1.1 Latar Belakang 1 1.2 Dasar Hukum 2 1.3 Tujuan 2
BAB II PENYELENGGARAAN PROSES BELAJAR MENGAJAR 4 BAB III PEMBERIAN TUGAS DAN PENYELENGGARAAN UJIAN 7
BAB IV TAHAP PELAKSANAAN PERKULIAHAN DARING 9
4.1 Persiapan Perkuliahan Daring 9
4.1.1 Persiapan Dosen 9
4.1.2 Persiapan Mahasiswa 9
4.1.3 Persiapan Tim IT Suport 9
4.1.4 Persiapan Pegawai Administrasi 10
4.2 Proses Perkuliahan Daring 10
4.2.1 Aktifitas Dosen 10
4.2.2 Aktifitas Mahasiswa 10
4.3 Penilaian Perkuliahan Daring 11
4.4 Bentuk Pembelajaran Kuliah daring 11
4.5 Evaluasi Kuliah Daring 12
BAB V TATA TERTIB PERKULIAHAN DARING 13
5.1 Dosen 13
5.2 Mahasiswa 13
BAB VI MONITORING DAN EVALUASI PERKULIAHAN DARING 14
6.1 Tujuan 14
6.2 Pelaksanaan Monev 14
BAB VII SEMESTER ANTARA 16
BAB VIII ETIKA DALAM AKADEMIK DARING 17
BAB VI PENUTUP 19
DAFTAR PUSTAKA 20
1
I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Perkembangan Information Communication and Technology (ICT) telah membawa perubahan dalam kehidupan manusia dalam berbagai aspek khususnya dalam sektor pendidikan. Peran tekhnologi telah meningkatkan kualitas pendidikan dalam segala bidang keilmuan. Peningkatan kualitas pendidikan tersebut menjadi prioritas dengan kesadaran bahwa keberhasilan suatu bangsa di masa depan sangat tergantung pada kualitas pendidikan.
Kemajuan tekhnologi telah memindahkan proses pembelajaran dari dalam kelas melalui perkuliahan tatap muka menjadi perkuliahan berbasis digital yang sering disebut dengan istilah perkuliahan daring. Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar menggunakan daring antara dosen dengan mahasiswa dikala kondisi Pandemi Covid-19 sedang menghampiri Indonesia merupakan sarana yang sangat efektif dalam menunjang kegiatan pembelajaran. Prinsip pembelajaran daring adalah pendistribusian konten pembelajaran, memantau aktifitas mahasiswa maupun interaksi pembelajaran melalui perkuliahan virtual.
Universitas Medan Area dalam menghadapi kondisi Pandemic Covid-19 telah membuat berbagai kebijakan terkait pemberlakuan perkuliahan daring dalam mendukung Proses Belajar Mengajar. Salah satu yang menjadi sarana untuk menunjang kegiatan pembelajaran secara daring adalah E-learning.uma.ac.id. Website E-learning.uma.ac.id diterbitkan untuk memudahkan dalam proses belajar mengajar antar mahasiswa dan dosen yang bisa dilaksanakan melalui jarak jauh. Selain website E-learning.uma.ac.id, Universitas Medan Area juga memberlakukan beberapa aplikasi media pendukung lainnya dengan maksud memberi kemudahan bagi mahasiswa maupun dosen untuk melaksanakan perkuliahan daring seperti Google Classroom, Google Meet, Zoom, Cloud-X, maupun WhatsApps
.
Dalam Pedoman Pembelajaran Daring (Online) Universitas Medan Area ini akan memuat beberapa petunjuk bagi mahasiswa maupun dosen untuk melaksanakan perkuliahan daring. Ada 4 (empat) tahapan yang menjadi petunjuk pelaksanaan perkuliahan daring yang tertuang dalam pedoman ini antara lain:
2 a. Tahap Persiapan Perkuliahan Daring b. Tahap Proses Perkuliahan Daring c. Tahap Penilaian Perkuliahan Daring d. Tahap Evaluasi Perkuliahan Daring
Proses kuliah Daring ini belum dilaksanakan secara penuh sebelumnya oleh karena itu, perlu disusun Pedoman Pembelajaran Daring (Online) Universitas Medan Area.
