• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pada undirected viewing, seseorang mencari informasi tanpa tahu informasi tertentu dalam pikirannya. Tujuan keseluruhan adalah untuk mencari informasi secara luas dan sebanyak mungkin dari beragam sumber informasi yang digunakan, dan informasi yang diperoleh kemudian dipilah sesuai dengan kebutuhannya. Menurut Choo (2003) undirected viewing istilah yang pertama kali digunakan oleh Aguilar (1967) merupakan:

A term first used by takes place when the organization perceives the environment to be unanalyzable and so does not intrude into the environment to understand it. Information needs are ill-defined and fuzzy, and much of the information obtained is nonroutine or informal, usually gained through chance encounters. Since the environment is assumed to be unanalyzable, the organization is satisfied with limited, soft information and does not seek comprehensive, hard data. Information seeking is thus casual and opportunistic, relying more on irregular contacts and casual information from external, people sources.

Pemahaman tersebut dapat diartikan bahwa pencarian yang tidak terarah, terjadi ketika organisasi melihat lingkungan yang tidak dapat dianalisis dan tidak mengganggu lingkungan untuk memahaminya. Kebutuhan informasi yang tidak jelas dan kabur, dan banyaknya informasi yang diperoleh adalah non-rutin atau informal, biasanya diperoleh secara kebetulan. Karena lingkungan diasumsikan tidak dapat dianalisis, organisasi merasa puas dengan keterbatasan informasi yang dangkal dan tidak mencari informasi yang lebih lengkap. Pencarian informasi demikian santai dan pemahanan untuk diri sendiri, lebih mengandalkan pada kontak tidak teratur dan informasi santai dari sumber-sumber eksternal.

Pencarian informasi yang tidak terarah, menurut Choo (1999) menyatakan bahwa:

In undirected viewing, the individual is exposed to information with no specipic informational need in mind. The goal is to scan broadly in order to detect signals of change early. M any and varied sources of information are used, and large amounts of information are screened. The granularity of information is coarse, but large chunks of information are quickly dropped from attention. As a result of undirected viewing. The individual becomes sensitive to selected areas or issues.

Pemahaman tersebut dapat diartikan bahwa pencarian individu terpapar pada informasi tanpa adanya kebutuhan informasi secara kebetulan. Tujuannya adalah untuk melihat secara luas untuk menemukan adanya perubahan informasi sejak dini. Banyak dan beragam sumber informasi digunakan, dan sejumlah besar informasi disaring. Perincian informasi itu kasar, tetapi potongan informasi yang besar dengan cepat hilang dari perhatian. Sebagai hasil dari pencarian yang tidak terarah. Individu menjadi sensitif terhadap area atau masalah tertentu.

Menurut Aguilar (1967) mengatakan bahwa: Browsing through information with little other purpose than exploration. The sources of information are many and varied. Screening is generally superficial and most information is quickly and easily dropped from attention. An example of undirected viewing would be flipping through TV channels or pages of a magazine or "surfing" the Internet.

Dapat dipahami informasi yang tidak terarah menjelajahi informasi dengan tujuan selain dari eksplorasi. Dengan sumber informasi yang beragam.

Penyaringan yang dangkal dan sebagian besar informasi dengan cepat dan mudah hilang dari perhatian. Contoh pencarian yang tidak terarah adalah membalik saluran TV atau halaman majalah atau "berselancar" di internet.

2.7.2 Conditioned Viewing

Pada Conditioned Viewing, seseorang sudah mengetahui akan apa yang dicari, sudah mengetahui topik informasi yang jelas, pencarian informasinya sudah mulai terarah. Hal tersebut juga dinyatakan oleh Choo (1999) sebagai berikut:

In conditioned viewing, the individual directs viewing to information about selected topics or to certain types of information. The goal is to evaluate the significance of the information encounteren in order to assess the general nature of the impact on the organization. The individual wishes to do this assessment in a cost-effective manner, without having to dedicate substantial time and effort in a formal search. If the impact is assessed to be sefficiently significant, the scanning mode changes from scanning to searching.

