• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pencatatan Akuntansi Pendapatan-LO

PENDAPATAN-LO DAN PENDAPATAN-LRA

2.8. AKUNTANSI PENDAPATAN-LO DAN PENDAPATAN-LRA

2.8.1. Pencatatan Akuntansi Pendapatan-LO

SISTEM AKUNTANSI

PENDAPATAN-LO DAN PENDAPATAN-LRA

2.7. PIHAK TERKAIT

Pihak-pihak terkait dalam sistem akuntansi pendapatan-LO dan pendapatan-LRA antara lain: a. Bendahara Penerimaan SKPD, yang memiliki tugas menyiapkan dan mencatat dokumen

atas transaksi tunai pendapatan SKPD.

b. Bendahara Penerimaan PPKD, yang memiliki tugas menyiapkan dan mencatat dokumen transaksi tunai pendapatan PPKD.

c. Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD (PPK-SKPD) dan Pejabat Penatausahaan Keuangan PPKD (PPK-PPKD), yang memiliki tugas melakukan proses akuntansi pendapatan yang dimulai dari jurnal sampai dengan penyajian laporan keuangan SKPD dan laporan keuangan PPKD.

d. Bendahara Umum Daerah, yang memiliki tugas mencatat dokumen transaksi tunai pendapatan PPKD.

2.8. AKUNTANSI PENDAPATAN-LO DAN PENDAPATAN-LRA

Pendapatan-LO di lingkungan pemerintahan pada umumnya terjadi adanya penerimaan pendapatan secara tunai dan adanya tunggakan pungutan pendapatan dan pemberian pinjaman serta transaksi lainnya yang menimbulkan hak tagih dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemerintahan. Pendapatan-LRA dicatat saat adanya pendapatan secara tunai.

2.8.1. Pencatatan Akuntansi Pendapatan-LO

2.8.1.1. Pencatatan Akuntansi Pajak Daerah-LO

Surat Tanda Setoran (STS)/Nota Kredit/Bukti Penerimaan Kas Lainnya menjadi dasar bagi SKPD/PPKD untuk mencatat pengakuan Pajak Daerah-LO secara tunai. PPK-SKPD/PPK-PPKD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 1.1.x.xx.xx Kas di Kas Daerah/Kas di Bendahara Penerimaan xxx

8.1.x.xx.xx Pajak Daerah-LO xxx

dan/atau

Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKP-Daerah) menjadi dasar bagi PPK-SKPD/PPK-PPKD untuk mencatat pengakuan Pendapatan Pajak Daerah-LO. PPK-SKPD/PPK-PPKD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 1.1.x.xx.xx Piutang Pajak Daerah xxx

8.1.x.xx.xx Pajak Daerah-LO xxx

2.8.1.2. Pencatatan Akuntansi Pajak Daerah-LRA

PPK-SKPD/PPK-PPKD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 0.0.0.00.00 Perubahan SAL xxx

4.1.x.xx.xx Pajak Daerah-LRA .. xxx

Contoh:

Pada 15 April 201X, SKPD ABC menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Daerah atas nama Wajib Pajak Gege sebesar 200, pada tanggal 7 Mei diterima tunai atas pelunasan Piutang Pajak Daerah tersebut dari Wajib Retribusi Gege. Pada tanggal 7 Mei 201X dilakukan penyetoran Pajak Daerah ke Rekening Kas Umum Daerah.

45

Kebijakan Akuntansi dan Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah Haryanto - Undip Semarang dan Arifuddin - Unhas Makassar

