• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Setiap perusahaan terdiri dari sejumlah individu yang membentuk kelompok sosial dengan ciri-ciri tertentu yang disebut Public. Public terbentuk karena adanya kepentingan yang sama yang dirasakan oleh masing-masing individu, sehingga dalam suatu perusahaan ada Public Internal dan public eksternal. Untuk menghubungkan Public

Internal dan public eksternal tersebut dengan perusahaan yang bersangkutan, dibentuklah Public Relations yang bertujuan memberikan kepuasan terhadap semua pihak yang

berkepentingan, yaitu masyarakat umum, para karyawan dan para pemimpin perusahaan itu sendiri.

Bagi setiap perusahaan, Public Internal ini disebut karyawan atau pegawai. Mereka terdiri dari orang-orang yang memimpin dan dipimpin sebagai staf pelaksana yaitu mulai dari pesuruh sampai pimpinan puncak. Dalam perusahaan ini para karyawan memiliki dua peranan, pertama ia bekerja sebagai individu untuk dirinya dan kedua sebagai salah satu anggota kelompok dimana ia bekerja. Dengan demikian, mereka harus menyadari bahwa karyawan di satu pihak selalu mengharapkan perhatian kepada kebutuhan atau keinginan mereka, namun dilain pihak mempunyai kewajiban untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibebankan kepada mereka dan mereka dituntut agar tugas-tugasnya dilaksanakan dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Karyawan merupakan harta yang paling berharga bagi suatu perusahaan sebab karyawan merupakan faktor yang dominan yang turut menentukan berhasil tidakanya usaha-usaha untuk mencapai tujuan dari perusahaan tersebut. Untuk itulah perlu memfungsikan Public Relations dengan kegiatannya yang memfokuskan pada kegiatan yang bersifat intenal.

Internal Public Relations yang dilaksanakan dalam suatu perusahaan

dimaksudkan untuk menyelenggarakan kegiatan komunikasi yang efektif, baik antara sesama karyawan maupun antara atasan dan bawahan. Komunikasi yang efektif tersebut diharapkan mampu menciptakan harmonisasi hubungan kerja di dalam perusahaan. Terciptanya suasana kerja yang harmonis akan mendorong para porsonil untuk bekerja lebih baik dan lebih produktif.

Salah satu kegiatan Internal Public Relations adalah mengeratkan hubungan dengan orang-orang didalam perusahaan agar terbentuk opini yang positif terhadap organisasi perusahaan. Karena seorang praktisi Public Relations bukan hanya duduk di belakang meja kantornya saja, melainkan harus beranjak dari ruang kerjanya untuk melakukan komunikasi langsung dengan para karyawan, harus senantiasa melakukan

personal contact, memantau keresahan terhadap masalah-masalah yang tidak

terungkapkan. Sikap para karyawan yang berupa keresahan terhadap masalah-masalah yang mereka hadapi, baik masalah keluarga maupun masalah pekerjaan yang tidak terungkapkan itu, pada suatu ketika bisa meledak dalam bentuk perilaku seperti mogok kerja disertai aksi pengerusakan. Jika hal ini terjadi, maka akan merugikan pihak perusahaan.

Karyawan dituntut agar bisa menjaga keharmonisan dengan sesama karyawan dan juga dengan perusahaan lainnya. Oleh sebab, itu pihak perusahaan harus memperhatikan kebutuhan dan keinginan karyawan.

Pemenuhan kebutuhan dan keinginan karyawan merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan keharmonisan kerja karyawan. Dilingkungan kerja, keharmonisan kerja seseorang dipengaruhi oleh faktor-faktor internal yaitu persepsi karyawan itu sendiri. suasana lingkungan kerja, faktor gaji, kedudukan, pangkat, fasilitas, penghargaan atas prestasi dan sebagainya. Keharmonisan kerja karyawan dapat ditumbuhkan melalui faktor internal tersebut, maka hasil kerjanya membawa konsekuensi pemenuhan kebutuhan.

Melihat betapa pentingnya keharmonisan karyawan terhadap suatu perusahaan, maka peneliti merasa tertarik untuk meneliti Peranan Internal Public Relations dalam menciptakan keharmonissan kerja karyawan.

