PEWARNAAN DAN PENGAMATAN GONAD
1. PENDAHULUAN 1 Pengertian Gonad
Menurut Guyer and Charles (1964), gonad pada vertebrata adalah organ-organ dalam dua tunas, sebagai tambahan pada reproduksi utama gamet jantan dan betina. Gonad dapat berfungsi untuk mengontrol karakterisrik seks sekunder. Struktur dan bentuk biasanya tidak terkonsep pada awal produksi sel, tetapi dengan fasilitas fertilisasi gamet jantan dan betina. Karakteristik seks sekunder mencakup kebanyakan struktur ekstuagonadal dan kebiasaan pada setiap seks turunan.
Menurut Villee, dkk (1984), gonad kelamin pada semua vertebrata terpisah, kecuali pada beberapa ikan berkerangka tulang. Testis merupakan sepasang alat berukuran sedang yang masing-masing mempunyai sejumlah besar tubulus seminiferus yang berliku-liku. Ini merupakan daerah yang luas untuk memproduksi bermilyar-milyar sperma. Ovarium ikan dan ampibia, yang menghasilkan ribuan atau ratusan telur, memenuhi sebagian besar rongga tubuh. Pada hampir semua vertebrata, gonad tergantung pada mesenteri dalam rongga tubuh dan selama hidup tetap berada di tempat itu.
Menurut Sjafei dkk (1993), gonad pada ikan teleost sama seperti pada vertebrata lainnya yaitu berasal dari sel-sel germinatif primordial yang berada di luar daerah atau lokasi gonad yang bermigrasi ke lokasi gonad.
Menurut Rustidja (1999), gonad dari semua jenis vertebrata umumnya sejumlah sepasang dan terletak pada daerah dorsolateral di dalam rongga tubuh. Testis ikan ditopang memanjang oleh mesentries. Gonad merupakan semacam kantong dan mempunyai lamella ke dalam lumensentral.
1.2 Ciri-ciri Induk yang Matang Gonad 1.2.1 Ciri Induk Jantan yang Matang Gonad
Menurut Jayatisoka, dkk (1988), tanda-tanda induk jantan yang baik adalah sebagai berikut warna gelap, perut dekat anus lancip, susunan sisik teratur, gerakannya lincah, umur 3-7 tahun. Sedangkan tanda-tanda induk jantan yang sudah saatnya memijah adalah kedua belah rusuk pada bagian perut membentuk sudut tumpul.
Menurut Usniarie (2008), induk jantan yang matang kelamin ditandai dengan warna tubuh agak cerah, berperut tipis, alat kelamin membengkak berwarna kemerahan dengan garis jelas serta gerakannya lincah.
Menurut Ganda (2008), ciri-ciri ikan lele jantan yang matang gonad adalah proporsi kepala jantan lebih kecil dibanding dengan betina, warna kulit dada jantan lebih kusam dibanding betina, kelamin jantan menonjol, memanjang ke arah belakang, terletak dibelakang anus, dengan warna kemerahan, gerakan induk jantan lebih lincah dibandingkan ikan lele betina. Serta kulit jantan lebih halus dibandingkan betina muncul bintik-bintik kecil di sekitar sirip dorsal.
1.2.2 Ciri Induk Betina yang Masak Telur
Tanda-tanda induk betina yang baik menurut Jayatisoka, dkk (1988), yaitu warna terang, perut membulat, badan relatif panjang, susunan sisiknya teratur, umur 3-10 tahun. Hasil yang baik berumur 5-10 tahun. Dan tanda-tanda induk betina yang sudah saatnya memijah adalah bagian perut dibelakang sirip dada kelihatan menggembung jelas sekali dan sisik kelihatan agak terbuka.
Induk betina yang siap memijah menurut Usniarie (2008), ditandai dengan perutnya gendut, lubang telur membengkak, berwarna kemerahan dan gerakannya yang lamban.
