• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II Pengadaan Logistik Pemilu

D. Proses Produksi

Pengadaan logistik Pemilu 2014 termasuk di dalamnya pencetakan, produksi dan distribusi. Logistik sampai KPU Kabupaten/Kota melibatkan ratusan penyedia. Proses pengadaan logistik di tingkat pusat untuk Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD tahun 2014 di KPU melibatkan 56 penyedia, dengan rincian : 52 penyedia untuk mencetak surat suara, formulir, segel, hologram, template, kotak dan bilik suara; 3 penyedia untuk memproduksi tinta sidik jari; dan 1 penyedia untuk jasa pengiriman logistik untuk Pemilu Luar Negeri.

Sedangkan pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, pengadaan logistik Pemilu melibatkan 18 penyedia, dengan rincian : 15 penyedia untuk mencetak surat suara, formulir, segel, hologram, dan template; 2 penyedia untuk memproduksi tinta sidik jari; dan 1 penyedia untuk jasa pengiriman logistik untuk Pemilu Luar Negeri.

Sementara pada tingkat provinsi, masing-masing provinsi pada Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD tahun 2014 mengadakan: formulir C dan D serta DCT untuk Pemilu Anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/

Kota, sampul, kotak dan bilik. Pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 mengadakan formulir

selain yang diadakan oleh KPU dan Sampul. Sedangkan pada tingkat KPU Kabupaten/Kota, masing-masing KPU Kabupaten/Kota pada Pemilu DPRD, DPD, dan DPRD tahun 2014 serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 mengadakan alat perlengkapan TPS.

1. Pemilu Anggota DPR, DPD, Dan DPRD Tahun 2014 a. Surat Suara

Pengadaan Surat Suara Pemilu Anggota DPR, DPD, Dan DPRD Tahun 2014 dilaksanakan dalam 15 paket pengadaan, dengan jumlah kebutuhan surat suara sejumlah 767.414.576 lembar yang terbagi menjadi 2.486 jenis surat suara dengan rincian sebagai berikut :

1) Surat suara anggota DPR sebanyak 77 jenis, dengan jumlah 193.885.653 lembar (termasuk alokasi untuk Pemilu Luar Negeri sejumlah 2.079.485 lembar);

2) Surat suara anggota DPD sebanyak 33 jenis, dengan jumlah 189.710.641 lembar;

3) Surat suara anggota DPRD sebanyak 259 jenis, dengan jumlah 189.936.641 lembar;

4) Surat suara anggota DPRD sebanyak 2.117 jenis, dengan jumlah 193.881.641 lembar.

Komisioner KPU Juri Ardiantoro memperlihatkan surat suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014.

DPR DPD DPRD Provinsi DPRD Kab/Kota 193.885.653

189.710.641 189.936.641

193.881.641

Lembar

Jenis Surat Suara Pemilu Legislative

Kebutuhan surat suara Pemilu DPR,DPD, dan DPRD Tahun 2014

Perbedaan jumlah surat suara antara kebutuhan surat suara DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/ Kota tersebut diatas disebabkan oleh jumlah surat suara cadangan 2% yang dialokasikan pada setiap dapil atau provinsi dan surat suara tambahan untuk Pemilu ulang yang dialokasikan sejumlah 1.000 per dapil atau provinsi. Khusus untuk surat suara anggota DPR, termasuk juga alokasi untuk Pemilu Luar Negeri yang masuk dalam dapil II DKI sejumlah lebih dari 2 juta lembar.

