• Tidak ada hasil yang ditemukan

H11: Total aset mempunyai pengaruh signifikan terhadap profit inefficiency Islamic Bank Malaysia

3.5. Pemilihan dan Definisi Operasional Variabel

3.5. Pemilihan dan Definisi Operasional Variabel

Pemilihan serta pengukuran konsep variabel input dan output menjadi salah satu persoalan utama dalam melakukan analisis efisiensi bank. Secara umum

terdapat tiga pendekatan yang bisa digunakan untuk mendefinisikan input dan output bank, yaitu (Ascarya dan Yumanita, 2008):

1. Pendekatan produksi; melihat industri finansial-dalam hal ini bank sebagai produsen akun dana simpanan (deposit) dan pinjaman (loan).

2. Pendekatan intermediasi; memandang bank sebagai lembaga intermediator yang menghubungkan antara pihak yang mempunyai kelebihan dana (surplus unit) dengan pihak yang membutuhkan dana (deficit unit).

3. Pendekatan aset; melihat bank sebagai pencipta kredit dengan menggunakan beberapa spesifikasi aktivitas-aktivitas bank meliputi manajemen risiko, pemrosesan informasi, dan permasalan agensi.

Dari ketiga pendekatan di atas, peneliti memilih pendekatan intermediasi; bahwa fungsi utama bank adalah menerima deposit dari masyarakat dan kemudian menyalurkannya kembali ke masyarakat dalam bentuk pinjaman.

Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1 ) Output; profit (Y). 2) Input; meliputi total deposit (X1), biaya pegawai (X2) , dan aset tetap (X3). 3) Variabel penjelas; meliputi waktu (Z1) dan total aset (Z2). Pemilihan variabel-variabel tersebut mengikut kepada pendekatan intermediasi yang dinilai lebih sesuai digunakan untuk Islamic Bank (Baten dan Kamil, 2010).

Berikut ini adalah definisi operasional dari masing-masing variabel yang digunakan dalam penelitian ini.

1. Profit efficiency; merupakan rasio antara profit aktual dan profit

maksimum yang bisa dihasilkan oleh Islamic Bank jika beroperasi secara efisien. Nilai profit efficiency didapatkan dari hasil estimasi dengan

metode maximum likelihood estimation dan bantuan perangkat lunak FRONTIER 4.1.

2. Profit (Y); dalam penelitian ini merupakan laba sebelum pajak yang didefinisikan sebagai selisih antara pendapatan dengan biaya pada Islamic Bank dalam satu periode usaha sebelum dikurangi dengan pajak dan zakat 3. Total Deposit (X1); termasuk ke dalam kategori total deposit ini adalah

simpanan dana pihak ketiga (DPK) atau masyarakat serta simpanan dari bank lain. Dalam neraca bank, deposit merupakan kewajiban (liability). 4. Biaya Tenaga Kerja (X2); merupakan biaya yang dikeluarkan oleh

perusahaan untuk membayar gaji para tenaga kerja . Dalam laporan laba-rugi bank , biaya tenaga kerja termasuk ke dalam kategori biaya operasional lainnya.

5. Aset Tetap (X3); yaitu aset berwujud yang siap pakai, yang digunakan dalam operasional perusahaan, mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun atau satu siklus usaha, dan bernilai relatif tinggi (Prihadi, 2007). Aset yang dimaksud dalam penelitian ini merupakan aset tetap bersih setelah dikurangi dengan penyusutan.

6. Waktu (Z1); merupakan variabel penjelas dalam penelitian ini, sebagai faktor yang menjelaskan nilai inefficiency pada Islamic Bank Indonesia dan Malaysia. Variabel waktu dalam penelitian ini adalah tahun periodesasi penelitian, yaitu dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2012. 7. Total Aset (Z2); merupakan variabel penjelas yang merefleksikan ukuran

(size) perusahaan-dalam hal ini adalah bank. Dalam laporan keuangan, total aset merupakan bagian dari neraca.

Berikut adalah ringkasan dari variabel input dan output penelitian ini. Tabel 3.3. Definisi Operasional variabel

No Kategori Variabel Simbol Definisi dalam

Penelitian Skala Sumber

I Output Profit Y

Laba bank dalam satu periode sebelum dikurangi pajak dan zakat

Rasio Laporan laba-rugi

II Input

Total

Deposit X1

Dana Pihak Ketiga (DPK) ditambah simpanan dari bank lain

Rasio Neraca Biaya

Tenaga Kerja

X2 Biaya tenaga kerja Rasio Laporan laba-rugi Aset Tetap X3

Aktiva tetap bersih, setelah dikurangi dengan biaya penyusutan Rasio Neraca III Variabel Penjelas Waktu Z1 Periodesasi penelitian, yaitu dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2012 Inter-val Periode peneliti-an Total Aset Z2 Total aset Rasio Neraca

IV Lain-lain Profit

Efficiency PE

Rasio antara profit aktual dengan profit maksimum yang bisa dihasilkan bank jika beroperasi secara efisien

Rasio

Hasil pengola-han data

Sumber: Baten dan Kamil (2010)

3.6. Model dan Teknik Analisis Data

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan model matematis Translog Stochastic Frontier Production Model, yang dirumuskankan dalam bentuk persamaan sebagai berikut (Coelli et al., 2005):

(8)

dimana β adalah parameter yang akan diestimasi. Subskrip i dan t merepresentasikan bank ke-i dan tahun ke-t; i = 1,2,…,dst ; t = 1,2,…..,6.