1.2 Dasar Hukum
Kegiatan kuliah daring ini mengacu kepada beberapa rujukan, diantaranya adalah:
a. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
b. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi.
c. Permenristekdikti Nomor 62 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
d. Peraturan Rektor Universitas Medan Area Nomor 2344/UMA:09.1/2019 tentang Peraturan Akademik Universitas Medan Area
e. Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. f. Pedoman Penyelenggaraan Pembelajaran Semester Gasal 2020/2021 di Perguruan Tinggi, Edisi II, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendikbud.
1.3 Tujuan
Pedoman Akademik Daring ini adalah penyelenggaraan proses akademik berbasis online yang bertujuan sebagai pedoman dasar penerapan prosedur teknis dalam proses pelaksanaan akademik di lingkungan Universitas Medan Area dengan mengacu pada kebijakan bekerja dari rumah yang ditetapkan oleh pemerintah.
Sehingga tujuan dari pelaksanaan kuliah daring di Universitas Medan Area adalah antara lain:
3
a. Untuk memberikan kemudahan dalam kegaitan Proses Belajar Mengajar.
b. Untuk memberikan kemudahan bagi mahasiswa maupun dosen dalam melaksanakan pembelajaran daring.
c. Untuk memberikan kemudahan bagi dosen dalam memberikan materi perkuliahan kepada mahasiswa selama kuliah daring.
4
II. PENYELENGGARAAN PROSES BELAJAR MENGAJAR (PBM)
Proses Belajar Mengajar selama pandemic Covid-16 di Universitas Mean Area diselenggarakan dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Proses Belajar Mengajar (PBM) di Universitas Medan Area dilaksanakan secara mandiri dan terbimbing dengan memanfaatkan media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK) untuk meminimalisir interaksi secara langsung.
2. Mendorong mahasiswa agar siap belajar mandiri dan mampu mengembangkan bahan ajar yang diberikan oleh Dosen dengan wawasan dan pemahaman yang lebih luas.
3. Dosen menyiapkan bahan ajar dan tugas mahasiswa yang bersifat membuka wawasan mahasiswa dalam memahami bahan ajar yang diberikan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
4. Setiap Dosen mempersiapkan rencana pembelajaran, mencakup: a. Rancangan pengalaman belajar
b. Komposisi belajar (mandiri/terbimbing) c. Strategi belajar
d. Pedoman pelaksanaan pembelajaran
e. Peta program, merupakan pedoman pengembangan bahan ajar. f. Bahan ajar dalam bentuk digital.
5. Penyelenggaran Proses Belajar Mengajar (PBM) dilaksanakan dengan menggunakan dua metode, yaitu daring sinkron (tatap maya) dan daring asinkron (tidak ada tatap maya).
a. Daring asinkron, setiap dosen pengampu wajib memasukkan/mengunggah materi pembelajaran untuk setiap tatap muka pada aplikasi milik Universitas Medan Area, yaitu: elearning.uma.ac.id.
b. Daring sinkron, setiap dosen pengampu dapat melakukan kegiatan tatap
maya, maksimal 7 (tujuh) kali dalam satu semester sesuai rencana
pembelajaran dengan menggunakan salah satu media berikut: Elearning.uma.ac.id
5 WAG (Whatsapp Grup)
Google Classroom Google Meet ZOOM
Dan lain-lain yang sejenis
6. Monitoring dan Evaluasi penyelenggaraan Proses Belajar Mengajar (PBM) dilaksanakan sebagai berikut:
a. Pimpinan Fakultas/Pascasarjana
Pimpinan Fakultas/Pascasarjana dalam hal ini Wakil Dekan Bidang Akademik mengkoordinir dan mendata seluruh Dosen yang mengajar, mengikuti form yang telah ditentukan.
Pimpinan Fakultas/Pascasarjana dalam hal ini Wakil Dekan Bidang Akademik berkomunikasi secara intensif dan berkoordinasi serta melaporkan kepada Tim Monitoring dan Evaluasi P3BMS terkait perkuliahan.
b. Dosen
Dosen yang melaksanakan perkuliahan, harus mencantumkan keterangan “Mata Kuliah dan Kelas” yang diampu-nya pada platform/media online yang digunakan.