Ukuran surat suara yang digunakan dalam Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD tahun 2014 memiliki 2 jenis ukuran yaitu 42 cm x 52 cm dan 52 cm x 70 cm. Untuk Pemilu Anggota DPR menggunakan ukuran 42 cm x 52 cm, sedangkan untuk Pemilu Anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota khusus untuk Provinsi Aceh menggunakan ukuran 52 cm x 70 cm karena selain diikuti oleh 12 Partai Nasional juga terdapat 3 Partai lokal Aceh, sementara untuk 32 provinsi lainnya menggunakan ukuran ukuran 42 cm x 52 cm. Surat suara untuk Pemilu Anggota DPD tahun 2014 juga terdiri dari 2 jenis ukuran, yaitu 42 cm x 52 cm untuk Provinsi dengan jumlah calon DPD paling banyak 36 (terdapat di 27 Provinsi) dan 52 cm x 70 cm untuk provinsi dengan jumlah calon DPD 37 sampai dengan 72 (terdapat di 6 provinsi).

b. Formulir Model C dan D

Pengadaan formulir seri C, D dan DCT Pemilu Anggota DPR dan DPD Tahun 2014 dilaksanakan menjadi 8 paket pengadaan, dengan jumlah kebutuhan Formulir Seri C dan D Anggota DPR dan DPD pada Pemilu 2014 yaitu sejumlah 20.468.992 set untuk jenis formulir dengan ukuran 21,5 cm x 33 cm (F4) dimana dalam setiap set terdiri dari beberapa lembar tergantung dari jumlah calon, sedangkan untuk formulir Model C1 plano 54 cm x 84 cm masing-masing untuk Pemilu anggota DPR dan DPD sejumlah 551.339 set. Untuk DCT Pemilu Anggota DPR dan DPD masing-masing dibutuhkan sejumlah 551.339 lembar. Berikut rincian kebutuhan Formulir Seri C dan D Pemilu Anggota DPR dan DPD serta DCT :

a) Formulir Model C, C1 dan Lampiran C1 anggota DPR sejumlah 9.372.763 set;

b) Formulir Model C, C1 dan Lampiran C1 anggota DPD sejumlah 8.270.085 set;

c) Formulir Model D, D1 dan Lampiran D1 anggota DPR sejumlah 1.138.578 set;

d) Formulir Model D, D1 dan Lampiran D1 anggota DPD sejumlah 1.463.886 set;

e) Formulir Model DA, DA1 dan Lampiran DA1 anggota DPR sejumlah 97.860 set;

f) Formulir Model DA, DA1 dan Lampiran DA1 anggota DPD sejumlah 125.820 set;

g) Model C1 anggota DPR (Plano) sejumlah 551.339 set;

h) Model C1 anggota DPD (Plano) sejumlah 551.339 set;

i) DCT anggota DPR sejumlah 551.339 lembar;

j) DCT anggota DPD sejumlah 551.339 lembar.

Kebutuhan formulir tersebut dihitung berdasarkan jumlah badan penyelenggara ad-hoc (PPK, PPS dan KPPS). Formulir dicetak dalam bentuk buku (dalam 1 buku terdiri dari beberapa set formulir) untuk setiap badan penyelanggara ad-hoc. Pengadaan formulir C dan D untuk Pemilu Anggota DPR dan DPD terbatas hanya untuk formulir jenis C, C1, Lampiran C1, C1 plano, D, D1, Lampiran D1, DA, DA1, lampiran DA1, dan DCT. Selebihnya untuk formulir jenis C2, C3, C4, C5 dan C6, juga untuk formulir model D lainnya serta DA lainnya yang tidak diadakan oleh KPU, pengadaannya didelegasikan kepada KPU Provinsi bersama dengan pengadaan formulir C, D dan DCT untuk Pemilu Anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

c. Tinta Sidik Jari

Untuk mengetahui jumlah produksi tinta sidik jari Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD Tahun 2014, pada paket 1 s.d 4 maka disajikan grafik kuantitas tinta sidik jari sebagai berikut :

Paket 1 Paket 2 Paket 3 Paket 4

280.318

261.652

273.896

278.330

Botol

Kuantitas Tinta Sidik Jari Pemilu DPR, DPD dan DPRD Tahun 2014

Grafik tersebut mengggambarkan paket dengan jumlah produksi terbanyak yaitu sejumlah 280.318 botol dilaksanakan PT. Tridaya Pratama, sedangkan pekerjaan tinta sidik jari paket 2 yang dilaksanakan oleh PT. Intimas Wisesa merupakan paket dengan jumlah produksi terkecil yaitu sejumlah 261.652 botol.