1.3 Anatomi Sistem Reproduksi Jantan
Menurut Richter dan Rustidja (1985) dalam Rustidja (2000), struktur testes terdiri dari rongga-rongga yang tidak teratur dan banyak sekali, terdiri atas tubula longitudinalis. Didalam tubuh terdapat cyste seminiferis. Didalam cyste-cyste ini terdapat sel penghasil sperma. Sel-sel penghasil sperma ini dikelilingi oleh sel-sel sertoli yang berfungsi nutritif. Diluar tubulus terdapat sel-sel interstitial yang berfungsi sebagai endokrin.
Menurut Ville, dkk (1988), testis vertebrata terdiri atas ribuan saluran (tubulus) sperma, yang masing-masing mengembangkan bermilyar-milyar sperma. Dinding tubulus sperma tersebut dilapisi oleh sel germinal primitif yang mengalami kekhususan, yang disebut
spermatogonium (Yunani, sperma, bibit+gonos, keturunan).
Sebelum sampai pada lubang pelepasan (urogenital pore), spermatozon yang berasal dari testes terlebih dahulu melalui vasa efferentia, epididymis, vasa defferentia, seminal vesikel, urogenital sinus dan urogenital papilla pada (handrichthyes). Pada sisi seminal vesikel terdapat kantong sperma (Raharjo, dkk, 1989).
1.4 Anatomi Sistem Reproduksi Betina
Menurut Rachman (2003), ovarium ikan berbentuk longitudinal seperti agar-agar jernih dan berbintik-bintik berisi sel telur atau ova. Biasanya jumlah sepasang. Dari ovarium sel telur keluar melalui saluran yang disebut oviduct.
memanjang oleh alat penggantung mesovaria pada bagian atas rongga tubuh dan merupakan semacam kantong kosong yang dinding luarnya berlamella masuk dalam lumen sentral. Ovarium terbungkus oleh selaput ovarium terdiri dari rongga ovarium (lumen) dan beberapa buah lamella dalam ovarium yang akan diikuti terjadinya oogenesis. Rongga ovarium berhubungan dengan oviduct, tiap ovarium kiri dan kanan berhubungan dan keluar melalui lubang genital. Jenis ini disebut cystovarian yaitu setelah sel telur matang didalam folikel akan dilepaskan ke dalam lumen ovarium dan melalui oviduct dan lubang genital akan keluar dari tubuhnya. Proses pelepasan telur dari folikel ini disebut ovulasi. Pada ikan yang belum dewasa, ovarium berbentuk tubulus yang berukuran kecil. Ovarium dibungkus oleh suatu lapisan jaringan pengikat tunica albuginia dan mesotelium. Pada ovarium yang telah dewasa terdapat juga banyak otot halus yang membungkus bagian luar ovarium. Pada ikan muda, tunica albuginea biasanya belum berkembang.
1.5 Tingkat Kematangan Gonad Jantan 1.5.1 TKG Menurut Tester dan Takata
Tingkat kematangan gonad ikan Kuhlia Pandvicanses menurut Tester dan Takata ( 1953 ) dalam Effendie ( 2002) adalah sebagai berikut :
I. Tidak masak: Gonad sangat kecil seperti benang dan transparan. Penampang gonad pada ikan jantan pipih dengan warna keabu – abuan, penampang pada ikan betina bulat dengan warna kemerah – merahan.
II. Permulaan masak: gonad mengisi ¼ rongga tubuh. Warnanya pada ikan jantan keabuan atau putih, bentuknya pipih, sedangkan ikan betina warnanya kemerah – merahan atau kuning dan bentuknya bulat. Telur tidak nampak.
III. Hampir masak: Gonad mengisi ½ rongga tubuh. Gonad pada ikan jantan berwarna putih, pada betina berwarna kuning. Bentuk telur tepat melalui dinding ovarium.
IV. Masak: gonad mengisi ¾ rongga tubuh. Gonad ikan jantan berwarna putih berisi cairan berwarna putih, kadang – kadang dengan tekanan halus pada perutnya da yang menonjol pada lubang pelepasannya.
V. Salin: hampir sama dengan tahap kedua dan sukar dibedakan. Gonad jantan berwarna putih, kadang – kadang dengan bintik coklat. Gonad betina berwarna merah, lembek dan telur tidak nampak.
