Analgetik adalah adalah obat yang mengurangi atau melenyapkan rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. Antipiretik adalah obat yang menurunkan suhu tubuh yang tinggi.Jadi analgetik-antipiretik adalah obat yang mengurangi rasa nyeri dan serentak menurunkan suhu tubuh yang tinggi.Umumnya cara kerja analgetik-antipiretik adalah dengan menghambat sintesa neurotransmitter tertentu yang dapat menimbulkan
rasa nyeri & demam. Contoh obat-obat analgesik antipiretik yang beredar di Indonesia (Inarno. 2013) :
1) Paracetamol
Paracetamol merupakan analgesik-antipiretik dan anti-inflamasi non-steroid (AINS) yang memiliki efek analgetik (menghilangkan rasa nyeri), antipiretik (menurunkan demam), dan anti-inflamasi (mengurangi proses peradangan). Paracetamol paling aman jika diberikan selama kehamilan. Parasetamol dalam dosis tinggi dan jangka waktu pemberian yang lama bisa menyebabkan toksisitas atau keracunan pada ginjal. sehingga dikategorikan sebagai analgetik-antipiretik. Golongan analgetik-antipiretik adalah golongan analgetik ringan. Parasetamol merupakan contoh obat dalam golongan ini. Beberapa macam merk dagang, contohnya Parasetamol (obat penurun panas atau penghilang nyeri) bisa diperdagangkan dengan merk Bodrex, Panadol, Paramex. (Inarno. 2013).
Parasetamol tersedia sebagai obat tunggal, berbentuk tablet 500 mg atau sirup yang mengandung 120 mg/5 ml. Selain itu parasetamol terdapat sebagai sediaan kombinasi tetap, dalam bentuk tablet maupun cairan. Dosis parasetamol untuk dewasa 300 mg - 1 g per kali, dengan maksimum 4 g/hari.
2) Ibuprofen
Ibuprofen adalah salah satu jenis anti-inflamasi non-steroid (AINS) yang diindikasikan untuk meredakan nyeri ringan sampai sedang, nyeri setelah operasi, nyeri pada penyakit sendi (seperti pengapuran sendi atau rematik), nyeri otot, nyeri haid, serta menurunkan demam. Ibuprofen juga memiliki efek anti-radang dan anti-pembekuan darah yang lemah. (Yolanda. 2013).
Dosis untuk demam yakni 200-400 mg tiap 4 sampai 6 jam dengan dosis maksimum 1200 mg sehari. martindalle, hal;65.
3) Aspirin
Aspirin adalah obat menghambat produksi prostaglandin (sebuah zat spesifik yang menyebabkan rasa sakit dan demam) untuk mengurangi
respons tubuh terhadap serangkaian proses kimia yang akhirnya menuju terbentuknya rasa sakit.Obat ini di indikasikan untuk meringankan rasa sakit, nyeri otot dan sendi, demam, nyeri karena haid, migren, sakit kepala dan sakit gigi tingkat ringan hingga agak berat. (Bayer. 2005).
Dosis 300-900 mg diberikan tiap 4 sampai 6 jam, dengan dosis maksimum 4000 mg sehari.
b) Terapi Non-Farmakologi
Adapun yang termasuk dalam terapi non-farmakologi dari penatalaksanaan demam:
1) Pemberian cairan dalam jumlah banyak untuk mencegah dehidrasi dan beristirahat yang cukup.
2) Tidak memberikan penderita pakaian panas yang berlebihan pada saat menggigil. Kita lepaskan pakaian dan selimut yang terlalu berlebihan. Memakai satu lapis pakaian dan satu lapis selimut sudah dapat memberikan rasa nyaman kepada penderita.
3) Memberikan kompres hangat pada penderita. Pemberian kompres hangat efektif terutama setelah pemberian obat. Jangan berikan kompres dingin karena akan menyebabkan keadaan menggigil dan meningkatkan kembali suhu inti (Kaneshiro & Zieve. 2010).
6. Swamedikasi
a) Obat Sintetis (MIMS Petunjuk Konsultasi. 2014/2015) 1) Asam asetilsalisilat /asetosal/aspirin
Gambar 17. Aspirin
Nama Sediaan : ASPIRIN (Produsen : Bayer consumer care) Bentuk sediaan : Tablet Asam asetilsalisilat/aspirin 500 mg
Indikasi : Untuk menurunkan panas demam dan meringankan rasa sakit seperti sakit kepala dan nyeri otot.
Dosis : Dewasa 1-2 tablet. Anak > 5 tahun ½ - 1 tablet. Semua dosis diberikan 2 – 3 kali per hari.
Aturan pakai : berikan sesudah makan
Efek samping : Iritasi lambung, pendarahan lambung / tukak lambung (terutama pemakaian lama), mual, muntah, reaksi hipersensivitas (sesak napas, reaksi kulit), dapat terjadi berkurangnya jumlah trombosit(trombositopenia).