Untuk mendukung penelitian ini, maka peneliti mengambil para karyawan Hotel Danau Toba Internasional Medan sebagai objek penelitian. Sebab para karyawan di hotel ini memiliki tingkat kerja yang cukup tinggi, dan dituntut dapat memberikan pelayanan sempurna dan terbaik.

Karyawan tentunya sangat rentan terhadap stres dan tekanan. Sehingga sangat memungkinkan terjadinya konflik didalam internal perusahaan itu sendiri, baik itu konflik antar sesama karyawan, hingga konflik antara depertemen dan perusahaan. Hal ini terjadi karena kesalahan sedikit informasi akan bisa menyebabkan kesalahpahaman dengan depertemen lain dan bisa memicu konflik internal didalam tubuh perusahaan sehingga bisa membuat layanan kepada publik pengguna tidak maksimal.

Hotel Danau Toba Internasional Medan ini merupakan salah satu hotel berbintang Lima (*****) di kota Medan. Hotel Danau Toba Internasional medan ini selalu mendapatkan tempat dihati para pengguna jasa untuk menggunakan fasilitas yang ada di hotel tersebut. Selain itu, memiliki tingkat hunian kamar yang cukup tinggi dan stabil. Dalam pemesanan kamar dan kegiatan-kegiatan lainnya seperti seminar, diskusi hingga resepsi pernikahan.

Hotel Danau Toba Internasional ini memiliki tingkat hunian dan kegiatan yang cukup padat. Sering kali pengunjung hanya untuk bertemu dengan kolega kerja hingga kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan dari pihak luar hotel, sepeti kegiatan seminar, diskusi, jumpa pers, acara musik, hingga mengadakan resepsi pernikahan. Melihat adanya beragam bidang kegiatan yang cukup kompleks dan rumit, maka pihak perusahaan menyadari pentingnya Internal Public Relations dalam menangani hal-hal yang berhubungan dengan karyawan, khususnya dalam menumbuhkan keharmonisan karyawan terhadap perusahaan.

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, peneliti merumuskan masalah sebagai berikut “Sejauhmanakah hubungan Internal Public Relations berperan dalam menciptakan keharmonisan kerja karyawan di Hotel Danau Toba Internasional, di jalan Imam Bonjol No.17 Medan, Sumatera Utara”.

Untuk menghindari terjadinya bias dan kekaburan dalam penelitian ini, maka peneliti membatasi masalah sebagai berikut:

1. Fokus penelitian adalah peranan Internal Public Relations dalam menciptakan keharmonisan kerja karyawan di Hotel Danau Toba Internasional Medan.

2. Penelitian ini di batasi di Hotel Danau Toba Internasional Medan mengingat antara lokasi penelitian dengan tempat tinggal penulis cukup ideal, sehingga penelitian ini layak diteliti

3. Dilihat ketersediaan data, dokumen, literatur, penelitian ini layak dilakukan serta dapat di selesaikan tepat pada waktunya

4. Unit analisis penelitian yang dipilih dan ditetapkan adalah karyawan tetap yang telah bekerja di Hotel Danau Toba Internasional Medan .

D. Tujuan dan Mamfaat Penelitian

D.1. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui peranan Internal Public Relations dalam menumbuhkan keharmonisan kerja karyawan.

2. Untuk mengetahui kegiatan Internal Public Relations yang dilakukan dalam mendukung tumbuhnya keharmonisan kerja karyawan.

D.2. Mamfaat penelitian

1. Secara akademis, penelitian ini disumbangkan kepada FISIP USU, khususnya department ilmu komunikasi dalam rangka pengembangan studi dan teori tentang Internal Public Relations.

Secara teoritis, penelitian ini dapat menambah pengetahuan dalam menciptakan keharmonisan kerja karyawan di kantor Hotel Danau Toba Internasional.

2. Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi Hotel Danau Toba Internasional Medan dan diharapkan dapat menjadi kontribusi positif bagi peningkatan keharmonisan kerja karyawan yang bisa membuahkan hasil positif bagi perusahaan itu sendiri.

E. Kerangka Teoritis

Setiap penelitian memerlukan kejelasan titik tolak atau landasan untuk memecahkan atau menyoroti masalahnya. Untuk itu perlu disusun kerangka teori yang memuat pokok-pokok pikiran yang mengambarkan dari sudut mana penelitian disoroti. Uraian di dalam kerangka teori merupakan hasil berpikir rasional yang di tuangkan secara tertulis meliputi aspek-aspek yanng terdapat di dalam masalah ataupun sub-sub masalah (Nawawi, 2001:39-40).

