BAB IV. PERMASALAHAN KAUM LANSIA DI WILAYAH ST
B. Pendampingan Kaum Lansia Di Wilayah St. Bernadetta Banteng
Paroki Keluarga Kudus Banteng memiliki program kegiatan yang sudah tersusun secara spesifik berdasarkan kelompok dan bentuk kegiatannya.Mulai dari tingkat PIA, PIR, OMK, dewasa, orangtua, bahkan sampai tingkat lansia.Namun untuk kelompok lansia, belum ada program khusus.Jumlah mereka yang masih aktif ± 30 – 40 orang, tetapi ketika diadakan kegiatan di luar Paroki, kaum lansia yang hadir bisa sampai 200 orang.Perlu diketahui bahwa kaum lansia yang tergabung di Paroki Keluarga Kudus Banteng ini terdiri dari beberapa wilayah dan lingkungan, termasuk kaum lansia di wilayah St. Bernadetta Banteng Baru. Kegiatan yang dilaksanakan selama ini berdasarkan usulan dari kelompok lansia sendiri melalui koordinatornya, yakni Bp. P. Andreas dan Ibu Emilia Suyanti
Tulus. Program yang diusulkan kemudian ditanggapi oleh pihak paroki. Berikut ini beberapa kegiatan lansia yang telah terlaksana, yakni:
1. Senam Pagi
Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Rabu pagi jam 07.00 – 08.00. Tempat pelaksanaannya tidak tetap atau berpindah-pindah sesuai persetujuan bersama, antara pendamping dan peserta (lansia).Setelah senam selesai, terkadang dilanjutkan dengan kumpul bersama sambil minum teh hangat untuk menjalin keakraban satu sama lain. Peserta yang hadir dari berbagai lingkungan yang ada di Paroki Keluarga Kudus Banteng.Sedangkan kegiatan senam pagi kaum lansia di wilayah St. Bernadetta Banteng Baru diadakan pada hari Selasa dan Jumat pagi.Peserta yang hadir untuk hari Selasa bisa sampai 80-100 orang dari seluruh lansia di wilayah tersebut.Sedangkan untuk hari Jumat, peserta yang hadir sekitar 15-20 orang, karena hanya kelompok lansia Katolik saja yang ada di Banteng Baru.
Berikut ini pemaparan dari beberapa responden tentang kegiatan mereka yang pernah mengikuti senam lansia di wilayah St. Bernadetta Banteng Baru. Responden (R1) memaparkan berikut:
“Sampai sekarang masih aktif mengikuti kegiatan seperti pendalaman iman (APP), latihan koor, doa novena, kegiatan lansia (senam),
worosemedi, arisan ibu-ibu,kunjungan orang sakit, dll. Kalau untuk tugas prodiakon, saya sengajamengundurkan diri biar yang muda-muda maju” (lam. 2 hal (4) brs ke-4).
Hal yang sama juga diungkapkan oleh responden (R5) berikut:
“Untuk kegiatan di lingkungan yang sifatnya doa atau misa, kalau saya sehat pasti datang, misalnya ikut doa Rosario, Novena, Doa kerahiman dalam kelompok lansia setiap hari Selasa sore, pendalaman iman, arisan
RT ibu-ibu. Kalau kegiatan di Paroki, saya hanya ikut ibadat pagi, misa, senamlansia atau rangkaian kegiatan lansia Paroki” (lam. 2 hal (13) brs ke-35).
Pendapat ini juga semakin dipertegas oleh responden (R7) berikut:
“Adapun kegiatan yang sering saya ikuti seperti: WKRI, Ibu-ibu Paroki, arisan, pertemuan Ibu-ibu RT, perkumpulan ekumene, kelompok lansia termasuk senam, worosemedi, ikut latihan koor, misa, doa-doa Novena, Rosario, pendalaman iman, perkumpulan ibu-ibu di wilayah, dll” (lam. 2 hal (17) brs ke-35).
