• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendapatan Asli Daerah

Dalam dokumen PEMERINTAH KOTA TANGERANG (Halaman 179-185)

MISI 4 : Meningkatkan pembangunan sarana perkotaan yang memadai dan berkualitas

3.4 AKUNTABILITAS KEUANGAN

3.4.1 PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH

3.4.1.4 Pendapatan Asli Daerah

Pendapatan asli daerah sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan bagi Pemerintah Daerah yang merupakan wujud dari partisipasi langsung masyarakat dalam mendukung proses pembangunan. Untuk melihat perkembangan target dan realisasi penerimaan PAD Kota Tangerang dari Tahun 2010-2014 dapat dilihat pada 0.

Perkembangan PAD Kota Tangerang TA 2010-2014

No. Tahun

Anggaran Target (Rp) Realisasi (Rp) Capaian

Kinerja (%)

1 2010 188.406.038.570,50 230.634.138.004,00 122,41

2 2011 380.071.981.676,26 499.600.758.688,00 131,45

3 2012 461.383.233.872,66 631.519.353.723,00 136,88

4 2013 653.182.027.244,00 815.733.560.156,00 124,89

5 2014 1.156.097.821.081,00 1.258.788.809.993,00 108,88

Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Tangerang, 2014

Secara sekilas kita dapat melihat secara keseluruhan penerimaan PAD Kota Tangerang selama kurun waktu Tahun 2010–2014 terus mengalami kenaikan dan melampaui dari target yang telah ditetapkan. Kenaikan PAD tidak saja dari sisi target tetapi juga dari sisi realisasi penerimaan. Kenaikan realisasi PAD pada Tahun 2010 adalah sebesar 19,14% dari tahun sebelumnya, pada Tahun 2011 sebesar 16,62%, realisasi Tahun 2012 kenaikannya mencapai 26,40%, dan realisasi Tahun 2013 kenaikannya mencapai sebesar 29,17%, serta realisasi Tahun 2014 kenaikannya mencapai 54,31% dari Tahun 2013. Kenaikan realisasi yang cukup besar pada tahun 2014, terutama karena adanya penambahan objek pajak baru, yaitu Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) dimana mulai tahun 2014 kewenangan pemungutannya ada di pemerintah daerah. Bila dilihat dari pergerakannya struktur penerimaan PAD Kota Tangerang memiliki pertumbuhan yang positif. Pertumbuhan yang positif dikontribusi oleh semua komponen pembentuknya. Sebagai gambaran lebih detailnya mengenai target dan realisasi komponen PAD Tahun 2014 dapat dilihat pada 0.

Rincian Anggaran dan Realisasi PAD Kota Tangerang Tahun Anggaran 2014

No. Jenis Pendapatan Target(Rp) Realisasi(Rp) %

1 Pajak Daerah 949.500.000.000,00 1.061.473.878.786,00 111,79 2 Retribusi Daerah 74.673.378.062,00 73.520.052.625,00 98,56 3 Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah

yang Dipisahkan 12.740.117.023,00 11.551.439.042,00 90,67 4 Lain-lain PAD Yang Sah 119.184.325.996,00 112.243.439.540,00 94,18 J u m l a h 1.156.097.821.081,00 1.258.788.809.993,00 108,88 Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Tangerang, 2014

