• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tabulasi Silang

Dalam dokumen 4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN (Halaman 53-64)

4. Fasilitas Interior

4.3.3. Tabulasi Silang

Untuk melihat deskripsi secara lebih detail dari variabel penelitian, maka langkah selanjutnya adalah menyusun tabulasi silang. Tabulasi silang (crosstab) digunakan untuk menampilkan data dalam kolom dan baris. Hasil tabulasi silang dapat dilihat dalam tabel-tabel di bawah ini:

Tabel 4.48. Tabulasi silang antara usia dengan jumlah kamar yang diinginkan

Usia * Ingin rumah dengan kamar tidur Crosstabulation

0 2 7 9

.0% 22.2% 77.8% 100.0%

.0% 2.1% 2.6% 2.5%

.0% .5% 1.9% 2.5%

1 8 29 38

2.6% 21.1% 76.3% 100.0%

16.7% 8.4% 10.9% 10.4%

.3% 2.2% 7.9% 10.4%

5 71 199 275

1.8% 25.8% 72.4% 100.0%

83.3% 74.7% 74.8% 74.9%

1.4% 19.3% 54.2% 74.9%

1.6% 25.9% 72.5% 100.0%

100.0% 100.0% 100.0% 100.0%

1.6% 25.9% 72.5% 100.0%

Count

% within Usia

% within Ingin rumah dengan kamar tidur

% of Total Count

% within Usia

% within Ingin rumah dengan kamar tidur

% of Total Count

% within Usia

% within Ingin rumah dengan kamar tidur

% of Total Count

% within Usia

% within Ingin rumah dengan kamar tidur

% of Total Count

% within Usia

% within Ingin rumah dengan kamar tidur

Ingin rumah dengan kamar tidur

Total

Sumber : Olahan peneliti

Tabel 4.48 di atas adalah tabel tabulasi silang antara usia dengan jumlah kamar yang diinginkan. Dari tabel di atas dapat diketahui responden dengan usia 17-25 tahun yang menginginkan rumah dengan kamar 3 buah tidak ada,

dan responden yang menginginkan rumah dengan kamar lebih dari 4 ada 7 orang (77,8 %). Responden dengan usia 28-32 tahun yang menginginkan rumah dengan kamar 3 buah ada 1 orang (2,6 %), responden yang menginginkan rumah dengan kamar 4 buah ada 8 orang (21,1 %) dan responden yang menginginkan rumah dengan kamar lebih dari 4 ada 7 orang (76,3 %). Responden dengan usia 33-45 tahun yang menginginkan rumah dengan kamar 3 buah ada 5 orang (1,8 %), responden yang menginginkan rumah dengan kamar 4 buah ada 71 orang (25,8 %) dan responden yang menginginkan rumah dengan kamar lebih dari 4 ada 199 orang (72,4 %). Responden dengan usia > 45 tahun yang menginginkan rumah dengan kamar 3 buah tidak ada, responden yang menginginkan rumah dengan kamar 4 buah ada 14 orang (31,1 %) dan responden yang menginginkan rumah dengan kamar lebih dari 4 ada 31 orang (68,9 %).

Data-data dalam tabel di atas menunjukkan bahwa semakin banyak usia seseorang, maka ada kecenderungan semakin sedikit jumlah kamar yang diinginkan. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti semakin banyak jumlah kamar semakin banyak waktu yang biaya yang harus dikeluarkan untuk perawatan kamar, sementara itu semakin bertambah usia seseorang, kekuatannya juga akan semakin turun.

Tabel 4.49. Tabulasi silang antara penghasilan per bulan dengan ukuran lahan rumah yang akan dibeli