Dosen mengirim “Materi Kuliah-nya” di dalam media online tersebut. Selanjutkan Dosen “men-screenshot” postingan Materi Kuliah yang sudah dikirim dan terlihat keterangan Mata Kuliah dan Kelas yang diampunya. Dosen mendata berapa jumlah mahasiswa yang hadir dengan cara melihat
berapa banyak jumlah mahasiswa yang merespon postingan Materi Kuliah yang dikirim Dosen.
Screenshot tersebut dikirimkan ke Fakultas atau Petugas Monev P3BMS yang ada di Fakultas/Pascasarjana melalui WA kepada Petugas pada hari sesuai jadwal perkuliahan seharusnya. Screenshot tersebut dijadikan bukti hehadiran Dosen untuk laporan Tim Monev, sehingga Dosen tidak perlu datang ke kampus.
Dosen yang tidak melakukan perkuliahan secara daring (online), disarankan melaksanakan “Kelas Pengganti” setelah dicabutnya surat
6
edaran keadaan darurat dan bisa melakukan perkuliahan seperti biasa, agar bisa mencukupi pertemuan untuk UTS/UAS.
c. Mahasiswa
Mahasiswa diharuskan untuk merespon postingan Dosen dan aktif berdiskusi dengan Dosen melalui platform/media online yang digunakan. Keaktifan mahasiswa dalam merespon dan berdiskusi dijadikan sebagai
bahan untuk mendata jumlah mahasiswa yang hadir pada perkuliahan
online tersebut. d. Petugas Monev
Petugas Monev berkomunikasi secara intensif dan berkoordinasi dengan Fakultas/Pascasarjana dalam hal ini Wakil Dekan Bidang Akademik untuk mendata Dosen yang melakukan perkuliahan secara online dan mengumpulkan bukti-buktinya.
Petugas Monev mendata Dosen yang melakukan perkuliahan secara online berdasarkan bukti screenshot yang dikirim Dosen ke Petugas Monev atau Fakultas/Pascasarjana setiap hari perkuliahan.
Untuk laporan harian ke BAMAI terkait usulan honor Dosen, Petugas Monev merujuk pada bukti screenshot yang dikirim Dosen ke Petugas Monev atau Fakultas/Pascasarjana setiap hari perkuliahan.
Dikarenakan keadaan darurat pada masa Pandemi COVID-19, maka ketentuan keterlambatan, keluar lebih cepat dalam situasi darurat ini tidak dilaporkan sebagai temuan.
Temuan hanya terkait pengiriman bukti perkuliahan secara online yang harus dikirim oleh Dosen pada hari sesuai jadwal perkuliahan semestinya.
7
III. PEMBERIAN TUGAS DAN PENYELENGGARAAN UJIAN
Pemberian tugas dan penyelenggaraan ujian selama pandemic Covid-16 di Universitas Meadn Area diselenggarakan dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Pemberian Tugas Mahasiswa:
a. Dosen dapat memberikan tugas kepada mahasiswa untuk menambah wawasan dan pemahaman mahasiswa terhadap materi ajar yang diberikan untuk mencapai tujuan pembelajaran;
b. Dosen memberikan penilaian terhadap tugas mahasiswa yang diberikan sebagai peringkat kreatifitas mahasiswa dalam upaya memahami materi pembelajaran.
c. Pemberian tugas mahasiswa dilaksanakan pada saat pelaksanaan Proses Belajar Mengajar (PBM) menggunakan aplikasi elearning.uma.ac.id atau aplikasi lainnya.
2. Penyelenggaraan Ujian:
a. Ujian sebagai evaluasi penilaian hasil belajar dilakukan minimal 2 (dua) kali dalam satu semester, yaitu Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS);
b. Ujian diselenggarakan berdasarkan jadwal yang ditentukan menggunakan aplikasi elearning.uma.ac.id atau aplikasi lainnya serta dengan persyaratan tertentu seperti jumlah pertemuan dan lain-lain;
c. Materi ujian dapat dalam bentuk/tipe soal, yaitu: Multiple choice
True and False Matching Short Answer Numerical Essay
d. Penilaian hasil ujian mengikuti komposisi dan persentase komponen penilaian sesuai ketentuan yang berlaku;
8
3. Penyerahan tugas atau lembar ujian dapat dikirim pada tempat yang ditentukan melalui aplikasi elearning.uma.ac.id atau aplikasi lainnya.
