• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PENGATURAN TERHADAP ORANG ASING

1. Pencantuman ke dalam Daftar Pencegahan atau

3. Larangan untuk berada di satu atau beberapa tempat tertentu di Wilayah Indonesia;

4. Keharusan untuk bertempat tinggal di suatu tempat tertentu di Wilayah Indonesia;

5. Pengenaan biaya beban; dan/atau 6. Deportasi dari Wilayah Indonesia.

1. Pencantuman ke dalam Daftar Pencegahan atau Penangkalan

Pencegahan adalah larangan yang yang bersifat sementara terhadap orang-orang tertentu untuk keluar negeri dari Wilayah Indonesia berdasarkan alasan tertentu.84Aturan hukum yang yang menjadi pondasi dalam proses pencegahan terhadap orang asing karena adanya alasan keimigrasian diatur dalam UU Keimigrasian. Pencegahan terhadap orang asing yang masuk dalam daftar hitam (black list) pencegahan dan penangkalan merupakan wewenang dan tanggung jawab menteri, yang dalam pelaksanaannya didasarkan pada berbagai pertimbangan berikut85

a. Hasil pengawasan Keimigrasian dan keputusan TAK; :

b. Keputusan Menteri Keuangan dan Jaksa Agung sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing dan ketentuan peraturan perundang-undangan;

84

Koerniatmanto Soetoprawiro, Hukum Kewarganegaraan dan Keimigrasian Indonesia, Edisi Kedua, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1996), Hal. 80

85

c. Permintaan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

d. Perintah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan;

e. Permintaan Kepala Badan Narkotika Nasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; dan/atau

f. Keputusan, perintah, atau permintaan pimpinan kementerian/lembaga lain yang berdasarkan undang-undang memiliki kewenangan pencegahan. Menteri Keuangan, Jaksa Agung, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Kepala Badan Narkotika Nasional, atau pimpinan kementerian/lembaga yang memiliki kewenangan pencegahan dan bertanggung jawab atas keputusan, permintaan, dan perintah pencegahan yang dibuatnya.86 Meskipun demikian, dalam kondisi darurat/mendesak, para pejabat yang memiliki kewenangan pencegahan dapat meminta langsung kepada pejabat imigrasi tertentu untuk melaksanakan tindakan pencegahan terhadap orang asing yang menenuhi kriteria untuk dilakukannya tindakan administratif berupa pencegahan keluar dari wilayah RI, dimana dalam pelaksanaanya dilakukan oleh Menteri dan pejabat imigrasi yang ditunjuk87

Pencegahan ditetapkan dengan keputusan tertulis oleh pejabat yang berwenang atau mendapat kewenangan. Selanjutnya keputusan memuat sekurang-kurangnya tiga unsur berikut:

86

Ibid, Hal 49

87

Wawancara dengan Anggiat Napitupulu (Kasi Penyidikan Wilayah II Direktorat Penyidikan dan Penindakan Direktorat Jenderal Imigrasi, Jakarta), Syarat, Bentuk dan Mekanisme Tindakan Administratif Keimigrasian menurut UU Keimigrasian, Tanggal 19 Juni 2012

1. Nama, jenis kelamin, tempat dan tanggal lahir atau umur, serta foto yang dikenai pencegahan;

2. Alasan pencegahan; dan 3. Jangka waktu pencegahan.88

Keputusan pencegahan disampaikan kepada orang yang kenakan tindakan pencegahan selambat-lambatnya tujuh hari sejak tanggal keputusan ditetapkan dan dalam hal keputusan pencegahan dikeluarkan oleh pejabat yang mendapat kewenangan, keputusan tersebut juga disampaikan kepada menteri paling lambat tiga hari sejak tanggal keputusan ditetapkan dengan permintaan untuk dilaksanakan. Menteri dapat menolak permintaan pelaksanaan pencegahan apabila keputusan pencegahan dianggap tidak memenuhi ketentuan seperti tidak adanya informasi identitas atau alasan pencegahan atau limit waktu pencegahan yang akan diberlakukan. Pemberitahuan penolakan pelaksanaan pencegahan oleh Menteri disampaikan kepada pejabat yang akan melaksanakan proses pencegahan paling lambat tujuh hari sejak tanggal permohonan pencegahan diterima yang disertai dengan alasan penolakan. 89

88

Redaksi Sinar Grafika, Op.Cit, Hal. 49

Menteri atau pejabat imigrasi yang ditunjuk selanjutnya memasukkan identitas orang yang dikenai keputusan pencegahan ke dalam daftar pencegahan melalui sistem informasi manajemen keimigrasian. Selanjutnya berdasarkan daftar pencegahan, pejabat imigrasi wajib menolak orang asing yang dikenai pencegahan keluar dari Wilayah Indonesia.