Penghasilan per bulan * Ukuran lahan rumah yang akan dibeli Crosstabulation

0 112 32 0 144

100.0% 58.7% 55.1% 33.3% 58.0%

1.1% 43.3% 13.4% .3% 58.0%

100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 100.0%

1.1% 73.8% 24.3% .8% 100.0%

Count

% within Penghasilan per bulan

% within Ukuran lahan rumah yang akan dibeli

% of Total Count

% within Penghasilan per bulan

% within Ukuran lahan rumah yang akan dibeli

% of Total Count

% within Penghasilan per bulan

% within Ukuran lahan rumah yang akan dibeli

% of Total Count

% within Penghasilan per bulan

% within Ukuran lahan rumah yang akan dibeli

% of Total Ukuran lahan rumah yang akan dibeli

Total

Sumber : Olahan peneliti

Tabel 4.49 di atas adalah tabel tabulasi silang antara penghasilan per bulan dengan ukuran lahan rumah yang akan dibeli. Dari tabel di atas dapat diketahui responden dengan penghasilan ≥ 1,2 juta – 10 juta yang menginginkan rumah dengan lahan seluas < 150 m2 tidak ada, responden yang menginginkan rumah dengan lahan seluas 151-200 m2 sebanyak 112 orang (77,8 %), responden yang menginginkan rumah dengan lahan seluas 201-400 m2 sebanyak 32 orang (22,2

%), dan responden yang menginginkan rumah dengan lahan seluas > 400 m2 tidak ada. Responden dengan penghasilan ≥ 10 juta – 20 juta yang menginginkan rumah dengan lahan seluas < 150 m2 sebanyak 4 orang (1,9 %), responden yang menginginkan rumah dengan lahan seluas 151-200 m2 sebanyak 159 orang (74,6

%), responden yang menginginkan rumah dengan lahan seluas 201-400 m2 sebanyak 49 orang (23 %), dan responden yang menginginkan rumah dengan lahan seluas > 400 m2 sebanyak 1 orang (0,5 %). Responden dengan penghasilan

≥ 20 juta yang menginginkan rumah dengan lahan seluas < 150 m2 tidak ada, responden yang menginginkan rumah dengan lahan seluas 151-200 m2 tidak ada, responden yang menginginkan lahan dengan luas 201-400 m2 sebanyak 8 orang

(80 %), dan responden yang menginginkan rumah dengan lahan seluas > 400 m2 sebanyak 2 orang (20 %).

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa semakin besar penghasilan seseorang, maka keinginan untuk membeli lahan dengan luas yang lebih besar juga semakin besar. Hal ini sesuai dengan kondisi yang ada, semakin besar lahan semakin mahal harganya dan orang yang mampu membelinya tentunya adalah orang-orang dengan penghasilan yang lebih besar.

Tabel 4.50. Tabulasi silang antara penghasilan per bulan dengan ukuran bangunan rumah yang akan dibeli

Penghasilan per bulan * Ukuran luas bangunan rumah yang akan dibeli Crosstabulation

63 78 3 144

43.8% 54.2% 2.1% 100.0%

36.4% 44.3% 16.7% 39.2%

17.2% 21.3% .8% 39.2%

110 95 8 213

51.6% 44.6% 3.8% 100.0%

63.6% 54.0% 44.4% 58.0%

30.0% 25.9% 2.2% 58.0%

47.1% 48.0% 4.9% 100.0%

100.0% 100.0% 100.0% 100.0%

47.1% 48.0% 4.9% 100.0%

Count

% within Penghasilan per bulan

% within Ukuran luas bangunan rumah yang

% within Ukuran luas bangunan rumah yang

% within Ukuran luas bangunan rumah yang

% within Ukuran luas bangunan rumah yang Ukuran luas bangunan rumah yang akan

dibeli

Total

Sumber : Olahan peneliti

Tabel 4.50 di atas adalah tabel tabulasi silang antara penghasilan per bulan dengan ukuran bangunan rumah yang akan dibeli. Dari tabel di atas dapat diketahui responden dengan penghasilan ≥ 1,2 juta – 10 juta yang menginginkan bangunan rumah seluas < 150 m2 tidak ada, responden yang menginginkan bangunan rumah seluas 151-200 m2 sebanyak 63 orang (43,8 %), responden yang menginginkan bangunan rumah seluas 201-400 m2 sebanyak 78 orang (54,2 %),

dan responden yang menginginkan bangunan rumah seluas > 400 m2 sebanyak 3 orang (2,1 %). Responden dengan penghasilan ≥ 10 juta – 20 juta yang menginginkan bangunan rumah seluas < 150 m2 tidak ada, responden yang menginginkan bangunan rumah seluas 151-200 m2 sebanyak 110 orang (51,6 %), responden yang menginginkan bangunan rumah seluas 201-400 m2 sebanyak 95 orang (44,6 %), dan responden yang menginginkan bangunan rumah seluas > 400 m2 sebanyak 8 orang (3,8 %). Responden dengan penghasilan ≥ 20 juta yang menginginkan bangunan rumah seluas < 150 m2 tidak ada, responden yang menginginkan bangunan rumah seluas 151-200 m2 tidak ada, responden yang menginginkan bangunan rumah seluas 201-400 m2 sebanyak 3 orang (30 %), dan responden yang menginginkan bangunan rumah seluas > 400 m2 sebanyak 7 orang (70 %).

