• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sosialisasi, Publikasi dan Pendidikan Pemilih

Reformasi telah membawa perubahan terhadap penyelenggaraan pemilu, dimana pemilu dipahami sebagai arena persaingan terbuka antarpeserta pemilu untuk memobilisasi dukungan suara pemilih. Akibatnya terjadi interaksi yang relatif intens antara warga/pemilih dengan peserta pemilu, pemerintah, penyelenggara, lembaga pengawas pemilu, dan juga pemantau. Dalam interaksi ini, pemilih berada pada posisi yang sejajar/setara dengan elemen lainnya, jika tidak harus mengatakan pada posisi diuntungkan. Peserta pemilu membutuhkan dukungan pemilih, begitu

KPU Kota Bukittinggi 43

juga dengan penyelenggara pemilu yang berusaha meningkatkan keterlibatan pemilih dalam pemilu.

Ditengah-tengah kepentingan yang begitu besar, kepentingan pemilih justru tertinggal dan hampir terlupakan. Pemilih hanya diposisikan sebagai objek dalam pertarungan politik antar peserta pemilu baik partai politik maupun kandidat.

Sedangkan faktor teknis terkait langsung dengan periode pemilihan yaitu penyelenggaraan pemilu. Lembaga penyelenggara pemilu bertanggung jawab memfasilitasi pemilih sehingga dapat memberikan suaranya secara mudah (akses geografis), aman (tanpa ancaman), dan tepat (paham cara menandai surat suara). KPU memastikan bahwa pemilih yang datang ke TPS untuk memberikan suaranya, dapat terfasilitasi secara baik, dan menjamin bahwa suara pemilih dihitung dengan jujur. Kombinasi dari faktor politik dan faktor teknis yang menentukan tingkat partisipasi pemilih. Artinya tugas KPU sebagai penyelenggara pemilu adalah memfasilitasi dan menjamin aspek teknis pemilih yang memutuskan untuk memberikan suaranya. KPU tidak terkait dengan faktor politik yang berada di luar wilayah kewenangannya. Kewenangan KPU terbatas pada faktor teknis penyelenggaraan sedangkan hasil dari Pemilu yaitu ada sebahagian masyarakat yang kecewa dengan kinerja dari Anggota Dewan ataupun kecewa dengan pemerintahan sekarang yang menyebabkan masyarakat enggan untuk datang ke TPS tentu tidak menjadi tanggung jawab KPU.

Posisi KPU sebagai penyelenggara lebih bertanggungjawab terhadap persoalan partisipasi masyarakat yang disebabkan oleh persoalan teknis penyelenggaraan pemilu. Ketika pemilih tidak menggunakan hak pilihnya akibat absennya informasi tentang mekanisme pemilihan atau hari pemungutan suara yang disampaikan oleh KPU maka tentu menjadi tanggungjawab penyelenggara. Berdasarkan hal itu maka menjadi tidak cukup relevan jika kemudian soal tinggi rendahnya partisipasi pemilih hanya menjadi tanggungjawab KPU. Begitu juga dengan target tingkat partisipasi pemilih hingga 80 persen (%).

KPU Kota Bukittinggi 44

Berdasarkan hal itu maka KPU sebagai penyelenggara Pemilu mesti mulai mengambil fokus untuk melakukan pendidikan pemilih dalam memastikan bahwa pemilih memperoleh informasi yang memadai terkait dengan teknis penyelenggaraan pemilu untuk meningkatkan partispasi pemilih.

Kegiatan yang dilakukan oleh KPU Kota Bukittinggi dalam mensosialisasikan Pemilu yaitu:

1. Gerak Jalan Sehat Menuju 1 Tahun Pemilu 9 April 2014 yang dilaksanakan pada tanggal 9 April 2013

2. Sosialisasi Pemilih Pemula yang diadakan pada bulan Desember 2013 3. Membentuk Relawan Demokrasi yang berjumlah 25 Orang Pada Bulan

Januari 2014

4. Gerak Jalan Sehat Menuju Pemilu 9 April 2014 pata tanggal 9 Maret 2014

5. Kirab /Karnaval Menjelang Pemilu 9 April 2014 pada Awal bulan April 2014

6. Pemasangan Iklan di Radio Lokal dan Tv Lokal dan dialog interaktif di media tersebut dalam mensosialisasikan Pemilu Legislatif maupun Pemilu Presiden.

