• Tidak ada hasil yang ditemukan

KERANGKA PEMIKIRAN

3. Penanganan Risiko

Setelah seluruh risiko teridentifikasi dan terukur, hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah menangani risiko. Terdapat dua cara untuk menangani risiko, yaitu : Mengendalikan risiko (risk control); risiko dapat dikendalikan dengan beberapa metode diantaranya adalah :

Perusahaan harus menghindari risiko apabila perusahaan tidak sanggup menerima konsekuensi kerugian yang ditimbulkan oleh risiko tersebut, manfaat dari risiko tersebut belum diketahui atau tidak diketahui sama sekali, tidak cukup informasi yang tersedia tentang kemungkinan dan konsekuensi dari risiko untuk dianalisis, tidak ada cara penanganan apabila risiko terjadi, dan status risiko sangat besar yaitu apabila kemungkinan terjadinya besar dan konsekuensinya juga sangat besar. Alternatif terbaik dalam penanganan risiko apabila menghadapi situasi tersebut adalah menghindari risiko atau dikenal dengan strategi avoidance.

b. Menghadapi risiko

Risiko harus dihadapi apabila risiko dihindari perusahaan dihadapkan kepada risiko yang lebih besar, sehingga risiko kerugian juga besar.Selain itu risiko juga harus dihadapi apabila terdapat kemungkinan untuk memperoleh keuntungan yang sangat besar, dengan menghindari risiko maka perusahaan tidak memperoleh kesempatan untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Terdapat dua cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi risiko, yaitu mengendalikan risiko untuk membuat peluang terjadinya risiko menjadi sangat kecil dan mendanai risiko.

Risiko dapat dikendalikan dengan beberapa cara, yaitu dengan melakukan pencegahan sebelum risiko terjadi dengan cara melakukan perbaikan fasilitas dan juga perbaikan sistem, serta dengan mengurangi kerugian yang timbul akibat adanya risiko. Pencegahan risiko hanya dilakukan apabila biaya yang dikeluarkan untuk mencegah risiko lebih kecil dari manfaat risiko.

Strategi pengurangan risiko dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya adalah dengan cara teknis yaitu pengurangan kerugian yang disebabkan oleh suatu risiko secara teknis, cara pemisahan yaitu dengan cara diversifikasi usaha atau portofolio investasi, cara penggabungan yaitu dengan melakukan merger, akuisisi, atau jointventure.

Mendanai risiko (risk financing); pendanaan risiko dapat dilakukan dengan cara: a. Pengalihan

Strategi pengalihan dilakukan dengan tujuan mengalihkan konsekuensi kerugian dari adanya suatu risiko dialihkan ke pihak lain. Cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengalihkan risiko diantaranya adalah dengan cara asuransi, hedging, factorial,

leasing, outsourcing, dan kontrak.

Asuransi paling efektif digunakan pada risiko yang mengakibatkan kerugian yang sangat besar.Sedangkan hedging pada umumnya digunakan untuk transaksi yang memiliki risiko terhadap adanya perubahan harga, mata uang, dan perubahan tingkat suku bunga.Beberapa transaksi hedging diantaranya adalah

forwardexchangecontract, futurecontract, dan option.

Factorial adalah istilah yang digunakan dalam keuangan yang merupakan

suatu cara perusahaan untuk mengalihkan risiko kepada pihak lain dengan menjual piutangnya kepada pihak lain. Dengan menjual piutang kepada pihak lain, perusahaan akan memperoleh dua keuntungan yaitu memperoleh kas dan mengurangi risiko kredit tidak tertagih karena sudah dialihkan kepada pihak lain.

Leasing merupakan cara perusahaan untuk mengalihkan risiko dengan

menggunakan suatu barang dengan membayar sejumlah uang dalam periode tertentu tetapi tidak memilikinya. Oleh karena itu, apabila terjadi sesuatu pada barang tersebut

perusahaan tidak akan mengalami kerugian, karena kerugian atas barang tersebt ditanggung atau didanai oleh pemilik barang.

Outsourcing merupakan cara perusahaan untuk mengalihkan risiko dengan

membebankan suatu proyek untuk dikerjakan oleh pihak lain. Biaya yang dikeluarkan untuk membayar tenaga kerja outsourcing dapat lebih kecil apabila pekerjaan tersebut dilakukan sendiri dan hasil yang diperoleh dapat lebih baik karena dikerjakan oleh pihak yang lebih mahir.

Kontrak merupakan kesepakatan antara dua atau lebih pihak. Hal yang perlu diperhatikan dalam setiap kontrak yang dibuat oleh perusahaan dengan pihak lain adalah pihak mana yang akan bertanggung jawab jika terjadi suatu risiko. Sistem kontrak dilakukan selama manfaat yang diterima lebih besar dari biaya yang dikeluarkan.

b. Penahanan aktif

Penahanan aktif adalah suatu cara pendanaan risiko dengan penyisihan sejumlah uang perusahaan secara aktif untuk dijadikan sumber dana untuk mendanai kegiatan perusahaan apabila terjadi suatu kejadian yang merugikan. Penahanan aktif efektif digunakan untuk risiko yang kemungkinannya kecil dan konsekuensinya juga kecil. c. Penahanan pasif

Penahanan secara pasif cocok untuk risiko yang kemungkinannya sangat kecil dan konsekuensinya juga kecil. Oleh karena itu, perusahaan tidak perlu menyisihkan sejumlah dana untuk membiayai risiko. Perusahaan dapat mengambil dari kas kecil untuk membiayai risiko.

