• Tidak ada hasil yang ditemukan

13 b. Pendefinisian entities

6. Pemilihan skenario menggunakan Sim Runner

Elemen Dasar ProModel

1. Locations

Location mewakili tempat pada sistem yang akan dilewati oleh entitas ataupun untuk

tempat terjadinya aktivitas maupun pengambilan keputusan. Data-data yang diperlukan dalam untuk mendefinisikan location, adalah:

a. Icon: merupakan graphic icon yang digunakan untuk merepresentasikan suatu

location tertentu. Untuk merubah grafik location dilakukan dengan cara

menggunakan tools pada location graphic window.

b. Name: merupakan nama dari setiap location dengan panjang maksimal 80 karakter. c. Capacity: kapasitas dari suatu location merujuk pada jumlah entitas yang dapat

ditahan atau diproses pada suatu location pada suatu waktu. Kapasitas maksimal

location adalah 999999.

d. Unit: jumlah dari unit yang ada pada suatu location. Jumlah maksimal unit pada suatu

location adalah 999.

e. Downtimes: untuk mendefinisikan downtimes yang terjadi pada suatu location termasuk waktu setup mesin.

f. Stats: level dari detail statistik yang harus dikumpulkan untuk location tertentu. Terdapat tiga pilihan, yaitu none, basic, dan time series. None artinya tidak ada statistik yang dikumpulkan. Basic berarti hanya utilisasi dan rata – rata pada suatu

location yang dapat dikumpulkan. Time series berarti mengumpulkan statistik dasar

dan waktu terjadinya suatu keadaan pada suatu location dari waktu ke waktu. g. Rules: menunjukan bagaiman location dipilih dari kedatangan entitas berikutnya. h. Notes: untuk menuliskan catatan apapun tentang location.

14

Contoh penggunaan location, misalnya untuk memodelkan location manufaktur, permesinan di manufaktur, dan pergudangan.

2. Entities

Entities adalah apapun yang diproses dalam suatu model. Data-data yang diperlukan

dalam untuk mendefinisikan entitas:

a. Icon: merupakan icon graphic yang digunakan untuk mewakili suatu entitas pada animasi saat model dijalankan.

b. Name: merupakan nama untuk masing –masing entitas.

c. Speed: mendefinisikan kecepatan dari suatu entitas dalam proses, biasanya hanya digunakan untuk entitas yang dapat bergerak sendiri atau entitas manusia. Pada saat membuat entity baru ada nilai tetap 150 fpm yang ditetapkan oleh ProModel.

d. Stats: level dari detail statistik yang harus dikumpulkan untuk location tertentu. Terdapat tiga pilihan, yaitu none, basic, dan time series. None artinya tidak ada statistik yang dikumpulkan. Basic berarti hanya utilisasi dan rata – rata pada suatu

location yang dapat dikumpulkan. Time series berarti mengumpulkan statistik dasar

dan waktu terjadinya suatu keadaan pada suatu location dari waktu ke waktu. e. Notes: untuk menuliskan catatan apapun tentang location.

Contoh entities, yaitu dokumen pada bank, pelanggan pada restoran, maupun barang-barang pada proses manufaktur. Entities dapat memiliki attribut dengan sifat tertentu. 3. Path network

Path network adalah jalur yang dilalui oleh resource maupun entitas. Data-data yang

diperlukan dalam untuk mendefinisikan path network:

a. Graphic: merupakan fungsi yang menampilkan pendefinisian dari warna path

networks.

b. Name: nama yang mengidentifikasi suatu path network.

c. Type: merupakan tipe path network dimana terdapat dua tipe yang dapat dipilih yaitu

passing dan non passing. Passing dapat dilewati entitas maupun resource. Non passing tidak dapat dilewati oleh entitas maupun resource.

d. T/S: merupakan fungsi waktu atau (kecepatan dan jarak) adalah dasar untuk mengukur pergerakan sepanjang network.

e. Paths: jumlah dari segment path pada network.

f. Interfaces: jumlah dari location-interface pada path network dimana entitas akan diangkut maupun diturunkan pada location tertentu oleh resource.