4. Pelaporan penilaian hasil belajar mahasiswa dilaksanakan pada aplikasi aoc.uma.ac.id.
9
IV. TAHAP PELAKSANAAN PERKULIAHAN DARING
4.1. Persiapan Perkuliahan Daring
Persiapan yang harus dilakukan dalam kuliah daring ini melibatkan banyak pihak diantaranya adalah Dosen, mahasiswa dan petugas IT support serpa pegawai administrasi.
4.1.1. Persiapan Dosen
Persiapan yang harus dilakukan oleh Dosen diantaranya adalah: a. Laptop, Earphone/Headset, Handphone.
b. Menggunakan Web atau aplikasi yang telah ditetapkan oleh Rektor.
c. Materi perkuliahan seperti Power Point, Video, Document, maupun bentuk yang lainnya sesuai dengan Rencana Pembelajaran Semesteran (RPS) yang telah ditentukan.
d. Memahami langkah-langkah penggunaan media perkuliahan daring.
e. Absen pada akun amadi.uma.ac.id masing-masing dosen serta mengisi materi sesuai dengan pertemua.
f. Laporan pelaksanaan perkuliahan daring dikirim ke IT Suport dan WD1.
4.1.2. Persiapan Mahasiswa
Persiapan yang harus dilakukan oleh Mahasiswa diantaranya adalah: a. Laptop, Earphone/Headset, Handphone
b. Menggunakan Web atau aplikasi yang telah ditetapkan oleh Rektor. c. Memahami langkah-langkah penggunaan media perkuliahan daring. d. Memahami langkah-langkah penggunaan media perkuliahan daring. e. Buku Ajar pendukung perkuliahan.
4.1.3. Persiapan Petugas IT Suport
Persiapan yang harus dilakukan oleh Petugas IT Suport diantaranya adalah: a. Menyampaikan pengumumam jadwal kuliah maupun praktikum daring
b. Mengumumkan link aplikasi kepada dosen dan mahasisw c. Merekap absen pertemuan dan materi perkuliahan
10 d. Membuat laporan kepada Kaprodi dan KTU
4.1.4. Persiapan Pegawai Administrasi
Persiapan yang harus dilakukan oleh Pegawai Administrasi diantaranya adalah:
a. Menyampaikan laporan kepada WD I setiap hari b. Memantau jalannya kuliah
c. Melaporkan jika ada Dosen yang tidak masuk
d. Memonotor pembayaran uang kuliah mahasiswa sesuai tahapan
4.2. Proses Perkuliahan Daring
Proses perkuliahan daring yang melibatkan aktifitas dosen dan mahasiawa di tempat masing-masing diantaranya harus melakukan kegiatan sesuai dengan fungsinya masing-masing.
4.2.1. Aktifitas Dosen
Aktifitas yang harus dilakukan oleh Dosen diantaranya adalah:
a.
Memulai perkuliahan sesuai dengan jadwal yang ditentukanb. Menggunakan Web atau aplikasi yang telah ditetapkan oleh Rektor
c.
Memastikan kehadiran mahasiswa sudah masuk kelas virtual dengan screenshoot kehadiran mahasiswa.d.
Melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan materi pertemuan yang telah direncanakan dalam Rencana Pembelajaran Semesteran (RPS).e.
Melaksanakan interaksi dengan mahasiswa.f.
Menyerahkan absensi mahasiswa dan bukti perkuliahan ke Wakil Dekan Bidang Akademik dalam bentuk screen shoot.4.2.2. Aktifitas Mahasiswa
Aktifitas yang harus dilakukan oleh Mahasiswa diantaranya adalah:
a. Mengisi absensi sebelum perkuliahan dimulai pada aplikasi yang digunakan dan WAG sebagai cadangan jika terdapat gangguan jaringan.
11
b. Absen diisi paling lambat 15 menit setelah kuliah dimulai.
c.
Masuk mengikuti jadwal perkuliahan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.d.
Mengikuti perkuliahan hingga selesai.e.
Mematuhi tata tertib perkuliahan secara daring.f.
