BAB V PENUTUP : Bab ini membahas kesimpulan dan saran yang
DAUR ULANG SAMPAH
B. Evaluasi Program Pembuatan Kompos Daur Ulang Sampah
2. Pencapaian Tujuan Program Pembuatan Kompos Daur Ulang Sampah
di TPST
Berbicara tentang sampah, biasanya orang berkecenderungannya adalah masyarakat tidak terlalu memikirkan apakah sampah yang kita hasilkan itu organik maupun anorganik. Masyarakat mungkin juga tidak terlalu peduli kemana sampah itu harus dibuang. Namun pengelolaan sampah yang ideal itu harus benar-benar bertanggungjawab dimana Bapak Tarmizi mengatakan.
“bahwa tanggungjawab bukanlah milik pemerintah kota semata, tapi milik kita bersama. Contohnya warga perumahan Vila Pamulang Mas RW (Rukun Tetangga) 06, sejak tahun 1998 kebelakang dimana warga belum sadar akan dampak negatif membuang sampah sembarangan sehingga menimbulkan penumpukan sampah.”
“Namun sejak tahun 1998 ke depan sampai saat ini, masyarakat di lingkungan Vila Pamulang Mas ini mulai sadar akan dampak negatif dari pembuangan sampah sembarangan sehingga mengakibatkan penumupukan sampah dan bau tidak enak.”7
Dengan adanya penjelasan di atas, dimana kesadaran dan partisipasi dari masyarakat dalam sebuah evaluasi program, maka tidak dapat diungkiri lagi perumahan Vila Pamulang Mas RW 06 ini lebih indah. Adapaun tujuan yang sudah dicapai oleh TPST 3R dalam program pembuatan kompos daur ulang sampah. Di antaranya :
a. Mengurangi Penumpukan Sampah
Penumpukan sampah merupakan menumpuknya sampah-sampah yang dibuang atau dengan sendirinya menumpuk dari sumber hasil aktifitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonominya. Penumpukan
7
sampah yang berada di RW 06 dapat menyebabkan berbagai permasalahan baik langsung maupun tidak langsung bagi lingkungan Vila Pamulang Mas.
Dampak langsung dari penanganan sampah yang kurang bijaksana diantaranya adalah berbagai penyakit menular maupun penyakit kulit, gangguan pernafasan serta dapat mengganggu kesehatan manusia dan sangat mengganggu lingkungan. Karena terkontaminasinya pemandangan oleh tumpukan sampah dan bau busuk yang menyengat hidung, sedangkan dampak tidak langsung diantaranya adalah bahaya banjir yang disebabkan oleh tumpukan sampah yang menghambatn arus air di sungai karena terhalang timbunan sampah yang dibuang ke sungai.
Selain itu untuk menjaga kesuburan tanah sangatlah penting, karena tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. Sebagian besar dari makanan kita berasal dari permukaan tanah. Oleh sebab itu, sudah menjadi kewajiban kita menjaga kelestarian tanah sehingga tetap dapat mendukung kehidupan di muka bumi ini. Pencemaran tanah dapat diakibatkan oleh sampah organik dan anorganik, Timbunan sampah akan menutupi permukaan tanah sehingga tanah tidak bisa dimanfaatkan.