d. Segel dan Hologram

Gambaran jumlah segel dan hologram yang diadakan pada Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD Tahun 2014 pada paket 1 dan 2 dapat dilihat pada grafik sebagai berikut :

Kuantitas Segel dan Hologram Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD Tahun 2014

Grafik tersebut menjelaskan, pekerjaan pencetakan segel dan hologram paket 1 yang dilaksanakan PT. Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk memproduksi segel sejumlah 17.578.740 keping dan hologram 19.736.865 keping, sedangkan pekerjaan pencetakan segel dan hologram paket 2 yang dilaksanakan oleh PT. Intimas Wisesa memproduksi segel sejumlah 16.338.449 keping dan hologram sejumlah 18.007.176 keping.

e. Template

Gambaran jumlah alat bantu tunanetra yang diadakan pada Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD Tahun 2014 pada paket 1 dan 2 dapat dilihat pada grafik sebagai berikut :

Kuantitas Alat Bantu Tuna Netra pada Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD Tahun 2014

Kuantitas (Lembar), Paket 1 289.351

Kuantitas (Lembar), Paket 2 269.930

Paket 1 Paket 2

Lembar

Paket 1 Paket 2

Grafik tersebut menjelaskan pekerjaan pencetakan template tuna netra paket 1 dan paket 2 yang dikerjakan oleh PT. Royal Standard Jaya Lestari sejumlah 559.281 lembar dengan jumlah alokasi untuk paket 1 sejumlah 289.351 lembar dan paket 2 sejumlah 269.930 lembar.

2. Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 a. Surat Suara dan Daftar Pasangan Calon (DPC)

Sekretaris Jendral KPU mempunyai kewenangan mengadakan surat suara Pemilu Pesiden dan Wakil Presiden 2014. Proses pengadaan surat suara tersebut dilaksanakan dalam 15 paket dengan jumlah, nilai HPS, penyedia dan nilai kontrak sebagaimana dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

No Paket Wilayah Kuantitas

(lembar) HPS

(Rp) Penyedia Nilai Kontrak

(Rp) 1 Paket 1 Aceh dan Sumatera Utara 13.409.980 7.078.608.017 PT. Pura Barutama 2.287.736.572 2 Paket 2 Sumbar, Riau, Kepualauan

Riau, dan Jambi 11.741.933 5.659.690.859 PT. Gramedia 1.215.446.792

3 Paket 3 Sumsel, Babel, Bengkulu,

dan Lampung 14.284.618 6.623.077.276 Konsorsium PT. Temprina Media Grafika

Anggota : PT. Dharma Anugerah Indah

1.690.870.629

4 Paket 4 Jabar (III dan V), Banten

dan Kalbar 17.288.828 5.853.360.075 PT. Gramedia 1.481.634.348

5 Paket 5 Jabar (I dan II), DKI Jakarta,

PPLN, dan Maluku 16.197.530 5.211.169.118 Konsorsium PT. Seni Budaya Sejahtera Offset

Anggota : PT. Kalola Printing

1.748.775.749

6 Paket 6 Jabar (IV, VI, VII dan VIII),

Kalteng dan Jawa Barat VIII 14.799.922 4.942.597.119 PT. Gramedia 1.264.140.505 7 Paket 7 Jabar (IX, X dan XI), Kalsel,

dan KaltimXI 14.740.956 6.171.774.252 Konsorsium PT. Temprina Media Grafika

Anggota : PT. Dharma Anugerah Indah

1.972.196.804

8 Paket 8 Jateng (I, II, III, IV, dan V),

dan DI Yogyakarta 16.615.702 6.164.607.643 PT. Gramedia 1.441.001.456

9 Paket 9 Jateng (VI, VII, VIII, IX, dan

X), dan Bali 16.969.246 6.491.369.827 PT. Macananjaya Cemerlang 1.571.989.898 10 Paket 10 Jatim (I, II, V, dan X), dan

