• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PELAKSANAAN,ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN

E. Pendalaman Analisis

Dari data mengenai sikap belajar dan motivasi belajar terhadap hasil belajar yang telah diperoleh terdapat data yang berkorelasi positif (konkordan) dan data yang tidak berkorelasi positif (diskonkordan).

Pasangan variabel dikatakan konkordan apabila variabel tinggi maka variabel juga tinggi, sehingga pasangan konkordan dalam penelitian ini yaitu sikap belajar tinggi dan hasil belajar tinggi, sikap belajar rendah dan hasil belajar rendah, motivasi belajar tinggi dan hasil belajar tinggi, serta motivasi belajar rendah dan hasil belajar rendah. Sedangkan suatu pasangan variabel dikatakan diskonkordan apabila variabel tinggi maka variabel rendah atau sebaliknya, sehingga yang merupakan diskonkordan dalam penelitian ini adalah sikap belajar tinggi namun hasil belajar rendah, sikap belajar rendah namun hasil belajar tinggi, motivasi belajar tinggi namun hasil belajar rendah, serta motivasi belajar rendah namun hasil belajar tersebut dapat disajikan dalam gambar berikut ini:

Tabel 4.17 Kategori Sikap, Motivasi, dan Hasil Belajar Siswa

1 0 1 S2, S8, S14, S16, S25 S3, S4, S26, S30, S31, S32 0 S9, S13 S7, S24, S28 1 0 1 S2, S8, S14, S16, S18, S21, S22, S25, S32 S3, S4, S12, S30 0 S1, S9, S13, S15, S27 S7, S24 Keterangan :

1 : untuk predikat tinggi dan sangat tinggi 0 : untuk predikat rendah dan sangat rendah = konkordan

= diskonkordan

Untuk mengetahui informasi yang mendalam maka dilakukan wawancara terhadap beberapa siswa. Peneliti melakukan wawancara

Motivasi Hasil

Sikap Hasil

terhadap siswa yang sikap dan hasil belajar maupun motivasi dan hasil belajar termasuk dalam golongan yang tidak berkorelasi positif atau diskonkordan. Wawancara dilaksanakan pada hari Kamis, 26 Mei 2016. 1. Sikap belajar rendah namun hasil belajar tinggi

a. Siswa 4

No Pertanyaan Jawaban Siswa

1

Apakah kamu suka pelajaran matematika? Kenapa?

Lumayan, tapi cenderung ga suka. Banyak rumusnya, males

hafalinnya. 2

Kalau di rumah, belajar sendiri atau harus diingatkan?

Dulu selalu diingatkan, tapi sekarang sudah terbiasa belajar sendiri, tapi belajarnya ga lihat jam gitu, jadi pokoknya belajar.

3

Kalau menemukan soal matematika yang sulit, apa yang kamu lakukan? Kenapa?

Jadi males, jadi ilfeel mbak.. hehehe Ya sebenarnya pengen tahu

jawabannya, tapi malesnya itu lho mbak.

4 Di rumah sering belajar pake buku lain ga ?

Cuma buku dari sekolah aja, kadang kalau ga males ya buka internet. 5 Sebelum berangkat sekolah,

sarapan dulu ga? Kenapa?

Disuruh orang tua, harus selalu sarapan.

6

Diskusi kelompok membantu dalam pemahaman materi pelajaran tidak?

Membantu, kadang ribut tapi membantu. Jadi kalau ga bisa, bisa tanya temen yang bisa diajak diskusi.

7 Kamu aktif dalam kelompok tidak?

Lumayan aktif mbak, ga males-males banget.

8

Waktu yang digunakan untuk diskusi kelompok cukup atau tidak?

Cukup banget.

9

LKS yang digunakan membantu tidak?

Pembahasan LKS sudah jelas atau belum?

Membantu, soalnya ada

petunjuknya. Jelas, suka kalau ada kelompok yang maju terus dibahas bareng.

