• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pencalonan Anggota DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kab/Kota

Opsi I Alokasi Kursi Kota Bukittinggi

3.4 Pencalonan Anggota DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kab/Kota

3.4.1 Pendaftaran Calon Anggota DPR, DPD dan DPRD 1. Pengumuman Pendaftaran

Sesuai dengan tahapan, KPU Kota Bukittinggi telah mengumumkan pendaftaran calon Anggota DPRD Kota Bukittinggi pada tanggal 6 s/d 8 April 2013 di 3 (tiga) Koran lokal yaitu harian Singgalang pada tangggal 6 April 2013, harian Padang Ekpres pada tanggal 7 April 2013 dan harian Koran Padang pada tanggal 8 April 2013.

Untuk Kota Bukittinggi sesuai dengan Keputusan KPU Nomor 95/KPTS/KPU/TAHUN 2013 terdapat 3 (tiga) daerah pemilihan dengan 25 (dua puluh lima) alokasi kursi dengan rincian:

a. Bukittinggi 1 (satu) : 10 (sepuluh) kursi

b. Bukittinggi 2 (dua) : 9 (Sembilan) kursi

c. Bukittinggi 3 (tiga) : 6 (enam ) kursi

2. Pendaftaran Pencalonan

Pendaftaran bakal calon Anggota DPRD Kota Bukittinggi dilakukan dari tanggal 9 s/d 22 April 2013 dari pukul 08.00 s/d

KPU Kota Bukittinggi 127

16.00 WIB. Berikut adalah rekapitulasi pendaftaran bakal calon Anggota DPRD Kota Bukittinggi tersebut:

Tabel 3.34

Rekapitulasi Pendaftaran BacalegKota Bukittinggi

No Hari/Tgl/Jam Parpol Jam Ket

1 Selasa/9 April 2013 Tidak Ada - -

2 Rabu/10 April 2013 Tidak Ada - -

3 Kamis/11 April 2013 Tidak Ada - -

4 Jumat/12 April 2013 Tidak Ada - -

5 Sabtu/13 April 2013 Tidak Ada - -

6 Minggu/14 April 2013 Tidak Ada - -

7 Senin/15 April 2013 Tidak Ada - -

8 Selasa/16 April 2013 PKS 15.30 Wib 25 Bacaleg

9 Rabu/17 April 2013 Tidak ada - -

10 Kamis/18 April 2013 Tidak Ada - -

11 Jumat/19 April 2013 Partai Golkar 15.15 Wib 25 Bacaleg

12 Sabtu/20 April 2013 PAN 14.10 Wib 25 Bacaleg

13

Minggu/21 April 2013

1. Partai

NasDem 08.00 Wib 25 Bacaleg 2. Partai

Gerindra 08.10 Wib 25 Bacaleg

3. PKB 15.31 Wib 25 Bacaleg

14

Senin/22 April 2013

1. PPP 08.53 Wib 25 Bacaleg

2. PDI-P 13.10 Wib 17 Bacaleg 3. Hanura 13.30 Wib 23 Bacaleg

4. PKPI 14.10 Wib 16 Bacaleg

5. PBB 15.30 Wib 25 Bacaleg

6. Partai

Demokrat 15.35 Wib 25 Bacaleg

TOTAL 281 Bacaleg

3.4.2 Verifikasi Pencalonan Anggota DPD

1. Verifikasi faktual terhadap persyaratan dukungan

Kegiatan verifikasi faktual yang dilakukan yaitu dengan cara mendatangi langsung para pemilik KTP yang tercatat sebagai pemberi dukungan terhadap masing-masing calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah berdasarkan mekanisme yang telah ditentukan dari KPU Provinsi. Jika pemilik KTP tidak ditemukan setelah beberapa kali pengecekan, maka diambil data pendukung lain yang juga mekanismenya telah ditentukan.

Setiap pemilik KTP akan dimintai keterangan mengenai kebenaran apakah mereka mendukung calon tertentu. Jika

KPU Kota Bukittinggi 128

mendukung, pemilik KTP diminta menandatangani berkas verifikasi, jika ternyata tidak mendukung maka pemilik KTP diminta membuat surat pernyataan bahwa yang bersangkutan tidak mendukung calon tersebut.