PEMERINTAH KOTA TANGERANG http://www.tangerangkota.go.id

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

http://www.tangerangkota.go.id

Pajak Daerah

Untuk mengukur kemampuan keuangan daerah/kemandirian suatu daerah dalam melaksanakan otonomi daerah ditunjukkan oleh besar kecilnya pajak yang diterima, dan juga perbandingannya dengan penerimaan dari sumber-sumber yang lain, misalnya bantuan pemerintah pusat atau dari pinjaman.Faktor potensi ekonomi daerah sebagai basis pajak diyakini mampu mempengaruhi peningkatan PAD. Semakin tinggi aktivitas ekonomi yang dilakukan semakin besar pajak yang diperoleh. Dengan kata lain peningkatan PAD terkait dengan kemampuan cakupan output di sektor produksinya (economic sectors). Kemampuan pajak juga mempunyai arti sebagai sumber dana dan keuangan dalam upaya pemerintah untuk melakukan ekspansi. Keterkaitan antara penerimaan pajak provinsi dan pajak dari kabupaten/kota bermuara pada bagaimana sumber penerimaan ini dapat dijadikan sebagai mesin penggerak pembangunan. Seiring dengan meningkatnya kewenangan pemerintahan yang dimiliki oleh daerah sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004. Adapun potensi sumber penerimaan daerah berdasarkan kebijakan desentralisasi fiskal tersebut adalah pajak daerah yang merupakan salah satu komponen dari PAD. Pajak daerah yang oleh Pemerintah Kota Tangerang pada tahun anggaran 2014 terdiri dari 9 (sembilan) jenis pajak. Adapun target dan realisasi pajak daerah pada Tahun Anggaran 2014 dapat dilihat pada 0 berikut ini.

Target dan Realisasi Pajak Daerah Tahun Anggaran 2013

No. Jenis Pajak Target (Rp) Realisasi (Rp) %

1 Pajak Hotel 27.000.000.000,00 32.340.168.439,00 119,78

2 Pajak Restoran 155.000.000.000,00 182.113.973.033,00 117,49

3 Pajak Hiburan 15.500.000.000,00 18.046.371.418,00 116,43

4 Pajak Reklame 24.000.000.000,00 26.573.509.792,00 110.72

5 Pajak Penerangan Jalan

Umum 120.000.000.000,00 140.442.296.387,00 117,03

6 Pajak atas

PenyelenggaraanParkir Swasta

35.500.000.000,00 47.411.390.011,00 133,55

7 Pajak Air Tanah 5.500.000.000,00 6.026.279.175,00 109,57

8 Bea Perolehan Hak atas

Tanah dan Bangunan 277.000.000.000,00 351.915.537.521,00 127,04 9 Pajak Bumi dan Bangunan 290.000.000.000,00 256.604.353.010,00 88,48 J u m l a h 949.500.000.000,00 1.061.473.878.786,00 111,79 Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Tangerang, 2015

PEMERINTAH KOTA TANGERANG http://www.tangerangkota.go.id

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

http://www.tangerangkota.go.id

Realisasi pajak daerah sebesar Rp1.061.473.878.786,00 merupakan komponen terbesar (84,33%) dari total realisasi penerimaan PAD Tahun 2014. Dan komponen pajak daerah yang memberikan kontribusi realisasi paling besar pada tahun 2014 adalah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan sebesar Rp351.915.537.521,00.

Retribusi Daerah

Retribusi daerah merupakan salah satu komponen dari PAD.Mengacu pada ketentuan perundang-undangan, pada Tahun Anggaran 2014 Pemerintah Kota Tangerang mengelola 15 (lima belas) jenis retribusi daerah. Realisasi penerimaan retribusi daerah tahun 2014 sebesar Rp73.520.052.625,00 (98,46%) dan komponen terbesar dari total realisasi penerimaan retribusi daerah berasal dari Retribusi Ijin Mendirikan Bangunan.

sebesar Rp53.147.831.243,00 (103,20%). Lima besar retribusi yang memberikan kontribusi pada realisasi penerimaan PAD tahun 2014 berturut-turut adalah sebagai berikut: Retribusi Ijin Mendirikan Bangunan, Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor, Retribusi Ijin Gangguan, Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah, dan Retribusi Penyedotan Kakus. Untuk lebih jelasnya kontribusi yang disumbangkan oleh setiap jenis retribusi dapat dilihat pada 0.