Pemahaman tersebut dapat diartikan, pencarian yang terarah. Individu sudah mengarahkan untuk melihat informasi tentang topik yang dipilih atau ke jenis informasi tertentu. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi secara tertentu dari pertemuan informasi untuk menilai sifat umum dari dampak pada organisasi.

Individu ingin melakukan penilaian dengan cara yang hemat biaya, tanpa harus mendedikasikan waktu dan upaya substansial dalam pencarian formal. Jika dampaknya dinilai cukup signifikan, mode pemindaian berubah dari pemindaian ke pencarian. Selain itu, menurut Aguilar (1967) defenisi pencarian informasi terarah adalah:

Directed exposure, not involving active search, to a more or less clearly identified area or type of information. It frequently serves to signal a warning that more intensive scanning should be instituted. Conditioned viewing differs from the undirected type principally in that the researcher is sensitive to particular kinds of data and is ready to assess their significance as they are encountered. An example of conditioned viewing would be the browsing of sections of newspapers, periodicals or web sites that report regularly on topics of interest.

Dari penjelasan diatas dapat diartikan bahwa pencarian terarah tidak melibatkan pencarian aktif. Hal tersebut sering berfungsi untuk sinyal peringatan bahwa pemindaian yang lebih intensif harus dilembagakan. Pencarian infomasi yang terarah berbeda dari tipe pencarian informasi yang tidak terarah karena, peneliti sensitif terhadap jenis data tertentu dan siap untuk menilai secara efektif ketika mereka menemukan informasi tersebut. Contoh pencarian informasi terarah adalah penelusuran bagian-bagian surat kabar, majalah, atau situs web yang melaporkan secara teratur tentang topik yang diminati.

2.7.3 Formal Search

Pada formal search, seseorang membutuhkan waktu untuk menelusur informasi dengan topik tertentu secara khusus sesuai dengan kebutuhannya.

Penelusuran ini bersifat formal karena dilakukan dengan menggunakan metode-metode tertentu. Tujuan penelusuran adalah untuk memperoleh informasi secara detail agar dapat memperoleh solusi atau hasil dari sebuah permasalahan yang dihadapinya.

Menurut Aguilar (1967) pencarian informasi secara formal mengacu kepada hal yang biasanya disengaja, hal tersebut dijelaskan sebagai berikut:

A deliberate effort - usually following a pre-established plan, procedure, or methodology – to secure specific information or information relating to a specific topic. Examples of formal search would include most of the activity performed in a research and development department or employed by a task group scouting for a prospective corporate acquisition. And example of formal search would be a systematic gathering of information to evaluate a prospective corporate.

Penjelasan dapat diartikan sebagai berikut, upaya yang disengaja biasanya mengikuti rencana, prosedur, atau metodologi yang telah ditetapkan – untuk

mengamankan informasi atau informasi spesifik yang berkaitan dengan topik tertentu. Contoh pencarian formal akan mencakup sebagian besar aktivitas yang dilakukan di departemen penelitian dan pengembangan atau dipekerjakan oleh kelompok tugas yang mencari akuisisi perusahaan yang prospektif, contoh lain pencarian formal akan menjadi pengumpulan informasi yang sistematis untuk mengevaluasi perusahaan yang prospektif.

Selain itu, menurut Choo (1999) pada pencarian informasi formal search, dapat diketahui sebagai berikut:

The individual makes a deliberate or planned effort to obtain specific information od information about a specific issue.search is formal because it is structured according to some pre-established procedure or methodology. The granularity of information is fine, as search is relatively focused to find detailed information. The goal is to systematically retrieve information relevant to an issue in order to provide a basis for developing a decision or couse of action. Formal searches could be a part of competitor intelligence gathering, patents searching, market analysis or issues management among other activities. Formal searches prefer information from sources that are perceived to be knowledgeable or from information services that make efforts to ensure data quality and accurary.

