PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pelayanan kesehatan salah satunya bertujuan untuk meningkatkan derajat hidup masyarakat, dengan kesehatan yang baik akan dapat menjadikan masyarakat mandiri dan mampu menciptakan kesejahteraan bagi dirinya. Kesehatan merupakan kunci untuk terwujudnya sebuah pembangunan, karena dengan memiliki kesehatan yang baik masyarakat dapat bekerja dengan maksimal dan mampu bersaing dalam mewujudkan sebuah pembangunan, seiring dengan perubahan pola pikir masyarakat saat ini, menjadikan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan dan perhatian terhadap hak yang dimiliki seseorang untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas, hal tesebut menjadikan semakin meningkat pula peranan pemerintah dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang berkualitas dengan catatan pengertian pelayan kesehatan, prinsip pemberian pelayanan kesehatan dan tujuan pemberian pelayanan kesehatan dapat diketahui serta dipahami baik oleh pemberi pelayanan kesehatan dan terlebih bagi pihak penerima pelayanan kesehatan.
Pembangunan kesehatan di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya sebagai
perwujudan kesejahteraan umum. Pembangunan kesehatan tersebut diselenggarakan dengan berdasarkan kepada Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang merupakan suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya Bangsa Indonesia secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Sesuai dengan tujuan pembangunan nasional dalam pembukaan Undang Undang Dasar 1945, yaitu untuk meningkatkan kecerdasan bangsa dan kesejahteraan rakyat, maka setiap penyelenggaraan Sistem Kesehatan Nasional (SKN) berdasarkan pada prinsip Hak Asasi Manusia (HAM). sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 28 H ayat (1) yang menggariskan bahwa setiap rakyat berhak atas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya tanpa membedakan suku, golongan, agama, jenis kelamin, dan status sosial ekonomi, serta pelaku dari pada penyelenggaraan pembangunan kesehatan adalah Masyarakat, Pemerintah (Pusat, Provinsi, Kabupaten atau Kota), Badan Legislatif serta Badan Yudikatif. Sumber : (depkes.go.id : diakses pada 5 November 2012)
Oleh karena itu lingkungan Pemerintah baik Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah harus saling bahu membahu melaksanakan pembangunan kesehatan yang terencana, dan terpadu dalam upaya bersama-sama mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Keberhasilan pembangunan kesehatan berperan penting dalam meningkatkan mutu dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk mencapai keberhasilan dalam pembangunan bidang kesehatan tersebut diselenggarakan berbagai
upaya kesehatan secara menyeluruh berjenjang dan terpadu. Dalam hal ini Rumah Sakit sebagai unit pelaksana teknis serta Dinas Kesehatan merupakan penanggung jawab penyelenggara upaya kesehatan untuk jenjang pertama di wilayah kerjanya masing-masing. Rumah Sakit sesuai dengan fungsinya (melaksanakan pelayanan medis, pelayanan penunjang medis) berkewajiban mengupayakan, menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan yang bermutu dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Sebagaimana dalam Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2009 tentang Pengaturan Penyelenggaraan Rumah Sakit ditegaskan dalam Pasal 3 yang bertujuan :
1. Mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
2. Memberikan perlindungan terhadap keselamatan Pasien, Masyarakat, lingkungan rumah sakit dan Sumber Daya Manusia (SDM) di Rumah Sakit.
3. Meningkatkan mutu dan mempertahankan Standar Pelayanan Rumah Sakit, dan
4. Memberikan kepastian hukum kepada Pasien, Masyarakat, Sumber Daya Manusia (SDM) Rumah Sakit, dan Rumah Sakit. Dalam upaya memenuhi tuntutan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, sebagai mana fungsi pemerintah untuk mewujudkan serta meningkatkan pelayanan pada warga masyarakat secara maksimal, salah satunya dengan meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan.
