• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemimpin Dalam Komunitas Sosial

Dalam dokumen KEPEMIMPINAN DAN TRANSFORMASI EKONOMI (Halaman 146-150)

BAB VII KEPEMIMPINAN DAN MODAL SOSIAL

B. Pemimpin Dalam Komunitas Sosial

Kesuksesan suatu komunitas sangat dibutuhkan dalam rangka pembangunan desa yang berkelanjutan. Tujuannya untuk mempertahankan eksistensi anggota masyarakatnya. Kesuksesan yang dicapai oleh Desa Blimbingsari selama ini

Kepemimpinan dan Transformasi Ekonomi

merupakan wujud kebersamaan dan ke-gigihan masyarakat-nya. Menurut Rob-bins bahwa untuk mencapai sebuah

ke-suksesan dibutuhkan seorang pemimpin yang dapat menan-tang statusquo, untuk menciptakan visi tenmenan-tang masa depan, dan menginspirasikan anggota masyarakat agar mau menca-pai visi itu.

Peran pemimpin sangat diperlukan sebagai modal sosial dalam rangka pengembangan visi komunitas secara bersama-sama. Untuk bisa mencapai visi itu maka haruslah didukung oleh kepercayaan anggota masyarakat terhadap pimpinannya. Modal kepercayaan sangat dibutuhkan agar pemimpin dapat melaksanakan tugas kepemimpinannya secara efektif. Modal kepercayaan merupakan salah satu komponen modal sosial yang penting dalam membangun sebuah desa atau masyarakat. Oleh sebab itu, peran seorang pemimpin sebagai modal penting dalam mendorong pembangunan dan perubahan pada sebuah masyarakat yang semakin kompleks saat ini.

Proses perubahan di Desa Blimbingsari dimulai dari migrasi, pembukaan lahan pertanian sampai menjadi desa wisata. Seorang pemimpin mampu melibatkan atau meminta partisipasi warga dalam proses pembangunan ekonomi desanya. Hubungan pemimpin dengan anggota masyarakat berjalan harmonis dan saling mendukung satu sama lain. Dengan demikian, modal sosial (social capital) mampu mendongkrat pertumbuhan ekonomi anggota masyarakatnya maupun desa-desa lain di sekitarnya.

Modal sosial dapat didefinisikan sebagai

kemam-Peran pemimpin sangat

dibu-tuhkan dalam membuat

komuni-tas sehingga mampu membangun

daerah yang dipimpinnya

I Wayan Ruspendi Junaedi dan Dermawan Waruwu

puan masyarakat untuk bekerja ber-sama, demi menca-pai tujuan-tujuan bersama, di dalam berbagai kelompok

masyarakat dalam suatu kesatuan. Secara lebih kompere-hensif Burt memandang modal sosial sebagai kemampuan masyarakat untuk melakukan asosiasi (berhubungan) satu sama lain dan selanjutnya menjadi kekuatan yang sangat penting bukan hanya bagi kehidupan ekonomi akan tetapi juga setiap aspek eksistensi sosial yang lain.

Sementara Fukuyama menjelaskan modal sosial sebagai serangkaian nilai-nilai atau norma-norma informal yang dimiliki bersama diantara para anggota suatu kelompok yang memungkinkan terjalinnya kerjasama diantara mereka. Sedangkan Cox melihat modal sosial sebagai suatu rangkaian proses hubungan antar manusia yang ditopang oleh jaringan, norma-norma, dan kepercayaan sosial yang memungkinkan efisien dan efektifnya koordinasi dan kerjasama untuk keuntungan dan kebajikan bersama.

Sejalan dengan hal di atas, Partha dan Ismail melihat modal sosial sebagai hubungan-hubungan yang tercipta dan norma-norma yang membentuk kualitas dan kuantitas hubungan sosial dalam masyarakat dalam spektrum yang luas, yaitu sebagai perekat sosial (social glue) yang menjaga kesatuan anggota kelompok secara bersama-sama. Sejalan dengan itu Solow memandang modal sosial sebagai serangkaian nilai-nilai atau norma-norma yang diwujudkan dalam perilaku yang dapat mendorong kemampuan dan kapabilitas untuk bekerjasama dan berkoordinasi untuk menghasilkan kontribusi besar terhadap keberlanjutan

Modal sosial merupakan salah

satu cara dalam memperkuat

dan mempererat hubungan antar

anggota masyarakatnya

Kepemimpinan dan Transformasi Ekonomi

produktivitas.