Papua 13.962.269 7.610.365.239 Konsorsium PT. Temprina Media Grafika

Anggota : PT. Dharma Anugerah Indah

2.680.649.913

11 Paket 11 Jatim (III, IV, dan VI), NTB,

dan NTT 15.241.332 7.718.635.965 Konsorsium PT. Temprint

Anggota : PT. Gelora Aksara Pratama 2.783.182.288 12 Paket 12 Jatim (VII, VIII, IX, dan XI),

dan Papua Barat

12.835.492 6.162.649.665 Konsorsium PT. Seni Budaya Sejahtera Offset

Anggota : PT. Kalola Printing

1.573.086.925

13 Paket 13 Sulut, Gorontalo, dan

Maluku utara 3.585.496 2.257.392.257 Konsorsium PT. Temprint

Anggota : PT. Gelora Aksara Pratama 974.647.336 14 Paket 14 Sulteng, Sultra, dan Sulbar 4.673.558 2.871.805.331 PT. Adi Perkasa Makassar 703.252.442 15 Paket 15 Sulawesi Selatan 6.426.258 3.849.048.605 PT. Adi Perkasa Makassar 873.361.485

192.773.120 84.666.151.248 24.261.973.140

Sumber Data : Biro Logistik KPU RI

Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa total jumlah surat suara yang dicetak sejumlah 192.773.120 lembar dengan anggaran senilai Rp. 24.261.973.140,-. Dalam pengadaan surat suara terdapat beberapa penyedia yang mengerjakan lebih dari 1 paket, yaitu : PT. Gramedia yang mengerjakan paket 2, 4, 6 dan 8; Kemitraan PT. Temprina Media Grafika yang mengerjakan paket 3, 7 dan 10; Kemitraan PT. Seni Budaya Sejahtera Offset yang mengerjakan paket 5 dan 12; Kemitraan PT. Temprint yang mengerjakan paket 11 dan 13; dan PT. Adi Perkasa Makassar yang mengerjakan paket 14 dan 15. Jumlah surat suara yang dicetak dalam tiap paket pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 digambarkan dalam grafik sebagai berikut :

Kuantitas Surat Suara Pemilu Presiden dan Wapres

Pada grafik tersebut, paket dengan jumlah pencetakan surat suara terbesar adalah paket 4 dengan jumlah 17.288.828 lembar yang pekerjaan pencetakannya dilaksanakan oleh PT. Gramedia sedangkan paket dengan jumlah pencetakan surat suara terkecil adalah paket 13 dengan jumlah 3.585.496 lembar yang pekerjaan pencetakannya dilaksanakan oleh Kemitraan PT. Temprint.

b. Formulir seri C dan D

Pengadaan formulir seri C, D dan Hologram Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 dilaksanakan dalam 5 paket pengadaan, dan hologram sejumlah 18.031.551 lembar. Berbeda dengan pengadaan formulir pada Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD tahun 2014 hologram menjadi 1 paket dengan pencetakan formulir pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014. Kebijakan tersebut ditetapkan sebagai upaya untuk mengurangi risiko salah penempelen hologram sebagaimana terjadi dalam Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD Tahun 2014 yang dilakukan oleh KPU Kabupaten/Kota.

Seperti halnya pengadaan surat suara pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014, penghitungan alokasi dalam pengadaan formulir pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014, berdasarkan jumlah badan penyelenggara Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD Tahun 2014, karena hingga tahapan pengadaan logistik jumlah badan penyelenggara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden belum ditetapkan. Barulah kemudian pada pertengahan Juni 2014, di saat formulir memasuki awal tahap cetak/ produksi dilakukan addendum terhadap jumlah alokasi per paket pengadaan.