10

Jika pembelajaran

matematika menggunakan turnamen, senang tidak? Kenapa?

Seneng. Ya bisa jawab cepet-cepetan. Jadi lebih terdorong buat mikir.

11

Pengalaman apa yang kamu dapat? Kenapa?

Jadi lebih ngerti di bab ini, di bab sebelum-sebelumnya engga. Bosennya itu lho mbak.

Hasil wawancara dari siswa 4, cukup sesuai dengan hasil kuesioner sikap belajar yaitu menunjukkan sikap terhadap

matematika yang kurang karena malas mempelajari rumus-rumus. Meskipun begitu, siswa 4 ini dapat mengikuti pelajaran dengan baik di kelas, namun karena sifat malas dan mudah bosan sehingga sikap belajar yang ditunjukkan siswa ini menjadi kurang baik. Siswa 4 sebenarnya masih menunjukkan adanya motivasi dalam belajar matematika, terlihat dari keingintahuannya terhadap soal yang sulit. Selain itu, siswa ini juga rutin belajar di rumah sehingga hasil belajar yang diperolehnya juga baik. Siswa 4 ini senang dengan pembelajaran tipe TGT karena dapat mengurangi rasa bosan saat pembelajaran matematika sehingga terdorong untuk memperhatikan materi yang dijelaskan. Orang tua selalu mengingatkan untuk belajar dan sarapan sebelum berangkat sekolah menunjukkan bahwa orang tua memberikan perhatian penuh terhadap kebutuhan siswa tersebut dan faktor ini pula yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa di sekolah.

b. Siswa 26

No Pertanyaan Jawaban Siswa

1

Apakah kamu suka pelajaran matematika? Kenapa?

Ya suka, tapi gimana ya mbak.. Bisanya diajarin dulu baru bisa mbak.

2

Kalau di rumah, belajar sendiri atau harus diingatkan?

Ya engga sih mbak, belajar sendiri. Jadwal buat besok apa, aku belajar.

3

Kalau menemukan soal matematika yang sulit, apa yang kamu lakukan? Kenapa?

Harus tanya dulu sama temen mbak.

4

Di rumah sering belajar pake buku lain ga ?

Engga, cuma buku dari sekolah aja.

sekolah, sarapan dulu ga? Kenapa?

sarapan, jadi maemnya di sekolah pas pagi-pagi kan ada.

6

Diskusi kelompok membantu dalam pemahaman materi pelajaran tidak?

Engga, lebih seneng belajar sendiri, soalnya kalau diskusi kelompok, kebanyakanribut sendiri jadi malah ga masuk mbak.

7 Kamu aktif dalam kelompok tidak?

Aktif mbak, aku tanya terus mbak.

8

Waktu yang digunakan untuk diskusi kelompok cukup atau tidak?

Cukup

9

LKS yang digunakan membantu tidak? Pembahasan LKS sudah jelas atau belum?

Membantu sih mbak, tapi aku lebih seneng soal yang blong gitu, tapi nanti dijelasin. Iya mbak, daripada baca buku, aku lebih seneng dijelasin lisan. Jelas, suka kalau ada kelompok yang maju terus dibahas bareng.

10 Jika pembelajaran matematika menggunakan turnamen, senang tidak? Kenapa?

Seneng. Ya kalau ada game yang pake skor-skoran gitu seneng mbak, karena kalau skorku sedikit, aku pengen nyoba-nyoba lagi terus.

11 Pengalaman apa yang kamu dapat?

Jadi lebih bisa paham soalnya mbak. Skor kuesioner sikap belajar siswa 26 ini cukup rendah, hal ini karena siswa ini kurang menyukai pelajaran matematika dan cukup kesulitan memahami materi matematika sehingga harus banyak bertanya untuk dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Namun hasil belajar yang diperoleh siswa 26 ini cukup baik. Menurut peneliti, hal ini dikarenakan siswa selalu rutin belajar di rumah sesuai jadwal. Selain itu, hasil wawancara menunjukkan bahwa siswa lebih mudah memahami materi yang dijelaskan secara lisan, dibandingkan dengan membaca materi secara mandiri. Selama pengambilan data, pembelajaran banyak dilaksanakan dengan

diskusi kelompok sehingga memberikan banyak kesempatan bagi siswa untuk bertanya kepada teman maupun peneliti yang saat itu berperan sebagai guru sehingga siswa menjadi lebih paham terhadap materi yang diajarkan.