1.5.2 TKG Menurut Kaya Dan Hesler
Tingkat kematangan gonad jantan (testes) ikan green sunfish secara histologi menurut Kaya dan Hesler (1972) dalam Effendie (1997), adalah sebagai berikut:
I. Testes regresi (akhir musim panas sampai pertengahan musim dingin). Dinding gonad dilapisi oleh spermatogonia awal dan sekunder. Sperma sisa mungkin masih terdapat. II. Perkembangan spermatogonia. Sama dengan tingkat 1 hanya proporsi spermatogonia sekunder bertambah. Sperma sisa kadang – kadangmasih terlihat.
III. Awal akhir spermatogenesis. Cyste spermatocyt timbul dan kemudian semakin bertambah. Cyste spermatid dan spermatozoa juga mulai keluar.
IV. Aktif spermatogenesis. Semua tingkat spermatogenesis ada dalam jumlah yng banyak. Spermatozoa bebas mulai terlihat dalam rongga seminiferous.
V. Testes masak. Lumen penuh dengan spermatozoa, pada dinding lobule penuh dengn cyste bermacam – macam tingkat.
VI. Testes regresi. Rongga seminiferus masih berisi spermatozoa. Dinding penuh dengan spermatogonia yang tidak aktif, ukuran testes mengerut karena sperma dikeluarkan. 1.6 Tingkat kematangan gonad betina
Tingkat kematangan gonad ikan othilithur nuher dan johwis duesumieri menurut Devados (1969) dalam Effendie (2002), adalah sebagai berikut :
I. Tidak masak. Ovari berwarna pucat keruh, memanjang sampai sepertiga panjang rongga perut, Telur tidak dapat dilihat oleh mata, keadaan telur kecil, Tidak berkuning telur, trasparan dengan inti yang jelas.
II. Tidak masak. Ovarium berwarna merah agar, mengisi 1/3 - ½ rongga perut gonad tidak simetri, telur tidak dapat dilihat oleh mata, keadaan telur pembentukan kuning telur baru disekitar inti.
III. Hampir masak. Ovarium berwarna merah jambu sampai kuning, berbutir-butir
memanjang ½ - 2/3 bagian dalam rongga perut, keadaan telur kecil, warna tidak terang inti bagian atas seluruhnya beneran dalam kuning telur.
IV. Hampir masak. Ovarium berwarna putih susu sampai kuning, pembuluh darah terlihat dibagian atasnya memanjang sampai ¾ bagian dari perut saat terlur mudah terlihat, keadaan telur dalam ukuran sedang dengan warna tidak terang, belum bebas dari sel-sel partikel. V. Masak. Ovarium berwarna kuning kemerah-merahan, pembuluh darah jelas, panjangnya sampai ¾ - 4/5 rongga perut, telur jelas terlihat, keadaan telur masak berukuran besar dan berwarna tidak terang, bebas dari talikel.
VI. Masak betul. Warna ovarium memerah merata seperti kue puding, mengisi seluruh
rongga perut, telur terikat dari ovarium, keadaan telur ikan masak berukuran besar, transparan kuning telur berisi gelembung minyak.
VII. Salin. Ovariummengkerut sebagai hasil pemijahan 1.6.2 TKG menurut Nikolsky
Tingkat kematangan gonad ikan menurut Nikolsky (Bagend dan Brawn, 1985) dalam Jaya suku, dkk (1988) terdiri dari beberapa tahap :
- Tidak masak
Individu muda belum berhasrat dalam reproduksi, gonad sangat kecil - Tahap istirahat
Produk seksual belum mulai berkembang, gonad kecil, ukuran telur belum dapat dibedakan dengan mata biasa
- Pemasakan
Telur-telur dapat dibedakan oleh mata biasa, pertambahan berat gonad dengan cepat sedang berjalan, testes berubah dari transparan berwarna merah muda pias
- Masak
Produksi seksual masak gonad mencapai perut yang maksimum tetapi perodik seksual tersebut belum keluar bila perutnya ditekan
- Reproduksi
Produksi seksual keluar bila perut ditekan perlahan, berat gonad turun dengan cepat dari awal pemijahan sampai selesai
- Kondisi salin
Produksi seksual telah dikeluarkan lubang pelepasan kemerah-merahan, gonad seperti kantung kelapa, ovari biasanya berisi beberapa telur sisa dan testes berisi sperma sisa - Tahap istirahat
Produk seksual sudah dilepaskan, lubang pelepasan tidak kemerah-merahan lagi, gonad bentuknyakecil, telur dapt dibedakan oleh mata biasa.