Teori adalah himpunan kontruk (konsep), defenisi dan proposisi yang mengemukakan pandangan sistematis tentang gejala dengan menjabarkan relasi diantara variabel untuk menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut (rakhmat, 1998:6).

Adapun teori-teori yang digunakan untuk membahas penelitian ini diantaranya adalah komunikasi Internal, Public Relations, Internal Public Relations dan keharmonisan kerja.

Untuk lebih memahami pengertian komunikasi, maka peneliti mengutip paradigma yang dikemukakan oleh Harold D. Laswell dalam karyanya” the Structure and

Function of Human Communication in Society”yakni:

Who Say what In What Channel To Whom Whith What Effect

Formula ini menunjukkan bahwa komunikasi meliputi lima unsure yakni:

Who: Pihak-pihak yang menyampaikan pesan atau biasa disebut komunikator.

Say What: pertanyaan-pertanyaan yang didukung oleh lambang-lambang atau pesan. In what channel: merupakan sarana atau saluran yang mendukung pesan yang

disampaikan yaitu berupa lisan (spoken words) atau tulisan (printed word).

To whom: pihak yang menerima pesan, atau disebut dengan komunikan.

With What Effect: suatu dampak yang timbul sebagai pengaruh dari penyampaian pesan (Effendy, 2004:10).

Dikaitkan dengan penelitian yang akan dilakukan, yang menjadi komunikator adalah praktisi Public Relations yang bekerja di Hotel Danau Toba Internasional. Pesan yang disampaikan adalah kebijakan-kebijakan dan peraturan-peraturan ataupun informasi atau pemberitahuan dari manager ataupun pihak lain yang terkait, saluran atau media yang digunakan adalah lisan, melalui komunikasi tatap muka dan tulisan, melalui buletin, papan informasi, dan lain-lain, yang menjadi komunikan adalah seluruh karyawan yang bekerja di Hotel Danau Toba Internasional Medan. Effect yang diharapkan adalah terbinanya hubungan yang harmonis antara organisasi dan khalayak sehingga akan tercipta keharmonisan kerja karyawan.

Komunikasi yang terjadi dalam perusahaan harus lancar dimana informasi mengalir secara bebas dari atas kebawah atau sebaliknya. Segala sesuatu harus

dikomunikasikan secara terbuka. Terbuka dalam komunikasi bermakna transparan. Transparan dalam pengelolaan keuangan dan dalam hal visi, misi, dan tujuan organisasi. Ciri kedua dan yang paling penting adalah adanya umpan balik. Ini mutlak harus berlangsung, sehingga seorang manager atau Public Relations yang melancarkan komunikasinya dapat mengetahui dampak atau efek dari komunikasi yang dilakukannya. Dalam seluruh organisasi umpan balik dapat diutarakan dalam suasana saling percaya, saling tertarik, saling memperhatikan, dan saling menghormati (Arep, 2003:82-83).

E.1. Pengertian Public Relations

Sebelum menentukan definisi Public Relations ada baiknya kita kaji dahulu secara etimoligis. Public Relations terdiri dari dua buah kata, yaitu Public dan Relation. Dalam bahasa indonesia, kata pertama berarti publik (masyarakat) dan kata kedua berarti hubungan. Jadi, Public Relations adalah hubungan masyarakat.

Banyak pakar telah mengemukakan pendapatnya tentang pengertian Public

Relations. Menurut hasil survey yang telah diadakan oleh majalah Public Relations news

di Amerika Serikat pada tahun 1947, dua ribu orang terkemuka dalam bidang Public

Relations telah menyatakan defenisi mereka tentang Public Relations. Satu sama lain

berbeda pendapat, sebab masing-masing mempunyai dasar pandangan dan pemikiran sendiri-sendiri.

Dari dua ribu defenisi yang terkumpul itu, tiga diantaranya terpilih sebagai defenisi yang terbaik. Pilihan yang dilakukan oleh sebuah panitia yang beranggotakan para pakar Public Relations itu jatuh pada (Griswold, 1948:4).