2. Sikap belajar tinggi namun hasil belajar rendah a. Siswa 13

No Pertanyaan Jawaban Siswa

1

Apakah kamu suka pelajaran matematika? Kenapa?

Suka. Sukanya tu karena matematika itu ngitung terus kadang seru gitu. 3

Kalau menemukan soal

matematika yang sulit, apa yang kamu lakukan? Kenapa?

Dilewati dulu atau tanya guru.

4 Kamu sering terlambat masuk ke kelas tidak?

Engga.

5

Saat pelajaran matematika, kamu terlibat aktif tidak? Kenapa?

Ya. Semangat terus belajar matematika.

6

Kalau mendapat tugas matematika dari guru, kamu bagaimana? Kenapa?

Langsung dikerjakan. Lha kalo ga dikerjakan nanti ga dapat nilai.

7

Kalau saat pelajaran mulai bosan di kelas, apa yang kamu lakukan?

Diem aja, tapi tetep ngikutin pelajaran.

8

Kalau guru sedang menjelaskan pelajaran, apa yang kamu lakukan?

Dengerin

9 Materi yang dijelaskan guru, dicatat tidak?

Dicatat.

10

Diskusi kelompok membantu dalam pemahaman materi pelajaran tidak?

Membantu

11 Kamu aktif dalam kelompok tidak?

Aktif

12

Waktu yang digunakan untuk diskusi kelompok cukup atau tidak?

Kadang cukup, kadang engga.

13 LKS yang digunakan membantu tidak?

Membantu, ada petunjuknya.

14 Pembahasan LKS sudah jelas atau belum?

Sudah jelas

15

Jika pembelajaran matematika menggunakan turnamen, senang tidak? Kenapa?

Suka. Seru, bisa berebut jawaban yang bener, bisa bersaing dengan temen-temen untuk menjawab dengan benar.

16 Soal THB kemarin bagaimana? Sulit atau tidak?

Ya lumayan sih

17 Sebelum THB belajar tidak? Belajar, tapi sering salah ngitungnya

Siswa 13 selalu bersikap baik selama pelajaran berlangsung. Siswa ini memperhatikan dan mencatat selama guru menjelaskan, namun hasil tes belajar rendah. Siswa 13 memiliki kekurangan fisik sehingga gerakannya lebih lambat dibandingkan dengan teman-temannya dan hal ini cukup menghambat perkembangan akademiknya. Siswa ini cukup sulit memahami materi yang dijelaskan, namun siswa ini tetap semangat untuk mengejar ketertinggalannya di kelas dengan belajar rutin dan mempersiapkan diri mengikuti THB meskipun masih banyak mengalami kesalahan dalam menghitung. Di sisi lain, teman-teman satu kelas juga selalu membantu dan memberikan dorongan.

b. Siswa 9

Pertanyaan Jawaban Siswa

1

Apakah kamu suka pelajaran matematika? Kenapa?

Suka. Sukanya sih suka hitung-hitungannya, tapi ga sukanya susah mikirnya.

2

Kalau menemukan soal matematika yang sulit, apa yang kamu lakukan? Kenapa?

Kadang tanya temen, kadang nirun.. hehehe..

3 Kamu sering terlambat masuk ke kelas tidak?

Engga pernah

4

Saat pelajaran matematika, kamu terlibat aktif tidak? Kenapa?

Kadang aktif, kadang engga. Soalnya kan kalau dah siang gitu rasanya kan dah ngantuk banget.

5

Kalau mendapat tugas matematika dari guru, kamu bagaimana? Kenapa?