g. Mapping: jumlah masukan dari mapping edit table dimana user dapat memetakan tujuan dari network tertentu.

h. Nodes: merupakan titik yang dibuat secara otomatis ketika mendefinisikan path

15

4. Resource

Resource adalah orang peralatan ataupun barang – barang yang digunakan untuk

melakukan beberapa fungsi tertentu, seperti pemindahan entitas membantu pelaksanaan kinerja fungsi tertentu ataupun melakukan maintenance pada suatu location. Data-data yang diperlukan dalam untuk mendefinisikan resource adalah icon, name, downtimes, stats, specs,

search, logic, pts, notes, dan units.

Contoh resource, misalahnya operator yang menjalankan mesin pemotong pada pabrik peleburan besi.

a. Icon: merupakan graphic icon yang digunakan untuk merepresentasikan suatu

resource tertentu.

b. Name: merupakan nama dari resource.

c. Units: merupakan jumlah dari unit yang diwakili oleh resource tertentu. Resource dapat berjumlah 0 sampai 999.

d. Downtimes: untuk mendefinisikan nilai downtimes pada resource tertentu.

e. Stats: level dari detail statistik yang harus dikumpulkan unutk location tertentu. Terdapat tiga pilihan, yaitu none, summary, dan by units. None artinya tidak ada statistik yang dikumpulkan. Summary berarti rata – rata utilitas dan aktivitas sesuai waktu yang dikumpulkan untuk semua unit resource. By units berarti statistik hanya dikumpulkan untuk masing – masing individual resource.

f. Spec: untuk menugaskan path network tertentu atau menentukan kecepatan resource dan waktu pengambilan serta waktu simpan resource.

g. Search: digunakan untuk mendefinisikan pemilihan pekerjaan dan pemberhentian

resource maupun digunakan untuk pencarian path network tertentu yang telah

digunakan untuk resource.

h. Logic: untuk mendefinisikan jumlah nodes yang telah didefinisikan pada path

network tertentu maupun location masuk dan location keluar nodes tertentu.

i. Pts: digunakan untuk mendefinisikan posisi resource pada path network. j. Notes : untuk menuliskan catatan apapun tentang resource.

5. Processing

Processing mendefinisikan routing dari entitas yang melalui sistem dan operasi yang

terjadi pada setiap location yang dimasuki entitas. Dalam mendefinisikan processing, terdapat empat editing windows yaitu process edit table, routing edit table, tools windows, dan layout window. Process edit table digunakan untuk medefinisikan logika operasi pada setiap tipe entity dalam setiap location yang terdapat di dalam sistem. Untuk mempermudah pembuatan model sebaiknya logika proses diurutkan sesuai dengan entitas atau location.

Routing edit table mendefinisikan output dari setiap proses yang didefinisikan oleh proses edit table, walaupun tidak semua proses record memerlukan routing. Ketika pada process

16

edit table ada penentuan perpindahan entitas ke location tertentu, maka routing edit table

akan mencari entitas yang berkaitan pada location yang dituju. Ketika telah didefinisikan pada proses edit table ke location tujuan tidak ditemukan routing edit table atau pendefinisian entitas pada location tersebut maka akan terjadi error.

Pada processing juga terdapat fungsi prioritas yang dapat digunakan ketika terdapat satu

downstream location yang tersedia dan dua atau lebih entitas dari upstream berkompetisi

untuk masuk ke downstream. 6. Arrivals

Arrival mendefinisikan waktu dimana entitas masuk pada sistem. Data-data yang diperlukan dalam dialog box untuk mendefinisikan arrival:

a. Entity: nama dari entitas yang datang.

b. Location: nama location dimana entitas akan datang.

c. Quantity each: jumlah dari entitas yang harus datang pada suatu jarak waktu tertentu. Harus diisi dengan bilangan tertentu antara 1 sampai 999999 kecuali untuk atribut dan fungsi sistem non general.

d. First time: untuk memvariasikan secara dinamis waktu kedatangn pertama dari entitas pada model yang telah dibuat, serta dapat dibuat penjadwalan kedatangan pada interval tertentu.

