• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

5. Penanaman Modal Asing (PMA)

29 Penanaman modal dapat juga disebut dengan investasi. Menurut Sunariyah (2006) investasi adalah investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa-masa yang akan datang. Investasi adalah istilah umum yang sering digunakan dunia usaha, sedangakan penanaman modal adalah istilah yang sering digunakan dalam pemerintahan dan perundang-undangan. Sumber investasi sendiri dibagi menjadi 2 yaitu:

1. Penanaman Modal Dalam Negeri

Modal Dalam Negeri adalah bagian dari kekayaan masyarakat Indonesia termasuk hak-hak dan benda-benda, baik yang dimiliki oleh negara maupun swasta nasional atau swasta asing yang berdomisili di Indonesia. Penanaman Modal diatur didalam Undang-undang No. 25 Tahun 2005 tentang Penanaman Modal. Penanaman modal Dalam Negeri dapat dilakukan oleh perseorangan WNI, badan usaha Negeri, dan/atau pemerintah Negeri yang melakukan penanaman modal di wilayah negara Republik Indonesia.

2. Penanaman Modal Asing

Penanaman Modal di Indonesia diatur dengan Undang-Undang Nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan Penanaman Modal Asing atau foreign investment adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal asing, baik menggunakan modal asing sepenuhnya maupun yang berpatungan dengan penanam modal dalam negeri.

Menurut Salvatore (2008) Penanaman modal asing meliputi investasi ke dalam aset-aset secara nyata berupa pembangunan pabrik-pabrik, pengadaan berbagai macam barang modal, pembelian tanah untuk keperluan produksi, pembelanjaan berbagai peralatan inventaris, dan sebagainya.

Penanaman modal asing mempunyai dua bentuk yaitu penanaman modal asing langsung atau foreign direct investment dan penanaman modal asing tidak

30 langsung ( investasi portofolio asing ) atau foreign indirect investment. Penanaman modal asing secara langsung adalah bentuk investasi dengan jalan membeli total, membangun atau mengakusisi perusahaan, penanaman modal jenis ini juga memberi manfaat dalam alih teknologi dan manajemen. Sedangakn penanaman modal asing tidak langsung dilakukan melalui pasar modal dengan membeli surat berharga seperti saham dan obligasi.

B. Teori Penanaman Modal Asing • Neo-Classical Economic Theory

Teori ini berpendapat bahwa Foreign Direct Investment (FDI) atau penanaman modal asing memiliki kontribusi positif terhadap pembangunan ekonomi host country. Fakta menunjukkan modal asing yang dibawa ke host country mendorong modal domestik menggunakan hal tersebut untuk berbagai usaha. Investasi asing secara keseluruhan bermanfaat atau menguntungkan host country sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional.

• Dependency Theory

Teori ini secara diametral berlawanan dengan ekonmi klasik yang berpendapat penanaman modal asing tidak menimbulkan makna apa pun bagi pembangunan ekonomi di host country. Mereka berpendapat bahwa penanaman modal aisng menindas pertumbuhan ekonomi dan menimbulkan ketidakseimbangan pendapatan di host country.

Teori ini berpendapat bahwa penanaman modal asing tampaknya sebagai ancaman terhadap kedaulatan host country dan terhadap kebebasan pembangunan kehidupan sosial dan budaya karena investasi asing cenderung memperluas yurisdiksi menggunakan pengaruh kekuatan pemerintah asing terhadap host country sehingga pengaruh politik investasi asing terhadap host country cukup besar.

31 • State/Government Intervation Theory

Pendukung teori ini berpendapat, perlindungan terhadap invant industries di negara-negara berkembang dari kompetensi dengan industri-industri di negara-negara maju merupakan hal yang esensial bagi pembangunan nasional.

Teori ini melihat pentingnya peran negara yang otonom yang mengarahkan langkah kebijakan ekonomi termasuk investasi, peran negara dipercaya akan bisa mengintervensi pasar untuk mengoreksi ketimpangan pasar dan memberikan perlindungan kepada invant industries, kepentingan masyarakat, pengusaha domestik dan perlindungan lingkungan. Peran negara juga dapat memberi perlindungan bagi kepentingan para investor termasuk investor asing (Lusiana, 2012).

Teori – teori yang sudah dipaparkan sebelumnya paling tidak menggambarkan variasi dalam kebijakan penanaman modal asing, dan teori ini juga dapat menjadi pertimbangan untuk membuat kebijakan terkait dengan penanaman modal asing yang seharusnya menguntungkan bagi kedua belah pihak yaitu penanam modal asing dan host country itu sendiri.