Sekretariat KPU Kota Bukittinggi dibantu oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk melaksanakan Verifikasi faktual ini, yang terdiri dari 3 (tiga) tim untuk masing-masing kecamatan. Kegiatan verifikasi faktual terhadap persyaratan dukungan dilakukan dari tanggal 24 Mei s/d 6 Juni 2013. Dari 26 (dua puluh enam) calon anggota DPD yang mendaftar ke KPU Provinsi Sumatera Barat, hanya 18 (delapan belas) orang peserta perorangan ini yang menyampaikan dukungannya untuk Kota Bukittinggi. Jumlah tersebut dapat dilihat dalam gambar di bawah ini (Nama yang diarsir coklat muda tidak ada di Kota Bukittinggi),

Tabel 3.35

Daftar Sebaran Sampel Dukungan Bacaleg DPD di Kota Bukittinggi

2. Verifikasi terhadap perbaikan persyaratan dukungan

Untuk verifikasi faktual terhadap perbaikan persyaratan dukungan anggota DPD sesuai dengan tahapan jadwalnya

KPU Kota Bukittinggi 129

adalah 19 Juni s/d 2 Juli 2013. Untuk perbaikan persyaratan dukungan ini, calon DPD yang menyampaikan dukungannya untuk Kota Bukittinggi hanya satu calon DPD yaitu atas nama Yong Hendri dengan jumlah dukungan sebanyak 13 orang dan jumlah sampel dukungan adalah 2 orang.

3. Penyusunan dan penyampaian Berita Acara (BA) hasil verifikasi Administrasi dan Faktual kepada KPU Provinsi

Penyusunan dan penyampaian Berita Acara (BA) hasil verifikasi Administrasi dan Faktual kepada KPU Provinsi dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 2013. Setelah itu dilakukan penelitian, penyusunan dan penyampaian BA hasil verifikasi Administrasi dan factual kepada KPU yang dilaksanakan pada tanggal 5 Juli 2013

3.4.3 Verifikasi Pencalonan Anggota DPRD Kota Bukittinggi 1. Verifikasi administrasi

Sebelum dilakukannya proses pendaftaran dan verifikasi administrasi, KPU Kota Bukittinggi melakukan bimbingan teknis terhadap Parpol peserta Pemilu untuk memperlancar proses pencalonan anggota DPRD Kota Bukittinggi. Pada awalnya KPU Kota Bukittinggi mendapatkan pembekalan dengan adanya Bimbingan teknis dari KPU Provinsi Sumatera Barat pada tanggal 4 s/d 5 April 2014. Yang diundang pada acara ini adalah Ketua, Divisi Teknis, Kasubag Teknis dan Operator masing-masing KPU Kab/Kota. Disini KPU Kab/Kota diberikan pemahaman yang mendalam tentang Peraturan KPU Nomor 13 dan Nomor 7 Tahun 2013 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kab/Kota. Untuk memudahkan proses pengisian form-form pencalonan, KPU melalui KPU Provinsi Sumatera Barat mengenalkan suatu sistem berbasis IT yang bernama Sistem Informasi Pencalonan (Silon).

KPU Kota Bukittinggi 130

Menindaklanjuti Bimtek yang telah diadakan oleh KPU Provinsi Sumbar, KPU Kota Bukittinggi mengadakan Bimbingan Teknis juga terhadap Partai Politik Peserta Pemilu pada tanggal 10 April 2013 dengan mengundang Ketua Partai Politik dan 1 orang operator. Pada saat berjalannya proses pendaftaran, banyak operator yang mengalami kendala dalam menjalankan aplikasi silon ini, dikarenakan kurangnya pemahaman dan masih belum sempurnanya aplikasi tersebut.

Setelah berakhirnya proses pendaftaran pada tanggal 22 April 2014, selanjutnya dari tanggal 23 April s/d 6 Mei 2013

dilakukan pemeriksaan/verifikasi terhadap kelengkapan,

kebenaran dan keabsahan persyaratan terhadap berkas Partai Politik dan berkasa Bakal Calon Legislatif. Hasil dari pemeriksaan ini dituangkan dalam Model BB-12 yaitu Berita Acara Hasil Verifikasi Kelengkapan Administrasi Bakal Calon Anggota DPRD Kota Bukittinggi.