Kadang tanya-tanya dulu. Kan kadang kalo dijelaskan kan masih belum jelas, jadi daripada salah mending tanya-tanya dulu. 6

Kalau saat pelajaran mulai bosan di kelas, apa yang kamu lakukan?

Ya kalo bosen ya paling tiduran gitu, kalau ga ya ijin ke toilet.. hehehe..

7

Kalau guru sedang

menjelaskan pelajaran, apa yang kamu lakukan?

Ya kalo pas lagi nyambung ya tak dengerin, tapi kalo pas ngantuk ya tak tinggal yang lain.

8 Materi yang dijelaskan guru, dicatat tidak?

Dicatat.

9

Diskusi kelompok membantu dalam pemahaman materi pelajaran tidak?

Iya.

10

Kamu aktif dalam kelompok tidak?

Kadang-kadang, soalnya kalo kerja kelompok gitu kadang-kadang kalo kita kasih jawaban tapi ternyata salah, yang lain pada marah gitu. 11

Waktu yang digunakan untuk diskusi kelompok cukup atau tidak?

Ya kadang cukup, tapi seringnya engga. Soalnya sambil ngomongin yang lain.

12

LKS yang digunakan membantu tidak?

Ya iya sih. Suka kalo ada

petunjuknya soalnya aku kalau ga ada petunjuknya gitu susah cari jawaban.

13 Pembahasan LKS sudah jelas atau belum?

Lumayan

14

Jika pembelajaran matematika menggunakan turnamen, senang tidak? Kenapa?

Suka. Ya bisa cepet-cepatan jawab, nanti kalau misal kelompok lain sudah ketemu jawabannya rasanya kan geregetan gitu. Seru kan kalo gitu mbak.

15 Soal THB kemarin

bagaimana? Sulit atau tidak?

Ya lumayan sulit

16 Sebelum THB belajar tidak? Belajar sih, tapi sering lupa rumusnya.

Hasil wawancara siswa 9 menunjukkan hasil yang tidak sesuai dengan hasil kuesioner sikap belajar. Hasil kuesioner menunjukkan sikap belajar yang tinggi, namun dari wawancara menunjukkan hasil sebaliknya. Siswa ini cenderung menunjukkan sikap negatif terhadap pelajaran matematika dan kurang antusias mengikuti pelajaran matematika. Hal ini ditunjukkan dari sikap yang

terkadang menyontek hasil pekerjaan teman, kurang memperhatikan saat guru menjelaskan, sering berbincang dengan teman lain, mengantuk di kelas, dan bahkan ijin ke kamar mandi hanya untuk mengurangi kebosanan. Sikap siswa ini selama mengikuti pelajaran matematika cenderung mengarah ke sikap yang negatif sehingga nilai tes hasil belajarnya pun menjadi kurang baik, karena siswa ini kurang memahami materi yang telah dipelajari dan sering lupa rumus. Menurut peneliti, ketidaksesuaian hasil kuesioner dengan hasil wawancara disebabkan karena siswa 9 tidak mengisi kuesioner dengan sungguh-sungguh. Pada saat mengisi kuesioner, siswa lebih banyak mengobrol dengan teman sehingga waktu yang digunakan untuk mengisi kuesioner menjadi kurang. Akibatnya, besar kemungkinan siswa 9 mengisi kuesioner tidak sesuai dengan kenyataan karena terburu-buru dan tidak mempunyai cukup waktu untuk berpikir.

3. Motivasi belajar rendah namun hasil belajar tinggi a. Siswa 3

Pertanyaan Jawaban Siswa

1 Apakah kamu suka pelajaran matematika? Kenapa?

Suka sih.. tergantung mood. 2 Kalau ke sekolah berangkat

sendiri atau diantar?

Selalu diantar 3 Sebelum berangkat sekolah,

kamu sarapan tidak?

Selalu sarapan dari rumah. 4 Kalau di rumah belajar rutin

atau tidak?

Engga..