Untuk mengetahui gambaran jumlah formulir yang dicetak pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 pada setiap paket, dapat dilihat pada grafik sebagai berikut :

Grafik tersebut menginformasikan bahwa, jumlah total formulir yang dicetak pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 sejumlah 8.904.915.757 lembar paket dengan jumlah pencetakan formulir terbesar adalah paket 1 dengan jumlah 3.944.622 lembar, sedangkan paket dengan jumlah pencetakan formulir terkecil adalah paket 3 dengan jumlah 3.062.256 lembar.

c. Tinta Sidik Jari

Jumlah tinta sidik jari yang diadakan pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 pada masing- masing paket sebagaimana tercantum pada grafik sebagai berikut :

Kuantitas Tinta Sidik Jari Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014

Grafik tersebut menginformasikan bahwa, paket dengan jumlah produksi tinta terbesar adalah paket 1 dengan jumlah 280.350 botol, sedangkan paket dengan jumlah produksi tinta terkecil adalah paket 2 dengan jumlah 261.656 botol. Pekerjaan pengadaan paket 1 dan 2 dikerjakan oleh PT. Sigma Utama, sementara paket 2 dan 4 dikerjakan oleh PT. Tintamas Tirta Surya.

Ketepatan dalam penetapan HPS pengadaan tinta sidik jari pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 dapat dilihat pada grafik sebagai berikut :

Perbandingan antara HPS dengan Penawaran (Kontrak)

Berdasarkan grafik tersebut, pengadaan tinta sidik jari dengan nilai HPS tertinggi adalah paket 1 dengan nilai Rp. 4.949.644.324, namun harga kontrak tertingginya adalah paket 4 yang dikerjakan oleh PT.

Tintamas Tirta Surya dengan nilai Rp. 4.228.216.102,- sedangkan pengadaan tinta sidik jari dengan nilai HPS terendah adalah paket 2 dengan nilai Rp. 4.491.500.796 dikerjakan oleh PT. Sigma Utama dengan nilai Rp. 3.739.473.980,-. Persentase rata- rata perbandingan antara nilai HPS dan nilai kontrak adalah 85,17%, dengan persentase tertinggi yaitu di paket 3 sebesar 87,09% HPS dan persentase terendah yaitu di paket 2 sebesar 83,26% HPS.

d. Segel dan Hologram

Pengadaan Segel Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 dilaksanakan menjadi 2 paket pengadaan, dengan jumlah kebutuhan sejumlah 21.189.403 keping sebagaimana tercantum dalam tabel sebagai berikut :

Paket pelelangan segel Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 :

No Paket Wilayah Kuantitas

(lembar) HPS

(Rp) Penyedia Nilai Kontrak (Rp) Segel Hologram

1 Paket 1 Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan PPLN

17.578.740 19.736.865 6.436.584.152 PT. Pura Barutama 3.102.014.273

2 Paket 2 Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Utara, Papua dan Papua Barat

16.338.449 18.007.176 6.065.501.020 PT. Jasuindo Tiga

Perkasa, Tbk 3.731.306.280

Jumlah 33.917.189 37.744.041 12.502.085.172 6.833.320.552

Sumber Data : Biro Logistik KPU RI

Berdasarkan tabel dapat diketahui total jumlah segel yang diproduksi pada paket 1 sejumlah 10.997.957 lembar dengan nilai kontrak senilai Rp. 1.253.710.642,-, sedangkan jumlah segel yang diproduksi pada paket 2 sejumlah 10.191.446 lembar dengan nilai kontrak senilai Rp. 1.234.879.128,-.