e. Occurences: jumlah waktu persimulasi dimana ProModel harus memunculkan arrival (1-999999). Ketika arrival dibentuk dalam suatu siklus maka jumlah occurences merupakan jumlah waktu perulangan siklus.

f. Frequency: waktu antar kedatangan, dimana nilai berapapun dapat dimasukkan kecuali untuk atribut dan fungsi sistem non general. Fungsi frequency akan dievaluasi selama simulasi dijalankan dan akan berubah ketika hasil dari simulasi berubah. g. Logic: untuk medefinisikan logika pilihan kedatangan tertentu, terdiri dari satu atau

lebih pernyataan tertentu yang akan dieksekusi pada saat entitas datang pada kedatangan tertentu.

h. Disable: dapat diganti menjadi pilihan yes atau no ketika user ingin menonaktifkan

arrival secara temporer tanpa harus menghapus arrival tersebut. 7. Shift and break

Digunakan untuk menentukan shift dan break untuk location dan resource. Biasanya disimpan dalam bentuk mingguan. Logika untuk shift dan break tidak wajib dan didefinisikan pada empat logic window yang berbeda, dimana masing – masing logika akan dieksekusi pada urutan tertentu selama simulasi dijalankan. Shift editor menu, sebagai berikut:

a. File: untuk membuka dan menyimpan data – data shift.

b. Edit: untuk menghapus shift ataupun break yang tidak diinginkan.

17

8. General information

Digunakan untuk menspesifikasikan informasi dasar dari suatu model termasuk nama dari suatu model, satuan waktu, satuan jarak, dan library graphic. Data-data yang diperlukan dalam dialog box untuk mendefinisikan general information:

a. Title: deskripsi, ataupun penjelasan singkat mengenai model yang sedang dibuat, title akan dimunculkan pada caption bar.

b. Time Units: satuan untuk waktu pada model yang tidak dispesifikasikan, nilai terkecil adalah 0,00001 detik dan nilai terbesar adalah satu hari.

c. Distance units: untuk menentukan satuan jarak yang akan digunakan pada model. d. Model notes: untuk user-reference, dapat dibuat dengan menggunakan initialization

logic.

e. Graphic library file: untuk menentukan graphic library yang akan digunakan pada saat pembuatan model.

f. Initialization logic: untuk membuat logika yang akan dijalankan pada saat memulai pembuatan model.

g. Termination logic: untuk mendefinisikan kapan model akan berhenti dijalankan ataupun kondisi pemberhentian simulasi.

9. Cost

Dapat digunakan untuk memonitor biaya yang berkaitan dengan location, entities, dan

resource selama simulasi dijalankan dan laporan statistik secara umum termasuk statistik

biaya. Terdapat 3 tipe pendefinisian biaya yang dapat digunakan pada ProModel, yaitu: a. Locations: pendefinisian biaya berdasarkan lokasi yang terdapat pada model. Nilai

yang harus didefinisikan adalah operation rate dan per.

b. Resources: pendefinisian biaya berdasarkan tipe dan jumlah resource yang digunakan pada model. Nilai yang harus didefinisikan adalah regular rate, cost per use dan per. c. Entities: pendefinisian biaya berdasarkan nilai awal dari bahan baku (entitas) bahan

baku, nilai yang harus didefinisikan adalah: initial cost.

Advance Elements ProModel

1. Attributes

Attributes merupakan suatu tempat yang mirip dengan variable, tetapi terikat pada location dan entitas dengan spesifikasi tertentu dan biasanya berisi informasi mengenai location atau entitas tersebut. Attribute dapat berisi bilangan bulat atau bilangan riil. Selain

itu, attribute dapat ditugaskan untuk nama model elemen tertentu. Terdapat dua tipe attribut: a. Entity attribute: merupakan tempat yang ditugaskan untuk entitas tertentu dan berisi informasi numerik tentang entitas tersebut. Atribut entitas diidentifikasi berdasarkan namanya dan dapat ditugaskan sebagai nilai atau model elemen.