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa semakin besar penghasilan seseorang, maka keinginan untuk membeli rumah dengan luas yang lebih besar juga semakin besar. Hal ini sesuai dengan kondisi yang ada, semakin besar rumah semakin mahal harganya dan orang yang mampu membelinya tentunya adalah orang-orang dengan penghasilan yang lebih besar.

Tabel 4.51. Tabulasi silang antara suku bangsa dengan model rumah yang disukai

Suku bangsa * Model rumah yang disukai Crosstabulation

7 21 14 11 53

13.2% 39.6% 26.4% 20.8% 100.0%

13.5% 11.6% 21.5% 15.9% 14.4%

1.9% 5.7% 3.8% 3.0% 14.4%

3 10 1 2 16

18.8% 62.5% 6.3% 12.5% 100.0%

5.8% 5.5% 1.5% 2.9% 4.4%

.8% 2.7% .3% .5% 4.4%

3 8 3 6 20

15.0% 40.0% 15.0% 30.0% 100.0%

5.8% 4.4% 4.6% 8.7% 5.4%

.8% 2.2% .8% 1.6% 5.4%

39 142 47 50 278

14.0% 51.1% 16.9% 18.0% 100.0%

75.0% 78.5% 72.3% 72.5% 75.7%

10.6% 38.7% 12.8% 13.6% 75.7%

52 181 65 69 367

14.2% 49.3% 17.7% 18.8% 100.0%

100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 100.0%

14.2% 49.3% 17.7% 18.8% 100.0%

Count

% within Suku bangsa

% within Model rumah yang disukai

% of Total Count

% within Suku bangsa

% within Model rumah yang disukai

% of Total Count

% within Suku bangsa

% within Model rumah yang disukai

% of Total Count

% within Suku bangsa

% within Model rumah yang disukai

% of Total Count

% within Suku bangsa

% within Model rumah yang disukai

Mediterania Tropis Minimalis Eropa Model rumah yang disukai

Total

Sumber : Olahan peneliti

Tabel 4.51 di atas adalah tabel tabulasi silang antara suku bangsa dengan model rumah yang disukai. Dari tabel di atas dapat diketahui responden dengan suku bangsa Jawa yang suka dengan model mediterania sebannyak 7 orang (13,2

%), yang memilih model tropis 21 orang (39,6 %), yang memilih model minimalis adalah 14 orang (26,4 %) dan yang memilih model Eropa sebanyak 11 orang (20,8 % ). Responden dengan suku bangsa Sunda yang suka dengan model mediterania sebannyak 3 orang (18,8 %), yang memilih model tropis 10 orang (62,5 %), yang memilih model minimalis adalah 1 orang (6,3 %) dan yang memilih model Eropa sebanyak 2 orang (12,5 % ). Responden dengan suku bangsa Madura yang suka dengan model mediterania sebanyak 3 orang (15 %), yang memilih model tropis 8 orang (40 %), yang memilih model minimalis adalah 3 orang (15 %) dan yang memilih model Eropa sebanyak 6 orang (30 % ).

Responden dengan suku bangsa lainnya yang suka dengan model mediterania sebanyak 39 orang (14 %), yang memilih model tropis 142 orang (51 %), yang

memilih model minimalis adalah 47 orang (16,9 %) dan yang memilih model Eropa sebanyak 50 orang (18 %).

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa mayoritas responden lebih memilih rumah dengan model tropis. Hal ini disebabkan karena rumah dengan model tropis lebih cocok untuk kawasan Indonesia, khususnya daerah perumahan Citraland yang mempunyai iklim tropis.