7. Pemasangan Spanduk, Baliho dan alat sosialisasi lainnya. 8. Pertemuan dengan stake holder formal maupun informal.

Untuk mendapatkan hasil yang baik tentu memerlukan persiapan yang matang. Secara umum persiapan yang dilakukan dalam melakukan bentuk kegiatan seperti yang disebutkan di atas adalah:

1. Gerak Jalan Sehat Menuju 1 Tahun Pemilu 9 April 2014 yang dilaksanakan pada tanggal 9 April 2013

- Rapat Internal di KPU Kota Bukittinggi

- Mengundang pihak terkait untuk berkoordinasi seperti Dinas Pendidikan, Kepolisian, DLLAJ dan Lainnya

- Membeli doorprize

KPU Kota Bukittinggi 45

- Membagikan Undangan kegiatan kepada PPK, PPS dan Parpol

peserta Pemilu 2014

2. Sosialisasi Pemilih Pemula yang diadakan pada bulan Desember 2013

- Rapat Internal KPU

- Mengundang Pemateri

- Mengundang Peserta

3. Membentuk Relawan Demokrasi yang berjumlah 25 Orang Pada Bulan Januari 2014

- Rapat Internal KPU

- Melakukan pengumuman terhadap khalayak masyarakat untuk

mendaftar menjadi Relawan Demokrasi

- Melakukan seleksi administrasi dan wawancara

- Pengumuman kelulusan

4. Gerak Jalan Sehat Menuju Pemilu 9 April 2014 pata tanggal 9 Maret 2014

- Rapat Internal di KPU Kota Bukittinggi

- Mengundang pihak terkait untuk berkoordinasi seperti Dinas Pendidikan, Kepolisian, DLLAJ dan Lainnya

- Mengadakan doorprize

- Mengadakan atribut gerak jalan

- Mengundang Muspida, SKPD, kantor-kantor vertikal dan

masyarakat untuk ikut serta dalam gerak jalan sehat ini

5. Kirab/Karnaval Menjelang Pemilu 9 April 2014 pada Awal bulan April 2014

- Rapat internal KPU

- Rapat dengan Pemda dan Parpol Peserta Pemilu

- Mengadakan atribut dan kebutuhan Kirab/karnaval

6. Pemasangan Iklan di Radio Lokal dan TV Lokal dan dialog interaktif di media tersebut dalam mensosialisasikan Pemilu Legislatif maupun Pemilu Presiden.

- Rapat internal KPU

KPU Kota Bukittinggi 46

- Untuk dialog interaktif media tersebut mengundang KPU Kota Bukittinggi

7. Pemasangan Spanduk, Baliho dan alat sosialisasi lainnya.

- Rapat internal KPU

- Menentukan Tema ataupun kat-kata yang akan menjadi jargon sosialisasi Pemilu

- Mengadakan atribut tersebut

8. Pertemuan dengan stake holder formal maupun informal

- Rapat internal KPU

- Mengundang stake holder dalam pertemuan formal maupun

informal

Berikut adalah tahap pelaksanaan Kegiatan sosialisasi tersebut:

1. Gerak Jalan Sehat Menuju 1 Tahun Pemilu 9 April 2014 yang dilaksanakan pada tanggal 9 April 2013. Kegiatan ini diadakan pada tanggal 9 Maret 2013 dengan peserta 150 Orang yang terdiri PPK dan PPS se Kota Bukittinggi dan Parpol Peserta Pemilu Tahun 2014. Jalur Gerak jalan sehat ini yaitu:

Lapangan kantin Kota Bukittinggi – Simpang DPRD Kota Bukittinggi – Jalan Lurus Belakang Ramayana – Kampung Cina – Jam Gadang – Kembali ke Lapangan Kantin Bukittinggi.

Acara ini sendiri turut dilepas oleh Walikota Bukittinggi beserta unsur Muspida. Lama perjalanan gerak jalan ini + 45 menit. Pada akhir acara dibagikan doorprize untuk peserta yang beruntung. Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama yang melibatkan masyarakat banyak. 2. Sosialisasi Pemilih Pemula yang diadakan pada bulan Desember 2013

Peserta yang diundang pada kegiatan ini adalah segmen pemilih pemula yang berasal dari perwakilan SLTA yang ada di kota Bukittinggi. Sebagai narasumber yaitu Benny Aziz Komisioner KPU Kota Bukittinggi dan Salah seorang dosen dari Universitas Andalas Padang. Diharapkan dengan pemaparan materi yang ada para peserta

KPU Kota Bukittinggi 47

dapat meyampaikan kepada teman atau keluarga mereka betapa pentingnya menggunakan hak untuk memilih sebagai warga negara. 3. Membentuk Relawan Demokrasi yang berjumlah 25 Orang Pada Bulan

Januari 2014

Program Relawan Demokrasi bertujuan sebagai berikut: a. Meningkatkan kualitas proses pemilu

b. Meningkatkan partisipasi pemilih

c. Meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi d. Membangkitkan kesukarelaan masyarakat sipil dalam agenda

pemilu dan demokratisasi

Dalam menjalankan tugasnya, relawan demokrasi menyampaikan materi tentang:

a. Pentingnya demokrasi, pemilu dan partisipasi. b. Tata cara pemberian suara dalam pemilu. c. Pengenalan terhadap kontestan pemilu.

d. Hal-hal lain yang dianggap sesuai dengan kebutuhan segmen. Relawan demokrasi berjumlah 25 orang yang dibagi dalam 5 (lima) segmen dengan masing-masing segmen 5 (lima) orang, yaitu segmen keagamaan, pemilih pemula, perempuan, disabilitas dan marginal. Relawan demokrasi mulai bekerja sejak bulan Januari s/d April 2014.