18

b. Location attribute: merupakan tempat yang ditugaskan secara langsung pada location tertentu dan berisi informasi numerik tentang location tersebut. Atribut location diidentifikasi berdasarkan namanya dan dapat ditugaskan sebagai nilai atau model elemen.

2. Variables

Variable dapat berisi bilangan riil atau bilangan bulat termasuk nilai elemen indeks dan

biasanya digunakan untuk pembuatan keputusan maupun rekaman informasi. Variabel terdiri atas dua jenis antara lain:

a. Variabel global, tempat yang didefinisikan oleh pengguna untuk mewakili perubahan nilai numerik. Variabel global dapat direferensikan dimanapun fungsi numerik diletakan pada suatu model. Contohnya, penggunaan tampilan work in process. b. Variabel lokal, tempat yang hanya tersedia pada saat telah didefinisikan pada logika

tertentu. Contohnya, perusahaan manufaktur keran memiliki 10 produk keran dalam ukuran berbeda-beda.

Data-data yang diperlukan dalam untuk mendefinisikan variable: a. ID: merupakan nama variable.

b. Type: merupakan tipe variable baik bilangan riil maupun bulat.

c. Initial value: merupakan variable yang ditugaskan pada permulaan suatu simulasi. Pada pengaturan awal nilai dari initial value adalah 0, tapi dapat berubah ketika user mendefinisikan.

d. Stats: ProModel mengumpulkan statistik variable pada tiga level. Level dari detail statistik yang harus dikumpulkan untuk location tertentu. Terdapat tiga pilihan, yaitu

none, basic, dan time series. None artinya tidak ada statistik yang dikumpulkan. Basic

berarti mengumpulkan statistik dasar seperti total perubahan, rata – rata waktu total perubahan, dan nilai pada saat ini, serta rata – rata nilai. Time series, berarti mengumpulkan semua statistik dasar ditambah dengan sejarah nilai berdasarkan waktu operasi.

3. Macros

Macros akan memudahkan saat text, kumpulan statement, atau kode block akan digunakan berkali-kali dalam model. Data-data yang diperlukan dalam untuk mendefinisikan macro:

a. ID: merupakan nama macro.

b. Text: merupakan teks yang akan diganti dimana nama makro disebut. Teks ini dapat berupa expression atau logic.

c. Option: Merupakan pilihan yang memungkinkan pemodel untuk menentukan makro sebagai parameter runtime interface (RTI) atau memilih kelompok resource. Runtime

19

parameter dari model tanpa menulis ulang. Setiap kali simulasi dijalankan, RTI

memungkinkan pengguna untuk mengubah parameter yang terdefinisi di RTI.

Konsep Pemodelan ProModel

Model didefinisikan sebagai suatu deskripsi logis tentang bagaimana sistem bekerja atau komponen-komponen berinteraksi. Dengan membuat pemodelan ProModel dari suatu sistem maka diharapkan kita dapat lebih mudah untuk melakukan analisis.

1. Batching Multiple Entities of Similar Type

Dalam suatu proses, memungkinkan untuk dilakukannya penggabungan beberapa entitas yang memiliki tipe entitas yang sama atau sejenis. Menggabungkan beberapa entitas yang mempunyai tipe yang sama tersebut dapat dilakukan dengan perintah group-ungroup dan

combine.

a. Temporary Batching Using Group/Ungroup

Pernyataan Group dan Ungroup adalah perintah yang saling berkaitan. Group adalah langkah awal untuk mengelompokkannya dan ungroup adalah perintah lanjutan untuk membatalkan perintah group atau memisahkan pengelompokkan yang telah dilakukan sebelumnya.

Setiap entitas awal memiliki atribut dengan nilai tertentu yang melekat pada entitas sebelum entitas digabungkan. Atribut dan nilai pada tiap entitas tunggal tidak akan berpindah pada entitas yang sudah dikelompokkan. ProModel mempertahankan semua identitas dan atribut dari entitas yang dikelompokkan dan memungkinkan mereka untuk tetap menjadi entitas individu setelah perintah ungroup.

b. Permanent Batching Using Combine

Combine berfungsi untuk mengumpulkan dan mengkonsolidasikan entitas yang

sejumlah tertentu menjadi satu kesatuan, opsional dengan nama yang berbeda. Entitas tersebut mungkin sejenis dan mungkin saja berbeda. Entitas gabungan kehilangan identitas dan atribut mereka dan tidak dapat di ungroup nantinya. Ketika mendefinisikan lokasi, kapasitas lokasi di mana Anda menggunakan pernyataan combine harus setidaknya sama besar dengan jumlah gabungan.