Kontraindikasi : Penderita yang sedang diterapi anti koagulan (konsultasikan dengan dokter). Penderita hemofilia, trombositopenia, varicella / cacar air / chickenpox dan gejala flu, hipersensitif terhadap salisilat. Penderita alergi (termasuk asma), tukak lambung (maag), pernah atau sering mengalami pendarahan di bawah kulit (konsultasikan dengan dokter).
Golongan : obat bebas
2) Ibuprofen
Gambar 18. Ibuprofen Nama sediaan : PRORIS (Produsen ; Pharos)
Bentuk sediaan : kapsul (ibuprofen 200 mg), tablet kunyah (ibuprofen 100 mg) dan syrup (ibuprofen 100 mg/5 ml).
Indikasi : meredakan demam, mengurangi rasa nyeri pada sakit gigi, sakit kepala, nyeri otot, nyeri pasca operasi setelah cabut gigi dan peny reumatik.
Dosis : dewasa 200 mg 3-4 kali/hari. Anak 1-12 tahun untuk mengurangi demam suhu < 39ºC; 5 mg/kg BB, suhu > 39ºC; 10mg/kg BB. Diberikan 3-4 kali/hari
Aturan pakai : berikan segera sesudah makan
Kontraindikasi : tukak peptik, penderita dengan riwayat asama, rinitis atau urtikaria karena menggunakan aspirin atau ains lain Golongan : obat bebas terbatas
3) Parasetamol
Gambar 19. Sanmol
Nama sediaan
: sanmol (produsen; sanbe)
Bentuk sediaan : tablet (parasetamol 500 mg), syrup (120 mg/5 mL) Indikasi : Meredakan nyeri termasuk sakit kepala dan sakit gigi.
Meredakan demam akibat flu & setelah imunisasi.
Dosis : Dewasa 1-2 tablet, anak ½-1 tablet, syrup anak 1-2 tahun 5 mL, 2-6 tahun 5-10 mL, 6-9 tahun 10-15 mL, 9-12 tahun 15-20 mL. Semua dosis diberikan 3-4 kali/hari. Aturan pakai : Dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau tidak Kontraindikasi : Hipersensitivitas. Gangguan fungsi hati berat Golongan : Obat bebas terbatas
b) Obat herbal 1) Herbamed Antipe
Komposisi : Centella asiatica Herba (Pegagan) 55 mg Andrographis paniculata Herba (Sambiloto) 35 mg
Piper retrofractum Fructus (Cabai Jawa) 40 mg Zingiber officinale Rhizoma (Jahe) 30 mg Oldenlandia corymbosa Herba (Rumput Mutiara) 50 mg Curcuma domestica Rhizoma (Kunnyit) 40 mg No. Registrasi : BPOM RI TI 114645721
Khasiat : Herbal Demam & Sakit Kepala. Membantu menurunkan demam/panas, sakit kepala, mengatasi mual dan muntah. Sediaan : 50 kapsul @250 gr
Aturan Pakai : Minum Herbamed Antipe 3 x 2 kapsul/hari. Baik diminum 30 menit sebelum makan.
Produsen : PT. Unique Herbamed Indonesia
Gambar 20. Herbamed Antipe
2) Syamilah for Kids
Komposisi : Tiap sendok 5 ml mengandung:
Morinda citrifolia Fructus (Mengkudu) 50 mg Hedyotis corymbosa Herba (Rumput mutiara) 50 mg Selaginella doederlinii Herba ((Cakar ayam) 50 mg Laranthus sp. Herba (Benalu) 50 mg Andrographis paniculata Herba (Sambiloto) 50 mg Curcuma xanthorriza rhizoma (Temulawak) 50 mg Mel depuratum (Madu)
No. Registrasi : POM TR 143 677 641
Khasiat : Temulawak berkhasiat untuk mengatasi demam atau panas. Temulawak mengandung germakron (golongan kurkumin), suatu zat aktif yang memberi efek
menurunkan suhu tubuh atau mengatasi demam/panas, dimana aktivitasnya menekan sistem saraf pusat.
Sediaan : sirup @ 125 ml
Aturan Pakai : 3 x sehari 1 sendok takar Produsen : Herbal Indo Utama Magelang
Gambar 21. Syamilah for Kids 3) Tanaman (Aserani: 2010)
1. Jeruk Nipis
Nama Latin : Citrus aurantifolia
Kandungan Kimia : Asam sitral; Minyak atsiri; Linna; Lisasetat; d-limonen; L-linaliol; Dihidrokumarin alkohol; Terpenool; Pinen; Kamfen
Khasiat : Batuk, demam, nyeri haid, nyeri tenggorokan Bagian tanaman : Daun
Cara Pemakaian : Dibuat seduhan campuran daun jeruk nipis segar 5 helai; daun sembung segar 3 helai; Daun prasman segar 5 helai; Air 115 ml. Diminum 1 hari sekali 100 ml.
