• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERTANYAAN KELAS 1. Apriani Sima (N211 15 873)

Bagaimana mekanisme hipnotis sehingga dapat digunakan sebagai terapi non-farmakologi pada pasien yang mengalami nyeri?

Mekanisme Kerja Hipnosis a. Gelombang otak dalam Hipnosis

Ada empat gelombang dari pikiran manusia yaitu:

• Gelombang Beta : gelombang beta adalah gelombang pikiran ketika sedang bekerja, dalam keadaan ini kita memiliki focus kerja antara 5-9 hal sekaligus.

• Gelombang Alfa : Gelombang alfa otak adalah gelombang pikiran ketika kita sedang santai / rileks, dalam keadaan ini kita memiliki focus kerja antara 3-5 sekaligus.

• Gelombang Teta : Gelombang otak teta adalah gelombang pikiran kita ketika kita sudah mulai tertidur, dalam keadaan ini kita memiliki fokus kerja antara 1-3 hal saja. Ini adalah sebuah kondisi mulai tertidur. Fokus Cuma 1-3 saja yang mengakibatkan pikiran kita berproses pada suatu kejadian. Yang termasuk dalam gelombang ini adalah ketika mengalami kondisi tidur dengan mimpi.

• Gelombang Delta : Gelombang otak delta adalah gelombang pikiran ketika kita sudah sangat nyenyak tidurnya, dalam keadaan ini kita memiliki fokus kerja adalah 0. Karena dalam kondisi ini sudah 0 fokus, ini berarti kita sudah tidak mempunyai fokus lagi alias benar-benar tertidur. Maka orang yang tidur dalam kondisi ini biasanya tidur tanpa mimpi. Gelombang otak begitu santai dan membuat seseorang begitu rileks. Orang yang tidur dalam kondisi seperti ini walau sudah 5 jam, mungkin merasa hanya tidur sekitar 10 menit saja namun merasakan kualitas tidur yang luar biasa.

Kondisi seseorang pada Gelombang Beta yang dominan adalah pikaran sadar. Kondisi seseorang pada gelombang alfa dan teta yang dominan adalah pikiran bawah sadar. Kondisi seseorang pada gelombang delta yang dominan adalah pikiran tidak sadar. Pikiran tidak sadar adalah pikiran yang tidak dapat dikontrol seperti pikiran yang mengatur denyut jantung dan metabolisme tubuh manusia.

Fisiologi Hipnosis

Pada kondisi hipnosis seorang berada dalam keadaan sadar namun rileks, tenang, istirahat pikiran, otot-otot rileks, mata tertutup dan pernapasan dalam yang teratur. Keadaan ini menurunkan rangsangan dari luar. Perangsangan

yang diberbagai area dalam hipotalamus dan penurunan takan arteri serta peningkatan dan penurunan denyut jantung.

Secara fisiologis masuk relaksasi hipnosis, gelombang pikiran masuk ke gelombang alfa frekuensinya 7-14 hertz atau lebih dalam lagi ke gelombang teta frekuensinya 4-7 hertz ketika pikiran masuk ke gelombang ini, manusia menghasilkan zat endofrin alami yang berguna meningkatkan relaksasi. Dan dalam hipnosis state ini, sistem metabolisme tubuh menjadi jauh lebih baik dan tubuh bebas dari ketagangan.

Hipnotis paling efektif apabila digunakan untuk nyeri akut tetapi juga dapat efektif pada nyeri kronik. Kemampuan intervensi pengalihan untuk meredakan nyeri didasarkan pada teori bahwa apabila terdapat dua rangsangan yang terpisah, fokus pada salah satu akan menghilangkan fokus pada yang lain. Namun, semakin besar rasa nyeri, semakin kompleks rangasangan pengalih yang harus diberikan. Biasanya hipnoterapi dilakukan pada pasien yang akan melahirkan dan pascaoperasi.

