METODOLOGI PENELITIAN
3.7 Cara Penelitian
3.7.2 Pemilihan Subjek Penelitian
a. Subjek penelitian dipilih sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan.
b. Subjek penelitian membaca dan mengisi ethical clearance dan informed consent terlebih dahulu sebelum diikutsertakan menjadi subjek penelitian.
c. Subjek dipilih setelah pengukuran pH saliva. pH saliva subjek yang dipilih adalah pH normal dengan rentang 7.2 – 7.5. Sebelum pengambilan saliva, subjek diinstruksikan untuk tidak makan dan minum selama 2 jam (Gambar 3.8).
Gambar 3.8 Pengukuran pH saliva
3.7.3 Periode I (Satu Minggu Sebelum Penelitian dimulai)
a. Setelah subjek penelitian didapat kemudian dilakukan perlakuan kalibrasi yang disebut dengan periode I yang dilakukan selama 1 minggu (Chetan dkk. 2011).
b. Subjek dibagi menjadi 3 kelompok, tetapi masing-masing subjek belum diberi perlakuan sesungguhnya, hanya diberikan edukasi dan instruksi tentang membersihkan gigitiruan dan rongga mulut.
c. Subjek pada 3 kelompok tersebut diinstruksikan untuk berkumur dengan air bersih setiap selesai makan, dan membersihkan gigitiruan menggunakan sikat gigi lembut, serta melepaskan gigitiruan kemudian merendam dalam wadah berisi air setiap malam.
d. Swab dilakukan pada subjek dari 3 kelompok tersebut menggunakan cotton bud pada awal periode satu dimulai (hari pertama), dilakukan swab pada permukaan palatum rongga mulut dan permukaan intaglio gigitiruan yang berkontak dengan
palatum (Gambar 3.9). Swab dilakukan selama 30 detik dengan dimensi 1x1cm per area, yaitu area anterior, kanan, kiri, dan posterior (Chetan dkk. 2011). Penentuan area bertujuan agar swab yang dilakukan lebih merata dan tidak berulang.
Gambar 3.9 A. Swab pada permukaan intaglio gigitiruan penuh
B. Swab pada permukaan palatum rongga mulut
e. Hasil swab dimasukkan ke dalam 10 ml Phosphate buffered saline, digetarkan dengan vortex selama 2 menit untuk melepaskan Candida albicans yang melekat pada subjek (Gambar 3.10). Selanjutnya dari 10 ml tersebut, diambil 0,1 ml Phosphate Buffered Saline kemudian dilakukan pembenihan pada Potato dextrose agar (PDA), dan diinkubasi selama 48 jam pada suhu 37oC.
Gambar 3.10 Hasil swab digetarkan dengan vortex A
B
f. Setelah 48 jam dilakukan penghitungan Candida albicans dengan satuan CFU/ml dalam 100mm3 menggunakan colony counter (Gambar 3.11).
Gambar 3.11 Penghitungan C. albicans menggunakan colony counter
g. Hasil penghitungan dimasukkan kedalam tabel awal untuk periode I.
h. Pada hari ketujuh periode I, swab dilakukan dengan cara yang sama pada hari pertama. Hasil inkubasi swab kemudian dihitung dan dijadikan sebagai data untuk CFU sebelum baik untuk hasil inkubasi swab di permukaan palatal dan permukaan intaglio gigitiruan.
3.7.4 Periode II
a. Setelah periode I selesai dalam waktu 1 minggu, dilanjutkan dengan periode II.14
Penelitian dilakukan di Klinik Prostodonsia RSGMP FKG USU.
b. Subjek yang sudah dibagi menjadi 3 kelompok pada Periode I, tetap menjadi 3 kelompok pada Periode II tetapi dengan perbedaan perlakuan, yaitu kelompok A adalah kontrol (GTP direndam dalam air dan berkumur dengan air), kelompok B
diberi perlakuan berkumur dengan larutan kumur klorheksidin dan desinfeksi gigitiruan dengan energi microwave, desinfeksi dengan energi microwave dilakukan dengan cara memasukkan gigitiruan yang telah dibilas dengan air bersih ke dalam wadah tahan panas berisi air akuades sekitar 200 ml, kemudian dimasukkan ke dalam microwave, dilakukan pengaturan timer pada microwave selama 3 menit, kemudian tekan tombol on. Setelah 3 menit, microwave akan berhenti otomatis, lalu keluarkan wadah berisi gigitiruan dari microwave dan tunggu hingga dingin. Untuk kelompok C diberi perlakuan berkumur dengan larutan kumur klorheksidin dan desinfeksi gigitiruan dengan larutan klorheksidin. Saat dilakukan aplikasi larutan kumur, gigitiruan dilepaskan dari rongga mulut terlebih dahulu. Sebelum periode II dimulai, untuk memastikan kondisi awal yang sama dari semua subjek, dilakukan desinfeksi gigitiruan dengan ultrasonic cleanser (Gambar 3.12).