Defenisi J.C.Seidel, seorang Public Relations Director pada division of Housing di New York, yang berbunyi, Public Relations adalah proses yang berkelanjutan dari usaha manajemen untuk memperoleh jasa baik dan pengertian dari para langgannya, pengawai-pengawainya, dan publik pada umumnya, kedalam mengatakan analisa dan kreksi (perbaikan-perbaikan) terhadap diri sendir, keluar mengadakan peryataan-pernyataan yang berarti menguntungkan.

Definisi W.Emerson Reck, seorang Public Relations director pada Colgate University, yazng berbunyi, Public Relations adalah kelanjutan dari proses penetapan kebijaksanaan, pelayanan, dan sikap yang disesuaikan dengan kepentingan orang atau golongan agar orang atau lembaga itu memperoleh kepercayaan dan jasa baik dari merek, sedangkan pelaksanaan kebijaksanaan, pelayanan, dan sikap itu adalah untuk menjamin adanya pengertian dan penghargaan yang sebaik-baiknya.

Definisi Howard Bonham, seorang Vice Chairman pada American National Red Cross yang berbunyi, Public Relations adalah suatu seni untuk menciptakan pengertian publik yang lebih baik sehingga dapat memperbesar kepercayaaan publik terhadap seseorang atau organisasi.

Menurut the International Public Relations (IPRA), Public Relations adalah berfungsi manajemen yang khas dan mendukung pembinaan, pemeliharaan jalur bersama antara organisasi dengan public nya, menyangkut aktivitas komunikasi, pengertian, penerimaan dan kerja sama, melibatkan manajemen mampu menanggapi opini publik, mendukung manajemen dalam mengikuti dan memamfaatkan perubahan secara efektif, bertindak sebagai sistem peringatan dini dalam mengantisipasi kecenderungan

menggunakan penelitian serta teknik komunikasi yang sehat dan etis sebagai sarana utama.(Ruslan, 1998:17).

Menurut professor Edward L. Bernays, mengatakan bahwa Public Relations mempunyai tiga pengertian yaitu:

a. Memberikan penerangan kepada masyarakat

b. Membujuk langsung terhadap masyarakat guna mengubah sikap dan tindakan.

c. Usaha-usaha pengintekrasian sikap dan tindakan dari perusahaan dengan masyarakat dan lain masyarakat dengan perusahaan kita.

Public Relations merupakan penujang tercapainya tujuan yang ditetapkan oleh

manajemen suatu perusahaan. Jadi Public Relations tidak mungkin dipisahkan dari manajemen, manajemen akan berhasil bila ditunjang oleh kegiatan Public Relations.

Adapun sasaran utama kegiatan Public Relations adalah public internal dan Public

Eksternal. Public eksternal terdiri dari orang-orang atau anggota masyarakat diluar

perusahaan, baik yang ada kaitannya dengan perusahaan seperti pelanggan dan balik masyarakat umum. Sedang Public Eksternal adalah orang-orang yang berada didalam perusahaan dan yang secara fungsional memilik tugas seperti karyawan dan pemengang saham.

E.2. Tugas Public Relations

Adapun tugas Public Relations yang perlu diperhatikan ada beberapa hal sebagai berikut:

persuasif.

Proses komunikasi lewat kegiatan dilakukan berencana dan terus menrus yang meliputi keterampilan komunikator, pesan yang disampaikan akurat, ojektif, punya daya tarik yang kuat, guna berhasilnya mencapai sasaran yang telah ditetapkan (Widjaja, 1995:53).

Inti tugas Public Relations sinkronisasi antara informasi dari perusahaan dengan reaksi dan tanggapan publik sehingga mencapai suasana akrab, saling pengertian, dan muncul suasana yang menyenangkan dalam interaksi perusahaan dan publik. Persesuaian yang menciptakan hubungan yang harmonis dimana satu sama lain saling memberi dan menerima hal-hal yang bisa menguntungkan kedua belah pihak. Berdasarkan adanya dua jenis publik bagi suatu badan atau perusahaan (Public Intern dan Public Ekstern), maka tujuan Public Relations pun diarahkan melalui dua macam tugas, yaitu di dalam dengan sebutan Internal Public Relations, dan di luar dengan sebutan Ekternal Public Relations. Dengan kata lain, Public Relations mengemban tugas atau tujuannya tadi, yaitu berkomunikasi ke dalam dengan Public Intern, dan keluar dengan Public Ekstern.

