Kuadran 1 : -pengendalian penyakit
6.6. Penanganan Risiko Produksi
Kegiatan terakhir dari manajemen risiko perusahaan adalah penanganan risiko. Analisis penanganan risiko dapat dilakukan dengan membandingkan antara penangan risiko yang dilakukan oleh perusahaan dalam mengendalikan sumber risiko dengan penanganan risiko hasil analisis. Penanganan risiko hasil analisis dapat dilakukan dengan bantuan penempatan risiko pada peta risiko. Penanganan risiko perusahaan dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya adalah:
1. Preventif Risiko
Strategi preventif risiko dapat dilakukan pada risiko-risiko yang berada pada kuadran dengan kemungkinan atau probabilitas yang besar. Kuadran yang dapat ditangani dengan preventif risiko adalah risiko yang berada pada kuadran 1 dan kuadran 3. Hasil pemetaan risiko menunjukkan bahwa risiko yang terdapat pada kuadran 3 adalah risiko produksi benur dan risiko pada penerimaan. Strategi
Kuadran 2: -Risiko Survival Rate
Kuadran 1
Kuadran 4 -Risiko produksi naupli
Kuadran 3 -Risiko produksi benur -Risiko penerimaan
preventif untuk risiko yang ada pada kuadran dengan probabilitas besar dapat dilihat pada Gambar 12.
Strategi preventif diharapkan mampu memperkecil kemungkinan terjadinya risiko produksi benur dan risiko penerimaan. Strategi preventif yang umum dilakukan untuk mengendalikan risiko-risiko yang terdapat pada kuadran 3 diantaranya adalah membuat atau memperbaiki sistem dan prosedur, mengembangkan sumber daya alam dan memasang atau memperbaiki fasilitas fisik. Dampak (Rp) Besar 50 juta Kecil Kecil 20 % Besar Probabilitas (%)
Gambar 13. Preventif Risiko Produksi dan Penerimaan
Penanganan risiko berdasarkan hasil analisis lebih menekankan pada perlakuan yang tepat dalam pemeliharaan dari naupli menjadi benur sehingga kemungkinan terjadinya risiko penurunan produksi benur yang juga dapat menyebabkan penurunan penerimaan dapat diperkecil. Penanganan risiko menggunakan strategi preventif yang telah dilakukan oleh PT. Suri Tani Pemuka diantaranya adalah persiapan wadah pembenihan udang vannamei, perbaikan fasilitas, perlakuan yang teliti dalam kegiatan pemeliharaan induk dan benur udang vannamei serta pelatihan karyawan.
Kuadran 2 Kuadran 1
Kuadran 4 Kuadran 3
-risiko produksi benur -risiko penerimaan
2. Mitigasi Risiko
Strategi mitigasi risiko merupakan strategi yang digunakan untuk risiko-risiko yang ada pada kuadran 1 dan kuadran 2. Mitigasi risiko-risiko ini diharapkan mampu memperkecil dampak yang ditimbulkan dari terjadinya risiko. Strategi mitigasi dilakukan untuk menggeser posisi risiko pada peta risiko yang berada pada kuadran dengan dampak risiko yang besar ke kuadran yang dampak risikonya kecil.
Hasil pemetaan risiko menunjukkan kuadran yang memiliki dampak risiko besar terisi oleh semua sumber risiko pada kegiatan pembenihan udang vannamei di PT. Suri Tani Pemuka. Risiko yang berada pada kuadran 2 terisi oleh risiko derajat kelangsungan hidup (SR). Strategi mitigasi risiko untuk mengendalikan risiko yang ada pada kuadran yang mempunyai dampak yang besar dapat dilihat pada Gambar 13.