Tabel 4.52. Tabulasi silang pekerjaan dengan dana yang akan dikeluarkan untuk eksterior

Pekerjaan * Dana yang akan dikeluarkan untuk eksterior Crosstabulation

6 199 47 44 296

2.0% 67.2% 15.9% 14.9% 100.0%

60.0% 80.2% 85.5% 81.5% 80.7%

1.6% 54.2% 12.8% 12.0% 80.7%

4 40 6 8 58

6.9% 69.0% 10.3% 13.8% 100.0%

40.0% 16.1% 10.9% 14.8% 15.8%

1.1% 10.9% 1.6% 2.2% 15.8%

2.7% 67.6% 15.0% 14.7% 100.0%

100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 100.0%

2.7% 67.6% 15.0% 14.7% 100.0%

Count

% within Pekerjaan

% within Dana yang akan dikeluarkan untuk eksterior

% of Total Count

% within Pekerjaan

% within Dana yang akan dikeluarkan untuk eksterior

% of Total Count

% within Pekerjaan

% within Dana yang akan dikeluarkan untuk eksterior

% of Total Count

% within Pekerjaan

% within Dana yang akan dikeluarkan Dana yang akan dikeluarkan untuk eksterior

Total

Sumber : Olahan peneliti

Tabel 4.52 di atas adalah tabel tabulasi silang antara pekerjaan dengan dana yang akan dikeluarkan untuk eksterior . Dari tabel di atas dapat diketahui responden dengan pekerjaan wiraswasta yang akan mengeluarkan dana > 4 juta untuk eksterior sebanyak 6 orang (2 %), yang akan mengeluarkan dana 4 juta – 7 juta untuk eksterior sebanyak 199 orang (67,2 %), yang akan mengeluarkan dana

> 7 juta – 10 juta untuk eksterior sebanyak 47 orang (15,9 %) dan yang akan mengeluarkan dana > 10 juta untuk eksterior sebanyak 44 orang (14,9 %).

Responden dengan pekerjaan pegawai swasta yang akan mengeluarkan dana > 4

juta untuk eksterior sebanyak 4 orang (6,9 %), yang akan mengeluarkan dana 4 juta – 7 juta untuk eksterior sebanyak 40 orang (69 %), yang akan mengeluarkan dana > 7 juta – 10 juta untuk eksterior sebanyak 6 orang (10,3 %) dan yang akan mengeluarkan dana > 10 juta untuk eksterior sebanyak 8 orang (13,8 %).

Responden dengan pekerjaan pegawai lainnya yang akan mengeluarkan dana > 4 juta untuk eksterior tidak ada, yang akan mengeluarkan dana 4 juta – 7 juta untuk eksterior sebanyak 9 orang (69,2 %), yang akan mengeluarkan dana > 7 juta – 10 juta untuk eksterior sebanyak 2 orang (15,2 %) dan yang akan mengeluarkan dana > 10 juta untuk eksterior sebanyak 2 orang (15,4 %).

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa mayoritas responden dengan berbagai macam pekerajaan yang dimiliki ingin mengeluarkan dana sebesar 4 juta – 7 juta untuk memperbaiki eksterior rumah yang sudah ada.

Tabel 4.53. Tabulasi silang pekerjaan dengan dana yang akan dikeluarkan untuk interior

Pekerjaan * Dana yang akan dikeluarkan untuk interior Crosstabulation

12 182 49 53 296

4.1% 61.5% 16.6% 17.9% 100.0%

85.7% 81.6% 86.0% 72.6% 80.7%

3.3% 49.6% 13.4% 14.4% 80.7%

1 37 7 13 58

1.7% 63.8% 12.1% 22.4% 100.0%

7.1% 16.6% 12.3% 17.8% 15.8%

3.8% 60.8% 15.5% 19.9% 100.0%

100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 100.0%

3.8% 60.8% 15.5% 19.9% 100.0%

Count

% within Pekerjaan

% within Dana yang akan dikeluarkan untuk interior

% of Total Count

% within Pekerjaan

% within Dana yang akan dikeluarkan untuk interior

% of Total Count

% within Pekerjaan

% within Dana yang akan dikeluarkan untuk interior

% of Total Count

% within Pekerjaan

% within Dana yang akan dikeluarkan untuk interior Dana yang akan dikeluarkan untuk interior