E.3 Fungsi dan Peranan Public Relations

Fungsi Public Relations menurut para pakar komunikasi dan praktisi Public

Relations diantaranya adalah:

Bertrand R.Canfield “Public Relations Principles dan problem” (didalam buku Widjaya, 1995:54), mengemukakan tiga fungsi Public Relations, adalah:

1. Mengabdi kepada kepentingan yang baik. 2. Memelihara komunikasi yang baik.

3. Menitikberatkan moral dan tingkah laku yang baik

Maksudnya bahwa kegiatan Public Relations harus benar-benar di curahkan untuk kepentingan umum dengan menciptakan, membina serta memelihara hubungan kedalam serta keluar. Seorang Public Relations officer harus bisa menjadi perantara antara pemimpin dengan publiknya dengan membina komunikasi yang terarah dan efektif. Disamping itu seorang public relations akan mempunyai wibawa bila ia sendiri tidak cacat moral dan bertingkah laku baik, dalam arti harus jadi teladan.

Menurut Scoot M. Cutlip Allen H Center, “ Efektif Public Relations” (Di dalam buku Siswanto 1992:8) Fungsi Public Relations mengandung tiga unsur yaitu:

1. Mempengaruhi pendapat. 2. Penyajian yang dapat diterima. 3. Dengan komunikasi dua arah.

Maksudnya untuk mencapai hubungan yang efektif antara semua Public dalam perusahaan maka hubungan itu harus dapat diterima semua pihak dan dilaksanakan secara timbal, yaitu kedalam dan keluar dan keatas.

Menurut John Tondowidjojo, fungsi Public Relations dalam sebuah perusahaan ada beberapa bagian, diantaranya:

• Membantu menentukan dan merumuskan tempat dan tujuan organisasi dalam kehidupan bersama.

• Memberi masukan dalam kepemimpinan.

• Mengetahui situasi organisasi dan perkembangan dalam kehidupan bersama dan opini

Public.

Menetapkan adanya kelompok-kelompok Public yang relavan dari organisasi.

• Presentasi organisasi.

• Pembuatan dan pengurusan sarana-sarana komunikasi.

• Mengurus representasi organisasi.

Menurut Cultip dan Center, fungsi Public Relations meliputi: menunjang kegiatan manajemen dan mencapai tujuan organisasi, menciptakan komunikasi dua arah secara timbal balik dengan menyebarkan informasi dari perusahaan kepada publik dan menyalurkan opini publik pada perusahaan, melayani publik dan memberikan nasihat kepada pimpinan perusahaan dengan publik, baik internal maupun eksternal. Untuk itu diperlukan seorang Public Relations Officer yang cekatan dan terampil dan mampu mengerjakan banyak hal.

Seorang Public Relations harus mampu menciptakan berbagai jalur komunikasi internal. Ia mengenal setiap orang di organisasi serta mampu memperoleh kepercayaan dari semua orang. Sehingga ia bisa memperoleh informasi dari siapa saja, dan mampu mengakses informasi secara cepat dan terutama juga mampu memastikan keakuratan informasi itu, dan setiap orang juga dapat mempercayai informasi yang ia sampaikan. Dengan demikian, petugas Public Relations harus rajin menjumpai dan mengenal orang-orang di semua bagian dalam organisasi. Ia juga dituntut untuk mampu menciptakan berbagai jalur komunikasi eksternal. Artinya ia dikenali oleh publik sekaligus dipercaya

sebagi sumber informasi yang handal, karena setiap organisasi memerlukan sebanyak mungkin sumber informasi eksternal yang dapat diandalkan.

Seorang Public Relations juga bertindak sebagai mediator. Menampung segala keluhan, tanggapan, dan keinginan para karyawan, kemudian menyampaikan kepada pimpinan organisasi. Semuanya demi kelancaran jalannya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Seorang Public Relations harus peka terhadap pendapat umum. Jika ternyata negatif, harus segera diusahakan secara tuntas sehingga pendapat umum menjadi positif dalam arti kata pendapat umum menjadi favourable bagi organisasi, kalau tidak cepat ditangani pendapat umum tersebut akan berubah bentuk menjadi action yang lebih merugikan organisasi.

Seorang Public Relations harus melakukan hubungan manusiawi, yaitu interaksi orang-orang yang menuju suatu situasi kerja yang memotivasikan mereka untuk bekerjasama secara produktif dengan perasaan puas, baik ekonomis, psikologis, maupun sosial. Hubungan manusiawi dapat dilakukan untuk menghilangkan hambatan-hambatan komunikasi, meniadakan salah pengertian, dan mengembangkan segi konstruktif sifat tabiat manusia. Seorang Public Relations harus mampu membawa penderita dari

problem situation ke problem solving behavior.