Pengadaan segel yang terbagi menjadi 2 paket pekerjaan tersebut, dilaksanakan oleh PT. Pura Barutama.

e. Template

Gambaran umum pengadaan template alat bantu tunanetra pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

Paket pelelangan segel Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 :

No Paket Wilayah Kuantitas

(Lembar) HPS

(Rp) Penyedia Nilai Kontrak (Rp) 1 Paket 1 Aceh, Sumatera Utara, Riau,

Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur

283.865 764.851.102 PT. Peruri Wira

Timur 496.971.194

No Paket Wilayah Kuantitas

(Lembar) HPS

(Rp) Penyedia Nilai Kontrak (Rp) 2 Paket 2 Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta,

Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat

261.938 754.705.705 PT. Peruri Wira

Timur 541.687.784

Jumlah 545.803 1.519.556.807 1.038.658.978

Sumber Data : Biro Logistik KPU RI

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui total jumlah template yang diproduksi sejumlah 545.803 lembar dengan anggaran senilai Rp. 1.038.658.978,-. Pengadaan template yang terbagi menjadi 2 paket pekerjaan, dilaksanakan oleh PT. Peruri Wira Timur.

Alat bantu membaca Surat Suara berbentuk Template berhuruf braile untuk pemilih tuna netra

Penyelenggaraan Pemilu di Indonesia mengalami kerumitan dan kompleksitas dalam distribusi logistik Pemilu. Apalagi, peta logistik nasional (sebaran produksi dan distribusi) masih terpusat di pulau Jawa, demikian juga dengan ketersediaan infrastruktur produksi logistik kebutuhan Pemilu (percetakan dan pabrik kimia) yang sebagian besar berada di pulau Jawa. Kondisi tersebut berimplikasi pada alokasi waktu dan biaya distribusi yang dibutuhkan karena mau tak mau dalam pendistribusian logistik Pemilu harus memobilisasi logistik Pemilu dari Pulau Jawa ke Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Proses distribusi tersebut masih dalam tahap distribusi dari KPU (Percetakan/

Pabrik) ke KPU Kabupaten/kota, belum, selanjutnya masih ada tahap pendistribusian logistik Pemilu dari KPU Kabupaten/Kota sampai dengan KPPS (TPS). Pada tahap distribusi logistik dari KPU Kabupaten/kota sampai dengan KPPS (TPS) ini, KPU Kabupaten/Kota dihadapkan pada kendala minimnya infrastruktur transportasi, ditambah lagi dengan kondisi geografis berupa kepulauan dan pegunungan, wilayah yang luas serta sebaran pemukiman yang tidak merata menjadikan tantangan tersendiri dalam mengelola pendistribusian agar logistik Pemilu dapat terkirim ke TPS dengan tepat waktu, tepat jenis, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat kualitas dan efisien dalam pembiayaan.

Untuk kelancaran proses pendistribusian logistik Pemilu tahun 2014, dari KPU melalui penyedia ke KPU Kabupaten/Kota, KPU telah melakukan beberapa tahapan yaitu identifikasi daerah prioritas, penghitungan alokasi waktu dan penentuan moda transportasi.

A. Identifikasi daerah prioritas

Identifikasi daerah prioritas pendistribusian logistik Pemilu dilakukan sebelum pelaksanaan pengadaan dan dilakukan update informasi secara berkala mengenai titik rawan dan daerah prioritas yang melibatkan KPU Kabupaten/Kota. Berdasarkan hasil identifikasi daerah prioritas yang berhasil dihimpun, maka dapat terinventarisir pada daerah prioritas pendistribusian logistik Pemilu Tahun 2014 di 32 Provinsi sebagaimana tercantum pada tabel sebagai berikut:

No. Provinsi dan Kabupaten/Kota Keterangan

1 2 3

1 ACEH

1 Kab. Aceh Besar 3 kecamatan memerlukan waktu 1 s/d 2 hari untuk mendistribusikan logistik Pemilu

2 Kab. Aceh Singkil 2 kecamatan memerlukan waktu 1 s/d 7 jam untuk mendistribusikan logistik Pemilu

3 Kota Langsa 1 kecamatan memerlukan waktu kurang lebih 30 menit untuk mendistribusikan logistik Pemilu

4 Kab. Aceh Timur 4 kecamatan memerlukan waktu kurang lebih 5 jam dan 2 kecamatan yang lain kurang lebih 1 hari untuk mendistribusikan logistik Pemilu