Risiko Portofolio

Portofolio merupakan kombinasi atau gabungan dari beberapa investasi. Teori portofolio merupakan teori yang menjelaskan penyaluran modal ke dalam berbagai macam investasi dengan tujuan menekan risiko dan menjamin pendapatan seaman dan seuntung mungkin. Teori portofolio membahas portofolio yang optimum yaitu portofolio yang memberikan hasil pengembalian tertinggi pada suatu tingkatan risiko tertentu atau tingkat risiko paling rendah dengan suatu hasil tertentu.

Teori portofolio membantu manajemen dalam pengambilan keputusan mengenai kombinasi investasi yang paling aman dikaitkan dengan tingkat risiko yang dihadapi. Dasar teori ini adalah pada kenyataannya investor tidak menginvestasikan seluruh dana hanya untuk satu jenis investasi tetapi melakukan diversifikasi dengan tujuan menekan risiko. Fluktuasi tingkat keuntungan akan berkurang karena saling menghilangkan jika memiliki beberapa jenis investasi.

Diversifikasi dilakukan untuk mengurangi risiko portofolio, yaitu dengan cara mengkombinasi atau dengan menambah investasi (asset/aktiva/sekuritas) yang memiliki korelasi negatif atau positif rendah sehingga variabilitas dari pengembalian atau risiko dapat dikurangi.

Korelasi merupakan alat ukur statistik mengenai hubungan dari serial data yang menunjukkan pergerakan bersamaan relatif (relative comovements) antara serial data tersebut. Jika serial data bergerak dengan arah yang sama disebut

dengan korelasi positif, sebaliknya jika bergerak dengan arah berlawanan disebut korelasi negatif.

Nilai koefisien korelasi investasi aset i dan j (ρij) mempunyai nilai maksimum positif (+1) dan minimum negatif satu (-1). Berapa kemungkinan korelasi diantara dua aset diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Nilai koefisien korelasi positif satu (+1) mempunyai arti bahwa kombinasi dari dua aset i dan j selalu bergerak sama-sama.

2. Nilai koefisien korelasi negatif satu (-1) mempunyai arti bahwa kombinasi dari dua aset i dan j selalu bergerak berlawanan arah.

3. Nilai koefisien korelasi sama dengan nol (0) mempunyai arti bahwa kombinasi dari dua aset i dan j tidak ada hubungan satu dengan yang lain.

Dalam penelitian ini koefisien korelasi diasumsikan memiliki nilai (+1) atau memiliki korelasi positif diantara kedua komoditas yang digabungkan. Penilaian berupa peningkatan modal dalam budidaya ikan hias berupa peningkatan kualitas pakan dan penggunaan heather (pengatur suhu lingkungan budidaya). Hal ini akan berpengaruh terhadap jumlah produksi yang akan diperoleh dengan tujuan meningkatkan besarnya penerimaan, dengan harapan risiko yang ditimbulkan akan menjadi lebih kecil.

Kerangka Pemikiran Operasional

Kegiatan produksi yang dilakukan oleh PT. Qian Hu Joe Aquatic Indonesia adalah pembesaran ikan hias dari ukuran kecil sampai ukuran siap jual. Komoditi ikan hias yang diusahakan terdiri dari berbagai jenis ikan hias, namun pada penelitian ini akan dibahas risiko produksi ikan hias black ghost, silver arowana, dan clown

loach. Ketiga jenis ikan hias tersebut dipilih berdasarkan pertimbangan bahwa ikan

tersebut merupakan jenis ikan hias yang merupakan andalan PT. Qian Hu Joe Aquatic Indonesia dalam penjualan ekspor ikan hias. Pembesaran ikan hias di lakukan dalam media akuarium dan kolam bak.

PT Qian Hu Joe Aquatic Indonesia dalam mengusahakan bisnisnya menghadapi kendala yakni risiko produksi. Sumber utama yang menjadi indikasi faktor penyebab terjadinya risiko produksi dalam bidudaya ikan black ghost, silver

arowana, dan clown loach tersebut dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal

dari budidaya, tingkat keterampilan yang dimiliki tenaga kerja pada usaha ini masih belum memadai dalam melaksanakan kegiatan proses produksi, khususnya pada saat pemeliharaan ikan dalam masa pembesaran ukuran kecil sampai ukuran jual. Kerugian akibat risiko produksi yang dialami antara lain adalah jumlah produksi yang rendah dan kualitas hasil panen juga menurun. Rendahnya produksi tersebut berdampak terhadap pendapatan yang diterima oleh pihak PT. Qian Hu Joe Aquatic Indonesia.

Penelitian ini akan mengkaji analisis risiko produksi yang dilakukan oleh PT. Qian Hu Joe Aquatic Indonesia, dalam penelitian ini akan dilakukan proses pengkajian faktor penyebab risiko produksi yang terjadi dengan menggunakan data produksi pada masa lalu (data historis), kemudian melakukan identifikasi terhadap sumber-sumber risiko yang terjadi. Setelah sumber-sumber risiko

teridentifikasi, maka sumber risiko tersebut diukur dengan menggunakan alat analisis pengukuran risiko. Kemudian melakukan analisis risiko produksi untuk mengetahui tingkat risiko produksi usaha spesialisasi dan usaha diversifikasi tiga komoditi ikan hias yang yang dilakukan oleh PT. Qian Hu Joe Aquatic Indonesia dengan komoditas yang dikaji adalah ikan hias black ghost, silver arowana, dan clown loach. Hasil analisis risiko portofolio tersebut akan digunakan untuk menentukan alternatife strategi dalam penanganan risiko yang dihadapi oleh PT. Qian Hu Joe Aquatic Indonesia. Untuk lebih jelas, alur pemikiran operasional dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Kerangka Pemikiran Operasional

Dokumen terkait