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

15/4 1.1.x.xx.xx Piutang Pajak Daerah 200

8.1.x.xx.xx Pajak Daerah-LO 200

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

7/5 1.1.x.xx.xx Kas di Bendahara Penerimaan 200

1.1.x.xx.xx Piutang Pajak Daerah 200

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

7/5 0.0.0.00.00 Perubahan SAL 200

4.1.x.xx.xx Pajak Daerah-LRA .. 200

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

7/5 3.1.x.xx.xx RK PPKD 200

1.1.x.xx.xx Kas di Bendahara Penerimaan 200

Atau

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

15/4 1.1.x.xx.xx Piutang Pajak Daerah 200

8.1.x.xx.xx Pajak Daerah-LO 200

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

7/5 1.1.x.xx.xx Kas di Kas Daerah 200

1.1.x.xx.xx Piutang Pajak Daerah 200

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

7/5 0.0.0.00.00 Perubahan SAL 200

4.1.x.xx.xx Pajak Daerah-LRA .. 200

2.8.1.3. Pencatatan Akuntansi Retribusi Daerah-LO

Surat Tanda Setoran (STS)/Nota Kredit/Bukti Penerimaan Kas Lainnya menjadi dasar bagi PPK-SKPD untuk mencatat pengakuan Retribusi Daerah-LO secara tunai. PPK-SKPD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 1.1.x.xx.xx Kas di Bendahara Penerimaan xxx

8.1.x.xx.xx Retribusi Daerah-LO xxx

dan/atau

Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) menjadi dasar bagi PPK-SKPD untuk mencatat pengakuan Retribusi Daerah-LO. PPK-SKPD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 1.1.x.xx.xx Piutang Retribusi Daerah xxx

8.1.x.xx.xx Retribusi Daerah-LO xxx

2.8.1.4. Pencatatan Akuntansi Retribusi Daerah-LRA

Dokumen: STS/Nota Kredit/Bukti Penerimaan Kas Lainnya

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 0.0.0.00.00 Perubahan SAL xxx

46 Kebijakan Akuntansi dan Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah Haryanto - Undip Semarang dan Arifuddin - Unhas Makassar

Contoh:

Pada 1 Februari 201X, SKPD ABC menerbitkan SKRD Retribusi Daerah atas nama Wajib Retribusi Gege sebesar 120, pada tanggal 5 Februari diterima tunai atas pelunasan Piutang Retribusi-LO dari Wajib Retribusi Gege. Pada tanggal 5 Februari 201X dilakukan penyetoran Pendapatan Retribusi Daerah ke Rekening Kas Umum Daerah. PPK-SKPD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

1/2 1.1.x.xx.xx Piutang Retribusi Daerah 120

8.1.x.xx.xx Retribusi Daerah-LO 120

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

5/2 1.1.x.xx.xx Kas di Bendahara Penerimaan 120

1.1.x.xx.xx Piutang Retribusi Daerah 120

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

5/2 0.0.0.00.00 Perubahan SAL 120

4.1.x.xx.xx Retribusi Daerah-LRA 120

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

5/2 3.1.x.xx.xx RK PPKD 120

1.1.x.xx.xx Kas di Bendahara Penerimaan 120

2.8.1.5. Pencatatan Akuntansi Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan-LO -- Metode Biaya (Cost Method)

Nota Kredit/Bukti Penerimaan Kas Lainnya menjadi dasar bagi PPK-PPKD untuk mencatat pengakuan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan-LO secara tunai. PPK-PPKD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 1.1.x.xx.xx Kas di Kas Daerah xxx

8.1.x.xx.xx Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan-LO xxx

dan/atau

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menjadi dasar bagi PPK-PPKD untuk mencatat pengakuan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan-LO. PPK-PPKD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 1.1.x.xx.xx Piutang Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan xxx 8.1.x.xx.xx Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan-LO xxx

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 1.1.x.xx.xx Kas di Kas Daerah xxx

1.1.x.xx.xx Piutang Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan-LO xxx

2.8.1.6. Pencatatan Akuntansi Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan-LRA – Metode Biaya (Cost Method)

PPK-PPKD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 0.0.0.00.00 Perubahan SAL xxx

47

Kebijakan Akuntansi dan Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah Haryanto - Undip Semarang dan Arifuddin - Unhas Makassar

2.8.1.7. Pencatatan Akuntansi Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan-LO – Metode Ekuitas (Equity Method)

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menjadi dasar bagi PPK-PPKD untuk mencatat pengakuan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan. PPK-PPKD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 1.2.x.xx.xx Investasi Jangka Panjang Permanen xxx 8.1.x.xx.xx Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan-LO xxx

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 1.1.x.xx.xx Piutang Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan xxx 1.2.x.xx.xx Investasi Jangka Panjang Permanen xxx Nota Kredit/Bukti Penerimaan Kas Lainnya menjadi dasar bagi PPK-PPKD untuk mencatat pengakuan pelunasan Piutang Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan-LO secara tunai. PPK-PPKD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 1.1.x.xx.xx Kas di Kas Daerah xxx