Inefficiency (Uit) diasumsikan sebagai sebuah fungsi dari variabel penjelas terpilih yaitu waktu dan total aset, dan dituangkan dalam bentuk model sebagai berikut:

(9)

dimana:

- δj (j=0,1,2,3) adalah parameter dari variabel penjelas. - Z1 menandakan waktu/tahun observasi

- Z2 menandakan total aset

- Wit adalah variabel acak yang mengikut kepada truncated normal distribution dengan nilai rata-rata sama dengan nol, variansi σ2

, dan titik perpotongan adalah -Zitδ.

Estimasi nilai profit efficiency dan semua parameter yang terapat pada persamaan (8) dan (9) berlangsung secara simultan dengan menggunakan metode Stochastic Frontier Analysis yang bersifat stochastic dan parametrik dengan bantuan perangkat lunak Frontier4.1. Metode estimasi yang terdapat di dalam perangkat lunak Frontier 4.1 menggunakan Maximum Likelihood Estimation berdasarkan data observasi yang ada. Nilai profit efficiency berada dalam rentang 0 sampai dengan 1. Nol berarti tidak ada output yang dihasilkan dan profit efficiency

bernilai 1 atau 100% bermakna output yang dihasilkan mencapai batasan maksimum. Nilai β dan δ masing-masing merefleksikan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen pada persamaan (8) dan (9).

Proses estimasi nilai profit efficiency akan dilakukan secara terpisah untuk

Islamic Bank Indonesia dan Islamic Bank Malaysia. Selanjutnya akan dilakukan uji beda antara rerata profit efficiency Islamic Bank Indonesia dan Malaysia. Metode yang digunakan dalam uji beda ini adalah independent sample t-test yang berarti membandingkan dua kelompok mean dari dua sampel yang berbeda dan independent. Uji beda dua sampel data tersebut akan menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS 19.

3.7. Pengujian Hipotesis

Pada penelitian ini dirumuskan sebelas hipotesis sebagaimana tertera dalam sub bab Rumusan Masalah. Uji-t akan digunakan dalam penelitian ini sebagai alat untuk menguji hipotesis-hipotesis tersebut. Berdasarkan kepada rumusan masalah maka pengujian hipotesis tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu:

1. Uji hipotesis β;

H0i: βi = 0; i= 1,2,3 dimana βi adalah parameter-parameter dari input (total deposit, biaya pegawai, dan aset tetap) pada persamaan profit frontier untuk Islamic Bank Indonesia dan Malaysia. βi = 0 memberi arti tidak terdapat pengaruh dari suatu variabel input tertentu terhadap output (profit).

a) Jika t hitung > t tabel, maka H0 ditolak b) Jika t hitung < t tabel, maka H0 diterima 2. Uji hipotesis δ;

Bank Indonesia dan Malaysia. δi = 0 memberi arti tidak terdapat pengaruh dari suatu variabel input tertentu terhadap output (inefficiency).

a) Jika t hitung > t tabel, maka H0 ditolak b) Jika t hitung < t tabel, maka H0 diterima 3. Uji hipotesis µ;

H0: [µ1- µ2 ] = 0; µ adalah rata-rata (mean) profit efficiency dari sampel. Subskrip 1 dan 2 masing-masing menandakan Islamic Bank

Indonesia dan malaysia.

a) Jika t hitung > t tabel, maka H0 ditolak; terdapat perbedaan signifikan antara profit efficiency Islamic Bank Indonesia dan Malaysia

b) Jika t hitung < t tabel, maka H0 diterima; tidak terdapat perbedaan signifikan antara profit efficiency Islamic Bank

Indonesia dan Malaysia

3.8. Uji Asumsi Klasik

Penelitian ini menggunakan pengolahan data dengan metode parametrik yaitu Stochastic Frontier Analysis untuk mengestimasi profit efficiency Islamic Bank Indonesia dan Malaysia. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian asumsi klasik terhadap data penelitian guna memastikan keshahihan penggunaan metode parametrik.

1. Uji Normalitas

Uji normalitas dimaksudkan untuk menguji apakah nilai residual yang telah distandarisasi pada model regresi terdistribusi normal atau tidak

(Suliyanto, 2011). Pada penelitian ini, uji normalitas data akan menggunakan metode Skewness dan Kurtosis.

2. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas dilakukan untuk mengetahui keberadaan korelasi diantara variabel-variabel bebas. Model yang baik seharusnya tidak mengandung multikolinearitas. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan metode Value Inflation factor (VIF).

3. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk melihat apakah terdapat variansi variabel pada model regresi. Jika variansi variabel pada model regresi memiliki nilai yang sama (konstan) maka hal itu disebut sebagai homoskedastisitas. Kondisi homoskedastisitas ini merupakan keadaan yang diinginkan terjadi pada model regresi. Pengujian heteroskedastisitas akan dilakukan dengan menggunakan metode White.

4. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antara anggota serangkaian data observasi, time series atau cross section. Uji ini akan dilakukan dengan metode Durbin Watson.

Dokumen terkait