Sampah yang berada di RW 06 keberadaannya sudah meresahkan, terkait dengan volume sampah yang semakin hari semakin menumpuk. Sehingga muncullah kebutuhan untuk membangun Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST), agar sampah bisa diolah dan dimanfaatkan menjadi berkah,
54
sehingga tidak ada lagi tumpukkan sampah di lingkungan perumahan Villa Pamulang Mas ini. Hal serupa yang diperkuat dengan argumen Bapak Tarmizi sebagai wakil ketua Tempat Pembuangan Sampah Terpadu 3R yaitu sebagai berikut :
“yang pertama. Berkurangnya penumpukan sampah, adanya tong sampah organik anorganik dan lingkungan menjadi bersih. Nah sebelum tahun 1998 penumpukan sampah begitu menghawatirkn menumpuk di pinggir jalan namun sejak adanya TPS (Tempat Pembuangan Sampah) sekarang jalanan kelihatan rapih dan bersih karena pola pikir masyarakat sehingga tidak adanya yang membuang sampah ke jalanan dan begitu juga mengurangi penumpukan sampah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dan yang kedua, TPST menaroh dua tong sampah yaitu tong sampah organik dan anorganik dimana tong sampah ini di letakkan didelapan RT (Rukun Tetangga) jadi total tong sampah organik anorganik terdapat enam belas tong sampah, ditambahnya masyarakat rw 06 enam yang memliki tong sampah itu berjumlah 53 rumah yang bertujuan masyarakat tidak membuang sampah sembarang dan untuk mengajarkan masyarakat membedakan sampah organik dan anorganik.”8
Jika melihat pemaparan di atas, maka dapat disimpulkan bahwasannya jika melihat dari perkembangan dari tujuan program pembuatan kompos daur ulang sampah memang mengalami kemajuan secara bertahap. Semakin sering mayarakat memilah sampah organik dan anorganik sebelum membuangnya, itu artinya kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat berkembang dan maju. Kegiatan TPST ini sebagai media warga perumahan Vila Pamulang Mas dalam melakukan partisipasi sebagai wujud dari evaluasi masyarakat, dan TPST setidaknya sudah berhasil menciptakan proses belajar masyarakat tentang arti pentingnya kita sebagai khalifah dimuka bumi untuk berinteraksi
8
dengan lingkungan kita melalui pelestarian dan pemeliharaan lingkungan. Sebagaimana yang dikatakan oleh Bapak Tarmizi sebagai berikut :
“Dan yang paling terpenting dari hasil program evaluasi dalam kasus ini adalah kegiatan TPST bukanlah hasil materi yang diingikan, melainkan proses belajar masyarakat dengan tujuan perubahan sikap dan masyarakat terhadap lingkungan sendiri”.9
Seperti penjelasan diatas oleh Bapak Tarmizi dimana masyarakat diharapkan bisa terus belajar untuk memanfaatkan sampah, dengan adanya TPST diharapkan juga mampu menjadi alternatif pengelolaan sampah yang praktis, dengan harapan lain mengubah kacamata masyarakat pada umumnya untuk lebih peduli lingkungan demi ekosistem lingkungan.
Didalam pencapaian ini alhamdulilllah semuanya tercapai dengan baik karena adanya kesadaran dan partisipasi dari masyarakatnya sendiri, sehingga lingkungan perumahan Vila Pamulang Mas ini menjadi bersih dan tidak ada sampah yang menumpuk di warga RW 06.
b. Meningkatnya Kesehatan Masyarakat
Kesehatan adalah harta yang tak ternilai harganya. Terlebih sekarang, pada zaman sekarang hampir tidak terbebas dari kontaminasi polutan. Tangerang Selatan merupakan kota pemekaran yang sedang berkembang, penuh dengan pembangunan dan banyaknya penebangan pohon. Di sisi lain, tekanan hidup pun semakin keras. Mungkin kita orang-orang yang mudah sakit dan gampang emosi. Belum lagi lingkungan tempat tinggal yang mungkin tidak mampu menyediakan lingkungan yang menyenangkan. Tak heran jika saat ini 9
56
semakin banyak orang yang berusaha hidup dengan prinsip back to natural. Tujuannya tak lain untuk menyeimbangkan hidup dengan alam, sehingga kualitas hidup membaik.