Melaksanakan interaksi dengan dosen selama perkuliahan daring berlangsung.4.3. Penilaian Perkuliahan Daring
Setelah pelaksaaan perkuliahan daring maka dosen berkewajiban memberikan penilaian terhadap hasil ujian dan tugas serta kehadiran mahasiswa. Mekanisme penilaian/pemberian nilai kepada mahasiswa terhadap pembelajaran daring tetap mengacu kepada Peraturan Akademik yang telah ditetapkan oleh Rektor.
Prinsip penilaian pembelajaran mencakup prinsip edukatif, otentik, objektif, akuntabel dan transparan yang dilakukan secara terintegrasi dengan teknik penilaian terdiri dari observasi, partisipasi, unjuk kerja, tes tertulis, tes lisan atau presentasi. Penilaian pembelajaran dilakukan oleh Dosen Pengampu atau Tim Dosen Pengampu Mata Kuliah jika dilakukan secara team teaching.
4.4. Bentuk Pembelajaran
Bentuk pembelajaran berdasarkan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, pasal 14 Ayat 5 dijelaskan bahwa bentuk-bentuk pembelajaran adalah sebagai berikut:
a. kuliah;
b. responsi dan tutorial; c. seminar;
d. praktikum, praktik studio, praktik bengkel, praktik lapangan, praktik kerja; e. penelitian, perancangan, atau pengembangan;
f. pelatihan militer; g. pertukaran pelajar; h. magang;
i. wirausaha; dan/atau
12
Namun dari 10 jenis bentuk pembelajaran di atas tidak dapat dilakukan daring secara penuh, misalnya praktek lapangan, praktek kerja, penelitian, perancngan atau pengembangan, pelatihan militer, pertukaran pelajar, magang, wirausaha dan pengabdian kepada masyarakat.
4.5. Evaluasi Perkuliahan Daring
Evaluasi proses belajar mengajar adalah proses pemantauan atau monitoring untuk mendapatkan informasi tentang kesesuaian pelaksanaan dengan peraturan atau pedoman serta respon dari mahasiswa dan dosen tentang penilaian dan tanggapan proses belajar mengajar serta analisisnya, sebagai dasar langkah perbaikan untuk peningkatan kualitas belajar mengajar di masa yang akan datang. Fakultas, PRODI bersama-sama GJM dan GKM melakukan sosialisasi pengisian kuesioner kepada seluruh dosen dalam rapat kerja fakultas (RKF) yang dikoordinir oleh LP2MP. GJM dan GKM melalui dosen mata kuliah bersangkutan pada semester berjalan wajib mengisi kuesioner sebelum melihat nilai di Kartu Hasil Studi (KHS) aoc.uma.ac.id.
Setiap dosen Mata Kuliah wajib mendokumentasikan semua bahan yang berhubungan dengan perkuliahan dan praktikum (RPS, RPP, Silabus, kontrak perkuliahan, daftar hadir perkuliahan, serta arsip soal-soal kuis, tugas, UTS, UAS, dan rekapitulasi nilai) ke dalam file mata kuliah tersebut di Fakultas/Program Studi. Fakultas/Program Studi berkoordinasi dengan Tim GJM/GKM untuk melakukan evaluasi kemampuan mengajar dosen yang dievaluasi oleh seluruh mahasiswa melalui MMP. Atas dasar penilaian tersebut maka Fakultas/Program Studi memberikan laporan kepada seluruh dosen dari hasil penilaian evaluasi kemampuan mengajarnya yang disampaikan pada saat RKF. Bagi dosen yang memiliki nilai terendah diberi peringatan dengan memanggil dosen yang bersangkutan dengan berita acara peringatan dan dilaporkan ke pimpinan universitas dan yayasan.
13
V. TATA TERTIB PERKULIAHAN DARING
5.1. Dosen
Tata tertib yang harus ditaati oleh dosen selama kuliah daring diantaranya adalah:
a.
Dosen berkewajiban melaksanakan perkuliahan daring sesuai jadwal yang telah ditentukan Fakultas/Program Studi dengan media yang telah ditentukan.b.
Dosen berkewajiban memberikan penjelasan dengan media ajar yang mudah dapat dipahami dengan bahasa yang sopan.c.
Dosen berkewajiban menggunakan pakaian sopan dan rapi serta memperhatikan estetika ruangan pada saat melaksanakan perkuliahan daring.d.