Pelayanan kesehatan juga sangat penting artinya bagi Pemerintahan Daerah, bahkan lebih besar peranannya terhadap kepentingan umum, karena proses pelayanan itu sendiri tidak terlepas dari tugas dan fungsi setiap pegawai yang terdapat di dinas-dinas dan instansi terkait terutama pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang memiliki tugas dan fungsi melaksanakan pelayanan medis, serta pelayanan penunjang medis dan berkewajiban mengupayakan, menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan yang bermutu dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang berkualitas agar menjalankan program dan kegiatan yang sudah direncanakan oleh setiap satuan kerja perangkat daerah secara efektif dan efisien. Begitupun mengenai pelayanan kesehatan yang terdapat dalam wilayah kerja Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Adjidarmo Kabupaten Lebak yang pengawasannya dilakukan oleh Inspektorat Wilayah (ITWIL) Kabupaten Lebak. Ukuran keberhasilan penyelenggaran pelayanan ditentukan dari seberapa kepuasan penerima pelayanan, kepuasan penerima tersebut dapat dicapai apabila pelayanan sesuai dengan yang diharapkan oleh penerima pelayanan.
Faktor yang menjadi penghambat dalam sebuah pembangunan kesehatan di Kabupaten Lebak adalah kemiskinan, tingkat kemiskinan menyebabkan masyarakat miskin tidak mampu memenuhi akan kebutuhan pelayanan kesehatan yang tergolong mahal, kondisi tersebut akan memperparah kondisi kesehatan masyarakat, krisis ekonomi telah
meningkatkan jumlah masyarakat miskin, sehingga semakin menekan akses mereka karena biaya yang semakin tak terjangkau,
Derajat kesehatan masyarakat miskin yang masih rendah tersebut diakibatkan karena sulitnya masyarakat miskin maupun kurang mampu mendapatkan akses terhadap pelayanan kesehatan. Kesulitan akses pelayanan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satu faktor yaitu tidak adanya kemampuan secara ekonomi dikarenakan biaya kesehatan yang mahal.
Sedangkan dalam Undang-Undang 1945 Pasal 28 H ayat (1) yang menggariskan bahwa setiap rakyat berhak atas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya tanpa membedakan suku, golongan, agama, jenis kelamin, dan status sosial ekonomi, oleh karena itu Pemerintah Daerah kabupaten Lebak terus berupaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui sebuah program Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA), pada tahun 2012 pemerintah kabupaten lebak mengalokasikan dana melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp. 1,4 miliar, dan pada tahun 2013 pemerintah kabupaten lebak mengalokasikan dana sebesar Rp. 1,9 miliar untuk 11.660 jiwa warga miskin.
Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA) merupakan program bantuan sosial dari Pemerintah Daerah untuk meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak mampu di Kabupaten Lebak agar tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal secara efektif dan
efisien, selain itu Program Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA) merupakan program jaminan bantuan pembayaran biaya pelayanan kesehatan yang diberikan pemerintah daerah Kabupaten Lebak dengan Premi Rp. 10.000/bulan, serta Kartu Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA) dapat digunakan di seluruh Rumah Sakit Umum di Provinsi Banten dan RSCM dengan syarat memiliki rujukan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Adjidarmo. (Hasil Wawancara dengan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Lebak, 24 September 2013 di Dinas Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak)
Pada awal 1 januari 2014 Pemerintah Pusat telah meresmikan BPJS untuk mulai mengoperasikan merencanakan program jaminan kesehatan nasional (JKN), berdasarkan Undang – Undang nomor 40 tahun 2004 dan Undang-Undang nomor 24 Tahun 2011, Berdasarkan Undang-Undang nomor 24 tahun 2011, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) akan menggantikan sejumlah lembaga kesehatan yang ada di Indonesia, sesuai dengan tujuan Jaminan Kesehatan Nasionanal (JKN) diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses pelayanan kesehatan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) akan mengganti Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) dan masyarakat pengguna Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA) yang merupakan Jaminan Kesehatan yang dikelola pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Lebak serta Jaminan Kesehatan Lainnya yang dikelola oleh PT.Askes, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Melalui
program ini, Pemerintah memberikan kepastian jaminan pelayanan kesehatan bagi seluruh penduduk, terutama kalangan kurang mampu. Secara bertahap pada periode 2014 – 2019, seluruh penduduk harus memiliki kartu jaminan kesehatan
Dengan berjalannya perencanaan pemerintah pusat untuk mengganti seluruh program jaminan kesehatan di Indonesia termasuk program jaminan kesehatan yang dikelola oleh pemerintah daerah atau Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA), Pemerintah daerah akan lebih mudah dalam memaksimalkan kesejahteraan masyarakatnya. Karena program Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA) yang preminya dibayar oleh pemerintah daerah yang di alokasikan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) saat ini telah dicover oleh Pemerintah Pusat.
