atribut-atribut pemilihan tempat tinggal yang mendapatkan perhatian sangat besar dari responden adalah faseks 1 (menambah kanopi) dan faseks 3 (lampu taman), sementara itu atribut-atribut yang paling sedikit mendapatkan perhatian adalah fasin 1 (dapur dengan furniture yang lengkap) dan fasin 3 (kamar tidur yang luas).
Untuk lebih mengetahui hubungan antara pendidikan dengan fasilitas eksternal dan fasilitas internasl, maka hasil perhitungan Chi Square dilampirkan dalam tabel 4.41 berikut.
Tabel 4.41. Nilai Chi Square untuk pendidikan dengan fasilitas eksternal dan internal
Fasilitas eksternal dan internal Nilai Chi square Sig Hubungan
Menambah kanopi 15.858 .015 Signifikan
Menghias taman 10.264 .330 Tidak signifikan
Membangun kolam renang 10.288 .328 Tidak signifikan
Lampu taman 4.581 .599 Tidak signifikan
Menambah Ram Nyamuk 8.337 .214 Tidak signifikan
Dapur dengan furniture yang lengkap 19.000 .025 Signifikan
Ruang keluarga yang luas 8.857 .451 Tidak signifikan
Kamar tidur yang luas
3.109 .795 Tidak signifikan