Penjelasan diatas dapat diketahui bahwa pencarian formal, individu akan melakukan upaya yang disengaja atau terencana untuk mendapatkan informasi spesifik atau informasi tentang masalah tertentu. Pencarian bersifat formal disusun berdasarkan prosedur atau metodologi yang telah ditetapkan sebelumnya. Rincian informasi disusun sedemikian rupa, karena pencarian relatif terfokus untuk menemukan informasi yang terperinci. Tujuannya adalah untuk langsung mengambil informasi yang relevan dengan suatu masalah untuk memberikan keputusan atau tindakan. Pencarian formal dapat menjadi bagian dari pesaing, pencarian paten, analisis pasar atau manajemen di antara kegiatan lainnya.

Pencarian formal lebih menyukai informasi dari sumber yang dianggap

berpengetahuan luas atau dari layanan informasi yang berupaya memastikan kualitas dan akurasi data.

2.7.4 Informal Search

Model pencarian informasi informal search merupakan seseorang yang telah mempunyai pengetahuan tentang topik yang akan dicari. Sehingga pencarian informasi melalui internet hanya untuk menambah pengetahuan dan pemahaman tentang topik tertentu. Dalam model ini, seseorang membatasi pada usaha dan waktu yang ia gunakan karena pada dasarnya, penelusuran yang dilakukan hanya bertujuan untuk menentukan adanya tindakan atau respon terhadap kebutuhannya.

Menurut Aguilar (1967) defenisi dari pencarian informasi informal search adalah sebagai berikut:

As a relatively limited and unstructured effort to obtain specific information or information for a specific purpose. It differs from conditioned viewing principally in that the infor mation wanted is actively sought. Informal search can take many forms, ranging from soliciting information to increasing the emphasis on relevant sources, or to acting in a way that will improve the possibility of encountering the desire information. An example of informal search would be the activity of keeping an eye on the market to check on the results of some new product pricing policy; searching the Internet by category and with general keywords.

Dari penjelasan diatas dapat diartikan bahwa sebagai upaya yang relative terbatas dan tidak terstruktur untuk memperoleh informasi atau informasi spesifik dengan tujuan tertentu. Hal tersebut, berbeda dari pencarian yang terarah terutama dalam informasi yang diinginkan yang sedang dicari secara aktif. Pencarian informal dapat mengambil banyak bentuk, mulai dari meminta informasi untuk meningkatkan penekanan pada sumber yang relevan, atau untuk bertindak dengan cara yang akan meningkatkan kemungkinan menghadapi informasi keinginan.

Contoh pencarian informal adalah kegiatan mengawasi pasar untuk memeriksa hasil dari beberapa kebijakan harga produk baru; mencari di internet berdasarkan kategori dan dengan kata kunci umum. Menurut Choo (1999) pencarian informasi informal search memiliki

pemahaman sebagai berikut:

Individual actively looks for information to deepen the knowledge and understanding of a specific issue. It is informal in that it involves a relatively limited and unstructured effort. The goal is to gather information to elaborate an issue so as to determine the need for action by the organization. If a need for a decision or response is perceived, the individual dedicates more time and resources to the search.

Pemahaman tersebut dapat diketahui bahwa pencarian informal merupakan individu secara aktif mencari informasi untuk memperdalam pengetahuan dan pemahaman tentang masalah tertentu. Hal tersebut bersifat informal karena melibatkan upaya yang relatif terbatas dan tidak terstruktur.

Tujuannya adalah untuk mengumpulkan informasi, menguraikan masalah sehingga dapat menentukan kebutuhan dalam tindakan organisasi. Jika kebutuhan dan tanggapan dirasakan, individu dapat memanfaatkan lebih banyak waktu dan sumber daya untuk pencarian. Sedangkan menurut Case (2007) “Sumber informasi informal cenderung menjadi teman, kolega, dan keluarga, tetapi dapat mencakup apa yang kita pelajari dari budaya populer, program TV, lagu di radio, diskusi internet.

BAB III

Dokumen terkait