Gambar 3.12 Desinfeksi gigitiruan dengan ultrasonic cleanser
c. Pada hari pertama, subjek pada kelompok A, B, dan C dilakukan swab yang sama dengan perlakuan pada periode I.
d. Hasil swab dimasukkan ke dalam 10 ml Phosphate buffered saline,
digetarkan dengan vortex selama 2 menit untuk melepaskan Candida albicans yang melekat pada subjek. Selanjutnya dari 10 ml tersebut, diambil 0,1 ml Phosphate Buffered Saline kemudian dilakukan pembenihan pada Potato dextrose agar (PDA), dan diinkubasi selama 48 jam pada suhu 37oC.
e. Setelah 48 jam dilakukan penghitungan Candida albicans dengan satuan CFU/ml dalam 100mm3 menggunakan colony counter.
f. Hasil inkubasi swab kemudian dihitung dan dijadikan sebagai data untuk CFU sesudah baik untuk hasil inkubasi swab di permukaan palatal/permukaan intaglio gigitiruan, dan data CFU pada periode 1 hari ketujuh dijadikan sebagai data CFU sebelum untuk hasil swab pada permukaan palatum/permukaan intaglio basis gigitiruan kemudian dimasukkan ke dalam rumus, yaitu (Attwa dkk. 2012):
CFU (Sesudah) – CFU (Sebelum) CFU (Sebelum)
Keterangan :
CFU (Sebelum) : Hasil penghitungan Candida albicans dari hasil inkubasi yang didapat dari swab pada permukaan
palatum/permukaan intaglio basis GTP pada hari ketujuh periode I (A(1), B(1), C(1); A(4), B(4), C(4)) CFU (Sesudah) : Hasil penghitungan Candida albicans dari hasil inkubasi yang didapat dari swab pada permukaan
palatum/permukaan intaglio basis GTP pada hari pertama periode II (A(1), B(1), C(1); A(4), B(4), C(4)) g. Pengulangan swab dilakukan pada hari keempat dan ketujuh.
h. Hasil penghitungan jumlah Candida albicans dari hasil swab pada
permukaan palatum/permukaan intaglio basis gigitiruan penuh rahang atas untuk kelompok A, B, dan C pada hari keempat dianggap sebagai data untuk CFU sesudah,
X 100%
dan hasil penghitungan jumlah Candida albicans pada hari pertama periode II dianggap sebagai data CFU sebelum dan dimasukkan ke rumus.
CFU (Sesudah) – CFU (Sebelum) CFU (Sebelum)
Keterangan :
CFU (Sebelum) : Hasil penghitungan Candida albicans dari hasil inkubasi yang didapat dari swab pada permukaan
palatum/permukaan intaglio basis GTP pada hari pertama periode II (A(2), B(2), C(2); A(5), B(5), C(5)) CFU (Sesudah) : Hasil penghitungan Candida albicans dari hasil inkubasi yang didapat dari swab pada permukaan
palatum/permukaan intaglio basis GTP pada hari keempat periode II (A(2), B(2), C(2); A(5), B(5), C(5))
i. Hasil penghitungan jumlah Candida albicans dari hasil swab pada
permukaan palatum/permukaan intaglio basis gigitiruan penuh rahang atas untuk kelompok A, B, dan C pada hari ketujuh dianggap sebagai data untuk CFU sesudah, dan hasil penghitungan jumlah Candida albicans pada hari keempat periode II dianggap sebagai data CFU sebelum dan dimasukkan ke rumus.
CFU (Sesudah) – CFU (Sebelum) CFU (Sebelum)
Keterangan :
CFU (Sebelum) : Hasil penghitungan Candida albicans dari hasil inkubasi yang didapat dari swab pada permukaan
palatum/permukaan intaglio basis GTP pada hari keempat periode II (A(3), B(3), C(3); A(6), B(6), C(6))
CFU (Sesudah) : Hasil penghitungan Candida albicans dari hasil inkubasi yang didapat dari swab pada permukaan
palatum/permukaan intaglio basis GTP pada hari ketujuh periode II (A(3), B(3), C(3); A(6), B(6), C(6))
X 100%
X 100%