2 SUMATERA UTARA 6 kabupaten memerlukan waktu 1 hari untuk mendistribusikan logistik Pemilu 1 Kab. Batubara 2 kecamatan memerlukan waktu 6 jam untuk mendistribusikan logistik Pemilu 2 Kab. Serdang Bedagai 6 kecamatan memerlukan waktu 4 jam untuk mendistribusikan logistik Pemilu 3 SUMATERA BARAT

1 Kab. Pesisir Selatan Logistik menggunakan transportasi mobil dan becak

2 Kab. Tanah Datar Logistik menggunakan transportasi mobil, becak, gerobak, ojek, boat dan sampai menggunakan jasa pikul

3 Kab. Mentawai

No. Provinsi dan Kabupaten/Kota Keterangan

1 2 3

4 RIAU

1 Kab. Indragiri Hilir 3 kecamatan memerlukan waktu 11 jam untuk mendistribusikan logistik Pemilu

2 Kab. Dumai 1 kecamatan memerlukan waktu 45 menit untuk mendistribusikan logistik Pemilu

3 Kuantan Singingi Memerlukan waktu 2 s/d 3jam untuk mendistribusikan logistik Pemilu 4 Kab. Indragiri Hulu 4 kecamatan menempuh jarak 17 s/d 55 km untuk mendistribusikan logistik

Pemilu

5 Kepualauan Meranti 1 kecamatan memerlukan waktu 7 jam untuk mendistribusikan logistik Pemilu 5 JAMBI

1 Kab. Kerinci Logistik mengunakan mobil, truck dan pickup membutuhkan waktu 12 jam 2 Kab. Tanjung J.B. Logistik mengunakan mobil, truck, pickup, perahu dan kapal waktu 1 hari 3 Kab. Tanjung J.T. Logistik mengunakan mobil, sepeda motor dan boat

6 SUMATERA SELATAN

1 Kab. Banyuasin 6 kecamatan memerlukan waktu 1 hari untuk mendistribusikan logistik Pemilu 2 Ogan Komerling Ilir 4 kecamatan memerlukan waktu 1 s/d 2 jam untuk mendistribusikan logistik

Pemilu

3 Kab. Ogan Ilir 5 kecamatan memerlukan waktu 2 s/d 4 jam untuk mendistribusikan logistik Pemilu

7 BENGKULU

1 Kab. Kapahyang

1 kecamatan memerlukan waktu 2 hari untuk mendistribusikan logistik Pemilu 2 Kab. Bengkulu Utara

8 LAMPUNG

1 Kab. Lampung Barat 8 kecamatan memerlukan waktu 1 s/d 2 hari untuk mendistribusikan logistik Pemilu

2 Kab. Tulang Bawang 4 kecamatan memerlukan waktu kurang lebih 4 jam untuk mendistribusikan logistik Pemilu

3 Kab. Lampung Selatan 9 kecamatan memerlukan waktu rata-rata 1 s/d 3 jam untuk mendistribusikan logistik Pemilu

4 Kota Bandar Lampung 1 kecamatan memerlukan waktu 2 jam untuk mendistribusikan logistik Pemilu 5 Kab. Pesawaran 4 kecamatan memerlukan waktu 2 jam untuk mendistribusikan logistik Pemilu 6 Kab. Pring Sewu 2 kecamatan memerlukan waktu 1 jam untuk mendistribusikan logistik Pemilu 9 KEP. BANGKA BELITUNG

1 Kab. Bangka Barat 2 desa memerlukan waktu 2 hari untuk mendistribusikan logistik Pemilu 2 Kab. Bangka Selatam 1 kecamatan memerlukan waktu 1 hari untuk mendistribusikan logistik Pemilu 3 Kab. Belitung 8 desa kepulauan memerlukan waktu 2 hari untuk mendistribusikan logistik