1.7 Proses Pembentukan dan Perkembangan Gonad Jantan.
Sel-sel sperma sebenarnya hanya merupakan inti yang berflagelum. Sperma dihasilkan dalam testis oleh sel-sel khusus yang disebut spermatogonia. Spermatogonia yang bersifat diploid ini dapat membelah diri secara mitosis membentuk spermatogonia atau dapat berubah
menjadi spermatosit. Meiosis dari setiap spermatosit menghasilkan empat sel haploid ialah, spermatid. Spermatid ini dalam proses tersebut, kemudian banyak kehilangan sitoplasma dan berkembang menjadi sel sperma (Kimball, 1983).
Testes ikan ditopang secara memanjang oleh “mesenteries” dan di dalam testes tersebut terdapat tubulus-tubulus, dimana sepanjang tubulus berisi cyste-cyste seminiferousi yang dikelilingi oleh sel-sel certoli, cyste ini akan berdiferensiasi menjadi spermatogonium yang selanjutnya akan mengalami proses spermatogenesis menjadi spermatozoa (Brusle, 1983 dalam Rustidja, 1999).
1.8 Proses Pembentukan dan Perkembangan Gonad Betina.
Oogonia adalah sel telur yang paling muda yang mulai berkembang dikelilingi oleh satu lapis sel granulosa yang mengelilinginya bersamaan dengan berkembangnya sel telur dan
kemudian akan dipisahkan dengan sel telur oleh suatu lapisan hialin yang secara bertahap lapisan ini akan berubah dan disebut zona pellucida. Sel granulosa di luar zona pellucida ini bertanggungjawab dalam proses penghancuran sel telur, mekanisme kerjanya seperti capora lutea pada hewan mamalia (Angka et al, 1990 dalam Rustidja, 2000).
Menurut Jalabert and Johar (1982) dalam Rustidja (2000), pertumbuhan oosit dalam ovarium dapat dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap I adalah tahap pertumbuhan primer
(previtellogenesis) ditandai dengan peningkatan ukuran diameternya 0,6-0,9 mm pada (Sarotherodon niloticus) akibat sintesis kuning telur yang terjadi di dalam oosit (Endogenous vitellogenesis), tahap II adalah tahap pertumbuhan sekunder (exogenous vitellogenesis) di tandai dengan terjadinya pembentukan visikel pada bagian perifer sitoplasma dan meluas ke arah inti sel. Oosit berkembang mulai terjadi akumulasi protein kuning telur dari dalam (Endogenous vitellogenesis) dan menyatu dengan derivat kuning telur hasil sintesa dari hati (Exogenous vitellogenesisi) yang dibawa melalui aliran darah, kuning telur ini terdiri dari lipofosfoprotein.
1.9 Faktor Yang Mempengaruhi Pembentukan Gonad Internal dan Eksternal.
Menurut Starey (1984) dalam Musida (2008), beberapa faktor eksternal yang berperan penting bagi keberhasilan proses reproduksi adalah :
- Photo Periode
Proses ovulasi pada beberapa ikan teleostei menunjukan hubungan yang erat dengan photo periode. Photo periode diduga berpengaruh secara langsung terhadap mekanisme saraf yang menentukan waktu pemijahan bagi ikan laut.