Dalam kegiatan ini maka harus ada keseimbangan ekologi manusia. Ekologi manusia merupakan hubungan manusia dengan lingkungan sekitar agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia sendiri. Pecapaian tujuan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat yang dikemukakan oleh Bapak Tarmizi :
“yang pertama, tidak adanya pembakaran Sampah. Yang kedua, terciptanya kualitas air bersih. Yang ketiga, adanya penanaman pohon di taman warga.”10
Jika melihat pemaparan tujuan dan tujuan yang sudah dicapai, penulis dapat menyimpulkan bahwasannya program ini sudah berhasil. Oleh karena itu, perlu adanya pemaparan tentang bukti dari keberhasilan tersebut. Seperti yang dikemukakan oleh Bapak Sujana, sebagai berikut :
“Meningkatkan kesehatan masyarakat, dalam meningkatkan kesehatan kita bisa melihat dari tidak adanya yang membakar sampah sembarang, trus sejak tidak adanya sampah yang menumpuk air pun warna sangat jernih tidak kotor, dan adanya penanam pohon itu salah satu untuk menghirup udara segar.”11
Seperti yang sudah dikemukakan oleh Bapak Tarmizi dalam tujuan yang sudah dicapai oleh TPST 3R, itu juga merupakan sebuah bukti keberhasilan program pembuatan kompos daur ulang sampah tersebut. Ada baiknya pendapat para pengurus TPST 3R tersebuat penulis membandingkan dengan
1010
Hasil Wawancara Bapak Tarmizi Pada Tanggal 12 Agustus 2015
11
jawaban warga RW 06, jawaban yang selaras antara pengurus dan warga RW 06 ini menjadi bukti keabsahan di lapangan. Ditambahnya dengan adanya bukti dari pukesmas ini akan menjadi lebih kuat keberhasilan TPST 3R, bukti keberhasilan sebagai berikut :
Tabel 1
Data berkurangnya orang sakit pertahun
No Tahun Jumlah orang yang sakit
1 2010 57 2 2011 55 3 2012 35 4 2013 35 5 2014 30 6 2015 28 Sumber: Puskesmas
Jika melihat pemaparan di atas, dengan data yang didapat dari puskesmas setiap tahunnya terus berkurang data orang yang sakit. Penulis menganalisis dan menyimpulkan bahwa program pembuatan kompos daur ulang sampah ini tujuan sudah dicapai dan dikatakan berhasil.
c. Merubah Paradigma Masyarakat Tentang Sampah
Permasalahan menegenai sampah merupakan hal yang membutuhkan perhatian khusus, karena menjadi persoalan nasioanal. Kegagalan dalam pengelolaan sampah berlimbas pada menurunnya kualitas kehidupan warga masyarakat. Pengelolaan sampah yang tidak baik dapat merusak estetika kota
58
dan dampak buruk yaitu terhadap kesehatan, pembuangan sampah yang selama ini ditumpukan dipinggir jalan, lalu tim penggerak pengangkut sampah mengambil secara rutin, akan tetapi bagaimana masyarakat yang tinggal didaerah atau rumahnya jauh dari jangkauan tim penggerak pengangkut sampah. Hal ini yang terjadi pangkal masalah, karena tidak menutup kemungkinan masyarakat yang tinggal di perumahan pun ikut membuang sampah di pinggir jalan, ke sungai-sungai terdekat atau hanya ditumpuk begitu saja lalu dibakar.
Kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan hidup belum begitu optimal, bahkan cenderung banyak masyarakat yang mengabaikannya. Untuk itu, tempat pembuangan sampah terpadu membantu masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga melalui pemahaman kepada masyarakat agar mereka tahu dan peduli terhadap pengelolaan lingkungan hidup.
TPST mengajarkan masyarakat perumahan Vila Pamulang Mas mengenai pemilahan sampah organik anorganik sehingga dapat dimanfaatkan menjadi kompos dan tidak membuangnya lagi dipinggir jalan, kesungai-sungai dan di bakar. Dilingkungan perumahan Vila Pamulang Mas sekaligus mengajarkan masyarakat untuk mencintai lingkungan.12
Diharapkan dengan adanya kegiatan TPST, masyarakat dapat merubah paradigma terhadap sampah dan mengubah pola pikir terhadap sampah sebagai bahan yang menjijikan dan tidak dapat dimanfatkan atau di daur ulang
12
kembali. Tujuan yang sudah dicapai dalam mengubah paradigma masyarakat tentang sampah yaitu sebagai berikut
1). Adanya Kompos Padat
Kompos padat merupakan pupuk organik yang berasal dari sisa tanaman, hewan dan limbah organik yang telah mengalami proses fermentasi sehingga dapat dijadikan sebagai sumber hara bagi tanaman. Dampak yang diberikan TPST RW 06 hanya sebatas aspek lingkungan, karena TPST bagi sebagian masyarakat masih merupakan hal yang baru. Dalam evaluasi program TPST terhadap kebersihan lingkungan menjadi bentuk tindakan secara partisipasi masyarakat.