Oleh kerena itu pada awal januari 2014 dalam periode Bupati Hj. Iti Oktavia dan Ade Sumardi di Kabupaten Lebak, Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak merencanakan sebuah program pro-rakyat berupa Kartu Sehat, Kartu Pintar dan Kartu Sejahtera dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Cakupan jaminan kesehatan pelayanan di Kabupaten Lebak terus meluas sejalan dengan pelaksanaan yang dilaksanakan oleh Pemerintah pusat dan Kartu Lebak Sehat yang menjadi salah satu program unggulan daerah, Hingga saat ini sebanyak 768.668 jiwa atau 61,5% dari total penduduk Lebak yang berjumlah 1.247.906 jiwa, telah memiliki jaminan pelayanan kesehatan. Adapun perinciannya adalah sebanyak 675.221 jiwa merupakan peserta eks Jamkesmas, sebanyak 66.956
jiwa merupakan eks asuransi Askes PNS, TNI dan Polri serta eks Jamsostek, sebanyak 17.405 merupakan peserta mandiri dan 9.086 merupakan peserta Kartu Lebak Sehat yang terintegrasi dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pemerintah Kabupaten Lebak sudah menganggarkan dana sebesar Rp. 4,4 Miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada tahun 2014 untuk program Kartu Lebak Sehat (KLS) untuk memenuhi pembayaran premi sebesar Rp21.000/jiwa dan saat ini secara bertahap Pemerintah daerah kabupaten lebak juga telah mengintegrasikan program Kartu Lebak Sehat dengan JKN, dan diberikan kepada keluarga miskin yang belum tercover oleh program kesehatan sebelumnya.
Pelayanan kesehatan merupakan salah satu unsur penunjang penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Bentuk penyelenggaraan pelayanan kesehatan kesehatan tersebut merupakan perwujudan pemenuhan kebutuhan masyarakat atas pelayanan kesehatan dan diselenggarakan dalam bentuk instansi seperti rumah sakit, puskesmas, balai kesehatan, laboratorium klinik, posyandu dan berbagai jenis instansi pelayanan lainnya yang tujuannya adalah pencapaian derajat kesehatan seluruh lapisan masyarakat secara optimal.