E.4. Kegiatan Internal Public Relations

Sudah tentu suasana di dalam badan atau perusahaan itu sendiri yang menjadi target Internal Public Relations, terutama suasana diantara para karyawannya yang mempunyai hubungan langsung dengan perkembangan badan atau perusahaannya.

Kegiatan Public Relations kedalam perusahaan tersebut diperlukan untuk memupuk adanya suasana yang menyenangkan diantara para karyawannya, komunikasi antara bawahan dan pimpinan atau atasan terjalin dengan akrab dan tidak kaku, serta menyakini rasa tanggung jawab akan kewajibannya terhadap perusahaan.

Tiap anggota dari badan atau perusahaan itu, dari tingkat pimpinan sampai pada pesuruh, merupakan Public Relations Officer yang tidak resmi. Mereka harus menyadari bahwa sebagai anggota atau keluarga dari perusahaan, mereka akan selalu mendapat sorotan dari publik yang ada diluar. Sikap, sifat, tingkah laku, dan perbuatan seorang karyawan atau keluarganya dapat mempengaruhi nama baik instansi atau perusahaan dimana mereka bekerja. Dengan kesadaran dan keyakinan tersebut diharapkan muncul kegairahan kerja dan tercipta keharmonisan kerja. Keadaan demikian dapat diciptakan apabila pimpinan atau majikan selalu memperhatikan kepentingan para pengawainy. Baik secara ekonomi, sosial maupun secara psikologis.

Sebaliknya, perusahaan memerlukan pengawai yang memeiliki sifat-sifat disipilin, penuh tanggung jawa, dan sopan terhadap atasan dan sesamanya. Keseraian hubungan di antara para pengawai, baik vertikal maupun horizontal diharapkan akan memperkuat tim kerja dalam perusahaan itu. Tidak saja terbatas pada pengawainya yang langsung berada di dalam perusahaan, keluarganya pun mempunyai andil yang besar dalam memupuk hubungan yang baik ini. Ketentaram dan kesejahteraan keluarga akan selalu menjamin ketentaraman bekerja para pengawai perusahaan itu. Dengan demikian,

Internal Public Relations dapat menciptakan keharmonisan kerja karyawan.

Adapun kegiatan Internal Public Relations di Hotel Danau Toba Internasional Medan adalah:

1. Melaksanakan penyebaran informasi persuasive dan informative, hal ini dapat dilaksanakan dengan cara tertulis, lisan dan konseling.

2. Mengadakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya informal untuk lebih mengeratkan hubungan, hal ini dapat dilakukan dengan cara mengadakan olah raga, hiburan dan darma wisata, kegiatan keagamaan dan lain-lain.

3. Pengadaan kotak saran dan papan pengumuman

4. Study tour dan pelatihan, memberikan hadiah dan penghargaan.

Internal Public Relations yang baik adalah memperlakukan tiap karyawan dengan

sikap yang sama, tanpa membeda-bedakan pangkat, pendidikan dan lain-lain. Tapi bertindak adil, tidak memihak satu golongan, jujur dan bijaksana, karena tiap anggota mulai dari pimpinan sampai pesuruh merupakan bagian dari keseluruhan badan itu. Bila ditarik garis besar hubungan perusahaan dengan public karyawan seperti upah yang cukup, perlakuan adil, ketenangan kerja, penghargaan atas prestasi kerja dan jaminan sosial yang baik, baik bagi karyawan itu sendiri maupun keluarga.

E.5. Tujuan Pubic Relations

Charles S. Steinberg mengemukakan bahwa tujuan Public Relations adalah menciptakan opini publik yang menyenangkan tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh badan atau perusahaan yang bersangkutan. Pandangan lain datang dari Dimock Marchall bersama rekan-rekannya, Edward, Gladys, Odgen Dimock, dan louis W. Koenig, melalui bukunya yang berjudul Public Administration, membagi tujuan Public

1. Berusaha mendapatkan dan menambah penilaian serta jasa baik suatu organisasi atau perusahaan.

2. Untuk membelah diri terhadap pendapat masyarakat yang bernada negatif, bila

Dokumen terkait