C. Faktor yang mempengaruhi Penanaman Modal Asing

Penanaman modal asing merupakan bagian dari kebijakan perekonomian yang ditempatkan untuk menambah modal yang ada di dalam negeri sebagai upaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, maka dari itu demi terwujudnya hal tersebut, pemerintah harus memalukan pertimbangan dan memperhatikan berbagai faktor yang akan meningkatkan penanaman modal maupun menguranginya. Menurut Panjaitan (2003) berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi penanaman modal asing:

• Faktor Politik

Faktor ini merupakan faktor yang menentukan manakala investor ingin menanamkan modalnya. Faktor ini sangat menentukan iklim usaha

32 yang kondusif bagi usaha-usaha Penanaman Modal terutama Penanaman Modal Asing. Kondisi politik Indonesia yang belakangan ini kurang stabil dan tidak menentu telah mengakibatkan turunnya kegairahan investasi.

• Faktor Ekonomi

Faktor ekonomi juga sangat menentukan bagi keinginan investor untuk berinvestasi. Faktor politik dan faktor ekonomi akan saling mempengaruhi dan mempunyai hubungan erat. Suhu politik dalam negeri yang memanas, sudah barang tentu menyebabkan iklim usaha akan berkurang dan kinerja perekonomian akan menurun.

Sehingga apabila pereonomian suatu negara sangat

mengkhawatirkan tentunya para investor akan sangat merasa khawatir menanamkan modalnya. Sebagai bagian dari ekonomi, aspek moneter juga sangat mempengaruhi minat investor menanamkan modalnya

• Faktor Hukum

Faktor hukum atau faktor yuridis juga sangat penting dan diperhatikan oleh investor. Hal ini berkaitan dengan perlindungan yang diberikan Pemerintah bagi kegiatan investasi.

Menurunnya wibawa hukum dalam negeri akan mempengaruhi minat investor untuk menanamkan modalnya. Daya tarik investor untuk menanamkan modalnya akan sangat tergantung pada sistem hukum yang diterapkan, dimana sistem hukum itu harus mampu menciptakan kepastian (predictability), keadilan (fairness) dan efisiensi (efficiency)

Selain itu investasi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti resesi ekonomi diseluruh dunia. Berdasarkan faktor yang sudah dipaparkan di atas, berikut adalah aspek-aspek yang dapat mempengaruhi penanamn modal asing:

33 • Dalam Negeri

Aspek dalam negeri adalah hal yang berikatan dengan berbagai kebijakan di dalam negeri yang dapat mempengaruhi penanaman modal asing seperti; Stabilitas politik dan perekonomian, kebijakan dalam bentuk sejumlah deregulasi dan debirokratisasi yang secara terus menerus dilakukan Pemerintah dalam rangka menggairahkan iklim investasi, diberikannya sejumlah pembebasan dan kelonggaran di bidang perpajakan, inesentif, sumber daya alam yang melimpah, iklim dan letak geografis yang menguntungkan, dan sumber daya manusianya.

• Luar Negeri

Aspek luar negeri yang biasa mempengaruhi penanaman modal asing adalah apresiasi dan sentiment mata uang dari negara-negara yang sudah maju dan fluktuasi biaya produksi di luar negeri.

D. Hubungan penanaman modal asing dengan Penyerapan Tenaga Kerja

Investasi dari luar yang masuk diharapkan dapat membawa pengaruh yang positif bagi perekonomian dan dunia usaha. Hal yang paling diharapkan dari penanaman modal asing selain peralihan teknologi dan ilmu pengetahuan adalah penyerapan tenaga kerja. Menurut Erman (2005) penanaman modal asing dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

Hal yang sama juga dikemukakan oleh Rahmadi (2006), penanaman modal asing mempunyai hubungan timbal balik yang sangat erat dengan tenaga kerja, disatu sisi memberikan implikasi terciptanya lapangan kerja yang menyerap sejumlah besar tenaga kerja diberbagai sektor, sementara pada sisi lain kuliatas tenaga kerja juga dan situasi ketenagakerjaan yang melingkupinya juga dapat memberikan pengaruh besar terhadap penanaman modal asing. Indonesia khususnya di Pulau Jawa mempunyai jumlah penduduk yang tinggi dengan tingat konsumsi barang dan jasa yang sama tingginya, kebutuhan akan barang dan jasa ini harus dipenuhi, maka dari itu penanaman modal asing sangat dibutuhkan untuk mengembangkan usaha-usaha yang ada dan menambah

34 usaha baru guna memenuhi kebutuhan tersebut, ketika banyak usaha-usaha baru bermunculan tentunya tenaga kerja yang terserap juga akan lebih banyak.

Dokumen terkait