Target dan Realisasi Retribusi Daerah Tahun Anggaran 2014

No. Jenis Retribusi Target (Rp) Realisasi (Rp) %

1 Pelayanan Kesehatan 458.940.000,00 678.814.000,00 147,90

2 Pelayanan Persampahan/Kebersihan 8.000.000.000,00 4.029.852.500,00 50,37 3 Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan

Mayat 0,00 280.379.000,00

4 Parkir Tepi Jalan Umum 206.000.000,00 251.487.000,00 122,08 5 Pengujian Kendaraan Bermotor 3.500.000.000,00 3.568.090.000,00 101,94 6 Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran 500.000.000,00 305.895.045,00 61,18 7 Pemakaian Kekayaan Daerah (Sewa

Lahan untuk Reklame) 49.061.000,00 84.725.400,00 172,69

8 Pemakaian Kekayaan Daerah (Sewa Rusun, Sewa Mesin/Alat Berat, Sewa Gedung)

1.653.447.080,00 2.095.114.300,00 126,71

9 Terminal 3.000.000.000,00 2.754.835.500,00 91.82

10 Parkir Khusus 1.296.000.000,00 1.258.105.000,00 97,08

11 Penyedotan Kakus 792.787.500,00 969.120.000,00 122,24

12 Rumah Potong Hewan 467.200.000,00 543.175.000,00 116,26

13 Ijin Mendirikan Bangunan 51.500.678.578,00 53.147.831.243,00 103,20

14 Ijin Gangguan 3.001.250.605,00 3.294.328.637,00 109,76

15 Ijin Trayek 248.013.299,00 258.300.000,00 104,15

J u m l a h 74.673.378.062,00 73.520.052.625,00 98,46 Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Tangerang, 2015

PEMERINTAH KOTA TANGERANG http://www.tangerangkota.go.id

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

http://www.tangerangkota.go.id

Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan

Penerimaan PAD yang diperoleh melalui penerimaan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan seluruhnya berasal dari pos Bagian Laba atas Penyertaan Modal/Investasi kepada BUMD (PD Pasar) serta Bank BJB. Data target dan realisasi selama pada Tahun Anggaran 2014 terangkum dalam0.

Target dan Realisasi Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Tahun Anggaran 2014

No. Bagian Laba Target (Rp) Realisasi (Rp) %

1 Bank BJB 9.333.215.071,00 9.333.215.071,00 100,00

2 PDAM 3.110.416.615,00 1.921.738.634,00 61,78

3 PD Pasar 296.485.337,00 296.485.337,00 100,00

J u m l a h 12.740.117.023,00 11.551.439.042,00 90,67 Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Tangerang, 2015

Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah

Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah merupakan kelompok penerimaan yang tidak dapat diklasifikasikan baik ke dalam Pajak Daerah, Retribusi Daerah, maupun Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan. Penerimaan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah untuk Tahun Anggaran 2014 ditargetkan sebesar Rp119.184.325.996,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp112.243.439.540,00 (94,18%). Rincian target dan realisasi pos Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah untuk Tahun Anggaran 2014 dapat dilihat pada 0.

Target dan Realisasi Lain-lain PAD yang Sah Tahun Anggaran 2014

No. Pendapatan Target(Rp) Realisasi (Rp) %

1 Hasil Penjualan Aset daerah

Yang Tidak Dipisahkan 146.200.000,00 823.521.923,00 563,28 2 Penerimaan Jasa Giro 5.507.903.182,00 14.690.742.560,00 266,72 3 Penerimaan Bunga Deposito 16.663.484.818,53 27.945.013.639,00 167,70 4 Tuntutan Ganti Rugi daerah 78.612.000,00 147.685.054,00 187,87 5 Denda atas keterlambatan

pelaksanaan pekerjaan 100.487.760,00 448.984.800,00 446,80 6 Pendapatan Denda Pajak 887.874.385,00 5.055.925.396,00 569,44 7 Pendapatan Denda Retribusi 98.882.000,00 1.395.500,00 1,41 8 Pendapatan Dari Hasil