2. Attachment Multiple Entities of Different Type

Dalam suatu proses, memungkinkan untuk dilakukannya penggabungan beberapa entitas yang memiliki tipe entitas yang berbeda. Menggabungkan beberapa entitas yang mempunyai tipe yang berbeda tersebut dapat dilakukan dengan perintah load-unload dan join.

a. Temporary Attach Using Load/Unload

Pernyataan Load-Unload digunakan untuk menggabungkan sejumlah tertentu entitas secara sementara. Load adalah langkah awal untuk menggabungkan dan unload adalah

20

perintah lanjutan untuk membatalkan perintah load atau memisahkan penggabungan yang telah dilakukan sebelumnya. ProModel mempertahankan semua identitas dan atribut dari entitas yang digabungkan dengan load dan memungkinkan mereka untuk tetap menjadi entitas individu setelah perintah unload.

b. Permanent Attach Using Join

ProModel menggunakan pernyataan join untuk menggabungkan sejumlah tertentu

dari entitas menjadi satu kesatuan, opsional dengan nama yang berbeda, namun tidak dapat dipisahkan lagi. Jika entitas dasar dan entitas yang akan digabung memiliki atribut sebelum penggabungan terjadi, entitas yang bergabung akan memiliki nilai atribut dari entitas dasar. Dengan kata lain, entitas dengan routing rule IF Join akan kehilangan atributnya ketika terjadi penggabungan secara permanen.

3. Accumulation of Entities

Accumulation digunakan untuk mengumpulkan entitas dalam jumlah tertentu sebelum akhirnya akan di

proses satu per satu. Kapasitas dari location harus lebih besar sama dengan jumlah entitas yang di accum.

Accum bekerja seperti sebuah gerbang yang mencegah entitas dari pengolahan sampai jumlah

tertentu tiba. Setelah jumlah tertentu dari entitas telah dikumpulkan, entitas akan pergi melalui pintu gerbang dan mulai memproses secara individual, independen satu sama lain.

Accum dapat digunakan untuk situasi model dimana beberapa entitas harus terakumulasi

sebelum mereka diproses. Misalnya pada sumber daya proses order di sebuah stasiun kerja, mungkin lebih efisien untuk mengumpulkan beberapa perintah sebelum meminta sumber daya.

4. Splitting of One Entity Into Multiple Entities

Dalam suatu operasi memungkinkan adanya pemisahan entitas menjadi beberapa entitas.

Splits As memisah entitas yang ada ke dalam sejumlah tertentu entitas baru (lebih dari satu)

dan sebagai pilihan menetapkan nama entitas yang baru (hasil proses split). Entitas yang dihasilkan memiliki nilai atribut yang sama sebagai entitas asli. Setiap entitas yang ingin dipisah harus melepaskan semua sumber daya yang dimiliki dengan menggunakan pernyataan free.

5. Conditional Statement

Dalam suatu sistem, mungkin dilakukan eksekusi yang berbeda berdasarakan kondisi tertentu. If... then... else mengeksekusi pernyataan atau blok pernyataan jika ekspresi Boolean benar. Jika pernyataan else... disertakan dan ekspresi Boolean bernilai salah, pernyataan atau blok pernyataan alternatif dieksekusi. Untuk pernyataan if... then... yang akan dipecah menjadi lebih dari satu baris, item pertama pada baris berikutnya harus dimulai dengan then,

21

SimRunner

SimRunner merupakan sebuah tool pada ProModel yang digunakan sebagai alat bantu

untuk melakukan optimalisasi model existing. Model harus dipastikan telah berjalan sesuai dengan sistem nyata sebelum dilakukan optimalisasi dengan SimRunner. Hasil optimal diperoleh dengan cara menentukan fungsi tujuan terlebih dahulu, kemudian mendefinisikan faktor input yang akan diubah sehingga menghasilkan keluaran sesuai dengan fungsi tujuan optimalisasi. (Maria, 1997)

Pilihan menu pada SimRunner:

1. Setup project: digunakan untuk mendefinisikan faktor input dan fungsi tujuan dari model

existing.