2. Penyampaian hasil verifikasi kelengkapan administrasi daftar calon dan bakal calon kepada Partai Politik Peserta Pemilu

Dalam jadualnya penyampaian BB-12 pada 7 s/d 8 Mei 2013. Dalam hal ini KPU Kota Bukittinggi melakukan ini pada tanggal 7 Mei 2013. Sebelum menyerahkan hasil verifikasi administrasi ini terlebih dahulu KPU Kota Bukittinggi mengundang Pimpinan Partai Politik pada tanggal 3 Mei 2013 untuk menjelaskan perbaikan berkas kelengkapan administrasi Partai Politik dan Calon legislatif.

3. Verifikasi terhadap perbaikan daftar calon dan syarat calon anggota DPRD Kabupaten/Kota.

Setelah disampaikannya hasil verifikasi kelengkapan administrasi daftar calon anggota DPRD Kota Bukittinggi terlebih dahulu partai politik memperbaiki daftar calon dan syarat calon serta pengajuan bakal calon pengganti Anggota DPRD Kota Bukittinggi. Tahapan ini berlangsung dengan jadual

KPU Kota Bukittinggi 131

9 s/d 22 Mei 2013. Berikut disampaikan hasil perbaikan syarat Bacaleg tersebut dalam rentang waktu 14 (empat belas hari)

Tabel 3.36

Verifikasi Perbaikan Bacaleg DPRD Kota Bukittinggi

No Hari/Tgl/Jam Parpol Jam Ket

1. Kamis / 9 Mei 2013 Tidak Ada - -

2. Jumat / 10 Mei 2013 Tidak Ada - -

3. Sabtu / 11 Mei 2013 Tidak Ada - -

4. Minggu / 12 Mei 2013 Tidak Ada - -

5. Senin / 13 Mei 2013 Tidak Ada - -

6. Selasa / 14 Mei 2013 Tidak Ada - -

7. Rabu / 15 Mei 2013 Tidak Ada - -

8. Kamis / 16 Mei 2013 Tidak Ada - -

9. Jumat / 17 Mei 2013 PPP - -

10. Sabtu / 18 Mei 2013 Tidak Ada - -

11. Minggu / 19 Mei 2013 Golkar 15.15 Wib 25 Bacaleg

12. Senin / 20 Mei 2013 PAN 09.30 Wib 25 Bacaleg

13. Selasa / 21 Mei 2013 1. Hanura 11.30 Wib 23 Bacaleg 2. Golkar 15.55 Wib 25 Bacaleg

14 Rabu/22 Mei 2013

1. Gerindra 08.30 Wib 25 Bacaleg 2. Demokrat 09.00 Wib 24 Bacaleg 3. PDI-P 11.00 Wib 20 Bacaleg 4. Partai

Nasdem 13.50 Wib 24 Bacaleg

5. PKPI 13.55 Wib 14 Bacaleg

6. PKB 15.20 Wib 25 Bacaleg

7. PKS 15.48 Wib 24 Bacaleg

8. PBB 15.50 Wib 25 Bacaleg

TOTAL 277 Bacaleg

Dari hasil pendaftaran awal terdapat pengurangan Bacaleg yaitu sebanyak 4 (empat) orang, yang mana jumlah awal adalah 281 orang menjai 277 orang.

4. Penyusunan dan penetapan DCS anggota DPRD Kota Bukittinggi

Dari hasil BB-13 disusunlah Daftar Calon Sementara (DCS) Anggota DPRD Kota Bukittinggi dalam Pemilu Tahun 2014. Terdapat 5 (lima ) bakal calon yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat dan tidak tercantum dalam DCS. Rinciannya sebagai berikut:

KPU Kota Bukittinggi 132

a. Refrial di Dapil Bukittinggi 1 Nomor Urut 8 (delapan), syarat yang tidak terpenuhi yaitu:

- Tidak melampirkan tanda bukti telah terdaftar sebagai pemilih dari PPS

- Masa berlaku KTP telah habis

Dengan TMS nya Refrial dengan nomor urut 8 (delapan) maka Nomor urut 9 (Sembilan) dinaikkan menjadi Nomor urut 8 (delapan) dan di Dapil Bukittinggi 1 Partai Nasdem hanya terdapat 8 (delapan) Calon Legislatif

2) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

a. Nof Erika di Dapil Bukittinggi 1 Nomor Urut 1 (satu), syarat yang tidak terpenuhi yaitu:

- Surat Keterangan Sehat Jasmani Dan Rohani Serta Bebas Narkoba Terdapat Kata-Kata Untuk Pendaftaran Caleg DPRD DKI Jakarta

Dengan TMS nya Nof Erika dengan nomor urut 1(satu) maka Nomor urut 2 (dua) dinaikkan menjadi Nomor urut 1 (satu) begitu seterusnya dan di Dapil Bukittinggi 1 PKB hanya terdapat 9 (Sembilan) Calon Legislatif di Dapil Bukittinggi 1

b. Wendi Wiratama di Dapil Bukittinggi 3 (tiga) Nomor Urut 6 (Enam), hampir semua berkas Tidak Memenuhi Syarat, dengan TMS nya Wendi Wiratama dengan nomor urut 6 (enam) maka PKB hanya terdapat 5 (lima) Calon Legislatif di dapil Bukittinggi 3.

3) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)

a. Hendayani, SE di Dapil Bukittinggi 1 Nomor urut 7 (tujuh), syarat yang tidak terpenuhi yaitu:

- Belum Melampirkan Tanda Bukti Telah Terdaftar Sebagai Pemilih

KPU Kota Bukittinggi 133

- Belum Melampirkan S.Ket Sehat Jasmani, Rohani Dan Bebas Narkoba

- Fc Ijazah Slta Sederajat Belum Ada

b. Dody di Dapil Bukittinggi 1 Nomor urut 8 (Delapan), syarat yang tidak terpenuhi yaitu:

- Belum Melampirkan Tanda Bukti Telah Terdaftar Sebagai Pemilih

- Belum Melampirkan S.Ket Sehat Jasmani, Rohani Dan Bebas Narkoba

- Fc Ijazah Slta Sederajat Belum Ada - Foto Dan Soffile Belum Ada

Dengan TMS nya Hendayani, SE dan Dody maka PDI-P hanya terdapat 6 (enam) Calon Legislatif di Dapil Bukittinggi 1. Dan, dengan Tidak Memenuhi Syaratnya 5 (lima) bacaleg tersebut maka jumlah Bacaleg yang ditetapkan sebagai DCS adalah sebanyak 272 (dua ratus tujuh puluh dua) orang.

5. Pengumuman DCS anggota DPRD Kota Bukittinggi dan persentase keterwakilan perempuan

Berdasarkan Surat Komisi Pemilihan Umum Kota Bukittinggi nomor : 385/KPU/VI/2013 tanggal 10 Juni 2013 tentang penetapan Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Bukittinggi Pemilu 2014, KPU Kota Bukittinggi mengumumkan Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Bukittinggi Pemilu 2014 dimana semua Partai Politik memenuhi minimal 30% keterwakilan perempuan.

Pengumuman DCS dimulai pada tanggal 13 s/d 17 Juni 2013 yang dilakukan di TV Lokal, Koran Lokal, Radio Lokal, Website

6. Permintaan klarifikasi kepada Parpol atas masukan dan tanggapan masyarakat terhadap DCS anggota DPRD Kabupaten/Kota

KPU Kota Bukittinggi 134

KPU Kota Bukittinggi menerima 6 (enam) surat dan atau surat elektronik (email) mengenai masukan dan tanggapan masyarakat terhadap DCS.

Dalam 6 (enam) tanggapan masyarakat terhadap DCS dimaksud terdapat 11 (sebelas) nama bakal calon dari 6 (enam) partai peserta Pemilu DPRD Kota Bukittinggi Tahun 2014 dengan rincian sebagai berikut :

1) Partai Nasdem

a) Amrul Datuak Yang Basa

Ditanggapi oleh Eril Anwar, bahwa yang

bersangkutan juga bertugas dalam Lembaga

Pemberdayaan Masyarakat (LPM), tetapi tidak menyerahkan formulir BB7 dan surat pengunduran diri. KPU Kota Bukittinggi tidak mengklarifikasi tanggapan ini, karena sebagaimana hasil konsultasi dengan KPU Provinsi Sumatera Barat, menyimpulkan bahwa LPM bukan/tidak termasuk sebagai aparatur desa sebagaimana terdapat dalam peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2013 sebagaimana terakhir diubah dengan Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2013, sehingga calon dimaksud tidak diwajibkan untuk mengundurkan diri dari LPM dan mengisi formulir Model BB7.

b) Suhendri

Ditanggapi oleh Eril Anwar, bahwa yang

bersangkutan juga bertugas dalam Lembaga

Pemberdayaan Masyarakat (LPM), tetapi tidak menyerahkan formulir BB7 dan surat pengunduran diri. KPU Kota Bukittinggi tidak mengklarifikasi tanggapan ini, karena sebagaimana hasil konsultasi dengan KPU Provinsi Sumatera Barat, menyimpulkan bahwa LPM bukan/tidak termasuk sebagai aparatur

KPU Kota Bukittinggi 135

desa sebagaimana terdapat dalam peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2013 sebagaimana terakhir diubah dengan Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2013, sehingga calon dimaksud tidak diwajibkan untuk mengundurkan diri dari LPM dan mengisi formulir Model BB7.