Hal ini merupakan wujud nyata dari komitmen Pemerintah untuk memberikan perhatian khusus bagi masyarakat miskin, dengan Kartu Lebak Sehat masyarakat miskin dapat memperoleh pelayanan kesehatan gratis tanpa dipungut biaya. Salah satunya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Adjidarmo Kabupaten Lebak yang didirikan pada tanggal 2 Mei 1952
merupakan suatu tempat pelayanan kesehatan di daerah Kabupaten Lebak yang memfasilitasi masyarakat Kabupaten Lebak serta masyarakat dari daerah lain pada umumnya, berdasarkan pada Peraturan Daerah (PERDA) Pasal 10 ayat (1) Nomor 10 Tahun 2008 Tentang pelayanan tindakan medis atau kesehatan mempunyai tugas pokok melaksanakan dan mengendalikan mutu pelayanan.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Adjidarmo yang berlokasi di Jln. Iko Jatmika 1, Cikatapis, Rangkasbitung merupakan suatu instansi yang memberikan jasa pelayanan terhadap masyarakat di Kabupaten Lebak khususnya serta sebagai instansi yang akan memenuhi kebutuhan masyarakat miskin untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan, sebagaimana fungsi Rumah Sakit yaitu sebagai unit pelaksana teknis kesehatan, oleh karena itu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Adjidarmo sebagai Instansi pemberi pelayanan kesehatan dituntut harus bekerja secara profesional.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Adjidarmo merupakan salah satu instansi yang menjadi sarana atau prasarana Pemerintah Kabupaten Lebak dalam mengimplementasikan Program Jaminan Kesehatan di Kabupaten Lebak serta harus mempunyai fungsi utama menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat penyembuhan dan pemulihan bagi penderita, sehubungan dengan itu dapatlah dinyatakan rumah sakit adalah sisi pemberi pelayanan kepada masyarakat dengan segala latar kulturnya, tanpa pandang bulu sebagai sisi yang megharapkan
akan menerima pelayanan dengan baik, dalam mendukung pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Daerah atau yang sekarang dikenal dengan Kartu Lebak Sehat.
Rumah sakit memiliki peranan yang sangat penting, yaitu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang menjadi pengguna atau peserta Jaminan Kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Adjidarmo memiliki jumlah tenaga medis atau tenaga paramedis sebanyak 382 orang, yaitu : dokter sebanyak 71 orang, bidan sebanyak 71 orang, perawat sebanyak 350 orang, berikut adalah rincian data tenaga medis atau tenaga paramedis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Adjidarmo pada bulan Juni tahun 2013 :
Tabel 1.1
Tenaga Medis Atau Tenaga Paramedis Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Adjidarmo Kabupaten Lebak
Juni 2013 PNS PTT TKK TKS JUMLAH I.TENAGA DOKTER Tenaga Dokter 35 9 - 27 71 Dokter Spesialis 14 6 - 8 28 Dokter Umum 18 3 - 19 40 Dokter Gigi 3 - - - 3 Dokter
Spesialis Peny. Dalam 1 1 - 2 4 Spesialis Anak 1 - - 2 3 Spesialis Obgyn 4 - - - 4 Spesialis Paru - 1 - 2 3 Spesialis THT 1 - - - 1 Spesialis Mata - 1 - 1 Spesialis Syaraf - 2 - - 2 Spesialis Orthopedi 1 - - - 1 Spesialis Anastesi 1 - 1 2 Spesialis Radiologi 1 - - - 1 Spesialis Patalogi Klinik 1 - - - 1 Spesialis Jiwa 1 - - - 1
Spesialis Bedah Mulut 1 1
Spesialis Bedah Umum 2 - - - 2 Spesialis Jantung dan
Pembuluh Darah - - - 1 1 Spesialis Bedah Syaraf - - - - - Spesialis Kulit &
Kelamin - - - - -
II. TENAGA PARAMEDIS 99 - 11 311 421
Tenaga Perawat & Bidan
Perawat 86 - 11 253 350
Bidan 13 - - 58 71
Sumber : Subbag Umum & Kepegawaian RSUD dr. AdjidarmoTahun 2013
Dalam mengukur mutu pelayanan di suatu Rumah Sakit dapat dilihat dari segi proses pelayanan, seperti bagaimana pelayanan yang terdapat di
Rumah Sakit itu sendiri, manajemen teknis Rumah Sakit serta pelayanan Tenaga Paramedis yang semua tercermin pada tindakan medis dan non medis.
Berdasarkan pengamatan yang penulis lakukan, penulis menemukan ada beberapa permasalahan terutama menyangkut dalam pelayanan kesehatan yang diberikan oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Adjidarmo kepada pasiennya. Hal ini didapatkan karena peneliti seringkali mendengar keluhan dari beberapa pasien yang Non Jaminan Kesehatan, bahwa belum memuaskannya pelayanan kesehatan yang diberikan baik dari kualitas perlengkapan maupun kualitas pelayanan lainnya seperti pelayanan medik, pelayanan obat-obatan dan pelayanan administrasi.