1.1.x.xx.xx Piutang Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang

Dipisahkan-LO xxx

2.8.1.8. Pencatatan Akuntansi Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan-LRA – Metode Ekuitas (Equity Method)

PPK-PPKD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 1.1.x.xx.xx Perubahan SAL xxx

4.1.x.xx.xx Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan-LRA xxx

2.8.1.9. Pencatatan Akuntansi Lain-lain PAD yang Sah-LO

Surat Tanda Setoran (STS)/Nota Kredit/Bukti Penerimaan Kas Lainnya menjadi dasar bagi SKPD untuk mencatat pengakuan Lain-lain PAD yang Sah-LO secara tunai. PPK-SKPD/PPK-PPKD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 1.1.x.xx.xx Kas di Kas Daerah/Kas di Bendahara Penerimaan xxx

8.1.x.xx.xx Lain-lain PAD yang Sah-LO xxx

dan/atau

Surat Ketetapan Lain-lain PAD yang Sah menjadi dasar bagi PPK-SKPD/PPK-PPKD untuk mencatat pengakuan Pendapatan Lain-lain PAD yang Sah. PPK-SKPD/PPK-PPKD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 1.1.x.xx.xx Piutang Lain-lain PAD yang Sah xxx

8.1.x.xx.xx Lain-lain PAD yang Sah-LO xxx

2.8.1.10. Pencatatan Akuntansi Lain-lain PAD yang Sah-LRA

PPK-SKPD/PPK-PPKD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 0.0.0.00.00 Perubahan SAL xxx

4.1.x.xx.xx Lain-lain PAD yang Sah-LRA xxx

2.8.1.11. Pencatatan Akuntansi Transfer Pemerintah Pusat-Dana Perimbangan-LO

Nota Kredit/Bukti Penerimaan Kas Lainnya menjadi dasar bagi PPK-PPKD untuk mencatat pengakuan Transfer Pemerintah Pusat-Dana Perimbangan-LO secara tunai. PPK-PPKD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

48 Kebijakan Akuntansi dan Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah Haryanto - Undip Semarang dan Arifuddin - Unhas Makassar

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 1.1.x.xx.xx Kas di Kas Daerah xxx

8.2.x.xx.xx Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat-Dana Perimbangan-LO xxx

dan/atau

Surat Ketetapan Kurang Salur (Perpres/PMK/PerDirjen) menjadi dasar bagi PPK-PPKD untuk mencatat pengakuan Transfer Pemerintah Pusat-Dana Perimbangan. PPK-PPKD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 1.1.x.xx.xx Piutang Transfer Pemerintah Pusat-Dana Perimbangan xxx 8.2.x.xx.xx Transfer Pemerintah Pusat-Dana Perimbangan-LO xxx

2.8.1.12. Pencatatan Akuntansi Transfer Pemerintah Pusat-Dana Perimbangan-LRA

PPK-PPKD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 0.0.0.00.00 Perubahan SAL xxx

4.2.x.xx.xx Transfer Pemerintah Pusat-Dana Perimbangan-LRA xxx

2.8.1.13. Pencatatan Akuntansi Transfer Pemerintah Lainnya-LO

Nota Kredit/Bukti Penerimaan Kas Lainnya menjadi dasar bagi PPK-PPKD untuk mencatat pengakuan Pendapatan Transfer Pemerintah Lainnya-LO secara tunai. PPK-PPKD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 1.1.1.xx.xx Kas di Kas Daerah xxx

8.2.x.xx.xx Transfer Pemerintah Lainnya-LO xxx

dan/atau

Surat Ketetapan Kurang Salur (Perpres/PMK/PerDirjen) menjadi dasar bagi PPK-PPKD untuk mencatat pengakuan Transfer Pemerintah Lainnya. PPK-PPKD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 1.1.x.xx.xx Piutang Transfer Pemerintah Lainnya xxx 8.2.x.xx.xx Piutang Transfer Pemerintah Lainnya -LO xxx

2.8.1.14. Pencatatan Akuntansi Transfer Pemerintah Lainnya-LRA

PPK-PPKD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 0.0.0.00.00 Perubahan SAL xxx