Eksekusi Atas Jaminan 1.428.954.800,00 2.520.364.770,00 176,38 9 Pendapatan Pengembalian 1.789.803.051,00 1.144.680.495,00 63,96 10 Penerimaan Lain-lain 25.764.124.000,00 14.299.482.864,00 55,50 11 Pendapatan Dana Kapitasi JKN 26.000.000.000,00 29.511.448.575,00 113,51 12 Pendapatan dari RSUD 40.718.000.000,00 15.654.193.964,00 38,44 J u m l a h 45.568.188.748,00 60.477.393.137,00 132,72

PEMERINTAH KOTA TANGERANG http://www.tangerangkota.go.id

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

http://www.tangerangkota.go.id

Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Tangerang, 2015 3.4.1.5 Dana Perimbangan

Dalam Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, didefinisikan bahwa perimbangan keuangan antara Pemerintah dan Pemerintah Daerah adalah suatu sistem pembagian keuangan yang adil, proporsional, demokratis, transparan, dan efisien dalam rangka pendanaan penyelenggaraan desentralisasi, dengan mempertimbangkan potensi, kondisi, dan kebutuhan daerah, serta besaran pendanaan penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Lebih lanjut, dalam Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 disebutkan bahwa pemberian sumber keuangan negara kepada Pemerintah Daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi didasarkan atas penyerahan tugas oleh pemerintah kepada pemerintah daerah dengan memperhatikan stabilitas dan keseimbangan fiskal. Perimbangan Keuangan antara Pemerintah dan Pemerintahan Daerah merupakan suatu sistem yang menyeluruh dalam rangka pendanaan penyelenggaraan asas desentralisasi, dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Dana Perimbangan merupakan salah satu sumber pendapatan daerah dalam mendukung pelaksanaan kewenangan pemerintahan daerah dalam mencapai tujuan pemberian otonomi kepada daerah, yaitu terutama peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. Adapun peraturan perundangan serta petunjuk teknis yang dijadikan dasar hukum pelaksanaan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah antara lain:

1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan;

2. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;

3. Peraturan Pemerintah Nomor 104 Tahun 2000 tentang Dana Perimbangan;

4. Peraturan Pemerintah Nomor 115 Tahun 2000 tentang Bagi Hasil Penerimaan Pajak Penghasilan;

5. Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah 104 Tahun 2000 tentang Dana Perimbangan;

6. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 6 Tahun 2001 tentang Pelaksanaan Bagi Hasil Penerimaan PPh OP Dalam Negeri dan PPh Pasal 21;

7. Surat Edaran Dirjen Anggaran Nomor: SE-53/A/2001 tentang Cara Pembagian dan Penyaluran Penerimaan PPh OP Dalam Negeri dan PPh Pasal 21 Bagian Daerah.

PEMERINTAH KOTA TANGERANG http://www.tangerangkota.go.id

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

http://www.tangerangkota.go.id

Secara umum dana perimbangan bersumber dari dana bagi hasil pajak/bukan pajak, dana alokasi umum, dan dana alokasi khusus. Dana bagi hasil pajak/bukan pajak bersumber dari penerimaan bagi hasil dari Pemerintah Pusat dan bagi hasil dari Pemerintah Provinsi, namun sejak diterapkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, penerimaan dana bagi hasil pajak yang berasal dari Pemerintah Provinsi dianggarkan pada pos Lain-lain Pendapatan yang Sah. Untuk Tahun Anggaran 2014 penerimaan dari Dana Perimbangan ditargetkan sebesar Rp1.142.431.199.128,00 dan terealisasi sebesar Rp1.093.771.326.926,00 atau sebesar 95,74%. Rincian target dan realisasi ini dapat dilihat pada0.