Dalam penelitian ini peneliti menentukan Studi Kasus dalam pelayanan Instalansi Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Adjidarmo Kabupaten Lebak, alasan peneliti untuk meneliti pelayanan Instalansi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Adjidarmo adalah karena peneliti menemukan beberapa temuan yang dikeluhkan oleh masyarakat baik keluhan fisik maupun keluhan non-fisik.
Adapun Data Jumlah Kunjungan Pelayanan Rawat Jalan Tahun 2012 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Adjidarmo Kabupaten Lebak :
Tabel 1.2
Jumlah Kunjungan Pelayanan Rawat Jalan Tahun 2013
No Poli Klinik Jumlah
1 Klinik Pegawai & Medical Check Up 7.566
2 Klinik Gigi 3.940
3 Klinik Gizi 40
4 Klinik Fisiotherapi dan Rehabilitasi Medik 6.050
5 Klinik Spesialis Anak 5.349
6 Klinik Spesialis Bedah 8.044
7 Klinik Spesialis Bedah Syaraf 214
8 Klinik Spesialis Bedah Mulut 911
9 Klinik Spesialis Jantung 4.677
10 Klinik Kesehatan Jiwa/psikiatrik 1.941
11 Klinik Spesialis Mata 7.025
12 Klinik Spesialis Syaraf 9.425
13 Klinik Spesialis THT 5.244
14 Klinik Spesialis Paru 5.839
15 Klinik Spesialis Kebidanan & Kandungan 6.324 16 Klinik Spesialis Penyakit Dalam 17.649 17 Klinik Spesialis Orthopedi/Tulang 1.599 18 Klinik spesialis kulit & kelamin 1.302 19 Instalansi persalinan & Kb/Vk 7.425
20 Instalansi Hemodialisa 5.077
21 Instalasi Rawat Darurat 18.746
22 Rujukan Pemeriksaan penunjang medis
dari luar 1.361
Jumlah 125.748
Sumber : Sim RS RSUD Dr. Adjidarmo Kabupaten Lebak tahun 2013
Profesionalitas dan keahlian tenaga dokter adalah salah satu keluhan yang di pertanyakan oleh pasien di instalansi rawat jalan Dr.Adjidarmo Kabupaten Lebak, Kepuasan pasien salah satunya di pengaruhi oleh waktu pelayanan, waktu pelayanan adalah waktu minimal yang digunakan untuk melayani pasien, peneliti mendapatkan seorang Pasien yang mengeluhkan pelayanan Instalansi Rawat Jalan dalam Segi ketepatan waktu, pasalnya Tenaga Dokter sering datang di luar waktu yang sudah di tentukan,
akibatnya sering ditemukan penumpukan pasien yang terjadi di ruang tunggu Instalansi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Adjidarmo Kabupaten Lebak.
Masalah non fisik lainnya yang sering dihadapi oleh pasien/masyarakat di pelayanan Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Adjidarmo Kabupaten Lebak, yaitu pasien mengalami adanya ketidak ramahan pegawai terhadap pasien, hal tersebut diperkuat oleh hasil observasi awal yang peneliti lakukan, bahwa peneliti seringkali mendengar akan keluhan pasien atas keramahan pelayanan yang terjadi di pelayanan rawat jalan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Adjidarmo Kabupaten Lebak, serta ketersediaan sarana ruang tunggu yang tersedia belum mencukupi, masih terdapat beberapa pasien yang melakukan proses pelayanan dengan berdiri.
Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Adjdarmo selaku lembaga yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan terindikasi kurang memuaskan pasien non Jaminan Kesehatan yang notabene adalah pasien yang menanggung biaya rumah sakit secara pribadi, bila pasien yang non jaminan kesehatan saja pelayanan kesehatan yang diberikan kurang memuaskan, bagaimana lagi pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien yang termasuk dalam pengguna Jaminan Kesehatan Khususnya Kartu Lebak Sehat (KLS), Oleh karena itu penelitian ini bertema “Kualitas Pelayanan Rawat Jalan di Rumah Sakit
Umum Daerah (RSUD) Dr. Adjidarmo Terhadap Pengguna Program Kartu Lebak Sehat (KLS) Di Kabupaten Lebak Provinsi Banten”. 1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian yang dikemukakan di atas, dapat ditemukan beberapa identifikasi masalah yaitu:
1. Profesionalitas dan keahlian tenaga medis yang tersedia masih diperyanyakan oleh pasien, serta manajemen waktu pelayanan yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.
2. Fasilitas pelayanan rawat jalan yang tidak memberikan rasa kenyamanan.
3. adanya perbedaan pelayanan atas dasar tingkat sosial ekonomi pasien.
1.3 Batasan Masalah
Penelitian ini hanya dibatasi pada Kualitas Pelayanan Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lebak Provinsi Banten (Studi Kasus terhadap pemegang Kartu Lebak Sehat).
1.4 Rumusan Masalah
Berdasarkan pemaparan pada pendahuluan di muka, dan dengan memperhatikan fokus penelitian pada batasan masalah, maka hal yang menjadi kajian peneliti yaitu “Bagaimanakah Kualitas Pelayanan Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Adjidarmo Terhadap Pengguna Program Kartu Lebak Sehat (KLS) di Kabupaten Lebak Provinsi Banten?”
1.5 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Kualitas Pelayanan Instalansi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Adjidarmo Kabupaten Lebak Provinsi Banten (Studi Kasus terhadap pemegang Kartu Lebak Sehat).
1.6 Kegunaan Penelitian
Manfaat yang diperoleh dari penelitian Kualitas Pelayanan Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Adjidarmo Terhadap Pengguna Program Kartu Lebak Sehat (KLS) Di Kabupaten Lebak Provinsi Banten adalah :
1. Secara Teoritis
Secara teoritis penelitian ini bermanfaat dalam mengembangkan teori-teori yang telah ada serta dapat mengembangkan ilmu pengetahuan yang ada khususnya dalam kaitannya dengan Pelayanan publik.
2. Secara Praktis
Secara praktis penelitian ini dapat memberikan masukan yang berarti bagi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr.Adjidarmo dalam meningkatkan Kualitas Pelayanannya.
1.7 Sistematika Penulisan
Skripsi ini berjudul Kualitas Pelayanan Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Adjidarmo Terhadap Pengguna Program Kartu Lebak Sehat (KLS) Di Kabupaten Lebak Provinsi Banten dan sistematika penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah menggambarkan ruang lingkup dan kedudukan permasalahan yang akan diteliti dalam bentuk uraian secara deduktif, dari ruang lingkup yang paling umum hingga menukik ke masalah yang lebih spesifik, yang relevan dengan judul skripsi.
1.2 Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah akan memperjelas aspek permasalan yang muncul dan berkaitan dengan variable yang akan diteliti. Identifikasi masalah dapat diajukan dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan.
1.3 Batasan Masalah
Batasan masalah akan mempersempit masalah yang akan diteliti, sehingga objek penelitian, subjek penelitian, lokus penelitian, hingga periode penelitian secara jelas termuat.
1.4 Rumusan Masalah
Bagian ini, peneliti mengidentifikasi masalah secara implisit secara tepat atas aspek yang akan diteliti, seperti terpapar dalam latar belakang masalah dan pembatasan masalah.
1.5 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian akan mengungkap sasaran yang ingin dicapai dengan dilaksanakannya penelitian terhadap permasalahan yang sudah dirumuskan sebelumnya.
1.6 Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini akan memperjelas manfaat teoritis dan praktis dari diadakannya penelitian ini.
1.7 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan menjelaskan isi bab per bab secara ringkas dan jelas.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN ANSUMSI DASAR