2) Partai Gerindra a) Dahyus

Ditanggapi oleh Eril Anwar, bahwa yang

bersangkutan juga bertugas dalam Lembaga

Pemberdayaan Masyarakat (LPM), tetapi tidak menyerahkan formulir BB7 dan surat pengunduran diri. KPU Kota Bukittinggi tidak mengklarifikasi tanggapan ini, karena sebagaimana hasil konsultasi dengan KPU Provinsi Sumatera Barat, menyimpulkan bahwa LPM bukan/tidak termasuk sebagai aparatur desa sebagaimana terdapat dalam peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2013 sebagaimana terakhir diubah dengan Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2013, sehingga calon dimaksud tidak diwajibkan untuk mengundurkan diri dari LPM dan mengisi formulir Model BB7.

b) Rita Wijaya

Ditanggapi oleh masyarakat bahwa yang

bersangkutan dilaporkan memiliki persoalan rumah tangga dengan penanggap.

Tanggapan masyarakat ini tidak diklarifikasi oleh KPU Kota Bukittinggi karena tidak terkait dengan pemenuhan syarat administrasi.

KPU Kota Bukittinggi 136

3) Partai Demokrat a) Elfaneli

Ditanggapi oleh Hamzah, bahwa yang

bersangkutan sedang dalam penyidikan tindak pidana oleh kepolisian.

Tanggapan ini tidak diklarifikasi oleh KPU Kota Bukittinggi karena belum memperoleh putusan hukum yang mengikat, sehingga tidak mempengaruhi substansi syarat administrasi pencalonan.

b) Nasrul M. Pietra

Ditanggapi oleh Eril Anwar, bahwa yang bersangkutan bertugas pada lembaga yang didanai oleh APBD, yaitu Dewan pengawas Perumda PDAM Kota Bukittinggi.

Tanggapan ini tidak diklarifikasi oleh KPU Kota Bukittinggi karena dalam masa perbaikan berkas pencalonan, yang bersangkutan telah menyerahkan BB4 dan salinan pengunduran dirinya kepada KPU Kota Bukittinggi.

4) Partai Persatuan Pembangunan a) Yolanda Astria

Ditanggapi masyarakat dalam 2 (dua) surat tapi identitas pengirim tidak jelas. Dalam surat tanggapan dari masyarakat tertulis nama Yolanda Astria, Dapil II, Nomor urut 9. Sementara dalam berkas DCS, nama yang dimaksud adalah Yuhanda Astria. Ditanggapi oleh

masyarakat bahwa yang bersangkutan belum

memperoleh gelar kesarjanaan karena tidak memiliki ijazah dan dikatakan memiliki perilaku yang meresahkan masyarakat, merebut suami orang serta berkepribadian tidak baik.

KPU Kota Bukittinggi 137

Tanggapan masyarakat ini tidak diklarifikasi oleh KPU Kota Bukittinggi karena yang bersangkutan telah menyerahkan surat tanda lulus dari universitas. Mengenai masalah lainnya tidak ditanggapi karena tidak ada hubungannya dengan syarat administrasi pencalonan.

b) El Afif Da St. Pangeran

Ditanggapi masyarakat dalam 2 (dua) surat yang berbeda bahwa hasil pemeriksaan kesehatan yang semula tidak baik menjadi baik, memfitnah orang lain, dan bahwa yang bersangkutan adalah bendahara DPC LPM Kecamatan MKS.

KPU Kota Bukittinggi tidak mengklarifikasi tanggapan masyarakat ini karena dalam masa perbaikan

berkas pencalonan, yang bersangkutan telah

menyerahkan surat keterangan kesehatan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan dalam keadaan sehat.