Juga sebagaimana yang diungkapkan oleh responden (R13) berikut:
“Sekarang masih tetap aktif untuk mengikut kegiatan baik di lingkungan maupun Paroki, cuma sudah dikurangi. Misalnya senam lansia yang biasanaya tiga kali seminggu sekarang cuma ikut satu kali saja, begitu juga untuk kegiatan lainnya di lingkungan menyesuaikan” (lam. 2 hal (29) brs ke-30).
Demikian juga yang dipaparkan oleh responden (R15) berikut:
“Kalau di rumah ya mengurus rumah, masak dan sebagainya, selain itu masih aktif ikut kegiatan di lingkungan dan paroki. Pagi ikut Misa, kadang senam lansia dua kali di wilayah dan satu kali di paroki. Selain itu masih ada arisan, perkumpulan ibu-ibu RT kebetulan saya ketuanya. Terkadang saya juga mengunjungi keluarga-keluarga yang tinggal dalam satu RT, agar saling mengenal dan saling berbagi pengalaman” (lam. 2 hal (33) brs ke-3).
2. Aktif dalam Kelompok Legio Maria
Di Paroki Keluarga Kudus Banteng kegiatan kelompok Legio Maria lebih bervariasi dan aktif.Pesertanya juga termasuk para lansia yang ada di paroki Banteng, maka kaum lansia lebih aktif mengikuti kegiatan-kegiatan dalam kelompok Legio Maria. Adapun bentuk kegiatannya seperti: arisan, doa bersama, senam dua kali seminggu khusus di wilayah St. Bernadetta Banteng Baru, yaitu setiap hari Selasa dan Jumat, kunjungan ke paroki lain, ziarah, rekoleksi dan lain-lain.
3. Tugas Koor di Paroki
Peranan kaum lansia dalam tugas koor di Paroki sifatnya tidak terjadual secara rutin, namun masih dilibatkan, khususnya pada hari Raya Natal dan Paskah.Tentunya kaum lansia yang bertugas adalah mereka yang tergabung di Paroki Keluarga Kudus Banteng.
4. Mengikuti Kegiatan KhususBagi Kaum Lansia pada Hari Raya Natal dan Paskah
Pada dasarnya kegiatan ini diawali dengan perayaan Ekaristi khusus bagi kelompok lansia, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan lain seperti natalan atau paskahan bagi kaum lansia. Bentuk kegiatannya juga disesuaikan dengan kesepakatan bersama antara pendamping dan peserta, misalnya kuis tentang Kitab Suci atau tentang liturgi, seputar hidup rohani atau disesaikan dengan masa Natal atau Paskah.Selain itu ada tukar kado atau hadiah khusus dari Paroki dibagikan kepada masing-masing lansia yang hadir, pengobatan gratis khusus bagi kaum lansia.
5. Kunjungan Rohani ke Paroki-paroki lain
Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama antar kaum lansia dari Paroki lain atas persetujuan Paroki. Dalam rangka kunjungan, kaum lansia diperkenalkan dengan sejarah Paroki yang di kunjungi, kemudian dilanjutkan dengan jalan-jalan bersama dan makan bersama untuk membina keakraban antar mereka.
6. Rekoleksi
Rekoleksi bagi kaum lansia di Wilayah Banteng Baru yang tergabung di Paroki Keluarga Kudus Banteng ini sudah terlaksana satu kali, yang dihadiri oleh Mgr. Yohanes Puja Sumarta, Pr di Panti Paroki Banteng.
7. Penyuluhan Tentang Kesehatan
Kelompok lansia menyadari pentingnya untuk meningkatkan dan menjaga kesehatan secara rutin, yakni melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur, karena berkaitan dengan terjadinya penurunan daya tahan bagi kaum lansia, baik secara fisik maupun psikologis.Terselenggaranya kegiatan ini berkat kerjasama antar kaum lansia dengan para dokter yang ada di lingkungan paroki Banteng.Mereka melibatkan dokter terdekat dan yang bersedia untuk membantu.
C. Berbagai Kemungkinan Program yang Dapat Ditawarkan untuk