Menghadapi situasi dan kondisi Desa Blimbingsari yang sama sekali tidak menjanjikan, membuat pemimpin melakukan langkah terobosan baru dalam membangun desanya. Modal sosial merupakan salah satu cara dalam memperkuat dan mempererat hubungan antar anggota masyarakat. Dengan memiliki semangat dan kekuatan sudah pasti mampu menghadapi berbagai tantangan. Semua anggota masyarakat secara bersama-sama membangun desanya dengan pendekatan iman Kristiani, saling memperkuat satu sama lain, dan berusaha mengembangkan semua potensi yang ada. Jadi, keberhasilan pembangunan desa diperoleh dari modal sosial yaitu kemampuan bekerjasama dari masing-masing anggota masyarakat atau kelompok masyarakat yang ada di desa tersebut.

Salah satu contoh pentingnya modal sosial dalam membangun sebuah desa yaitu pembangunan irigasi. Tujuan pembangunan irigasi adalah agar air yang terbatas dapat tepat guna yaitu untuk mengairi sawah, perkebunan, peternakan, dan segala kebutuhan masyarakat. Sistem irigasi yang baik dapat meningkatkan produktifitas hasil pertanian, peternakan, dan perkebunan.

Usaha membangun sebuah desa bukanlah pekerjaan yang mudah. Kendati tujuannya baik tetapi tidak semua orang menerimanya jika tidak disertai dengan penjelasan yang be-nar. Oleh sebab itu, dibutuhkan seorang pemimpin yang ju-jur, mendengar, dan mengayomi semua anggota masyarakat, sehingga segala bentuk kecurigaan bisa diselesaikan dengan cara yang demokrasi.

Pemimpin mampu membangun meka-nisme dan merubah

Kejujuran merupakan modal

dasar untuk membangun sebuah

desa atau pun negara

I Wayan Ruspendi Junaedi dan Dermawan Waruwu

mind set para warganya. Kejujuran merupakan modal

pent-ing dalam membangun sebuah desa atau masyarakat. Kebanyakan pemimpin dalam membangun desanya biasanya dimulai dengan langkah menetapkan arah baru, visi baru, strategi baru, dan kemudian mencari beberapa orang yang mau bekerja. Akan tetapi, dalam pembangunan Desa Blimbingsari dimulai oleh aktor rohaniawan dan pemerintah. Kedua aktor pemimpin ini menjadi pemicu transformasi dari desa miskin menjadi desa yang maju seperti sekarang ini. Kedua pemimpin ini memahami dua bentuk kebenaran sederhana.

1. Mereka berusaha mendapatkan orang yang tepat untuk diikutsertakan dalam program pembangunan desa. 2. Keteguhan hati sangat diperlukan untuk membawa

desa ‘sekarat’ menjadi desa yang ‘hidup’.

Dalam rangka pembangunan desa miskin menjadi desa yang maju sangat diperlukan orang-orang yang mau bekerja dan berkolaborasi dengan anggota masyarakat. Tidak diperlukan orang-orang yang pintar memerintah dan genius atau orang yang hanya meminta kompensasi semata. Prinsip kepemimpinan dan cara kerja anggota masyarakat Blimbingsari dalam membangun desanya telah ditiru oleh beberapa desa di sekitarnya. Kerjasama tim yang kuat menjadi faktor pendorong suksesnya pembangunan sebuah desa. Dalam sebuah transformasi desa miskin menjadi desa yang maju diperlukan manusia-manusia yang handal dan kompeten.

Dalam dokumen KEPEMIMPINAN DAN TRANSFORMASI EKONOMI (Halaman 146-150)