4.2.x.xx.xx Transfer Pemerintah Lainnya-LRA xxx

2.8.1.15. Pencatatan Akuntansi Transfer Pemerintah Daerah Lainnya-LO

Nota Kredit/Bukti Penerimaan Kas Lainnya menjadi dasar bagi PPK-PPKD untuk mencatat pengakuan Transfer Pemerintah Daerah Lainnya-LO secara tunai. PPK-PPKD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 1.1.x.xx.xx Kas di Kas Daerah xxx

8.2.x.xx.xx Transfer Pemerintah Daerah Lainnya-LO xxx n/atau

Surat Ketetapan Kurang Salur (KepGub/KepWal/KepBup) menjadi dasar bagi PPK-PPKD untuk mencatat pengakuan Transfer Pemerintah Daerah Lainnya. PPK-PPKD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 1.1.x.xx.xx Piutang Piutang Transfer Pemerintah Daerah Lainnya xxx 8.2.x.xx.xx Transfer Pemerintah Daerah Lainnya-LO xxx

49

Kebijakan Akuntansi dan Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah Haryanto - Undip Semarang dan Arifuddin - Unhas Makassar

2.8.1.16. Pencatatan Akuntansi Transfer Pemerintah Daerah Lainnya-LRA

PPK-PPKD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 0.0.0.00.00 Perubahan SAL xxx

4.2.x.xx.xx Transfer Pemerintah Daerah Lainnya-LRA xxx

2.8.1.17. Pencatatan Akuntansi Lain-lain Pendapatan yang Sah-LO

Nota Kredit/Bukti Penerimaan Kas Lainnya menjadi dasar bagi PPK-PPKD untuk mencatat pengakuan Lain-lain Pendapatan yang Sah-LO secara tunai. PPK-PPKD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 1.1.x.xx.xx Kas di Kas Daerah xxx

8.3.x.xx.xx Lain-lain Pendapatan yang Sah-LO xxx

dan/atau

Surat Ketetapan Lain-lain Pendapatan yang Sah menjadi dasar bagi PPK-PPKD untuk mencatat pengakuan Lain-lain Pendapatan yang Sah. PPK-PPKD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 1.1.x.xx.xx Piutang Lain-lain Pendapatan yang Sah xxx 8.3.x.xx.xx Lain-lain Pendapatan yang Sah-LO xxx

2.8.1.18. Pencatatan Akuntansi Lain-lain Pendapatan yang Sah-LRA

PPK-PPKD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 0.0.0.00.00 Perubahan SAL xxx

4.3.x.xx.xx Lain-lain Pendapatan yang Sah-LRA xxx 2.8.1.19. Pencatatan Akuntansi Surplus Non Operasional - Surplus Penjualan Aset Non

Lancar-LO

Surplus Penjualan Aset Non Lancar-LO terjadi salah satunya disebabkan adanya surplus pelepasan/penjualan aset tetap yaitu nilai yang diperoleh dari penjualan aset tetap lebih besar daripada nilai aset tetap yang dilepas/dijual. PPK-SKPD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 3.1.x.xx.xx RK PPKD xxx

1.x.x.xx.xx Akumulasi Penyusutan Aset Non Lancar (Aset Tetap/Aset Lain-lain)

xxx

1.x.x.xx.xx Aset Non Lancar (Aset Tetap/ Aset Lain-lain) xxx 8.3.x.xx.xx Surplus Penjualan Aset Non Lancar-LO xxx

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 0.0.0.00.00 Perubahan SAL xxx

4.1.x.xx.xx Lain-lain PAD yang Sah-LRA xxx

Contoh – Penjualan Aset Tetap – Surplus/Untung:

SKPD XYX pada tanggal 1 Desember 201X melakukan penjualan aset tetap - mobil. Nilai perolehan mobil adalah 400 dan akumulasi penyusutan mobil 300. Aset lain-lain-Mobil tersebut laku terjual senilai 130. PPK-SKPD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

50 Kebijakan Akuntansi dan Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah Haryanto - Undip Semarang dan Arifuddin - Unhas Makassar

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 3.1.x.xx.xx RK PPKD 130

1.x.x.xx.xx Akumulasi Penyusutan Aset Non Lancar (Aset Tetap/Aset

Lain-laia) 300

1.x.x.xx.xx Aset Non Lancar (Aset Tetap/ Aset Lain-lain) 400 8.3.x.xx.xx Surplus Penjualan Aset Non Lancar-LO 30

