• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.3. Metode Pengumpulan Data

4.4.5. Penanganan Risiko

1. Penghindaran Risiko (Preventif)

Strategi preventif dilakukan untuk risiko yang tergolong dalam kemungkinan atau probabilitas risiko yang besar. Strategi preventif akan menangani risiko yang berada pada kuadran 1 dan 3. Penanganan risiko dengan menggunakan strategi preventif, maka risiko yang ada pada kuadran 1 akan bergeser ke kuadran 2 dan risiko yang berada pada kuadran 3 akan bergeser ke kuadran 4 (Kountur, 2008). Penanganan risiko menggunakan strategi preventif dapat dilihat pada gambar 4.

Dampak (Rp) Besar 50 juta Kecil Kecil 20 % Besar Probabilitas (%)

Gambar 4. Preventif risiko

2. Mitigasi Risiko

Strategi mitigasi digunakan untuk meminimalkan dampak risiko yang terjadi. Risiko yang berada pada kuadran dengan dampak yang besar diusahakan dengan menggunakan strategi mitigasi dapat bergeser ke kuadran yang memiliki dampak risiko yang kecil. Strategi mitigasi akan menangani risiko sedemikian

Kuadran 2 Kuadran 1

rupa sehingga risiko yang berada pada kuadran 2 bergeser ke kuadran 4 dan risiko yang berada pada kuadran 1 akan bergeser ke kuadran 3. strategi mitigasi dapat dilakukan dengan metode diversifikasi, penggabungan dan pengalihan risiko (Kountur, 2008). Mitigasi risiko dapat dilihat pada Gambar 5.

Dampak (Rp) Besar 50 juta Kecil Kecil 20 % Besar Probabilitas (%)

Gambar 5. Mitigasi Risiko

Hanafi (2006) dalam Trangjiwani (2008), memberikan alternatif strategi untuk menghadapi risiko selain penanganan dengan cara preventif dan mitigasi (gambar 6).

1. Probabilitas Kecil dan Dampak Kecil :low control

Perusahaan bisa menerapkan pengawasan yang rendah terhadap risiko pada kategori ini.

2. Probabilitas Kecil dan Dampak Besar :detect and monitor

Jika terjadi risiko dengan jenis ini, maka perusahaan akan mengalami kerugian yang cukup besar dan kemungkinan mengalami kebangkrutan. 3. Probabilitas Besar dan Dampak Kecil :monitor

Perusahaan bisa memonitor risiko-risiko yang ada pada kuadran ini untuk memastikan bahwa risiko tersebut masih berada pada wilayah normal. 4. Probabilitas Besar dan Dampak Besar :prevent at source

Tipe risiko ini jelas menunjukkan bahwa perusahaan tidak lagi bisa mengendalikan risiko, dan bisa mengakibatkan kebangkrutan.

Kuadran 2 Kuadran 1

Dampak (Rp) Besar 50 juta Kecil Kecil 20 % Besar Probabilitas (%)

Gambar 6. Alternatif Strategi Menghadapi Risiko Kuadran 2

(Detect and Monitor)

Kuadran 1 (Prevent at Source) Kuadran 4 (Low Control) Kuadran 3 (Monitor)

V. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 5.1. Profil Perusahaan

PT. Suri Tani Pemuka (STP) merupakan salah satu perusahaan yang memanfaatkan potensi budidaya air di Indonesia. Kepemilikan saham PT. Suri Tani Pemuka sepenuhnya dimiliki oleh Japfa Comfeed Indonesia yang didirikan pada tahun 1987 sebagai salah satu perusahaan terintegrasi pertama di Indonesia. Basis utama operasi PT. Suri Tani Pemuka ada di Jawa Timur. PT. Suri Tani Pemuka saat ini mengoperasikan tujuh lokasi tambak udang, satu pabrik pakan udang, dua pabrik pakan ikan, dua komplek pemrosesan udang serta ikan dan komplek udang pembekuan udang, serta tiga buah pembenihan udang. PT. Suri Tani Pemuka secara komersial memproduksi empat jenis udang yaitu Penaeus Monodon, Penaeus Indikus, Penaeus Merguensis dan Penaeus vannamei serta

Seabasdan Tilapia Merah.

Didukung oleh suhu tropis yang berkisar pada 26 derajat celcius sepanjang tahun, Indonesia memiliki iklim yang sangat sesuai untuk budidaya udang. Sebagai negara kepulauan juga menawarkan kondisi perairan yang lebih baik untuk budidaya perairan. Keunggulan-keunggulan ini sangat mendukung para petambak untuk melakukan panen udang sedikitnya dua kali per tahun, yang berarti mempercepat juga waktu pengembalian investasinya.

Udang diandalkan untuk pasar internasional sesuai dengan permintaan pasar yang meningkat hingga lima sampai delapan persen per tahunnya, peningkatan dalam permintaan pasar semakin lama semakin berkembang setidaknya dalam 10 tahun terakhir ini. Permintaan akan terus bertambah dan secara proporsional akan menjadi penyedia terbesar di Indonesia.