Total

Sumber : Olahan peneliti

Tabel 4.53 di atas adalah tabel tabulasi silang antara pekerjaan dengan dana yang akan dikeluarkan untuk interior. Dari tabel di atas dapat diketahui responden dengan pekerjaan wiraswasta yang akan mengeluarkan dana > 4 juta untuk interior sebanyak 12 orang (4,1 %), yang akan mengeluarkan dana 4 juta –

7 juta untuk interior sebanyak 182 orang (61,5 %), yang akan mengeluarkan dana

> 7 juta – 10 juta untuk interior sebanyak 49 orang (16,6 %) dan yang akan mengeluarkan dana > 10 juta untuk interior sebanyak 53 orang (17,9 %).

Responden dengan pekerjaan pegawai swasta yang akan mengeluarkan dana > 4 juta untuk interior sebanyak 1 orang (7,7 %), yang akan mengeluarkan dana 4 juta – 7 juta untuk interior sebanyak 37 orang (63,8 %), yang akan mengeluarkan dana > 7 juta – 10 juta untuk interior sebanyak 7 orang (12,1 %) dan yang akan mengeluarkan dana > 10 juta untuk interior sebanyak 13 orang (22,4 %).

Responden dengan pekerjaan pegawai lainnya yang akan mengeluarkan dana > 4 juta untuk interior 1 orang (7,7, yang akan mengeluarkan dana 4 juta – 7 juta untuk interior sebanyak 4 orang (30,8 %), yang akan mengeluarkan dana > 7 juta – 10 juta untuk interior sebanyak 1 orang (7,7 %) dan yang akan mengeluarkan dana > 10 juta untuk interior sebanyak 7 orang (53,8 %).

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa mayoritas responden dengan berbagai macam pekerajaan yang dimiliki ingin mengeluarkan dana sebesar 4 juta – 7 juta untuk memperbaiki interior, hanya responden dengan pekerjaan lain (ibu rumah tangga) yang mempunyai keinginan untuk membelanjakan uang lebih besar untuk eksterior. Hal ini disebabkan karena ibu rumah tangga lebih banyak berada di dalam rumah sehingga ingin memiliki interior rumah yang indah yang tentunya memerlukan biaya yang lebih besar.

Tabel 4.54. Tabulasi silang antara penghasilan per bulan pekerjaan dengan dana yang akan dikeluarkan untuk eksterior

Penghasilan per bulan * Dana yang akan dikeluarkan untuk eksterior Crosstabulation

6 101 19 18 144

4.2% 70.1% 13.2% 12.5% 100.0%

60.0% 40.7% 34.5% 33.3% 39.2%

1.6% 27.5% 5.2% 4.9% 39.2%

4 146 33 30 213

1.9% 68.5% 15.5% 14.1% 100.0%

40.0% 58.9% 60.0% 55.6% 58.0%

1.1% 39.8% 9.0% 8.2% 58.0%

2.7% 67.6% 15.0% 14.7% 100.0%

100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 100.0%

2.7% 67.6% 15.0% 14.7% 100.0%

Count

% within Penghasilan per bulan

% within Dana yang akan dikeluarkan

% within Dana yang akan dikeluarkan

% within Dana yang akan dikeluarkan

% within Dana yang akan dikeluarkan Dana yang akan dikeluarkan untuk eksterior

Total

Sumber : Olahan peneliti

Tabel 4.54 di atas adalah tabel tabulasi silang antara penghasilan per bulan dengan dana yang akan dikeluarkan untuk interior. Dari tabel di atas dapat diketahui responden dengan penghasilan ≥ 1,2 juta – 10 juta yang akan mengeluarkan dana sebesar < 4 juta untuk eksterior adalah sebanyak 6 orang (4,2

%), yang akan mengeluarkan dana sebesar 4 juta – 7 juta sebanyak 101 orang (70,1 %), yang akan mengeluarkan dana > 7 juta – 10 juta sebanyak 19 orang (13,2 %) dan yang akan mengeluarkan dana > 10 juta sebanyak 18 orang (12,5