Dalam menjalankan tugasnya relawan demokrasi menggunakan pilihan metode yang sesuai dengan kebutuhan, antara lain:

- Simulasi

- Bermain peran/role playing

- Diskusi kelompok/FGD

- Ceramah

- Alat bantu (visual dan non visual)

- Posting materi sosialisasi ke media sosial Agenda kegiatan Relawan Demokrasi meliputi:

- Memetakan varian kelompok sasaran (mapping).

- Mengidentifikasi kebutuhan varian kelompok sasaran.

KPU Kota Bukittinggi 48

- Menyusun jadwal kegiatan dan berkoordinasi dengan relawan pemilu yang lain.

- Melaksanakan kegiatan sesuai dengan jadwal.

- Menyusun dan melaporkan kegiatan kepada KPU Kota Bukittinggi.

4. Gerak Jalan Sehat Menuju Pemilu 9 April 2014 pada tanggal 9 Maret 2014

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2014 tepat sebulan sebelum pelaksanaan Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD. orang. Kegiatan gerak jalan kali ini tergolong cukup besar karena peserta terdiri dari 1500 orang. Selain melepas keberangkatan dari peserta, Walikota beserta unsur muspida lainnya turut serta dalam rombongan gerak jalan sehat ini. Kegiatan gerak jalan sehat ini memiliki rute sebagai berikut:

Lapangan kantin Kota Bukittinggi – Simpang DPRD Kota Bukittinggi – Jalan Lurus Belakang Ramayana – Kampung Cina – Simpang Tembok – Ngarai Sianok – Berakhir di objek wisata janjang saribu.

5. Kirab /Karnaval Menjelang Pemilu 9 April 2014 pada Awal bulan April 2014

Kirab/karnaval ini sekaligus menandai dimulainya kampanye terbuka bagi partai politik peserta Pemilu tahun 2014. Kegiatan ini sendiri dimulai dengan penandatanganan komitmen kampanye damai antar pimpinan parpol peserta Pemilu dengan unsur Muspida Bukittinggi, KPU dan Panwaslu Kota Bukittinggi. Setelah penandatangan tersebut dilakukanlah pawai keliling kota Bukittinggi dengan melibatkan parpol peserta Pemilu tersebut, dimana diperbolehkan 4 (kendaraan) untuk setiap Parpol.

6. Pemasangan Iklan di Radio Lokal dan TV Lokal dan dialog interaktif di media tersebut dalam mensosialisasikan Pemilu Legislatif maupun Pemilu Presiden.

a. Pemasangan Iklan di Radio Lokal dilakukan di stasiun radio elshi FM. Untuk Pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD lama

KPU Kota Bukittinggi 49

penayangannya selama 72 hari dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden selama 25 hari dengan durasi 25x/hari. Sedangkan iklan di TV lokal yaitu pada Tri Arga TV. Untuk Pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD lama penayangan selama 60 hari dengan durasi 10x/hari dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden selama 25 hari dengan durasi 20×/hari

b. Untuk dialog interaktif di Radio dan TV, komisioner di undang oleh Radio dan TV Lokal yang ada di Bukittinggi untuk memberikan materi sesuai dengan tema kepemiluan.

7. Pemasangan Spanduk, Baliho dan Alat Sosialisasi Lainnya.

- Untuk Spanduk, pemasangannya dilakukan setiap kelurahan yang memiliki daerah strategis.

- Baliho dipasang di simpang kangkung

- Alat Sosialisasi lainnya yang pernah diadakan yaitu brosur, pamflet dan imsakiyah

8. Pertemuan dengan stake holder formal maupun informal

Stake holder mempunyai peranan yang penting sekali dalam

mensosialisasikan Pemilih. Berikut dapat disebutkan beberapa stake

holder yang mempunyai peranan penting dalam mensosialisasikan dan

menyukseskan Pemilu yaitu Partai Politik, Panwaslu, Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi/SLTA, Pihak Keamanan, Media dan Organisasi Masyarakat. Partai Politik dan Pemerintah Daerah boleh disebut lebih mempunyai peran dalam mensosialisasikan Pemilu untuk meningkatkan partisipasi pemilih.