• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. Penataan Pasar Tradisional

Pasar dalam pengertian teori ekonomi adalah suatu situasi dimana pembeli (konsumen) dan penjual (produsen dan pedagang) melakukan transaksi setelah kedua pihak telah mengambil kata sepakat tentang harga terhadap sejumlah (kuantitas) barang dengan kualitas tertentu yang menjadi objek transaksi. Kedua pihak, pembeli dan penjual, mendapatkan manfaatdari adanya transaksi atau pasar. Pihak pembeli mendapatkan barang yang diinginkan untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhanya sedangkan penjaul mendapat imbalan pendapatan untuk selanjutnya digunakan untuk membiayai aktivitasnya sebagai pelaku ekonomi produksi atau pedagang, agar transaksi berjalan lancar dan kedua bela pihak mencapai tujuannya, masing-masing pihak akan selalu berusaha mencari informasi yang akurat tentang berbagai hal. Pembeli berusaha mendapatkan informasi tentang barang apa saja yang tersediauntuk memenuhi kebutuhannya, berapa jumlah yang tersedia, kualitas bagaimana yang dibutuhkan dan dimana konsumen merasa senang untuk mendapatkannya.

Menurut pengertiannya, pasar merupakan suatu tempat bagai manusia dalam mencari keperluan sehari-harinya.Sedangkan menurut Belshaw dalam Lubis (2005: 11), pasar adalah tempat yang mempunyai unsur-unsur sosial, ekonomis, kebudayaan, politis dan lain-lainnya, tempat pembeli dan penjual (penukar tipe lain) saling bertemu untuk untuk

megadakan tukar menukar. Kegiatan perdagangan tradisional di antaranya adalah pasar tradisional dan toko-toko enceran, sedangkan kegiatan perdagangan modern dijumpai dalam bentuk pasar modern yang dikenal dengan mal, pasar swalayan, depertment store, shopping center dan hypermarket.(Suprapto, 1988:10).

Menurut Lubis (2005), yang dianggap selama ini sebagai pasar tradisional adalah pasar yang bentuk bangunanya relatif sederhana, dengan suasana yang relatif kurang menyenangkan (ruang tempat usaha sempit, sarana parkir yang kurang memadai, kurang menjaga kebersihan pasar, dan penerangan yang kurang baik). Barang-barang yang diperdagangkan adalah barang kebutuhan sehari-hari dengan mutu barang yang kurang diperhatikan, harga relatif murah, dan cara pembelianya dengan sistem tawar menawar. Para pedagangnya sebagian besar adalah golongan ekonomi lemah dan cara berdagangnya kurang profesional.(Lubis, 2005:13).

2. Prinsip Penataan Pasar Tradisional

Prinsip penataan pasar tradisional antara lain keadaan fisik dan lingkungan pasar harus dibuat rapi dan nyaman agar aktivitas, fungsi, dan makna pasar dapat dimaksimalkan sesuai perkembangan kota, kehidupan masyarakat, danperekonomian umumnya. Pasar bukan hanya tempat jual beli tetapi juga harus didorong menjadi tempat rekreasi dan parawisata, bahkan fungsi interaksi soal dan budaya, pasar harus menumbuh kembangkan usaha yang sudah ada maupun yang baru,termasuk ekonomi

kreatif sebagai upaya peningkatan ekonomi. Pasar harus dapat menjadi wadah pembinaan dan pelayanan pemerintah juga untuk menyukseskan program pemerintah serta dapat meningkatkan pendapatan pemerintah.

Selain itu,prinsip penataan pasar tradisional juga boleh menggeser tetapi meminimalkan meggusur. Menggeser dalam arti kata memindahkan tempat atau mengubah pola usaha bukan mematikan usaha pedagang.

Selain prinsip penataan prinsip pasar tradisional, juga harus ada yang namanya prinsip pengelolaan pasar tradisional yaitu tidak mengubah prinsip pasar tradisonal, hanya memoderenkan pasar tradisional.

Pengelolaan pasar tradisional harus dapat meningkat omzet penjualan dan pendapatan pengusaha, meningkatkan jumlah, segmen atau klasifikasi pembeli dan pengungjung, memperbanyak jenis dan klasifikasi barang jualan serta dapat memperluas lapangan kerja dan usaha. Selain itu, prinsip pengelolaan pasar tradisional juga harus dapat mewujudkan demokrasi ekonomi.(Fithrati, 2010:9)

3. Penataan Pasar Tradisional 1. Keamanan

Keamanan Menurut (Sastradipoera,2006:101) yaitu kreteria penilaian pengguna terhadap tingkat kerentanan terhadap ancaman kriminalitas didalam area pasar. Dalam melayani konsumen, para petugas pelayanan harus memberikan perasaan aman pada konsumen. Tanpa perasaan aman didalam hatinya niscaya konsumen akan berpikir dua kali jika harus kembali ke tempat tersebut. Rasa aman yang dimaksudkan

disini adalah selain rasa aman fisik adalah rasa aman prikis. Dengan adanya keamanan maka seseorang konsumen akan merasa tentram dan mempunyai banyak kesempatan untuk memilih dan memutuskan apa yang di inginkan.