Untuk menganalisis apakah tujuan program sudah tercapai atau tidaknya, penulis akan melihat target jangka panjang apa saja yang sudah dicapai oleh TPST dalam waktu lima tahun semenjak program pembuatan kompos daur ulang sampah ini didirikan. Menurut Bapak Tarmizi dalam wawancara memaparkan, sebagai berikut:
“Alhamdulillah sekali mas, sekarang semakin banyak orang yang tau mengenai TPST, yang awalnya cuek sekarang ikut berpartisipasi dalam pembuatan kompos daur ulang sampah, setidaknya mereka berpartisipasi memilah sampah sebelum dibuang ke TPST.”
“dalam kurun waktu 5 tahun kita penuh perjuangan yang tidak mudah mas, pembuatan kompos daur ualng sampah mungkin awalnya tidak menarik untuk di perbincangkan karena belum mengetahui dampak negatif dari adanya sampah dan manfaat sampah yang dihasilkan dari sampah, dalam pembuatan kompos padat harus memiliki lahan kosong. Dengan adanya lahan kosong jadi kita bisa memanfaatkan lahan untuk pembuatan kompos padat, dulu kami membuat kompos padat bareng denganwarga setempat.”
“Namun sejak tahun 2014 akhir sesetelah lahan semakin menyempit kita pun mulai kebingungan mas, mencoba dengan mesin incinator (mesin penguraian) mesin yang mempercepat pembuatan kompos,
60
yang tadinya tiga bulan sekali menjadi kompos sekarang per bulan dapat mencapai 200 kantong kompos padat dan semakin sedikit pembuangan sampah ke TPA bahkan tidak ada sampah yang terbuang ke TPA”13
Setelah mengkaji penjelasan di atas bahwa pembuaan kompos daur ulang sampah hasil dari evaluasi yang dilakukan setiap setahun sekali maka pembuatan kompos pun berkembang semakin maju. Dan dengan adanya partisipasi masyarakat di Vila Pamulang Mas RW 06 maka tidak mustahil untuk mewujudkan warga berdikari, karena tujuan akhir dari evaluasi program adalah berkelanjutan, proses belajar sosial serta perubahan sikap dan nilai.Selain itu, dalam pembuatan kompos padat ini sangatlah penting bagi kesuburan tanah dan memperbaiki kehidupan biologis tanah.
2). Adanya Kompos Cair (Komposter)
Kompos cair (komposter) merupakan kompos yang berasal dari tumbuhan kering dan sisa makanan sayuran. Dengan adanya kesadaran dan partisipasi masyarakat lingkungan masyarakat menjadi sehat dan bersih, tidak terlihat adanya sampah berserakat di pinggir jalan karena sampah organik mereka jadikan kompos. Menurut Ibu Eka selain pembuatan kompos padat TPST mencoba membuat terobosan kompos cair, beliau adalah bendahara TPST. Dalam pembuatan komposter ini beliau mengemukakan hasil dari pembuatan komposter sebagai berikut.
“Alhamdulillah mas, Meskipun dari 400 Kepala Keluarga namun komposter ini hanya dibuat 8 komposter dan diletakkan 1 (satu) komposter di setiap RT (Rukun Tetangga) masing-masing dikarenakan lahan rumah mereka yang sempit, jadi setidaknya setiap RT memiliki komposter.”
13
“untuk pengambilan kompos tersebut bisa dilakukan satu bulan dua kali dan yang mengambil kompos hanya warga yang suka membuang sampah kedalam tabung komposter tersebut.14
Pembuatan komposter merupakan salah satu merubah paradigma masyarakat Vila Pamulang Mas RW (Rukun Warga) 06 tentang sampah untuk perbaikan struktur tanah, selain itu untuk menghemat biaya pembuatan kompos.