Produksi hilir udang PT. Suri Tani Pemuka memberi kontribusi terbesar pada perusahaan. Keterpaduan dalam operasinya mampu menjamin dihasilkannya produk-produk udang berkualitas tinggi seperti sushi ebi, udang untuk sop, ebi chakin dan

haukau, udang kupas, udang tanpa kepala IQF,peeled tail idevenet, filed baterfly, dan udang masak, juga seabass untuk sop. Kira-kira 75 persen dari total produksi total PT. Suri Tani Pemuka adalah produk hasil olahan. PT. Suri Tani Pemuka merupakan eksportir utama di Jawa Timur dengan tujuan penjualan ke Jepang, Amerika Serikat,

Kanada, China, Taiwan, Hongkong, dan beberapa negara di Eropa. Pada tahun 1997 total ekspor udang PT. Suri Tani Pemuka sejumlah 2000 MT.

Pada tahun 1993, PT. Suri Tani Pemuka mengawali kerjasama produksi dan distribusi dengan perusahaan pemrosesan produk hasil laut terkemuka dari Jepang. Melalui kerjasama ini PT. Suri Tani Pemuka memproduksi sushi ebi

untuk pasar Jepang. Kerjasama ini merupakan salah satu awal sukses kerja sama strategis yang telah membantu melapangkan jalan untuk membangun kerja sama dengan perusahaan-perusahaan Jepang terkemuka lainnya. Saat ini, PT. Suri Tani Pemuka telah memiliki daftar panjang pelanggan-pelanggan yang mempunyai nama besar seperti Marubeni, Hanua dan Mitsubishi. PT. Suri Tani Pemuka juga secara terus menerus selalu memantau peluang-peluang bisnis yang ada dan menjajaki kemungkinan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan makanan beku terkemuka di Jepang.

Hampir 100 persen dari seluruh udang yang dihasilkan oleh PT. Suri Tani Pemuka dibudidayakan untuk keperluan produksi olahan internal. PT. Suri Tani Pemuka memiliki lebih dari 400 hektar tambak udang di Jawa Timur dan sejak akhir 1995 mulai mengembangkan lahan tambak baru seluas 2000 hektar di Kalimantan Selatan. Lahan tambak ini dikelola secara insentif untuk pembenihan stok udang 20 sampai 40 setiap meter per segi, menggunakan pembenihan ternak benur 100 persen, penganginan buatan dan pakan ternak komersial. Tingkat produksi mencapai rata-rata empat hingga lima MT per hektar per siklus.

Dalam usahanya untuk terus meningkatkan kualitas produksi udangnya, pada tahun 1996 PT. Suri Tani Pemuka telah membangun tambak pembenihan

(Hatchery) aneka jenis udang untuk menghasilkan benur yang berkualitas tinggi. Bertempat di perairan yang masih alami di Bali Utara, tambak pembenihan ini sangat menguntungkan karena memungkinkan perusahaan untuk menghasilkan benur udang sesuai kebutuhan dan kualitas yang diinginkan oleh pelanggan atau pasar. Konsep ini memberikan kontribusi positif bagi perusahaan karena benur yang dikelola secara khusus dapat mengurangi angka kematian sehingga dapat menekan biaya dan menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi. Pada tahun 1997, tambak pembenihan yang lain dibangun di Kalimantan Selatan dan beroperasi sejak 1998. Pada tahun 2008 PT. Suri Tani Pemuka kembali membuka tambak

pembenihan di daerah Anyer, Banten. PT. Suri Tani Pemuka mampu memproduksi benur lebih dari 300 juta post larva per tahun.

PT. Suri Tani Pemuka telah mulai mengembangkan Seabas Asian dan Tilapia Merah sejak tahun 1997. Pembenihan aneka spesies telah dibangun untuk dapat terus menyediakan ikan-ikan kecil berkualitas untuk operasional peternakan PT. Suri Tani Pemuka. Ikan diproduksi di tambak-tambak pantai dan kolam air asin di dalam wilayah operasi budidaya udang PT. Suri Tani Pemuka . Ikan di proses di fasilitas perusahaan untuk memastikan standar kualitas ekspor terpenuhi. Saat ini, ikan-ikan di ekspor ke Asia dan juga dipasarkan di pasar lokal.

Pada tahun 1998, produksi pakan akuakultur PT. Suri Tani Pemuka telah mencapai 18 ribu ton, di mana 90 persen diantaranya dijual kepada petambak-petambak di Indonesia. Sementara sisanya yang 10 persen digunakan untuk keperluan tambak sendiri. Dari seluruh total produksi pakan tersebut, 12 ribu ton merupakan produk pakan ikan dan enam ribu ton merupakan produk pakan udang. Untuk memenuhi pertumbuhan permintaan akan pakan ikan, pada tahun 1997 perusahaan membangun pabrik pakan ikan terapung dengan kapasitas produksi 25 ribu ton per tahun. Dalam waktu dekat, PT. Suri Tani Pemuka berencana untuk mengembangkan produksi pakan ikan, sesuai dengan tuntutan permintaan. PT. Suri Tani Pemuka telah mengekspor pakan ke berbagai negara di Asia Tenggara, India dan Srilanka.