2. Analyze model: digunakan untuk menentukan jumlah replikasi yang diinginkan.

3. Optimize model: digunakan untuk optimalisasi model existing dari nilai faktor input.

Hasil optimalisasi dengan SimRunner berupa report yang disajikan dalam 3 tipe data, yaitu:

1. Data report

Merupakan data berupa tabel yang ditampilkan pada SimRunner. Data report dapat

di-import ke dalam spreadsheet.

2. Analysis Report

Merupakan data berupa teks yang akan muncul apabila memilih ‘Final Report’ pada tab

‘Seek Optimum’ pada menu ‘Optimize Model’.

3. Chart

Merupakan grafik yang menggambarkan proses optimalisasi. Chart akan ditampilkan apabila memilih ‘Performance Plot’ pada tab ‘Seek Optimum’ pada menu ‘Optimize

Model’.

Terminating Event

Terminating event merupakan kejadian dalam simulasi yang menyebabkan simulasi

tersebut berhenti. Kejadian ini dapat terjadi saat simulasi mencapai waktu atau kondisi tertentu.

Perhitungan Replikasi

Jumlah replikasi yang diperlukan dalam simulasi biasanya bergantung pada half-width yang diharapkan pada interval kepercayaan tertentu. Half-width menunjukkan ketidakpastian dari hasil replikasi (Stokes, 2004).

22

Generating Scenario

Generating Scenario merupakan tool pada ProModel untuk mengubah satu atau lebih

parameter dari sebuah model tanpa mengubah model secara langsung. Skenario harus berdasarkan parameter yang telah ditentukan pada macros, dan nilainya berada dalam rentang RTI. (Harrell, Ghosh, & Bowden, 2004, p. 653).

Verifikasi dan Validasi

Verifikasi dan validasi merupakan tahapan untuk menguji kredibilitas/kesesuaian sistem nyata dengan model simulasi. Verifikasi adalah proses untuk menentukan apakah model telah beroperasi sesuai yang diinginkan oleh programmer. Verifikasi berkaitan dengan melakukan perbandingan antara model konseptual dengan model simulasi (Banks, Carson, dan Nelson, 1995). Verifikasi adalah proses pemeriksaan logika operasional model (program komputer) sesuai dengan logika diagram alur (Hoover dan Perry, 1989). Validasi adalah proses penentuan apakah model merupakan representasi yang akurat dan sesuai dengan sistem nyata (Hoover dan Perry, 1989).

Teknik Verifikasi

Menurut Harrel (2004:178), terdapat beberapa teknik dalam melakukan verifikasi, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Melakukan pemeriksaan ulang terhadap model, dapat dilakukan secara bottom-up yaitu melakukan pemeriksaan satuan dan logika proses yang digunakan dalam model.

2. Melakukan pengecekan terhadap output yang dihasilkan pada masing-masing proses pada model dengan menggunakan trace.

Trace adalah daftar kejadian yang akan terjadi sampai simulasi selesai. Daftar trace

dapat dilihat dalam berbagai cara, yaitu: a. Off: digunakan untuk menghentikan trace.

b. Step: digunakan untuk membuat list trace dengan hanya satu kejadian dalam 1 kali

trace.

c. Continuous: digunakan untuk membuat list trace terus menerus. 𝑛= [(𝑧𝑎 2 )𝑠

𝑒 ] 2 Di mana:

n’ = jumlah replikasi

s = standar deviasi dari sampel yang diambil e = absolute error ℎ𝑤 =(𝑡𝑛−1,𝑎 2 )𝑠 √𝑛 Di mana: hw = half-width n = jumlah replikasi

23