Didalam program pembuatan kompos daur ulang sampah tujuan yang dicapai sangat baik, sampah organik masyarat serahkan ke TPST untuk pembuatan kompos padat dan cair. Pencapaian dalam pembuatan kompos padat ini, TPST dapat menghasilkan 200 karung per bulan. Dalam satu bulan TPST dapat mencapai target yang diinginkan.
Maka dapat disimpulkan, bahwa program pembuatan kompos daur ulang sampah memberikan dampak yang positif, yaitu memberikan pengaruh terhadap perubahan dalam prilaku masyarakat.
Tabel 2
Pencapaian Tujuan
No Aspek di evaluasi Analisis Hasil
1 Mengurangi Penumpukan Sampah Tidak adanya penumpukan
sampah, adanya dua tong sampah yaitu tong sampah organik dan anorganik di 8 (Delapan) Rukun Tetangga
14
62
(RT) Vila Pamulang Mas dan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) menjadikan lingkungan Rukun Warga (RW) 06 bersih.
2 Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Tidak adanya pembakaran sampah di Vila Pamulang Mas RW 06, Terciptanya kualitas air bersih dan adanya penanaman pohon di taman warga.
3 Merubah Paradigma Masyarakat Adanya pembuatan
kompos padat dan cair (komposter) di Vila Pamulang Mas RW 06 Bambu Apus Pamulang–
63
A. Kesimpulan
Hasil penelitian ini menyimpulkan:
1. Pelaksanaan program pembuatan kompos daur ulang sampah berjalan sangat baik dimana partisipasi masyarakat dalam memilah sampah. Sehingga Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Vila Pamulang Mas RW 06 Kelurahan Bambu Apus telah memberikan pengaruh yang baik terhadap partisipasi warga sebagi wujud tanggung jawab terhadap lingkungannya sendiri.
2. Efektifitas pengelolaan sampah dalam program 3R dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program 3R berjalan secara baik, dan optimal. Dengan adanya pengelolaan sampah 3R terjadi perbaikan atau peningkatan dalam pengelolaan sampah, pengelolaannya semakin baik dibanding sebelum dilakukan program 3R, hal ini dikarenakan sampah telah dipilah oleh masyarakat untuk didaur ulang menjadi barang yang berguna yaitu kompos sehingga penumpukan sampah di RW 06 Kelurahan Bambu Apus dapat berkurang.
3. Tempat Pembuangan Sampah Terpadu telah membangun kepercayaan, potensi dan pasrtisipasi warga Vila Pamulang Mas dalam kegiatan Pembuatan Kompos Daur Ulang Sampah dengan manfaat-manfaat yang dirasakan oleh warga.
64
4. Pencapaian tujuan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu berhasil mengurangi penumpukkan sampah, meningkatkan kesehatan masyarakat dan merubah paradigma masyarakat tentang sampah dengan baik.
B. Saran
1. Perlu adanya perhatian serius dari pemerintahan setempat untuk mengembangkan lebih lanjut kegiatan Pembuatan Kompos Daur Ulang Sampah ini sebagai salah satu solusi dalam penanganan masalah sampah di Tangerang Selatan.
2. Agar Pembuatan Kompos Daur Ulang Sampah lebih bagus lagi dalam kegiatan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu terus melakukan sosialisasi kepada warga mengenai penggolongan dan pemanfaatan sampah.
Demikian kesimpulan dan saran yang bisa peneliti sampaikan dalam skripsi ini. Semoga hasil penelitian kegiatan Pembuatan Kompos Daur Ulang Sampah ini menjadi bahan msukan bagi banyak khalayak luas dalam penanganan lingkungan dan bahan renungan juga evaluasi bagi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu dalam menjalankan kegiatan melalui Pembuatan Kompos Daur Ulang Sampah di perumahan Vila Pamulang Mas 06 Kelurahan Bambu Apus.
65