%). Responden dengan penghasilan ≥ 10 juta – 20 juta yang akan mengeluarkan dana sebesar < 4 juta untuk eksterior adalah sebanyak 4 orang (1,9 %), yang akan mengeluarkan dana sebesar 4 juta – 7 juta sebanyak 146 orang (68,5 %), yang akan mengeluarkan dana > 7 juta – 10 juta sebanyak 33 orang (15,5 %) dan yang akan mengeluarkan dana > 10 juta sebanyak 30 orang (14,1 %). Responden dengan penghasilan ≥ 20 juta yang akan mengeluarkan dana sebesar < 4 juta untuk eksterior tidak ada, yang akan mengeluarkan dana sebesar 4 juta – 7 juta

sebanyak 1 orang (10 %), yang akan mengeluarkan dana > 7 juta – 10 juta sebanyak 3 orang (30 %) dan yang akan mengeluarkan dana > 10 juta sebanyak 60 orang (14,1 %).

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa ada kecenderungan semakin besar penghasilan yang didapatkan per bulan, maka belanja yang akan dikeluarkan untuk eksterior rumah juga semakin besar.

Tabel 4.55. Tabulasi silang antara penghasilan per bulan pekerjaan dengan dana yang akan dikeluarkan untuk interior

Penghasilan per bulan * Dana yang akan dikeluarkan untuk interior Crosstabulation

4 98 13 29 144

2.8% 68.1% 9.0% 20.1% 100.0%

28.6% 43.9% 22.8% 39.7% 39.2%

1.1% 26.7% 3.5% 7.9% 39.2%

10 125 37 41 213

4.7% 58.7% 17.4% 19.2% 100.0%

71.4% 56.1% 64.9% 56.2% 58.0%

2.7% 34.1% 10.1% 11.2% 58.0%

3.8% 60.8% 15.5% 19.9% 100.0%

100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 100.0%

3.8% 60.8% 15.5% 19.9% 100.0%

Count

% within Penghasilan per bulan

% within Dana yang akan dikeluarkan untuk interior

% of Total Count

% within Penghasilan per bulan

% within Dana yang akan dikeluarkan untuk interior

% of Total Count

% within Penghasilan per bulan

% within Dana yang akan dikeluarkan untuk interior

% of Total Count

% within Penghasilan per bulan

% within Dana yang akan dikeluarkan untuk interior Dana yang akan dikeluarkan untuk interior

Total

Sumber : Olahan peneliti

Tabel 4.55 di atas adalah tabel tabulasi silang antara penghasilan per bulan dengan dana yang akan dikeluarkan untuk interior. Dari tabel di atas dapat diketahui responden dengan penghasilan ≥ 1,2 juta – 10 juta yang akan mengeluarkan dana sebesar < 4 juta untuk interior adalah sebanyak 4 orang (4,2

%), yang akan mengeluarkan dana sebesar 4 juta – 7 juta sebanyak 98 orang (68,1

%), yang akan mengeluarkan dana > 7 juta – 10 juta sebanyak 13 orang (9,0 %) dan yang akan mengeluarkan dana > 10 juta sebanyak 29 orang (20,1 %).

Responden dengan penghasilan ≥ 10 juta – 20 juta yang akan mengeluarkan dana sebesar < 4 juta untuk interior sebanyak 10 orang (4,7 %), yang akan

mengeluarkan dana sebesar 4 juta – 7 juta sebanyak 125 orang (58,7 %), yang akan mengeluarkan dana > 7 juta – 10 juta sebanyak 37 orang (17,4 %) dan yang akan mengeluarkan dana > 10 juta sebanyak 41 orang (19,2 %). Responden dengan penghasilan ≥ 20 juta yang akan mengeluarkan dana sebesar < 4 juta untuk interior tidak ada, yang akan mengeluarkan dana sebesar 4 juta – 7 juta tidak ada, yang akan mengeluarkan dana > 7 juta – 10 juta sebanyak 7 orang (70

%) dan yang akan mengeluarkan dana > 10 juta sebanyak 3 orang (30 %).

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa ada kecenderungan semakin besar penghasilan yang didapatkan per bulan, maka belanja yang akan dikeluarkan untuk eksterior rumah juga semakin besar.

Dalam dokumen 4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN (Halaman 53-64)

Dokumen terkait