Dosen berkewajiban melaporkan absensi perkuliahan daring, dan bukti perkuliahan kepada Wakil Dekan Bidang Akademik setelah selesai melaksanakan perkuliahan.5.2. Mahasiswa
Tata tertib yang harus ditaati oleh dosen selama kuliah daring diantaranya adalah:
a.
Mahasiswa berkewajiban memasuki perkuliahan daring sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh dosen.b.
Mahasiswa berkewajiban mengikuti proses pembelajaran daring hingga selesai dan mengikuti perkuliahan dengan baik.c.
Mahasiswa berkewajiban menggunakan berpakaian rapi dan memperhatikan estetika ruangan pada saat melaksanakan perkuliahan.d.
Menggunakan kata-kata yang sopan pada saat interaksi perkuliahan dengan dosen maupun sesama mahasiswa.e.
Mahasiswa tidak diperkenankan melakukan aktifitas lain pada saat mengikuti perkuliahan, kecuali atas seizin dosen.f.
Mahasiswa tidak diperkenankan me mute microphone yang ada computer atau HP yang digunakan ketika dosen sedang menjelaskan.14
VI. MONITORING DAN EVALUASI PERKULIAHAN DARING
6.1. Tujuan
Adapun yang menjadi tujuan monitoring dan evaluasi proses perkuliahan daring adalah sebagai berikut:
a. Memonitor pelaksanaan perkuliahan daring berjalan sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku di Universitas Medan Area.
b. Memonitor materi kuliah yang di ajarkan kepada mahasiswa sesuai Rencana Pembelajaran Semester dan Silabus.
c. Memonitor jumlah pertemuan perkuliahan yang dilaksanakan pada setiap Mata Kuliah sesuai sesuai ketentuan minimal 14 kali pertemuan pada setiap Mata Kuliah.
d. Memonitor kendala dan temuan lainnya dalam proses perkuliahan daring.
e. Mengevaluasi jumlah pertemuan sebelum Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester.
f. Mengevaluasi kendala dan temuan lainnya dalam proses perkuliahan daring.
6.2. Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi
Pelaksanaan monitoring dan evaluasi perkuliahan daring di laksanakan oleh Tim Monitoring dan Evaluasi dari Pusat Pengawasan Proses Belajar Mengajar dan Sarana Universitas Medan Area, dimana setiap Anggota Tim diatur area monitoring nya setiap di awal semester dan dievaluasi secara berkala.
Proses monitoring perkuliahan daring sendiri dilakukan dengan menggunakan Aplikasi Mengajar Dosen Online (AMADI) di website amadi.uma.ac.id yang dapat diakses oleh beberapa level akun dari Dosen, Tim Monitoring, Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademik, Wakil Rektor Bidang Administrasi, BAMAI, BATRI, LP2MP, Fakultas/Pascasarjana, Mahasiswa.
Instrumen yang ada di dalam Aplikasi Mengajar Dosen Online (AMADI) tersebut meliputi pencatatan jam Dosen masuk dan keluar kelas (perkuliahan), upload bukti perkuliahan, penginputan materi kuliah, penginputan status izin/sakit/absen jika Dosen tidak melaksanakan perkuliahan sesuai jadwal, pengajuan dan persetujuan
15
kuliah pengganti, laporan, rekapitulasi pertemuan. Keterangan lebih detail terkait level akun dan aktivitas yang dapat dilakukan di dalam aplikasi Aplikasi Mengajar Dosen Online (AMADI) dicantumkan dalam Standard Operasional Prosedur (SOP) terlampir.
Adapun yang menjadi tugas tim monitoring dan evaluasi adalah:
a. Melakukan monitoring harian menggunakan aplikasi Aplikasi Mengajar Dosen Online (AMADI) dan instrumen lain yang diperlukan.
b. Membuat laporan monitoring harian, mingguan, bulanan dan semesteran. c. Melakukan evaluasi sebelum Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester.
16
VII. SEMESTER ANTARA
Dalam satu tahun akademik Proses Belajar Mengajar (PBM) terdiri atas 2 (dua) semester dan Universitas Medan Area dapat menyelenggarakan Semester Antara. Semester Antara dapat diselenggarakan selama paling sedikit 8 (delapan) minggu dengan beban belajar mahasiswa paling banyak 9 (sembilan) sks dan sesuai dengan beban belajar mahasiswa untuk memenuhi Capaian Pembelajaran yang telah ditetapkan.