Rincian Anggaran dan Realisasi Dana Perimbangan Tahun Anggaran 2014

No. Jenis Pendapatan Target (Rp) Realisasi (Rp) %

1 Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak 214.150.578.128,00 192.137.948.926,00 89,72 2 Dana Alokasi Umum 890.213.131.000,00 890.213.131.000,00 100,00 3 Dana Alokasi Khusus 38.067.490.000,00 11.420.247.000,00 30,00 J u m l a h 1.142.431.199.128,00 1.093.771.326.926,00 95,74 Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Tangerang, 2015

Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak

Bagi hasil pajak/bukan pajak merupakan komponen yang ada dalam dana perimbangan.

Dimana komponen ini terdiri dari beberapa pos penerimaan diantaranya pos bagi hasil pajak dan bagi hasil bukan pajak/sumber daya alam. Pada Tahun Anggaran 2014 komponen bagi hasil pajak/bukan pajak memberikan kontribusi dalam pembentukan dana perimbangan Kota Tangerang dan pencapaian realisasi sebesar Rp192.137.948.926,00 (89,72%), komponen bagi hasil pajak/bukan pajak diperoleh dari pos-pos penerimaan bagi hasil pajak dan bagi hasil bukan pajak/sumber daya alam.

Rincian target dan realisasi ini dapat dilihat pada 0.

Rincian Anggarandan Realisasi Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Tahun Anggaran

2014No. Jenis Pendapatan Target (Rp) Realisasi (Rp) %

1 Bagi Hasil Pajak 212.500.609.419,00 191.034.109.653,00 89,90

a. PBB 11.203.509.195,00 13.163.334.967,00 117,49

b. PPh Pasal 21, Pasal 25, Pasal 29 185.072.238.595,00 161.645.913.057,00 87,34 c. Alokasi DBH Kurang Bayar PPh Pasal

21 16.224.861.629,00 16.224.861.629,00 100,00

2 Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya

Alam 1.649.968.709,00 1.103.839.273,00 66,90

PEMERINTAH KOTA TANGERANG http://www.tangerangkota.go.id

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

http://www.tangerangkota.go.id

No. Jenis Pendapatan Target (Rp) Realisasi (Rp) % a. Bagi Hasil SDA Kehutanan 199.318.466,00 79.727.386,00 40,00 b. Penerimaan Pungutan Pengusahaan

Perikanan 402.414.486,00 383.182.410,00 95,22

c. SDA Panas Bumi 100.032.000,00 70.022.400,00 70,00

d. Bagi Hasil SDA Pertambangan Umum 943.972.571,00 570.907.077,00 60,48 e. Kurang Bayar DBH SDA

Pertambangan Umum 4.231.1860,00 0,00 0,00

J u m l a h 214.150.578.128,00 192.137.948.926,00 89,72 Sumber: Dinas Pengelolaan KeuanganDaerah Kota Tangerang, 2015

Dana Alokasi Umum (DAU)

Dana Alokasi Umum (DAU) adalah bagian penerimaan Pemerintah Daerah yang besarnya ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, yang besarnya mempertimbangkan besaran usaha pajak dan kapasitas pajak.Pengaturan DAU diarahkan untuk mengurangi disparitas antar daerah, yang mengandung arti dimana daerah yang memiliki kemampuan keuangan yang relatif besar akan memperoleh DAU yang relatif kecil demikian pula sebaliknya. Penerimaan DAU Kota Tangerang pada Tahun Anggaran 2014 ditargetkan sebesar Rp890.213.131.000,00 dan terealisasi 100,00%.

Dana Alokasi Khusus (DAK)

Dana alokasi khusus (DAK) merupakan sejumlah penerimaan pemerintah daerah yang ditentukan oleh pemerintah pusat untuk pengeluaran yang diprioritaskan bagi pengeluaran yang spesifik.Penerimaan DAK Kota Tangerang Tahun Anggaran 2014 ditargetkan sebesar Rp38.067.490.000,00 dan terealisasi sebesar Rp11.420.247.000,00 (30,00%).

Dalam dokumen PEMERINTAH KOTA TANGERANG (Halaman 179-185)

Dokumen terkait