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 0.0.0.00.00 Perubahan SAL 130

4.1.x.xx.xx Lain-lain PAD yang Sah-LRA 130

2.8.1.20. Pencatatan Akuntansi Surplus Penyelesaian Kewajiban Jangka Panjang-LO Surplus Penyelesaian Kewajiban Jangka Panjang-LO terjadi salah satunya disebabkan adanya surplus pelunasan kewajiban jangka panjang yaitu nilai yang pelunasan kewajiban jangka panjang lebih kecil daripada nilai kewajiban jangka panjang yang dimiliki. PPK-PPKD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 2.2.0.00.00 Kewajiban Jangka Panjang xxx

1.1.x.xx.xx Kas di Kas Daerah xxx

8.3.x.xx.xx Surplus Penyelesaian Kewajiban Jangka Panjang Aset

Non Lancar-LO xxx

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 6.2.0.00.00 Pengeluaran Pembiayaan – Pelunasan Pokok Utang

(Kewajiban Jangka Panjang) xxx

0.0.0.00.00 Perubahan SAL xxx

Contoh – Penyelesaian Kewajiban Jangka Panjang – Surplus/Untung:

Pemerintah Daerah pada tanggal 12 November 201X melakukan penyelesaian kewajiban jangka panjang. Nilai perolehan kewajiban utang 600. Nilai yang dibayarkan untuk menyelesaikan/melunasi kewajiban jangka panjang sebesar 580 (asumsi: sudah sesuai kontrak utang). PPK-PPKD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

12/11 2.2.0.00.00 Kewajiban Jangka Panjang 600

1.1.x.xx.xx Kas di Kas Daerah 580

8.3.x.xx.xx Surplus Penyelesaian Kewajiban Jangka Panjang Aset

Non Lancar-LO 20

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

12/11 6.2.0.00.00 Pengeluaran Pembiayaan – Pelunasan Pokok Utang

(Kewajiban Jangka Panjang) 580

0.0.0.00.00 Perubahan SAL 580

2.8.1.21. Pencatatan Akuntansi Pendapatan Hibah-LO – Barang

Pendapatan Hibah-LO berupa Barang diakui akibat adanya perolehan aset/aset tetap/persediaan/sejenisnya yang bersumber dari hibah/donasi/wakaf/sumbangan/perolehan lainnya yang sah dari Pihak Ketiga. Pendapatan Hibah-LO berupa Barang dicatat oleh PPK-PPKD berdasarkan dokumen Berita Acara Serah Terima (BAST). PPK-PPKD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx 1.x.x.xx.xx Aset Tetap/Persediaan/.... xxx

51

Kebijakan Akuntansi dan Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah Haryanto - Undip Semarang dan Arifuddin - Unhas Makassar

Contoh:

Pemerintah Daerah menerima hibah dari Pihak Ketiga berupa sebidang tanah seluas 1.000 m2 dengan nilai Rp.9.000,-. Berita Acara Serah Terima (BAST) tertanggal 7 Juli 201X. PPK-PPKD melakukan pencatatan dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

7/7 1.3.x.xx.xx Aset Tetap - Tanah 9.000

8.3.1.xx.xx Pendapatan Hibah-LO… 9.000

2.8.1.22. Pencatatan Akuntansi Pendapatan Luar Biasa-LO

Pendapatan Luar Biasa-LO merupakan pendapatan selain pendapatan-LO, Surplus Non Operasional-LO dan Pendapatan Hibah-LO Barang. Pendapatan Luar Biasa-LO dicatat oleh PPK-PPKD berdasarkan dokumen Bukti Penerimaan/Berita Acara Serah Terima (BAST)/Dokumen Lainnya. Pencatatan yang dilakukan oleh PPK-PPKD dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Rekening Uraian Debit Kredit

xxx x.x.x.xx.xx.xxx Aset/Kewajiban .... xxx

8.4.1.xx.xx.xxx Pendapatan Luar Biasa-LO… xxx

2.9. AKUNTANSI KOREKSI KESALAHAN PENCATATAN LO DAN