Gambar 22. Daun Jeruk Nipis 2. Kesumba
Nama Latin : Bixa orellana L.
Kandungan Kimia : Tannin; Kalsium oksalat; Saponin; Lemak; Glukosida; Damar.
Bagian tanaman : Daun
Khasiat : Diuretik, antipiretik, masuk angina.
Cara Pemakaian : Daun kesumba 10 g; Air 400 ml, Direbus sampai mendidih selama 15 menit, Diminum 3-4 kali sehari.
Gambar 23. Kesumba 3. Asam Jawa
Nama Latin : Tamarindus indica Linn.
Kandungan Kimia : Buah mengandung vitamin A; zat gula; selulosa; asam-asam yang terikat oleh kalium; tartrat; gula invart; pektin.
Khasiat : Laksan, analgesik dan antipiretik, diaforitik, laksatif. Bagian tanaman : Daun
Cara Pemakaian : Daun asam 2 ruas ibu jari; Air mendidih 100 ml, Diseduh, diminum 1 kali sehari 100 ml.
Gambar 24. Asam Jawa 4. Pepaya
Nama Latin : Carica papaya L.
Kandungan Kimia : Alkaloid papaina; Karpaina; Pseudokarpaina; Glikosida karposid; Saponin; Karisina; Papaina; Papayatimina; Fitoklimasa; Karatinoid; Pektin; Galaktosa; Asam galakturonat.
Khasiat ; Stomakik, emenagog, antelmintik, anti inflamasi, antipiretik, antielmintik, diuretik, demam dan mulas, haid yang disebabkan karena kecapaian, malaria, nyeri sendi.
Bagian tanaman : Daun
Cara Pemakaian : Daun pepaya muda segar 1 helai; Daging buah asam secukupnya; Air 100 ml, Direbus sampai mendidih, Diminum 2 kali sehari; tiap kali minum 100 ml.
Gambar 25. Pepaya 5. Cocor Bebek
Nama Latin : Kalanchoe pinnata
Kandungan Kimia : Glikosida; Briofilin; Lendir; Magnesium malat; Damar Khasiat : nyeri lambung dan diare, muntah darah, rematik, disentri,
demam, radang amandel (Hariana. 2013:356). Bagian tanaman : Daun
Cara Pemakaian : Daun cocor bebek sebanyak kurang lebih 20 g. daun segar dilumatkan dan ditempelkan pada dahi.
Gambar 26. Cocor bebek
6. Teratai
Nama Latin : Nelumbium nelumbo Druce.
Kandungan Kimia : Bunga: Quercetin, luteolin, isoquercitrin, kaempferol. Benangsari: Quercetin, luteolin, isoquercitrin, galuteolin, juga terdapat alkaloid. Penyangga bunga (reseptacle): Protein, lemak, karbohidrat, caroten, asam nikotinat, vitamin B1, B2, C dan sedikit mengandung nelumbine. Biji: Kaya akan pati, juga mengandung raffinose, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, phosphor dan besi. Kulit biji teratai mengandung nuciferine, oxoushinsunine, N-norarmepavine. Rimpang: Pati, protein, asparagine, vitamin C. Selain itu juga mengandung catechol, d-gallocatechol, neoch- lorogenic acid, leucocyanidin, leucodelphinidin, peroxidase, dll. Akar: Zat tannic dan asparagine. Daun: Roemerine, nuciferine, nornuciferine, armepavine, pronuciferine, Nnornuciferine, D-N-methylcoclaurine, anonaine, liriodenine, quercetin, isoquercitrin, nelumboside, citric acid, tartaric acid, malic acid, gluconic acid, oxalic acid, succinic acid, zat tannic, dll. Dasar daun teratai: Roemerine, nuciferine dan nornuciferine. Tangkai daun: Roemerine, nornuciferine, resin dan zat tannic.
Khasiat : Diare, disentri, keputihan, kanker nasopharynx, demam, insomnia, hipertensi, muntah darah, mimisan, batuk darah, sakit jantung, beri-beri, sakit kepala, berak dan kencing darah, anemia, ejakulasi
Bagian tanaman : Rimpang
Cara Pemakaian : 100 g rimpang teratai dan 50 g rimpang segar alang-alang, dicuci lalu dipotong - potong secukupnya. Rebus dengan 500 cc air bersih sampai tersisa 250 cc. Setelah dingin disaring, minum seperti teh.