89

Wawancara dengan Friement F.S. Aruan, (Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan), Syarat, Bentuk dan Mekanisme Tindakan Administratif Keimigrasian menurut UU Keimigrasian, Tanggal 25 Juni 2012

Dalam hal penindakan administratif berupa pencegahan keluar dari wilayah Republik Indonesia karena alasan keimigrasian tersebut, undang-undang memberikan hak kepada pihak yang akan dikenai tindakan pencegahan untuk mengajukan keberatan kepada pejabat yang mengeluarkan keputusan pencegahan.90 Pencegahan ditetapkan dengan keputusan tertulis, yang memuat sekurang-kurangnya identitas orang yang bersangkutan, alasan pencegahan, dan jangka waktu pencegahan. Pengajuan keberatan dilakukan secara tertulis disertai dengan alasan dan disampaikan dalam jangka waktu berlakunya masa pencegahan. Namun demikian, pengajuan keberatan tidak dapat menunda proses pelaksanaan pencegahan. Terkait dengan jangka waktu pencegahan berlaku limit waktu paling lama enam bulan dan setiap kali dapat diperpanjang paling lama enam bulan. Apabila tidak ada keputusan perpanjangan, suatu pencegahan berakhir demi hukum. 91

Penangkalan adalah larangan yang bersifat sementara terhadap orang-orang tertentu untuk masuk ke wilayah Indonesia berdasarkan alasan tertentu92 Kewenangan penangkalan merupakan wujud dari pelaksanaan kedaulatan negara untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum yang dilaksanakan berdasarkan alasan keimigrasian93

90

Wawancara dengan Anggiat Napitupulu (Kasi Penyidikan Wilayah II Direktorat Penyidikan dan Penindakan Direktorat Jenderal Imigrasi, Jakarta), Syarat, Bentuk dan Mekanisme Tindakan Administratif Keimigrasian menurut UU Keimigrasian, Tanggal 19 Juni 2012

. Black list adalah istilah yang dipakai dalam bahasa sehari-hari untuk menggantikan daftar orang-orang yang tidak diperbolehkan meninggalkan Indonesia dan orang-orang yang tidak diperbolehkan memasuki

91

Koerniatmanto Soetoprawiro, Op.Cit, Hal. 81-82 92

Ibid, Hal. 80 93

wilayah Indonesia. Di dalam keimigrasian daftar ini disebut “daftar pencegahan dan penangkalan”.

Seperti halnya kewenangan dalam pencegahan, wewenang dan tanggung jawab penangkalan terhadap warga Negara Indonesia dilakukan oleh sebuah tim yang dipimpin menteri kehakiman dan anggotanya. Dalam kondisi mendesak atau darurat pejabat lain yang berwenang juga dapat meminta kewenangan melakukan penangkalan kepada menteri, dimana dalam pelaksanaannya dilakukan oleh menteri dan pejabat terkait yang ditunjuk.94 Keputusan penangkalan ditetapkan dengan tertulis oleh menteri atau pejabat terkait dapat dikeluarkan selambat-lambatnya tiga hari sejak permintaan pencekalan diajukan oleh pejabat tersebut.95 Keputusan penangkalan dapat dikeluarkan sekurang-kurangnya hanya jika permintaan pencekalan memenuhi unsur-unsur sebagai berikut: 96

a. Nama, jenis kelamin, tempat dan tanggal lahir atau umur, serta foto yang dikenai penangkalan;

b. Alasan penangkalan; dan c. Jangka waktu penangkalan.

Jika salah satu unsur tersebut di atas tidak ada maka pejabat menteri dapat menolak permintaan penangkalan yang diajukan oleh pejabat terkait, yang disampaikan selambat-lambatnya tujuh hari dari sejak tanggal permintaan penangkalan diterima kepada pejabat bersangkutan, yang disertai dengan alasan penolakan permintaan penangkalan seperti yang dimintakan pejabat terkait.

94

Koerniatmanto Soetoprawiro, Op.Cit, Hal. 82 95

Redaksi Sinar Grafika, Op.Cit, Hal. 52 96

Wawancara dengan Friement F.S. Aruan, (Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan), Syarat, Bentuk dan Mekanisme Tindakan Administratif Keimigrasian menurut UU Keimigrasian, Tanggal 25 Juni 2012

menteri atau pejabat imigrasi yang ditunjuk. Identitas orang yang dikenai keputusan penangkalan akan dimasukkan ke dalam daftar penangkalan melalui Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian, dan dengan diterbitkannya daftar penangkalan tersebut, maka pejabat imigrasi wajib menolak orang asing yang dikenai tindakan penangkalan untuk masuk wilayah Indonesia. 97

Masa penangkalan berlaku paling lama enam bulan dan setiap kali dapat diperpanjang paling lama enam bulan. Penangkalan berakhir demi hukum, dan keputusan penangkalan seumur hidup dapat dikenakan terhadap orang asing yang dianggap dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum. Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pencegahan dan penangkalan diatur dengan Peraturan Pemerintah98.

Dokumen terkait