• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. PENILAIAN KINERJA

PENCAPAIAN KINERJA TAHUN 2020

2. Pencapaian Kinerja

Pada kegiatan pelayanan rumah sakit jiwa memiliki indikator yang berbeda dengan institusi pada umumnya, karena menyangkut pelayanan publik bidang kesehatan namun khusus jiwa. Pada bidang pelayanan kesehatan khususnya, RS Jiwa Prof. HB. Saanin Padang telah melaksanakan seluruh kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya. Adapun seluruh capaian sasaran kinerja bidang pelayanan dapat dilihat sebagai tabel sebagai berikut :

PENCAPAIAN KINERJA TAHUN 2020

NO. INDIKATOR TARGET REALISASI CAPAIAN TARGET KETERANGAN

1 BOR 85 % 54,07% 63,61% RS Jiwa di Indonesia (60-85%)

2 LOS 43 hari 26 hari 139,53% RS Jiwa di Indonesia (30-52 hr)

3 BTO 4 kali 7.8 kali 5 % Ideal 3-4 kali/bln

4 TOI 6 hari 21 hari -150% Ideal 1-3 hari

5 NDR 0,79 % 0,09 % 187,14% Tidak ada standar RSJ 6 GDR 0,79 % 0,04 % 194,29% Tidak ada standar RSJ 7 Hari Rawat 107.000 hari 53.040 hari 49,57% Belum mencapai target 8 Kunjungan RJ 30.000 kali 26.015 kali 86,72% Belum mencapai

target

9 Jumlah Pasien RI 2.150 orang 2.114 orang 98,33% Belum mencapai target Dari 10 indikator pencapaian kinerja, hanya 3 dari 10 indikator yang mencapai target. Berdasarkan tabel diatas, BOR, BTO, TOI, hari rawat, kunjungan rawat jalan dan jumlah pasien rawat inap belum memenuhi target yang masing-masingnya hanya memiliki persentase capaian sebesar 63,61%, 5%, -150%, 49,57%, 86,72% dan 98,33%. Hal ini disebabkan oleh terjadi penurunan

Laporan Kinerja BLUD RSJ Prof.HB.Saanin Padang Tahun 2020 42 jumlah pasien rawat inap karena mulai berlakunya rujukan online berjenjang dimana pasien dirujuk mulai dari Rumah Sakit kelas D, C, B dan A. Selain itu, terjadinya pandemi Covid-19 juga menjadi sebab penurunan kunjungan pasien. Penurunan kunjungan pasien rawat jalan maupun rawat inap mengakibatkan penurunan hari rawatan yang akan berimbas kepada penurunan persentase capaian BOR, BTO dan TOI. Sedangkan LOS, NDR, GDR, telah mencapai target yang telah ditetapkan.

3. Capaian SPM

Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 17 Tahun 2019 Tanggal 19 Juni 2019 dijadikan acuan untuk mengetahui seberapa baik mutu pelayanan Rumah Sakit Jiwa Prof. HB. Saanin Padang terhadap standar yang telah ditetapkan. Berdasarkan Peraturan Gubernur tersebut rumah sakit jiwa minimal wajib menyediakan pelayanan yang meliputi:

1. Pelayanan gawat darurat 2. Pelayanan rawat jalan 3. Pelayanan rawat inap

4. Pelayanan Rehabilitasi Mental 5. Pelayanan Psikologi

6. Pelayanan Forensik Psikiatri

7. Pelayanan Kesehatan Jiwa Masyarakat 8. Pelayanan Radiologi

9. Pelayanan Laboratorium 10. Pelayanan Farmasi 11. Pelayanan Gizi

12. Pelayanan Rekam Medik 13. Pelayanan Pengelolaan Limbah

14. Pelayanan Administrasi dan manajemen 15. Pelayanan Ambulance/Kereta Jenazah 16. Pelayanan Pemulasaraan Jenazah 17. Pelayanan Laundry

18. Pelayanan Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit 19. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)

Laporan Kinerja BLUD RSJ Prof.HB.Saanin Padang Tahun 2020 43

Pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM)

Pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada RS Jiwa Prof. HB.Saanin Padang Tahun 2020 adalah sebagai berikut:

a. Pelayanan Gawat Darurat:

Dari 9 Indikator SPM, semua indikator sudah mencapai target.

b. Pelayanan Rawat Jalan;

Dari 6 indikator SPM, semua indikator telah memenuhi target SPM.

c. Pelayanan Rawat Inap

Dari 15 indikator SPM, 12 indikator memenuhi target SPM, sedangkan 3 indikator belum memenuhi target SPM antara lain:

1) Jam visite dokter spesialis kedokteran jiwa antara jam 08.00-14.00 WIB sebesar 99,76%. Hal ini dikarenakan pelayanan oleh dokter reveral di instalasi Rawat Inap dilakukan setelah jam pelayanan poliklinik.