Gambar 27. Teratai
BAB III PEMBAHASAN
Nyeri adalah perasaan sensoris dan emosional yang tidak nyaman, berkaitan dengan (ancaman) kerusakan jaringan. keadaan psikis sangat mempengaruhi nyeri, misalnya emosi dapat menimbulkan sakit (kepala) atau memperhebatnya, tetapi dapat pula menghindarkan sensasi rangsangan nyeri.
Untuk penatalaksanaan nyeri dapat digunakan terapi farmakologi (menggunakan obat-obatan) dan terapi non-farmakologi (tanpa obat). Analgetika atau obat penghilang nyeri adalah zat-zat yang mengurangi atau menghalau rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran (perbedaan dengan anestetika umum.
Penatalaksanaan nyeri secara farmakologi melibatkan penggunaan analgesik AINS (anti inflamasi nonsteroid), analgesik opiod dan obat-obat adjuvans atau koanalgesik.
Yang termasuk ke dalam golongan AINS yakni diantaranya salisilamid (asam asetilsalisilat/asetosal/aspirin), asam mefenamat, diklofenak, ibuprofen, ketoprofen, naproksen, indomatesin, piroksikam, meloksikam dan celekoksib.
Golongan analgesik opioid yakni diantaranya morfin dan alkaloid opium, meperidin dan derivat fenilpiperidin, fentanil dan derivatnya, metadon dan proksifen.
Sedangkan untuk analgesik adjuvant biasanya diberikan kepada pasien yang menggunakan berbagai obat sehingga keputusan mengenai administrasi dan dosis obat harus dibuat dengan pemahaman yang jelas dari tahap penyakit dan tujuan perawatan. Contoh obatnya yakni antidepresant (amitriptiline dan despiramine), kortikosteroid (dexametasone, metil prednisolone).
Dalam penggunaannya tidak semua obat-obatan tersebut dapat dibeli bebas tanpa resep dokter. Untuk swamedikasi (pengobatan sendiri) dapat digunakan obat bebas, obat bebas terbatas dan obat wajib apotek. Asetosal/aspirin merupakan contoh obat bebas terbatas untuk nyeri. Sedangkan asam mefenamat, metampiron dan ibuprofen termasuk ke dalam golongan obat wajib apotek (obat keras yang dapat diserahkan oleh apoteker yang disertai dengan penjelasan).
Selain obat sintetis, dapat pula digunakan obat herbal untuk mengatasi nyeri. Sediaan jadi herbal yang tersedia yakni Brotowali dan Herbal untuk Rasa Sakit. Tamanan yaitu brotowali, kembang sepatu, jahe merah, beluntas, temulawak, alang-alang dan kemuning.
Terapi non-farmakologi untuk nyeri yakni stimulasi dan masase kutaneus, terapi es dan panas, trancutaneus electric nerve stimulation, distraksi, teknik relaksasi, imajinasi terbimbing dan hipnosis.
Demam adalah peninggian suhu tubuh dari variasi suhu normal sehari-hari yang berhubungan dengan peningkatan titik patokan suhu di hipotalamus (Dinarello & Gelfand, 2005). Suhu tubuh normal berkisar antara 36,5-37,2°C. Derajat suhu yang dapat dikatakan demam adalah rectal temperature ≥38,0°C atau oral temperature ≥37,5°C atau axillary temperature ≥37,2°C.
Antipiretik adalah obat yang menurunkan suhu tubuh yang tinggi. Terapi farmakologi untuk demam yakni penggunaan parasetamol, antalgin, ibuprofen dan aspirin. Parasetamol, aspirin dan ibuprofen (proris) dapat diperoleh bebas tanpa resep dokter.
Untuk terapi non-farmakologinya yakni dengan memberikan cairan dalam jumlah banyak, tidak menggunakan pakaian panas yang berlebihan saat menggigil dan kompres hangat.
Sediaan jadi herbal yakni Herbamed Antipe dan Syamilah for Kids. Tanaman herbal yaitu jeruk nipis, kesumba, mengkudu, asam jawa, katuk, pepaya, cocor bebek dan teratai.
BAB IV KESIMPULAN
Berdasarkan dari tinjauan pustaka dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut;
1. Pengobatan sendiri atau swamedikasi adalah tindakan yang dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan dengan menggunakan obat-obatan yang dapat dikonsumsi tanpa pengawasan dari dokter.
2. Obat analgetik yang dapat digunakan untuk swamedikasi yaitu asam mefenamat, metampiron dan ibuprofen. Sedangkan sebagai antipiretik dapat digunakan parasetamol dan ibuprofen.
3. Tanaman herbal yang berkhasiat analgetik yakni brotowali, kembang sepatu, jahe merah, beluntas, temulawak, alang-alang dan kemuning. Adapun tanaman herbal untuk antipiretik yakni jeruk nipis, kesumba, mengkudu, asam jawa, katuk, pepaya, cocor bebek dan teratai.
PERTANYAAN KELAS