Penataan harus tetap dilakukan terhadap pasar ini, karena dengan penataan yang baik akan menimbulkan kesan yang nyaman terhadap pasar tersebut. Pasar tradisional yang selama ini dikesankan jorok,becek, dan bau harus segara di hilangkan dari kesan tersebut. Penataan yang baik harus dimulai dari penataan bangunan, letak pedagang, mulai kios, tempat penjualan hingga akses jalan sepanjang pasar, jangan sampai terjadi kesemrawutan yang terjadi seperti kemacetan karena adanya pasar yang disebabkan pedagang sehingga tumpah di jalan raya, sampah-sampah pasar yang juga selama ini mewarnai pasar-pasar tradisional harus dihilangkan. Setelah menyelesaikan tata pedagang yang baik dan rapi, penataan juga dilakukan terhadap pelayanan barang dan jasa yang di jajakan oleh pedagang. Fasilitas harus menunjang apa yang dibutuhkan pedagang dan pembeli selama dipasar, seperti toilet umum, sarana ibadah, tempat parkir dan sebagainya.

2. Kebersihan

Kebersihan adalah keadaan bebas dari kotoran, termasuk diantaranya, debu, sampah. Dalam menentukan kepuasan pelanggan khususnya mengenai tempat, faktor kebersihan juga memiliki pengaruh yang sangat besar sekali karena pelanggan dimana pun juga memiliki

keinginan yang sama dimana dalam mendapatkan kebutuhan khususnya makanan, tempatnya harus benar-benar bersih, sehat dan terbebas dari penyakit.

Untuk menata pasar tradisional ada tiga hal yang perlu diketahui yaitu pedagang pasar tradisional, pemerintah daerah, dan pelanggan pasar tradisional. Pedagang pasar tradisional patut mengorganisir diri, bagusnya dalam bentuk koperasi pedagang pasar, yang fungsinya untuk mengembangkan pengelolaan dan pelayanan usaha dagangnya, serta memelihara lingkungan pasar yang bersih. Pasar yang sehat dapat menciptakan lingkungan yang nyaman serta tetap melestarikan nilai-nilai budaya, sehingga pasar sehat menjadi bentuk upaya kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pasar sebagai bagian hidup dari masyarakat. Dalam mewujudkan pasar sehat memerlukan kesepakatan dan dukungan penuh dari stakeholder yang terkait didalamnya mulai dari pedagang, pekerja, pengelola, asosiasi, pemasok, pihak swasta, LSM dan pemerintah setempat yang dilakukan secara kesenambungan pedoman penyelenggaraan pasar sehat ini memberikan panduan mengenai langkah-langkah penyelenggaraan, kriteria pasar sehat, pengorganisasian, monitoring dan evaluasi. Untuk dapat terselenggaranya secara berkesinambungan perlu di bentuk tim pembina pasar sehat baik di propinsi maupun di kabupaten/kota. Dalam rangka efesiensi tim pembina pasar sehat propinsi dan kabupaten/kota

diintegrasikan kedalam tim pembina propinsi atau tim pembina kabupaten/kota sehat yang sudah ada. (Daryanto, 2010:44)

3. Kenyamanan

Kenyamananadalah sebagai pertimbangan pengguna untuk mendapatkan rasa nyaman untuk melakukan aktifitas di dalam area pasar.

Kenyamanan atau nyaman adalah suatu keadaan segar, sehat, sedap, sejuk dan enak. Kenyamanan lingkungan adalah suatu keadaan yang membuat seseorang terlindung dari ancaman psikologis. Perubahan kenyamanan lingkungan akan menyebabkan perasaan yang tidak nyaman dan berespon terhadap stimulus yang berbahaya . Kondisi nyaman menunjukan keadaan yang bervariasi untuk setiap individu, sehingga kenyamanan bersifat subjektif dan berhubungan dengan keadaan tingkat aktivitas, pakaian, suhu udara.Unsur-unsur iklim memiliki peran yang penting dalam menentukan kenyamanan suatu wilayah/kawasan. Salah satu faktor iklim yang mempengruhi kenyamanan yakni suhu udara, sehingga semakin tinggi suhu udara maupun semakin rendah suhu udara, sehingga semakin tinggi suhu udara maupun semakin rendah suhu udara, akan mengurangi kenyamanan. Kenyamanan didalam tempat berbelanja akan senantiasa diharapkan konsumen dalam memperoleh barang yang diinginkannya.

Mulai dari kenyamanan tempat berbelanja, keamanan, suasana dan juga keramahan penjual. kenyamanan suatu tempat akan mempengaruhi konsumen dalam menentukan tempat pembeli suatu barang.

Dokumen terkait