2. Ulfah Fitriasari (N211 15 901)

Pada pengobatan herbal analgetik, terdapat obat Herbal Untuk Rasa Sakit yang memiliki banyak kandungan tanaman. Senyawa apa yang dimiliki oleh tanaman tersebut yang berkhasiat sebagai analgetik?

Jawaban:

Salah satu kandungan obat Herbal Untuk Rasa Sakit adalah Sida rhombifolia 20% (sidaguri). Kandungan kimia tumbuhan sidaguri pada bagian akar mengandung steroid, alkaloid, dan ephedrine. Efek analgetik dari akar sidaguri, terutama berasal dari zat bioaktif steroid dan alkaloid. Steroid terdiri atas beberapa kelompok senyawa dan pengelompokan ini didasarkan pada efek fisiologis yang diberikan oleh masingmasing kelompok. Steroid, digunakan untuk menekan inflamasi, alergi, dan respon imun. Terapi antiinflamasi digunakan banyak penyakit seperti asma bronkial, artritis reumatoid, inflamasi berat pada mata dan kulit.

Steroid bekerja sebagai analgesik perifer dengan menghambat enzim fosfolipase A2 sehingga tidak terbentuk asam arakhidonat. Tidak adanya

asam arakhidonat berarti tidak terbentuknya prostaglandin. Dengan tidak terbentuknya prostaglandin untuk merangsang reseptor nyeri, maka nyeri pun tidak dirasakan. Alkaloid merupakan suatu golongan senyawa organik yang terbanyak ditemukan di alam. Alkaloid bekerja dengan menghambat nyeri pada sistem saraf pusat pada hipotalamus, namun memiliki efek yang lebih kecil dibandingkan steroid.

3. Muhammad Rahmat Masdin (N211 15 868)

Ketika seorang pasien datang ke Apotek dengan keluhan nyeri, menurut Anda bagaimanakah penanganan yang tepat yang diberikan kepada pasien (diberikan obat sintetik atau herbal)?

Jawaban:

Untuk penanganan yang tepat pada pasien termasuk pemilihan terapi pengobatan yang cocok maka yang perlu diperhatikan adalah riwayat pasien, status penyakitnya, serta tingkat keparahan nyeri yang dikeluhkan.

Obat sintetik digunakan untuk mengobati penyakit yang bersifat simtomatik (hanya mengobati gejala), memerlukan penanganan segera dan biasanya digunakan dalam jangka waktu singkat, sedangkan obat herbal digunakan untuk mengobati penyakit yang bersifat kausatif (mengobati penyebab) dan digunakan dalam jangka yang lama.

Keluhan nyeri pada pasien memerlukan penanganan yang segera, jadi sebaiknya pemilihan yang tepat yaitu diberikan obat sintetik (analgesik) untuk menanggulangi rasa nyeri yang dialami.

4. Indah Amelia Lestari (N211 15 885)

Kebiasaan yang banyak terjadi dimasyarakat adalah ketika seseorang mengalami demam maka biasanya dikompres menggunakan air dingin/air es. Nah, yang mana lebih efektif, pemberian kompres dingin atau pemberian kompres hangat?

Jawaban:

Salah satu terapi non farmakologi untuk demam adalah dengan kompres. Jika ditinjau lebih lanjut, ternyata kompes hangat lebih efektif dibanding kompres dingin. Karena kompres dengan air dingin akan menyebabkan pembuluh darah dikulit mengecil. Akibatnya, panas yang seharusnya

dialirkan oleh darah kekulit agar keluar tubuh menjadi terhalang dan tubuh akan bertambah panas.

Sedangkan pada kompres hangat akan menyebabkan pembuluh darah dikulit melebar yang selanjutnya membuat pori-pori terbuka sehingga memudahkan pengeluaran panas dari tubuh.

Yang penting juga untuk diingat bahwa kompes diletakkan pada bagian tubuh yang luas dan terbuka misalnya pada wajah dan perut. Baik pula diletakkan dibagian tubuh yang memiliki pembulih darah yang besar seperti leher, ketiak dan selangkangan.

Dokumen terkait