5

Belajar sendiri atau harus diingatkan?

Ga pernah diingatkan juga, mau belajar terserah, engga juga terserah. Ortu kasih kepercayaan kok mbak,

jadi sebisa mungkin berusaha biar hasilnya bagus..

6 Ortu sering menanyakan hasil ulangan tidak?

Iya, selalu. Tugas-tugas gitu juga pasti ditanyain mbak.

7 Kamu ada bimbingan les di rumah tidak?

Engga 8 Di rumah sering belajar dari

sumber lain tidak?

Ada buku, beli. Isinya soal-soal.

9

Kalau kamu berhasil dapat nilai bagus, dapat hadiah dari orang tua tidak?

Engga pernah.

10 Kalau belajar di kelas, kamu nyaman tidak?

Tergantung sikon mbak. 11 Apa yang menyebabkan

kamu tidak nyaman di kelas?

ya kalo kelas udah ribut gitu jadi ga bisa mikir.

12

Diskusi kelompok

membantu dalam memahami materi pelajaran tidak?

Ya sebenarnya membantu mbak, tapi tergantung kelompoknya kaya apa. 13 Kamu aktif dalam kelompok

tidak?

Ya kalo kemarin sih cuma aku doang yang ngerjain mbak.

14

Waktu yang digunakan untuk diskusi kelompok cukup tidak?

Kalo aku sih kurang mbak. Soalnya ada beberapa soal yang belum selesai tu.

15

Kalau menemukan soal matematika yang sulit, apa yang kamu lakukan?

Usaha dulu mbak, kalo ga bisa dinalar. Kalo ga tanya sama temen atau guru.

16

LKS yang digunakan membantu tidak?

Membantu, ada petunjuknya, daripada yang cuma soal nanti kebanyakan tanya.

17

Pembahasan LKS sudah jelas atau belum?

Bagus sih mbak, soalnya kemarin kan ada yang maju, jadi bisa melatih percaya diri, terus melatih kemampuannya dia itu bisanya seberapa. Ya bagus sih. 18

Jika pembelajaran

matematika menggunakan turnamen, senang tidak? Kenapa?

Nah itu seru. Ya seneng aja mbak. Lebih semangat ngerjain soalnya.

19 Soal THB kemarin

bagaimana? Sulit atau tidak?

Engga mbak. 20 Sebelum THB belajar tidak? Engga mbak..

Siswa 3 ini memperoleh nilai hasil belajar yang sangat tinggi, namun di kelas tidak terlalu terlibat aktif saat pembelajaran. Siswa ini lebih memilih diam mengerjakan soal-soal yang diberikan. Siswa ini juga tidak rutin belajar di rumah, namun orang tuanya

memberikan kepercayaan penuh untuk hasil belajar siswa ini, sehingga siswa 3 ini berusaha memperoleh hasil yang baik. Kepercayaan besar yang diberikan orang tua terhadap siswa ini memberikan pengaruh yang cukup besar sehingga siswa tidak merasa dikekang orang tua. Menurut peneliti, justru karena diberi kepercayaan besar oleh orang tua, siswa menjadi merasa harus berusaha dan bertanggung jawab untuk memperoleh hasil belajar yang baik.

b. Siswa 12

Pertanyaan Jawaban Siswa

1 Apakah kamu suka pelajaran matematika? Kenapa?

Agak. Iya biasa aja.. 2 Kalau ke sekolah berangkat

sendiri atau diantar?

Selalu diantar. 3 Sebelum berangkat sekolah,

kamu sarapan tidak?

Kadang-kadang engga. 4 Kalau tidak sarapan, apakah

mengganggu konsentrasi?

Engga tu mbak. Kalo ga sarapan paling minum susu tok.

4 Kalau di rumah belajar rutin atau tidak?

Engga..

5

Belajar sendiri atau harus diingatkan?

Ga diingatkan. Tapi kalo ada tugas ya harus dikerjakan. Orang tua sudah percaya.