- Suhu
Suhu berpengaruh terhadap berbagai fungsi system reproduksi ikan teleostei. Suhu juga berpengaruh terhadap waktu pemijahan, pematangan gonad dan keberhasilan pemijahan. - Substrat Pemijahan
Mekanisme pengaturan ovulasi dipengaruhi oleh kebutuhan ikan terhadapjenis substrat tertentu. Jika substrat yang sesuai belum ditemukan maka ovulasi tidak akan terjadi. - Ketersediaan Makanan
Komposisi protein merupakan faktor esensial yang dibutuhkan ikan untuk pematangan gonad. Pakan induk yang kekurangan asam lemak esensial akan menghasilkan laju pematangan gonad yang rendah. Mineral, yang penting bagi pematangan gonad adalah phospor (P), seng (Zn) dan Mangan (Mg).
- Faktor Sosial (Hubungan antar periode)
Interaksi antar individu dapat mempengaruhi tingkah laku reproduksi dan fertilitas. Pada beberapa spesies ikan ovulasi akan terhambat jika kepadatan ikan pada suatu perairan. Menurut Stacey (1984) dalam Blpunsoed (2009), bahwa faktor internal yang mempengaruhi pemijahan adalah pendorong dan penghambat hormon gonadotropin, gonadotropin pra ovulasi dan respon ovarium terhadap GTH (Gonadotropin Hormon).
Menurut Lagler et al (1977), ketika ikan matang secara seksual, produksek sudah masak dan proses reproduksi akan terjadi. Banyak faktor yang mempengaruhi peristiwa ini. Kekuatan dalam bekerjanya dapat dikelompokkan secara kasar yaitu dari dalam ikan (intrinsik) dan dari sekitar (ekstrinsik). Faktor intrinsik antara lain kematangan seksual, kelahiran dan
kematangan dari jenis ikan dan hereditasnya, makanan pilihan, fisiologi individu dan faktor lingkungan antara lain perubahan durasi penyinaran (photo period), suhu, kehadiran lawan jenis, arus, pasang, tahapan bulan dan kehadiran fasilitas spawning.
4.2 Analisa Hasil
Berdasarkan hasil data pengamatan tampak bahwa gonad ikan mas (Cyprinus carpio) pada ikan Mas jantan maupun betina terletak pada rongga perut tepatnya di bawah gelembung renang di atas usus.
Hal ini sesuai dengan pendapat Raharjo, dkk (1989), yang menyatakan bahwa testes (gonad jantan) berbentuk memanjang dan menggantung pada bagian atas rongga tubuh dengan perantara mesorchium, dibawah atau di samping gelembung gas (jika ada) ovarium berbentuk memanjang, letaknya di bawah atau di samping gelembung gas (jika ada).
Berat gonad ikan betina yaitu 55,62 gram dan berat tubuhnya 823 gram berarti berat gonad ikan tersebut 14,79% dari berat tubuhnya. Hal ini sesuai pendapat Effendie (1997), yang menyatakan bahwa umumnya berat gonad pada ikan betina sebesar 10-25% dari berat tubuh dan pada ikan jantan sebesar 5-10%.
Gonad ikan betina berwarna hijau kekuningan, telur jelas dapat dibedakan bentuknya bulat telur. Ovarium mengisi kira-kira dua per tiga ruang bawah. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kematangan gonad ikan tersebut sudah mencapai tahap perkembangan II.
Dan tingkat kematangan gonad menurut Kesteven (Bagenal dan Braum, 1968) dalam Effndie (1997), pada tahap IV pekembangan II, Testes berwarna putih kemerah-merahan. Ovarium berwarna oranye kemerah-merahan. Telur jelas dapat dibedakan, bentuk bulat telur. Ovarium mengisi kira-kira dua per tiga tuang bawah.
Menurut Effendie (1972), telur yang belum dibuahi bagian warnanya dilapisi oleh selaput yang dinamakan selaput kapsul atau chorion. Di bawah chorion ada lagi selaput yang kedua dinamakan selaput vitellin. Selaput yang ketiga mengelilingi plasma dinamakan selaput plasma. Ketiga selaput ini mrnempel satu sama lain ketiga telur ini masih dalam tubuh ikan dan tidak terdapat ruang diantaranya. Bagian atas telur yang mempunyai cytoplasma dinamakan kutub anima dan bagian bawahnya dinamakan kutub vegetative. Charion mempunyai sebuah lubang kecil yang dinamakan micropyle yaitu lubang untuk masuknya sperma.