2) Tidak adanya kejadian pasien jatuh yang berakibat kecacatan/kematian sebesar 95,4%. Hal ini disebabkan masih adanya kejadian pasien jatuh diruangan karena fasilitas belum memadai (seperti lantai rusak, dinding kamar mandi tanpa grill).

3) Lama hari perawatan Pasien gangguan jiwa sebesar ≤ 6 minggu. Indikator ini belum tercapai karena masih adanya keluarga yang belum menjemput pasien, setelah diizinkan pulang oleh dokter, walaupun perawat diruangan telah menghubungi keluarga berulang kali. Selain itu, perawatan pasien dari rekomendasi Dinsos, sering di dropping karena tidak ada keluarga (pasien terlantar).

d. Pelayanan Rehabilitasi Mental

Dari 4 indikator SPM, 2 indikator memenuhi target SPM, sedangkan 2 indikator belum memenuhi target SPM. Yang belum memenuhi target SPM yaitu :

1) Ketersediaan pelayanan Rehabilitasi Mental, minimal terdiri dari keterampilan dasar komunikasi, terapi okupasi antara lain terapi aktivitas (perkebunan, Pertukangan dan Sulaman), pelatihan Vokasional, terapi Rekreasi/Musik, Terapi olah raga dan persiapan

Laporan Kinerja BLUD RSJ Prof.HB.Saanin Padang Tahun 2020 44 kembali ke masyarakat. Indikator ini hanya tercapai sebesar 90%. Hal ini disebabkan karena terapi pertukaran belum berjalan optimal karena belum adanya instruktur.

2) Kepuasan pelanggan pada instalasi rehabilitasi mental hanya tercapai sebesar 75%. Hal ini disebabkan Indikator ini belum optimal dikarenakan sarana dan prasarana yang banyak rusak dan tidak tersedia SDM dan fasilitas sesuai keterampilan pasien yang akan dilatih.

e. Pelayanan Psikologi

Dari 5 indikator SPM, semua indikator sudah mencapai target.

f. Pelayanan Forensik Psikiatri

Dari 5 indikator SPM, semua indikator sudah mencapai target.

g. Pelayanan Kesehatan Jiwa Masyarakat

Dari 2 indikator SPM, semua indikator sudah mencapai target.

h. Pelayanan Radiologi,

Dari 4 indikator SPM, terdapat 1 indikator yang belum mencapai target yaitu waktu tunggu hasil pelayanan (thorax foto) radiologi kurang dari 3 jam. Hal ini disebabkan karena Dokter Sp.Radiologi bukan dokter tetap, melainkan dokter referral sehingga pembacaan ekspertise harus diantar ke tempat Dokter yang bersangkutan.

i. Pelayanan Laboratorium

Dari 4 indikator SPM, 2 indikator tercapai sesuai target, sedangkan 2 indikator belum tercapai yaitu Pelaksana ekspertisi adalah Dokter spesialis Patologi Klinis dengan pencapaian sebesar 90%. Indikator ini belum tercapai karena Dokter Spesialis tidak standby pada hari Sabtu dan Minggu. Selain itu indikator lainnya yang belum tercapai adalah tidak adanya kesalahan pemberian hasil pemeriksaan laboratorium sebesar 99,99% dari target 100 % penyebabnya yaitu terjadi kesalahan penginputan hasil pemeriksaan labor karena SIMRS eror.

Laporan Kinerja BLUD RSJ Prof.HB.Saanin Padang Tahun 2020 45 Dari 4 indikator SPM, 3 indikator tercapai sesuai target, sedangkan 1 indikator lainnya belum tercapai sebagai berikut :

1) Waktu tunggu pelayanan obat jadi adalah 30,66 menit, dari target 30 menit. Hal ini dikarenakan pandemi covid 19, maka dilakukan resep iter oleh apoteker agar mengurangi kontak dengan pasien.

k. Pelayanan Gizi,

Dari 3 indikator SPM, semua indikator tercapai sesuai target.

l. Pelayanan Rekam Medis,

Dokumen terkait