Mengenai masalah LPM, KPU Kota Bukittinggi

tidak mengklarifikasi tanggapan ini, karena

sebagaimana hasil konsultasi dengan KPU Provinsi

Sumatera Barat, menyimpulkan bahwa LPM

bukan/tidak termasuk sebagai aparatur desa

sebagaimana terdapat dalam peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2013 sebagaimana terakhir diubah dengan Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2013, sehingga calon dimaksud tidak diwajibkan untuk mengundurkan diri dari LPM dan mengisi formulir Model BB7. Masalah lainnya tidak diklarifikai karena tidak terkait masalah administrasi.

KPU Kota Bukittinggi 138

5) Partai Hanura

Bacalon yang ditanggapi oleh masyarakat yaitu Syawaldi. Ditanggapi oleh Eril Anwar, bahwa yang bersangkutan juga bertugas dalam Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), tetapi tidak menyerahkan formulir BB7 dan surat pengunduran diri.

KPU Kota Bukittinggi tidak mengklarifikasi tanggapan ini, karena sebagaimana hasil konsultasi dengan KPU Provinsi Sumatera Barat, menyimpulkan bahwa LPM bukan/tidak termasuk sebagai aparatur desa sebagaimana terdapat dalam peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2013 sebagaimana terakhir diubah dengan Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2013, sehingga calon dimaksud tidak diwajibkan untuk mengundurkan diri dari LPM dan mengisi formulir Model BB7.

6) Partai Bulan Bintang

Dari parpol Partai Bulan Bintang bacalon yang ditanggapi oleh masyarakat adalah Ramdalel. Ditanggapi oleh Eril Anwar, bahwa yang bersangkutan bertugas pada lembaga yang didanai oleh APBN, yaitu BPSK.

Tanggapan ini tidak diklarifikasi oleh KPU Kota Bukittinggi karena dalam masa perbaikan berkas pencalonan, yang bersangkutan telah menyerahkan BB4 dan salinan pengunduran diri.

7) Partai Golkar

Tanggapan dari masyarakat terkait bacalon dari Partai Golkar kepada Edison. Yang ditanggapi oleh Eril Anwar, bahwa yang bersangkutan juga bertugas dalam Lembaga

Pemberdayaan Masyarakat (LPM), tetapi tidak

menyerahkan formulir BB7 dan surat pengunduran diri. KPU Kota Bukittinggi tidak mengklarifikasi tanggapan ini, karena sebagaimana hasil konsultasi dengan KPU

KPU Kota Bukittinggi 139

Provinsi Sumatera Barat, menyimpulkan bahwa LPM bukan/tidak termasuk sebagai aparatur desa sebagaimana terdapat dalam peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2013 sebagaimana terakhir diubah dengan Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2013, sehingga calon dimaksud tidak diwajibkan untuk mengundurkan diri dari LPM dan mengisi formulir Model BB7.

7. Pemberitahuan pengganti DCS

Dari tanggapan masyarakat yang ada seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa tidak satupun tanggapan masyarakat tersebut yang menggugurkan DCS yang ada dan DCS yang adapun tidak ada yang mengundurkan diri. Maka untuk kota Bukittinggi tidak ada pengantian DCS

8. Verifikasi pengganti DCS anggota DPRD Kota Bukittinggi Tidak Ada pengganti DCS anggota DPRD Kota Bukittinggi 9. Penyusunan dan Penetapan DCT anggota DPRD Kota

Bukittinggi

Sebelum dilakukan Penetapan Daftar Calon Tetap ( DCT ) Anggota DPRD Kota Bukittinggi setelah diumumkannya DCS semenjak tanggal 11 Juni 2013 ada beberapa proses klarifikasi yang dilakukan, diantaranya :

a) Diadakannya Rapat Klarifikasi Caleg dengan Panwaslu berdasarkan temuan Panwaslu di lapangan pada tanggal 27 Juni 2013. Setelah dilakukan klarifikasi file data kembali, ternyata Caleg yang menjadi temuan bagi Panwaslu memenuhi seluruh persyaratan.

b) Rapat Kelompok Kerja (Pokja) di KPU Kota Bukittinggi untuk melakukan pembahasan atas tanggapan masyarakat tentang DCS DPRD Kota Bukittinggi yang diadakan pada tanggal 1 September 2013. Ada beberapa orang Caleg di DCS yang mendapat tanggapan dari masyarakat. Setelah dilakukan verifikasi secara marathon terhadap data yang

KPU Kota Bukittinggi 140

diserahkan ternyata seluruhnya memenuhi syarat (TMS). Tanggapan masyarakat yang masuk terhadap beberapa orang Caleg tersebut banyak berupa hubungan pribadi atau sikap Caleg yang keseluruhannya tidak menyalahi persyaratan Administrasi.