4.3 Faktor koreksi
Pada praktikum pewarnaan dan pengamatan gonad ini terdapat faktor koreksi antara lain : - Terjadi kesalahan pada saat pengambilan gonad sedikit sobek tetapi telur tidak sampai tercecer atau berhamburan
- Ketika proses pengamatan tiap jamnya, praktikan kurang teliti dalam mengamati ikan - Adanya perbedaan dari praktikan ketika menentukan tingkat kematangan gonadyang disesuaikan sengan literatur
- Ketika ketelitian saat pengamatan dibawah mikroskop dan tidak maksimalnya alat mikroskop atau masuknya bagian dari mikroskop
- Ketidak telitinya memeriksa ikan jantan dan betina yang dicampur dalam suatu kolam 4.4 Manfaat di Bidang perikanan
perikanan antara lain :
- Mempercepat menghasilkan keturunan dengan cara perkawinan eksternal
- Dapat mengetahui tingkat kematangan gonad, letak gonad dan bagian-bagian gonad - Dapat mengetahui pengruh peemberian hypofisa untuk mempercepat kematangan gonad - Dapat mengetahui kondisi lingkungan perairan yang sesuai uuntuk mempercepat tingkat kematangan gonad
5. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa :
1. Gonad merupakan organ reproduksi pada vertebrata yang terletak pada daerah dorsolateral di rongga tubuh.
2. Ciri-ciri induk jantan yang matang gonad adalah warna tubuh agak cerah, berperut tipis, alat kelamin membengkat dan gerakannya lincah.
3. Ciri-ciri induk betina yang matang gonad adalah perutnya mengembang, lubang telur membengkak dan berwarna kemerahan, gerakkannya lamban dan bila diraba tutup insangnya licin.
4. TKG menurut Tester dan Takata (1953) adalah tidak masak, permulaan masak, hampir masak, masak dan salin.
5. TKG menurut Kaya dan Hasler adalah testes regresi, perkembangan spermatogonia, awal aktif spermatogenesis, aktif spermatogenesis, testes masak dan testes regresi.
6. Proses pembentukan dan perkembangan gonad jantan yaitu spermatogonia → spermatosit 1 → spermatosit 2 → spermatid → sel sperma.
7. Proses pembentukan dan perkembangan gonad betina yaitu previtellogenesis → endogenous vitellogenesis → exogenous vitellogenesis.
8. Faktor internal yang mempengaruhi pembentukan gonad antara lain hormon, umur, genetik ikan.
9. Faktor eksternal yang mempengaruhi pembentukan gonad antara lain photo periode, suhu, substrat pemijahan, ketersediaan makanan, kehadiran lawan jenis, arus, pasang, tahapan bulan.
10. Berdasarkan data hasil pengamatan, letak gonad jantan dan betina terletak dirongga perut dibawah gelembung renang. Gonad jantan berwarna putih dan bila diurut mengeluarkan sperma dan tingkat kematangannya menurut Kesteven adalah pada tahap V yaitu dewasa dengan ciri gonad berwarna putih dan bila diurut keluar milt, sedangkan gonad ikan betina pada tahap IV yaitu perkembangan II dengan ciri ovarium berwarna oranye kemerahan, mengisi kira-kira dua pertiga bagian ruang rongga perut bawah dan telur dapat dibedakan dengan jelas.
5.2 Saran
Sebaiknya dalam pembeliaan ikan itu dicek terlebih dahulu jantan betinanya agar tidak tertukar karena dapat mempengaruhi data hasil pengamatan.
Diposkan oleh Ly Youly Suprihatin di 03:54 0 komentar:
Poskan Komentar
Posting Lebih BaruPosting LamaBeranda Langgan: Poskan Komentar (Atom)