Risiko yang berada pada kuadran yang memiliki dampak yang besar adalah risiko yang berada pada kuadran 2 yaitu risiko derajat kelangsungan hidup (SR). Risiko pada kuadran 2 ini mempunyai kemungkinan terjadinya kecil, akan tetapi jika terjadi dampak yang ditimbulkan besar. Risiko penurunan derajat kelangsungan hidup benur pada PT. Suri Tani Pemuka pada umumnya disebabkan oleh benur yang terserang oleh penyakit. Strategi mitigasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak terjadinya risiko penurunan derajat kelangsungan hidup benur dapat dilakukan dengan pengendalian penyakit dan sistem diversifikasi pemeliharaan post larva. Strategi mitigasi risiko yang telah dilakukan oleh PT. Suri Tani Pemuka diantaranya adalah sistem kontrak pembelian dengan pihak pemasok pakan, pengendalian penyakit dan diversifikasi pemeliharaan.
Derajat kelangsungan hidup benur udang ditentukan oleh perbandingan antara produksi naupli dan produksi benur. Oleh karena itu, untuk mempertahankan derajat kelangsungan hidup benur tetap tinggi maka pemeliharaan mulai dari stadia naupli hingga stadia post larva harus diperhatikan. Penanganan risiko yang dapat dilakukan diantaranya adalah pengendalian penyakit jika terdapat benur yang terserang penyakit dan diusahakan agar cepat ditangani sehingga tidak semua benur yang tertular penyakit.
PT. Suri Tani Pemuka telah melakukan penangan dengan menggunakan strategi mitigasi risiko. Hal ini terlihat dari kesigapan PT. Suri Tani Pemuka dalam menangani benur yang terkena penyakit dengan beberapa langkah yang dilakukan. Selain itu, PT. Suri Tani juga memelihara induk maupun benur dalam beberapa bak pemeliharaan yang terpisah sehingga dapat mengurangi dampak kegagalan produksi jika ada benur yang terserang penyakit.
Dampak (Rp) Besar 50 juta Kecil Kecil 20 % Besar Probabilitas (%)
Gambar 14. Mitigasi Risiko Produksi dan Penerimaan
Strategi lain juga dapat dilakukan selain menerapkan strategi preventif dan mitigasi risiko menggunakan grafik alternatif strategi yang ada pada Gambar 14. Risiko derajat kelangsungan hidup terdapat pada kuadran 2 yaitu kuadran dengan kemungkinan terjadi kecil tetapi jika terjadi dampak yang ditimbulkan akan besar. Jika PT. Suri Tani Pemuka mengalami risiko derajat kelangsungan hidup, maka perusahaan akan mengalami kerugian yang cukup besar dan kemungkinan mengalami kebangkrutan. Strategi yang dapat digunakan untuk mengatasi risiko derajat kelangsungan hidup adalah menggunakan strategidetect and monitor.
Risiko produksi benur dan risiko penerimaan terdapat pada kuadran 3, dimana kemungkinan terjadinya risiko ini besar akan tetapi dampak yang ditimbulkan kecil. Strategi yang dapat dilakukan oleh PT. Suri Tani Pemuka adalah memonitor risiko-risiko yang terdapat pada kuadran ini. Risiko yang
Kuadran 2 -Risiko Survival Rate
Kuadran 1
terdapat pada kuadran 3 ini dapat digolongkan pada risiko yang masih berada pada wilayah normal.
Risiko produksi naupli terdapat pada kuadran 4. Risiko yang terdapat pada kuadran ini merupakan risiko yang kemungkinan terjadinya kecil dan jika terjadi dampak yang ditimbulkan dari risiko penurunan produksi naupli ini kecil pula. Alternatif strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi risiko yang terdapat pada kuadran ini adalah melalui strategi low control atau penerapan pengawasan yang rendah pada risiko pada kuadran ini.
Dampak (Rp) Besar 50 juta Kecil Kecil 20 % Besar Probabilitas (%)
Gambar 15. Alternatif Strategi Menghadapi Risiko Produksi dan Penerimaan Kuadran 2
(Detect and Monitor)
-Risiko Survival Rate
Kuadran 1
(Prevent at Source)
Kuadran 4
(Low Control)
-Risiko produksi naupli
Kuadran 3
(Monitor)
-Risiko produksi benur -Risiko penerimaan
VIII. KESIMPULAN DAN SARAN