c) Pemeriksaan Rancangan Daftar Calon Tetap (DCT) yang harus ditandatangani oleh Partai Politik pada tanggal 20 Agustus 2013.

d) Penandatanganan Rancangan DCT oleh Partai Politik yang diadakan pada tanggal 21 Agustus 2013.

e) Rapat Pleno Penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) DPRD Kota Bukittinggi pada tanggal 22 Agustus 2013

f) Pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPRD Kota Bukittinggi di Media Cetak Lokal dan Media Elektronik Lokal ( Triarga TV) dan papan pengumuman di KPU Kota Bukittinggi tanggal 23 Agustus 2013.

g) Penyampaian Daftar Calon Tetap ( DCT ) Anggota DPRD Kota Bukittinggi ke KPU Provinsi Sumatera Barat tanggal 23 Agustus 2013.

Berdasarkan pengumuman DCT tersebut diberi kesempatan kembali kepada masyarakat, pengawas pemilu, partai politik dan caleg sendiri untuk memberikan masukan-masukan baik tentang perubahan nama maupun titel atau gelar yang dipakai oleh masing-masing Caleg.

Sesuai Surat Edaran KPU RI No. 628/KPU/IX/2013, tanggal 9 September 2013, perihal Pergantian Pas Foto,

pembetulan nama, gelar akademik, gelar sosial budaya dan gelar keagamaan serta penyempurnaan Daftar Riwayat Hidup

Caleg diberi kesempatan untuk mengajukan

penambahan/perubahan tersebut sampai tanggal 20 September 2013. Dalam rentang waktu tersebut terjadi penambahan nama gelar oleh beberapa orang caleg untuk dimunculkan dalam

KPU Kota Bukittinggi 141

Daftar Calon Tetap, kemudian perubahan-perubahan tersebut sudah dilaporkan ke KPU Provinsi dan KPU RI dalam bentuk

hard copy dan soft copy

Karena tidak adanya perubahan DCS maka penyusunan DCT anggota DPRD Kota Bukittinggi tidak mengalami permasalahan, Cuma ada beberapa caleg yang meminta untuk diganti foto dan penambahan pemakaian gelar adat.

10. Pengumuman DCT Anggota DPRD Kabupaten/Kota

DCT Anggota DPRD Kota Bukittinggi ditetapkan melalui Keputusan KPU Kota Bukittinggi Nomor 29/Kpts/KPU-Kota-003.435139/2013 tentang Penetapan Daftar Calon Tetap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bukittinggi Pemilihan Umum Tahun 2014, tanggal 22 Agustus 2013, sebanyak 272 (dua ratus tujuh puluh dua) orang. DCT diumumkan 23 s/d 25 Agustus 2013. Sama seperti DCS, DCT diumumkan pada tanggal 13 s/d 17 Juni 2013 yang dilakukan di TV Lokal, Koran Lokal, Radio Lokal, Website.

11. Validasi surat suara

Sebelum dilakukannya pencetakan Surat Suara Pemilu 2014 oleh KPU maka perlu dilakukan validasi surat suara untuk menghasilkan surat suara yang akurat dan terjaga keabsahannya. Validasi Surat Suara dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 9 s/d 11 Desember 2013 dengan mencocokan kembali seluruh nama-nama caleg DPRD Kota Bulittinggi pada DCT dan hasil berbaikan DCT berdasarkan surat-surat penembahan nama dan gelar dari beberapa orang caleg melalui partai politik.

Rancangan Surat suara calon Anggota DPRD Kota Bukittinggi yang telah dilakukan validasi di Jakarta kemudian dimintakan paraf kepada partai politik untuk keabsahan Rancangan Surat Suara Setelah partai politik membubuhkan paraf pada Rancangan Surat suara maka Rancangan Surat Suara tersebut sudah dikembalikan ke KPU RI melalui KPU Provinsi

KPU Kota Bukittinggi 142

Sumatera Barat untuk siap dicetak dalam bentuk Surat Suara yang sesungguhnya.

12. Penyelesaian Sengketa Penetapan DCT Anggota DPRD

Setelah ditetapkannya DCT, tidak ada tanggapan dari masyarakat terhadap DCT yang ada sehingga tahapan ini tidak sampai pada masalah sengketa.