6 Ortu sering menanyakan hasil ulangan tidak?

Iya selalu ditanya mbak. 7 Kamu ada bimbingan les di

rumah tidak?

Ikut cuma Bahasa Inggris, percakapan.

8 Di rumah sering belajar dari sumber lain tidak?

Ada sih buku beli di luar, isinya soal-soal matematika gitu.

9

Kalau kamu berhasil dapat nilai bagus, dapat hadiah dari orang tua tidak?

Engga.

10 Kalau belajar di kelas, kamu nyaman tidak?

Ya tergantung suasananya mbak. 11 Apa yang menyebabkan kamu

tidak nyaman di kelas?

Kelas sering rame mbak. Aku suka belajar kalo sepi.

dalam memahami materi pelajaran tidak?

13

Kamu aktif dalam kelompok tidak?

Tergantung kelompoknya mbak, kalo kemarin ini cuma berdua aja yang kerja, yang lain ikut. 14 Waktu yang digunakan untuk

diskusi kelompok cukup tidak?

Cukup sih.

15

Kalau menemukan soal matematika yang sulit, apa yang kamu lakukan?

Diotak-atik dulu, kalau ga bisa tanya temen.

16 LKS yang digunakan membantu tidak?

Membantu, soalnya ada langkah-langkahnya.

17 Pembahasan LKS sudah jelas atau belum?

Jelas mbak.

18

Jika pembelajaran matematika menggunakan turnamen, senang tidak? Kenapa?

Seneng.. Seru aja mbak, belajar mikir cepet.

19 Soal THB kemarin

bagaimana? Sulit atau tidak?

Aku bisa ngerjainnya mbak, Cuma kemarin ada salah menjumlahkan. 20 Sebelum THB belajar tidak? Belajar mbak.

Siswa 12 juga memperoleh hasil yang sangat tinggi pada hasil belajarnya, namun terlihat enggan untuk aktif mengikuti pelajaran. Siswa ini tenang dalam mengerjakan soal dan dapat membantu teman-teman yang lain dalam kelompok, tetapi jarang bertanya apabila ada kesulitan. Siswa ini kurang tertarik dengan matematika namun tetap dapat mengikuti semua pelajaran dengan baik karena kepercayaan yang diberikan oleh orang tua dan orang tua tetap memenuhi kebutuhan anak termasuk membelikan buku untuk latihan-latihan soal. Menurut peneliti, siswa 12 kurang tertarik mengikuti pelajaran matematika karena kondisi kelas yang sering gaduh sehingga mengganggu konsentrasi siswa karena siswa ini hanya dapat berkonsentrasi dengan baik dalam suasana tenang. Menurut peneliti, siswa ini dapat memperoleh nilai yang baik pada

tes hasil belajar karena selalu mengerjakan tugas-tugas matematika secara mandiri dan berlatih soal-soal matematika dari buku yang dibelikan oleh orang tua di rumah.

4. Motivasi belajar tinggi namun hasil belajar rendah a. Siswa 15

Pertanyaan Jawaban Siswa

1 Apakah kamu suka pelajaran matematika? Kenapa?

Kadang suka kadang engga. 2 Kalau ke sekolah berangkat

sendiri atau diantar?

Kadang-kadang susah, kadang-kadang gampang. Kalau engga kadang itu dipelajarinya bikin pusing.. hehehe

3 Rumahmu jauh tidak dari sekolah?

Engga begitu 4 Berangkat sendiri atau diantar? Diantar 5 Sebelum berangkat sekolah,

kamu sarapan tidak?

Kadang 6 Kalau tidak sarapan, apakah

mengganggu konsentrasi?

Engga juga, tetep konsentrasi kok 7 Kalau di rumah belajar rutin

atau tidak?

Kadang sih, engga rutin. 8 Belajar sendiri atau harus

diingatkan?

Engga juga mbak, tau kapan harus belajar.