Apabila Semester Antara diselenggarakan dalam bentuk perkuliahan, tatap muka atau daring, paling sedikit 16 (enam belas) kali pertemuan termasuk ujian tengah semester antara dan ujian akhir semester antara.
Ketentuan pelaksanaan PBM Semester Antara harus sesuai dengan pelaksanaan semester biasa, baik dari pendaftaran harus melalui aplikasi aoc.uma.ac.id dan pembayaran melalui virtual account atau langsung. Penetuan dosen pengampu dilakukan oleh Prodi terkait dan pemilihan mata kuliah diambil mahasiswa setelah ada persetujuan dari Dosen Pembimbing Akademik. Sedangkan pembayaran uang Semester Antara disesuaikan dengan peraturan yang berlaku.
Jadwal pelaksanaan Semester Antara disusun oleh Prodi disesuaikan dengan ketersediaan waktu Dosen pengampu (ruangan kuliah yang tersedia). Pelaksanaan Semester Antara (SA) dilakukan antara Semester Genap (SGE) dan Semester Ganjil (SGA) seperti ditunjukkan pada Gambar 1 berikut:
Gambar 1. Jadwal pelaksanaan Semester Antara
SGE SGA SGE SGA SGE SGA
17
VIII. ETIKA DALAM AKADEMIK DARING
Seluruh sivitas akademik di lingkungan Universitas Medan Area dalam penyelenggaraan proses akademik baik dalam bertindak maupun berkomunikasi wajib melaksanakan etika, yaitu:
a. Jujur.
b. Berintegritas. c. Objektif. d. Partisipatif.
e. Jeli, dengan cara selalu hati-hati untuk menghindari adanya kesalahan, kecerobohan atau kelalaian dan kritis terhadap karya sendiri maupun karya orang lain.
f. Bersikap terbuka dalam berbagai informasi, ide maupun sumber daya lainnya. g. Menghargai dan memberikan informasi ilmiah terhadap Kekayaan Intelektual. h. Menjaga dan melindungi kerahasiaan baik komunikasi maupun bahan-bahan
pembelajaran yang dikirim/diterima untuk proses pembelajaran.
i. Bertanggungjawab dalam publikasi dalam rangka tanggungjawab atas kompetensi yang dimiliki dan menghindari publikasi yang tidak bermanfaat atau duplikatif. j. Mendorong mahasiswa untuk mampu membuat keputusan mandiri dengan cara
bantuan pendampingan (mentoring), yaitu mendidik, membimbing dan memberikan saran yang dibutuhkan serta memberikan solusi ketika ada masalah. k. Menghormati sesama sivitas akademika di lingkungan Universitas Medan Area
dengan cara berlaku adil dan menghindari sikap diskriminatif atas dasar jenis kelamin, ras, etnis, agama atau faktor lain yang tidak berhubungan dengan kompetensi ilmiah dan integritas.
l. Mempertahankan dan senantiasa berusaha meningkatkan serta mempromosikan professional dan kompetensi diri.
m. Berupaya memperoleh legalitas dalam berkomunikasi dengan cara menggunakan bahasa yang baik dan ilmiah serta mempelajari dan menerapkan ketentuan yang berlaku.
18
o. Membangun komunikasi yang efektif dengan cara menjaga sikap dan tingkah laku saling menghargai pendapat, tidak emosional, tidak menyela dan menghormati orang-orang yang lebih senior.
19
IX. PENUTUP
Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran daring ini memberikan gambaran untuk implementasi proses pembelajaran dan pendidikan yang dapat dilakukan bukan saja pada masa pandemik COVID-19 saja melainkan dapat dilakukan pada kehidupan normal yang baru. Kami selalu melakukan pemutakhiran (update) dan koordinasi tentang kebijakan serta kondisi terbaru terhadap proses pembelajaran yang ada.
Kepada semua pihak yang mendukung pelaksanaan proses pembelajaran dan pendidikan perguruan tinggi ini, kami mengucapkan terima kasih. Harapan kita semua, proses pendidikan dapat secara bertahap kembali normal dan kehidupan baru