Pemilu

4 Kab. Belitung Timur 4 kecamatan memerlukan waktu 2 hari untuk mendistribusikan logistik Pemilu

No. Provinsi dan Kabupaten/Kota Keterangan

1 2 3

10 KEPULAUAN RIAU

1 Kab. Bintan 3 kecamatan memerlukan waktu 1 hari untuk mendistribusikan logistik Pemilu 2 Kab. Natuna untuk mendistribusikan logistik Pemilu memerlukan waktu 16 jam

3 Kab. Anambas 11 DKI JAKARTA

1 Kab. Kepulauan Seribu Logistik jalur laut berupa kapal dan perahu 12 JAWA BARAT

1 Kab. Bogor Jumlah DPT yang besar

2 Kab. Bandung Jumlah DPT yang besar

3 Kab. Bekasi Jumlah DPT yang besar

13 JAWA TENGAH

1 Kab. Jepara 1 kecamatan memerlukan waktu 1 s/d 2 jam untuk mendistribusikan logistik Pemilu

2 Kab. Cilacap

3 Kab. Pekalongan 7 kecamatan, mendisribusikan Logistik mengunakan mobil 14 JAWA TIMUR

1 Sumenep 5 kecamatan memerlukan waktu 1 hari untuk mendistribusikan logistik Pemilu 2 Nganjuk 4 kecamatan memerlukan waktu kurang lebih 1 jam untuk mendistribusikan

logistik Pemilu

3 Gresik 2 kecamatan memerlukan waktu 3 hari untuk mendistribusikan logistik Pemilu 4 Situbondo 8 kecamatan menempuh jarak 30 - 75 km untuk mendistribusikan logistik

Pemilu

5 Kabupaten Ponorogo 13 kecamatan menggunakan kendaraan truk, ojek bahkan tenaga manusia untuk mendistribusikan logistik Pemilu

6 Kab. Bojonegoro 9 kecamatan memerlukan waktu 1 s/d 2 hari untuk mendistribusikan logistik Pemilu

7 Kab. Lamongan 18 kecamatan memerlukan waktu 1 hari untuk mendistribusikan logistik Pemilu

8 Probolinggo 1 kecamatan mendistribusikan logistik Pemilu menggunakan truk, ojek dan tenaga manusia

9 Sidoarjo 3 kecamatan mendistribusikan logistik truk, ojek, perahu dan tenaga manusia 10 Pasuruan 11 kecamatan mendistribusikan logistik Pemilu menggunakan truk, mobil dan

motor

11 Kota Surabaya Jumlah DPT yang besar

12 Kab. Malang Jumlah DPT yang besar

15 BANTEN

1 Kab. Pandeglang Jumlah DPT yang besar

2 Kab. Lebak Jumlah DPT yang besar

No. Provinsi dan Kabupaten/Kota Keterangan

1 2 3

3 Kab. Tangerang Jumlah DPT yang besar 16 BALI

1 Kab. Klungkung 1 kecamatan memerlukan waktu 1 s.d 2 jam untuk mendistribusikan logistik Pemilu

17 NUSA TENGGARA BARAT

1 Kab. Sumbawa 4 kecamatan memerlukan waktu 12 jam s.d 1 hari untuk mendistribusikan logistik Pemilu

2 Kota Bima 1 kecamatan menempuh jarak 8 km untuk mendistribusikan logistik Pemilu 3 Dompu 1 kecamatan mendistribusikan logistik Pemilu menggunakan truk, kuda dan

perahu

4 Kab. Bima 12 kecamatan memerlukan waktu 4 s/d 14 jam untuk mendistribusikan logistik Pemilu

5 Lombok Utara 5 desa memerlukan waktu kurang lebih 1 jam untuk mendistribusikan logistik Pemilu

18 NUSA TENGGARA TIMUR

1 Kab. Ende 7 kecamatan memerlukan waktu 4 s/d 8 jam untuk mendistribusikan logistik Pemilu

2 Kab. Sabu Raijuna 1 kecamatan menempuh jarak 0,5 - 10 km untuk mendistribusikan logistik

2 Kab. Sabu Raijuna 1 kecamatan menempuh jarak 0,5 - 10 km untuk mendistribusikan logistik