9 Kamu ada bimbingan les di rumah tidak?

Ikut

10 Kalau les, membahas apa? Kadang matematika, Bahasa Inggris, IPA gitu.

11 Di rumah sering belajar dari sumber lain tidak?

Kadang dari buku lain 12 Kalau kamu berhasil dapat

nilai bagus, dapat hadiah dari orang tua tidak?

Engga.

13 Kalau belajar di kelas, kamu nyaman tidak?

Nyaman 14 Apa yang menyebabkan kamu

nyaman di kelas?

Ya temen-temennya seru. 15 Diskusi kelompok membantu

dalam memahami materi pelajaran tidak?

Membantu mbak.

16 Kamu aktif dalam kelompok tidak?

Agak, kadang banyak aktifnya kadang banyak ngobrolnya. 17 Waktu yang digunakan untuk

diskusi kelompok cukup tidak?

Cukup-cukup aja

matematika yang sulit, apa yang kamu lakukan? 19 LKS yang digunakan

membantu tidak?

Membantu, bisa buat belajar juga sebelum ujian.

20 Petunjuk LKS sudah jelas atau belum?

Jelas kok, membantu pas mengerjakan.

21 Jika pembelajaran matematika menggunakan turnamen, senang tidak? Kenapa?

Seneng. Bisa memacu buat berpikir lebih cepet. 22 Soal THB kemarin

bagaimana? Sulit atau tidak? Sebelum THB belajar tidak?

Susah susah gampang. Engga mbak

Siswa 15 cukup konsentrasi dan mengikuti pelajaran di sekolah dengan baik, namun terkadang mengalami kesulitan dalam memahami materi matematika. Orang tua juga selalu mendukung dan memperhatikan kebutuhan siswa dengan cara mengantar siswa ke sekolah, memenuhi kebutuhan fisiknya, serta memberikan fasilitas les tambahan. Siswa ini juga merasa nyaman dan diterima di kelas sehingga dapat dikatakan kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, dan kebutuhan untuk dicintai dan disayangi dapat dipenuhi, baik di rumah atau pun di sekolah. Motivasi belajar siswa juga cukup tinggi terlihat dari kesadaran siswa untuk belajar sendiri di rumah, meskipun terkadang tidak rutin. Selain itu, siswa sering bertanya kepada guru apabila ada materi yang kurang dipahami. Namun siswa 15 memperoleh nilai yang kurang memuaskan pada tes hasil belajar. Menurut peneliti, hal ini karena siswa 15 kurang mempersiapkan diri dengan baik sebelum mengikuti tes hasil belajar sehingga hasil yang diperoleh pun menjadi tidak maksimal.

b. Siswa 27

Pertanyaan Jawaban Siswa

1 Apakah kamu suka pelajaran matematika? Kenapa?

Agak suka. Tinggal babnya yang dipelajari apa, kayak misal himpunan gitu.

2 Kalau ke sekolah berangkat sendiri atau diantar?

Kadang-kadang susah, kadang-kadang gampang. Kalau engga kadang itu dipelajarinya bikin pusing.. hehehe

3 Rumahmu jauh tidak dari sekolah?

Jauh

4 Berangkat sendiri atau diantar? Kadang naek sepeda, kadang kalau tutor sama ekstra diantar.

5 Sebelum berangkat sekolah, kamu sarapan tidak?

Iya 7 Kalau di rumah belajar rutin

atau tidak?

Kadang-kadang 8 Belajar sendiri atau harus

diingatkan?

Diingatkan 9 Kamu ada bimbingan les di

rumah tidak?

Engga 11 Di rumah sering belajar dari

sumber lain tidak?

Kadang dari internet 12 Kalau kamu berhasil dapat

nilai bagus, dapat hadiah dari orang tua tidak?

Engga pernah

13 Kalau belajar di kelas, kamu nyaman tidak?

Nyaman 14 Apa yang menyebabkan kamu

nyaman di kelas?

Belajar bareng nanti kalau ada yang ga tau tanya kalau pas ga ulangan.

Dokumen terkait